Berita BorneoTribun: Penemuan Mayat hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Penemuan Mayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemuan Mayat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Februari 2026

Warga Bengkayang Geger Temukan Jenazah Membusuk di Taman Kencana, Penyebab Kematian Masih Misterius

Warga Bengkayang Geger Temukan Jenazah Membusuk di Taman Kencana, Penyebab Kematian Masih Misterius
Warga Bengkayang Geger Temukan Jenazah Membusuk di Taman Kencana, Penyebab Kematian Masih Misterius.

BENGKAYANG -- Warga Komplek Perumahan Taman Kencana, Bengkayang, digemparkan dengan penemuan jenazah pria dalam kondisi sudah membusuk pada Selasa, (10/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini terjadi di Blok A12, Jalan Sekayok, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.

Korban diketahui bernama Yanto Punggut, pria berusia 42 tahun, beragama Protestan, kelahiran Kinande, 14 Maret 1985. Ia tercatat sebagai warga Dusun Sengkabang Bawah, Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian korban masih belum diketahui. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Bengkayang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini bermula dari rasa curiga seorang teman korban, Dedi (37), seorang PNS asal Kecamatan Lumar. Ia mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Yanto pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, Dedi mencoba menghubungi korban melalui telepon genggam dengan maksud meminjam mobil. Namun, ponsel korban tidak aktif. Merasa ada yang tidak biasa, Dedi mendatangi rumah korban pada Selasa siang.

“Saya curiga karena mobilnya tidak pernah keluar seperti biasanya,” ungkap Dedi dalam keterangannya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Dedi tiba di rumah korban dan mendapati kondisi rumah terkunci rapat. Karena semakin khawatir, ia melaporkan temuannya kepada anggota kepolisian lalu lintas yang ditemuinya.

Setelah berkoordinasi, Dedi bersama rekannya, Adrianus Edi (43), seorang petani asal Lumar, akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu rumah yang terkunci menggunakan alat yang mereka beli.

Namun, saat pintu berhasil dibuka, keduanya langsung mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari dalam rumah.

“Kami tidak berani masuk. Bau menyengat sekali,” ujar saksi.

Mereka pun segera melaporkan temuan tersebut ke penjagaan Polres Bengkayang untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Bengkayang guna pemeriksaan medis.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau penyebab pasti kematian korban. Aparat masih melakukan penyelidikan mendalam.

Penulis: Fran Asok

Jumat, 30 Januari 2026

Mancing Sendirian Berujung Petaka, Warga Mentebah Geger Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Parit

Mancing Sendirian Berujung Petaka, Warga Mentebah Geger Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Parit
Mancing Sendirian Berujung Petaka, Warga Mentebah Geger Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Parit.

KAPUAS HULU -- Suasana malam yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam. Warga Mentebah dibuat terkejut setelah sebuah penemuan tak terduga mengguncang Dusun Bangan Permai. Apa yang awalnya hanya sepeda motor terparkir tanpa pemilik, berujung pada kabar duka yang bikin siapa pun bergidik. Yuk, simak kronologi lengkapnya agar kita semua bisa lebih waspada.

Warga Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria dewasa pada Kamis malam, 29 Januari 2026. Korban diketahui berinisial R (35), ditemukan tak bernyawa di sebuah parit atau sungai kecil yang berada tak jauh dari Jalan Lintas Selatan.

Kecurigaan warga bermula sejak Rabu sore, saat sebuah sepeda motor Honda Beat terlihat terparkir di pinggir jalan tanpa pengendara. Motor tersebut tak kunjung dipindahkan hingga malam hari. Seorang warga bernama Agung (23) kemudian mencoba mengecek sekitar lokasi. Namun, saat itu ia hanya menemukan alat pancing di tepi parit, tanpa melihat keberadaan pemiliknya.

Mancing Sendirian Berujung Petaka, Warga Mentebah Geger Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Parit
Mancing Sendirian Berujung Petaka, Warga Mentebah Geger Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Parit.

Rasa penasaran Agung memuncak pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB. Bersama temannya, Faisal (18), ia kembali mendatangi lokasi dengan membawa senter. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat sepasang kaki dan sandal mengapung di permukaan air parit. Temuan itu langsung membuat keduanya panik dan segera melapor ke pihak kepolisian.

“Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta mengumpulkan keterangan saksi,” ungkap Kapolsek Mentebah, Iptu Didik Rianto.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka mencurigakan pada tubuh korban. Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit ayan atau epilepsi. Dugaan sementara, penyakit tersebut kambuh saat korban sedang memancing seorang diri, hingga akhirnya terjatuh ke dalam parit tanpa sempat mendapatkan pertolongan.

Pihak kepolisian sempat menyarankan agar jenazah dibawa ke RSUD Achmad Diponegoro Putussibau untuk dilakukan visum demi memastikan penyebab kematian. Namun, keluarga korban menolak dan memilih untuk langsung membawa jenazah ke rumah duka.

Mancing Sendirian Berujung Petaka, Warga Mentebah Geger Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Parit
Mancing Sendirian Berujung Petaka, Warga Mentebah Geger Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Parit.

Selain mengevakuasi korban, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi, antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat, tas pinggang berisi uang tunai lebih dari Rp3.400.000, identitas pribadi seperti NPWP, STNK, dan kartu ATM, serta alat pancing, telepon genggam, dan perlengkapan pribadi lainnya. Seluruh barang tersebut kini diamankan di Mapolsek Mentebah dan akan diserahkan kembali kepada keluarga.

Diketahui pula, saat kejadian berlangsung, istri korban tengah dalam perjalanan dari Jawa menuju Kapuas Hulu dan diperkirakan tiba tak lama setelah jenazah ditemukan.

Melalui peristiwa ini, Kapolsek Mentebah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas sendirian di luar rumah, terutama bagi warga yang memiliki penyakit bawaan. “Keselamatan harus jadi prioritas. Jangan ragu meminta pendamping atau memberi tahu keluarga saat bepergian,” pesannya.

Kejadian ini menjadi pengingat bersama bahwa hal sepele bisa berujung fatal jika kita lengah. Tetap waspada, jaga diri, dan saling peduli demi keselamatan bersama.

Senin, 08 September 2025

Penemuan Mayat Pria di Sintang Diduga Dery Desendi yang Hilang Sejak 5 September

SINTANG - Warga Sintang, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di Daerah Lempah Satu, Kecamatan Tempunak Kapuas, Kabupaten Sintang, Minggu (7/9/2025). 

Informasi tersebut pertama kali beredar melalui unggahan akun Facebook bernama Shenaa Tzhi di grup "Sintang Informasi". 

Penemuan ini langsung dikaitkan dengan laporan orang hilang atas nama Dery Desendi (21), warga Kelurahan Menyumbung Tengah, Kecamatan Sintang, yang dilaporkan hilang sejak 5 September 2025.

Penemuan Mayat Pria di Sintang Diduga Dery Desendi yang Hilang Sejak 5 September
Penemuan Mayat Pria di Sintang Diduga Dery Desendi yang Hilang Sejak 5 September.

Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu akun bernama Novensius Vicki turut mengunggah foto surat "orang hilang" yang dikeluarkan Polres Sintang. 

Dalam surat itu tercatat, Dery terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada 5 September mengenakan baju warna kuning, jaket kuning, dan celana panjang hitam. 

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah jasad yang ditemukan di Lempah Satu tersebut benar merupakan Dery.

Minggu, 07 September 2025

Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan

Ada kabar mengejutkan dari Kabupaten Bandung. Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, digegerkan dengan penemuan tiga jenazah di dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat dini hari, 5 September 2025.

Korban diketahui seorang ibu berinisial EN, berusia 34 tahun, bersama dua anaknya, AA yang masih berusia 9 tahun, dan APA yang baru berusia 11 bulan. 

Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan
Warga Bandung gempar penemuan ibu dan dua anak meninggal di rumah kontrakan.

Ketiganya pertama kali ditemukan oleh suami korban, YS, sekitar pukul 4 pagi saat baru pulang kerja.

Selasa, 19 Agustus 2025

Warga Pontianak Utara Geger, Pria 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya

PONTIANAK - Warga Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek Blok RT 006/RW 034, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, digegerkan dengan penemuan seorang pria berusia 54 tahun yang sudah tidak bernyawa pada Selasa pagi (19/8/2025). Korban pertama kali diketahui setelah keluarganya mendapat informasi bahwa ia sudah dua hari tidak terlihat keluar rumah.

Adik korban bersama keluarga langsung mendatangi rumah tersebut untuk memastikan kondisi sang kakak. Namun, ketika pintu rumah diketuk, tak ada jawaban. Dari celah rumah terlihat korban sudah dalam keadaan terbaring kaku. Temuan ini segera dilaporkan ke tetangga sekitar dan pihak Polsek Pontianak Utara.

Tak lama berselang, tim Inafis Polresta Pontianak bersama personel Polsek Pontianak Utara tiba di lokasi melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar setengah hari sebelum ditemukan. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk pemeriksaan medis lanjutan sesuai prosedur.

Polisi melakukan olah TKP penemuan pria meninggal di rumahnya di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara
Polisi melakukan olah TKP penemuan pria meninggal di rumahnya di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara. [Dok foto Humas Polresta Pontianak]

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono melalui Kanit Intelkam Polsek Pontianak Utara AKP Sadan Suryana menyampaikan bela sungkawa atas kejadian ini. “Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan polisi terkait penanganan jenazah. Peristiwa ini membuat warga sekitar cemas sekaligus berduka, namun polisi memastikan tidak ada unsur tindak kriminal di balik kejadian tersebut.

Editor: Heri Yakop

Rabu, 06 Agustus 2025

Pria Ditemukan Tewas dengan Tubuh Tertutup Ember di Pontianak Timur, Polisi Masih Selidiki Penyebab

Lokasi penemuan pria tewas di rumahnya di Jalan Benuang, Pontianak Timur, dikelilingi garis polisi dan petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP.
Lokasi penemuan pria tewas di rumahnya di Jalan Benuang, Pontianak Timur, dikelilingi garis polisi dan petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP.

PONTIANAK - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya yang beralamat di Jalan Benuang No. 117, Perumnas III, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, pada Selasa (5/8/2025). 

Korban ditemukan dalam posisi telentang di lantai belakang rumah dengan sebagian tubuh tertutup ember plastik. Hingga saat ini, penyebab kematian korban masih belum diketahui.

Pihak Polsek Pontianak Timur yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di bagian belakang rumah. Sementara, jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit masih melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah korban. 

Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi dan lingkungan sekitar untuk mengetahui kronologi lengkap sebelum korban ditemukan tewas

Senin, 28 Juli 2025

Mayat Perempuan Dalam Drum Gegerkan Warga Tangerang, Polisi Temukan Tanda Kekerasan

Mayat Perempuan Dalam Drum Gegerkan Warga Tangerang, Polisi Temukan Tanda Kekerasan
Mayat Perempuan Dalam Drum Gegerkan Warga Tangerang, Polisi Temukan Tanda Kekerasan.

Tangerang – Warga di sekitar aliran Kali Cisadane, Kota Tangerang, dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan di dalam sebuah drum plastik. Penemuan yang menghebohkan itu terjadi pada Minggu malam dan langsung memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.

Sebuah drum mencurigakan ditemukan mengambang di aliran Kali Cisadane, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Saat dibuka, warga dan petugas yang datang terkejut karena di dalamnya terdapat sesosok mayat perempuan yang sudah dalam kondisi rusak parah.

“Jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan mengalami kerusakan parah,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Jauhari, dalam keterangan resminya pada Senin (28/7/2025).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui adalah seorang perempuan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun. Meskipun identitas lengkap korban belum dapat dipastikan, polisi tengah melakukan berbagai upaya untuk mengungkap siapa sebenarnya korban ini.

“Kami sedang lakukan pencocokan DNA, sidik jari, hingga face recognition. Alhamdulillah sudah ada dugaan awal identitas korban, tinggal menunggu hasil tes untuk kepastian,” kata Kombes Jauhari.

Penemuan mayat ini terjadi pada Minggu malam (27/7/2025) di bantaran Kali Cisadane, wilayah Karawaci, Kota Tangerang. Warga yang pertama kali mencium bau tak sedap langsung melaporkan ke pihak berwajib. Setelah dicek, ternyata bau tersebut berasal dari sebuah drum yang mengambang.

Polisi memastikan bahwa jasad tersebut adalah korban dari tindak kekerasan. Hasil autopsi menunjukkan adanya luka-luka yang tidak wajar di tubuh korban.

“Dari tubuh korban itu ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ini sedang kami dalami lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian dan motif di baliknya,” ungkap Kapolres.

Polisi bergerak cepat dengan memeriksa CCTV di sekitar lokasi penemuan, menyisir laporan orang hilang, dan melakukan pencocokan forensik. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, termasuk warga yang pertama kali menemukan drum tersebut.

“Selain tes DNA, kami juga memeriksa kemungkinan korban ini adalah bagian dari laporan orang hilang. Ada satu keluarga yang sudah kami hubungi dan sedang dilakukan pencocokan,” jelas Jauhari.

Kasus ini menarik perhatian publik karena cara pelaku membuang korban terbilang keji—dimasukkan ke dalam drum dan dibuang ke sungai. Selain itu, lokasi kejadian yang berada di tengah kota membuat warga merasa tidak aman. Banyak yang bertanya-tanya siapa pelaku dan apa motif di balik pembunuhan ini.

Kombes Jauhari mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya atau mengetahui informasi penting terkait kasus ini agar segera melapor ke pihak kepolisian.

“Segala informasi dari masyarakat akan sangat membantu dalam mengungkap pelaku dan motif di balik kejahatan ini. Kami pastikan akan menindaklanjuti setiap laporan secara profesional,” tegasnya.

Penemuan jasad perempuan dalam drum di Kali Cisadane bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ini adalah alarm bagi keamanan lingkungan kita. Polisi kini tengah bekerja keras untuk mengungkap identitas korban, mencari tahu pelaku, dan memastikan keadilan ditegakkan.

Geger Penemuan Mayat Perempuan dalam Drum Biru di Tangerang, Polisi Langsung Turun Tangan

Geger Penemuan Mayat Perempuan dalam Drum Biru di Tangerang, Polisi Langsung Turun Tangan
Geger Penemuan Mayat Perempuan dalam Drum Biru di Tangerang, Polisi Langsung Turun Tangan. (Gambar ilustrasi)

BORNEOTRIBUN - Warga Tangerang dikejutkan oleh penemuan mayat perempuan yang ditemukan dalam sebuah drum plastik berwarna biru. Penemuan mengerikan ini terjadi pada Minggu, 27 Juli 2025, dan langsung menjadi sorotan publik.

Sebuah drum plastik berwarna biru ditemukan mengapung di permukaan air, berisi sesosok jenazah perempuan. Penemuan ini langsung memicu kehebohan warga setempat yang tak menyangka drum tersebut menyimpan sesuatu yang begitu mengerikan.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, membenarkan adanya penemuan tersebut dan langsung turun ke lokasi untuk meninjau tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya baru selesai dari TKP, monitor langsung dan turun langsung,” ujar Kombes Pol. Jauhari saat dikonfirmasi pada Minggu (27/7/2025).

Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Jenazah masih dalam proses evakuasi dan selanjutnya akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan identifikasi oleh tim forensik dan penyidik dari Polres Metro Tangerang Kota.

“Masih dalam lidik dan identifikasi,” tegas Kombes Pol. Jauhari.

Meskipun belum dijelaskan secara rinci lokasi persisnya, jenazah ditemukan mengambang dalam drum biru di wilayah Kota Tangerang. Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Mayat ditemukan pada hari Minggu, 27 Juli 2025. Penemuan ini langsung dilaporkan warga kepada pihak kepolisian dan mendapatkan respons cepat dari jajaran Polres Metro Tangerang Kota.

Kasus ini menarik perhatian masyarakat karena cara korban dibuang tergolong tidak biasa. Menyimpan mayat dalam drum plastik dan membuangnya ke perairan menunjukkan indikasi adanya upaya untuk menghilangkan jejak. Motif di balik pembunuhan ini pun masih misterius dan tengah didalami oleh pihak berwenang.

Polres Metro Tangerang Kota saat ini fokus pada proses identifikasi korban, termasuk melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Selain itu, penyidik juga tengah mengumpulkan bukti-bukti di sekitar lokasi kejadian dan memeriksa rekaman CCTV jika tersedia.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor agar dapat dicocokkan dengan ciri-ciri jenazah yang ditemukan.

Penemuan mayat perempuan dalam drum biru di Tangerang masih menyisakan banyak misteri. Polisi kini bekerja keras untuk mengungkap siapa korban sebenarnya dan siapa pelaku di balik tindakan keji ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

Terus ikuti perkembangan kasus ini hanya di situs kami. Jangan lewatkan informasi penting dan terpercaya seputar peristiwa kriminal terkini di wilayah Anda.

Kamis, 27 Februari 2025

Geger! Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Desa Songga Menyuke

Geger! Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Desa Songga Menyuke
Geger! Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Desa Songga Menyuke.
LANDAK – Warga desa Songga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang terlihat mengapung di sungai yang berada di bawah jembatan desa Songga, kacamatan Menyuke Kabupaten Landak. Kamis, 27 Februari 2025.

Menurut keterangan warga mayat tersebut di diketahui oleh sejumlah anak-anak yang hendak mandi di sungai yang tidak jauh dari jembatan tempat penemuan mayat.

"Jam 10 lewat tadi anak anak mau mandi lalu liat mayat, lari semua mereka tidak jadi mandi," ungkap Abus saat di hubungi.

Warga terus berdatangan untuk menyaksikan Penemuan mayat yang belum jelas identitasnya tersebut, serta kejadian itupun juga sudah di laporkan ke pihak kepolisian setempat.

" Katanya sih orang asli Desa Songga namanya Asing, tapi nanti lah nungu pihak polisi datang," sebut Abus.

Media ini mencoba mengkonfirmasi Kapolsek Menyuke Ipda Aprianus Sabari Tampe melalui pesan WhatsApp tetapi tidak aktif.

(Tino)

Senin, 06 Mei 2024

Ini Fakta Dibalik Penemuan Mayat Di Jalan Gajah Mada Pontianak

Warga Jalan Gajah Mada Pontianak digemparkan dengan penemuan sesosok mayat
Warga Jalan Gajah Mada Pontianak digemparkan dengan penemuan sesosok mayat. (Humas Polresta Pontianak/Borneotribun)
PONTIANAK – Warga Jalan Gajah Mada Pontianak digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di parit depan sebuah Hotel di Jalan Gajah Mada - Jalan Ketapang Kel. Benua Melayu Darat Kec. Pontianak Selatan, Senin (06/05/24) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kapolresta Pontianak, melalui Kasat Reskrim, Kompol. Antonius Trias Kuncorojati menjelaskan bahwa kejadian penemuan mayat tersebut bermula dari laporan warga yang kebetulan melintas di sekitar TKP kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak keamanan hotel untuk membantu melaporkan ke pihak kepolisian. 

Warga Jalan Gajah Mada Pontianak digemparkan dengan penemuan sesosok mayat. (Humas Polresta Pontianak/Borneotribun)
Warga Jalan Gajah Mada Pontianak digemparkan dengan penemuan sesosok mayat. (Humas Polresta Pontianak/Borneotribun)
"Ya, sekitar Pukul 09.30 WIB, setelah melaksanakan tugasnya sebagai satpam hotel dengan sif pagi, saat saksi di halaman parkir Hotel, kemudian mendengar teriakan oleh seseorang yang tidak dikenal dengan mengunakan pakaian warna biru dan berkata "bang, bang ada mayat", ujar Antonius. 

Kompol. Antonius Trias Kuncorojati menambahkan, pihaknya telah membawa mayat yang terindentifikas bernama LIE SUI TIN (49) warga Jalan Merdeka Gg. Punai Permai II No. 3 Rt.001 Rw. 005 Kel. Pontianak Kota tersebut untuk proses Visum Et Revertum ke RS. Bhayangkara. 

Warga Jalan Gajah Mada Pontianak digemparkan dengan penemuan sesosok mayat. (Humas Polresta Pontianak/Borneotribun)
Warga Jalan Gajah Mada Pontianak digemparkan dengan penemuan sesosok mayat. (Humas Polresta Pontianak/Borneotribun)
"Untuk hasil visum dari pihak RS. Bhayangkara yaitu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan ditemukan busa yang ditemukan pada mulut korban diduga korban memiliki penykit epilepsi", tutup Kasat Reskrim. 
(WB)

Senin, 05 Februari 2024

Samsul Hadi, Warga Melawi, Ditemukan Tewas di Sungai Raya Pontianak

Warga Parit Nomor 2, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dihebohkan dengan penemuan mayat.
Warga Parit Nomor 2, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dihebohkan dengan penemuan mayat.
PONTIANAK - Warga Parit Nomor 2, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dihebohkan dengan penemuan mayat di halaman rumah Eks Les Bahasa Mandarin Yayasan Taman Budaya Kasih Semesta, milik Rendy Halim, pada Senin (5/2/24) sekitar pukul 07.00 WIB pagi.

Menurut hasil penyelidikan dari Polsek Sungai Raya dan Tim Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya, mayat tersebut adalah Samsul Hadi (60), warga Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, yang akrab dipanggil "Pak De" oleh warga sekitar.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Setyo Pramulyanto, melalui Kasubsi Penamas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengonfirmasi kejadian tersebut. 

Ade menjelaskan bahwa Samsul Hadi merupakan penjaga atau pengurus kebun di rumah Eks Les Bahasa Mandarin Yayasan Taman Budaya Kasih Semesta. 

Dia juga merawat rumah tersebut selama kurang lebih 8 tahun dan tinggal di sana.

"Korban ini selain mengurus kebun, ia juga merawat rumah Eks Les Bahasa Mandarin Yayasan Taman Budaya Kasih Semesta kurang lebih sudah 8 tahunan, dan ia juga bertempat tinggal di sini juga," kata Ade.

Menurut keterangan saksi, mayat Samsul Hadi ditemukan terlentang di halaman rumah oleh seorang penjual sayur keliling yang hendak menawarkan dagangannya kepadanya. 

Setelah mengetahui keadaan Samsul Hadi, saksi tersebut segera melaporkan kejadian tersebut kepada RT setempat dan Bhabinkamtibmas Desa Parit Baru.

“Diperkirakan almarhum tersebut sudah meninggal kurang lebih 1 jam yang lalu. Diduga penyebab meninggalnya korban karena serangan jantung, hal itu diketahui dari hasil dari pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang mengatakan korban pernah mengeluh sesak nafas,” ungkap Ade.

Hasil pemeriksaan tim Inafis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Jenazah Samsul Hadi telah dibawa ke Rumah Sakit Anton Sujarwo Polda Kalbar menggunakan mobil Ambulance Rumah Sehat Ismuhu Yahya.

Ketua RT Parit Nomor Dua, Fransiskus Bilem, mengatakan bahwa Samsul Hadi memiliki riwayat sakit jantung dan darah tinggi. 

Bilem juga menambahkan bahwa Samsul Hadi tinggal di rumah Eks Les Bahasa Mandarin Yayasan Taman Budaya Kasih Semesta dan mengurus kebun serta merawat rumah tersebut sehari-hari.

“Dia tinggal disitu dan kesehariannya mengurus kebun dan merawat rumah Eks Les Bahasa Mandarin Yayasan Taman Budaya Kasih Semesta, tadi pun keluarganya dari jeruju sudah datang dan ikut ke Rumah Sakit Anton Sujarwo Polda Kalbar untuk dilakukannya Visum luar, selanjutnya korban akan dimakamkan di pemakaman muslim di daerah jeruju,” tutupnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian Samsul Hadi.

“Terkait penyebab kematian korban secara pasti masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Ade.

Selasa, 19 Desember 2023

Penemuan Mayat Pria di Perkebunan Sawit Menciptakan Ketegangan di Kecamatan Manis Mata Ketapang

Penemuan Mayat Pria di Perkebunan Sawit Menciptakan Ketegangan di Kecamatan Manis Mata Ketapang
Penemuan Mayat Pria di Perkebunan Sawit Menciptakan Ketegangan di Kecamatan Manis Mata Ketapang.
KETAPANG – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, saat seorang warga menemukan mayat seorang pria tanpa identitas di area perkebunan kelapa sawit.

Mayat tersebut ditemukan dalam posisi terlentang di sekitar Perkebunan Sawit Blok O35, Dusun Keladi, Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata pada Senin (18/12/2023) sekitar pukul 14.40 WIB.

Menurut keterangan dari Kapolsek Manis Mata IPTU Adi Sudirman, mayat pertama kali ditemukan oleh Jamaludin (42), seorang karyawan perkebunan yang sedang berjaga di lokasi tersebut.

Jamaludin melaporkan penemuan ini kepada Polsek Manis Mata setelah melihat sosok terbaring di dekat sebuah sepeda motor Kawasaki KLX.

Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi bersama tenaga medis dari Puskesmas Manis Mata untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi mayat. "Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," terangnya.

Hasil visum luar yang dilakukan menunjukkan tanda-tanda kekerasan, seperti bekas jeratan di sekitar leher, luka di bagian belakang kepala yang diduga akibat pukulan benda tumpul, dan luka bekas gigitan di tangan kiri korban.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, korban diidentifikasi sebagai Manto, seorang karyawan swasta berusia 45 tahun yang beralamat di Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata.

Kapolsek Manis Mata juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait kematian korban.

"Jenazah korban telah dievakuasi ke Puskesmas Manis Mata. Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian dan saat ini kami menduga adanya unsur tindak pidana dalam kasus ini. Kami akan melanjutkan penyelidikan terhadap kemungkinan pelaku serta memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kebenaran dalam kasus ini," pungkasnya. (Muz)

Kamis, 14 Desember 2023

Mayat Seorang Lelaki di Sekadau Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Karet

Mayat Seorang Lelaki di Sekadau Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Karet
Mayat Seorang Lelaki di Sekadau Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Karet.
SEKADAU – Seorang laki-laki bernama Martinus David (60) ditemukan meninggal dunia di kebun karet di Dusun Gonis Butun, Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir pada Rabu (13/12/2023).

Kapolres Sekadau AKBP Suyono, dikonfirmasi melalui Kasi Humas IPTU Agus Junaidi, menjelaskan kronologis penemuan mayat tersebut.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, yang menjelaskan bahwa korban Martinus David tinggal sendiri di rumahnya di Dusun Gonis Butun, Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir. Sekitar pukul 06.00 WIB pagi, korban berangkat berjalan kaki dari rumah menuju kebun karet miliknya yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya.

"Tidak lama setelah itu, pada pukul 18.00 WIB, salah satu keluarga korban, melihat bahwa rumah korban masih dalam keadaan gelap. Biasanya pada jam tersebut, korban sudah pulang dari kebun karet," kata Kasi Humas IPTU Agus pada Kamis (14/12/2023).

Lanjut IPTU Agus, ketika dilihat langsung di rumahnya, korban diketahui tidak ada di tempat. Khawatir dengan keadaan tersebut, pihak keluarga memutuskan untuk mencari korban di kebun karet. Sekira pukul 21.00 WIB korban ditemukan tergeletak di kebun karet dalam keadaan meninggal dunia.

"Keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sekadau. Kemudian piket Reskrim dan Inafis bersama Unit Reskrim Polsek Sekadau Hilir segera tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan," katanya.

IPTU Agus menjelaskan, dalam pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada jenazah korban. Untuk mengetahui penyebab kematian korban, selanjutnya jenazah Martinus David dibawa ke RSUD Sekadau untuk dilakukan visum.

"Meskipun demikian, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, mereka meyakini bahwa kematian korban merupakan musibah. Jenazah korban saat ini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tukasnya.

Rabu, 06 Desember 2023

Pria Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumah Kerabat di Jalan Kalimas Kubu Raya

Foto : Pria Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumah Kerabat di Jalan Kalimas Kubu Raya.
KUBU RAYA – Seorang pria bernama Eko Wahyudi (32) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar rumah kerabatnya di kawasan Jalan Kalimas, Rabu (6/12/23). Polisi dari Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kubu Raya bersama petugas Polsek Sungai Kakap telah menangani kejadian tersebut dengan melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H.,S.I.K, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, membenarkan peristiwa tersebut. Jenazah telah dibawa ke Puskesmas Sungai Kakap untuk visum et repertum luar yang menunjukkan tidak ada tanda penganiayaan, hanya bekas upaya bunuh diri.

Ade menyampaikan bahwa korban mengalami depresi karena masalah keluarga, termasuk perceraian dan masalah ekonomi. Sebelum kejadian, korban mengirim pesan serta gambar tali yang digunakan untuk bunuh diri kepada istrinya melalui WhatsApp.

Pria itu tinggal sementara di rumah seorang teman sejak Senin (04/12/23) dan tampak merenung serta bercerita kepada saksi tentang kesulitan yang dihadapi, termasuk masalah perceraian dan keuangan. Ketika korban tidak muncul dari kamarnya, saksi curiga dan menemukan korban telah meninggal dunia akibat gantung diri.

Polres Kubu Raya masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut meskipun jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk prosesi pemakaman.

Selasa, 21 November 2023

Ditemukan Mayat Pria di Desa Balai Sepuak, Ini Penjelasan Kapolsek Belitang Hulu

Foto : Proses Evakuasi Penemuan Mayat Pria di Desa Balai Sepuak.
SEKADAU – Sebuah kejadian tragis terjadi di Jalan Pemda, Desa Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau. Mayat seorang pria ditemukan pada Senin (20/11) sekitar pukul 13.40 WIB. Identitasnya teridentifikasi sebagai Meldianus Yakobus (47), warga Desa Bukit Rambat, Kecamatan Belitang Hulu.

Kapolres Sekadau, AKBP Suyono, melalui Kapolsek Belitang Hulu IPDA Abdul Hadi, memastikan kejadian ini. Mayat ditemukan dalam posisi telungkup di depan sepeda motor Honda Revo merah milik korban.

"Dari keterangan saksi, korban ditemukan dalam kondisi tersebut. Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya," ungkap Kapolsek IPDA Hadi, hari Selasa (21/11/2023).

Pihak keluarga menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sering mengeluhkan sesak nafas dan nyeri dada. Meski anaknya melarangnya pergi, korban memaksakan diri untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga di Desa Balai Sepuak pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, dalam perjalanan pulang, korban ditemukan meninggal dunia.

Polisi menyarankan autopsi untuk memastikan penyebab kematian, tetapi keluarga menolak. Mereka yakin korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya dan ingin segera melakukan pemakaman karena keluarga sudah berkumpul di rumah korban.

Rabu, 08 November 2023

Temuan Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polres Melawi Lakukan Penyelidikan

Temuan Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polres Melawi Lakukan Penyelidikan.
MELAWI – Satuan Reserse Kriminal Polres Melawi sedang melakukan upaya upaya dan langkah proses Kepolisian guna membuat terangnya perkara temuan sesosok mayat bayi perempuan yang berada didalam kantong plastik warna hitam berbungkus handuk warna hijau di Dusun Kuala Belian Desa Pall Kecamatan Nanga Pinoh.

Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Muhammad Syafi'i,S.I.K.,S.H.,M.H melalui pejabat humas Polres Melawi membenarkan sedang melakukan proses lidik atas temuan mayat bayi, Rabu (8/11/2023).

"Saat ini sedang dalam lidik dan berproses memeriksa saksi saksi guna membuat terang perkara yang ditangani,penyidik akan terus bekerja keras dan serius menangani perkara ini," ujar Aiptu Samsi.

Tambah,seperti diketahui pada hari senin 6 november 2023 sekira pukul 14.00 wib petugas menerima informasi dari masyarakat, kemudian personel Polsek Nanga Pinoh bersama unit identifikasi mendatangi, melakukan pulbaket serta mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan status quo TKP.

"Mayat bayi perempuan saat ditemukan dalam kantong plastik warna hitam,terbungkus handuk warna hijau dan masih terhubung tali pusar (plasenta), diperkirakan berusia 3 hari. Setelah dilakukan identifikasi kemudian di bawa ke RSUD Melawi guna dilakukan Visum Et Revertum,saat ini barang bukti 1 (satu )helai handuk warna hijau dan 2 (dua) lembar kantong plastik telah diamankan sebagai barang bukti," pungkas Aiptu Samsi.

Selasa, 24 Oktober 2023

Bidan Muda Hety Karmila Ditemukan Meninggal di Perkebunan Kelapa Sawit

Bidan Muda Hety Karmila Ditemukan Meninggal di Perkebunan Kelapa Sawit.
KAPUAS HULU - Polisi di Resor Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), tengah mengusut penyebab kematian tragis seorang bidan, Hety Karmila, berusia 26 tahun. Jenazahnya ditemukan di perumahan Pondok II PT Belian Estate, sebuah perkebunan kelapa sawit yang terletak di Desa Nanga Seberuang, Kecamatan Semitau, wilayah Kapuas Hulu.

"Kami masih dalam proses penyelidikan dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP)," ungkap AKBP Hendrawan, Kepala Kepolisian Resor Kapuas Hulu, dalam keterangan yang diberikan di Putussibau Kapuas Hulu pada hari Selasa pagi.

Hety Karmila ditemukan meninggal dunia pada hari Senin sekitar pukul 12.10 WIB di perumahan Pondok II PT Belian Estate. Saat ditemukan, korban berada di dalam kamar dalam posisi terlentang, dengan wajah yang berwarna hitam, serta hidung dan mulut yang mengeluarkan darah yang sudah membeku. Selain itu, korban mengenakan baju pendek berwarna krem yang terangkat ke atas dan tidak mengenakan celana.

"Korban ditemukan oleh sepasang suami istri yang hendak mengecek kandungan ke rumah korban," jelas Hendrawan.

Pasangan suami istri tersebut segera meminta bantuan dari tetangga setelah menemukan jenazah korban dalam keadaan sudah meninggal dunia. Salah seorang karyawan kemudian memberitahukan Manajer PT PIP Belian Estate, dan kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Semitau.

Hendrawan menyatakan bahwa jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Semitau untuk dilakukan pemeriksaan visum. Tampaknya, korban telah meninggal selama lebih dari 24 jam, dan tidak ada tanda-tanda tindak kekerasan pada tubuhnya.

"Saat di dalam kamar korban, ditemukan pecahan cermin kecil, dua jenis obat, dan dua buah kedondong. Selain itu, korban juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut, dan duburnya," tambahnya.

Hendrawan menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih aktif melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa TKP untuk mencari tahu penyebab pasti kematian Hety Karmila.

Selasa, 19 September 2023

Sopir Kontainer 20fit Ditemukan Tewas Di Kamar Mandi Pergudangan PT. Fast Food Indonesia Kubu Raya

Sopir Kontainer 20fit Ditemukan Tewas Di Kamar Mandi Pergudangan PT. Fast Food Indonesia Kubu Raya.
KUBU RAYA - Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di dalam kamar mandi Komplek Pergudangan PT. Fast Food Indonesia, Jalan Extra Joss No. E7 Desa Sungai Raya Dalam Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jasad Korban ditemukan pertamakali oleh karyawan PT. Fast Food Indonesia pada Senin (18/9/23) pukul 12.09 Wib.

"Dari hasil pemeriksaan di TKP, Tim Inafis Polres Kubu Raya yang didampingi Kapolsek Sungai Raya dan beberapa personilnya, korban tersebut atas nama Muhammad Nur (44) asal Jalan Gusti Situt Mahmud Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak," kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya AIPTU Ade saat dikonfirmasi.

"Korban ini merupakan sopir yang mengantarkan barang ke Pergudangan PT. Fastfood Indonesia dengan menggunakan mobil Kontainer 20fit bersama ponakan berinisial MH (Saksi), kemudian dari rekaman CCTV Komplek Pergudangan PT. Fast Food Indonesia oleh petugas, diketahui pada pukul 10.52 Wib korban ini masuk kedalam kamar mandi. Hingga pukul 12.09 Wib korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi, ungkap Ade.

"Kemudian beberapa karyawan PT. Fastfood Indonesia mengecek ke kamar mandi tersebut dan tidak ada aktivitas di dalamnya, kemudian pintu kamar mandi tersebut didobrak dan di temukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telungkup," terang Ade.

Ade menambahkan, setelah itu pihak kepolisian yang didampingi keluarga korban dan perwakilan dari pihak perusahaan mengevakuasi korban dengan menggunakan mobil ambulance Formaslindam untuk dibawa ke Rumah Sakit Anton Sujarwo Pontianak guna dilakukan Visum Et Repertum Luar.

"Dari hasil identifikasi di mobil korban ditemukan beberapa obat maag dan asam lambung. Kemudian hasil dari Visum Et Repertum bagian luar di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak, tidak terdapat tanda-tanda adanya kekerasan pada tubuh korban dan hanya terdapat benturan pada bagian pelipis kiri dan benturan tersebut tidak menyebabkan kematian," ungkapnya.

"Pihak keluarga korban menolak untuk diotopsi dan penolakan tersebut sudah dibuatkan pernyataan penolakan autopsi, dan untuk penyebab kematian korban pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan," tegas Ade.

(Humas_ReKR)

Senin, 04 September 2023

Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan dalam Kondisi Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan dalam Kondisi Meninggal.
KAPUAS HULU - Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan penduduk Desa Kirin Nanga di Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berhasil menemukan mayat Sipak (39), yang menjadi korban tenggelam di Sungai Kapuas di wilayah tersebut.

“Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, pada Minggu malam.

Gunawan menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi kejadian pada sekitar pukul 10.40 WIB pada hari Minggu (3/9) pagi.

Setelah penemuan tersebut, tim gabungan melakukan evakuasi mayat korban dan mengembalikannya ke rumah duka di daerah setempat.

Menurut Gunawan, korban yang berusia 39 tahun dan berasal dari Desa Kirin Nangka Kecamatan Embaloh Hilir merupakan warga asli Jawa Timur.

Kejadian tenggelam terjadi pada Sabtu (2/9) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika korban sedang mengangkut daun kratom menuju Kecamatan Bika.

“Korban terjatuh dari perahu sampan karena tumpukan kantong kratom jatuh, dan pada saat itu korban diduga tertidur,” ungkapnya.

Atas peristiwa yang sangat menyedihkan ini, Gunawan menyampaikan rasa duka yang mendalam dan mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan, relawan, dan penduduk setempat yang telah melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan, meskipun dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Gunawan juga mengingatkan masyarakat Kapuas Hulu, terutama mereka yang beraktivitas di wilayah sungai, untuk senantiasa berhati-hati dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

Selain itu, ia menekankan kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika berenang di sungai, terutama saat musim kemarau seperti saat ini, di mana banyak masyarakat mengunjungi sungai untuk bermandi.

(Tim Red)

Selasa, 29 Agustus 2023

Pergi Jemput Adik Ditemukan Meninggal Dalam Hutan, Motor Ikut Raib

Pergi Jemput Adik Ditemukan Meninggal Dalam Hutan, Motor Ikut Raib.
KETAPANG -Teka-teki kepergian ibu muda bernama Verawati (22 tahun), warga kecamatan Sandai Ketapang terjawab sudah.

Verawati ditemukan telah jadi mayat di areal semak belukar di desa Muara Jekak kecamatan Sandai. 

Kesimpulan sementara menurut polisi, almarhumah merupakan korban pembunuhan dengan kekerasan alias pembegalan karena di TKP, kendaraan yang dipakai sudah tidak ditemukan. 

"Selain sudah meninggal dunia, motor yang digunakan korban sudah tidak ditemukan, Polsek Sandai menerima laporan langsung melakukan pengecekan dan olah TKP serta telah membuat Laporan Polisi, membawa korban ke puskesmas Sandai untuk dilakukan visum," terang Kasat Reskrim Polres Ketapang, AkP Faris Kautsar kepada sejumlah media di Ketapang, Selasa (29/08/23). 

Sebelum kematian perempuan beranak satu tersebut, diketahui keluarga sempat memposting foto almarhum di laman facebook grup Sandai Informasi pada hari Senin (28/08/23) sambil melakukan pencarian ke beberapa tempat. 

Keluarga baru mengetahui korban sudah meninggal pada Selasa ini yang jasadnya diketemukan berada di semak belukar. 

"Hingga keesokan harinya pada Selasa sekitar pukul 11.00 WIB, pihak keluarga yang melanjutkan pencairan menemukan korban sudah tidak bernyawa di sebuah lahan kosong di Desa Muara Jekak," kata Faris. 

Menurut Faris, pihaknya saat ini masih mengumpulkan informasi sebab kematian korban dan memburu kemungkinan pelaku pembunuhan tersebut. 

"Pelapor dan saksi saksi sudah kita periksa serta mengumpulkan alat bukti maupun petunjuk untuk membuat kasus ini menjadi terang. Kita terus selidiki, semoga bisa cepat kita ungkap," pungkasnya. 

(Muzahidin)