Iklan Tutup X

Selasa, 14 Juli 2026

Forbasi Kalbar Sukses Meriahkan FORPROV II Kalimantan Barat di Kota Singkawang

Foto: Forbasi Kalbar Sukses Meriahkan FORPROV II Kalimantan Barat di Kota Singkawang

SINGKAWANG - Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Forum Barisan Atlet Seni Indonesia (Forbasi) Kalimantan Barat sukses memeriahkan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Kalimantan Barat di Kota Singkawang. Pertandingan berlangsung pada 11 Juli 2026 di GOR Mulia STIE Singkawang dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat.

Sebanyak enam nomor pertandingan diperlombakan, yakni RUKIBRA U-15, RUKIBRA U-19, LOBB U-15, LOBB U-19, VARFORMUS U-15, dan VARFORMUS U-19. Ribuan penonton dari berbagai daerah memenuhi tribun GOR untuk memberikan dukungan kepada klub dan kontingen favorit mereka sehingga menciptakan suasana kompetisi yang meriah.

Ketua Forbasi Kalimantan Barat, Syarif Rudiansyah Al-Qadrie, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan pertandingan. 

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta dan penonton menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat yang dikembangkan Forbasi semakin diminati di Kalimantan Barat.

Berikut hasil pertandingan FORPROV II Forbasi Kalbar:

- RUKIBRA U-15

Emas: SMPN 1 Sungai Raya 

Perak: SMPN 1 Sungai Kakap 

Perunggu: SMPN 2 Sungai Ambawang


- RUKIBRA U-19 

Emas: Purna Paskerda 

Perak: Pasdara 

Perunggu: SMAN 1 Sanggau


- LOBB U-15

Emas: MTSN 2 Pontianak 

Perak: Pradjasena Management 

Perunggu: SMPN 2 Singkawang


- LOBB U-19

Emas: MAN 1 Pontianak 

Perak: SMAN 5 Pontianak 

Perunggu: SMAN 3 Pontianak


- VARFORMUS U-15 

Emas: MTSN 2 Pontianak 

Perak: SMPN 7 Singkawang 

Perunggu: SMPN 13 Sungai Raya


- VARFORMUS U-19 

Emas: SMAN 2 Singkawang 

Perak: SMAN 3 Singkawang 

Perunggu: SMAN 3 Entikong

Keberhasilan penyelenggaraan pertandingan Inorga Forbasi diharapkan dapat semakin mendorong pembinaan atlet seni dan olahraga masyarakat, serta melahirkan bibit-bibit berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat pada ajang yang lebih tinggi. (Tim/Jm)

Editor: R. Hermanto


Senin, 13 Juli 2026

Perhiptani Mempawah Sosialisasikan Aturan Pembelian BBM Bersubsidi, Petani Wajib Kantongi Surat Rekomendasi

Foto: Sosialisasi Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait mekanisme pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk sektor pertanian

MEMPAWAH - Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Mempawah menggelar diskusi dan sosialisasi Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait mekanisme pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk sektor pertanian. Kegiatan berlangsung di Wisma Chandramidi Mempawah, Senin 13 Juli 2026.

Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya mengenai tata cara memperoleh BBM bersubsidi sesuai ketentuan. Hal ini dilakukan agar penyaluran BBM tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah Arifin, Kapolres Mempawah yang diwakili Kasat Binmas AKP Amat Dasroni, Sales Branch Manager Fuel 1 Pertamina, Ketua Perhiptani Mempawah Sumadi, Sekretaris Perhiptani Kalimantan Barat Abdul Kadir, para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa petani diperbolehkan membeli BBM bersubsidi menggunakan jerigen dengan syarat wajib membawa surat rekomendasi dari pemerintah setempat, seperti lurah, camat, maupun Dinas Pertanian. Surat rekomendasi juga dapat diterbitkan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan kelembagaan petani lainnya.

Selain surat rekomendasi, petani diwajibkan melengkapi data pendukung berupa data alat dan mesin pertanian (alsintan), kebutuhan BBM per hektare atau per hari, data operator alsintan, jadwal penggunaan alat, hingga luas lahan garapan. SPBU diwajibkan melayani pembelian BBM bersubsidi apabila seluruh persyaratan dinyatakan lengkap dan valid.

Forum tersebut juga menegaskan bahwa surat rekomendasi berlaku untuk setiap kegiatan atau musim tanam, mulai dari pengolahan lahan, panen hingga pemompaan air. Jenis alat yang digunakan harus dicantumkan secara spesifik dalam surat rekomendasi. Pengambilan BBM dapat dikuasakan kepada ketua kelompok tani atau pihak lain berdasarkan kesepakatan.

Pihak kepolisian menyatakan siap melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan pembelian BBM bersubsidi untuk memastikan proses berjalan tertib, mencegah antrean panjang di SPBU, serta menghindari penyalahgunaan distribusi BBM.

Dalam sosialisasi disampaikan pula bahwa besaran alokasi BBM bersubsidi telah diatur dalam Peraturan BPH Migas Tahun 2025. Penerima subsidi wajib menggunakan BBM sesuai peruntukannya. Pelanggaran terhadap ketentuan dapat berakibat pencabutan surat rekomendasi hingga sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Petani juga diingatkan untuk memperhatikan aspek keselamatan dalam penyimpanan BBM karena merupakan bahan yang mudah terbakar. Pemerintah memastikan penyaluran solar bersubsidi dilakukan sesuai kuota berdasarkan data usulan yang telah diverifikasi, sehingga kebutuhan BBM sektor pertanian tetap terpenuhi dan mendukung kelancaran aktivitas pertanian di Kabupaten Mempawah. (Tim/Red)

Editor: R. Hermanto 


Alternatif Google AdSense Terbaik untuk Publisher Indonesia

Meta description: Cari tahu berbagai Google Adsense alternatives yang cocok untuk publisher di Indonesia, lengkap dengan contoh penerapan dan langkah praktis memasang iklan di website. (Foto ilustrasi)
Meta description: Cari tahu berbagai Google Adsense alternatives yang cocok untuk publisher di Indonesia, lengkap dengan contoh penerapan dan langkah praktis memasang iklan di website. (Foto ilustrasi)

Banyak pemilik website di Indonesia mengandalkan satu platform saja untuk menghasilkan pendapatan, padahal ada berbagai Adsense alternatives yang bisa memperluas peluang monetisasi. Mengetahui pilihan lain di luar AdSense membantu publisher tetap fleksibel, terutama jika traffic website belum memenuhi syarat ketat AdSense atau jika ingin mendiversifikasi sumber pendapatan. Artikel ini membahas cara memilih google adsense alternatives yang tepat, contoh penerapannya, serta langkah praktis memasang iklan di website.

Mengapa Publisher Indonesia Perlu Mempertimbangkan Platform Lain

Proses review AdSense yang ketat, kebijakan konten yang kaku, dan waktu persetujuan yang lama membuat sebagian publisher di Indonesia mencari opsi lain. Situasi ini wajar, karena setiap platform memiliki kriteria berbeda soal traffic, niche, dan kualitas konten. Mencari best google adsense alternatives bukan berarti meninggalkan AdSense sepenuhnya, melainkan menambah opsi agar pendapatan lebih stabil.

Cara Memilih Website Monetization Platform yang Tepat

Sebelum memutuskan, publisher sebaiknya membandingkan beberapa aspek utama berikut:

Aspek

Yang Perlu Diperhatikan

Syarat traffic

Sebagian platform menerima situs dengan traffic rendah

Format iklan

Banner, native, pop-under, atau interstitial

Minimum payout

Semakin rendah, semakin cepat dana bisa dicairkan

Frekuensi pembayaran

Idealnya dibayar rutin, misalnya dua kali sebulan

Metode pembayaran

Pilihan yang sesuai dengan kebutuhan publisher lokal

Blog Niche Kecil Beralih dari AdSense

Sebuah blog niche gaya hidup dengan traffic sekitar 15.000 kunjungan per bulan sempat ditolak AdSense karena traffic yang dinilai belum stabil. Setelah mendaftar ke Adsterra sebagai salah satu google adsense alternatives, blog tersebut mulai menampilkan iklan native dan pop-under tanpa perlu menunggu proses review yang panjang. Dalam beberapa minggu, pendapatan mulai stabil karena format iklan disesuaikan dengan pola kunjungan pembaca.

Langkah Praktis Memasang Iklan Alternatif di Website

Berikut langkah sederhana untuk mulai memonetisasi website menggunakan platform selain AdSense:

  1. Daftarkan website ke platform pilihan, misalnya Adsterra, lalu tunggu proses verifikasi.

  2. Pilih format iklan yang sesuai dengan tampilan dan jenis konten website.

  3. Pasang kode iklan pada bagian header, sidebar, atau di antara paragraf konten.

  4. Pantau performa iklan selama satu hingga dua minggu pertama.

  5. Sesuaikan penempatan iklan berdasarkan data klik dan tampilan yang diperoleh.

Langkah-langkah ini membantu publisher menguji website monetization platform baru tanpa mengganggu pengalaman pengunjung.

Manfaat Menggunakan Lebih dari Satu Platform Iklan

  • Mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan

  • Membuka peluang monetisasi meski traffic masih terbilang kecil

  • Memberi fleksibilitas format iklan sesuai kebutuhan website

  • Mempercepat proses karena beberapa platform memiliki review yang lebih ringkas

Adsterra menerapkan jadwal pembayaran dua kali dalam sebulan dengan minimum payout mulai dari $5, sehingga publisher dengan traffic menengah pun tetap bisa menikmati pencairan dana secara rutin.

FAQ

Apakah website dengan traffic rendah tetap bisa menggunakan alternatif AdSense?

Bisa, karena beberapa platform tidak menetapkan syarat traffic minimum yang tinggi.

Apakah publisher boleh menggunakan AdSense bersamaan dengan platform lain?

Boleh, selama kebijakan masing-masing platform tidak saling bertentangan.

Format iklan apa yang paling cocok untuk website baru?

Popunder umumnya lebih ramah bagi pengunjung dan mudah diintegrasikan.

Berapa lama biasanya proses review pada platform alternatif?

Umumnya lebih singkat dibanding AdSense, meski tetap bergantung pada kualitas konten website.

Antrean Pertalite di SPBU, Bupati Ketapang Duga Harga Pada Tingkat Pengecer Abnormal

Pemda Ketapang gelar rapat bersama Forkopimda, Hiswana Migas dan Pengelola SPBU menyikapi antrean panjang pada sejumlah SPBU dalam kota Ketapang dan sekitarnya, Senin 13 Juli 2026
Ketapang - Dalam beberapa hari terakhir ini, antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kota Ketapang dan sekitarnya terus terjadi. 

Diduga penyebab kondisi ini karena harga eceran Pertalite di tingkat kios pengecer meningkat lebih tinggi dari harga normal. Berdasarkan penelusuran, harga Pertalite di lapangan tembus angka 14 hingga 18 ribu perliter pada beberapa titik kios pengecer. 

Merespons kondisi yang terjadi, Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama wakil bupati Jamhuri Amir gelar rapat dengan jajaran pimpinan perangkat daerah (Forkopimda) organisasi Himpunan Pengusaha Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dan pengelola SPBU. 

"Rapat koordinasi bersama Forkopimda. Saya juga memanggil pihak terkait, Hiswana Migas, serta seluruh pengelola SPBU yang ada di Kabupaten Ketapang. Kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan apa penyebabnya." kata Alex saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/7/2026) di kantor Bupati Ketapang. 

Menurut Bupati, persoalan yang terjadi bukan karena pasokan Pertalite tidak tersedia, melainkan antrean kendaraan di SPBU yang mengular sehingga menyulitkan masyarakat memperoleh BBM ditambah harga Pertalite yang dijual secara eceran melonjak jauh di atas harga normal.

Alex menegaskan, apabila ditemukan indikasi adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu, Pemda Ketapang bersama aparat penegak hukum akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau memang ada indikasi penimbunan, tentu akan kita telusuri. Ada konsekuensi hukum sesuai aturan yang berlaku. Karena itu Pak Kapolres juga saya undang dalam rapat ini." tegas Alex.

"Saya memahami apa yang dirasakan masyarakat. Karena itu saya bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder akan mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi atas persoalan ini." tandasnya. (Jdn)

Rapat Paripurna Jawaban Eksekutif Terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sekadau

Foto: Bupati Sekadau, Aron Menyerahkan Berita Acara Jawaban Eksekutif Terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sekadau Kepada Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Hermanto 

SEKADAU - DPRD Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Jawaban/Penjelasan Eksekutif terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2025, Senin 13 Juli 2026.

Dalam rapat tersebut, Bupati Sekadau, Aron menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD yang disampaikan pada 6 Juni 2026 lalu.

“Masukan yang kami terima melalui pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD akan menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan, evaluasi, serta meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat Kabupaten Sekadau,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD merupakan bagian akhir dari siklus pengelolaan keuangan daerah. Laporan ini sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah daerah dalam bidang keuangan dan tata kelola pemerintahan, yang pelaksanaannya telah melalui mekanisme dan telah memperoleh Laporan Hasil Pemeriksaan dari BPK.

Secara garis besar, Bupati menanggapi beberapa catatan dari fraksi. Pertama terkait realisasi pendapatan daerah, khususnya Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi seluruh sumber pendapatan, baik dari pajak daerah maupun retribusi daerah.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain: 

1. Kunjungan kerja kepada wajib pajak bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa,

2. Melakukan penyisiran PBB-P2,

3. Pembahasan pembaruan peraturan dan kebijakan terkait kontribusi daerah,

4. Meningkatkan penerimaan melalui penerapan kontribusi pada jual beli TBS melalui kelembagaan, meskipun saat ini masih terkendala regulasi yang ada, dan

5. Optimalisasi pemanfaatan barang milik daerah sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk pemanfaatan oleh pedagang lapak.

Pemerintah Kabupaten Sekadau juga terus melakukan percepatan implementasi Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2025 tentang Tata Cara Alokasi dan Penyaluran Bagi Hasil Pajak Daerah kepada pemerintah desa. 

“Dengan harapan dapat menjadi stimulus yang baik dan dapat membantu daerah dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah khususnya PBB-P2. Semua itu dapat berjalan dengan baik tentu butuh dukungan dan kerja keras bersama,” pungkasnya.

Penulis: Novia Anjani

Editor : R. Hermanto


Topan Bavi Bergerak ke China Timur, Evakuasi Massal dan Gangguan Transportasi Tak Terhindarkan

Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.

China dilanda Topan Bavi pada Minggu (12/7) setelah badai tersebut mendarat dua kali di Provinsi Zhejiang, yakni di Kota Taizhou pada Sabtu malam dan kembali menghantam Wenzhou sekitar tengah malam. Otoritas setempat mengevakuasi lebih dari 1,7 juta warga serta menghentikan berbagai aktivitas publik untuk mengurangi risiko bencana.

