Berita BorneoTribun: Kubu Raya hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kubu Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kubu Raya. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2026

Transparan dan Akuntabel, 231 Peserta Ikuti Seleksi Awal Penerimaan Polri di Polres Kubu Raya

Foto: Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. turun langsung dalam proses penerimaan Polri tahap pemeriksaan administrasi 

KUBU RAYA - Proses penerimaan anggota Polri di Polres Kubu Raya memasuki tahap pemeriksaan administrasi pada Senin (6/4). Sebanyak 231 peserta tercatat mengikuti tahapan awal ini dengan penuh antusias.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa pemeriksaan administrasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kelengkapan dan keabsahan data peserta. 

Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pengawas internal dan eksternal.

“Pelaksanaan hari ini adalah pemeriksaan administrasi. Kami melibatkan Disdukcapil dan pengawas eksternal untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” ujarnya.

Dari total 231 peserta yang mendaftar, nantinya akan diseleksi berdasarkan kelengkapan administrasi. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Kapolres menjelaskan, setelah tahap administrasi di tingkat Polres, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat Panitia Daerah (Panda) Polda Kalimantan Barat. Tahapan tersebut meliputi tes akademik, psikotes, serta tes jasmani.

“Untuk tahapan selanjutnya akan dilaksanakan di Polda Kalimantan Barat. Di Polres, kami fokus pada pemeriksaan administrasi dan verifikasi data peserta,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara profesional dan transparan. Para peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi setiap tahapan seleksi yang akan dilaksanakan.

Rumah Bu Eli Nyaris Roboh, Bupati Kubu Raya Turun Tangan Pastikan Dibangun Rumah Yang Layak Huni

Foto: Bupati Sujiwo Kunjungi Rumah Keluarga Disabilitas di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Tangis haru menyelimuti kediaman Bu Eli, warga Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, saat rumahnya yang nyaris roboh mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Kunjungan Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos menjadi secercah harapan baru bagi keluarga tersebut, Minggu (5/4/2026).

Dalam suasana penuh haru, Bu Eli tak kuasa menahan air mata saat mendengar langsung kepastian bahwa rumahnya akan segera dibangun kembali agar layak huni. 

“Terimakasih Pak Bupati, terimakasih ya Allah, Engkau mendengarkan doa-doa kami,” ucapnya lirih.

Kondisi Bu Eli semakin memprihatinkan. Ia tinggal bersebelahan dengan kedua orang tuanya yang juga hidup dalam keterbatasan. Sang ayah diketahui mengalami kelumpuhan, sementara ibunya menderita cacat netra. 

Potret kondisi rumah milik Bu Eli di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

Tak hanya itu, dua saudaranya juga mengalami gangguan jiwa. Situasi tersebut membuat Bu Eli dan keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki ataupun membangun rumah yang layak huni.

Kehadiran Bupati bersama rombongan merupakan bentuk respons cepat atas laporan kondisi rumah warga yang memprihatinkan. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah dan Moch. Darwis, serta sejumlah pejabat daerah lainnya, di antaranya Kepala Dinas PUPR Kubu Raya Supratmansyah, Kepala Dinas Pertanian Agus Siswandi, Kepala Dinas Perikanan Yoga P, Camat Sungai Kakap Junaidi, Kepala Desa Sungai Itik, serta RT dan RW setempat.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah dan berdialog dengan Bu Eli untuk mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan. Pemerintah daerah memastikan akan segera mengambil langkah konkret agar Bu Eli dan keluarganya dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.

Bupati H. Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi warganya yang mengalami kesulitan.

“Kami hadir untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk selalu berada di tengah masyarakat,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah warga yang mengalami musibah menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan perlindungan dan harapan bagi masyarakatnya. (Tim Liputan)

Minggu, 05 April 2026

Distan Kalbar Ajak Semua Elemen Termasuk Pesantren Galakkan Pertanian

Foto: Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA

KUBU RAYA – Salah satu persoalan mendasar dalam sektor pertanian di Kalimantan Barat saat ini adalah minimnya minat Calon Petani (CP), meskipun ketersediaan lahan masih cukup luas dan potensial untuk digarap.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA, saat menghadiri kegiatan halal bihalal penggiat pertanian di Pondok Pesantren Minum Islam dengan tema “Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku”.

Menurut Herti, ketidakseimbangan antara ketersediaan lahan dan jumlah petani aktif menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan produksi pertanian di daerah.

“Lahan kita masih tersedia, bahkan cukup luas. Namun, tantangan kita saat ini adalah kurangnya minat calon petani untuk mengelola lahan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, komoditas hortikultura seperti cabai juga menjadi perhatian khusus, mengingat perannya sebagai salah satu penyumbang inflasi di daerah. 

Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas strategis, menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan.

“Cabai merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. Maka dari itu, pengembangan budidaya cabai ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan untuk masyarakat,” jelasnya.

Sebagai upaya mengatasi persoalan minimnya minat petani, Dinas TPH Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mengembangkan sektor pertanian.

Tidak hanya masyarakat umum, kalangan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren juga didorong untuk ambil bagian.

Menurut Herti, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan santri di bidang pertanian.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk pondok pesantren, untuk mulai menggalakkan pertanian. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga membangun kemandirian dan keterampilan,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat siap menyediakan berbagai bantuan, termasuk penyediaan bibit tanaman bagi pihak-pihak yang siap mengembangkan usaha pertanian.

“Kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan menyiapkan bibit. Harapannya, ini bisa mendorong minat masyarakat untuk kembali bertani,” tegasnya.

Dengan sinergi seluruh elemen, diharapkan sektor pertanian di Kalimantan Barat dapat terus berkembang, mampu menekan laju inflasi, serta menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. 

Sabtu, 04 April 2026

Zulkarnaen Siap Pimpin KONI Kubu Raya, Fokus Anggaran dan Prestasi Atlet

Zulkarnaen maju sebagai calon Ketua KONI Kubu Raya 2026 dengan fokus peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan sinergi pemerintah demi prestasi olahraga.
Zulkarnaen maju sebagai calon Ketua KONI Kubu Raya 2026 dengan fokus peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan sinergi pemerintah demi prestasi olahraga.

KUBU RAYA – Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030, Zulkarnaen, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran demi mendukung pembinaan atlet dan program kerja olahraga di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua KONI Kubu Raya, Jumat (3/4/2026).

Menurut Zulkarnaen, salah satu tantangan utama dalam pengembangan olahraga daerah adalah keterbatasan anggaran. Karena itu, ia menempatkan peningkatan dukungan dana sebagai prioritas utama jika dipercaya memimpin KONI.

“Ke depan, kita akan berupaya memperjuangkan tambahan anggaran untuk KONI agar seluruh program kerja bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya.

Dukungan Cabor Jadi Modal Awal

Zulkarnaen mengaku mendapat dukungan dari sejumlah cabang olahraga (cabor). Dukungan tersebut menjadi modal awal untuk membangun kepercayaan dan memperkuat visi pengembangan olahraga di Kubu Raya.

Ia menilai, anggaran yang memadai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan atlet, penyediaan fasilitas latihan, hingga partisipasi dalam kejuaraan tingkat daerah, provinsi, dan nasional.

Perhatian Khusus untuk Atlet Berprestasi

Tak hanya fokus pada anggaran, Zulkarnaen juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap atlet berprestasi. Ia menilai, penghargaan dan kesejahteraan atlet harus menjadi bagian penting dalam kebijakan olahraga.

“Atlet berprestasi harus mendapatkan atensi lebih, baik dari sisi pembinaan, kesejahteraan, maupun penghargaan,” tegasnya.

Menurutnya, apresiasi yang layak akan menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi.

Pengalaman Jadi Bekal Utama

Zulkarnaen bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia telah dua periode menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kubu Raya.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan atlet serta dinamika organisasi olahraga di tingkat daerah.

Dorong Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dianggap krusial agar program pembinaan olahraga bisa berjalan sejalan dengan arah pembangunan daerah.

“KONI tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan Olahraga Kubu Raya

Zulkarnaen berharap, dengan dukungan semua pihak, olahraga di Kubu Raya bisa berkembang lebih pesat dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

FAQ

1. Siapa Zulkarnaen?
Zulkarnaen adalah bakal calon Ketua KONI Kubu Raya periode 2026–2030 yang memiliki pengalaman di dunia olahraga, termasuk sebagai Ketua IPSI Kubu Raya.

2. Apa fokus utama programnya?
Fokus utama adalah peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan peningkatan prestasi olahraga daerah.

3. Kenapa anggaran jadi prioritas?
Karena anggaran mempengaruhi fasilitas, pelatihan, dan keikutsertaan atlet dalam kompetisi.

4. Apa pentingnya sinergi dengan pemerintah?
Agar program olahraga sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah dan mendapat dukungan maksimal.

5. Apa harapan ke depan?
Melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Komitmen Nyata Pemprov Kalbar Saat Musrenbang 2027

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kubu Raya — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan atensi lebih dan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027, yang menjadi agenda strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta jajaran Forkopimda Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian lebih dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Pontianak. Peran ini dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.

Karena itu, Sujiwo menilai dukungan dari pemerintah provinsi menjadi faktor krusial, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat dinilai harus terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata.

Sementara itu, Sekda Kalbar, Harisson, yang mewakili Gubernur Kalbar menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Musrenbang RKPD ini sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya menyusun rencana pembangunan tahun 2027, tetapi juga mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ

1. Apa itu Musrenbang?
Musrenbang adalah forum perencanaan pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan daerah.

2. Apa yang disampaikan Bupati Sujiwo dalam Musrenbang 2027?
Ia meminta komitmen nyata dari Pemprov Kalbar untuk mendukung pembangunan Kubu Raya, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

3. Mengapa Kubu Raya dianggap strategis?
Karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

4. Siapa yang mewakili Pemprov Kalbar dalam kegiatan ini?
Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, hadir mewakili Gubernur Kalbar.

5. Apa tujuan utama Musrenbang RKPD 2027?
Untuk menyusun rencana pembangunan daerah berdasarkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

Kubu Raya Geger, Wanita Ditemukan Gantung Diri di Rumah Kontrakan

Foto: Polisi dan warga evakuasi jenazah wanita gantung diri di rumah kontrakan di Desa Limbung, Sungai Raya

KUBU RAYA - Warga Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya digegerkan dengan penemuan seorang wanita berinisial AI (25) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah rumah kontrakan pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui setelah warga sekitar merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah kontrakannya.

Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian dari Polsek Sungai Raya yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara, korban sempat terlibat pertengkaran dengan suaminya pada pagi hari sebelum kejadian.

“Dari hasil keterangan yang kami himpun, korban diduga sebelumnya bertengkar dengan suaminya. Bahkan, pada pagi hari, korban sempat mengusir suaminya keluar dari rumah kontrakan tersebut,” ungkap Ade, Sabtu(4/4/2026).

Lebih lanjut, Ade menambahkan bahwa setelah peristiwa tersebut, korban diketahui berada seorang diri di dalam rumah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sore hari.

“Petugas telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini, meskipun dugaan sementara mengarah pada bunuh diri,” jelasnya.

Sementara itu, jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis (visum). Namun, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Jenazah korban saat ini telah diambil oleh pihak keluarga dari rumah sakit untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman,” tutup Ade. (Tim)

Berbekal Pengalaman di IPSI, Zulkarnaen Bidik Kursi Ketua KONI Kubu Raya

Foto: Zulkarnaen menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KONI Kubu Raya pada Jumat (3/4/2026)

KUBU RAYA - Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030, Zulkarnaen, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran demi mendukung program kerja KONI serta pembinaan atlet di daerah.

Dengan dukungan kuat dari sejumlah cabang olahraga (cabor), Zulkarnaen menyatakan bahwa salah satu prioritas utamanya adalah memastikan ketersediaan anggaran yang memadai agar program pembinaan dan peningkatan prestasi atlet dapat berjalan optimal.

“Ke depan, kita akan berupaya memperjuangkan tambahan anggaran untuk KONI agar seluruh program kerja bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya saat menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KONI Kubu Raya pada hari Jumat (3/4/2026).

Ia menilai, dukungan anggaran yang cukup akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, hingga keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan.

Selain itu, Zulkarnaen juga menegaskan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, penghargaan dan perhatian tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar atlet terus meningkatkan capaian mereka.

“Atlet berprestasi harus mendapatkan atensi lebih, baik dari sisi pembinaan, kesejahteraan, maupun penghargaan atas prestasi yang telah diraih,” tegasnya.

Zulkarnaen bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia diketahui telah dua periode menjabat sebagai Ketua cabang olahraga Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kubu Raya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan atlet serta dinamika pembinaan olahraga di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara KONI dan Pemerintah Daerah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan olahraga di Kubu Raya secara berkelanjutan.

“KONI tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah agar program yang dirancang bisa sejalan dengan visi pembangunan daerah,” tambahnya.

Zulkarnaen berharap, dengan dukungan semua pihak, olahraga di Kabupaten Kubu Raya dapat berkembang lebih pesat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (Tim Liputan)

Jumat, 03 April 2026

Malam Tak Lagi Tenang, Warga Tanjung Durian Geram Aktivitas Ponton Diduga Abaikan Keluhan

Foto: Ibu Lina dan Ibu Razemah, Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu

KUBU RAYA - Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu, yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau, mengungkapkan keresahan mereka terhadap aktivitas ponton penyedot pasir yang beroperasi di dekat permukiman.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ibu Lina dan Ibu Razemah kepada awak media saat berkunjung ke Dusun Tanjung Durian pada Jumat sore (3/4/2026). Mereka menuturkan bahwa aktivitas ponton, terutama pada malam hari, menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu waktu istirahat warga.

“Kalau malam hari sangat ribut, suara mesin ponton itu dekat sekali dengan rumah kami,” ujar Ibu Lina.

Ibu Razemah juga mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap dampak aktivitas tersebut, mengingat lokasi ponton yang beroperasi berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.

“Kami merasa tidak nyaman dan khawatir. Aktivitasnya dekat sekali dengan rumah warga,” katanya.

Menurut keterangan warga, upaya penyampaian aspirasi sebenarnya telah dilakukan. Masyarakat bahkan disebut telah dua kali menggelar aksi demonstrasi kepada pihak perusahaan.

Namun hingga saat ini, tidak ada respon yang positif dari pelaku usaha. Kondisi ini membuat warga semakin geram, karena aktivitas ponton masih terus berlangsung tanpa adanya perubahan yang dirasakan di lapangan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan dapat lebih memperhatikan dampak operasional terhadap lingkungan dan kenyamanan warga, khususnya terkait kebisingan pada malam hari. 

Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah, baik Kabupaten Kubu Raya maupun Kabupaten Sanggau, untuk turun tangan mengingat lokasi aktivitas berada di wilayah perbatasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga Dusun Tanjung Durian.

Wabup Kabupaten Kubu Raya Sukiryanto Bertolak Menuju Gunung Tamang

Foto: Wakil Bupati Kuburaya, Sukiryanto beserta rombongan bertolak menuju kawasan Gunung Tamang jalur Speed Boat 

KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, dijadwalkan turut serta dalam rombongan perjalanan menuju Kawasan Gunung Tamang pada Jumat (3/4/2026).

Rombongan akan terlebih dahulu berkumpul di Dermaga Sungai Durian sebagai titik kumpul sebelum bertolak menggunakan speed boat menuju lokasi tujuan.

Keikutsertaan Wakil Bupati Kubu Raya dalam agenda tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kawasan Gunung Tamang yang memiliki potensi untuk dikembangkan, baik dari sisi pariwisata maupun sektor lainnya.

Perjalanan ini selain sebagai ajang kebersamaan juga dimungkinkan untuk peninjauan langsung kondisi lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait agenda rinci dalam kegiatan tersebut. Namun, diharapkan kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah setempat. 

Kamis, 02 April 2026

Pemkab Kubu Raya Gelar Rakor Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Korupsi

Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto.

KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, didampingi Sekretaris Daerah Yusran Anizam, memimpin rapat koordinasi pemantauan dan evaluasi pencegahan korupsi dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (1/4/2026), dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah serta pejabat terkait.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sukiryanto menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mencegah praktik korupsi. Ia menyebut upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis melalui penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh perangkat daerah. Kita harus memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Sukiryanto juga menekankan perlunya evaluasi berkala terhadap berbagai indikator pencegahan korupsi, termasuk pengelolaan anggaran, pelayanan publik, serta pengadaan barang dan jasa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Yusran Anizam menambahkan bahwa rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Ia mengatakan, melalui pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten, diharapkan potensi penyimpangan dapat diminimalisir sejak dini.

“Dengan tata kelola yang baik, kita tidak hanya mencegah korupsi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga membahas sejumlah langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan internal, peningkatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (tim liputan)

Wabup Sukiryanto Serahkan SK PNS dan Lantik 55 ASN di Lingkungan Pemkab Kubu Raya

Wabup Sukiryanto Serahkan SK PNS dan Lantik 55 ASN di Lingkungan Pemkab Kubu Raya
Wabup Sukiryanto Serahkan SK PNS dan Lantik 55 ASN di Lingkungan Pemkab Kubu Raya.

KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus mengukuhkan dan mengambil sumpah/janji jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (1/4/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Yusran Anizam serta jajaran kepala perangkat daerah.

Sebanyak 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi diangkat, yang terdiri dari 37 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 dan 18 pejabat fungsional.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sukiryanto menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Menjadi ASN berarti siap mengabdi kepada masyarakat, bekerja secara profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para ASN yang baru diangkat agar terus meningkatkan kompetensi dan kinerja, serta mampu beradaptasi dengan dinamika pelayanan publik yang semakin berkembang.

“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam setiap tugas yang diemban,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Yusran Anizam berharap para ASN yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri di lingkungan kerja masing-masing dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dengan penyerahan SK dan pengambilan sumpah jabatan ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya aparatur guna mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. (tim liputan)

Rabu, 01 April 2026

Pemkab Kubu Raya Dorong Ekonomi Daerah, 2 BUMD Tandatangani Kerja Sama

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memberikan arahan kepada Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antar badan usaha milik daerah (BUMD). Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, serta dihadiri jajaran pejabat daerah, direksi BUMD, dan sejumlah pelaku usaha.

Direktur Perumda Aneka Usaha, Uray Emma Yaniaries Nelaprana, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha daerah yang saling menguatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Kubu Raya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ini adalah momentum untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap data pelaku usaha yang tercatat. Dari sekitar 30 ribu data, tidak seluruhnya aktif sehingga diperlukan pemetaan ulang untuk menentukan pelaku usaha yang benar-benar potensial.

“Kami juga menyiapkan program pendampingan, mulai dari penguatan SDM, literasi keuangan, pengemasan produk hingga pemasaran digital. Kolaborasi ini bukan hanya antar lembaga, tetapi menjadi upaya bersama membangun ekosistem usaha yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan usaha daerah melalui kerja sama tersebut.

“Atas nama Perumda Tirta Raya, kami mengucapkan selamat atas terlaksananya penandatanganan kerja sama ini. Kami siap memberikan dukungan, baik melalui supervisi, konsultasi, maupun fasilitas yang dapat menunjang pengembangan usaha,” kata Harmawan.

Ia menegaskan bahwa sebagai BUMD, Tirta Raya harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan tidak menjadi beban bagi pemerintah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendorong peningkatan pendapatan daerah. Ke depan, kami juga membuka peluang dukungan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam arahannya memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara kedua BUMD tersebut. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Perumda harus hadir sebagai bagian dari solusi, mendukung pelaku usaha dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap kedua BUMD ini dapat menjadi pilar ekonomi daerah ke depan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kemandirian BUMD setelah mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kita ingin BUMD ini ke depan tidak lagi bergantung pada APBD, tetapi justru mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. (JM)

Selasa, 31 Maret 2026

Bupati Sujiwo Siapkan Agenda Religi Jadi Daya Tarik Wisata Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya dorong wisata religi melalui agenda keagamaan tahunan seperti Selawat Akbar, Imlek, dan Natal untuk tingkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat'.

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan berbagai agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan keagamaan telah resmi dimasukkan dalam kalender tahunan daerah dan akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata.

“Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.

Potensi Besar Wisata Religi di Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kegiatan seperti Selawat Akbar yang biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya fokus pada umat Muslim, konsep wisata religi di Kubu Raya juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai agama.

“Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Dorong Ekonomi Lokal Lewat Event Keagamaan

Selain memperkuat nilai sosial, pengembangan wisata religi juga diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung diprediksi akan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa.

Dengan konsep event yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah berharap Kubu Raya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Barat.

Bundaran Gaforaya Jadi Pusat Aktivitas

Dalam mendukung pengembangan ini, pemerintah juga menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.

“Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan,” kata Sujiwo.

Imbauan Jaga Fasilitas Publik

Meski demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu wisata religi di Kubu Raya?
Wisata religi adalah konsep pariwisata berbasis kegiatan keagamaan yang dikemas menarik untuk dikunjungi wisatawan.

