Berita BorneoTribun: Video hari ini
iklan banner
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2026

Viral Paket Makan Bergizi Gratis Kayong Utara, Tiga SD di Teluk Batang Sempat Tolak!

KAYONG UTARA -- Tiga sekolah dasar di Desa Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, sempat menolak menu Makan Bergizi Gratis yang dikirim dari dapur MBG Blue Ransel di Sukamaju pada Rabu 25 Februari 2026. Penolakan terjadi karena menu dinilai tidak sesuai jumlah hari dan nilai anggaran, serta memicu polemik setelah salah satu isinya berupa sepotong buah naga.

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG sejatinya dirancang untuk membantu pemenuhan gizi siswa sekolah dasar. Namun di Teluk Batang, menu yang diterima siswa justru menjadi sorotan orang tua dan pihak sekolah. Dalam unggahan media sosial yang viral, disebutkan paket makanan untuk dua hari hanya berisi sepotong buah naga, roti, tiga kurma, dan telur dengan total nilai Rp12.400. Padahal, informasi yang beredar sebelumnya menyebut alokasi anggaran mencapai Rp10.000 per anak per hari.

Menu tersebut berasal dari dapur MBG bernama Blue Ransel yang berlokasi di Sukamaju, Desa Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Berdasarkan keterangan sejumlah guru, tiga sekolah yang sempat mengembalikan paket makanan adalah SDN 05 Teluk Batang, SDN 11 Teluk Batang, dan SDN 12 Teluk Batang.

Salah seorang guru berinisial AP mengungkapkan bahwa paket yang diklaim untuk tiga hari, Senin hingga Rabu, dianggap tidak layak dan tidak proporsional. Untuk dua hari awal, siswa menerima satu bungkus susu, satu bungkus kacang polong, dua butir telur, dan roti tawar. Sementara pada hari berikutnya, menu berisi sepotong buah naga, dua telur, tiga butir kurma, serta roti.

Menurut pihak sekolah, persoalan utama bukan pada jenis buah naga itu sendiri, melainkan pada ketidaksesuaian porsi dan transparansi anggaran. Buah naga dinilai bukan konsumsi umum sebagian besar siswa di wilayah tersebut, dan penyajiannya hanya dalam bentuk sepotong kecil menimbulkan pertanyaan tentang standar gizi serta perhitungan biaya.

Kritik juga datang dari orang tua siswa yang menilai program Makan Bergizi Gratis harus benar-benar mengutamakan kualitas dan kecukupan nutrisi. Mereka berharap pemerintah daerah dan pengelola dapur MBG melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak ada lagi menu yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan anak sekolah.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program bantuan pangan untuk siswa memerlukan pengawasan ketat, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan, hingga distribusi. Transparansi anggaran dan keterlibatan sekolah dalam evaluasi dinilai penting agar tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai.

Polemik di Teluk Batang kini menjadi perhatian publik, terutama terkait standar menu MBG di daerah. Masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan demi kepentingan siswa yang menjadi penerima manfaat utama program tersebut.

Tiga SD di Teluk Batang Kayong Utara menolak menu Makan Bergizi Gratis dari dapur MBG Sukamaju karena dinilai tidak sesuai porsi dan anggaran. Polemik buah naga viral di media sosial.
Tiga SD di Teluk Batang Kayong Utara menolak menu Makan Bergizi Gratis dari dapur MBG Sukamaju karena dinilai tidak sesuai porsi dan anggaran. Polemik buah naga viral di media sosial.

FAQ

Apa itu program Makan Bergizi Gratis MBG
Program bantuan makanan untuk siswa sekolah guna mendukung pemenuhan gizi harian anak.

Mengapa menu MBG di Teluk Batang ditolak
Karena dinilai tidak sesuai dengan jumlah hari distribusi, porsi dianggap kurang, dan ada ketidaksesuaian dengan informasi anggaran per hari.

Sekolah mana saja yang menolak menu tersebut
SDN 05 Teluk Batang, SDN 11 Teluk Batang, dan SDN 12 Teluk Batang.