Topan Bavi sebelumnya melintasi Jepang dan Taiwan sebelum bergerak menuju daratan China bagian timur. Badai itu diperkirakan terus bergerak ke Provinsi Anhui pada Senin sebelum menuju Laut Kuning di utara Semenanjung Shandong pada Selasa, menurut badan prakiraan cuaca setempat.

Pemerintah Provinsi Zhejiang menerapkan langkah antisipasi dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar, aktivitas perkantoran, serta berbagai kegiatan luar ruangan. Selain itu, sekitar 400 penerbangan dan puluhan perjalanan kereta api dibatalkan akibat cuaca ekstrem.

Wenzhou yang dihuni sekitar 10 juta penduduk menjadi salah satu kota yang berada di jalur lintasan topan. Pemerintah setempat juga mengevakuasi ratusan ribu warga sebagai upaya mengurangi risiko ketika badai melintas.

Di Beijing, pemerintah memerintahkan evakuasi sekitar 100.000 warga sebagai langkah pencegahan menghadapi dampak cuaca ekstrem yang dipicu Topan Bavi.

Sebelumnya, badai tersebut terbentuk sebagai super topan dengan kecepatan angin mencapai 290 kilometer per jam saat menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara. Seiring bergerak melintasi Samudra Pasifik, kekuatannya melemah menjadi sekitar 144 kilometer per jam sebelum menerjang Kepulauan Sakishima di Jepang.

"Kami bisa mendengar genting atap dan ranting pohon berjatuhan. Tentu saja kami merasa takut," kata warga Wenzhou, Li Liangxing, kepada Reuters.

Sebelum mencapai China, Topan Bavi juga memicu hujan lebat di Taiwan setelah melintasi wilayah selatan Jepang. Tanah longsor yang dipicu badai itu sebelumnya dilaporkan menewaskan sedikitnya 17 orang di Filipina.

Di Jepang, sedikitnya lima orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah sempat mengalami pemadaman listrik. Sementara di Taiwan, hujan deras memaksa ribuan warga mengungsi serta meningkatkan ancaman tanah longsor. Hingga kini, Jepang maupun Taiwan belum melaporkan adanya korban jiwa akibat Topan Bavi.

Sabtu, 11 Juli 2026

Akhirnya Jebol, Polisi Resmi Menetapkan Febrie Tersangka Korupsi dan TPPU

Akhirnya Jebol, Polisi Resmi Menetapkan Febrie Tersangka Korupsi dan TPPU
Akhirnya Jebol, Polisi Resmi Menetapkan Febrie Tersangka Korupsi dan TPPU.
Wow, sebuah serangan mematikan dari cokelat muda. Panglima pemberantasan korupsi dari cokelat tua, Febrie resmi ditetapkan sebagai tersangka. Tak hanya satu tembakan, melainkan dua, yakni tersangka korupsi dan TPPU. Liga korupsi semakin panas, dan nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Sabtu, 11 Juli 2026, panggung hukum negeri MBG kembali berguncang. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) itu resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Kortastipidkor Polri. Pengumuman disampaikan langsung Irjen Pol. Totok Suharyanto. Rasanya seperti menonton film yang baru sepuluh menit lalu menampilkan tulisan The End, eh tiba-tiba muncul lagi, "Episode Selanjutnya."

Benar-benar plot twist yang membagongkan. Si Febrie mungkin siap-siap istirahat usai menyatakan mundur, eh malah menyandang status tersangka. Mirip seperti ia menjadikan para koruptor kakap tersangka juga. Sungguh epik, wak.

Ironinya benar-benar premium. Febrie bukan nama sembarangan. Lahir di Jakarta, 19 Februari 1968, lulusan Fakultas Hukum Universitas Jambi, lalu meraih gelar doktor di Universitas Airlangga dengan disertasi tentang penyitaan aset TPPU. Kariernya dimulai sebagai jaksa di Kejari Sungai Penuh pada 1996, lalu melesat menjadi Kajari Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, Wakajati Yogyakarta dan DKI Jakarta, Kajati NTT, Kajati DKI Jakarta, hingga akhirnya duduk di kursi Jampidsus pada Januari 2022.

Selama memimpin, ia menangani sederet perkara raksasa. Mulai Jiwasraya senilai Rp16,81 triliun, Asabri Rp22,78 triliun, BTS Kominfo yang menyeret Johnny G. Plate, tata niaga timah dengan kerugian lingkungan ratusan triliun, Garuda Indonesia, impor gula, Chromebook, dugaan MBG, hingga Satgas PKH yang menyetor triliunan rupiah ke kas negara.

Kalau dunia sepak bola punya Erling Haaland sebagai mesin gol, dunia pemberantasan korupsi pernah menganggap Febrie sebagai mesin pemburu koruptor.

Lalu pertandingan berubah arah.

Kalau Inggris menghadapi Norwegia pukul 02.00 subuh nanti adalah duel hidup-mati memperebutkan tiket semifinal Piala Dunia, maka drama hukum ini seperti Inggris sedang menyerang habis-habisan, tetapi bola malah masuk ke gawang sendiri. Stadion mendadak sunyi, komentator kehilangan kata-kata, sementara penonton sibuk memastikan skor di papan benar atau layar televisinya yang rusak.

Polri menetapkan Febrie sebagai tersangka setelah memeriksa 15 saksi, dua ahli, dan melakukan gelar perkara. Bersama FA, seorang pihak swasta berinisial DR juga ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Babak berikutnya lebih membuat kalkulator mengundurkan diri. Di rumah Sentul yang diakui milik Febrie, penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan, USD4.767.300, SGD14.083.800, dan uang tunai rupiah. Nilainya diperkirakan mencapai Rp476 miliar.

Belum cukup. Dari Cafe de'Clan Cipete, money changer, dan sejumlah lokasi lain, kembali disita berbagai mata uang asing dan rupiah sehingga total barang sitaan diperkirakan mencapai Rp541 miliar.

Itu bukan lagi angka fantastis. Itu angka membuat mesin penghitung uang minta pensiun dini. KPK juga menduga rumah mewah di Sentul tidak tercantum dalam LHKPN 2025 dan diduga menggunakan skema nominee. Sementara kekayaan yang dilaporkan sekitar Rp18,2 miliar. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan.

Kini Komisi III DPR berencana membentuk Panja untuk mengawal perkara tersebut.

Seheboh apa pun tepuk tangan penonton terhadap plot twist hari ini, satu aturan tetap berlaku, Febrie Adriansyah tetap berhak atas asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Karena dalam pertandingan hukum, peluit akhir bukan ditiup netizen, melainkan hakim. Sampai tulisan ini dibuat, Febrie belum ditahan. Semoga saja tak seperti tersangka lain, sampai sekarang tidak pernah ditahan.

“Bang, berarti skornya menjadi 2-1. Cokelat muda sempat kebobolan dengan ditetapkannya Sony dan Lalu tersangka oleh Jampidsus. Sekarang Kortastipidkor menetapan Febrie tersangka. Apakah akan ada gol lagi tercipta?”

“Sepertinya akan ada lagi. Soalnya baru half time, wak” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

PWI Kalbar Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus

PWI Kalbar Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus
PWI Kalbar Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus.
PONTIANAK – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi di Pontianak, Sabtu (11/7/2026) disalah satu Hotel di Pontianak 

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas organisasi dalam mewujudkan PWI Kalbar yang kompak, profesional, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ketua PWI Kalbar, Kundori, mengatakan silaturahmi dan konsolidasi menjadi langkah penting untuk memperkuat persatuan seluruh pengurus dan anggota dalam menghadapi tantangan dunia pers yang terus berkembang.

"Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat komunikasi, menjaga kekompakan organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta memastikan PWI Kalbar terus hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah," ujar Kundori.

