Berita BorneoTribun: Muara Teweh hari ini
iklan banner
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Muara Teweh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muara Teweh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Dua Korban Kapal Mitra Jaya V Ditemukan Meninggal Di Sungai Barito Muara Teweh

Tim SAR gabungan menemukan dua korban kecelakaan Kapal Mitra Jaya V di Sungai Barito Muara Teweh setelah dua hari pencarian. Operasi SAR resmi dihentikan.
Tim SAR gabungan menemukan dua korban kecelakaan Kapal Mitra Jaya V di Sungai Barito Muara Teweh setelah dua hari pencarian. Operasi SAR resmi dihentikan.

Muara Teweh - Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban kecelakaan kapal di Sungai Barito, tepatnya di sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, memastikan bahwa seluruh korban telah ditemukan dan operasi pencarian resmi dihentikan.

“Kedua korban telah ditemukan dan operasi SAR dinyatakan selesai,” ujar Alit dalam keterangannya di Muara Teweh, Senin.

Kronologi Kecelakaan Kapal Mitra Jaya V

Peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Sabtu malam, 4 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Kapal Mitra Jaya V dilaporkan sedang melakukan proses sandar di pelabuhan PT MPG.

Diduga terjadi benturan saat proses sandar kapal berlangsung. Akibat insiden tersebut, seorang anggota Polri dan satu Anak Buah Kapal (ABK) terjatuh ke Sungai Barito.

Situasi malam hari serta arus sungai yang cukup kuat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban.

Korban Pertama Ditemukan Dua Kilometer Dari Lokasi

Korban pertama diketahui bernama Bripda Vikma Setiawan, warga Jalan Veteran Gang Margo Rukun RT 005 RW 002 Desa Beriwit, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.

Ia ditemukan pada pukul 08.31 WIB sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian.

Menurut Kepala Kantor SAR Palangka Raya, korban ditemukan dalam kondisi mengapung di permukaan sungai.

“Korban pertama ditemukan mengapung dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Alit.

Korban Kedua Ditemukan Tak Jauh Dari Lokasi Kejadian

Selang beberapa waktu setelah penemuan korban pertama, tim SAR kembali menemukan korban kedua atas nama Aleksandro Brianonggasa (25).

Korban diketahui merupakan seorang ABK yang berasal dari Desa Rokirole RT 005 RW 002, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Korban kedua ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Korban kedua ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif dilakukan selama dua hari.

Operasi SAR Melibatkan Banyak Unsur Gabungan

Operasi pencarian korban melibatkan berbagai unsur SAR gabungan yang bekerja secara terpadu di lapangan.

Beberapa pihak yang terlibat antara lain:

  • Kantor SAR Palangka Raya

  • Kepolisian

  • BPBD Barito Utara

  • Masyarakat setempat

Kerja sama lintas instansi ini dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencarian korban.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel yang terlibat ditarik dari lokasi kejadian.

“Kami mengapresiasi seluruh unsur SAR yang telah bekerja keras di lapangan hingga korban berhasil ditemukan,” kata AA Ketut Alit Supartana.

Upaya Evaluasi Keselamatan Pelayaran Perlu Ditingkatkan

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam aktivitas pelayaran, terutama saat proses sandar kapal di pelabuhan.

Pengawasan ketat, prosedur keselamatan yang disiplin, serta kesiapan kru menjadi faktor utama dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, faktor cuaca, arus sungai, dan kondisi penerangan di area pelabuhan juga perlu menjadi perhatian khusus.

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan kapal terjadi?
Kecelakaan terjadi di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

2. Kapan kejadian kapal Mitra Jaya V terjadi?
Insiden terjadi pada Sabtu malam, 4 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

3. Siapa saja korban dalam kecelakaan kapal ini?
Korban adalah Bripda Vikma Setiawan dan Aleksandro Brianonggasa (25), seorang ABK kapal.

4. Berapa lama proses pencarian korban dilakukan?
Pencarian berlangsung selama dua hari sebelum seluruh korban berhasil ditemukan.

5. Apakah operasi SAR masih berlangsung?
Tidak. Operasi SAR resmi dihentikan setelah kedua korban ditemukan.

Korban Tenggelam Di Sungai Barito Ditemukan, Satu ABK Masih Dicari

Bripda Vikma Setiawan ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Barito, Muara Teweh. Satu korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
Bripda Vikma Setiawan ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Barito, Muara Teweh. Satu korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

Muara Teweh — Tim gabungan akhirnya menemukan satu dari dua korban yang tenggelam di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Korban yang ditemukan adalah Bripda Vikma Setiawan (22), anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menjalankan tugas pengawasan di area dermaga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, menyampaikan bahwa korban ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 08.31 WIB.

“Korban atas nama Vikma Setiawan telah ditemukan pagi ini sekitar pukul 08.31 WIB dengan jarak kurang lebih dua kilometer dari titik kejadian. Saat ini korban sudah dievakuasi tim gabungan,” ujar Rizali di Muara Teweh.

Kronologi Kejadian Tenggelam Di Sungai Barito

Peristiwa tragis ini bermula saat Bripda Vikma Setiawan melakukan pengawasan terhadap kapal tongkang yang hendak bersandar di dermaga milik PT MPG.

Kapal tersebut diketahui akan melakukan pengisian minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Saat menjalankan tugas tersebut, korban dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Barito.

Korban diketahui berdomisili di Jalan Veteran Gang Margo RT 005 RW 002, Desa Beriwit, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.

Insiden ini terjadi pada Sabtu malam (4/4) dan langsung memicu operasi pencarian oleh tim gabungan dari berbagai instansi.

Satu Korban ABK Masih Dalam Pencarian

Selain Bripda Vikma Setiawan, satu korban lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini.

Korban tersebut diketahui bernama Aleksandro Brianonggasa (25), seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang berasal dari Desa Rokirole RT 005 RW 002, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Rizali Hadi, proses pencarian terhadap korban kedua masih terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

“Pencarian terhadap korban lainnya akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Tim Gabungan Terus Lakukan Penyisiran

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, kepolisian perairan (Polairud), pemadam kebakaran (Damkar), hingga relawan setempat.

Tim menyisir area Sungai Barito menggunakan perahu karet serta peralatan pencarian air, dengan harapan korban kedua dapat segera ditemukan.

Kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja, khususnya bagi petugas dan pekerja yang beraktivitas di sekitar sungai atau dermaga.

Penggunaan alat pelindung diri seperti jaket pelampung serta penerapan prosedur keselamatan dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa.


FAQ

Siapa korban yang ditemukan di Sungai Barito?

Korban yang ditemukan adalah Bripda Vikma Setiawan (22), anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat bertugas.

Kapan korban ditemukan?

Korban ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 08.31 WIB.

Di mana lokasi kejadian tenggelam?

Kejadian terjadi di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Barito Utara.

Apakah masih ada korban lain yang hilang?

Ya, satu korban lain bernama Aleksandro Brianonggasa (25), seorang ABK, masih dalam pencarian.

Siapa saja yang terlibat dalam proses pencarian?

Pencarian dilakukan oleh BPBD, Polairud, Damkar, serta relawan setempat.

Sabtu, 04 April 2026

Wartawan Barito Utara Siap Ikuti UKW Dan OKK PWI Kalteng

PWI Kalteng menggelar UKW dan OKK di Muara Teweh 21–22 Mei 2026 untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan.
PWI Kalteng menggelar UKW dan OKK di Muara Teweh 21–22 Mei 2026 untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan.

Muara Teweh – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas insan pers. Melalui program strategis, PWI Kalteng akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, pada 21–22 Mei 2026.

Ketua PWI Barito Utara, Deni Hariadi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong profesionalisme wartawan di daerah.

“Program ini dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers,” ujarnya di Muara Teweh, Jumat.

OKK Jadi Pintu Awal Masuk PWI

Deni menjelaskan, kegiatan OKK merupakan tahapan awal yang wajib diikuti oleh wartawan yang ingin bergabung menjadi anggota PWI. Dalam kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan dasar terkait dunia jurnalistik.

Materi yang diberikan meliputi pemahaman kode etik jurnalistik, sistem kerja media, hingga aturan organisasi PWI. Hal ini dinilai penting agar wartawan memiliki landasan yang kuat sebelum menjalankan tugas di lapangan.

UKW Ukur Kompetensi Wartawan

Sementara itu, UKW menjadi tahap lanjutan yang bersifat wajib untuk mengukur kemampuan dan profesionalitas wartawan. Uji ini diselenggarakan oleh lembaga yang diakui oleh Dewan Pers, sehingga memiliki standar yang jelas dan kredibel.

UKW mencakup berbagai aspek penting dalam praktik jurnalistik, mulai dari teknik peliputan, penulisan berita, hingga pemahaman etika profesi.

Syarat Menjadi Anggota PWI

Untuk menjadi anggota PWI, wartawan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya:

  • Telah mengikuti dan lulus OKK

  • Memiliki atau sedang mengikuti UKW minimal jenjang muda

  • Bekerja di media yang jelas dan berbadan hukum

  • Media telah terverifikasi atau memenuhi standar Dewan Pers

Menurut Deni, standar ini penting untuk memastikan bahwa anggota PWI benar-benar memiliki kompetensi dan integritas.

Dorong Kualitas SDM Jurnalistik Daerah

Kegiatan UKW dan OKK ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jurnalistik, khususnya di wilayah Barito Utara.

“Kami berharap para wartawan dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesinya,” tambah Deni.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir wartawan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu UKW?
UKW adalah Uji Kompetensi Wartawan untuk mengukur kemampuan profesional sesuai standar Dewan Pers.

2. Apa fungsi OKK dalam PWI?
OKK adalah orientasi dasar bagi calon anggota PWI untuk memahami dunia jurnalistik dan organisasi.

3. Kapan UKW dan OKK PWI Kalteng dilaksanakan?
Kegiatan ini dijadwalkan pada 21–22 Mei 2026 di Muara Teweh.

4. Siapa yang bisa mengikuti UKW dan OKK?
Wartawan aktif yang bekerja di media berbadan hukum dan memenuhi syarat PWI.

5. Apakah UKW wajib bagi wartawan?
Ya, UKW menjadi standar penting untuk mengukur kompetensi dan profesionalitas wartawan.

Sabtu, 28 Maret 2026

Arus Balik Pesawat Muara Teweh–Banjarmasin Turun di H+5 Lebaran 2026

Arus balik Lebaran 2026 rute Muara Teweh–Banjarmasin mulai menurun di H+5. Jumlah penumpang pesawat berkurang setelah puncak arus balik H+4.
Arus balik Lebaran 2026 rute Muara Teweh–Banjarmasin mulai menurun di H+5. Jumlah penumpang pesawat berkurang setelah puncak arus balik H+4.

MUARA TEWEH — Arus balik Lebaran 2026 untuk jalur udara rute Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan sebaliknya mulai menunjukkan penurunan pada H+5.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pesawat pada Kamis mulai berkurang dibandingkan puncak arus balik sehari sebelumnya.

“Hari ini penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin dan sebaliknya jumlah penumpang mulai berkurang dibanding H+4 yang menjadi puncak arus balik,” ujarnya.

Pada H+5 Lebaran, tercatat sebanyak 57 penumpang tiba di Muara Teweh dari Banjarmasin. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru mencapai 41 orang. Seluruh penerbangan dilayani satu kali oleh maskapai Wings Air.

Puncak Arus Balik Terjadi di H+4

Amrillah menjelaskan, lonjakan penumpang terjadi pada H+4 atau Rabu (25/3). Saat itu, jumlah penumpang yang datang mencapai 68 orang, sedangkan yang berangkat sebanyak 71 orang.

Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh banyaknya pemudik yang kembali ke tempat kerja setelah libur Lebaran.

“Sekarang sudah mulai turun karena sebagian masyarakat sudah kembali beraktivitas dan masuk kerja,” jelasnya.

Penerbangan Didominasi Penumpang Transit

Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh saat ini melayani penerbangan pulang pergi setiap hari ke Banjarmasin menggunakan pesawat ATR-72-600 milik Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang.

Mayoritas penumpang yang menggunakan rute ini merupakan penumpang transit dari kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Mereka biasanya melanjutkan perjalanan dari Bandara Syamsudin Noor menuju Muara Teweh, atau sebaliknya dari Muara Teweh menuju Pulau Jawa melalui Banjarmasin.

Penerbangan Perintis dan Subsidi Tetap Berjalan

Selain rute utama, Bandara Muara Teweh juga melayani penerbangan perintis menuju Palangka Raya melalui Bandara Tjilik Riwut.

Penerbangan ini dilayani oleh maskapai Susi Air dengan frekuensi satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin.

Pesawat yang digunakan adalah jenis Cessna dengan kapasitas 12 penumpang. Untuk tarif tiket, penumpang dikenakan biaya sekitar Rp540.020 untuk rute Palangka Raya ke Muara Teweh, dan Rp493.420 untuk rute sebaliknya.

Selain itu, penerbangan komersial Wings Air untuk rute Muara Teweh–Palangka Raya juga tersedia sebanyak empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Tren Arus Balik Diprediksi Terus Menurun

Dengan berakhirnya masa libur panjang Lebaran, arus balik diperkirakan akan terus melandai dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas penerbangan pun mulai kembali ke kondisi normal seperti hari biasa.

Penurunan jumlah penumpang ini menjadi indikasi bahwa puncak arus balik telah terlewati, sekaligus menandai berakhirnya periode mobilitas tinggi masyarakat selama musim Lebaran.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Kapan puncak arus balik Lebaran 2026 di Muara Teweh?
Puncak arus balik terjadi pada H+4 Lebaran, yakni Rabu (25/3).

2. Apakah jumlah penumpang pesawat sudah menurun?
Ya, pada H+5 jumlah penumpang mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya.

3. Maskapai apa yang melayani rute Muara Teweh–Banjarmasin?
Rute ini dilayani oleh Wings Air dengan pesawat ATR-72-600.

4. Berapa frekuensi penerbangan dari Muara Teweh ke Banjarmasin?
Penerbangan tersedia setiap hari dengan satu kali jadwal.

5. Apakah ada penerbangan ke Palangka Raya?
Ada, melalui penerbangan perintis Susi Air seminggu sekali dan Wings Air empat kali seminggu.

Senin, 23 Maret 2026

Tiga Destinasi Favorit Barito Utara Dijaga Saat Libur Lebaran

BPBD Barito Utara bersama tim gabungan mengamankan objek wisata selama libur Lebaran 2026 demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
BPBD Barito Utara bersama tim gabungan mengamankan objek wisata selama libur Lebaran 2026 demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Muara Teweh – Momen libur Lebaran 2026 emang jadi waktu yang paling ditunggu buat jalan-jalan bareng keluarga. Nah, biar liburan tetap aman dan nyaman, BPBD Barito Utara langsung turun tangan buat ngamanin sejumlah objek wisata favorit.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, bilang kalau pengamanan ini dilakukan khusus selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah, apalagi pas jumlah pengunjung lagi naik drastis.

“Pengamanan ini kita lakukan selama libur Lebaran, terutama saat kunjungan wisatawan lagi tinggi di tiga destinasi unggulan,” ujarnya.

Ada tiga lokasi yang jadi fokus utama, yaitu DAM Trinsing dan Bumi Perkemahan (Buper) Panglima Batur di Kecamatan Teweh Selatan, plus Air Terjun Jantur Doyam yang ada di Kilometer 18 jalur Muara Teweh–Puruk Cahu, Kecamatan Lahei Barat.

Nggak sendirian, BPBD juga kerja bareng TNI, Polri, aparat desa, sampai Dinas Budaya, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora). Tujuannya jelas: biar semua pengunjung bisa liburan dengan rasa aman.

Menariknya, petugas yang berjaga bukan cuma fokus ke keamanan aja, tapi juga aktif ngasih imbauan ke pengunjung.

“Pengunjung diharapkan tetap hati-hati, jaga ketertiban, dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Rizali.

Nggak heran sih kalau tiga tempat ini jadi pusat keramaian. Soalnya memang termasuk destinasi favorit di Barito Utara, apalagi pas momen Lebaran.

Di sisi lain, Kepala Disbudparpora Barito Utara, Annisa Cahyawati, juga ngasih update kalau sejak hari pertama dan kedua Lebaran, tempat wisata udah dipadati pengunjung.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, aman, dan tetap tertib,” katanya.

Pengunjung yang datang pun nggak cuma dari Muara Teweh, tapi juga dari daerah sekitar bahkan kabupaten tetangga. Jadi suasananya makin ramai, tapi tetap terkendali.

Buat menunjang kenyamanan, Disbudparpora juga sudah menyiapkan berbagai fasilitas tambahan, termasuk pos pelayanan di beberapa titik wisata. Selain itu, imbauan keselamatan juga disampaikan lewat baliho dan pamflet yang tersebar di area wisata.

Dengan kerja sama lintas instansi ini, diharapkan libur Lebaran tahun ini bisa dinikmati masyarakat dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa khawatir.

FAQ (Yang Sering Ditanyain Netizen)

1. Wisata mana aja yang dijaga BPBD saat Lebaran?
DAM Trinsing, Buper Panglima Batur, dan Air Terjun Jantur Doyam.

2. Siapa aja yang ikut pengamanan?
BPBD, TNI, Polri, aparat desa, dan Disbudparpora.

3. Kenapa pengamanan ditingkatkan saat Lebaran?
Karena jumlah wisatawan naik drastis saat libur panjang.

4. Aman nggak sih liburan ke sana?
Aman! Semua aktivitas wisata dilaporkan berjalan lancar dan tertib.

5. Ada imbauan khusus buat pengunjung?
Ada, pengunjung diminta tetap hati-hati, jaga ketertiban, dan patuhi arahan petugas.

Wisata Barito Utara Diserbu Saat Lebaran 2026, Jantur Doyam Paling Hits

Wisata Barito Utara ramai saat Lebaran 2026. Jantur Doyam dan DAM Trinsing jadi favorit, pengunjung membludak tapi tetap aman dan tertib.
Wisata Barito Utara ramai saat Lebaran 2026. Jantur Doyam dan DAM Trinsing jadi favorit, pengunjung membludak tapi tetap aman dan tertib.

Barito Utara – Libur Lebaran 2026 bener-bener dimanfaatin warga buat jalan-jalan. Sejumlah tempat wisata di Barito Utara, Kalimantan Tengah, langsung dipadati pengunjung di hari pertama dan kedua Idul Fitri.

Kondisi ini nunjukin kalau mobilitas masyarakat lagi tinggi banget selama momen liburan.

Kepala Disbudparpora Barito Utara, Annisa Cahyawati, bilang kalau situasi di lapangan tetap aman dan terkendali.

“Selama dua hari libur Lebaran, tempat wisata ramai banget. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya di Muara Teweh.

Tiga Tempat Ini Jadi Favorit

Dari sekian banyak destinasi, ada tiga lokasi yang paling diserbu pengunjung:

  • Air Terjun Jantur Doyam

  • DAM Trinsing

  • Bumi Perkemahan Panglima Batur

Gak cuma warga lokal, banyak juga pengunjung dari daerah sekitar bahkan kabupaten tetangga yang ikut meramaikan.

Gak heran sih, soalnya tempat-tempat ini memang cocok banget buat quality time bareng keluarga pas Lebaran.

Fasilitas dan Pengamanan Tetap Siaga

Biar liburan tetap nyaman, pihak Disbudparpora juga udah siapin berbagai fasilitas, termasuk pos pelayanan di beberapa titik wisata.

Petugas juga aktif ngingetin pengunjung buat tetap tertib dan patuh sama aturan.

“Kami terus kasih imbauan lewat baliho dan pamflet supaya pengunjung tetap mengikuti aturan yang ada,” jelas Annisa.

Jadi walaupun ramai, suasana tetap kondusif dan nyaman buat semua.

Pariwisata Jadi Andalan Daerah

Menariknya, sektor pariwisata di Barito Utara sekarang lagi jadi fokus pengembangan pemerintah daerah.

Dengan makin banyaknya wisatawan, sektor ini punya potensi besar buat ningkatin ekonomi lokal, mulai dari UMKM sampai peluang usaha lainnya.

Jangan Lupa Jaga Kebersihan!

Di tengah ramainya pengunjung, masyarakat juga diingatkan buat tetap menjaga kebersihan dan kelestarian tempat wisata.

“Semoga masyarakat bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman, sekaligus ikut menjaga fasilitas yang ada,” tutup Annisa.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanya)

1. Kapan wisata Barito Utara mulai ramai?
Pas hari pertama dan kedua Lebaran 2026.

2. Tempat mana yang paling hits?
Jantur Doyam, DAM Trinsing, dan Bumi Perkemahan Panglima Batur.

3. Aman gak buat dikunjungi?
Aman banget, semua berjalan lancar dan tertib.

4. Pengunjungnya dari mana aja?
Dari warga lokal sampai daerah sekitar dan kabupaten tetangga.

5. Ada imbauan khusus gak?
Ada, pengunjung diminta tetap tertib, patuh aturan, dan jaga kebersihan.

Jumat, 23 Agustus 2024

Rumah Barak Jalan Sengaji Hilir Muara Teweh Habis Dilalap Api

Rumah Barak Jalan Sengaji Hilir Muara Teweh Habis Dilalap Api
Rumah Barak Jalan Sengaji Hilir Muara Teweh Habis Dilalap Api.
MUARA TEWEH – Barak 6 pintu dekat lampu merah simpang empat Langgar Darul Hair Muara Teweh, hari ini ludes dilalap api saat ditinggal penghuninya.

Kejadian terjadi sekitar pukul 14:00 WIB sore di jalan Sengaji Hilir gang Semusim RT 8 Muara Teweh. Jum'at, 23 Agustus 2024.

Salah satu penghuni Barak bernama ibu Misbah, saat kejadian mengaku dirinya sedang tidak ada dirumah. Barak yang ditempatinya milik mama Agus pemilik toko alat-alat bangunan yang berada tepat disimpang empat jalan Sengaji.

Saat peristiwa terjadi, terlihat petugas Pemadam Kebakaran memblokade api dengan melakukan penyemprotan dari berbagai arah agar api tidak menjalar kerumah lainnya. Dimana lingkungan pemukiman di lokasi kejadian sangat rapat dan bangunannya banyak terbuat dari kayu.

Ketua RT setempat, Dede, mengaku saat kejadian kebetulan dia sedang berada diluar rumah, sehingga dapat melakukan upaya sebisanya membantu. Disebutnya juga beberapa nama korban seperti Ratna Kencana dan Suriansyah.

Sementara Kabid Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Barito Utara, Tri Indra Hartono, S.Hut, MP yang kami wawancarai. Menyebut pihak Damkar telah menurunkan unit mobil pemadam kebakaran serta anggota personil yang full dalam kebakaran kali ini. Diterangkannya pula tentang SOP Damkar untuk kebakaran ini.

"Kebakaran tidak merembet. Akan tetapi walaupun statusnya sudah "kuning", Damkar tidak akan bergeser kalau asap ini masih ada," katanya.

Ditambahkannya lagi, apabila mobil pemadam kebakaran keluar dari lokasi itu artinya sedang melakukan pengisian air. Apalagi saat ini musim kemarau air agak sukar jelasnya.

Upaya keras Pemadam Kebakaran Barito Utara memadamkan api di kejadian ini cukup cepat, sehingga beberapa warga mengaku bangga menyaksikan upaya para anggota Damkar tersebut.

(M. Gazali Noor)

Rabu, 21 Agustus 2024

Rakerwil Persekutuan Gereja - Gereja Pantekosta Indonesia Barito Utara Dibuka Resmi Muhlis

Rakerwil Persekutuan Gereja - Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Barito Utara Dibuka Resmi Muhlis
Rakerwil Persekutuan Gereja - Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Barito Utara Dibuka Resmi Muhlis.
MUARA TEWEH – Pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kabupaten Barito Utara dibuka resmi Pj. Bupati Barito Utara, H. Drs. Muhlis. Bertempat di Aula Kantor Bapedda Muara Teweh. Pada Selasa, 20 Agustus 2024 pagi.

Kegiatan ini mengangkat tema ayat Al Kitab Perjanjian Baru, yaitu Surat Paulus Kepada Jemaat di Galatia yang memuat tentang kemerdekaan.

"Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" (Galatia 5 : 1). Tulis di baliho kegiatan.

Pj. Bupati Barito Utara yang dahulunya pernah bertempat tinggal dilingkungan warga gereja Pantekosta Muara Teweh, yaitu dekat stadion Swakarya, mengaku sudah merasa jadi bagian dari keluarga gereja Pantekosta. Sehingga meskipun jadwal padat pada hari itu, dirinya merasa berkewajiban untuk hadir di acara ini.

Muhlis dalam sambutan pembukaan acara Rakerwil ini juga memohon, agar para tokoh agama, para Pendeta maupun jemaat untuk terus bersatu bergandengan tangan mendukung Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

"Untuk menciptakan suasana yang aman, damai, sejuk dalam kehidupan sehari-hari. Serta saling menghindari perselisihan diantara kita. Terlebih lagi menjelang Pemilihan Umum serentak pada 27 November mendatang," harap Muhlis.

Menurut Muhlis, peran Pendeta sangat penting dalam menangkal berita isu sara yang dapat memecah belah persatuan. Semuanya mesti dapat hidup bersama dalam Falsafah Huma Betang harapnya.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua PGPI Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Drs. Lantas Sinaga, M.A, M.Th. Dalam sambutannya dia meluruskan anggapan, bahwa atapnya gereja-gereja di Indonesia hanya PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia).

Kemudian dia juga menjelaskan tentang makna untuk apa kita bersatu. Menurut PGPI, kata Lantas Sinaga, adalah untuk mendoakan negeri kita. Seraya menyampaikan juga pesan dari Yeremia 29 ayat 7.

"Bersatu dan berdoa dan bekerjasama dengan para pemimpin. PGPI berkewajiban untuk berdoa bagi pemimpin-pemimpin setempat. Bukan hanya berdoa tapi juga bekerjasama," kata Lantas.

Kepala Kantor Kementrian Agama yang mewakilkan sambutannya kepada Serimawarti, S. PAK mengatakan, "PGPI merupakan bagian dari organisasi keagamaan umat Kristen yang memiliki kekuatan besar. Jika bergerak bersama melakukan Tri Panggilan Gereja, yaitu Koinonia (bersekutu), Marturia (bersaksi) dan Diakonia (melayani)".

Disampaikan juga tentang moderasi beragama dan kerukunan antar umat beragama, maupun umat beragama dengan pemerintah yang tetap harus dijaga dengan baik katanya.

Acara pembukaan Rakerwil ini dihadiri oleh para Pendeta, unsur dari pemerintah daerah, Sastra Jaya (Tokoh Masyarakat), para jemaat dan insan pers (M. Gazali Noor)

Selasa, 20 Agustus 2024

Pertama Kali Berpolitik, Tokoh NU Barito Utara Ini Jadi Pendatang Baru Di DPRD Barut

Pertama Kali Berpolitik, Tokoh NU Barito Utara Ini Jadi Pendatang Baru Di DPRD Barut
Pertama Kali Berpolitik, Tokoh NU Barito Utara Ini Jadi Pendatang Baru Di DPRD Barut.
MUARA TEWEH — Sebanyak 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara periode 2024-2029 telah resmi dilantik pada Senin, 19 Agustus 2024. 

Pengambilan sumpah/janji tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna yang digelar di gedung DPRD Barito Utara. 

Dengan ini, ke-25 wakil rakyat tersebut dinyatakan sah menduduki kursi DPRD Barito Utara, sesuai dengan keputusan Gubernur Kalimantan Tengah yang segera disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia.

Di antara anggota dewan yang terpilih, ada yang sudah berkali-kali bertarung dalam Pemilu Legislatif dan tetap bertahan di DPRD Barito Utara. 

Namun, menariknya, ada juga wajah baru yang baru pertama kali mencicipi dunia politik, salah satunya adalah H. Al Hadi, S.Pd.I.

H. Al Hadi, yang lahir di Muara Lahei pada 4 Oktober 1962, adalah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Barito Utara. 

Meski baru pertama kali terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri, Al Hadi langsung berhasil memenangkan hati rakyat di daerah pemilihannya. 

Berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Al Hadi berhasil mengamankan kursi di DPRD Barito Utara, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Latar belakang Al Hadi sebagai seorang santri dan pensiunan ASN Kementerian Agama, di mana ia pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), memberikan warna tersendiri dalam kiprah politiknya. 

Dukungan kuat dari sang istri, Dra Hj Siti Dahsri Yusni, yang juga merupakan Ketua Muslimat NU Barito Utara, turut berkontribusi dalam keberhasilan Al Hadi meraih suara signifikan pada Pemilu Legislatif yang lalu.

Sebagai seorang legislator, Al Hadi memiliki sejumlah rencana program kerja yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 

Ia berkomitmen untuk menampung, memperjuangkan, dan menyalurkan aspirasi rakyat dalam berbagai bidang kelembagaan.

Selain itu, program pembangunan infrastruktur pedesaan dan pengembangan jaringan kelistrikan serta energi alternatif ke desa-desa juga menjadi prioritasnya.

Al Hadi, yang tumbuh besar di Kalimantan dengan hutan-hutannya yang masih hijau, sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Ia juga berencana untuk lebih mengaktifkan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) di wilayahnya.

Saat ditanya mengenai motivasinya dalam memperjuangkan program-program tersebut, Al Hadi menjawab dengan singkat namun penuh makna, "Ingin berkontribusi memberikan yang terbaik untuk masyarakat Barito Utara."

Kini, dengan kesederhanaannya dan kemampuannya untuk mudah membaur dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, H. Al Hadi resmi menjadi salah satu dari 25 Wakil Rakyat yang akan memperjuangkan aspirasi warga Barito Utara selama lima tahun ke depan.

Penulis: M. Gazali Noor

Resmi Jadi Legislator, 25 Anggota DPRD Barito Utara 2024 - 2029 Diambil Sumpah Tentang Ini

Resmi Jadi Legislator, 25 Anggota DPRD Barito Utara 2024 - 2029 Diambil Sumpah Tentang Ini
Resmi Jadi Legislator, 25 Anggota DPRD Barito Utara 2024 - 2029 Diambil Sumpah Tentang Ini.
MUARA TEWEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Utara untuk masa bakti 2024 - 2029 telah diambil sumpahnya di gedung DPRD Barito Utara, Muara Teweh. Senin, 19 Agustus 2024 Sore.

Sebanyak 25 orang wakil rakyat tersebut secara bersama-sama mengucapkan sumpah/janjinya yang dimulai dengan kata, "Demi Tuhan Saya Berjanji".

Sumpah janji yang meliputi akan memenuhi kewajiban sebagai anggota DPRD dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Akan menjalankan kewajiban, akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta akan memperjuangkan aspirasi rakyat. Diucapkan para anggota dewan tersebut dibawah sumpah Kitab Suci agamanya masing-masing.

Berikut selengkapnya nama-nama Anggota DPRD yang telah melakukan sumpah/janjinya sebagai wakil rakyat Barito Utara :

Daerah Pemilihan (Dapil) Barito Utara I berjumlah sembilan orang yaitu, Hj. Mery Rukaini dari Partai Demokrat, H. Tajeri dari Partai Gerindra, Rosi Wahyuni dari Partai Hanura, H. Parmana Setiawan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gun Sriwitanto dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Nurul Anwar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Nugraha dari PDI-P, Patih Herman AB dari Partai Demokrat serta Drs. H. Asran dari Partai Golkar.

Sedangkan dari Dapil Barito Utara II ada enam anggota DPRD, yakni Hasrat dari Partai Amanat
Nasional (PAN), Jiham Nur dari Partai Demokrat, Henny Rosgiaty Rusli dari PDI-P, H. Al Hadi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jamilah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Edi Fran Aji dari Partai Nasdem.

Hj. Mery Rukaini sebagai Pimpinan Sementara DPRD Barito Utara mengatakan, "Pengucapan sumpah/janji Anggota DPRD Barito Utara ini adalah proses terakhir dari berbagai tahapan rekrutmen anggota DPRD dan merupakan awal untuk melaksanakan pengabdian dan amanah dari konstituen," jelas Mery.

Sementara Sastra Jaya yang memberi sambutan sebagai Pimpinan DPRD 2019 - 2024, mengibaratkan antara DPRD dan pemerintah bagai sebuah  mata uang.

"Saya juga menyampaikan kepada kita semua, bahwa sebenarnya DPRD dan Pemerintah Daerah itu semacam satu mata uang. Yaitu dua sisi yang berbeda namun tidak mungkin bisa dipisahkan," terang Sastra.

Di kesempatan tersebut juga dibacakan Sambutan dari Mentri Dalam Negeri, Tito Karnavian, oleh Pj Barito Utara, Drs. H Muhlis. Disebutkan, bahwa acara ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses pelaksanaan, yang secara filosofis berkedudukan sebagai sarana demokrasi yang dimaksudkan untuk kedaulatan rakyat.

Tampak hadir dalam acara ini Pj. Sekda Barito Utara, Jufriansyah, Kapolres Barito Utara, AKBP Gede Eka Yudharma, Perwakilan Komandan Kodim, Ketua Pengadilan Tinggi, Kepala Kantor Kementrian Agama, para pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan keluarga dari para Anggota Dewan yang dilantik. (M. Gazali Noor)

Minggu, 18 Agustus 2024

Peringatan HUT RI ke-79 di Muara Teweh Diwarnai Live Streaming Upacara dari IKN: Apa Kata Media dan Pakar Internasional?

Peringatan HUT RI ke-79 di Muara Teweh Diwarnai Live Streaming Upacara dari IKN: Apa Kata Media dan Pakar Internasional?
Peringatan HUT RI ke-79 di Muara Teweh Diwarnai Live Streaming Upacara dari IKN: Apa Kata Media dan Pakar Internasional?
MUARA TEWEH - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 di Muara Teweh, Barito Utara, berlangsung meriah dengan rangkaian acara yang istimewa. 

Setelah upacara bendera di Arena Terbuka Tiara Batara, para pejabat teras Barito Utara melanjutkan kegiatan dengan menonton siaran langsung upacara kemerdekaan yang diselenggarakan di Ibu Kota Negara (IKN) melalui layar vidiotron yang dipasang di Gedung Balai Antang, Sabtu, 17 Agustus 2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting yang dengan seksama menyaksikan setiap rangkaian upacara di IKN yang ditayangkan secara langsung. 

Suasana di dalam gedung tersebut terasa khidmat namun santai, dengan meja-meja tamu yang dipenuhi aneka hidangan untuk dinikmati selama acara berlangsung. 

Di deretan kursi paling belakang, tampak Pasukan Paskibraka yang telah bertugas menaikkan bendera sebelumnya, turut hadir menyaksikan acara ini.

Tidak hanya menarik perhatian di dalam negeri, upacara di IKN juga mendapat sorotan dari berbagai media internasional. 

Salah satu yang memberikan perhatian khusus adalah Reuters, sebuah media terkemuka asal Inggris. Dalam laporannya, Reuters menyoroti upacara di IKN dengan tajuk yang cukup menggugah, "Indonesia Holds Curtailed Independence Day Event in Troubled New Capital". 

Judul ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh IKN, termasuk masalah penundaan pembangunan dan kekurangan pendanaan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Mengutip dari CNBC Indonesia, disebutkan bahwa upacara di IKN dilakukan dalam skala kecil karena kota baru tersebut masih dalam tahap pembangunan. 

Laporan tersebut juga menyinggung tentang pengunduran diri Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN, yang menambah beban tantangan bagi proyek ambisius ini.

Selain itu, pandangan kritis juga datang dari pakar politik dan keamanan internasional Universitas Murdoch Australia, Ian Wilson. 

Dalam komentarnya yang dimuat oleh Al Jazeera dan dikutip oleh CNN Indonesia, Wilson mengkritisi ketergantungan proyek IKN pada investasi asing. 

Menurutnya, ketergantungan ini bertentangan dengan retorika nasionalis yang diusung oleh proyek tersebut. 

"Ketergantungan besar pada investasi asing untuk membangun IKN, yang dijual dengan syarat-syarat dan pengecualian dengan janji manis, tidak hanya gagal, tetapi juga sangat bertentangan dengan retorika nasionalis yang mendasari proyek ini: ibu kota negara yang dibangun dengan uang asing," ungkap Wilson.

Acara di Muara Teweh yang memadukan peringatan hari kemerdekaan dengan tayangan langsung dari IKN ini menandai bagaimana dinamika pembangunan ibu kota baru masih terus menjadi topik hangat, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

(M. Gazali Noor)

Upacara HUT RI Ke 79 Barito Utara, Gubernur Kalteng : Harapan Besar Orang Kalimantan IKN Tidak Jawasentris

Barito Utara menggelar upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh.
Barito Utara menggelar upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh.
MUARA TEWEH – Barito Utara menggelar upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh pada Sabtu, (17/8/2024) Pagi.

Drs, Muhlis selaku Penjabat Bupati Barito Utara bertindak sebagai Inspektur Upacara di Hari Kemerdekaan ini.

Di kursi kehormatan, tampak hadir Pj. Sekda Barito Utara, Ketua DPRD, Anggota DPRD, Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Dandim 1013 Muara Teweh, Kapolres, para Kepala Dinas, tokoh agama dan tokoh adat Barito Utara.

Sementara itu di tempat duduk penonton, dipenuhi para pelajar dari semua tingkatan, dari SD hingga SMA sederajat. Hadir pula mahasiswa, para PNS/ASN dan masyarakat yang tidak mau ketinggalan menyaksikan momen penting negara tersebut.

Teks Proklamasi Kemerdekaan dalam upacara ini dibacakan oleh Hj. Mery Rukaini, Ketua DPRD Barito Utara.

Untuk Pembacaan Amanat Pembina Upacara dilakukan Drs. Muhlis, dengan membacakan teks pidato Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, yang memuat berbagai harapan dan motivasi untuk seluruh masyarakat Kalteng, termasuk tentang IKN (Ibu Kota Nusantara).

"Peringatan ke 79 RI kali ini terasa semakin istimewa karena untuk pertama kalinya upacara HUT RI Tingkat Nasional digelar dipulau Kalimantan, yakni di IKN,"  kata Sugianto.

Sugianto Sabran melalui Muhlis, menyinggung pula tentang IKN yang disebutnya sebagai "harapan besar" orang Kalimantan yang menginginkan percepatan pembangunan di seluruh Indonesia, tidak lagi "jawasentris".

"Ibu kota Nusantara sendiri merupakan simbol harapan besar, khususnya kita masyarakat Kalimantan Tengah yang ingin percepatan dan pemerataan pembangunan seluruh wilayah tanah air tidak lagi jawasentris," kata Sugianto.

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih berlangsung ditempat yang sama pada sore harinya.

Menjadi Inspektur Upacara adalah Pj. Bupati Barito Utara Drs Muhlis kembali.

Selaku Komandan Upacara, IPDA Michael Bethrand Simanjuntak. Komandan Pasukan Pengawal, Briptu, M. Zulfi Yudistira. Keduanya dari Polres Barito Utara.

Pembawa Bendera, Frisca Almagfira Ramadhani dari SMA 1 Muara Teweh. Komandan Kelompok, Fajar Mulya dari SMA 4 Muara Teweh, Penggerek Bendera, Indra Lesmana dari MAN Muara Teweh dan Perentang Bendera, Fikri Hidayat dari SMA 1 Muara Teweh.

(M. Gazali Noor)

Sabtu, 17 Agustus 2024

Gubernur Kalteng Di HUT RI Ke 79 Muara Teweh : Wujudkan Bangsa Maju Tidak Mudah

Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis, bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 79 yang berlangsung di Arena Terbuka Tiara Batara.
Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 79 yang berlangsung di Arena Terbuka Tiara Batara.
MUARA TEWEH – Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis, bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 79 yang berlangsung di Arena Terbuka Tiara Batara, Sabtu Pagi 17 Agustus 2024.

Muhlis yang membacakan Amanat Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menyampaikan dalam amanatnya. Bahwa pembangunan ke depan akan lebih berat dan kompleks seperti persaingan antar negara.

Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis, bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 79 yang berlangsung di Arena Terbuka Tiara Batara
Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 79 yang berlangsung di Arena Terbuka Tiara Batara.
Persaingan yang makin hebat tersebut, lanjut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, akibat globalisasi dan digitalisasi. Ketidakpastian ekonomi dan politik global, perubahan iklim, ancaman krisis pangan dan energi. Tidak lupa Gubernur menyebut IKN dan bonus demografi.

Gubernur Kalteng mengakui, untuk membangun bangsa yang maju, bangsa yang berkeadilan, makmur, bukan hal mudah.

"Bersama-sama meneruskan pembangunan untuk mewujudkan bangsa yang maju, adil, sejahtera dan bermartabat. Namun itu bukan tugas mudah," kata Sugianto Sabran.

Agar mampu menghadapi berbagai tantang tersebut, katanya lagi, caranya harus benar-benar mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan juga kemandirian daerah.

Upacara Peringatan HUT RI Ke - 79 ini terbilang semarak. Di ikuti berbagai elemen masyarakat dari pelajar tingkat SD hingga SMA sederajat. Tidak ketinggalan dari Mahasiswa, Ormas, hingga berbagai instansi pemerintah daerah di Kabupaten Barito Utara. Arena Terbuka Tiara Batara dipenuhi dengan peserta upacara dan masyarakat.

Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Ketua DPRD Barito Utara, Hj Mery Rukaini.

Komandan Upacara ditugaskan kepada Lettu Ahmad Munir dari Kodim 1013 Muara Teweh, dan Komandan Pasukan Pengawal Paskibraka, Sertu Ihsan Abdullah.

Adapun yang bertugas membawa bendera adalah Cut Hafizatul Zahra Ayu Ningrum pelajar MAN 1 Muara Teweh.. Komandan Kelompok Paskibraka, Ahmad Sofyan dari MAN 1 Muara Teweh. Penggerek Bendera, Joysan Aditya Saputra dari MAN 1 Muara Teweh. Pembentang Bendera,  Tryadit Ilman Norwathan dari MAN 1 Muara Teweh.

Upacara ini juga dihadiri pejabat-pejabat penting Barito Utara, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

(M. Gazali Noor)

Kamis, 15 Agustus 2024

Kemenag Barito Utara Adakan Tasyakuran Sukses Haji, Informasikan Tentang Arbain

Kemenag Barito Utara Adakan Tasyakuran Sukses Haji, Informasikan Tentang Arbain
Kemenag Barito Utara Adakan Tasyakuran Sukses Haji.
MUARA TEWEH – Suksesnya keberangkatan dan kepulangan jamaah haji Barito Utara tahun 2024 di syukuri dengan diadakannya Tasyakuran oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara, dalam hal ini Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barito Utara.

Acara dilaksanakan di aula Kantor Kementrian Agama Barito Utara, Muara Teweh. Rabu 14 Agustus 2024 pagi kemarin.

Kepala Kantor Kementrian Agama Barito Utara, H. Abdul Majid Rahimi, S.Ag, menyatakan bahwa, untuk tahun 2024 ini tidak berlebihan kiranya apabila dikatakan sukses.

"Sebelumnya jamaah haji yang meninggal hampir mencapai seribu, tahun ini sekitar dua ratus yang meninggal. Perbandingan yang sangat jauh sekali," kata H. Abdul Majid Rahimi.

Kemudian, katanya lagi, apabila di pemondokan atau maktab beberapa tahun yang lalu tidak ada Posko Kesehatan Terpadu, ternyata tahun ini ada.

Meskipun begitu dia mengakui masih adanya kekurangan-kekurangan. Hal itu dikarenakan pemerintah tidak hanya melayani satu kloter, namun seluruh Indonesia.

Dikesempatan tersebut dia juga menyampaikan tentang permasalahan yang kadang tidak diketahui para jamaah haji. Dia berharap agar informasi ini disampaikan kepada keluarga yang akan berangkat haji.

Hal tersebut berkaitan dengan salah satu rangkaian ibadah haji, yaitu Arbain yang sering dianggap wajib.

"Untuk tahun ini Arbain itu tidak menjadi salah satu rangkaian ibadah haji," jelasnya.

Pj. Bupati Barito Utara Drs. Muhlis yang sambutannya dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yaser Arafat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya Kepada Kepala Kantor Kementrian Agama Barito Utara beserta jajarannya, yang telah memfasilitasi sehingga ibadah haji berjalan lancar dan sukses sebutnya.

Tidak lupa Muhlis berpesan, agar spirit ibadah yang dilaksanakan di tanah suci tetap diterapkan ketika sudah berada di tanah air.

"Saya berharap ibadah haji yang Bapak Ibu tunaikan kemarin mendapatkan predikat haji yang mabrur dan mabrurah. Harapan kita bersama Bapak Ibu sekalian dapat terus Istiqomah," harap Muhlis.

Acara ini dihadiri Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Barito Utara, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Madrasah dan alim ulama setempat.

(M. Gazali Noor)

Rabu, 14 Agustus 2024

Dialog Publik Pilkada, Muhlis Kepada Pemuda : Tidak Cuma Ikut-ikutan atau Ikut Money Politics

Dialog Publik Pilkada dengan tema "Peran Strategis Pemuda dan Mahasiswa Dalam Mewujudkan Pilkada Damai dan Berintegritas", diadakan di Gedung Balai Antang
MUARA TEWEH – Dialog Publik Pilkada dengan tema "Peran Strategis Pemuda dan Mahasiswa Dalam Mewujudkan Pilkada Damai dan Berintegritas", diadakan di Gedung Balai Antang Jalan A. Yani Muara Teweh. Pada Rabu, 14 Agustus 2024 pagi.

Dialog yang diinisiasi KPU Barito Utara ini diikuti 250 peserta, baik dari Mahasiswa, Pelajar dan Organisasi Kepemudaan di Kabupaten Barito Utara.

Acara dibuka Pj. Bupati Barito Utara Drs. Muhlis yang dalam hal ini diwakilkan kepada Asisten II Setda, Gazali Montalatua, S.sos, MAP.

Gazali yang dikenal sebagai pejabat jago berpantun secara spontan dan dikenal kocak ini, memberikan pengantar Pidato Pj. Bupati Barito Utara lewat sebuah pantun yang membuat suasana cair.

"Ikan kakap di atas peti, ada lentera pengganti lilin, mohon maaf ujar Pj. Bupati, ada acara di tempat lain," ujar Gazali yang disambut tawa hadirin.

Selanjutnya dalam teks sambutannya, Pj Bupati Muhlis berharap, agar melalui kegiatan bersifat dialogis ini nantinya dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi generasi muda selaku pemilih pemula.

"Harapan kita bersama kegiatan Dialog Publik seperti ini menjadi wadah bertukar pikiran dan pendapat seputar calon Kepala Daerah. Sehingga para generasi muda Barito Utara yang tergolong pemilih pemula tidak mudah termakan isu hoaks," pesan Muhlis.

Dia juga mengimbau, supaya melalui kegiatan tersebut pemuda benar-benar menggunakan hak pilihnya secara rasional, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik uang.

"Menjadi pemilih yang benar-benar menggunakan hak pilihnya secara tepat dan tidak hanya ikut-ikutan atau ikut money politics," tekan Muhlis.

Tidak lupa dia berpesan agar para pemuda menggunakan hak politiknya, sehingga partisipasi masyarakat memenuhi target nasional 79, 5%.

Sementara itu Plh. Ketua KPU Barito Utara, Paizal Rahman, yang mewakili Siska Dewi Lestari memperbaharui informasi terkait jumlah pemilih sementara sebelumnya. Dimana bila sebelumnya disebut terdapat penambahan 1001 pemilih. Setelah dihitung lebih spesifik lagi ternyata 999 pemilih. Artinya ada 2 digit saja angka pemilih yang mendapat pembaharuan.

Pada Pilkada nanti sebut Paizal yang juga Komisioner KPU Barito Utara ini, terdapat adanya penurunan jumlah TPS dibanding Pemilu 2024 yang lalu.

"TPS Pilkada berkurang sekitar 40%," ungkap Paizal.

Dia juga meluruskan kekeliruan pemahaman beberapa masyarakat, bahwa siapa saja yang memimpin tidak berpengaruh apa-apa juga terhadap dirinya.

Padahal menurutnya, pemimpin itu penting, karena mengatur lini sektor di Kabupaten. Baik itu perekonomian, perdagangan bahkan pertanian, jelas pria yang akrap disapa Ical ini.

Dialog Publik Pilkada Barito Utara ini dihadiri perwakilan Dandim 1013 Muara Teweh, Kasat Intelkam yang mewakili Kapolres, Kepala Badan Kesbangpol, Kajari, Ketua Bawaslu, HMI, KNPI, Karang Taruna dan Pelajar SMA/SMK Muara Teweh. 

(M. Gazali Noor)

Senin, 12 Agustus 2024

Penutupan dan Final Turnamen Sepak Bola Pj Bupati Cup Barito Utara: Hadiah Jutaan Rupiah Dibagikan

Penutupan dan Final Turnamen Sepak Bola Pj Bupati Cup Barito Utara
Penutupan dan Final Turnamen Sepak Bola Pj Bupati Cup Barito Utara.
MUARA TEWEH - Turnamen Sepak Bola Pj Bupati Cup U-40 sukses digelar untuk memeriahkan HUT Kabupaten Barito Utara ke-74 dan HUT Republik Indonesia ke-79. 

Acara ini ditutup secara resmi oleh Pj Bupati Barito Utara, Drs. H. Muhlis, di Stadion Swakarya Muara Teweh, pada Minggu, 11 Agustus 2024 sore. 

Turnamen ini menarik perhatian karena hadiah totalnya yang mencapai puluhan juta rupiah.

Final Seru di Tengah Hujan Deras

Acara penutupan diwarnai dengan pertandingan final yang menegangkan antara dua tim kuat: PU Putra Legend dan Barito Legend. Meskipun diguyur hujan lebat, kedua kesebelasan berjuang keras di lapangan untuk meraih gelar juara, disaksikan langsung oleh Pj Bupati Muhlis dan para tamu undangan dari tribun.

Hujan yang deras sempat membuat para tamu kehormatan harus berpindah ke ruang tribun lain agar tetap nyaman menyaksikan laga pamungkas ini. Suasana di stadion sangat tegang, dengan penonton dan tamu undangan fokus mengikuti jalannya pertandingan.

Pertarungan Ketat di Lapangan Licin

Di lapangan yang licin, para pemain veteran dari kedua tim tampil habis-habisan. Babak pertama berakhir tanpa gol, meski banyak peluang tercipta di depan gawang masing-masing. Memasuki babak kedua, kedua tim berhasil mencetak satu gol, termasuk gol penalti dari PU Putra Legend, sehingga skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti. Dalam babak ini, PU Putra Legend berhasil keluar sebagai juara 1 meski sempat diwarnai protes. Kemenangan ini disambut sorak sorai dari para pendukungnya.

Penghargaan dan Hadiah untuk Para Pemenang

Pj Bupati Muhlis menyerahkan langsung piala dan hadiah kepada para pemenang. PU Putra Legend mendapatkan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah sebagai juara 1. Sementara itu, Barito Legend sebagai runner-up menerima 7 juta rupiah, dan Swakarya yang menempati posisi ketiga mendapat 5 juta rupiah. Hadiah juga diberikan kepada juara di bawahnya.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat dan perwakilan, termasuk Staf Ahli Bupati, perwakilan Dandim, Kapolres, KONI, Asosiasi Sepak Bola, dan perbankan.

Turnamen Pj Bupati Cup ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan semangat kebersamaan di antara masyarakat Barito Utara. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semangat olahraga semakin tumbuh di daerah ini, dan turnamen serupa dapat terus digelar di masa mendatang.

(M. Gazali Noor)