Pontianak - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Supadio Pontianak bersinergi dalam mewujudkan konsep “Bandara Hijau” sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon di wilayah Kalimantan Barat.
"Bandara Supadio merupakan wajah Kalimantan Barat. Dengan konsep bandara hijau, kita ingin menghadirkan lingkungan yang lebih asri, efisien energi, serta berkelanjutan di sekitar kawasan bandara," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.
Sujiwo mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dan pengelola bandara dalam menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan strategis yang menjadi pintu gerbang utama Provinsi Kalimantan Barat itu.
Ia menjelaskan, Pemkab Kubu Raya siap mendukung langkah AP II, baik dari aspek tata ruang, penataan kawasan hijau, hingga pengelolaan sampah terpadu. Menurutnya, pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas daerah, sejalan dengan kebijakan nasional untuk menurunkan emisi karbon.
Selain itu, Pemkab Kubu Raya juga berencana memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar melalui program penanaman pohon bersama, pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta pelibatan UMKM lokal dalam mendukung aktivitas di kawasan bandara.
"Pembangunan yang ramah lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi juga masyarakat. Karena itu, kami ingin gerakan ini menjadi budaya bersama," kata Sujiwo.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan PT Angkasa Pura II berharap Bandara Internasional Supadio Pontianak dapat menjadi model bandara hijau pertama di Kalimantan Barat, yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Di tempat yang sama, Executive General Manager Bandara Supadio Pontianak, Maya Damayanti menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program dalam mendukung terciptanya bandara hijau, di antaranya pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan air hujan, penghijauan kawasan, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
"Kami terus berinovasi untuk menjadikan Bandara Supadio lebih ramah lingkungan. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar langkah ini berdampak luas bagi masyarakat sekitar," kata Maya.
Ia menambahkan, implementasi konsep Green Airport juga sejalan dengan komitmen PT Angkasa Pura II dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah. Bandara Supadio, kata dia, diharapkan menjadi salah satu contoh penerapan konsep ramah lingkungan di kawasan Indonesia bagian barat.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA