Semangat gaungkan kekayaan intelektual lokal dan kreativitas
iklan banner

Senin, 15 Desember 2025

Semangat gaungkan kekayaan intelektual lokal dan kreativitas

Jakarta - Sektor ekonomi kreatif yang diampu oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, kini sedang menjadi perbincangan hangat karena digadang menjadi peyumbang pendapatan negara melalui bidang kreatif.

Dalam Asta Cita, Prabowo menempatkan ekonomi kreatif sebagai pilar penting untuk kemandirian bangsa, sejalan dengan target meningkatkan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, dan kontribusi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Ekonomi Kreatif yang digawangi Menteri Teuku Riefky Harsya dan Wakil Menteri Irene Umar, menangani 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kreativitas yang berbasis budaya, desain, media, digital dan teknologi, yang dapat dikembangkan, hingga ke luar negeri.

Salah satu yang menjadi perhatian utama kementerian ini adalah sertifikasi kekayaan intelektual atau IP milik anak bangsa yang harus dijaga dan dipertahankan identitasnya, karena merupakan aset yang bisa meningkatkan taraf ekonomi pejuang ekraf.

Percepatan ekraf

Berbagai program dijalankan kementerian ini untuk membantu para pejuang ekraf memonetisasi karyanya, sehingga dihargai dan mendapat atensi masyarakat luas.

Kemenekraf memiliki program Akselerasi Kreatif (AKTIF) yang telah menghasilkan kreator IP yang berkualitas, serta Ekraf Hunt yang pada 2025 ada 1.399 Pejuang Ekraf telah mendaftar dengan jumlah total 516 IP lolos tahapan seleksi dan sudah selesai dikurasi. Dari program ini, kreator akan mendapatkan keuntungan, seperti prioritas kolaborasi IP, aktivasi, dan juga akses ke pendanaan.

Kemenekraf juga mendorong secara penuh setiap peluang akses pemasaran dan distribusi dalam berbagai acara, baik tingkat nasional maupun internasional.

Upaya yang dilakukan, di antaranya mendukung 16 IP lokal untuk tampil di "Singapore Comic Con" dan "Asia TV Forum & Market (ATF) Singapore" pada bulan Desember 2025. Dari acara ini, dua animasi Tanah Air, yakni "KOMARONG" dan "Galeo Anak Segara" buatan peserta program AKTIF dilirik studio dari Taiwan dan Kanada, sehingga berkesempatan mendapatkan komitmen penjajakan lanjutan (commitment for advanced discussion).

Selain itu, kolaborasi bersama jenama yang sudah memiliki nama besar juga dilakukan, seperti IP ilustrasi Muklay dengan perusahaan media luar ruangan City vision, komik Tahilalats dengan maskapai Garuda Indonesia dan MRT Jakarta, dan IP lokal Sekuya dengan lini fesyen 3Second dalam “Anime Gaming Collection” sebagai bentuk showcase untuk pengenalan kolaborasi industri kreatif antara jenama fesyen dan IP lokal.

Tidak hanya IP dalam bentuk animasi atau ilustrasi, kekayaan intelektual dalam bentuk lain, seperti musik dan film juga tidak luput dari perhatian Kemenekraf.

Seperti IP dari film “Jumbo” yang merupakan animasi Indonesia pertama yang tembus 10 juta penonton di bioskop, serta IP “Petualangan Sherina” juga diperkenalkan di fasilitas umum yang mudah dijangkau masyarakat, seperti halte, hotel, stasiun kereta api, hingga instalasi di tengah kota.

Kemenekraf juga mendukung 10 IP konten visual lokal di ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025, yang merupakan forum pelaku industri film, animasi dan video paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara. Dari acara ini menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dua IP Indonesia, yakni Tikam Samurai dengan BushiBros serta Locust bersama LMN VFX menuju tahap produksi lanjutan.

Sementara untuk musik, Kemenekraf juga memiliki program AKTIF Musik, dimana pelaku ekraf bidang musik bisa memanfaatkan program ini untuk naik kelas dan berdaya saing global. AKTIF Musik hadir sebagai bentuk pendampingan kreatif dan fasilitasi produksi karya musik di daerah.

Kementerian ini memfasilitasi Ndarboy Genk dan penyanyi tuna netra Fauzi Haidi untuk tampil di Festival Indofair 2025 di Suriname pada November 2025, yang juga merupakan kolaborasi antara Deputi Bidang Kreativitas Media Direktorat Musik Kementerian Ekraf serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paramaribo dan Direktorat Amerika II Kementerian Luar Negeri

Industri gim karya anak Indonesia juga sudah dilirik internasional dan memiliki kualitas setara. Dengan berkolaborasi bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), Kemenekraf mengembangkan program Game Seed untuk menjaring pengembang gim lokal agar bisa tembus ke pasar global.

Gim lokal juga sudah mulai dilirik internasional karena kualitasnya, seperti Agni, Mythical Oddysey, Loka Pala, hingga Khuga, serta Coffee Talk yang sudah bekerja sama dengan Jepang. Selain itu, promosi dalam mendukung industri gim lokal juga dilakukan kementerian ini, yakni menyediakan games corner di bandara-bandara yang menyediakan gim buatan Indonesia hasil kurasi AGI, dan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel, termasuk Artotel dan Ashley Hotel, untuk menghadirkan layanan gim di dalam kamar.

Kemenekraf juga telah membentuk rencana kolaborasi bersama pengembangan gim lokal dan organisasi esport, seperti dengan Evos Sport untuk mendongkrak talenta atlet esport dan juga pengembang gim Mobile Legends: Bang Bang, Moonton Games.

Tidak lupa, sektor fesyen yang merupakan salah satu menyumbang terbesar pendapatan negara, menjadi andalan Kemenekraf untuk memperlihatkan kualitas Indonesia di mata dunia, di antaranya program pengembangan fesyen Ide Indonesia (IDE.IND) Fesyen 2025 untuk memperkuat kapasitas jenama di subsektor fesyen agar benar-benar siap bersaing di pasar.

Program Direktorat Fesyen ini menjadi wadah pengembangan bagi pegiat fesyen yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Sumbangan pada negara

Dalam Kabinet Merah Putih ini, Kemenekraf memiliki tugas untuk memperkuat ekosistem kreatif, perlindungan hak kekayaan intelektual atau HAKI, dan mendorong pertumbuhan sektor ini agar mampu berkontribusi signifikan pada PDB, ekspor, investasi, dan penciptaan lapangan kerja, menjadikan ekraf sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Sepanjang tahun 2025, kementerian ini telah menunjukkan capaian target nasional yang cukup signifikan, di antaranya realisasi investasi dari pihak internasional dalam 6 bulan pertama sudah mencapai 66 persen di tahun 2025, atau menyumbang 9 persen dari total realisasi investasi nasional.

Lalu, dari ekspor per Oktober, data Badan Pusat Statistik 2025 yang diolah Kemenekraf tercatat telah mencapai 100 persen dari target 2025, yaitu 26,44 miliar dolar Amerika atau menyumbang 13 persen dari total ekspor nonmigas.

Sementara itu, di sektor tenaga kerja, sampai pada November 2025 tercatat Kemenekraf sudah melampaui target nasional dari 25,5 juta orang, kini sudah mencapai 27,4 juta orang bekerja di sektor kreatif, atau mencapai 107 persen dari target yang ditetapkan.

Dari subsektor film, animasi, dan video mencatatkan nilai investasi sebesar 600 miliar rupiah, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dari semua pencapaian itu, kontribusi Kemenekraf terhadap pendapatan negara, kini sudah mencapai 1,500 triliun rupiah atau sekitar 7 persen dari PDB nasional, melampaui target nasional yang diberikan, yakni 5,54 persen.

Dalam mencapai semua target itu, Kemenekraf berupaya maksimal memberikan berbagai akses dan fasilitasi kepada pelaku ekonomi kreatif, dengan bantuan dari pemerintah pusat dan juga kolaborasi hexahelix dengan berbagai pihak.

Dalam mendukung pejuang ekraf memanfaatkan karyanya, Kemenekraf selalu memberikan pendampingan dan memfasilitasi pembuat IP untuk mendapatkan sertifikasi di Kementerian Hukum, maupun pendaftaran ketika produknya mau masuk ke pasar global, melalui WIPO atau World IP Organization, di bawah PBB, dan secara konsisten membantu komersialisasi IP melalui kolaborasi berbagai jenama.

Oleh Fitra Ashari/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.