Apa isi menu yang dipermasalahkan
Sepotong buah naga, telur, kurma, susu, kacang polong, dan roti untuk pembagian dua hingga tiga hari.

Apa harapan orang tua dan sekolah
Adanya evaluasi, transparansi anggaran, serta peningkatan kualitas dan kecukupan gizi dalam program MBG.

Aksi Nekat Gen Z di Indomaret, Utang Indonesia Rp 9637 Triliun Hingga Viral Video Cukur Kumis

Aksi Nekat Gen Z di Indomaret Viral Diduga Sembunyikan Barang Curian, BBM Kalbar Terancam Langka Ini Langkah Cepat Pertamina Kalimantan!, Utang Indonesia Rp 9637 Triliun Masih Aman Ini Penjelasan Pemerintah, Fakta Mengejutkan Kematian Bocah Sukabumi yang Viral, 

MUI Tolak Razia Sepihak di Bulan Suci Ramadhan, Video Mojang Karawang viral kembali trending di Google pada Februari 2026, 

Viral Mahasiswa KKN Lombok Timur Video Panas 13 Menit Bikin Geger Netizen, Viral Video Cukur Kumis Bikin Heboh Netizen, Jangan Klik Link!.

Creator: Heri Yakop

Kata kunci terkait:

aksi nekat gen z di indomaret, gen z viral indomaret, dugaan pencurian di minimarket, video viral indomaret terbaru, utang indonesia rp 9637 triliun, utang indonesia 2026, penjelasan pemerintah soal utang, bbm kalbar langka, 

pertamina kalimantan langkah cepat, fakta kematian bocah sukabumi, mui tolak razia ramadhan, video mojang karawang viral 2026, mahasiswa kkn lombok timur viral, video cukur kumis viral, jangan klik link viral, berita viral hari ini, trending google februari 2026.

Rabu, 25 Februari 2026

Ribuan Batang Kayu Gelondongan Dari Wilayah Perhuluan Ketapang

Ketapang (Borneo Tribun) - Pemandangan ribuan batang kayu gelondongan sedang dimuat kedalam dua buah tongkang raksasa di areal eks pabrik PT Alas Kusuma desa Sukabangun kecamatan Delta Pawan Ketapang menarik perhatian. 

Dari apa yang dilihat pada hari Rabu ini, (25/02/2026), ada dua buah tongkang bertuliskan pada lambungnya yakni tongkang Mitra Usaha dan SML05.

Tongkang Mitra Usaha sudah full muat kayu gelondongan, sedangkan yang masih proses muat yakni tongkang SML05.

Dilokasi, terlihat beberapa orang pekerja dibantu alat angkut mesin dereek atau crane sedang memuat kayu gelondongan itu dari dalam air untuk disusun keatas tongkang SML05.

Menurut petugas jaga di pos Satpam eks pabrik tersebut mengatakan, kalau kayu-kayu itu itu berasal dari daerah perhuluan Ketapang untuk dibawa keluar Ketapang. 

"Dari hulu, nanti dibawa keluar," ujar salah satu petugas di pos jaga tersebut. 

Guna memastikan legalitas gelondongan tersebut, Borneo Tribun menanyakan kepada Marthen Dadiara, petugas kehutanan dari Kantor Pengawasan Hutan (KPH) wilayah Selatan Ketapang.

Marthen mengatakan kalau terkait keterangan petugas di pos satpam itu, dipastikan dia memang berasal dari daerah perhuluan Ketapang masuk dalam wilayah konsesi PT Alas Kusuma. 

"Kayu-kayu itu benar dari daerah kecamatan Sandai, Hulu Sungai dan Nang Tayap," ujarnya Rabu (25/02/2026).

Menurut dia, secara aturan ribuan gelondongan itu sudah memenuhi kewajibanya kepada negara. Kayu kayu itupun berasal dari areal hak pengusahaan hutan perusahaan. 

"Sah, mereka bayar semua yang dipersyaratkan atas kayu-kayu itu kepada negara," ujarnya. 

Penulis: Muzahidin

Selasa, 02 September 2025

Tangisan Pecah di Polda Jateng Ibu Peluk Anak Usai Demo Rusuh

Tangisan seorang ibu pecah saat menjemput putranya di Markas Polda Jawa Tengah usai kericuhan demo pada Senin (1/9/2025). Dalam video yang beredar, sang ibu sempat memukul anaknya karena kesal ikut aksi rusuh, sebelum akhirnya memeluknya erat sambil bercucuran air mata. Momen haru ini langsung viral di media sosial dan menuai beragam komentar netizen.

Menurut keterangan kepolisian, sejumlah mahasiswa dan pemuda diamankan karena diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Semarang. "Kami amankan sementara untuk dimintai keterangan dan memastikan siapa yang memang terlibat, siapa yang tidak," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu, kepada wartawan. Ia menegaskan, proses hukum akan disesuaikan dengan tingkat keterlibatan masing-masing.

Video pertemuan ibu dan anak di halaman Polda Jateng sontak menyita perhatian publik. Beberapa akun media sosial menuliskan tanggapan menohok soal aksi nekat para remaja itu. Seorang pengguna TikTok dengan nama lunalulabye menulis, "Orang tua banting tulang cari duit malah tawuran. Kalo nganggur itu orang tua bantuin." Sementara akun codenotes2 menilai tindakan polisi berlebihan, "Jangan dimarahi bu anaknya. Itu bapak-bapak yang baju coklat itu saja bu pantes dimarahi. Ngapain ditangkap segala, kan bukan maling/koruptor."

Seorang ibu menangis sambil memeluk anaknya di halaman Polda Jateng usai demo rusuh

Seorang ibu menangis sambil memeluk anaknya di halaman Polda Jateng usai demo rusuh.

Komentar serupa datang dari akun christalmurray5 yang mengkritik orang tua. "Saya suka heran segitu banyak anak-anak yang ikut demo kenapa orang tua nya gak larang... anak saya aja meski sudah kerja tetap saya pantau terus. Kalau perlu off kalau keadaan gak kondusif," tulisnya. Netizen lain bernama bagusrespati82 menambahkan, "Parah kamu bikin ibu menangis. Senakal-nakalnya kamu jangan sampai membuat ibu mu menangis. Kalau sampai nangis, neraka tempatmu."

Ada pula yang menilai fenomena ini wajar karena usia remaja memang rawan ikut-ikutan. Akun lambe_kw1 menuliskan, "Biasanya anak-anak yang ikut kaya gini diajak temannya. Usia segini memang jiwa mudanya masih bergejolak. Bahkan ada yang ikut demo buat lucu-lucuan tanpa mikirin resikonya." Sedangkan sovanaa_shirl mengingatkan, "Beruntung kalian lahir di Indonesia. Kalau di negara lain macam Jerman, anak usia 14 tahun sudah bisa diadili sebagai orang dewasa, bahkan orang tua wajib bayar kerusakan."

Polda Jateng memastikan akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani para pemuda yang terlibat. Beberapa yang masih di bawah umur akan dipulangkan setelah diberi pembinaan dan peringatan keras. Sementara mereka yang terbukti melakukan tindakan anarkis bakal menjalani proses hukum lebih lanjut.

Momen air mata seorang ibu di Polda Jateng itu menjadi pengingat betapa mahalnya rasa tenang bagi orang tua. Polisi mengimbau masyarakat, terutama kalangan muda, untuk menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tidak mudah terprovokasi. Perkembangan kasus demo rusuh di Semarang masih terus dipantau, dan pihak kepolisian menjanjikan keterbukaan informasi kepada publik.

Senin, 01 September 2025

Kamera warga berhasil merekam wajah-wajah pelaku yang menjarah rumah milik anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Halo pemirsa, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di rumah anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. Kamera warga berhasil merekam wajah-wajah pelaku yang menjarah rumah milik politisi tersebut. Dalam rekaman, terlihat jelas seorang pria membawa televisi keluar dari rumah. Tak hanya itu, ada juga dua remaja yang asik menenteng patung Iron Man, sementara remaja lain terlihat membawa sepatu milik Sahroni. Aksi penjarahan ini makin bikin geleng-geleng kepala. Dua remaja lain kedapatan membawa mainan mobil, lalu ada juga pria berbadan gemuk mengenakan sweater hitam yang terlihat menyeret koper misterius.
Kamera warga berhasil merekam wajah-wajah pelaku yang menjarah rumah milik anggota DPR RI, Ahmad Sahroni
Kamera warga berhasil merekam wajah-wajah pelaku yang menjarah rumah milik anggota DPR RI, Ahmad Sahroni.
Kunjungi & Ikuti:
https://www.youtube.com/@borneotribun https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://www.borneotribun.com/

Rabu, 13 Agustus 2025

Luncurkan Posbankum, Pemprov Kalbar Komitmen Hadirkan Kepastian Hukum untuk Warga

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi meluncurkan program Pos Bantuan Hukum Desa dan Kelurahan (Posbankum Des/kel) untuk memberikan akses bantuan hukum yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil. Kegiatan Rapat Kerja dan Sosialisasi program ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., di Aula Garuda Kantor Gubernur, Selasa (12/8/2025), dihadiri jajaran Forkopimda, bupati/wali kota, kepala desa dan lurah se-Kalbar, serta perwakilan Kemenkumham RI.

Gubernur Ria Norsan menegaskan, pembentukan Posbankum di tingkat desa dan kelurahan adalah langkah konkret untuk menghadirkan keadilan yang inklusif. “Tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota. Cukup ke kantor desa atau kelurahan, meski hanya berupa meja dan satu petugas, sudah bisa menjadi titik awal masyarakat mengadukan persoalan hukum,” ujarnya. Menurutnya, Posbankum juga berperan penting menyelesaikan masalah hukum secara damai sebelum masuk ke jalur pengadilan, khususnya konflik yang melibatkan masyarakat adat dengan perusahaan besar.

Luncurkan Posbankum, Pemprov Kalbar Komitmen Hadirkan Kepastian Hukum untuk Warga
Luncurkan Posbankum, Pemprov Kalbar Komitmen Hadirkan Kepastian Hukum untuk Warga.

Program ini sejalan dengan misi ke delapan Pemprov Kalbar, yakni memberikan kepastian hukum, penegakan HAM, serta keadilan dan kesetaraan gender. “Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian utama. Masalah kekerasan, hak-hak pasca perceraian, hingga perlindungan anak akan diakomodir melalui layanan ini,” jelas Ria Norsan. Ia juga mengungkapkan peningkatan jumlah Posbankum dari 70 pada 2024 menjadi 179 pada 2025, melalui penugasan paralegal dan kelompok keluarga sadar hukum (Kadarkum).

Selain soal akses hukum, Ria Norsan menyoroti tingginya angka perceraian di Kalbar, terutama yang diajukan oleh istri. Ia menilai maraknya penggunaan media sosial dan minimnya komunikasi rumah tangga menjadi faktor utama, menggantikan masalah ekonomi. “Saya harap Posbankum juga bisa jadi tempat konsultasi rumah tangga sebelum berujung perceraian. Rumah tangga itu sakral, perlu dijaga lewat komunikasi, bukan langsung jalur hukum,” pesannya.

Dengan terbentuknya 179 Posbankum Des/kel, Pemprov Kalbar berharap masyarakat di desa maupun kelurahan bisa mengakses bantuan hukum tanpa hambatan jarak. Program ini diharapkan mampu menekan angka perceraian, melindungi perempuan dan anak, serta menciptakan rasa aman dan keadilan bagi seluruh warga Kalimantan Barat.

Reporter: Heri Yakop

Dinkes Kalbar Rumuskan Strategi Hadapi Isu Kesehatan Terkini di Wilayah Perbatasan dan Terpencil

PONTIANAK - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat merumuskan empat kebijakan strategis untuk mengantisipasi isu-isu kesehatan yang terus berkembang. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Erna Yulianti, mengungkapkan langkah ini disampaikan saat peringatan Dies Natalis Rumah Sakit Universitas Tanjungpura ke-12 di Gedung A RS Untan Pontianak, Sabtu (9/5/2025), guna memastikan respon cepat, tepat, dan terkoordinasi terhadap tantangan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Dinkes Kalbar Rumuskan Strategi Hadapi Isu Kesehatan Terkini di Wilayah Perbatasan dan Terpencil
Dinkes Kalbar Rumuskan Strategi Hadapi Isu Kesehatan Terkini di Wilayah Perbatasan dan Terpencil.

Menurut dr. Erna, kebijakan pertama adalah peningkatan akses pelayanan kesehatan primer dan rujukan. 

Upaya ini dilakukan melalui penguatan Puskesmas, pengembangan layanan telemedicine, serta penugasan tenaga kesehatan strategis agar jangkauan dan kualitas layanan merata, termasuk di wilayah sulit dijangkau. 

“Kami terus berupaya agar masyarakat di daerah DTPK bisa mendapat layanan kesehatan yang setara dengan wilayah perkotaan,” ujarnya.

Kedua, Dinkes mendorong peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat melalui kampanye komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berbasis komunitas dan media sosial. Edukasi difokuskan pada isu-isu seperti vaksinasi, gizi seimbang, kesehatan mental, dan resistensi antimikroba. 

“Dengan literasi kesehatan yang baik, masyarakat bisa lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit,” tambahnya.

Kebijakan ketiga adalah pemanfaatan teknologi kesehatan digital. Dinkes Kalbar telah mengembangkan aplikasi e-health, sistem rekam medis elektronik, dan dashboard pemantauan untuk mempercepat layanan sekaligus membantu pengambilan keputusan berbasis data. 

Terakhir, penguatan kolaborasi lintas sektor juga menjadi prioritas. Dinkes aktif bekerja sama dengan sektor swasta, universitas, organisasi profesi, dan lembaga internasional untuk menghadapi berbagai isu, mulai dari stunting hingga dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.

Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sistem kesehatan di Kalimantan Barat. 

Dengan adanya penguatan layanan, literasi, teknologi, dan kolaborasi, Pemprov Kalbar optimis dapat menekan potensi krisis kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau layanan kesehatan modern.

Reporter: Heri Yakop

Selasa, 12 Agustus 2025

Fakta Sebenarnya di Balik Video Serangan Orca pada Jessica Radcliffe yang Viral di TikTok

JAKARTA - Sebuah video yang mengklaim pelatih lumba-lumba atau paus pembunuh (orca) bernama Jessica Radcliffe tewas diserang saat pertunjukan tengah viral di TikTok dan Facebook. 

Klaim ini ramai dibicarakan sejak awal Agustus 2025, namun hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut adalah palsu dan sosok Jessica Radcliffe kemungkinan besar tidak pernah ada.

Video yang beredar menampilkan narasi bahwa Radcliffe, 23 tahun, diserang orca saat tampil di sebuah taman laut. 

Disebutkan pula bahwa ia meninggal 10 menit setelah diselamatkan staf, bahkan ada klaim serangan dipicu oleh darah menstruasi yang bercampur di kolam. 

Meski terdengar dramatis, tidak ada satu pun media arus utama atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi kejadian ini.

Ilustrasi orca di taman laut, bukan terkait insiden Jessica Radcliffe
Ilustrasi orca di taman laut, bukan terkait insiden Jessica Radcliffe.

Media Vocal dan The Star dari Kenya melaporkan tidak ditemukan bukti kredibel seperti berita duka, pernyataan dari taman laut, atau laporan OSHA (Occupational Safety and Health Administration). 

Suara dalam video juga diduga hasil rekayasa AI. Penelusuran HT.com pun gagal menemukan pelatih laut dengan nama Jessica Radcliffe. Ini memperkuat dugaan bahwa identitas tersebut fiktif.

Meski klaim ini terbukti palsu, sejarah mencatat orca memang pernah menyerang pelatih. Kasus paling terkenal adalah kematian Dawn Brancheau pada 2010 oleh orca bernama Tilikum di SeaWorld Orlando, yang kemudian diangkat dalam dokumenter Blackfish

Hoaks seperti ini berpotensi memicu kepanikan publik dan merusak reputasi industri hiburan laut. 

Pengguna media sosial disarankan memeriksa fakta sebelum membagikan konten viral untuk mencegah penyebaran informasi menyesatkan.

Senin, 11 Agustus 2025

Pecco Bagnaia Hadapi Tantangan Rem di MotoGP Austria, Marquez Tetap Diunggulkan

JAKARTA - Francesco “Pecco” Bagnaia tiba di Red Bull Ring, Austria, akhir pekan ini (16–18 Agustus 2025) dengan misi mempertahankan rekor lima kemenangan beruntun di sirkuit tersebut. Namun, masalah pengereman pada motor Ducati GP25 yang dialaminya sepanjang musim mengancam peluangnya, apalagi sang rival Marc Marquez sedang memimpin klasemen dengan dominasi penuh.

Bagnaia, juara dunia dua kali, sebelumnya dikenal punya keunggulan besar di sektor pengereman keras kunci kemenangannya di tiga Grand Prix dan dua Sprint terakhir di Austria sejak 2022. Namun musim ini, performa itu justru melemah. Saat berbicara di Brno, ia mengaku harus mengubah gaya balapnya karena motor tidak lagi mendukung pengereman ekstrem.

Pecco Bagnaia Hadapi Tantangan Rem di MotoGP Austria, Marquez Tetap Diunggulkan
Pecco Bagnaia Hadapi Tantangan Rem di MotoGP Austria, Marquez Tetap Diunggulkan.

“Saya selalu mengandalkan pengereman. Sekarang, itu justru salah satu bagian terlemah. Kami memang mencoba beberapa solusi, seperti mengganti pompa rem untuk meniru efek cakram 355mm, dan hasilnya lebih baik, tapi belum sepenuhnya memecahkan masalah,” ujar Bagnaia.

Red Bull Ring termasuk tiga trek bersama Buriram dan Motegi yang mewajibkan penggunaan cakram rem terbesar 355mm demi alasan keselamatan. Layout sirkuit yang stop-and-go membuat sektor pengereman sangat krusial, sehingga balapan kali ini menjadi ujian apakah Ducati berhasil menemukan solusi saat jeda musim panas.

Sementara itu, Marc Marquez tampil luar biasa dengan sembilan kemenangan dari 12 Grand Prix dan mengantongi selisih 168 poin dari Bagnaia di klasemen. Jika Bagnaia gagal menemukan performa pengereman optimal, fokusnya bisa beralih ke perebutan posisi kedua melawan Alex Marquez yang kini unggul 48 poin. Balapan Austria juga akan menjadi indikator besar arah perebutan gelar MotoGP 2025, terutama jika Marquez kembali menguasai sirkuit yang biasanya menguntungkan gaya balap Bagnaia.

Penulis: Heri Yakop

Sabtu, 03 Mei 2025

Dilan Janiyar Akhirnya Ungkap Alasan Kasih Uang Rp800 Juta ke Mantan Suami Setelah Cerai di Podcast Denny Sumargo

Dilan Janiyar akhirnya buka suara soal alasan dirinya memberikan Rp800 juta kepada mantan suami, Safno, usai perceraian. 

Dalam podcast bareng Denny Sumargo, Dilan curhat soal rasa kecewa, pengkhianatan, dan keputusan hukum karena tidak adanya perjanjian pra-nikah. Simak curhatan emosional Dilan di video ini!