Singkawang - Latihan Bersama (Latma) Chandrapura XXXI Tahun 2025 yang berlangsung di Bandar Udara Singkawang antara TNI dan angkatan bersenjata Singapura dalam upaya memperkuat kerjasama pertahanan kedua negara.
“Latma ini merupakan bentuk kerja sama militer antara TNI dan Angkatan Bersenjata Singapura yang telah terjalin sejak lama,” ujar Danlanud Harry Hadisoemantri Letkol Pnb Antonius pada penutupan kegiatan latihan tersebut di Singkawang, Selasa.
Antonius menyatakan kesiapan TNI Angkatan Udara dalam mendukung setiap latihan bersama. Menurutnya, keterlibatan TNI AU tidak hanya sebatas dukungan operasi udara, tetapi juga penguatan keamanan wilayah kedirgantaraan sekaligus membangun interoperabilitas dengan mitra strategis luar negeri.
“Latihan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI AU bersama matra lain dalam menjaga stabilitas kawasan, sekaligus memperkuat kerja sama internasional,” ujarnya.
Dia mengatakan Latihan Chandrapura XXXI tahun ini memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya memasukkan materi Jungle Warfare atau pertempuran hutan dalam agenda latihan.
Menurut dia, materi tersebut dinilai memperkaya wawasan dan meningkatkan kemampuan prajurit kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan operasi di medan yang beragam.
“Selain meningkatkan profesionalisme prajurit, kegiatan ini juga mempererat hubungan persahabatan dan solidaritas antara Indonesia dan Singapura,” ujarnya.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya latihan bersama yang dinilai memberikan dampak positif tidak hanya bagi penguatan pertahanan kedua negara, tetapi juga bagi masyarakat dan citra Kota Singkawang sebagai tuan rumah kegiatan internasional.
“Latihan ini menampilkan bahwa Singkawang bisa menjadi tempat strategis bagi kerja sama pertahanan internasional. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Tjhai Chui Mie.
Oleh : Narwati/ANTARA