![]() |
| Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menindak kenaikan harga MinyaKita di atas HET saat sidak Pasar Kebayoran, menelusuri distributor guna menjaga stabilitas minyak goreng nasional. |
JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan harga minyak goreng tidak boleh mahal atau langka di Indonesia. Penegasan itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran, Jakarta, Sabtu, setelah ditemukan produk MinyaKita dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam sidak tersebut, minyak goreng rakyat MinyaKita yang seharusnya dijual Rp15.700 per liter justru dipasarkan hingga Rp19.000 per liter. Temuan ini langsung mendapat respons tegas. Amran meminta aparat penegak hukum menelusuri rantai distribusi hingga ke tingkat distributor besar dan produsen.
Ia bahkan membeli dua kemasan MinyaKita sebagai barang bukti untuk mempercepat proses penyelidikan. Menurutnya, penindakan tidak boleh menyasar pedagang kecil atau pengecer, melainkan harus mengungkap sumber persoalan di level distribusi dan perusahaan.
Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Kontribusi produksi nasional mencapai sekitar 58 persen dari total produksi global dan 56 persen ekspor dunia. Dengan dominasi tersebut, Amran menilai tidak ada alasan logis harga minyak goreng di dalam negeri mengalami kenaikan.
Secara global, mekanisme supply and demand untuk crude palm oil berjalan normal. Namun, munculnya anomali harga di pasar domestik dinilai merugikan masyarakat, terlebih menjelang dan selama bulan Ramadhan ketika kebutuhan bahan pokok meningkat.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor crude palm oil dan turunannya sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 24,42 miliar dolar AS, naik 21,83 persen dibanding periode sebelumnya sebesar 20,05 miliar dolar AS. Angka ini mempertegas posisi strategis sawit sebagai tulang punggung ekspor nasional.
Amran menegaskan pemerintah tidak berniat menghambat pelaku usaha. Namun, kepatuhan terhadap regulasi harga dan distribusi pangan menjadi kewajiban. Apalagi di bulan suci Ramadhan, praktik yang memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan berlebihan dinilai tidak bisa ditoleransi.
Melalui pengawasan distribusi yang diperketat, operasi pasar berkelanjutan, serta penegakan hukum tegas, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga minyak goreng dan melindungi daya beli masyarakat.
Bagi masyarakat, langkah ini menjadi sinyal bahwa negara hadir mengawal harga pangan tetap terjangkau. Dengan produksi sawit yang melimpah, seharusnya manfaatnya dirasakan langsung oleh konsumen di dalam negeri, bukan justru terbebani kenaikan harga.
FAQ Seputar Harga Minyak Goreng dan MinyaKita
1. Berapa HET MinyaKita saat ini?
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
2. Mengapa harga bisa melebihi HET?
Diduga terjadi anomali distribusi atau permainan harga di tingkat distributor, bukan pada pedagang kecil.
3. Apakah pengecer akan dikenai sanksi?
Pemerintah menegaskan fokus penelusuran pada distributor dan produsen, bukan pedagang kecil.
4. Bagaimana peran Indonesia di pasar sawit dunia?
Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 58 persen produksi global.
5. Apa langkah pemerintah menjaga harga?
Pengawasan distribusi, operasi pasar, serta penegakan hukum tegas terhadap pelanggaran harga.
