Ratusan Perantau Kalbar lestarikan budaya daerah di Jakarta
iklan banner

Senin, 27 Oktober 2025

Ratusan Perantau Kalbar lestarikan budaya daerah di Jakarta

Pontianak - Ratusan warga Kalimantan Barat (Kalbar) yang merantau di Jakarta dan sekitarnya berkumpul dalam acara Bejepin Yok! 2025, yang digelar di Anjungan Kalimantan Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sebagai ajang silahturahmi antara sesama perantau dan menjaga kelestarian budaya Kalbar.

"Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, sekaligus wadah bagi masyarakat perantau untuk melestarikan budaya daerah dan memperkuat ikatan kekeluargaan sekaligus melestarikan dan mengenalkan budaya kita kepada orang luar," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan, bersama Ketua TP PKK Kalbar Erlina Ria Norsan, serta Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman, tokoh nasional asal Kalbar Oesman Sapta Odang, dan berbagai organisasi masyarakat di Jakarta, Minggu.

Dalam suasana penuh keakraban, para tamu mengenakan busana adat khas Kalbar, seperti Telok Belanga dan Baju Kurung bagi kaum pria dan wanita. Beragam tarian tradisional Melayu, Dayak, dan Tionghoa, turut ditampilkan, mencerminkan kemajemukan dan keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat di perantauan.

Gubernur Norsan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, yang menurutnya bukan sekadar perayaan budaya, melainkan bentuk nyata kecintaan dan kepedulian masyarakat perantau terhadap daerah asal.

"Acara Bejepin 2025 ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga wujud semangat kita mempererat persaudaraan dan melestarikan warisan Kalbar," tuturnya.

Ia mengajak masyarakat Kalbar yang tinggal di luar daerah untuk terus berkontribusi dan menjaga jati diri daerah di manapun berada.

"Walaupun kita sudah berhasil di perantauan, jangan pernah lupa kampung halaman. Rumah kita adalah Kalimantan Barat, tempat kita lahir dan dibesarkan," kata Norsan.

Gubernur juga berharap Bejepin Yok! dapat digelar secara rutin setiap tahun sebagai simbol persatuan dan wadah pelestarian budaya Kalbar di tanah rantau.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman mengungkapkan rasa bangga melihat kekompakan masyarakat Kalbar yang tetap menjaga identitas dan solidaritas di perantauan.

"Hari ini kita disatukan dalam semangat silaturahmi budaya. Acara seperti Bejepin ini wajib kita dukung karena menjadi simbol persaudaraan dan jati diri masyarakat Kalimantan Barat," katanya.

Ia menambahkan semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Kalbar di rantau harus menjadi inspirasi dalam membangun daerah di berbagai bidang.

"Segala sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil. Jika kita terus menjaga semangat ini, Insya Allah Kalimantan Barat akan terus eksis di berbagai bidang, politik, akademik, olahraga, dan dunia usaha," kata Maman.

Kegiatan ditutup dengan tradisi makan seprahan bersama di Duplikat Keraton Anjungan Kalbar TMII, yang menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan masyarakat Kalbar tanpa sekat etnis maupun status sosial.

Melalui acara Bejepin Yok! 2025, masyarakat Kalbar di perantauan menunjukkan bahwa melestarikan budaya daerah tidak mengenal batas geografis, dan semangat cinta kampung halaman tetap hidup di mana pun mereka berada.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.