Sementara itu, Anggota Dewan Kehormatan PWI Kalbar, H. Holdi, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia wartawan.

"Organisasi akan semakin kuat jika seluruh pengurus mampu menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan terus meningkatkan kompetensi. Pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab," kata H. Holdi.

Kegiatan yang mengusung tema "Melalui Silaturahmi dan Konsolidasi, Wujudkan PWI Kalbar yang Kompak, Profesional, dan Berkontribusi bagi Daerah" tersebut dihadiri Sekretaris PWI Kalbar Jauhari, Bendahara PWI Kalbar Wawan Suwandi, serta seluruh jajaran pengurus PWI Provinsi Kalimantan Barat.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum menyamakan visi, memperkuat koordinasi organisasi, serta membahas berbagai program kerja PWI Kalbar ke depan agar semakin memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, dan pembangunan Kalimantan Barat.

Program waktu dekat adalah persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas)  di Lampung pada April 2027. Pelaksanan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk anggota, pembentukan Kepengurusan PWI di Kabupaten dan pembenahan kesekretariatan.***

Pembangunan Jembatan Aramco Desa Riyai Kodim 1204/Sanggau Rampung 100 Persen

Pembangunan Jembatan Aramco Desa Riyai Kodim 1204/Sanggau Rampung 100 Persen
Pembangunan Jembatan Aramco Desa Riyai Kodim 1204/Sanggau Rampung 100 Persen.
SANGGAU – Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Riyai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau yang dikerjakan oleh Kodim 1204/Sanggau telah rampung 100 persen. Keberhasilan ini menjadi wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui TNI AD, khususnya Kodam XII/Tanjungpura. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat, mempercepat mobilitas hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Riyai dan sekitarnya.

Komandan Kodim 1204/Sanggau menyampaikan bahwa selesainya pembangunan Jembatan Aramco merupakan bukti nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Aramco ini, masyarakat Desa Riyai kini memiliki akses yang lebih aman, nyaman, dan layak, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tayan Hulu.

(Pendim 1204/Sanggau)

Jumat, 10 Juli 2026

Kodim 1204/Sanggau Hadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau 2026

Kodim 1204/Sanggau Hadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau 2026
Kodim 1204/Sanggau Hadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau 2026.
SANGGAU – Kodim 1204/Sanggau yang diwakili Pasi Pers Kapten Inf Y Santos menghadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor, Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (9/7/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema "Lestari dan Bermartabat" tersebut dihadiri Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Drs. Aswin Khatib, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki, S.T., unsur Forkopimda, Raja Sanggau Drs. Gusti Arman, Ketua DAD Kabupaten Sanggau Urbanus, S.Sos., Ketua Panitia Marselus Junihardi, S.Hut., para Ketua DAD Kecamatan, delegasi Dayak Sarawak Malaysia, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau, dilanjutkan pengumuman dan penyerahan piala bergilir juara umum, persembahan lagu oleh Bupati Sanggau, doa penutupan, serta hiburan budaya.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian Gawai Dayak dapat terselenggara dengan aman, tertib, dan lancar. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, serta melestarikan adat dan budaya Dayak sebagai identitas dan kebanggaan Kabupaten Sanggau.

Sementara itu, Bupati Sanggau menegaskan bahwa Gawai Dayak merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana pelestarian budaya dan pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Pemerintah Kabupaten Sanggau, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah menuju visi "Sanggau Maju, Berkeadilan, dan Berkelanjutan." Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan dan kemajuan ekonomi daerah.

Pengamanan kegiatan dilaksanakan secara terpadu oleh personel Polres Sanggau, Kodim 1204/Sanggau, Kompi A Brimob Sanggau, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta panitia penyelenggara sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya Dayak sebagai warisan luhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

(Pendim 1204/Sanggau)

Kamis, 09 Juli 2026

AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika

AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika
AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika.
PONTIANAK – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat resmi menyelenggarakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) tahun 2026 yang diikuti sebanyak 23 jurnalis di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, di Pontianak pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis para pekerja media di daerah untuk menjawab tantangan krisis kepercayaan terhadap institusi pers yang kini melanda dunia.

Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, dalam sambutannya menegaskan bahwa UKJ adalah sarana bagi jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tetap relevan sebagai pilar keempat demokrasi. Ia mengingatkan peran krusial jurnalis sebagai pengawas dalam kehidupan berbangsa.

"Kita sebagai jurnalis harus terus meneguhkan diri sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan, empat pilar yang menjadi penjaga kekuasaan. Sehingga kita harus selalu memperbaharui diri, selalu meningkatkan kapasitas kita, selalu belajar hal-hal yang baru," ujar Muhlis.

Kondisi industri media saat ini memang sedang berada dalam situasi krusial. Ketua Penguji dari Lembaga Penguji Kompas, Johanes Heru Margianto, memaparkan data memprihatinkan dari laporan Reuters Digital Institute yang menunjukkan tingkat kepercayaan global terhadap media berada di bawah 50 persen. Di Indonesia, angkanya bahkan lebih rendah, yakni di kisaran 3,8 hingga 3,9.

Heru menyebutkan bahwa audiens kini mulai beralih ke media sosial, influencer, hingga teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini dan Meta untuk mencari informasi. Oleh karena itu, integritas menjadi satu-satunya benteng terakhir bagi insan pers.

"Apa kemudian yang tersisa dari kita kalau kepercayaan terhadap media secara global maupun lokal itu tidak melebihi dari separuh. Yang bisa kita pertahankan adalah integritas dan kredibilitas," tegas Heru dalam sambutannya.

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, yang hadir membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya standar profesi yang ketat. Ia membandingkan proses sertifikasi jurnalis dengan profesi kedokteran yang memerlukan tahapan panjang untuk memastikan layanan yang aman bagi masyarakat.

Harisson menyatakan bahwa di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang penuh ketidakpastian, masyarakat membutuhkan informasi yang benar-benar akurat dari sumber terpercaya.

"Begitu juga rekan-rekan wartawan. Wartawan ini harus memiliki benar-benar kompetensi. Jadi kalau misalnya pemberitaan untuk menginformasikan kepada masyarakat itu benar-benar yang namanya akurasi pemberitaan, kedalaman, dan etika dalam pemberitaan itu harus benar-benar terjaga. Jika Anda menjaga ini, maka kepercayaan masyarakat itu saya rasa akan tinggi," ungkap Harisson.

Kegiatan UKJ AMSI Kalbar 2026 ini menghadirkan lima penguji dari Kompas dan didukung oleh berbagai mitra strategis, termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar, Polda Kalbar, BPJS Ketenagakerjaan, PT Dharma Inti Bersama (DIB), Sinar Mas Agribusiness and Food, PT. Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW), PLN, GAPKI Kalbar, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Wilmar, Indosat, dan Aming Coffee.

Ratusan Massa BPM Kalbar Demo di Kantor PLN UID Kalbar, Desak Hentikan Pemadaman Bergilir

Foto: Massa BPM Kalbar Demo di Kantor PLN UID Kalbar

KUBU RAYA - Kekecewaan masyarakat terhadap pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat memuncak. Ratusan massa Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Jalan Adisucipto KM 7, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu 8 Juli 2026 sore.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.05 WIB itu dipimpin Ketua Umum BPM DPP Provinsi Kalbar, Gusti Edy. Sekitar 200 massa menyampaikan orasi terkait dampak pemadaman terhadap roda ekonomi warga.

BPM Kalbar membawa empat tuntutan utama: 

1. Hentikan Pemadaman Brutal: Mendesak pemulihan total pasokan listrik tanpa penundaan.

2. Jangan Bebani Rakyat: Menolak kenaikan tarif di tengah pelayanan yang buruk. 

3. Kompensasi Nyata untuk UMKM dan Warga: Menuntut pembebasan biaya beban, potongan tarif, dan ganti rugi kerusakan alat elektronik milik warga, PKL, dan warung.

4. Jaminan Fasilitas Publik: Memastikan listrik untuk rumah sakit, tempat ibadah, dan instalasi pengolahan air bersih tidak terganggu.

Massa juga mendesak publikasi mekanisme kompensasi, evaluasi kinerja Manajer Komunikasi PLN UID Kalbar, pencopotan pimpinan PLN Kalbar oleh Pemerintah Pusat, serta pengusutan penyebab gangguan kelistrikan oleh APH dan Forkopimda.

Menanggapi aksi, manajemen PLN UID Kalbar menemui demonstran dan menjelaskan teknis gangguan, progres percepatan pemulihan sistem, serta rencana kompensasi bagi pelanggan terdampak.

Pengamanan aksi dilakukan 115 personel Polres Kubu Raya yang dipimpin Kabagops AKP Samidi. Pengamanan turut dibantu TNI, Ditpamobvit Polda Kalbar, Tim Tanggap Darurat PLN, dan PMI Kota Pontianak. 

Kabagops AKP Samidi melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menegaskan pendekatan humanis dikedepankan agar penyampaian aspirasi berjalan tertib. 

“Kami mengapresiasi kerja sama massa yang menjaga ketertiban. Alhamdulillah aksi selesai aman dan terkendali,” ujarnya. (Red/Jm)


Pembangunan Jalan Poros Desa Sungai Jawi Dimulai, Warga Batu Ampar Antusias

Foto: Progres pembangunan jalan poros kabupaten di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar

KUBU RAYA - Kabar dimulainya pembangunan jalan poros kabupaten di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar, disambut antusias masyarakat. Infrastruktur yang lama dinantikan warga pesisir itu diharapkan membuka akses transportasi sekaligus memperlancar roda perekonomian.

Salah seorang warga Desa Sungai Jawi, Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos., atas realisasi pembangunan jalan tersebut.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo. Jalan poros kabupaten di Desa Sungai Jawi tahun ini sudah mulai dikerjakan. Ini kabar sangat menggembirakan bagi masyarakat,” ujar Sulaiman, Rabu 8 Juli 2026.

Menurutnya, pembangunan jalan merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir. Jalan tersebut akan memudahkan akses transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Sulaiman juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan kelancaran proses pembangunan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Sungai Jawi untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta material proyek. Mari dukung pembangunan ini agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” katanya.

Ia menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan kontraktor, tetapi juga butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi warga penting agar proyek menghasilkan kualitas jalan yang baik dan manfaat jangka panjang bagi desa-desa pesisir di Batu Ampar.

“Jalan ini sudah lama jadi dambaan masyarakat pesisir. Kami berharap pembangunan sesuai target dan berkualitas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” ungkapnya.

Warga berharap jalan poros ini menjadi awal pemerataan infrastruktur di wilayah pesisir Kubu Raya, sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (Tim/Jm)


Kantor PT KSP Agro di Sekadau Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Foto: Kantor PT KSP Agro di Maboh Permai Terbakar

SEKADAU - Kebakaran menghanguskan kantor PT KSP Agro (Kalimantan Sanggar Pusaka) di Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, Rabu 8 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material masih dalam proses pendataan dan penyelidikan.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kapolsek Belitang IPDA Fahrurrazi mengatakan, personel Polsek Belitang segera ke lokasi setelah menerima laporan untuk mengamankan TKP dan meminta keterangan saksi.

“Berdasar keterangan karyawan, api pertama kali diketahui saat ia datang untuk absensi. Saat mendekati bangunan, api sudah membesar dan membakar kantor perusahaan,” kata IPDA Fahrurrazi, Kamis 9 Juli.

Saksi kemudian menghubungi pihak perusahaan. Bersama warga, karyawan berupaya memadamkan api menggunakan APAR milik perusahaan dan mesin pompa air milik warga. 

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun bangunan kantor mengalami kerusakan.

IPDA Fahrurrazi menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dan olah TKP.

“Personel Polsek Belitang telah mengamankan TKP dan meminta keterangan saksi. Olah TKP akan dilakukan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Sekadau untuk memastikan penyebab kebakaran,” tutupnya. (Rls)


Selasa, 07 Juli 2026

Pemerintah Kubu Raya Perkuat Peran FKUB dalam Menjaga Toleransi Antarumat Beragama

Foto: Bupati Kubu Raya, Sujiwo Jalin Komitmen Bersama Ketua FKUB Kubu Raya Ustaz K.H. Ahmad Sudi.

KUBU RAYA - Pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2031 di Ruang Rapat Bupati, Selasa 7 Juli 2026, menjadi komitmen bersama pemerintah daerah dan tokoh agama untuk memperkuat persatuan, toleransi, serta stabilitas sosial di Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos., menegaskan Pemkab memberikan dukungan penuh kepada FKUB sebagai mitra strategis menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya persatuan dan kerukunan. Pemerintah akan terus mendukung program-program FKUB, termasuk penyediaan sarana pendukung dan operasional organisasi,” ujar Sujiwo.

Ketua FKUB Kabupaten Kubu Raya Ustaz K.H. Ahmad Sudi mengatakan kepengurusan baru akan mengedepankan komunikasi, dialog, dan penyelesaian persoalan melalui musyawarah. 

“FKUB hadir untuk seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kubu Raya Dr. M. H. Ekhsan, S.Ag., M.Si., menyampaikan penguatan moderasi beragama butuh kolaborasi seluruh pihak. Penyuluh agama yang tersebar di kecamatan menjadi ujung tombak menjaga kerukunan hingga tingkat desa.

“Kami berharap FKUB Kubu Raya mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran,” ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpol Kubu Raya Drs. Amini Maros, M.Si., menambahkan pembentukan kepengurusan FKUB telah sesuai Peraturan Menteri Agama dengan menyesuaikan komposisi jumlah pemeluk agama di Kubu Raya.

Pemkab Kubu Raya berharap FKUB semakin aktif dalam pembinaan, edukasi, mediasi, serta dialog lintas agama agar persatuan dan kerukunan tetap terjaga sebagai modal utama pembangunan daerah. (Jm)


Nelayan Pulau Pelapis Kayong Utara Dapat Bantuan dari PT DIB Penebang

Salah seorang nelayan Pulau Pelapis Kayong Utara menunjukan bantuan yang didapat dari PT DIB Penebang

KAYONG UTARA - PT Dharma Inti Bersama (DIB) dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama bagi nelayan yang berada di wilayah terdekat operasional perusahaan kembali menyalurkan bantuan alat tangkap. 

Bantuan yang diberikan ini berupa jaring insang dan 2.500 kail pancing rawai kepada kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. 

External Relation Manager PT DIB Sugeng Sulistiyo mengatakan bantuan alat tangkap. tersebut merupakan hasil komunikasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan tim CSR bersama kelompok nelayan Desa Pelapis.

"Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan alternatif alat tangkap yang dapat dimanfaatkan nelayan sesuai kondisi di lapangan. Selama ini sebagian besar nelayan masih bergantung pada kelong. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan," ujar Sugeng Sulistiyo. 

Menurut Sugeng, bantuan tersebut diberikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai upaya mendukung produktivitas dan ketahanan ekonomi masyarakat nelayan.

Penyaluran bantuan merupakan bagian dari Program Perikanan Tangkap CSR DIB yang menyasar masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). 

Bantuan diserahkan kepada kelompok nelayan penerima jaring insang dan kelompok nelayan penerima pancing rawai sesuai kebutuhan yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Menurut Sugeng, diversifikasi alat tangkap menjadi penting karena dapat memberikan pilihan bagi nelayan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan penggunaan metode tangkap tertentu. Dengan semakin banyak pilihan alat tangkap, nelayan diharapkan tetap dapat melaut dan memperoleh penghasilan.

la juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta tidak dipindahtangankan maupun diperjualbelikan. 

Evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan, lanjutnya, akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan berikutnya.

"Kami berharap para nelayan juga dapat memberikan masukan mengenai manfaat bantuan ini. Evaluasi tersebut menjadi bekal bagi kami untuk terus menyusun program-program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Komitmen kami adalah terus tumbuh dan melangkah bersama masyarakat Pelapis," tambah Sugeng. 

Jaring insang (gill net) merupakan alat tangkap berbentuk jaring yang dipasang secara vertikal di perairan untuk menangkap ikan yang melintas. 

Ketua kelompok nelayan penerima bantuan jaring insang, Hamsyah, mengatakan bantuan tersebut memberikan alternatif alat tangkap bagi kelompok nelayan yang selama ini hanya mengandalkan kelong.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Dulu kami cuma punya satu cara menangkap ikan, pakai kelong. Sekarang kami punya cara lain dengan jaring insang sehingga peluang mendapat hasil tangkapan jadi lebih besar," ujarnya.

Selain membantu aktivitas penangkapan ikan, Hamsyah menilai berbagai program CSR DIB juga membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat.

"Kami merasa lebih mudah berkomunikasi. Kalau ada kebutuhan atau usulan, sekarang ada tempat untuk menyampaikan. Kami merasakan perusahaan benar-benar hadir bersama masyarakat," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan pancing rawai, Sandi. la mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil usulan bersama para nelayan yang membutuhkan alternatif alat tangkap di tengah kondisi cuaca yang sering berubah.

"Kami berterima kasih kepada CSR DIB yang sudah membantu kami. Selama ini kami lebih banyak menggunakan kelong, tetapi sekarang kami bisa mencoba metode lain dengan pancing rawai. Bantuan ini memang sesuai kebutuhan yang kami usulkan bersama," ungkapnya.

Menurut Sandi, keberadaan bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung perekonomian rumah tangga para nelayan ketika kondisi laut tidak memungkinkan penggunaan alat tangkap yang biasa digunakan.

Program bantuan alat tangkap ini menjadi salah satu bentuk komitmen PT DIB dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir. Selain sektor perikanan tangkap, perusahaan juga menjalankan berbagai program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola PT Dharma Inti Bersama. (Jdn).

Senin, 06 Juli 2026

Kodim 1204/Sanggau Bangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing

Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Tayan Hulu, Sanggau, untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas warga, dan distribusi hasil pertanian.
Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Tayan Hulu, Sanggau, untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas warga, dan distribusi hasil pertanian.

SANGGAU - Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Desa Berakak, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, pada Senin (5/7/2026). Pembangunan tersebut dilakukan sebagai dukungan TNI Angkatan Darat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.

Pembangunan jembatan menjadi bagian dari upaya mendukung program prioritas pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan pedalaman.

Keberadaan Jembatan Aramco Non Bencal diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun distribusi barang. Infrastruktur ini juga ditujukan untuk mempermudah pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi diharapkan menjadi lebih mudah sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat secara lebih efektif.

Kodim 1204/Sanggau Bangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing
Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Tayan Hulu, Sanggau, untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas warga, dan distribusi hasil pertanian.

Melalui pembangunan tersebut, Kodam XII/Tanjungpura melalui Kodim 1204/Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

Informasi pembangunan Jembatan Aramco Non Bencal ini disampaikan oleh Pendim 1204/Sanggau.

Dengan hadirnya jembatan tersebut, konektivitas di wilayah Desa Berakak dan sekitarnya diharapkan semakin baik. Infrastruktur itu juga diproyeksikan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan akses terhadap berbagai layanan publik di Kabupaten Sanggau.

Merinding Lihat Lautan Manusia di Tehran Jelang Pemakaman Ali Khamenei

Merinding Lihat Lautan Manusia di Tehran Jelang Pemakaman Ali Khamenei
Merinding Lihat Lautan Manusia di Tehran Jelang Pemakaman Ali Khamenei.
Kalau kalian menonton video lautan manusia yang memenuhi jalan-jalan Tehran, mungkin dada kalian ikut sesak. Bukan karena angka-angka begitu besar, tetapi karena menyaksikan bagaimana jutaan manusia menangis bersama. Sulit membayangkan seperti apa rasanya ketika sebuah kota berubah menjadi hamparan duka, ketika suara tangisan jauh lebih nyaring dari suara kendaraan, ketika setiap langkah seolah mengantar sebuah babak sejarah menuju liang lahat. Begitu besar penghormatan sebagian warga Iran kepada almarhum Ali Khamenei hingga pemandangan itu membuat bulu kuduk berdiri dan hati dipenuhi rasa pilu.

Di bawah langit Tehran yang muram, jutaan orang berjalan dengan wajah basah oleh air mata. Mereka datang bukan sekadar menghadiri sebuah pemakaman, melainkan mengantarkan seseorang yang selama 37 tahun menjadi wajah paling dominan dalam perjalanan Republik Islam Iran. Diperkirakan 15 hingga 20 juta orang mengikuti rangkaian prosesi pemakaman selama enam hari yang berlangsung di lima kota di dua negara. Angka sebesar itu nyaris tak sanggup diterjemahkan oleh logika. Yang bisa dipahami hanyalah satu hal, kehilangan, bagi mereka, telah menjelma menjadi lautan manusia.

Grand Mosalla Tehran tak lagi mampu menampung lautan kesedihan itu. Kapasitas ruang salat telah penuh berjam-jam sebelum doa jenazah dimulai. Gerbang ditutup bukan karena acara usai, melainkan karena tak ada lagi sejengkal tanah tersisa. Puluhan juta pasang mata memerah. Jutaan bibir bergetar melantunkan doa. Jutaan tangan terangkat memohon ampun bagi sosok yang telah pergi. 

Reza, seorang profesor berusia 37 tahun, mengucapkan kalimat yang membuat hati siapa pun tercekat, "Kami datang karena kami berjanji pada pemimpin tertinggi untuk berdiri di sisinya sampai akhir. Untuk waktu yang lama, kami berteriak, kami akan mengorbankan hidup kami untuk pemimpin, tetapi dialah mengorbankan dirinya untuk kami." Di balik kalimat itu tersimpan ironi yang begitu getir. Janji kesetiaan akhirnya hanya bisa dibayar dengan air mata di depan peti jenazah.

Di atas panggung tinggi Grand Mosalla, jenazah Ayatollah Ali Khamenei terbaring bersama empat anggota keluarganya di dalam peti kaca. Mereka dilaporkan gugur dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, termasuk menantu, putri, menantu perempuan, dan seorang cucu perempuan yang baru berusia 14 bulan. Bayi yang belum sempat mengenal kerasnya dunia kini harus berbaring dalam keheningan abadi bersama sang kakek. Tidak ada pidato politik yang mampu menghapus luka itu. Tidak ada slogan dapat menghidupkan kembali seorang anak kecil yang belum sempat memahami arti kehidupan. 

Namun di tengah kesedihan itu, sejarah kembali memperlihatkan wajahnya. Seorang pemimpin sepanjang hidupnya begitu akrab dengan retorika pengorbanan dan perjuangan akhirnya pulang ke peristirahatan terakhir bersama cucunya sendiri. Arash Rahimi, 40 tahun, mengatakan kepada Reuters, "Blood feud... kita memiliki pertikaian darah dengan Amerika Serikat." Kalimat itu terdengar seperti ratapan yang berubah menjadi dendam. Betapa menyedihkannya ketika kematian pun gagal mengakhiri lingkaran kebencian. Bahkan di depan liang lahat, perang masih menemukan alasan untuk terus hidup.

Prosesi pemakaman berlangsung seperti perjalanan panjang menguras jiwa. Pada Minggu, 5 Juli, Salat al-Mayyit dipimpin Ayatollah Jafar Sobhani di Grand Mosalla Tehran sejak pukul 06.00 waktu setempat. Tiga kali doa dipanjatkan, masing-masing untuk sang pemimpin, tiga anggota keluarganya, dan khusus bagi bayi mungil yang turut menjadi korban. Esok harinya, 6 Juli, iring-iringan jenazah menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein menuju Lapangan Azadi. Pada 7 Juli, jenazah dibawa ke kota suci Qom, kemudian diterbangkan ke Najaf dan Karbala di Irak pada 8 Juli, sebelum akhirnya dimakamkan pada 9 Juli di samping Makam Imam Reza di Mashhad, sesuai wasiat terakhirnya. Begitu panjang perjalanan menuju tanah peristirahatan, seolah sejarah sendiri enggan melepaskan sosok yang telah begitu lama menguasai panggung politik Iran.

Namun di balik kemegahan prosesi itu, ada ironi yang menusuk lebih dalam dari ribuan pidato. Mojtaba Khamenei, putra almarhum yang kini disebut sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, tidak dijadwalkan hadir dalam acara publik karena alasan keamanan. Seorang anak tak dapat mengantar ayahnya menuju pemakaman. Sebuah kenyataan terasa begitu pahit. Rezim selama puluhan tahun berbicara lantang tentang keberanian, pengorbanan, dan keteguhan justru harus menyembunyikan pewarisnya di saat rakyat memenuhi jalan-jalan dengan air mata. Sejarah terkadang memang lebih kejam dari musuh mana pun.

Di sisi lain, 14.000 jurnalis, termasuk 900 reporter asing, meliput prosesi ini. Sebanyak 50 juta potong roti dipanggang untuk memenuhi kebutuhan para pelayat. Angka-angka itu terdengar megah, tetapi sekaligus menyisakan satire pahit. Sebuah negeri bertahun-tahun hidup di bawah tekanan sanksi dan kesulitan ekonomi mampu menghadirkan panggung duka begitu kolosal. Dunia menyaksikan, sebagian dengan simpati, sebagian lagi dengan sinisme, sementara rakyat tetap berdiri berjam-jam di bawah matahari hanya untuk mengucapkan salam perpisahan.

Nuan bayangkan berdiri di tengah 15 juta orang yang menangis. Dengarkan pekikan "Kematian bagi Amerika!" bersahutan di antara isak tangis tak kunjung reda. Lihat para ibu menggendong anak-anak mereka di bawah terik Juli, sementara petugas memasang 6.000 penyemprot air demi mendinginkan jutaan pelayat. Pemandangan itu begitu memilukan sekaligus terasa absurd. Mereka datang membawa cinta, kehilangan, keyakinan, bahkan kemarahan. Namun mereka bawa pulang mungkin hanyalah tubuh letih dan hati tetap berlubang.

Pada akhirnya, yang tersisa bukan sekadar kisah wafatnya seorang pemimpin, melainkan potret sebuah bangsa sedang bergulat dengan sejarahnya sendiri. Sebagian orang benar-benar menangis karena kehilangan sosok mereka hormati. Sebagian mungkin menangis karena perang tak kunjung selesai, karena sanksi memiskinkan, karena anak-anak tumbuh dalam bayang-bayang konflik, atau karena masa depan terasa semakin jauh. Di situlah tragedi terbesar berada. Ketika air mata rakyat bercampur dengan propaganda, ketika duka bertemu politik, ketika kematian seorang pemimpin berubah menjadi panggung bagi pertanyaan yang tak pernah selesai dijawab.

Biarkan mereka menangis. Sebab kadang-kadang, tangisan bukan hanya untuk seseorang yang telah pergi. Tangisan adalah bahasa terakhir sebuah bangsa terlalu lama hidup di antara perang, pengorbanan, harapan, dan kehilangan yang tak pernah benar-benar menemukan ujungnya.

“Merinding nonton videonya, kok bisa manusia sebanyak itu menghadiri pemakaman.”

“Saya juga begitu, wak. Gimana dengan pemimpin kita, apakah akan dihadiri jutaan warga juga ya?” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Brazil Nangis Darah Dihancurkan Norwegia 2-1

Brazil Nangis Darah Dihancurkan Norwegia 2-1
Brazil Nangis Darah Dihancurkan Norwegia 2-1
Erling Haaland benar-benar menjadi mimpi buruk Brazil. Dua golnya ke gawang Alisson, membuat Tim Samba angkat koper. Rakyat Brazil pasti nangis darah ni. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Meadowlands Stadium, East Rutherford, mendadak berubah menjadi panggung komedi. Wasit Ismail Elfath dari Amerika meniup peluit. Brazil, ranking 6 FIFA bersama Carlo Ancelotti, datang penuh percaya diri. Di seberang, Norwegia ranking 31 FIFA bersama Ståle Solbakken, pelatih asli Norwegia, bukan impor. Julukan mereka Løvene alias Singa, tapi malam itu mereka lebih mirip gerombolan Viking yang baru turun dari kapal perang sambil membawa buku pelajaran berjudul "Cara Membuat Brazil Bingung."

Baru menit ke-4 Patrick Berg sudah menjebol gawang Brazil. Tribun Norwegia meledak seperti dapat bonus gaji sepuluh tahun. Untung wasit menganulir gol karena offside. Pendukung Brazil langsung mengusap dada. Jantung yang tadi mau kabur akhirnya balik lagi ke tempatnya.

Menit ke-10 Matheus Cunha dijatuhkan di kotak penalti. VAR dipanggil. Semua pemain mengelilingi wasit seperti warga mengejar mobil gas. Menit ke-13, penalti diberikan. Bruno maju dengan gaya pahlawan film laga. Seluruh pendukung Brazil sudah bersiap joget samba. Duk..! Orjan Nyland menepis bola. Stadion langsung sunyi. Bahkan burung yang terbang di atas stadion seolah ikut geleng-geleng kepala.

Setelah itu Brazil menyerang tanpa henti. Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, Rayan, hingga Casemiro silih berganti menembak. Nyland malah berubah menjadi pintu brankas yang password-nya lupa dibocorkan. Sementara Norwegia santai menguasai permainan. Statistik menunjukkan penguasaan bola 67 persen milik mereka. Brazil cuma 33 persen. Rasanya pemain Samba sedang ikut les sepak bola gratis yang gurunya Martin Ødegaard.

Babak pertama berakhir tanpa gol.

Di ruang ganti, Ancelotti memberi tausiyah, "Main yang benar. Jangan seperti proyek besar, anggarannya triliunan, hasilnya cuma pagar seng." Di ruang sebelah, Solbakken tersenyum, "Tetap tenang. Jangan seperti politik, hitungannya belum selesai, pesta kemenangan sudah duluan." Dua pelatih, dua nasihat, satu tujuan, bikin penonton senyum-senyum sendiri.

Babak kedua dimulai. Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup masuk memperkuat Norwegia. Brazil membalas dengan Endrick, Neymar, dan Danilo. Serangan datang bertubi-tubi, tetapi Nyland masih seperti satpam galaksi yang menolak semua tamu tanpa undangan.

Menit ke-79, Andreas Schjelderup mengirim umpan lambung sempurna. Erling Haaland melompat tinggi. Duarrr... Goooool! Sundulannya membuat skor menjadi 0-1. Tribun Norwegia berubah menjadi festival Viking. Ada yang memukul panci, meniup peluit, sampai memeluk orang asing seolah saudara kandung yang baru ditemukan.

Belum selesai. Menit ke-90, Schjelderup kembali menyodorkan umpan matang. Haaland menerima bola di batas kotak penalti lalu melepaskan tembakan datar ke pojok kanan bawah gawang. Goooooool! 0-2! Stadion berguncang. Pendukung Norwegia menari seperti baru menemukan harta karun peninggalan leluhur Viking.

Brazil terus menyerang. Ederson sempat mendapat peluang pada menit 90+3, Danilo mengirim crossing, Vinicius terus menusuk, tetapi semuanya mentok di benteng Norwegia.

Lalu datang menit 90+10. Wasit menunjuk titik putih. Neymar maju sebagai algojo. Stadion kembali menahan napas. Gooool! Neymar mengeksekusi penalti dengan tembakan akurat ke sisi kanan gawang. Skor berubah menjadi 1-2. Pendukung Brazil sempat berteriak seolah keajaiban akan datang, tetapi itu hanya gol hiburan. Sesaat kemudian peluit panjang berbunyi.

Pertandingan selesai. Brazil tetap angkat koper. Norwegia melaju, Haaland menjadi mimpi buruk baru bagi Samba. Seluruh rakyat Brazil larut dalam kesedihan. Ada yang memandangi lima trofi Piala Dunia sambil menghela napas, ada yang mematikan televisi sebelum komentator selesai bicara, bahkan mungkin ada menyalahkan arah angin di New Jersey. Sementara para Viking berpesta pora. Malam itu mereka bukan sekadar menang, tetapi sukses membuat raksasa sepak bola dunia pulang lebih cepat sambil membawa koper penuh evaluasi.

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Teganya KPK, Bupati Langkat Belum Sempat Makan Durian Malah Ditangkap

Teganya KPK, Bupati Langkat Belum Sempat Makan Durian Malah Ditangkap
Teganya KPK, Bupati Langkat Belum Sempat Makan Durian Malah Ditangkap.
Kita lanjutkan kisah ditangkapnya Bupati Langkat, Ondim. Rupanya saat penangkapan, ia mau makan durian. Eh..KPK menciduk duluan. Tega benar dah, kan kemponan. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Ini bukan sekadarn OTT. Ini tragedi gastronomi nasional. Ini luka kolektif pecinta durian se-Asia Tenggara. Ini peristiwa membuat para penggemar Musang King, Montong, Bawor, Petruk, Jemongko hingga Durian Kampung mendadak berkabung tiga hari tiga malam sambil menghirup aroma kulit durian bekas.

Nuan bayangkan. Lebih dari 200 kepala daerah dari seluruh Indonesia sedang berkumpul di Lubuk Pakam, Deli Serdang. Forum resmi Forbisda APKASI bersama KADIN sudah selesai sekitar pukul lima sore. Saatnya masuk agenda paling ditunggu para pemimpin daerah, pesta durian. Bukan pesta babi ya.

Jam enam malam. Meja sudah dipenuhi durian. Ada durian montong yang badannya segede koper haji plus. Ada musang king yang wajahnya seperti bangsawan kerajaan buah-buahan. Ada bawor yang bentuknya mirip granat zaman Majapahit. Ada petruk yang aromanya sanggup membuat tetangga tiga gang mendadak datang silaturahmi.

Suasana hangat, akrab, dan penuh persaudaraan. Para bupati saling ngobrol, tertawa, bertukar pengalaman pembangunan daerah, berbagi cerita APBD, mungkin juga diam-diam membandingkan siapa paling kuat makan durian tanpa takut kolesterol naik.

Namun tiba-tiba...Ondim menghilang. Syah Afandin, Bupati Langkat periode 2025–2030, lenyap.

Para bupati mulai panik. “Mana Ondim?” “Tadi ada.” “Kok sekarang hilang?” “Jangan-jangan dia sudah duluan nyerbu durian premium.”

“Jangan-jangan lagi cari Musang King ukuran kambing.”

Ternyata bukan. Bukan ke toilet. Bukan ke parkiran. Bukan pula sedang bertapa di bawah pohon durian.

Tim KPK datang lebih cepat dari semut menemukan durian pecah. Lebih agresif dari lalat yang baru dapat kabar ada durian busuk. Lebih presisi dari  tendangan Messi ke gawang Cape Varde.

Lalu, byurrr! Bupati Langkat langsung diamankan. Katanya terkait dugaan suap proyek di Pemkab Langkat.

Astaga. Durian belum dibelah. Durian belum dibuka. Durian belum disendok. Durian belum difoto untuk status WA bertuliskan, “Nikmat mana lagi yang kau dustakan.” Malah sudah harus berhadapan dengan prosedur hukum.

Lae bayangkan sedihnya durian-durian itu. Mereka sudah matang sempurna. Sudah rela jatuh dari pohon. Sudah siap mengorbankan kulit berduri demi membahagiakan umat manusia. Namun calon penikmatnya justru berangkat menuju Jakarta. "Kasian, kemponan die," kata budak Pontianak.

Ini benar-benar kisah paling pahit sejak seseorang membeli durian mahal ternyata isinya cuma tiga pongge dan dua biji.

Syah Afandin sendiri bukan tokoh sembarangan. Ia adik mantan Gubernur Sumut, Syamsul Arifin. Politikus PAN. Kariernya melesat dari DPRD, menjadi Plt Bupati, lalu terpilih penuh sebagai Bupati Langkat periode 2025–2030.

Namun kini sejarah mungkin akan mengenangnya dengan gelar baru. "Bupati yang ditangkap sebelum makan durian."

Sebuah gelar yang terdengar seperti judul film festival buah internasional. Kronologinya pun seperti sinetron ijazah. OTT dilakukan di Binjai. Lalu merembet ke Medan. Kemudian menyentuh Deli Serdang. Total tujuh orang diamankan di tiga lokasi berbeda.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, ketika dikonfirmasi hanya menjawab singkat, “Benar.” Selesai. Tidak ada tambahan.

Tidak ada penjelasan apakah durian akhirnya disita sebagai barang bukti. Tidak ada keterangan apakah tersangka sempat mencium aromanya. Tidak ada informasi apakah ada kompensasi berupa durian frozen.

Sementara itu, para bupati lain kemungkinan tetap makan durian sambil termenung. Ada yang menyendok perlahan. Ada yang mengunyah sambil geleng kepala.

Ada yang berkata lirih, “Kasihan Ondim. Padahal duriannya fresh.” Yang lain mungkin berbisik, “Jangan-jangan KPK datang karena tidak kebagian durian.”

Tentu saja korupsi harus diberantas. Tidak boleh ditawar. Tidak boleh dikompromikan. Tetapi rakyat kecil tetap berhak bertanya dengan nada dramatis ala sinetron jam tujuh malam.

Kenapa harus pas pesta durian? Kenapa tidak sesudah dua pongge. Atau minimal sesudah satu biji Musang King?

Karena kini sejarah Indonesia bertambah satu bab baru. Ada orang kehilangan jabatan. Ada orang kehilangan kebebasan. Ada pula orang yang kehilangan kesempatan menikmati durian terbaik Sumatera Utara.

Sungguh tragis. Sungguh epik. Sungguh montong sekali.

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM