Berita BorneoTribun: Kalbar hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2026

86 SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Libatkan 4.392 Siswa Secara Bertahap

Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)
Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)

BENGKAYANG - Sebanyak 86 sekolah menengah pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 yang digelar secara bertahap mulai 6 hingga 16 April 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 4.392 siswa kelas akhir dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mendorong digitalisasi pendidikan di daerah.

Mayoritas Sekolah Siap Gunakan Sistem Berbasis Teknologi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan bahwa sebagian besar sekolah sudah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi.

“Sebanyak 86 sekolah jenjang SMP berpartisipasi, dengan mayoritas telah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi. Ini menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan,” ujar Heru di Bengkayang, Selasa.

Ia menjelaskan, dari total sekolah peserta, 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.

Dari sisi moda pelaksanaan, 75 sekolah telah menggunakan sistem daring (online) penuh, sedangkan 10 sekolah lainnya menggunakan semi-online, menyesuaikan kondisi jaringan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.

TKA Digelar Dalam Empat Gelombang

Untuk memastikan kelancaran teknis pelaksanaan ujian, TKA tahun ini dibagi dalam empat gelombang pelaksanaan, yaitu:

  • Gelombang 1: 6–7 April 2026

  • Gelombang 2: 8–9 April 2026

  • Gelombang 3: 13–14 April 2026

  • Gelombang 4: 15–16 April 2026

Pembagian jadwal ini bertujuan menjaga stabilitas sistem serta mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul selama pelaksanaan ujian berlangsung.

112 Guru Dilibatkan Dalam Pengawasan Silang

Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan secara silang antar sekolah.

Sebanyak 112 guru pengawas disebar di berbagai lokasi ujian guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan secara objektif dan transparan.

“Pengawasan silang ini penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” jelas Heru.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem evaluasi pendidikan yang diterapkan pemerintah daerah.

TKA SD Dijadwalkan Setelah SMP

Setelah pelaksanaan TKA jenjang SMP selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan pada jenjang sekolah dasar.

Pelaksanaan TKA SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan 264 sekolah dan 5.004 peserta.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tahun 2026 di Kabupaten Bengkayang melibatkan:

  • 9.396 siswa dari jenjang SD dan SMP

  • 456 pengawas yang bertugas di berbagai lokasi ujian

TKA Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pendidikan

Menurut Heru, pelaksanaan TKA bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Hasil TKA akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang, sehingga program yang dirancang benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh satuan pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan demi mencetak generasi Bengkayang yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan dukungan teknologi serta pengawasan yang ketat, pelaksanaan TKA diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai capaian akademik siswa di daerah tersebut.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa Itu Tes Kompetensi Akademik (TKA)?

Tes Kompetensi Akademik (TKA) adalah ujian yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara komprehensif sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan.

Berapa Jumlah Sekolah SMP Yang Mengikuti TKA 2026 Di Bengkayang?

Sebanyak 86 SMP/MTs di Kabupaten Bengkayang mengikuti pelaksanaan TKA Tahun 2026.

Berapa Jumlah Siswa Yang Mengikuti TKA SMP 2026?

Total 4.392 siswa kelas akhir SMP/MTs mengikuti pelaksanaan TKA tahun ini.

Apakah Semua Sekolah Menggunakan Sistem Online?

Tidak semuanya. Sebanyak 75 sekolah menggunakan sistem online penuh, sementara 10 sekolah menggunakan sistem semi-online.

Kapan TKA Untuk Jenjang SD Dilaksanakan?

TKA untuk jenjang SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.

Selasa, 07 April 2026

Program Retret ASN Kalbar Ditegaskan Wajib, Anggaran Masih Di Bawah Standar

Sekda Kalbar Harisson menegaskan retret ASN wajib sesuai UU ASN. Anggaran pengembangan kompetensi 2026 masih di bawah standar nasional.
Sekda Kalbar Harisson menegaskan retret ASN wajib sesuai UU ASN. Anggaran pengembangan kompetensi 2026 masih di bawah standar nasional.

Pontianak — Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan bahwa program retret atau peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan kewajiban yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Menurut Harisson, pelaksanaan retret ASN bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab pengembangan kapasitas aparatur agar tetap relevan dengan kebutuhan organisasi.

"Pelaksanaan retret ASN ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, khususnya Pasal 49 ayat (1), yang mewajibkan setiap ASN untuk terus mengembangkan kompetensinya melalui pembelajaran berkelanjutan," ujar Harisson di Pontianak, Senin.

Retret ASN Diperkuat Aturan Nasional

Harisson menjelaskan, ketentuan pengembangan kompetensi ASN juga diperkuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Dalam aturan tersebut, setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki hak yang sama untuk mengikuti pengembangan kompetensi dengan alokasi minimal 20 jam pelajaran setiap tahun.

Hal ini bertujuan agar ASN mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan sistem kerja, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

Anggaran Pengembangan Kompetensi Masih Rendah

Meski program retret wajib dilaksanakan, Harisson mengakui bahwa alokasi anggaran pengembangan kompetensi ASN di Kalimantan Barat masih tergolong terbatas.

Pada APBD 2026, anggaran pengembangan kompetensi ASN hanya mencapai sekitar 0,11 persen dari total belanja daerah.

Angka tersebut masih berada di bawah ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025, yang mengamanatkan alokasi sebesar 0,34 persen.

Secara rinci, anggaran yang tersedia meliputi:

  • Rp1,558 miliar untuk pengembangan kompetensi teknis, umum, inti, dan pilihan bagi jabatan administrasi

  • Rp1,938 miliar untuk pengembangan kompetensi pimpinan daerah, jabatan pimpinan tinggi, jabatan fungsional kepemimpinan, serta prajabatan

Kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemenuhan standar nasional pengembangan kompetensi ASN.

Perangkat Daerah Diminta Lakukan Pergeseran Anggaran

Harisson menyebutkan bahwa kegiatan retret atau peningkatan kompetensi bagi pimpinan tinggi pratama dan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah dianggarkan oleh 25 badan dan dinas serta 11 UPT dalam APBD 2026.

Namun, bagi perangkat daerah yang belum menganggarkan kegiatan tersebut, diminta segera melakukan penyesuaian melalui mekanisme pergeseran anggaran.

"Dalam surat yang saya keluarkan tanggal 6 Maret 2026, perangkat daerah yang belum menganggarkan diminta melakukan pergeseran anggaran untuk pembiayaan peningkatan kompetensi," jelasnya.

Pergeseran anggaran tersebut harus mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Harisson menegaskan, pergeseran hanya diperbolehkan pada mata anggaran yang sejenis, seperti perjalanan dinas atau administrasi pendidikan dan pelatihan.

Ia juga mengingatkan bahwa anggaran untuk masyarakat, hibah, maupun pembangunan infrastruktur tidak boleh digeser.

Retret ASN Akan Ditata Ulang Seiring Efisiensi Anggaran

Setelah terbit Surat Edaran Menteri Dalam Negeri pada 31 Maret 2026 terkait transformasi budaya kerja ASN, pemerintah daerah berencana menata ulang pelaksanaan retret ASN.

Salah satu poin penting dalam surat edaran tersebut adalah efisiensi perjalanan dinas.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan efisiensi perjalanan dinas sebesar 50 persen serta efisiensi kegiatan perangkat daerah sebesar 50 persen dalam APBD 2026.

Dengan adanya kebijakan terbaru, efisiensi perjalanan dinas dipastikan akan semakin diperketat.

"Dengan adanya surat edaran terbaru tersebut, tentunya kegiatan retret akan ditata ulang," kata Harisson.

Makna Retret ASN Bagi Kualitas Pelayanan Publik

Program retret ASN dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.

Melalui pelatihan berkelanjutan, ASN diharapkan mampu:

  • meningkatkan kompetensi teknis

  • memperkuat kepemimpinan

  • memperbaiki pelayanan publik

  • beradaptasi dengan perubahan sistem birokrasi modern

Dengan demikian, keberadaan retret ASN tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga pada kualitas layanan kepada masyarakat.

FAQ

Apa itu retret ASN?

Retret ASN adalah kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas aparatur sipil negara melalui pelatihan, pembelajaran, dan pengembangan kepemimpinan.

Apakah retret ASN wajib dilaksanakan?

Ya. Retret ASN merupakan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Berapa minimal jam pengembangan kompetensi ASN setiap tahun?

Minimal 20 jam pelajaran per tahun sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020.

Berapa anggaran pengembangan kompetensi ASN Kalbar tahun 2026?

Sekitar 0,11 persen dari total belanja daerah, masih di bawah standar nasional 0,34 persen.

Apakah anggaran masyarakat bisa digeser untuk retret ASN?

Tidak. Anggaran untuk masyarakat, hibah, dan pembangunan infrastruktur tidak boleh digeser.

Senin, 06 April 2026

Transparan dan Akuntabel, 231 Peserta Ikuti Seleksi Awal Penerimaan Polri di Polres Kubu Raya

Foto: Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. turun langsung dalam proses penerimaan Polri tahap pemeriksaan administrasi 

KUBU RAYA - Proses penerimaan anggota Polri di Polres Kubu Raya memasuki tahap pemeriksaan administrasi pada Senin (6/4). Sebanyak 231 peserta tercatat mengikuti tahapan awal ini dengan penuh antusias.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa pemeriksaan administrasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kelengkapan dan keabsahan data peserta. 

Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pengawas internal dan eksternal.

“Pelaksanaan hari ini adalah pemeriksaan administrasi. Kami melibatkan Disdukcapil dan pengawas eksternal untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” ujarnya.

Dari total 231 peserta yang mendaftar, nantinya akan diseleksi berdasarkan kelengkapan administrasi. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Kapolres menjelaskan, setelah tahap administrasi di tingkat Polres, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat Panitia Daerah (Panda) Polda Kalimantan Barat. Tahapan tersebut meliputi tes akademik, psikotes, serta tes jasmani.

“Untuk tahapan selanjutnya akan dilaksanakan di Polda Kalimantan Barat. Di Polres, kami fokus pada pemeriksaan administrasi dan verifikasi data peserta,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara profesional dan transparan. Para peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi setiap tahapan seleksi yang akan dilaksanakan.

Wabup Sanggau Pastikan Korban Kecelakaan Bus Damri Dapat Penanganan Maksimal

Foto: Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, kunjungi RSUD M.Th. Djaman Sanggau

SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, kunjungi RSUD M.Th. Djaman Sanggau untuk memastikan korban kecelakaan bus Damri di Desa Penyeladi di turunan Penyeladi, Kecamatan Kapuas yang terjadi pada Minggu (5/4/26) mendapat penanganan medis maksimal.

Pada kunjungannya, Wabup juga berkoordinasi dengan Direktur RSUD untuk mengerahkan sumber daya tenaga medis. Langkah strategis disiapkan, antara lain mobilisasi dukungan tenaga medis dari 15 kecamatan dan penyediaan armada cadangan ambulans.

"Apresiasi tinggi kepada tenaga medis dan petugas lapangan. Kepada keluarga korban, kami sampaikan simpati mendalam," kata Wabup. 

Pemerintah daerah akan pantau terus kondisi korban dan pastikan penanganan optimal.

Rumah Bu Eli Nyaris Roboh, Bupati Kubu Raya Turun Tangan Pastikan Dibangun Rumah Yang Layak Huni

Foto: Bupati Sujiwo Kunjungi Rumah Keluarga Disabilitas di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Tangis haru menyelimuti kediaman Bu Eli, warga Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, saat rumahnya yang nyaris roboh mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Kunjungan Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos menjadi secercah harapan baru bagi keluarga tersebut, Minggu (5/4/2026).

