![]() |
| Free VPN Proxy Video Japan dan Korea Full Ramai Dicari di Facebook Page Indonesia. (Gambar ilustrasi) |
Jakarta – Warganet Indonesia belakangan ini heboh membicarakan free VPN proxy yang diklaim bisa membuka akses video Jepang dan Korea secara penuh.
Fenomena ini ramai dibagikan melalui sejumlah Facebook Page Indonesia sejak akhir September 2025.
Banyak pengguna tertarik karena layanan gratis ini disebut mampu membuka situs maupun konten video yang biasanya dibatasi, terutama video hiburan Jepang dan Korea yang tengah populer di kalangan generasi muda.
Sejumlah unggahan viral di Facebook menampilkan tautan dan panduan penggunaan VPN gratis tersebut.
Dari pantauan redaksi, sebagian besar page yang membagikan informasi ini berfokus pada konten hiburan Asia, termasuk drama Korea (drakor), anime, hingga konser musik Jepang.
"Buat yang kesulitan nonton video Jepang atau Korea karena dibatasi, sekarang ada VPN gratis. Tinggal klik, pilih server, dan langsung bisa akses," tulis salah satu admin fanpage hiburan pada Minggu (28/9/2025).
Sementara itu, pakar keamanan siber dari ICT Watch, Donny BU, mengingatkan pengguna untuk tetap waspada.
Menurutnya, meski VPN gratis menarik, risikonya cukup besar.
"VPN gratis seringkali menyimpan data pengguna atau memasang iklan tersembunyi. Kalau dipakai hanya sekadar coba-coba menonton konten hiburan mungkin tidak masalah, tapi sebaiknya jangan digunakan untuk login ke aplikasi penting seperti perbankan atau email," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa layanan gratis bisa saja melanggar regulasi jika digunakan untuk mengakses konten yang sebenarnya dibatasi oleh aturan hak cipta.
Dampaknya, tren free VPN proxy video Japan dan Korea ini bisa semakin memicu lonjakan trafik ke situs hiburan Asia dari Indonesia.
Namun, jika tak ada pengawasan, pengguna berisiko terjebak pada situs tidak resmi, kebocoran data, hingga ancaman malware.
Kementerian Kominfo sendiri menyarankan masyarakat lebih bijak dalam menggunakan aplikasi VPN, termasuk memahami syarat layanan yang berlaku.
Fenomena ini diprediksi masih akan ramai dalam beberapa pekan ke depan, mengingat tingginya minat terhadap konten Jepang dan Korea di Indonesia.
