Berita BorneoTribun: Walikota Pontianak hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Walikota Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Walikota Pontianak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2025

Kapolresta Pontianak Hadiri Khatulistiwa Coffee Event 2025 di PCC

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono bersama Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menghadiri Khatulistiwa Coffee Event 2025 di PCC
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono bersama Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menghadiri Khatulistiwa Coffee Event 2025 di PCC.

PONTIANAK - Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Khatulistiwa Coffee Event (KCE) 2025 yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Jumat (15/8/2025). Acara tahunan ini menghadirkan Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., serta jajaran Forkopimda, dengan tujuan memperkuat citra Pontianak sebagai kota kopi dan pusat kuliner khas Kalimantan Barat.

KCE 2025 menampilkan berbagai agenda menarik mulai dari pameran UMKM kopi lokal, diskusi ekonomi kreatif, hingga kompetisi Indonesia Brewers Championship yang diikuti 24 peserta dari berbagai daerah. Para barista muda menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyeduh kopi dengan teknik manual brew hingga menyajikan cita rasa unik yang memikat juri.

Dalam sambutannya, Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, gelaran ini bukan hanya sekadar festival, tapi juga sarana memperkuat identitas Pontianak sebagai kota kopi. “Event ini menjadi ruang untuk UMKM dan pelaku ekonomi kreatif agar semakin berkembang. Harapannya, Pontianak makin dikenal luas lewat budaya ngopi khas kita,” ujarnya.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono juga menekankan pentingnya acara positif seperti ini. Ia menyebut, kehadiran aparat keamanan bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat. “Saya mengapresiasi acara Khatulistiwa Coffee Event ini karena tidak hanya mempromosikan kopi lokal, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk dukungan agar kegiatan kreatif bisa terus berlangsung dalam suasana aman dan kondusif di Kota Pontianak,” kata Suyono.

Gelaran KCE 2025 ditutup dengan sesi coffee tasting bersama pejabat, peserta, dan tamu undangan, menciptakan momen kebersamaan yang hangat. Dengan semakin kuatnya dukungan pemerintah, aparat, dan masyarakat, KCE diharapkan mampu menjadi agenda tahunan berskala nasional yang mendongkrak sektor UMKM serta pariwisata Kota Pontianak.

Minggu, 13 Agustus 2023

Edi Rusdi Kamtono Ajukan Langkah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Edi Rusdi Kamtono Ajukan Langkah Antisipasi Lonjakan Kasus DBD.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memerintahkan Kepala Dinkes Kota Pontianak dan Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Kasus DBD di Kota Pontianak mengalami peningkatan. Data dari Dinkes Kota Pontianak mencatat 65 kasus sejak Januari 2023. Kecamatan Pontianak Kota merupakan wilayah dengan kasus terbanyak. Masyarakat dengan gejala DBD diminta segera mencari perawatan di fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya di Pontianak pada hari Sabtu.

Edi juga meminta RT (Rukun Tetangga) dan lurah setempat berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan penyemprotan atau fogging guna mengurangi penyebaran DBD.

"Petugas puskesmas dan Dinas Kesehatan harus rutin melakukan fogging di wilayah-wilayah terdampak wabah DBD," tambahnya.

DBD disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.

Oleh karena itu, Edi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka. "Pastikan lingkungan sekitar tetap bersih. Jangan biarkan wadah air menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Intinya, kita harus mencegah nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air yang tergenang," katanya.

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, menjelaskan bahwa mereka telah mengambil tindakan pencegahan seperti fogging di permukiman dan sekolah, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta penyelidikan epidemiologi oleh UPT Puskesmas Karya Mulia.

"Kami telah melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk fogging, pemberantasan sarang nyamuk, dan menyiapkan petugas kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada," ujarnya. Mereka juga menggunakan bubuk Abate dan mengedukasi masyarakat.

Saptiko menyampaikan bahwa kasus DBD dapat muncul di mana saja, bahkan di tempat bersih sekalipun. Sebagian besar kasus DBD terjadi pada anak-anak, sehingga orang tua diminta untuk memeriksa lingkungan tempat tinggal mereka. Jika ditemukan tempat berkembang biak nyamuk, segera bersihkan.

"Pastikan tempat penyimpanan air seperti kaleng-kaleng bersih atau ditutup. Ini adalah tempat berkembang biak nyamuk. Anak-anak sebaiknya menggunakan minyak serai atau lotion anti nyamuk di rumah atau sekolah," tambahnya.

(Tim Liputan)