Dalam suasana penuh haru, Bu Eli tak kuasa menahan air mata saat mendengar langsung kepastian bahwa rumahnya akan segera dibangun kembali agar layak huni. 

“Terimakasih Pak Bupati, terimakasih ya Allah, Engkau mendengarkan doa-doa kami,” ucapnya lirih.

Kondisi Bu Eli semakin memprihatinkan. Ia tinggal bersebelahan dengan kedua orang tuanya yang juga hidup dalam keterbatasan. Sang ayah diketahui mengalami kelumpuhan, sementara ibunya menderita cacat netra. 

Potret kondisi rumah milik Bu Eli di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

Tak hanya itu, dua saudaranya juga mengalami gangguan jiwa. Situasi tersebut membuat Bu Eli dan keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki ataupun membangun rumah yang layak huni.

Kehadiran Bupati bersama rombongan merupakan bentuk respons cepat atas laporan kondisi rumah warga yang memprihatinkan. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah dan Moch. Darwis, serta sejumlah pejabat daerah lainnya, di antaranya Kepala Dinas PUPR Kubu Raya Supratmansyah, Kepala Dinas Pertanian Agus Siswandi, Kepala Dinas Perikanan Yoga P, Camat Sungai Kakap Junaidi, Kepala Desa Sungai Itik, serta RT dan RW setempat.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah dan berdialog dengan Bu Eli untuk mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan. Pemerintah daerah memastikan akan segera mengambil langkah konkret agar Bu Eli dan keluarganya dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.

Bupati H. Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi warganya yang mengalami kesulitan.

“Kami hadir untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk selalu berada di tengah masyarakat,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah warga yang mengalami musibah menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan perlindungan dan harapan bagi masyarakatnya. (Tim Liputan)

Tragedi Bus DAMRI Di Sanggau, 1 Meninggal Dunia Puluhan Luka, Polisi Ungkap Penyebab Awal

Kecelakaan bus DAMRI di Sanggau menewaskan 1 penumpang dan 20 luka. Polisi ungkap dugaan rem bermasalah saat melintas di jalan menurun.
Kecelakaan bus DAMRI di Sanggau menewaskan 1 penumpang dan 20 luka. Polisi ungkap dugaan rem bermasalah saat melintas di jalan menurun.

Sanggau, Kalbar — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau. Sebuah bus milik Perum DAMRI jurusan Sintang–Pontianak mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu (5/4) siang, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.50 WIB di jalan menurun Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas.

“Benar, satu orang penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal bus DAMRI di wilayah Sanggau siang tadi,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, kecelakaan diduga dipicu oleh kendaraan yang kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun dan tikungan.

Sopir bus diketahui sudah menyadari adanya kendala pada sistem pengereman sejak awal perjalanan. Meski begitu, pengemudi tetap berusaha mengendalikan kendaraan dengan hati-hati.

Namun, saat tiba di lokasi kejadian yang memiliki turunan curam dan tikungan ke kanan, bus mulai oleng ke kiri. Upaya sopir untuk mengembalikan kendali dengan membanting setir ke kanan tidak berhasil, hingga akhirnya kendaraan mengalami kecelakaan tunggal.

“Dugaan sementara, rem tidak berfungsi optimal sehingga kendaraan kehilangan kendali,” jelas Andiet.

Korban Dan Penanganan

Data sementara mencatat satu orang meninggal dunia, 10 penumpang mengalami luka berat, dan 10 lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.

Bus dengan nomor polisi KB 7710 S tersebut diketahui mengangkut total 31 orang, termasuk sopir dan kernet, dalam perjalanan dari Sintang menuju Terminal Ambawang, Kubu Raya.

Tanggapan DAMRI

Manajemen DAMRI Cabang Pontianak menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Mereka memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar korban yang dirawat segera pulih,” tulis pihak manajemen dalam keterangan resmi.

DAMRI juga menegaskan telah melakukan langkah cepat, mulai dari evakuasi di lokasi, koordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian, hingga pendampingan kepada korban dan keluarga.

Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk mendukung penuh proses investigasi serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional.

Proses Investigasi Masih Berjalan

Saat ini, Satlantas Polres Sanggau masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh operator transportasi untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, terutama sistem keselamatan seperti rem, guna mencegah kejadian serupa.

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan bus DAMRI terjadi?
Kecelakaan terjadi di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

2. Berapa jumlah korban dalam kecelakaan ini?
Satu orang meninggal dunia, 10 luka berat, dan 10 luka ringan.

3. Apa penyebab kecelakaan bus DAMRI?
Dugaan sementara akibat rem tidak berfungsi optimal saat melintas di jalan menurun dan tikungan.

4. Berapa jumlah penumpang dalam bus?
Total ada 31 orang, termasuk sopir dan kernet.

5. Apa langkah yang dilakukan DAMRI setelah kejadian?
Evakuasi korban, koordinasi dengan rumah sakit dan polisi, serta evaluasi keselamatan operasional.

Minggu, 05 April 2026

Halal Bihalal PPP Kalbar, Kader Sekadau Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi

Foto: Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) asal kabupaten sekadau, (tengah) H. Abang Nasir, S.A.P., anggota DPRD Kabupaten Sekadau 

PONTIANAK - Keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Barat gelar Halal Bihalal pada Minggu, 5 April 2026, menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai.

Perwakilan dari Kabupaten Sekadau turut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu kader PPP Sekadau, H. Abang Nasir, S.A.P., menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kebersamaan dan soliditas partai di tingkat daerah maupun provinsi.

“Dari Kabupaten Sekadau, kami hadir sebanyak tiga orang kader, termasuk salah satunya anggota dewan. Tujuan utama kami adalah bersilaturahmi serta mempererat hubungan dan menyatukan kembali kekuatan PPP di Kalimantan Barat,” ujar Abang Nasir.

Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal ini juga menjadi ajang untuk membangun kembali kekompakan kader serta menyamakan visi ke depan dalam menghadapi berbagai agenda partai.

Ia berharap, ke depan PPP dapat semakin solid dan mampu meraih hasil yang sesuai dengan harapan bersama. Selain itu, pihaknya juga berencana merangkul kembali kader-kader lama serta membuka peluang bagi kader baru untuk bergabung.

“Insyaallah ke depan, jika ada momentum besar, kader lama akan kita rangkul kembali dan kita juga akan mencari serta membina kader-kader baru,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PPP diharapkan mampu memperkuat persatuan dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika politik di Kalimantan Barat. (JM)

Bus DAMRI Kecelakaan di Penyeladi Sanggau, Ada Korban Jiwa

Foto: Bus DAMRI mengalami kecelakaan di tanjakan Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026)

SANGGAU - Telah terjadi kecelakaan maut Bus DAMRI di tikungan turunan/tanjakan Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Sanggau pada Minggu (5/4/2026).

Bus DAMRI berangkat dari Sintang tujuan Pontianak tersebut mengangkut sebanyak 31 penumpang.

Berdasarkan informasi dilapangan, pasca kecelakaan tersebut 1 (satu) penumpang dinyatakan meninggal ditempat, 1 (satu) orang mengalami putus tangan, dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Dilihat dari posisinya, Bus tersebut baru saja menuruni tanjakan Penyeladi dan sebagian badan bus mengarah ke sungai Kapuas.

Polisi sudah melakukan identifikasi terkait kronologi kejadian, dan sampai berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Distan Kalbar Ajak Semua Elemen Termasuk Pesantren Galakkan Pertanian

Foto: Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA

KUBU RAYA – Salah satu persoalan mendasar dalam sektor pertanian di Kalimantan Barat saat ini adalah minimnya minat Calon Petani (CP), meskipun ketersediaan lahan masih cukup luas dan potensial untuk digarap.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA, saat menghadiri kegiatan halal bihalal penggiat pertanian di Pondok Pesantren Minum Islam dengan tema “Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku”.

Menurut Herti, ketidakseimbangan antara ketersediaan lahan dan jumlah petani aktif menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan produksi pertanian di daerah.

“Lahan kita masih tersedia, bahkan cukup luas. Namun, tantangan kita saat ini adalah kurangnya minat calon petani untuk mengelola lahan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, komoditas hortikultura seperti cabai juga menjadi perhatian khusus, mengingat perannya sebagai salah satu penyumbang inflasi di daerah. 

Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas strategis, menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan.

“Cabai merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. Maka dari itu, pengembangan budidaya cabai ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan untuk masyarakat,” jelasnya.

Sebagai upaya mengatasi persoalan minimnya minat petani, Dinas TPH Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mengembangkan sektor pertanian.

Tidak hanya masyarakat umum, kalangan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren juga didorong untuk ambil bagian.

Menurut Herti, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan santri di bidang pertanian.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk pondok pesantren, untuk mulai menggalakkan pertanian. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga membangun kemandirian dan keterampilan,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat siap menyediakan berbagai bantuan, termasuk penyediaan bibit tanaman bagi pihak-pihak yang siap mengembangkan usaha pertanian.

“Kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan menyiapkan bibit. Harapannya, ini bisa mendorong minat masyarakat untuk kembali bertani,” tegasnya.

Dengan sinergi seluruh elemen, diharapkan sektor pertanian di Kalimantan Barat dapat terus berkembang, mampu menekan laju inflasi, serta menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. 

Residivis Curanmor dan Pembobol Rumah Dibekuk di Landak

Foto: Tersangka diamankan beserta barang bukti kejahatan 

LANDAK - Polisi menangkap M, residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian handphone, dan pembobolan rumah di Kabupaten Landak. Pelaku diamankan setelah polisi menyelidiki laporan pencurian HP di tempat cucian motor di Jelimpo.

Berawal dari Laporan Pencurian HP di Tempat Cucian Motor. Kasus ini terungkap setelah adanya laporan tindak pidana pencurian yang menimpa dua korban, yakni Irpandi dan Adzidane Eka Saputra, di sebuah tempat pencucian motor sekaligus warung milik Irpandi, yang berlokasi di Dusun Tubang Raeng, RT 001/RW 001, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.

M diduga terlibat dalam beberapa kasus, termasuk pembobolan rumah di Senakin. Barang bukti seperti HP, printer, dan kipas angin disita.

"Pelaku residivis, kami masih dalami kemungkinan TKP lain," kata Kasat Reskrim AKP Kuswiyanto.

Polisi berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa;

- 1 unit HP OPPO A12

- 1 unit HP Infinix Note 40 Pro 5G

- Uang tunai Rp200.000 yang disimpan di dalam casing handphone

- 1 buah helm merek J5

- 1 unit HP Infinix Smart 9 milik korban lainnya.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp7.400.000 dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Polisi imbau masyarakat waspada dan laporkan hal mencurigakan.

Sabtu, 04 April 2026

Zulkarnaen Siap Pimpin KONI Kubu Raya, Fokus Anggaran dan Prestasi Atlet

Zulkarnaen maju sebagai calon Ketua KONI Kubu Raya 2026 dengan fokus peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan sinergi pemerintah demi prestasi olahraga.
Zulkarnaen maju sebagai calon Ketua KONI Kubu Raya 2026 dengan fokus peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan sinergi pemerintah demi prestasi olahraga.

KUBU RAYA – Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030, Zulkarnaen, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran demi mendukung pembinaan atlet dan program kerja olahraga di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua KONI Kubu Raya, Jumat (3/4/2026).

Menurut Zulkarnaen, salah satu tantangan utama dalam pengembangan olahraga daerah adalah keterbatasan anggaran. Karena itu, ia menempatkan peningkatan dukungan dana sebagai prioritas utama jika dipercaya memimpin KONI.

“Ke depan, kita akan berupaya memperjuangkan tambahan anggaran untuk KONI agar seluruh program kerja bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya.

Dukungan Cabor Jadi Modal Awal

Zulkarnaen mengaku mendapat dukungan dari sejumlah cabang olahraga (cabor). Dukungan tersebut menjadi modal awal untuk membangun kepercayaan dan memperkuat visi pengembangan olahraga di Kubu Raya.

Ia menilai, anggaran yang memadai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan atlet, penyediaan fasilitas latihan, hingga partisipasi dalam kejuaraan tingkat daerah, provinsi, dan nasional.

Perhatian Khusus untuk Atlet Berprestasi

Tak hanya fokus pada anggaran, Zulkarnaen juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap atlet berprestasi. Ia menilai, penghargaan dan kesejahteraan atlet harus menjadi bagian penting dalam kebijakan olahraga.

“Atlet berprestasi harus mendapatkan atensi lebih, baik dari sisi pembinaan, kesejahteraan, maupun penghargaan,” tegasnya.

Menurutnya, apresiasi yang layak akan menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi.

Pengalaman Jadi Bekal Utama

Zulkarnaen bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia telah dua periode menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kubu Raya.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan atlet serta dinamika organisasi olahraga di tingkat daerah.

Dorong Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dianggap krusial agar program pembinaan olahraga bisa berjalan sejalan dengan arah pembangunan daerah.

“KONI tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan Olahraga Kubu Raya

Zulkarnaen berharap, dengan dukungan semua pihak, olahraga di Kubu Raya bisa berkembang lebih pesat dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

FAQ

1. Siapa Zulkarnaen?
Zulkarnaen adalah bakal calon Ketua KONI Kubu Raya periode 2026–2030 yang memiliki pengalaman di dunia olahraga, termasuk sebagai Ketua IPSI Kubu Raya.

2. Apa fokus utama programnya?
Fokus utama adalah peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan peningkatan prestasi olahraga daerah.

3. Kenapa anggaran jadi prioritas?
Karena anggaran mempengaruhi fasilitas, pelatihan, dan keikutsertaan atlet dalam kompetisi.

4. Apa pentingnya sinergi dengan pemerintah?
Agar program olahraga sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah dan mendapat dukungan maksimal.

5. Apa harapan ke depan?
Melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Komitmen Nyata Pemprov Kalbar Saat Musrenbang 2027

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kubu Raya — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan atensi lebih dan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027, yang menjadi agenda strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta jajaran Forkopimda Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian lebih dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Pontianak. Peran ini dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.

Karena itu, Sujiwo menilai dukungan dari pemerintah provinsi menjadi faktor krusial, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat dinilai harus terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata.

Sementara itu, Sekda Kalbar, Harisson, yang mewakili Gubernur Kalbar menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Musrenbang RKPD ini sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya menyusun rencana pembangunan tahun 2027, tetapi juga mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ

1. Apa itu Musrenbang?
Musrenbang adalah forum perencanaan pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan daerah.

2. Apa yang disampaikan Bupati Sujiwo dalam Musrenbang 2027?
Ia meminta komitmen nyata dari Pemprov Kalbar untuk mendukung pembangunan Kubu Raya, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

3. Mengapa Kubu Raya dianggap strategis?
Karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

4. Siapa yang mewakili Pemprov Kalbar dalam kegiatan ini?
Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, hadir mewakili Gubernur Kalbar.

5. Apa tujuan utama Musrenbang RKPD 2027?
Untuk menyusun rencana pembangunan daerah berdasarkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

Audit BPK Jadi Cermin, Bupati Landak Soroti Transparansi Keuangan

Bupati Landak Karolin Margret Natasa tekankan transparansi dan disiplin anggaran saat serahkan LKPD 2025 ke BPK Kalbar di Pontianak.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa tekankan transparansi dan disiplin anggaran saat serahkan LKPD 2025 ke BPK Kalbar di Pontianak.

PONTIANAK — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan pentingnya disiplin dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah saat menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penyerahan tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat, Pontianak, dalam agenda bersama seluruh pemerintah daerah se-Kalimantan Barat, Selasa (31/3/2026). Momentum ini menjadi titik awal proses pemeriksaan keuangan daerah tahun berjalan.

Karolin menyebut, keberadaan BPK memiliki peran penting dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah. Melalui proses audit, penggunaan anggaran dapat dibandingkan langsung dengan regulasi yang berlaku.

“Akuntabilitas pemerintah daerah itu dengan adanya pemeriksaan BPK ini pasti akan meningkat. Karena kita bisa melihat bagaimana anggaran yang sudah berjalan itu disandingkan dengan regulasi,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan BPK bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, audit menjadi “cermin” bagi kinerja birokrasi dalam menjalankan tata kelola keuangan yang sesuai aturan.

Ia menekankan bahwa setiap tahapan pengelolaan anggaran—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi—harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Ini jadi bahan evaluasi bagi kita semua, terutama dalam administrasi keuangan, tata kelola, dan disiplin penggunaan anggaran di pemerintahan,” tambahnya.

Dalam agenda yang sama, juga dilakukan penyerahan laporan hasil pemeriksaan atas penggunaan dana bantuan keuangan partai politik Tahun Anggaran 2025.

Karolin menilai, dua agenda tersebut sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan publik serta penerapan prinsip good governance.

“Dengan adanya pemeriksaan BPK, kita bisa tahu sejauh mana aparatur kita sudah menerapkan prinsip good governance dalam keuangan daerah,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPK yang dinilai konsisten memberikan pendampingan serta rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah.

“Terima kasih atas saran dan masukan yang diberikan. Ini sangat membantu kami untuk terus memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran ke depan,” ucap Karolin.

Karolin berharap, hasil pemeriksaan nantinya tidak hanya menjadi penilaian administratif, tetapi benar-benar menjadi dasar perbaikan tata kelola pemerintahan secara berkelanjutan.

“Kalau ada yang perlu ditindaklanjuti, tentu itu menjadi bagian dari upaya kita bersama agar pengelolaan keuangan daerah semakin baik dan transparan,” tutupnya.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu LKPD unaudited?
LKPD unaudited adalah laporan keuangan pemerintah daerah yang belum diaudit oleh BPK dan menjadi dasar pemeriksaan awal.

2. Apa peran BPK dalam pengelolaan keuangan daerah?
BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara agar transparan dan sesuai regulasi.

3. Kenapa audit BPK penting bagi pemerintah daerah?
Audit membantu meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta mendorong perbaikan tata kelola anggaran.

4. Apa yang dimaksud good governance?
Good governance adalah tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai aturan hukum.

Berbekal Pengalaman di IPSI, Zulkarnaen Bidik Kursi Ketua KONI Kubu Raya

Foto: Zulkarnaen menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KONI Kubu Raya pada Jumat (3/4/2026)

KUBU RAYA - Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030, Zulkarnaen, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran demi mendukung program kerja KONI serta pembinaan atlet di daerah.

Dengan dukungan kuat dari sejumlah cabang olahraga (cabor), Zulkarnaen menyatakan bahwa salah satu prioritas utamanya adalah memastikan ketersediaan anggaran yang memadai agar program pembinaan dan peningkatan prestasi atlet dapat berjalan optimal.

“Ke depan, kita akan berupaya memperjuangkan tambahan anggaran untuk KONI agar seluruh program kerja bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya saat menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KONI Kubu Raya pada hari Jumat (3/4/2026).

Ia menilai, dukungan anggaran yang cukup akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, hingga keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan.

Selain itu, Zulkarnaen juga menegaskan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, penghargaan dan perhatian tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar atlet terus meningkatkan capaian mereka.

“Atlet berprestasi harus mendapatkan atensi lebih, baik dari sisi pembinaan, kesejahteraan, maupun penghargaan atas prestasi yang telah diraih,” tegasnya.

Zulkarnaen bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia diketahui telah dua periode menjabat sebagai Ketua cabang olahraga Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kubu Raya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan atlet serta dinamika pembinaan olahraga di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara KONI dan Pemerintah Daerah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan olahraga di Kubu Raya secara berkelanjutan.

“KONI tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah agar program yang dirancang bisa sejalan dengan visi pembangunan daerah,” tambahnya.

Zulkarnaen berharap, dengan dukungan semua pihak, olahraga di Kabupaten Kubu Raya dapat berkembang lebih pesat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (Tim Liputan)

Jumat, 03 April 2026

Malam Tak Lagi Tenang, Warga Tanjung Durian Geram Aktivitas Ponton Diduga Abaikan Keluhan

Foto: Ibu Lina dan Ibu Razemah, Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu

KUBU RAYA - Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu, yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau, mengungkapkan keresahan mereka terhadap aktivitas ponton penyedot pasir yang beroperasi di dekat permukiman.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ibu Lina dan Ibu Razemah kepada awak media saat berkunjung ke Dusun Tanjung Durian pada Jumat sore (3/4/2026). Mereka menuturkan bahwa aktivitas ponton, terutama pada malam hari, menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu waktu istirahat warga.

“Kalau malam hari sangat ribut, suara mesin ponton itu dekat sekali dengan rumah kami,” ujar Ibu Lina.

Ibu Razemah juga mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap dampak aktivitas tersebut, mengingat lokasi ponton yang beroperasi berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.

“Kami merasa tidak nyaman dan khawatir. Aktivitasnya dekat sekali dengan rumah warga,” katanya.

Menurut keterangan warga, upaya penyampaian aspirasi sebenarnya telah dilakukan. Masyarakat bahkan disebut telah dua kali menggelar aksi demonstrasi kepada pihak perusahaan.

Namun hingga saat ini, tidak ada respon yang positif dari pelaku usaha. Kondisi ini membuat warga semakin geram, karena aktivitas ponton masih terus berlangsung tanpa adanya perubahan yang dirasakan di lapangan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan dapat lebih memperhatikan dampak operasional terhadap lingkungan dan kenyamanan warga, khususnya terkait kebisingan pada malam hari. 

Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah, baik Kabupaten Kubu Raya maupun Kabupaten Sanggau, untuk turun tangan mengingat lokasi aktivitas berada di wilayah perbatasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga Dusun Tanjung Durian.

Seleksi POPDA Bola Voli Ketapang Resmi Dibuka Kadispora

foto bersama atlet bola volly junior Ketapang (istimewa)

Ketapang (Borneo Tribun)–Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ketapang resmi membuka seleksi atlet pelajar cabang olahraga bola voli dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Bhayangkara Ketapang dan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026.

Utamakan Profesionalisme dan Kualitas

Dalam acara pembukaan, Ketua Umum PBVSI Ketapang yang diwakili oleh Wakil Sekretaris  Elkjaer, S.M menegaskan bahwa proses penjaringan atlet tahun ini harus berjalan dengan penuh integritas.

"Seleksi harus dilakukan secara profesional dan benar-benar mengedepankan kualitas atlet. Kita ingin yang terpilih adalah putra-putri terbaik yang siap membawa nama baik daerah," tegasnya.

Bangun Mental Juara dan Karakter

Kepala Dispora Kabupaten Ketapang, Doni Andriawan memberikan motivasi kepada para atlet pelajar yang berasal dari berbagai kecamatan.

Ia menekankan pentingnya dua hal utama, yakni mental juara dan sikap (attitude).

"Kita harus percaya diri untuk berprestasi di tingkat provinsi. Namun perlu diingat, prestasi tanpa karakter tidaklah sempurna. Atlet Ketapang harus disiplin, memiliki attitude yang baik, serta menjunjung tinggi sportivitas," ujarnya.

Target Prestasi di Tingkat Provinsi

Melalui seleksi yang ketat dan objektif ini, diharapkan tim bola voli pelajar Ketapang mampu tampil maksimal pada ajang POPDA Kalimantan Barat mendatang.

Para atlet terpilih diharapkan dapat mengharumkan nama daerah dan membawa pulang prestasi terbaik, bahkan menargetkan medali emas untuk Bumi Ale-Ale.

Wabup Kabupaten Kubu Raya Sukiryanto Bertolak Menuju Gunung Tamang

Foto: Wakil Bupati Kuburaya, Sukiryanto beserta rombongan bertolak menuju kawasan Gunung Tamang jalur Speed Boat 

KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, dijadwalkan turut serta dalam rombongan perjalanan menuju Kawasan Gunung Tamang pada Jumat (3/4/2026).

Rombongan akan terlebih dahulu berkumpul di Dermaga Sungai Durian sebagai titik kumpul sebelum bertolak menggunakan speed boat menuju lokasi tujuan.

Keikutsertaan Wakil Bupati Kubu Raya dalam agenda tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kawasan Gunung Tamang yang memiliki potensi untuk dikembangkan, baik dari sisi pariwisata maupun sektor lainnya.

Perjalanan ini selain sebagai ajang kebersamaan juga dimungkinkan untuk peninjauan langsung kondisi lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait agenda rinci dalam kegiatan tersebut. Namun, diharapkan kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah setempat. 

Kamis, 02 April 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Ekspor Arwana Tembus Pasar Global

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

PONTIANAK - Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mengembangkan ikan arwana atau siluk sebagai ikon ekonomi kreatif sekaligus komoditas ekspor unggulan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima jajaran Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk di Pontianak, Kamis.

“Ikan siluk atau arwana Kalbar memiliki kualitas terbaik di dunia. Pemerintah harus hadir memastikan para penangkar tidak terhambat oleh birokrasi yang berbelit. Kita ingin ekspor siluk Kalbar dapat melaju lebih cepat ke mancanegara,” tegas Norsan.

Arwana Bukan Sekadar Hobi, Tapi Investasi Bernilai Tinggi

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

Menurut Norsan, arwana tidak lagi sekadar ikan hias, melainkan telah berkembang menjadi sektor investasi bernilai tinggi. Industri ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja serta memperkuat identitas daerah di pasar internasional.

Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah memandang penting untuk menghadirkan ekosistem usaha yang kondusif, mulai dari budidaya hingga distribusi ekspor.

Fokus Pembenahan Regulasi dan Perizinan

Salah satu tantangan utama yang disoroti adalah persoalan regulasi, khususnya dalam proses sertifikasi dan perizinan pengangkutan arwana.

Pemprov Kalbar berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyederhanakan proses administrasi agar lebih cepat, transparan, dan efisien.

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing produk arwana Kalbar di pasar global yang semakin kompetitif.

Perluas Pasar Hingga Asia Timur dan Eropa

Tak hanya dari sisi regulasi, pemerintah juga berkomitmen memperkuat promosi melalui berbagai ajang internasional seperti pameran dagang dan festival budaya.

Target pasar pun diperluas ke kawasan strategis seperti Asia Timur dan Eropa, yang dikenal memiliki permintaan tinggi terhadap ikan arwana berkualitas premium.

Dorong Riset untuk Jaga Kualitas Genetik

Selain promosi dan regulasi, aspek riset juga menjadi perhatian serius. Norsan mendorong kolaborasi penelitian guna menjaga kemurnian genetik arwana lokal.

“Kita memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha ikan siluk, termasuk mendorong riset dan penguatan kualitas agar arwana Kalbar tetap menjadi primadona dunia,” ujarnya.

Pelaku Usaha Sambut Positif Dukungan Pemerintah

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

Ketua APPS, Erik Hikmatul Basyir, menyambut baik dukungan yang diberikan pemerintah daerah.

Menurutnya, perhatian langsung dari gubernur menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang selama ini bergerak secara mandiri.

“Dengan dukungan ini, kami optimistis ekonomi kerakyatan berbasis budidaya ikan hias akan naik kelas,” ungkapnya.

Kontes Arowana 2026 Siap Angkat Citra Kalbar

Dalam pertemuan tersebut, APPS juga memaparkan rencana penyelenggaraan APPS Arowana Kontes 2026 yang akan memperebutkan Piala Grand Champion Gubernur Kalbar.

Ajang ini diharapkan menjadi magnet baru yang mampu memperkuat citra Kalbar sebagai pusat arwana dunia, sekaligus menarik perhatian pelaku industri dari dalam dan luar negeri.

FAQ

1. Apa itu ikan siluk atau arwana?
Ikan siluk adalah sebutan lokal untuk arwana, ikan hias bernilai tinggi yang banyak dibudidayakan di Kalimantan Barat.

2. Mengapa arwana Kalbar terkenal?
Karena kualitas genetiknya unggul, warna yang eksotis, serta standar budidaya yang diakui pasar internasional.

3. Apa kendala ekspor arwana dari Kalbar?
Kendala utama ada pada regulasi, seperti sertifikasi dan perizinan pengangkutan yang masih perlu disederhanakan.

4. Ke mana saja tujuan ekspor arwana Kalbar?
Pasar utama meliputi Asia Timur dan mulai diperluas ke kawasan Eropa.

5. Apa dampak ekonomi dari budidaya arwana?
Mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Pemprov Kalbar Gandeng STMKG, Buka Peluang Emas Putra Daerah Jadi ASN BMKG

Pemprov Kalbar kerja sama dengan STMKG untuk membuka peluang pendidikan kedinasan BMKG bagi putra daerah dan mencetak SDM unggul menghadapi tantangan iklim.
Pemprov Kalbar kerja sama dengan STMKG untuk membuka peluang pendidikan kedinasan BMKG bagi putra daerah dan mencetak SDM unggul menghadapi tantangan iklim.

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG). Langkah ini bertujuan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Kalbar untuk menempuh pendidikan kedinasan di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah, khususnya di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

“Kerja sama ini akan segera kami tindak lanjuti agar peluang bagi putra daerah Kalbar semakin besar untuk masuk STMKG,” ujar Harisson usai pertemuan di Pontianak, Kamis.

Respons Minimnya Perwakilan Kalbar

Harisson mengungkapkan, inisiatif ini muncul karena minimnya keterwakilan putra daerah Kalbar di STMKG dalam hampir satu dekade terakhir. Padahal, kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut terus meningkat, terutama untuk mendukung pembangunan berbasis mitigasi bencana dan perubahan iklim.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kalbar bersama STMKG akan membentuk tim kerja guna menyusun draft nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar implementasi program.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama pendidikan kedinasan yang mampu mencetak SDM unggul dengan wawasan global, sekaligus tetap berorientasi pada pembangunan daerah.

STMKG Siapkan Kuota Afirmasi Mulai 2026

Rektor STMKG, Deni Septiadi, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai langkah ini penting untuk memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah, khususnya dari Kalbar.

“Kami berharap semakin banyak putra daerah Kalbar yang dapat kuliah di STMKG. Setelah lulus, mereka akan menjadi ASN dan kembali ke daerah untuk berkontribusi,” jelasnya.

Deni juga mengungkapkan bahwa salah satu kendala selama ini adalah tingginya ambang batas kelulusan. Untuk mengatasi hal tersebut, STMKG akan mulai memberikan kuota afirmasi khusus bagi calon mahasiswa asal Kalbar pada tahun 2026.

Pentingnya SDM Iklim Di Kalimantan Barat

Kerja sama ini dinilai sangat strategis mengingat Kalimantan Barat merupakan wilayah yang kerap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, seperti curah hujan tinggi, kemarau ekstrem, hingga fenomena El Nino.

Kondisi tersebut menuntut ketersediaan tenaga ahli di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi yang mumpuni.

Selain menjanjikan status aparatur sipil negara (ASN), lulusan STMKG juga memiliki peluang pengembangan karier yang luas, termasuk akses beasiswa melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta kerja sama internasional dengan perguruan tinggi di Inggris dan Tiongkok.

Komitmen Jangka Panjang Pembangunan SDM

Kerja sama antara Pemprov Kalbar dan STMKG menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim dan perkembangan global.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Kalbar yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus kembali membangun daerah asalnya.

FAQ

1. Apa tujuan kerja sama Pemprov Kalbar dengan STMKG?
Untuk membuka akses lebih luas bagi putra daerah Kalbar dalam pendidikan kedinasan dan mencetak SDM unggul di bidang iklim dan geofisika.

2. Apa keuntungan kuliah di STMKG?
Lulusan STMKG langsung diangkat menjadi ASN di lingkungan BMKG serta memiliki peluang karier dan beasiswa internasional.

3. Kapan kuota afirmasi STMKG untuk Kalbar mulai berlaku?
Kuota afirmasi khusus direncanakan mulai tahun 2026.

4. Kenapa Kalbar butuh SDM di bidang ini?
Karena wilayah Kalbar rentan terhadap bencana iklim seperti hujan ekstrem, kemarau panjang, dan El Nino.

5. Apa saja bidang yang dipelajari di STMKG?
Meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi.

Viral Video Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Sekadau, Pelaku Diamankan Polisi

Unggahan video ungkap dugaan pencabulan anak di Sekadau, polisi amankan pelaku dan tingkatkan kasus ke tahap penyidikan.
Unggahan video ungkap dugaan pencabulan anak di Sekadau, polisi amankan pelaku dan tingkatkan kasus ke tahap penyidikan.

SEKADAU – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Sekadau akhirnya terungkap setelah beredarnya sebuah video di media sosial. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sekadau langsung bergerak cepat dan mengamankan seorang pria berinisial DS (24) yang diduga sebagai pelaku.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin menyampaikan bahwa pelaku diamankan pada Rabu (1/4/2026) sore di Desa Sungai Ayak I, Kecamatan Belitang Hilir.

“Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan setelah kami melakukan penyelidikan mendalam,” ujar IPTU Zainal, Kamis (2/4).

Terungkap dari Unggahan Video

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat pada Selasa (31/3/2026). Laporan tersebut berawal dari unggahan video yang diduga dibuat oleh pelaku sendiri, yang memperlihatkan dirinya bersama korban.

Menindaklanjuti informasi itu, pelapor kemudian melakukan klarifikasi langsung kepada korban. Dari situ terungkap bahwa korban yang masih berusia 16 tahun membenarkan adanya dugaan peristiwa tersebut.

Diduga Terjadi Berulang Sejak 2024

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, dugaan tindak pidana tersebut tidak hanya terjadi sekali. Pelaku disebut telah melakukan perbuatan tersebut secara berulang sejak tahun 2024.

Peristiwa terakhir diketahui terjadi pada Jumat malam, 27 Maret 2026.

“Gelar perkara sudah dilakukan, dan status kasus ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan,” jelas IPTU Zainal.

Proses Hukum Berjalan

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Sekadau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

DS dijerat dengan dugaan tindak pidana “perkosaan dan/atau perbuatan cabul terhadap anak” sebagaimana diatur dalam Pasal 473 dan Pasal 415 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Imbauan untuk Orang Tua

Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak, terutama dalam penggunaan media sosial yang semakin bebas.

“Kami mengimbau agar orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” tegas IPTU Zainal.

FAQ

1. Bagaimana kasus ini terungkap?
Kasus ini terungkap dari unggahan video di media sosial yang kemudian dilaporkan oleh masyarakat.

2. Siapa pelaku dalam kasus ini?
Pelaku adalah pria berinisial DS (24), warga Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

3. Berapa usia korban?
Korban diketahui masih berusia 16 tahun.

4. Sejak kapan dugaan kejadian terjadi?
Diduga terjadi berulang sejak tahun 2024.

5. Apa langkah yang diambil polisi?
Polisi telah mengamankan pelaku dan meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan.