![]() |
| Landak Siaga 2025: Forkopimda Bersatu Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana Hidrometeorologi. |
LANDAK - Dalam upaya memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap meningkat di musim penghujan, Polres Landak menggelar Apel Kesiapan Bencana Tahun 2025 di halaman Mapolres Landak, Jalan Raya Ngabang–Pontianak Km 3, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, pada Rabu pagi (5/11/2025).
Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Landak Kompol Syaiful Bahri, S.IP., M.Sos. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari Forkopimda, TNI, Polri, hingga instansi terkait yang selama ini memegang peran strategis dalam upaya penanggulangan bencana.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Landak Erani, S.T., M.T., yang hadir mewakili Bupati Landak; Danramil 1210-06/Ngabang Kapten Arm Djaka Supriyadi, mewakili Dandim 1210/Landak; Wakil Ketua Pengadilan Negeri Ngabang Nuraini, S.H.; Pasi Ops Danyon Armed 16/TK Kapten Arm Cipta Kawedar; perwakilan Dansubdenpom XII/1-4 Ngabang Serma Heri; dan Kalak BPBD Landak Jhon Elak, S.T.
Apel berjalan dengan khidmat mengikuti seluruh rangkaian sesuai protokol upacara. Setelah penghormatan pasukan dan laporan komandan apel, pimpinan apel menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Dalam amanat tersebut, Kapolri menekankan bahwa kesiapsiagaan lintas sektor merupakan kunci utama dalam menghadapi bencana alam, terutama pada periode cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. “Kecepatan dan ketepatan respon menjadi faktor penting dalam penanganan bencana. Karena itu, semua elemen bangsa harus siap, kompak, dan bekerja secara terintegrasi,” tegasnya.
Kapolri juga mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Indonesia telah mengalami lebih dari 2.600 kejadian bencana yang memberikan dampak besar bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap institusi memastikan kesiapan personel dan peralatan, sehingga dapat memberikan penanganan cepat di lapangan.
Kegiatan apel kemudian ditutup dengan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana oleh seluruh instansi terkait. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman hingga selesai pada pukul 08.30 WIB.
Melalui apel ini, diharapkan seluruh unsur Forkopimda Landak semakin solid dalam memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Landak.
