Berita BorneoTribun: ProKlim hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label ProKlim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ProKlim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

DLH Kalsel Dorong Aksi Iklim Terukur Melalui 559 Program Kampung Iklim

DLH Kalsel mencatat 559 lokasi ProKlim aktif memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim guna menekan risiko banjir, kekeringan, dan kebakaran lahan.
DLH Kalsel mencatat 559 lokasi ProKlim aktif memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim guna menekan risiko banjir, kekeringan, dan kebakaran lahan.

BANJARMASIN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 559 lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim) tersebar di berbagai wilayah hingga tahun 2025. Program ini dinilai semakin optimal dalam memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk menekan risiko bencana di daerah tersebut.

Kepala DLH Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu global, tetapi sudah dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat lokal.

“Perubahan iklim kini menjadi kenyataan yang dirasakan langsung masyarakat sehingga memerlukan respons terencana dan berkelanjutan,” ujar Rahmat saat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Banjarmasin, Senin.

Dampak Perubahan Iklim Semakin Terasa

Menurut Rahmat, dampak perubahan iklim di Kalimantan Selatan semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu ditandai dengan kenaikan suhu rata-rata, perubahan pola curah hujan, hingga meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.

Kondisi tersebut memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti:

  • Banjir yang semakin sering terjadi

  • Kekeringan di sejumlah wilayah

  • Kebakaran hutan dan lahan

  • Penurunan kualitas lingkungan akibat alih fungsi lahan

Ia menegaskan dampak perubahan iklim tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, aktivitas sosial, serta daya dukung lingkungan.

Peran Strategis Pemerintah Daerah

DLH Kalimantan Selatan menilai pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui aksi mitigasi, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat melalui aksi adaptasi.

Aksi tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah agar kebijakan lingkungan berjalan berkelanjutan dan tidak hanya bersifat jangka pendek.

Rahmat menjelaskan bahwa 559 lokasi ProKlim yang telah terdaftar sejak tahun 2014 hingga 2025 merupakan bentuk aksi nyata berbasis masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Program ini mendorong masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, seperti melalui pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, hingga penggunaan energi ramah lingkungan.

Ratusan Penghargaan ProKlim Diraih

Selain jumlah lokasi yang terus bertambah, capaian penghargaan ProKlim di Kalimantan Selatan juga menunjukkan tren positif.

Tercatat 637 penghargaan ProKlim telah diraih oleh berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Capaian ini mencerminkan kontribusi aktif masyarakat serta dukungan pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Rahmat, pencatatan dan pemantauan aksi iklim kini semakin terstruktur melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

Sistem ini berfungsi sebagai instrumen penting dalam:

  • Pencatatan aksi iklim

  • Pelaporan kegiatan lingkungan

  • Pemantauan target penurunan emisi

  • Penyelarasan program dengan target nasional

Peningkatan Kapasitas Aparatur Daerah

Melalui kegiatan Bimtek yang digelar DLH Kalimantan Selatan, pemerintah daerah berharap kapasitas aparatur semakin meningkat dalam menyusun dan melaporkan aksi iklim.

Langkah ini penting agar seluruh program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan secara:

  • Sistematis

  • Terukur

  • Terintegrasi

  • Berkelanjutan

Dengan penguatan kapasitas tersebut, pemerintah daerah optimistis mampu memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana akibat perubahan iklim.

Komitmen Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim

Program Kampung Iklim menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menekan risiko bencana dan menjaga keseimbangan ekosistem di Kalimantan Selatan.

Dengan semakin banyaknya wilayah yang terlibat dalam ProKlim, pemerintah daerah berharap langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.

FAQ

Apa Itu Program Kampung Iklim (ProKlim)?

Program Kampung Iklim atau ProKlim adalah program nasional berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim di tingkat lokal.

Berapa Jumlah Lokasi ProKlim Di Kalimantan Selatan?

DLH Kalimantan Selatan mencatat terdapat 559 lokasi ProKlim yang terdaftar sejak tahun 2014 hingga 2025.

Apa Dampak Perubahan Iklim Yang Terjadi Di Kalsel?

Dampaknya antara lain meningkatnya banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta perubahan pola curah hujan dan suhu.

Apa Fungsi Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI)?

SRN PPI berfungsi untuk mencatat, melaporkan, dan memantau aksi perubahan iklim agar selaras dengan target nasional.

Mengapa ProKlim Penting Bagi Masyarakat?

Karena program ini membantu masyarakat meningkatkan ketahanan terhadap bencana serta menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.