2. Agenda apa saja yang masuk wisata religi?
Beberapa di antaranya pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, Imlek, Natal, Waisak, dan Nyepi.

3. Apa tujuan pengembangan wisata religi ini?
Untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat toleransi, serta mendorong ekonomi masyarakat lokal.

4. Di mana pusat kegiatan wisata religi?
Salah satunya akan dipusatkan di Bundaran Gaforaya sebagai ikon baru daerah.

5. Apakah wisata religi hanya untuk umat tertentu?
Tidak. Konsep ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh agama di Kubu Raya.

Senin, 30 Maret 2026

Agus Siswandi Gulirkan 15 Ribu Polybag Cabai, Strategi Bijak Tahan Inflasi dari Rumah Tangga

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi

KUBU RAYA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menggulirkan program distribusi 15.000 polibag bibit cabai kepada masyarakat sebagai langkah strategis dalam menekan laju inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

Program tersebut menyasar masyarakat melalui kelompok tani dan warga secara bertahap, dengan harapan setiap keluarga mampu memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun cabai yang produktif.

“Cabai ini salah satu penyumbang inflasi, sehingga kita dorong setiap rumah tangga bisa menanam sendiri, bahkan ke depan bisa menjadi sumber penghasilan,” ujar Agus saat mendampingi Bupati di Rasau Jaya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, pendistribusian bibit tidak hanya bersifat bantuan sesaat, melainkan disertai pendampingan teknis agar masyarakat mampu mengembangkan tanaman secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali panen.

Selain cabai, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga terus mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti melon, anggur, sayuran, hingga kacang-kacangan yang dibudidayakan di balai benih dan sejumlah lokasi pengembangan.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap terwujud kemandirian pangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru, sehingga pekarangan rumah tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga sumber kesejahteraan bagi warga Kubu Raya. (JM)

ASN Kubu Raya Diminta Siap Hadapi Tantangan, Fokus Integritas dan Kinerja

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal, Senin (30/3/2026) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menekankan pentingnya integritas, karakter, dan kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal, Senin (30/3/2026) pukul 07.00 WIB di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Dalam suasana Syawal yang masih hangat, kegiatan diawali dengan saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan antarpegawai.

Momentum Idulfitri tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan semangat kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dalam arahannya, Sujiwo menyampaikan bahwa kinerja pemerintah daerah merupakan akumulasi dari kinerja seluruh ASN. Oleh karena itu, ia menekankan agar setiap ASN benar-benar menjalankan peran sebagai abdi negara secara maksimal.

“Kinerja kami, baik bupati, wakil bupati, maupun sekda, sejatinya adalah penjumlahan dari kerja dan kinerja ASN. Maka agar hasilnya baik, ASN harus benar-benar bekerja sesuai harapan masyarakat, pemerintah, dan negara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi global, nasional, hingga lokal saat ini penuh ketidakpastian. Namun demikian, ASN dituntut untuk tetap siap dan mampu bertahan dalam situasi apa pun.

"Dalam kondisi apa pun kita harus siap. Tantangan ke depan sudah mulai terlihat, dan itu harus kita jawab bersama," tegasnya.

Sujiwo mengakui, dalam memimpin dirinya bersama Wakil Bupati kerap bersikap tegas bahkan terkesan cerewet. Namun hal itu, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian layaknya orang tua kepada anak.

“Kalau kami cerewet, itu karena sayang. Seperti orang tua kepada anaknya, itu bentuk perhatian agar menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia menyebut masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati yang tersisa sekitar empat tahun sebagai waktu penting untuk meninggalkan legacy, terutama dalam membentuk ASN yang bermental kuat, berkarakter, dan berintegritas.

“Salah satu kebahagiaan kami saat purna tugas nanti adalah jika mampu membentuk ASN yang memiliki mental, karakter, dan integritas yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menegaskan peran penting Sekretaris Daerah dalam mengoordinasikan dan meng orkestrasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta agar fungsi koordinasi dan penggerakan terus diperkuat hingga ke tingkat paling bawah.

Kepada para kepala OPD, ia berpesan agar mampu menjadi pemimpin yang memberi teladan, membangun semangat, serta memotivasi jajaran. Ia mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, sebagai pedoman kepemimpinan.

Sukiryanto juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar perangkat daerah agar setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Dengan kebersamaan, koordinasi, dan komunikasi yang baik, saya yakin setiap tantangan bisa kita hadapi dan selesaikan bersama,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga ASN dapat bekerja secara optimal dan profesional.

“Kami ingin suasana kerja yang nyaman, tetapi tetap dalam koridor aturan. Profesionalitas harus tetap dijaga,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian ucapan Idulfitri dari Bupati dan Wakil Bupati kepada seluruh ASN.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami mengucapkan Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Jika dalam memimpin kami tegas, itu semata-mata untuk kebaikan bersama,” pungkas keduanya. (Red/JM

Minggu, 29 Maret 2026

Bupati Kubu Raya Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat' 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Lebaran Ketupat atau yang dikenal dengan “Bodo Kupat” di kalangan masyarakat Jawa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan budaya pada Sabtu (28/3).

Menurut Bupati, Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilaksanakan setelah umat Muslim menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal, usai Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini identik dengan hidangan ketupat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

“Lebaran ketupat ini dilaksanakan setelah puasa enam hari di bulan Syawal. Ini adalah bagian dari budaya masyarakat Jawa yang dulu sangat meriah, meskipun saat ini hanya dilaksanakan di beberapa titik saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya “nguri-uri budaya” atau menjaga serta merawat warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga oleh setiap etnis.

Mengutip pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bupati menegaskan pentingnya budaya dalam kehidupan berbangsa. 

"Bung Karno menegaskan bahwa kita harus berkepribadian dalam bidang budaya. Karena itu, setiap etnis wajib menjaga dan melestarikan budaya masing-masing,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara konsisten mempertahankan tradisi Lebaran Ketupat setiap tahun. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus istiqomah menjaga tradisi ini. Selain sebagai bentuk silaturahmi, kegiatan ini juga masih dalam suasana Syawal, saling memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal agar tetap terjaga dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. (Jm

Sabtu, 28 Maret 2026

Pembelajaran di Kubu Raya Tetap Normal, Belum Ada Keputusan Daring

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd

KUBU RAYA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd., menegaskan pembelajaran di sekolah masih normal dan belum ada keputusan untuk menerapkan pembelajaran daring.

Penegasan tersebut disampaikan menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial dan media online terkait wacana pembelajaran jarak jauh. Menurutnya, pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga telah menegaskan bahwa hingga saat ini pembelajaran daring belum akan diberlakukan.

"Pembelajaran masih tetap berjalan normal seperti biasa. Belum ada keputusan untuk dilakukan secara daring atau jarak jauh," katanya.

Firdaus ingatkan sekolah tetap tenang dan waspada, sambil siapkan diri untuk kemungkinan ke depan. Jika pemerintah putuskan pembelajaran daring, pihaknya siap ikuti.

“Kalau pemerintah menerapkan pembelajaran daring atau jarak jauh, insya Allah kita siap mengikuti regulasi tersebut,” tegasnya.

Kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan Senin, 30 Maret, dengan upacara bendera dan pembacaan ikrar siswa. Sekolah diminta dokumentasikan dan laporkan kegiatan melalui pengawas masing-masing. (JM)

Gebyar Idul Fitri 1447 H Meriahkan Bundaran Gaforaya

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo disela-sela kemeriahan Gebyar Idul Fitri 1447 Hijriah di Bundaran Gaforaya 

KUBU RAYA - Ribuan masyarakat memadati Bundaran Gaforaya pada malam perayaan Gebyar IdulFitri & Pesta Kembang Api dalam rangka Gema Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung meriah, khidmat, dan penuh kebersamaan.

Sejak matahari terbenam, warga dari berbagai penjuru berdatangan dengan mengajak keluarga dan kerabat untuk merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Suasana semakin semarak saat tabuhan bedug menggema, menjadi simbol kemenangan umat Islam yang disambut antusias masyarakat.

Berbagai rangkaian kegiatan religius dan hiburan turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan seni, tausiah, hingga puncaknya pesta kembang api yang menghiasi langit malam Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan besar dari masyarakat dan pihak swasta, dengan penggunaan anggaran daerah yang sangat minim.

“Kegiatan ini tidak membebani APBD, karena sebagian besar merupakan kontribusi masyarakat dan para pengusaha,” ujarnya.

Sujiwo juga menambahkan bahwa Gema Idulfitri akan dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kubu Raya, bersama kegiatan keagamaan lainnya seperti pawai obor, sholawat akbar, dan peringatan tahun baru Islam.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari berbagai tokoh, di antaranya Habibi yang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah mengadakan Gema IdulFitri ini,” kata Habibi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Habib Thoha bin Husein Al Jufri. Ia menilai Gema IdulFitri merupakan kegiatan positif yang mampu menghidupkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan ini sangat baik sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan umat,” ujarnya.

Habib Thoha turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas, khususnya dalam momentum hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan pesta kembang api yang memukau, disambut sorak gembira ribuan masyarakat yang memadati Bundaran Gaforaya. (JM)

Jumat, 27 Maret 2026

Kubu Raya Gelar Rakor Penanganan Karhutla, Fokus Pencegahan dan Sinergi

Foto: Rakor Penanganan Karhutla di Kantor Camat Sungai Ambawang, Jumat (27/3/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Camat Sungai Ambawang, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, camat, dan kepala desa di wilayah rawan karhutla.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, tekankan pemerintah daerah harus jadi garda terdepan. 

"Pemerintah daerah harus menjadi pemain utama. Semua harus turun langsung dan bergerak bersama di lapangan," katanya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, siap dukung upaya penanganan karhutla melalui pencegahan dan penegakan hukum. Letnan Kolonel (Letkol) Inf Robbi Firdaus dari TNI juga siap bantu penanganan karhutla.

Pemerintah daerah soroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana, terutama bagi Masyarakat Peduli Api (MPA). Beberapa peralatan sudah tersedia, namun pemerintah akan segera penuhi kekurangan. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri diharapkan bisa minimalisir dampak karhutla. (Red)

Selasa, 24 Maret 2026

Detik-detik Kecelakaan Maut di Kubu Raya: Minibus Hilang Kendali Sebelum Tabrak Truk

Foto: Polisi identifikasi TKP kecelakaan lalu lintas di jalan raya Trans Kalimantan KM 63 Teluk Bakung

KUBU RAYA - Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan, tepatnya di KM 63, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (24/3/2026) pagi. Insiden yang melibatkan truk boks dan minibus ini merenggut empat nyawa.

Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy yang disampaikan oleh Kasubsi Penmas Aiptu Ade, membenarkan peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB tersebut.

Kronologi Kejadian: Hilang Kendali di Kecepatan Tinggi

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh kepolisian, kecelakaan bermula saat truk boks dengan nomor polisi KB 8652 SL yang dikemudikan oleh pria berinisial AR melaju dari arah Pontianak menuju Tayan.

Setibanya di lokasi kejadian, sebuah mobil minibus dengan nomor polisi KB 7012 F yang dikemudikan oleh YI datang dari arah berlawanan. Mobil minibus yang membawa total tujuh penumpang tersebut secara tiba-tiba kehilangan kendali.

"Mobil minibus tersebut tiba-tiba out of control dan bergerak ke arah kanan jalur. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan hebat dengan truk boks di depannya tidak dapat terhindarkan lagi," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Data Korban: 4 Meninggal Dunia, 5 Luka-luka

Dampak tabrakan hebat ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan kedua kendaraan. Dari total sembilan orang yang terlibat (termasuk kedua sopir), empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Berikut adalah rincian kondisi korban:

Meninggal Dunia: Empat penumpang minibus berinisial DA, YA, AR, serta satu orang penumpang yang hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi.

Luka-luka: Pengemudi minibus (YI), dua penumpang minibus lainnya (HO dan KN), serta pengemudi truk boks (AR).

Seluruh korban luka maupun jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Anton Soedjarwo Pontianak untuk penanganan medis lebih lanjut dan proses pemulasaran.

Diduga Akibat Kurang Konsentrasi

Pihak kepolisian mengungkapkan dugaan sementara penyebab kecelakaan ini adalah faktor kelalaian manusia (human error).

"Diduga kuat penyebab kecelakaan karena pengemudi minibus kurang berkonsentrasi saat berkendara, sehingga kendaraan keluar dari jalur dan memicu tabrakan," tambah Ade.

Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Pihak Satlantas Polres Kubu Raya pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya di jalur lintas provinsi, untuk selalu menjaga kondisi fisik dan konsentrasi penuh demi keselamatan bersama. (Tim)