Berita BorneoTribun: Ria Norsan hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ria Norsan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ria Norsan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Ekspor Arwana Tembus Pasar Global

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

PONTIANAK - Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mengembangkan ikan arwana atau siluk sebagai ikon ekonomi kreatif sekaligus komoditas ekspor unggulan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima jajaran Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk di Pontianak, Kamis.

“Ikan siluk atau arwana Kalbar memiliki kualitas terbaik di dunia. Pemerintah harus hadir memastikan para penangkar tidak terhambat oleh birokrasi yang berbelit. Kita ingin ekspor siluk Kalbar dapat melaju lebih cepat ke mancanegara,” tegas Norsan.

Arwana Bukan Sekadar Hobi, Tapi Investasi Bernilai Tinggi

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

Menurut Norsan, arwana tidak lagi sekadar ikan hias, melainkan telah berkembang menjadi sektor investasi bernilai tinggi. Industri ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja serta memperkuat identitas daerah di pasar internasional.

Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah memandang penting untuk menghadirkan ekosistem usaha yang kondusif, mulai dari budidaya hingga distribusi ekspor.

Fokus Pembenahan Regulasi dan Perizinan

Salah satu tantangan utama yang disoroti adalah persoalan regulasi, khususnya dalam proses sertifikasi dan perizinan pengangkutan arwana.

Pemprov Kalbar berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyederhanakan proses administrasi agar lebih cepat, transparan, dan efisien.

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing produk arwana Kalbar di pasar global yang semakin kompetitif.

Perluas Pasar Hingga Asia Timur dan Eropa

Tak hanya dari sisi regulasi, pemerintah juga berkomitmen memperkuat promosi melalui berbagai ajang internasional seperti pameran dagang dan festival budaya.

Target pasar pun diperluas ke kawasan strategis seperti Asia Timur dan Eropa, yang dikenal memiliki permintaan tinggi terhadap ikan arwana berkualitas premium.

Dorong Riset untuk Jaga Kualitas Genetik

Selain promosi dan regulasi, aspek riset juga menjadi perhatian serius. Norsan mendorong kolaborasi penelitian guna menjaga kemurnian genetik arwana lokal.

“Kita memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha ikan siluk, termasuk mendorong riset dan penguatan kualitas agar arwana Kalbar tetap menjadi primadona dunia,” ujarnya.

Pelaku Usaha Sambut Positif Dukungan Pemerintah

Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)
Ria Norsan dorong ekspor arwana Kalbar sebagai ikon ekonomi kreatif. Pemprov fokus penyederhanaan regulasi dan perluasan pasar global. (Gambar ilustrasi)

Ketua APPS, Erik Hikmatul Basyir, menyambut baik dukungan yang diberikan pemerintah daerah.

Menurutnya, perhatian langsung dari gubernur menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang selama ini bergerak secara mandiri.

“Dengan dukungan ini, kami optimistis ekonomi kerakyatan berbasis budidaya ikan hias akan naik kelas,” ungkapnya.

Kontes Arowana 2026 Siap Angkat Citra Kalbar

Dalam pertemuan tersebut, APPS juga memaparkan rencana penyelenggaraan APPS Arowana Kontes 2026 yang akan memperebutkan Piala Grand Champion Gubernur Kalbar.

Ajang ini diharapkan menjadi magnet baru yang mampu memperkuat citra Kalbar sebagai pusat arwana dunia, sekaligus menarik perhatian pelaku industri dari dalam dan luar negeri.

FAQ

1. Apa itu ikan siluk atau arwana?
Ikan siluk adalah sebutan lokal untuk arwana, ikan hias bernilai tinggi yang banyak dibudidayakan di Kalimantan Barat.

2. Mengapa arwana Kalbar terkenal?
Karena kualitas genetiknya unggul, warna yang eksotis, serta standar budidaya yang diakui pasar internasional.

3. Apa kendala ekspor arwana dari Kalbar?
Kendala utama ada pada regulasi, seperti sertifikasi dan perizinan pengangkutan yang masih perlu disederhanakan.

4. Ke mana saja tujuan ekspor arwana Kalbar?
Pasar utama meliputi Asia Timur dan mulai diperluas ke kawasan Eropa.

5. Apa dampak ekonomi dari budidaya arwana?
Mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Selasa, 31 Maret 2026

Pemprov Kalbar Kebuti Perbaikan Jalan Rusak Demi Kelancaran Ekonomi

Pemprov Kalbar prioritaskan perbaikan jalan rusak berat demi menjaga konektivitas wilayah dan distribusi ekonomi di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Pemprov Kalbar prioritaskan perbaikan jalan rusak berat demi menjaga konektivitas wilayah dan distribusi ekonomi di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan provinsi tetap menjadi prioritas utama, meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat agar tetap dapat difungsikan.

“Penanganan jalan provinsi tetap menjadi fokus. Kami memprioritaskan ruas jalan yang rusak berat agar tetap dapat difungsikan dan konektivitas wilayah tetap terjaga,” ujar Norsan di Pontianak, Minggu.

Fokus Jaga Mobilitas Dan Distribusi Ekonomi

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang antarwilayah. Dalam kondisi fiskal yang masih dalam kebijakan efisiensi, Pemprov Kalbar menerapkan perbaikan secara bertahap dan terencana.

Pendekatan yang digunakan saat ini lebih menitikberatkan pada perbaikan fungsional, bukan langsung perbaikan permanen.

“Kami memahami keinginan masyarakat untuk perbaikan permanen. Namun dalam kondisi efisiensi, penanganan dilakukan bertahap. Yang penting jalan tetap bisa digunakan,” jelasnya.

Realisasi Program Infrastruktur 2025

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov Kalbar telah:

  • Mengaktifkan kembali unit pemeliharaan jalan dan jembatan

  • Meningkatkan konstruksi jalan sepanjang 40,30 kilometer

  • Menangani 22 ruas jalan di berbagai kabupaten/kota pada Tahun Anggaran 2025

Selain itu, pemerintah juga memperkuat sektor pendukung melalui:

  • Jaringan irigasi seluas 9.172 hektare

  • Normalisasi saluran sepanjang 1.035 kilometer

Langkah ini bertujuan untuk menjaga produktivitas sektor pertanian serta mendukung ketahanan pangan daerah.

Tantangan Infrastruktur: Cuaca Hingga Beban Kendaraan

Norsan mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Kalbar menghadapi berbagai kendala, seperti:

  • Curah hujan tinggi

  • Kondisi geografis yang menantang

  • Tingginya beban kendaraan berat

Faktor-faktor tersebut mempercepat kerusakan jalan, sehingga membutuhkan strategi penanganan yang adaptif dan berkelanjutan.

Komitmen Bertahap dan Peran Masyarakat

Meski menghadapi keterbatasan, Pemprov Kalbar tetap berkomitmen meningkatkan kualitas jalan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat sebagai bentuk pengawasan publik. “Kami mengapresiasi masukan masyarakat. Dukungan publik sangat penting agar pembangunan berjalan optimal,” kata Norsan.

Ke depan, pemerintah berharap peningkatan infrastruktur dapat berdampak pada:

  • Keselamatan pengguna jalan

  • Kenyamanan mobilitas

  • Konektivitas antarwilayah

FAQ

1. Kenapa perbaikan jalan belum permanen?
Karena keterbatasan anggaran, Pemprov Kalbar memprioritaskan perbaikan fungsional agar jalan tetap bisa dilalui.

2. Berapa panjang jalan yang diperbaiki tahun 2025?
Sekitar 40,30 kilometer di 22 ruas jalan.

3. Apa fokus utama kebijakan infrastruktur saat ini?
Menjaga konektivitas wilayah dan kelancaran distribusi ekonomi.

4. Apa saja tantangan pembangunan jalan di Kalbar?
Curah hujan tinggi, kondisi geografis, dan beban kendaraan berat.

5. Apakah masyarakat bisa ikut mengawasi pembangunan?
Ya, pemerintah membuka partisipasi publik untuk memberikan masukan.

Jumat, 27 Maret 2026

Gubernur Ria Norsan: 24 Penghargaan Bukti Kinerja Pemprov Kalbar

Gubernur Kalbar Ria Norsan ungkap capaian 24 penghargaan nasional 2025 sebagai bukti sinergi pemerintah daerah dan DPRD dalam pembangunan.
Gubernur Kalbar Ria Norsan ungkap capaian 24 penghargaan nasional 2025 sebagai bukti sinergi pemerintah daerah dan DPRD dalam pembangunan.

Pontianak — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan capaian 24 penghargaan tingkat nasional yang diraih Pemerintah Provinsi Kalbar sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut disebut sebagai bukti nyata keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pembangunan.

Pernyataan itu disampaikan Ria Norsan saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat.

Menurut Norsan, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, hingga masyarakat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan,” ujarnya.

Deretan Penghargaan Bergengsi

Dalam laporannya, Norsan merinci sejumlah penghargaan penting yang berhasil diraih Kalbar, di antaranya:

  • Indeks Pelayanan Publik kategori sangat baik dari Kementerian PAN-RB

  • Peringkat ketiga nasional Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi

  • Indeks Reformasi Birokrasi bintang lima tertinggi di Kalimantan

  • Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan

  • Predikat Badan Publik Informatif serta peringkat ketiga nasional Indeks Keterbukaan Informasi Publik

Capaian tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, dan efektivitas pembangunan.

Sinergi Jadi Kunci Pembangunan

Ria Norsan menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, serta dukungan aparatur sipil negara.

Ia menyebut, komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan sektor sosial dan ekonomi masyarakat.

LKPJ dan Arah Pembangunan Kalbar

Dalam kesempatan itu, Norsan juga menjelaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan amanat undang-undang sebagai bentuk pertanggungjawaban kepala daerah.

Selain itu, perencanaan pembangunan daerah Kalbar disusun selaras dengan kebijakan nasional, mengacu pada:

  • Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004

  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

RPJMD Kalbar 2025–2029 juga disusun sejalan dengan RPJMN untuk mendukung agenda prioritas nasional.

Di akhir penyampaiannya, Ria Norsan berharap DPRD Kalbar dapat memberikan masukan dan rekomendasi guna meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan.

“Saya berharap masukan dari DPRD dapat semakin memperkuat pelayanan pemerintah daerah agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa jumlah penghargaan yang diraih Kalbar tahun 2025?
Sebanyak 24 penghargaan tingkat nasional.

2. Apa indikator utama keberhasilan Kalbar?
Pelayanan publik, transparansi, reformasi birokrasi, dan tata kelola pemerintahan.

3. Siapa yang menyampaikan LKPJ 2025?
Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

4. Apa itu LKPJ?
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kepala daerah atas kinerja pemerintahan selama satu tahun.

5. Apa harapan pemerintah ke depan?
Meningkatkan pelayanan publik dan memastikan pembangunan dirasakan masyarakat luas.

Senin, 23 Maret 2026

Tradisi Makan Saprahan Warnai Open House Lebaran 2026 Gubernur Kalbar

Gubernur Kalbar Ria Norsan melestarikan tradisi Makan Saprahan saat open house Lebaran 2026 sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal.
Gubernur Kalbar Ria Norsan melestarikan tradisi Makan Saprahan saat open house Lebaran 2026 sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal.

Pontianak, Kalbar — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui tradisi Makan Saprahan dalam rangkaian open house Lebaran 2026 di Pendopo Gubernur Kalbar.

Dalam suasana hangat khas Idul Fitri, kegiatan ini menjadi magnet kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Tradisi Makan Saprahan sendiri merupakan budaya khas Melayu yang sarat nilai kebersamaan, kesetaraan, serta adab dalam kehidupan sosial.

“Makan Saprahan ini merupakan tradisi khas Melayu yang menjadi agenda utama dalam silaturahim Lebaran bersama masyarakat, sekaligus simbol pelestarian kearifan lokal di tengah arus modernisasi,” ujar Ria Norsan di Pontianak, Senin.

Duduk Bersama Tanpa Sekat

Dalam pelaksanaannya, Ria Norsan bersama keluarga terlihat membaur tanpa jarak dengan para tamu undangan. Mulai dari pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum, semuanya duduk bersila di atas kain seprah.

Tradisi ini dilakukan dalam kelompok kecil, di mana satu hidangan dinikmati oleh enam orang secara bersama-sama. Nilai kesetaraan sangat terasa karena tidak ada perbedaan status sosial selama acara berlangsung.

“Makan Saprahan ini adalah cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Barat, di mana tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat,” tambahnya.

Simbol Ketahanan Budaya Daerah

Lebih dari sekadar makan bersama, Makan Saprahan juga menjadi simbol kuat dalam menjaga ketahanan budaya di tengah modernisasi yang terus berkembang.

Menurut Ria Norsan, nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, serta adab yang diajarkan dalam tradisi ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika semangat ini kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan harmonis,” tegasnya.

Sajian Khas Melayu Kalbar

Berbagai hidangan khas turut meramaikan tradisi ini. Beberapa menu yang disajikan antara lain:

  • Pacri nanas khas Kalbar

  • Ketupat patlau

  • Rendang daging

  • Opor ayam

  • Sayur dalca

Semua hidangan tersebut dinikmati bersama dalam satu wadah, menambah nuansa kekeluargaan yang kental.

Open House Terbuka Untuk Semua

Selain tradisi Saprahan, Gubernur juga menggelar open house Idul Fitri selama dua hari yang terbuka untuk umum tanpa undangan khusus. Hal ini menjadi bentuk nyata kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Momentum Lebaran dimanfaatkan warga untuk bersilaturahim, berjabat tangan, hingga berfoto bersama gubernur dan keluarga dalam suasana yang penuh kehangatan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu tradisi Makan Saprahan?
Makan Saprahan adalah tradisi makan bersama khas Melayu Kalimantan Barat dengan duduk bersila dan berbagi hidangan dalam satu kelompok.

2. Apa makna dari Makan Saprahan?
Tradisi ini melambangkan kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, serta nilai adab dalam kehidupan sosial.

3. Di mana tradisi ini dilaksanakan?
Biasanya digelar di acara resmi atau budaya, seperti open house Lebaran di Pendopo Gubernur Kalbar.

4. Siapa saja yang ikut dalam kegiatan ini?
Semua kalangan, mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga umum tanpa perbedaan status.

5. Apa tujuan pelestarian tradisi ini?
Untuk menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah modernisasi.

Rabu, 04 Maret 2026

Pemprov Kalbar Perkuat Harmoni Lewat Silaturahmi Ramadhan

Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]
Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]

Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Kalbar Perkuat Ukhuwah di Bulan Ramadhan

Pontianak, Kalbar -- Pendopo Gubernur Kalimantan Barat menjadi pusat kebersamaan dalam acara Silaturahmi Ramadhan 1447 H yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada Selasa, (3/2/2026) Kemarin. 

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan instansi, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta ratusan undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Acara yang didukung Dewan Masjid Indonesia dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia tersebut mengangkat tema penguatan ibadah, ukhuwah, dan kepedulian sosial. 

Pemprov Kalbar Perkuat Harmoni Lewat Silaturahmi Ramadhan
Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]

Momentum Ramadhan dimanfaatkan bukan hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan nilai-nilai religius.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh keharmonisan hubungan antarmasyarakat. 

Ria Norsan mengajak seluruh warga menjadikan Ramadhan sebagai waktu terbaik memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi antar sesama.

Pemprov Kalbar Perkuat Harmoni Lewat Silaturahmi Ramadhan
Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]

Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki dampak nyata terhadap kesejahteraan sosial. 

Ria Norsan meyakini hubungan yang harmonis akan memudahkan proses pembangunan di Kalimantan Barat.

Gubernur juga mengajak pimpinan instansi, perbankan, serta perusahaan di Kalbar untuk meningkatkan kepedulian sosial. 

Pemprov Kalbar Perkuat Harmoni Lewat Silaturahmi Ramadhan
Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]

Ria Norsan menekankan pentingnya membantu anak yatim dan dhuafa agar tidak ada warga yang merasa terabaikan di bulan suci.

Tausiyah disampaikan Ustadz Jalaludin Ahmad yang menjelaskan kemuliaan Ramadhan berdasarkan riwayat Ibnu Abbas. 

Ustadz Jalaludin Ahmad mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan turunnya Al Quran dan waktu dilipatgandakannya pahala. 

Karena itu, umat Islam diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan meraih ampunan dan keberkahan.

Pemprov Kalbar Perkuat Harmoni Lewat Silaturahmi Ramadhan
Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]

Sebagai bentuk nyata kepedulian, kegiatan ini diisi dengan penyerahan santunan melalui Baznas dan DMI Kalbar kepada 1.000 anak yatim dan dhuafa sebesar Rp250.000 per anak. 

Bantuan juga berupa 300 paket sembako dan sarung, beasiswa pendidikan tingkat SMP dan SMA, serta bantuan khusus untuk marbot Masjid An Naim di lingkungan Kantor Gubernur Kalbar. Dukungan turut diberikan oleh PT Darma Inti Bersama dari Harita Group.

Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]
Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Pendopo Gubernur Kalbar perkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pembangunan daerah melalui santunan anak yatim, beasiswa, serta dukungan ormas Islam. [Foto kalbarprov.go.id]

Kehadiran Forkopimda, Ketua TP PKK Kalbar, pimpinan perusahaan, perbankan, serta organisasi Islam lainnya mencerminkan soliditas dan semangat gotong royong masyarakat Kalimantan Barat dalam menyambut Ramadhan 1447 H.

Melalui kegiatan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga penguat persatuan, kepedulian, dan semangat membangun Kalimantan Barat yang harmonis dan sejahtera.

FAQ

Apa tujuan Silaturahmi Ramadhan 1447 H di Kalbar?
Untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menyelaraskan pembangunan daerah dengan nilai religius.

Siapa saja yang hadir dalam acara tersebut?
Forkopimda Kalbar, pimpinan OPD, ormas Islam, perbankan, perusahaan, serta tokoh masyarakat.

Apa bentuk bantuan yang diberikan?
Santunan uang tunai untuk 1.000 anak yatim dan dhuafa, paket sembako, sarung, beasiswa pendidikan, dan bantuan untuk marbot masjid.

Mengapa silaturahmi penting menurut Gubernur?
Karena keharmonisan hubungan masyarakat diyakini mempermudah pembangunan dan membawa keberkahan.

Selasa, 03 Maret 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Pasar Murah Ramadan Tekan Inflasi Kalbar dan Harga Bahan Pokok

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Pasar Murah Kalbar Resmi Dibuka Harga Bawang dan Cabai Jadi Sorotan

Pontianak, Kalbar -- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Ramadan di halaman Masjid Al-Muawwanah, Rabu 25 Februari 2026. 

Program ini digelar sebagai langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok yang memicu inflasi daerah menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan Pasar Murah ini menjadi strategi stabilisasi harga pangan di tengah lonjakan harga komoditas utama seperti bawang merah dan cabai. 

Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan signifikan pada dua komoditas tersebut turut mendorong inflasi dan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. 

Melalui program Pasar Murah, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga, terutama bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. 

Pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa terbebani lonjakan harga.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Selain berfungsi sebagai intervensi pasar untuk menekan inflasi, Pasar Murah juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarwarga. 

Suasana kebersamaan di tengah Ramadan diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan rasa saling peduli.

Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemprov Kalimantan Barat dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini secara bijak serta terus menjaga kebersamaan demi stabilitas ekonomi daerah.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Dengan adanya Pasar Murah Ramadan, diharapkan tekanan inflasi dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

FAQ Seputar Pasar Murah Ramadan Kalbar

1. Apa tujuan utama Pasar Murah Ramadan ini?
Untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

2. Komoditas apa saja yang terdampak kenaikan harga?
Bawang merah dan cabai menjadi komoditas utama yang mengalami lonjakan harga signifikan.

3. Siapa yang dapat membeli di Pasar Murah?
Seluruh masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

4. Mengapa program ini penting saat Ramadan?
Karena kebutuhan pangan meningkat selama Ramadan, sehingga stabilitas harga menjadi prioritas.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Rabu, 25 Februari 2026

Gubernur Kalbar Pangkas Harga Sembako di Melawi Warga Serbu Pasar Murah

Pasar Murah Ramadan di Melawi Harga Sembako Dipangkas Jadi Rp50 Ribu
Pemprov Kalbar dan Pemkab Melawi gelar Operasi Pasar Murah Ramadan di Melawi. Harga paket sembako dipangkas jadi Rp50 ribu untuk tekan inflasi dan jaga stabilitas harga jelang Idul Fitri. (Gambar ilustrasi AI)

Pasar Murah Ramadan di Melawi Harga Sembako Dipangkas Jadi Rp50 Ribu

MELAWI -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar Operasi Pasar Murah di Halaman Masjid Agung Kota Juang, Kabupaten Melawi, Selasa, untuk menekan inflasi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. 

Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Kalbar, Ria Norsan, didampingi Bupati Melawi H. Dadi Sunarya.

Langkah ini menjadi respons konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Harga Paket Sembako Turun Drastis

Suasana pasar murah semakin semarak ketika diumumkan bahwa harga paket sembako yang semula bernilai Rp120.000 dan direncanakan dijual Rp90.000, akhirnya diputuskan menjadi Rp50.000 per paket.

Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur Ria Norsan berdiskusi dengan pihak Bank Kalbar dan Bupati Melawi, menyerap aspirasi warga yang berharap harga lebih terjangkau.

Sebanyak 1.000 paket sembako disediakan dalam kegiatan ini. Seluruh paket langsung diserbu warga usai acara pembukaan.

Kebijakan pemangkasan harga ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.

Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga

Operasi Pasar Murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Ramadan dan Idul Fitri kerap memicu lonjakan harga sembako akibat tingginya permintaan.

Melalui kolaborasi antara Pemprov Kalbar dan Pemkab Melawi, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali.

Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Edukasi Keuangan untuk Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar juga mengajak masyarakat untuk mengelola keuangan secara bijak. Ia menekankan pentingnya menabung di lembaga perbankan resmi seperti Bank Kalbar demi keamanan dan kemudahan transaksi.

Edukasi ini menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya terbantu secara jangka pendek, tetapi juga memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik di masa depan.

Antusiasme dan Harapan Warga

Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi pasar murah. Salah satunya Suroyati yang mengantre sejak pukul 06.00 WIB.

Ia mengaku bersyukur karena harga paket sembako akhirnya turun drastis menjadi Rp50.000.

Bagi masyarakat Melawi, kebijakan ini bukan sekadar bantuan sembako murah, melainkan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi warga selama bulan suci.

Dengan adanya pasar murah, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

FAQ Seputar Pasar Murah Ramadan Melawi

1. Di mana lokasi pasar murah digelar?
Di Halaman Masjid Agung Kota Juang, Kabupaten Melawi.

2. Berapa harga paket sembako yang dijual?
Harga akhir ditetapkan Rp50.000 per paket.

3. Berapa jumlah paket sembako yang disediakan?
Sebanyak 1.000 paket sembako.

4. Apa tujuan digelarnya operasi pasar murah ini?
Untuk menekan inflasi, menjaga stabilitas harga sembako, dan membantu masyarakat selama Ramadan.

5. Siapa yang terlibat dalam kegiatan ini?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Melawi, serta dukungan Bank Kalbar.

Pemprov Kalbar Prioritaskan SDM dan Infrastruktur di Melawi

Data Terbaru IPM Kalbar Tinggi Namun Melawi Masih Tertinggal
Pemprov Kalbar fokus tingkatkan IPM Melawi melalui pendidikan dan pembangunan jalan strategis. Langkah ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kualitas SDM daerah.

Data Terbaru IPM Kalbar Tinggi Namun Melawi Masih Tertinggal

MELAWI -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi melalui penguatan sektor pendidikan dan percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Kalbar Ria Norsan saat melakukan Safari Ramadhan di Kabupaten Melawi pada Selasa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan capaian indikator makro pembangunan Kalbar yang saat ini mencatat IPM sebesar 72,09 dan masuk kategori tinggi. Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Melawi yang masih berada di posisi terakhir dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Menurut Ria Norsan, salah satu faktor utama rendahnya IPM Melawi adalah tingkat pendidikan masyarakat yang masih tertinggal. Sekitar 25 persen warga Melawi belum menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, peluang kerja, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan, tegasnya, menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, Pemprov Kalbar mendorong peningkatan akses pendidikan, pemerataan fasilitas belajar, serta peningkatan mutu pengajaran agar generasi muda Melawi memiliki daya saing yang lebih kuat.

Selain sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi prioritas strategis. Pemerintah berkomitmen membuka dan meningkatkan akses jalan dari Nanga Pinoh menuju Kota Baru dan Sokan hingga terhubung ke Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah. Jalur ini diyakini mampu mengurangi isolasi wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Konektivitas yang lebih baik tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi dan memperluas akses layanan pendidikan serta kesehatan. Dengan demikian, peningkatan IPM tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan hasil sinergi berbagai kebijakan pembangunan.

Ria Norsan juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan peningkatan IPM Kabupaten Melawi secara bertahap dan berkelanjutan. Fokus pada pendidikan dan infrastruktur diharapkan mampu mendorong kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagi masyarakat Melawi, momentum ini menjadi peluang penting untuk bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dukungan aktif dari orang tua, tenaga pendidik, pelaku usaha, dan pemerintah daerah akan menjadi kunci percepatan kemajuan.

FAQ

1. Mengapa IPM Kabupaten Melawi masih rendah?
Karena tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, sekitar 25 persen warga belum menyelesaikan pendidikan SMA.

2. Berapa IPM Kalimantan Barat saat ini?
IPM Kalbar berada di angka 72,09 dan masuk kategori tinggi.

3. Apa langkah konkret Pemprov Kalbar untuk Melawi?
Fokus pada peningkatan akses dan mutu pendidikan serta pembangunan jalan strategis Nanga Pinoh hingga terhubung ke Katingan.

4. Mengapa infrastruktur berpengaruh terhadap IPM?
Karena akses jalan memperlancar ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan yang menjadi komponen penilaian IPM.

Selasa, 24 Februari 2026

Silaturahmi Ramadan Pemerintah Kalimantan Barat di Kabupaten Sekadau

Foto: Silaturahmi Ramadan Pemerintah Kalimantan Barat di Kabupaten Sekadau

SEKADAU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Silaturahmi Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Sekadau, dengan tujuan menjalin silaturahmi dan melaksanakan bakti sosial bersama masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, Bupati Sekadau, Aron, SH, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat Kabupaten Sekadau.

Bupati Sekadau, Aron, SH, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada masyarakat Sekadau. 

"Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat," ujar Aron.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

"Kami dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat," ungkap Ria Norsan.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada warga Kabupaten Sekadau.

Melalui kegiatan Silaturahmi Ramadan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat serta mampu mendorong terwujudnya Kalimantan Barat yang religius, harmonis, dan sejahtera.

Senin, 23 Februari 2026

Gubernur Kalbar Tinjau Operasi Pasar di Sintang

Foto: Gubernur Kalbar, Ria Norsan Tinjau Operasi Pasar di Halaman Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Ulak Jaya, Jalan Mensiku Jaya, Sintang

SINTANG - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus, mendampingi Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., meninjau pelaksanaan Operasi Pasar atau Pasar Murah di Halaman Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Ulak Jaya, Jalan Mensiku Jaya Sintang pada Senin (23/2/2026).

Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, menjelaskan bahwa Operasi Pasar diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka membantu masyarakat Kabupaten Sintang menyambut bulan suci Ramadan. 

"Operasi Pasar ini juga kita laksanakan dalam rangka kita menekan angka inflasi. Supaya tidak terjadi inflasi yang tinggi, maka kita adakan pasar murah untuk masyarakat," terang H. Ria Norsan.

Pada operasi pasar tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar menyiapkan 1.000 paket yang terdiri dari gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan 1 karung beras kemasan 5 kg dengan harga Rp. 90.000. Ditambah ada 560 tabung gas 3kg dijual dengan harga Rp. 18.500.

Gubernur Kalbar menjelaskan bahwa harga jual di operasi pasar ini dibawah harga pasar. Misalnya, beras per karung di pasar Rp 120.000, kemudian disubsidi oleh Bulog menjadi Rp 90.000, dan disubsidi lagi oleh Pemprov Kalbar sehingga harganya menjadi Rp 50.000. (Pkp)

Safari Ramadhan, Gubernur Ria Norsan Bawa Kabar Besar Perbatasan

Gubernur Kalbar Ria Norsan soroti konektivitas perbatasan Kapuas Hulu dan peningkatan IPM 72,09 saat Safari Ramadhan 1447 H, termasuk akses jalan menuju IKN Nusantara dan penguatan pendidikan serta kesehatan.
Gubernur Kalbar Ria Norsan soroti konektivitas perbatasan Kapuas Hulu dan peningkatan IPM 72,09 saat Safari Ramadhan 1447 H, termasuk akses jalan menuju IKN Nusantara dan penguatan pendidikan serta kesehatan.

PONTIANAK -- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peningkatan konektivitas wilayah perbatasan dan percepatan Indeks Pembangunan Manusia dalam agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dalam kunjungan tersebut, Ria Norsan menekankan bahwa Kapuas Hulu bukan sekadar daerah terluar, tetapi berpotensi menjadi pusat penggerak ekonomi baru. Posisi geografisnya yang berbatasan darat dengan Malaysia dinilai membuka peluang perdagangan lintas batas, investasi, serta pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal.

Akses Jalan Perbatasan Buka Jalur Menuju IKN

Salah satu sorotan utama adalah pembangunan jalan perbatasan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Timur. Infrastruktur ini diyakini akan memangkas waktu tempuh menuju Ibu Kota Negara Nusantara.

Menurut Ria Norsan, konektivitas yang semakin baik akan mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Dampaknya tidak hanya pada efisiensi transportasi, tetapi juga pada peningkatan investasi, perdagangan, hingga peluang kerja baru bagi warga perbatasan.

Dengan akses yang semakin terbuka, Kapuas Hulu berpotensi menjadi simpul ekonomi yang menghubungkan wilayah barat dan timur Kalimantan. Ini menjadi momentum penting agar masyarakat tidak lagi merasa terisolasi dari pusat pertumbuhan nasional.

Fokus Pembangunan Tahun Kedua Kepemimpinan

Memasuki tahun kedua masa jabatan bersama Wakil Gubernur, Ria Norsan menyampaikan komitmen memperkuat fondasi pembangunan yang terukur dan berdampak langsung. Beberapa indikator makro Kalimantan Barat menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang stabil, pengendalian inflasi, hingga upaya penurunan angka kemiskinan.

Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah provinsi berupaya meningkatkan kualitas layanan publik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke wilayah perbatasan.

IPM Masih Jadi Tantangan Serius

Meski menunjukkan kemajuan, Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Barat tercatat di angka 72,09 dan berada di peringkat kelima se-Pulau Kalimantan. Kapuas Hulu termasuk daerah yang masih perlu percepatan peningkatan IPM.

Tiga faktor utama yang menjadi perhatian adalah kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan ketersediaan infrastruktur dasar. Pemerintah provinsi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Langkah konkret diperlukan agar generasi muda di perbatasan memiliki daya saing tinggi, tidak tertinggal, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun regional.

Dukungan Daerah dan Harapan Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur. Ia menilai perhatian pemerintah provinsi menjadi penyemangat bagi masyarakat perbatasan.

Sukardi mengakui pembangunan di wilayah perbatasan menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan akses jalan dan jembatan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap dukungan provinsi terus diperkuat, terutama dalam pengembangan infrastruktur, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta bantuan bagi UMKM dan koperasi.

Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

Mengapa Kapuas Hulu Strategis bagi Kalimantan Barat

Sebagai wilayah perbatasan langsung dengan Malaysia, Kapuas Hulu memiliki fungsi ganda, yakni menjaga kedaulatan dan menjadi pintu gerbang ekonomi. Jika konektivitas semakin baik dan IPM meningkat, maka kawasan ini dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang berdampak luas bagi Kalimantan Barat.

Pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menjadi harapan bersama, agar masyarakat perbatasan merasakan manfaat nyata dari setiap kebijakan.

FAQ Seputar Pembangunan Kapuas Hulu dan IPM Kalbar

1. Berapa angka IPM Kalimantan Barat saat ini?
IPM Kalbar berada di angka 72,09 dan masih menempati peringkat kelima di Pulau Kalimantan.

2. Mengapa Kapuas Hulu dianggap strategis?
Karena berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, sehingga memiliki potensi perdagangan lintas batas dan penguatan ekonomi regional.

3. Apa dampak pembangunan jalan perbatasan?
Meningkatkan konektivitas, mempercepat akses menuju IKN Nusantara, serta membuka peluang ekonomi baru.

4. Apa fokus utama pembangunan Pemprov Kalbar?
Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Kamis, 19 Februari 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Shalat Tarawih Perdana Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jamaah Membludak

Gubernur Kalbar Ria Norsan Shalat Tarawih di Masjid Raya Mujahidin Pontianak malam pertama Ramadhan 1447 H
Gubernur Kalbar Ria Norsan Shalat Tarawih di Masjid Raya Mujahidin Pontianak malam pertama Ramadhan 1447 H.

PONTIANAK – Ria Norsan melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah pada malam pertama Ramadhan 1447 Hijriah, Rabu (18/2/2026), di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kota Pontianak.

Kehadiran Gubernur Kalimantan Barat tersebut langsung disambut antusias oleh jamaah yang memadati masjid terbesar di Kalbar itu. Sejak selepas Isya, saf utama hingga halaman luar masjid dipenuhi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah sekaligus menyambut bulan suci bersama pimpinan daerah.

Malam pertama Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim. Antusiasme warga Pontianak menunjukkan semangat kebersamaan dan kerinduan terhadap suasana ibadah yang penuh kekhusyukan.

Antusiasme Warga Warnai Malam Pertama Ramadhan

Sejak azan Isya berkumandang, jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru kota. Tidak hanya tokoh masyarakat dan pejabat daerah, masyarakat umum pun tampak memenuhi setiap sudut masjid.

Beberapa jamaah bahkan rela menempati area luar karena kapasitas ruang utama telah penuh. Suasana berlangsung tertib dan khusyuk, mencerminkan kesiapan masyarakat menyambut bulan penuh berkah.

Momentum ini sekaligus menjadi simbol kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana religius.

Pesan Gubernur: Ramadhan Momentum Perkuat Persatuan

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai sarana introspeksi dan penguatan nilai keimanan.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat persatuan dalam membangun Kalimantan Barat yang harmonis,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah serta stabilitas sosial di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, suasana kebersamaan seperti ini perlu terus dijaga agar pembangunan daerah berjalan selaras dengan nilai spiritual dan sosial masyarakat.

Masjid Raya Mujahidin: Pusat Kegiatan Keagamaan Kalbar

Masjid Raya Mujahidin Pontianak dikenal sebagai masjid terbesar dan salah satu ikon religi di Kalimantan Barat.

Setiap Ramadhan, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan, mulai dari Tarawih, ceramah agama, hingga tadarus Al-Qur’an. Pada malam pertama Ramadhan tahun ini, jumlah jamaah meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya semangat religius masyarakat Pontianak.

Pengamanan dan Kelancaran Ibadah

Pelaksanaan Shalat Tarawih malam pertama berlangsung aman dan tertib. Pengurus masjid bersama aparat terkait turut memastikan kenyamanan jamaah.

Tidak ada gangguan berarti selama pelaksanaan ibadah berlangsung. Arus keluar-masuk jamaah juga terpantau lancar.

Ringkasan Cepat

  • Gubernur Kalbar Ria Norsan menghadiri Tarawih malam pertama Ramadhan 1447 H.

  • Lokasi di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

  • Jamaah memadati masjid hingga area luar.

  • Gubernur mengajak perkuat iman dan persatuan.

  • Kegiatan berlangsung aman dan tertib.

FAQ

Kapan Gubernur Kalbar melaksanakan Tarawih malam pertama?

Rabu malam, 18 Februari 2026, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 H.

Di mana lokasi kegiatan?

Di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat.

Apa pesan yang disampaikan?

Mengajak masyarakat memperbanyak ibadah, menjaga persatuan, dan memperkuat nilai keimanan selama Ramadhan.

Rabu, 11 Februari 2026

Gubernur Ria Norsan Hadiri Pelantikan MABT Indonesia 2025–2030, Dorong Rumah Adat Tionghoa Jadi Simbol Persatuan Kalbar

Gubernur Ria Norsan Hadiri Pelantikan MABT Indonesia 2025–2030, Dorong Rumah Adat Tionghoa Jadi Simbol Persatuan Kalbar
Gubernur Ria Norsan Hadiri Pelantikan MABT Indonesia 2025–2030, Dorong Rumah Adat Tionghoa Jadi Simbol Persatuan Kalbar.

PONTIANAK -- Kabar penting datang dari Pontianak. Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., bersama Ketua TP PKK Kalbar, Dr. Hj. Erlina Ria Norsan, SH., MH., menghadiri pelantikan pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia masa bakti 2025–2030. Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Pontianak, Selasa 10 Februari 2026 itu berjalan khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam momen bersejarah tersebut, Suyanto Tanjung resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPP MABT Indonesia oleh Ketua Dewan Kehormatan MABT, Oesman Sapta Odang. Prosesi penyerahan bendera pataka menjadi simbol amanah besar yang kini diemban kepengurusan baru.

MABT Punya Peran Strategis di Tengah Keberagaman

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa MABT bukan sekadar organisasi adat. Lebih dari itu, MABT memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta merawat harmonisasi sosial di tengah masyarakat Kalimantan Barat yang majemuk.

“Kalimantan Barat adalah rumah besar keberagaman. Di sini berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan dalam semangat kebhinekaan,” ujar Gubernur.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga jembatan pemersatu. Di tengah tantangan zaman, menjaga harmoni antar-etnis adalah investasi sosial jangka panjang.

Rumah Adat Tionghoa Segera Dibangun, Usung Konsep Tidayu

Salah satu poin penting yang disampaikan Gubernur adalah komitmen Pemprov Kalbar dalam mendukung pembangunan Rumah Adat Tionghoa di Kalimantan Barat. Saat ini, proses pengukuran dan persiapan lahan tengah berjalan.

Rumah adat ini nantinya bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan lintas etnis.

Gubernur mengungkapkan konsep besar yang akan diusung, yaitu Tidayu—akronim dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Konsep ini menggambarkan semangat persatuan tiga etnis besar yang akan berada dalam satu kawasan budaya.

Bayangkan sebuah ruang yang bukan hanya memperlihatkan kekayaan tradisi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bisa menyatu dalam harmoni.

Gubernur pun mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pengusaha Tionghoa untuk berkolaborasi mewujudkan Rumah Bersama tersebut dalam semangat Paguyuban Merah Putih.

Pesan Tegas OSO untuk MABT Indonesia

Oesman Sapta Odang menyoroti perkembangan MABT yang kini bertransformasi menjadi organisasi tingkat nasional. Jika sebelumnya dikenal kuat di Kalbar, kini MABT telah berstatus MABT Indonesia.

Artinya, struktur kepengurusan perlu diperluas hingga ke 38 provinsi di seluruh Indonesia.

OSO juga mengingatkan agar organisasi berbasis budaya tetap berjalan sesuai koridor hukum negara. Pancasila dan UUD 1945 harus menjadi landasan utama dalam penyusunan AD/ART organisasi.

Pesan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya harus selaras dengan semangat kebangsaan.

Komitmen Ketua Umum Baru MABT Indonesia

Ketua Umum DPP MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah menghibahkan lahan strategis untuk pembangunan Gedung MABT atau Rumah Adat Tionghoa.

Lokasi tersebut berada di antara Rumah Adat Melayu dan Rumah Adat Dayak—sebuah posisi simbolis yang menggambarkan persatuan tiga etnis besar di Kalbar.

Menurut Suyanto, pembangunan gedung ini diharapkan menjadi pusat pelestarian adat dan budaya Tionghoa sekaligus penguat kerukunan antar-etnis.

Ia juga berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar pembangunan Rumah Bersama ini dapat segera direalisasikan.

Harapan untuk Kalbar yang Lebih Harmonis

Gubernur Ria Norsan menutup sambutannya dengan optimisme. Ia meyakini bahwa dengan persatuan dan kolaborasi, cita-cita membangun Kalimantan Barat yang damai dan maju dapat terwujud.

“Saya yakin dan haqqul yaqin, jika kita bersatu, insyaallah semua cita-cita membangun Kalimantan Barat akan tercapai,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Anggota DPD RI Daud Jordan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, para kepala daerah, unsur Forkopimda, serta tokoh lintas etnis lainnya.

Momentum ini bukan sekadar pelantikan organisasi, tetapi sinyal kuat bahwa Kalimantan Barat terus bergerak menjaga persatuan dalam keberagaman.

Dan bagi kita semua, pesan yang bisa diambil sederhana namun mendalam: ketika budaya dirawat dan persatuan dijaga, masa depan daerah akan semakin kokoh.

Minggu, 01 Februari 2026

Sentuhan Hati Pemprov Kalbar untuk Anak Yatim dan Santri Jelang Ramadhan

Sentuhan Hati Pemprov Kalbar untuk Anak Yatim dan Santri Jelang Ramadhan
Sentuhan Hati Pemprov Kalbar untuk Anak Yatim dan Santri Jelang Ramadhan.

PONTIANAK -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang kuat secara karakter dan spiritual. 

Fokus perhatian diberikan kepada anak yatim piatu dan santri sebagai kelompok yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pembinaan akhlak sejak dini.

“Kita ingin Kalimantan Barat tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual. 

Anak-anak ini harus kita jaga dan dampingi bersama,” ujar Ria Norsan di Pontianak.

Sebagai wujud kepedulian, sekitar 1.000 anak yatim dan santri dari berbagai daerah di Kalbar dihimpun dalam kegiatan silaturahim menjelang Ramadhan

Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat nilai empati, kebersamaan, serta semangat beribadah.

Pemprov Kalbar berkomitmen terus mendorong program sosial dan pendidikan keagamaan melalui kolaborasi dengan pesantren dan lembaga sosial, sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kalimantan Barat.

Minggu, 11 Januari 2026

Baznas Kalbar Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat: Strategi Baru untuk Kesejahteraan Masyarakat

Baznas Kalbar Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat: Strategi Baru untuk Kesejahteraan Masyarakat
Baznas Kalbar Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat: Strategi Baru untuk Kesejahteraan Masyarakat.

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memberikan dorongan besar kepada jajaran pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalbar yang resmi dilantik di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9 Januari 2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. “Zakat bisa menjadi alat strategis untuk memberdayakan ekonomi umat dan mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Ria Norsan menekankan bahwa pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau dikelola dengan benar, zakat bisa jadi kekuatan besar untuk memperbaiki kehidupan banyak orang,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak Baznas Kalbar untuk memiliki kepemimpinan yang visioner dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia optimistis, dengan banyaknya pengurus muda yang energik, Baznas Kalbar bisa menghadirkan inovasi baru dalam menghimpun dan mengelola zakat agar lebih efektif.

Optimalisasi Payroll Zakat ASN

Salah satu perhatian khusus Gubernur adalah program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar. Program yang diluncurkan pertengahan 2025 itu disebutnya belum berjalan maksimal.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD untuk memastikan pemotongan zakat ASN dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana tersebut nantinya dikelola sepenuhnya oleh Baznas untuk kepentingan umat.

Belajar dari Kesuksesan Kuching

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, Gubernur mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke daerah yang sudah berhasil mengelola zakat secara produktif, seperti Kuching, Sarawak, Malaysia.

“Di Kuching, zakat dikelola sedemikian rupa hingga mampu menciptakan aset produktif, bahkan mereka punya pusat perbelanjaan sendiri. Keuntungannya digunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu,” cerita Ria Norsan. Ia menambahkan, “Kita tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar bagaimana kesadaran masyarakat tinggi dan pengelolaan zakat maju serta transparan.”

Harapan untuk Kolaborasi dan Pemberdayaan Ekonomi

Menutup arahannya, Gubernur berharap Baznas Kalbar bisa berjalan seiring dengan kebijakan pembangunan daerah menuju Kalbar yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.

“Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah dan Baznas, dampak positifnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput,” pungkasnya.