Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG 3 kilogram, menyusul adanya antrean di sejumlah titik setelah adanya libur panjang.
"Saya sudah koordinasi dengan Pertamina Kalbar. Stok tersedia, jadi masyarakat harap tenang terkait isu kelangkaan LPG 3 kg. Pasokan aman dan distribusi akan kembali normal dalam waktu dekat," kata Norsan di Pontianak, Minggu.
Ria Norsan menjelaskan dari hasil pertemuannya dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga, diketahui keterlambatan distribusi LPG dipicu dua faktor utama, yakni meningkatnya konsumsi masyarakat usai keramaian tradisi sembahyang kubur yang mendorong aktivitas kuliner, serta hambatan distribusi selama libur panjang.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan stok LPG 3 kilogram di wilayahnya dalam kondisi aman, baik di tingkat agen maupun Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Meski sempat terjadi antrean di beberapa titik, seperti di Desa Mekar Baru dan Desa Kapur, ia memastikan persoalan itu bukan karena ada kelangkaan.
"Permasalahan lebih pada sistem aplikasi pembelian yang sempat terganggu saat libur 5 September lalu. Namun hal tersebut sudah ditangani, dan distribusi kembali berjalan normal," kata Sujiwo.
Ia menambahkan, Pemkab Kubu Raya memberikan perhatian penuh terhadap ketersediaan LPG subsidi karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat. "Kita akan terus kawal distribusi bersama Pertamina agar kebutuhan masyarakat terpenuhi," tegasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan langkah cepat dengan menyalurkan tambahan pasokan (extra dropping) sebesar 40 metrik ton (MT) atau setara 40.320 tabung untuk wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Penyaluran tambahan ini dilakukan secara bertahap sejak 8 September 2025 dan dilanjutkan secara masif pada 12–13 September 2025.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan tambahan distribusi tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap lonjakan permintaan masyarakat.
"Distribusi sudah dilakukan secara bertahap dan akan terus dioptimalkan. Kami tegaskan penyaluran resmi LPG 3 kilogram hanya melalui agen dan pangkalan terdaftar, bukan pengecer," kata Edi.
Edi juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah. Menurutnya, harga di tingkat pengecer tidak bisa dikendalikan Pertamina dan tidak mencerminkan kebijakan resmi perusahaan.
"Selain memastikan stok, koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat pengawasan untuk menjamin distribusi LPG berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai regulasi yang berlaku," katanya.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena stok saat ini mencukupi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, layanan, maupun pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Call Center 135 atau melalui email di pcc135@pertamina.com.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA