Bengkayang bangun pembinaan atlet muda lewat turnamen karate
iklan banner

Jumat, 24 Oktober 2025

Bengkayang bangun pembinaan atlet muda lewat turnamen karate

Bengkayang - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan pembinaan atlet muda di daerah itu lewat turnamen karate untuk menjaring bibit potensial dari berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang Francisca Cynthia Ento dalam Open Tournament Karate Bupati Bengkayang Cup 2025 se-Kalimantan Barat di Bengkayang, Jumat.

Dia mengatakan, turnamen ini merupakan bagian dari strategi daerah dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Bengkayang, kata dia, tidak hanya ingin dikenal sebagai tuan rumah, tetapi juga pusat pembinaan atlet yang melahirkan generasi berprestasi. 

“Turnamen ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan ruang pembinaan karakter, disiplin, dan semangat juang bagi para atlet muda. Dari sinilah semangat olahraga daerah harus tumbuh,” ujarnya. 

Ketua Panitia Pelaksana, Heri Bertus Sarto, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antardaerah dalam memperkuat pembinaan karate di Kalimantan Barat. Menurutnya, semangat sportivitas yang terbangun dari turnamen ini akan berdampak langsung pada kualitas atlet daerah.

“Dari 158 atlet yang ikut, banyak yang masih usia dini. Ini menunjukkan potensi besar bagi Kalimantan Barat dalam melahirkan atlet masa depan. Kami ingin Bengkayang jadi bagian dari proses itu,” katanya.

Turnamen ini juga menjadi ajang evaluasi pembinaan cabang olahraga karate di tingkat kabupaten dan kota. Melalui kompetisi terbuka, setiap kontingen dapat melihat capaian pembinaan yang telah dilakukan serta memetakan potensi atlet untuk jenjang yang lebih tinggi.

Dia berharap turnamen ini menjadi pemicu munculnya atlet-atlet muda yang berkarakter dan siap bersaing di tingkat nasional. Bengkayang ingin menegaskan diri bukan hanya sebagai penyelenggara event, tetapi juga sebagai daerah yang konsisten membina potensi olahraga sejak dini.

Kegiatan berlangsung hingga 26 Oktober 2025 dan melibatkan Dewan Wasit dan Juri dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Kalimantan Barat.

"Penilaian dilakukan secara profesional untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan adil dan kompetitif," ujarnya.

Turnamen yang berlangsung di Auditorium Universitas Katolik Shanti Bhuana ini diikuti 158 atlet dari delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Mereka akan bertanding dalam 122 kelas untuk kategori kata dan kumite, mulai dari usia dini hingga pra-pemula. 

Oleh : Narwati/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.