Berita BorneoTribun: Ketapang hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ketapang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketapang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2026

Staf RSUD Agoesdjam Diperiksa Polisi Terkait Penyelidikan Dugaan Korupsi Belanja Rutin

RSUD dr Agoesdjam Ketapang 

Ketapang (Borneo Tribun) - Polres Ketapang sedang menyelidiki dugaan kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di RSUD dr Agoesdjam tahun anggaran 2024. 

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa polisi sudah memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui proses pengadaan barang dan jasa di rumah sakit Pemda itu. 

Pihak yang diperiksa itu terdiri dari staf di bagian tata usaha rumah sakit dan dari dinas Kesehatan. 

Info soal ini dibenarkan oleh kepala bagian tata usaha rumah sakit itu, Prajuneka saat ditanya Borneo Tribun, Rabu ini. 

"Ya secara umum (penyelidikan itu-red) pemanfaatan dana BLUD yang dilaporkan tidak sesuai," ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu sore (01/04/2026).

Dalam penyelidikan dugaan kasus ini, katanya kalau dasar Polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan terkait anggaran tahun 2024. Beberapa staf sudah hadir memenuhi pemeriksaan tersebut di Polres Ketapang. 

Berdasarkan sumber sahih dari Polres Ketapang yang dihimpun membenarkan proses penyelidikan kasus ini. Dari puluhan miliar anggaran di rumah sakit tahun 2024 terutama terkait belanja rutin, beberapa penggunaanya dicurigai tidak sesuai kebenaranya. 

Pemeriksaan ini diduga lanjutan dari informasi yang diperoleh Polres atas penggunaan anggaran yang dinilai tidak patut. Proses dimulainya penyelidikan ini  kabar-kabarnya sudah berlangsung sejak beberapa bulan dalam tahun ini. 

Sampai informasi ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan dari Polres Ketapang, terutama dari Kasat Reskrim kendati permintaan informasi sudah disampaikan. (*Jdn).

Dari Jalan, Beasiswa Hingga Seragam Gratis Terealisasi, Pemkab Lanjutkan Pembangunan di 2026

Dari Jalan, Beasiswa Hingga Seragam Gratis Terealisasi, Pemkab Lanjutkan Pembangunan di 2026
Dari Jalan, Beasiswa Hingga Seragam Gratis Terealisasi, Pemkab Lanjutkan Pembangunan di 2026.

Ketapang (Borneotribun) –Sepanjang tahun 2025, sejumlah program strategis dan prioritas kepala daerah telah berhasil direalisasikan dan pada tahun 2026 pembangunan kembali dilanjutkan dengan berbagai program prioritas.

Dari data Bappeda, tahun 2025, program yang telah terealisasi adalah rekonstruksi dan peningkatan Jalan Sungai Kepuluk–Batu Tajam. Perbaikan jalan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas serta memperlancar distribusi barang, terutama di wilayah pedalaman.

‎Selain itu, peningkatan Jalan Sei Awan Kiri–Tanjungpura juga telah dilaksanakan. Jalan ini menjadi jalur penting yang membantu konektivitas antarwilayah dan mempercepat akses masyarakat ke berbagai pusat kegiatan.

‎Peningkatan Jalan Sedawak–Sukaraja turut diselesaikan, sehingga masyarakat kini dapat menikmati akses transportasi yang lebih nyaman dan aman. Di samping itu, lanjutan pembangunan jembatan Periangan terus berjalan sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan infrastruktur di daerah.

‎Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) indoor juga menjadi bagian dari program yang terus dilanjutkan dan ditargetkan selesai pada tahun 2027 mendatang, di mana fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sarana olahraga sekaligus ruang kegiatan bagi masyarakat dan generasi muda di Kabupaten Ketapang.

Selain itu, di dunia pendidikan melalui program prioritas kepala daerah, Pemda Ketapang telah merealisasikan pemberian bantuan seragam sekolah beserta ATK gratis untuk 6.000 pelajar SD dan 2.500 pelajar SMP se Kabupaten Ketapang.

Program prioritas di dunia pendidikan lainnya di periode Bupati saat ini yang sudah teralisasi pada tahun 2025 lalu yakni pemberian Kartu Ketapang Pintar berupa bantuan beasiswa sebanyak 4.111 peserta didik dari SD hingga SMP yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Ketapang.

Tak hanya itu, program pemerintah lainnya menyasar ke para pelaku usaha UMKM, BPJS dan program kegiatan positif lainnya.

‎Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah kembali melanjutkan pembangunan termasuk prioritas kepala daerah dengan fokus yang tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.

‎Di sektor infrastruktur, peningkatan Jalan Pelang–Sungai Kepuluk terus dilakukan untuk mempermudah akses antarwilayah. Selain itu, pembangunan jembatan rangka baja di Riam Perjuangan juga dilanjutkan guna mendukung kelancaran transportasi masyarakat.

‎Perbaikan jalan pada ruas Sungai Kepuluk–Batu Tajam juga kembali menjadi perhatian untuk memastikan akses yang semakin baik, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

‎Pada sektor kesehatan, pembangunan Puskesmas di Kecamatan Tumbang Titi dan Kecamatan Kendawangan menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

‎Sementara itu, pembangunan GOR indoor juga terus dilanjutkan sebagai sarana penunjang kegiatan olahraga dan pembinaan atlet daerah.

‎Di bidang pendidikan, pemerintah Kabupaten Ketapang menjalankan program yang menjadi prioritas kepala daerah, berupa pemberian seragam, buku, dan peralatan sekolah secara gratis kepada pelajar. Selain itu, beasiswa juga diberikan kepada pelajar berprestasi dan kurang mampu sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

‎Bupati Ketapang, Alexander Wilyo saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa rangkaian program yang telah direalisasikan pada tahun 2025 dan yang terus dijalankan pada tahun 2026, sebagai wujud komitmen pihaknya untuk terus menghadirkan pembangunan yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Di tengah efisiensi anggaran dari pusat, ikhtiar tidak boleh putus, kita lakukan dengan berbagai cara terutama terkait Peningkatan infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan yang diharapkan mampu mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Untuk itu, Bupati juga mengajak untuk seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun Ketapang dengan menjaga persaudaraan, keharmonisan serta semangat gotong royong dan berpikir positif untuk memajukan Ketapang. (*)

Selasa, 31 Maret 2026

Viral Video Bullying SMP Tumbang Titi, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Anak

Motif kasus bullying siswa SMP di Tumbang Titi terungkap. Polisi sebut pelaku sakit hati, tiga tersangka anak tidak ditahan namun tetap diproses hukum.
Motif kasus bullying siswa SMP di Tumbang Titi terungkap. Polisi sebut pelaku sakit hati, tiga tersangka anak tidak ditahan namun tetap diproses hukum.

Ketapang – Kasus perundungan (bullying) terhadap seorang siswa SMP di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang videonya viral di media sosial akhirnya mulai menemukan titik terang.

Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengungkapkan bahwa motif utama dalam kasus ini didasari rasa sakit hati dari para pelaku terhadap korban.

“Motif kasus perundungan di Tumbang Titi pada 24 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIBA karena korban disangka menghina ketiga pelaku dan pelaku merasa sakit hati,” ujar Harris saat memberikan keterangan di aula Mapolres, Senin (30/03/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku lebih dulu mengajak korban untuk bertemu di pinggir sungai yang berada di wilayah Kecamatan Tumbang Titi.

Pertemuan tersebut ternyata menjadi awal terjadinya aksi perundungan. Di lokasi itu, korban mengalami tindakan yang kemudian direkam dan menyebar luas di media sosial hingga memicu perhatian publik.

Tiga Pelaku Ditetapkan Tersangka

Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan tiga orang terduga pelaku dengan inisial NN, APS, dan AB sebagai tersangka.

Meski demikian, ketiganya tidak dilakukan penahanan karena masih berstatus anak di bawah umur dan masih bersekolah.

“Hasil gelar perkara, ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka, namun karena masih di bawah umur, mereka tidak ditahan,” jelas Harris.

Walaupun tidak ditahan, polisi memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan hingga tahap persidangan. Penanganan kasus ini juga dilakukan dengan pendekatan perlindungan anak.

Polres Ketapang turut menggandeng Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Ketapang dalam menangani perkara ini agar tetap sesuai dengan aturan hukum yang berlaku bagi anak.

Kasus ini mencuat setelah video perundungan tersebut viral di media sosial. Pihak keluarga korban, melalui ibu korban, kemudian melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian.

Saat ini, perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya edukasi terkait bahaya bullying di lingkungan sekolah dan pergaulan remaja.

Para ahli menilai bahwa perundungan yang dipicu oleh kesalahpahaman atau emosi sesaat bisa berdampak panjang bagi korban maupun pelaku.

FAQ

1. Apa motif bullying di Tumbang Titi?
Motifnya adalah rasa sakit hati pelaku karena korban diduga menghina mereka.

2. Berapa jumlah pelaku dalam kasus ini?
Terdapat tiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

3. Kenapa pelaku tidak ditahan?
Karena pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar.

4. Apakah kasus ini tetap diproses hukum?
Ya, kasus tetap berlanjut hingga tahap persidangan.

5. Siapa yang menangani kasus ini?
Polres Ketapang bekerja sama dengan KPAD Ketapang.

(Muzahidin)

Senin, 16 Maret 2026

Hindari Antrian Panjang, Hiswana Migas Ketapang Pastikan SPBU Buka Sampai Malam

Hindari Antrian Panjang, Hiswana Migas Ketapang Pastikan SPBU Buka Sampai Malam
pengisian BBM di salah satu SPBU Ketapang kota masih tertib, belum terlihat antrean, Hiswana Pastikan BBM aman sampai lebaran

Ketapang (Borneotribun) - Ketua Hiswana Migas kabupaten Ketapang Riza Fauzan menyatakan stok BBM dan LPG rumah tangga aman sampai lebaran ini. Pihaknya juga menghimbau, masyarakat tidak usah khawatir soal minyak dan gas (Migas) di Ketapang dan tidak perlu antrian panjang. 

"Masyarakat kami himbau tetap tenang, tak perlu antri lagi sekarang ini, stok BBM dan LPG kita aman," ujar Reza, Senin ini (16/03/2025) selepas ikuti rapat pengendalian Sembako, BBM dan Gas di DPRD Ketapang. 

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi kejadian antrian itu, Pemda bersama Pertamina dan pihaknya sudah menginstruksikan agar seluruh SPBU di Ketapang termasuk di daerah kecamatan tetap beroperasi sampai malam. 

"Ketentuan buka sampai malam ini buat seluruh SPBU. Kalau SPBU di perhuluan sesuaikan saja dengan kondisi masyarakat termasuk keamanan di masing-masing daerah," katanya. 

Sebelumnya,  Bupati Ketapang Alexander telah menginstruksikan kepada seluruh pimpinan kecamatan untuk monitor ketersediaan Sembako, BBM dan gas di masing-masing wilayah.

"Saya sudah perintahkan para Camat untuk terus monitor dan segera beri laporan jikalau ada kejadian terlait dengan sembako, BBM dan gas ini. Jika ada pelanggaran, lakukan tindakan sesuai aturan," kata Alex. 

Penulis: Muzahidin

Stok Sembako, BBM dan Gas Aman di Ketapang, SPBU Buka Sampai Malam

Stok Sembako, BBM dan Gas Aman di Ketapang, SPBU Buka Sampai Malam
keterangan Pers disampaikan Bupati Ketapang Alexander Wilyo seusai rapat dengan DPRD, Pertamina dan Hiswana Migas, Senin (16/03/2025).

Ketapang (Borneotribun) - Bupati Ketapang Alexander Wilyo rapat dengan pimpinan DPRD, pihak Pertamina dan Hiswana Migas Ketapang pada Senin (16/03/2026) digedung DPRD Ketapang. 

Rapat tersebut membahas untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat seperti sembako, Bahan Bakar Minyak dan gas LPG menjelang Idul Fitri 1447 hijriah. 

"Saya informasikan kepada masyarakat, BBM termasuk LPG dan sembako kita aman. Jadi masyarakat diharapkan tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panik buying," kata bupati, selepas rapat itu di gedung DPRD.

Ia pun menyebutkan, sejak hari ini, pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai beroperasi sempai malam. Layanan ini berlangsung sampai hari lebaran. 

"Sampai lebaran nanti, layanan di SPBU sampai malam. Ini hasil kita rapat tadi," ujar Bupati. 

Penulis: Muzahidin.

Minggu, 08 Maret 2026

Safari Ramadhan Wagub Kalbar Di Ketapang Bahas Infrastruktur dan Ekonomi Daerah

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

KETAPANG -- Safari Silaturahmi Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berlanjut ke wilayah selatan. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang yang disambut hangat oleh pemerintah daerah setempat.

Kunjungan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Ketapang pada Jumat malam (6/3). Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir menyambut langsung kedatangan rombongan Wakil Gubernur beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kalbar.

Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan yang tidak hanya bernuansa keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa Safari Ramadhan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar pemerintah sekaligus menyelaraskan arah pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Pemprov Kalbar dan pemerintah kabupaten/kota sangat penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif.

Menurutnya, Kabupaten Ketapang memiliki peran strategis dalam perekonomian Kalimantan Barat. Wilayah ini dikenal memiliki potensi besar di sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

Krisantus juga menekankan bahwa momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Komitmen Percepatan Infrastruktur Dan Layanan Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ketapang.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta fasilitas kesehatan.

Upaya ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah provinsi berharap pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Ketapang Dinilai Berhasil Menjaga Kondusivitas

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

Wagub Krisantus turut memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Ketapang di bawah kepemimpinan Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir.

Ia menilai kondisi daerah yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendorong investasi serta pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Stabilitas daerah dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dukungan Provinsi Diharapkan Terus Menguat

Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap daerahnya.

Ia menegaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Ketapang sejalan dengan program strategis yang dijalankan oleh pemerintah provinsi.

Alexander juga berharap dukungan dari Pemprov Kalbar terus ditingkatkan, terutama dalam pembangunan infrastruktur strategis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Momentum Ramadhan Pererat Kebersamaan

Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Ketapang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Acara ditutup dengan tausiyah agama, buka puasa bersama, serta salat Tarawih berjamaah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap hubungan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang semakin kuat.

Kolaborasi yang solid diharapkan mampu mendorong terwujudnya Kalimantan Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Penulis: Muzahidin

Krisantus Kurniawan Dorong Rute Baru Ketapang–Pangkalan Bun Di Bandara Rahadi Oesman

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendukung penambahan rute penerbangan Bandara Rahadi Oesman Ketapang menuju Pangkalan Bun untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendukung penambahan rute penerbangan Bandara Rahadi Oesman Ketapang menuju Pangkalan Bun untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.

KETAPANG -- Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyatakan dukungannya terhadap rencana penambahan rute penerbangan di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Krisantus, pembukaan rute baru menuju Pangkalan Bun akan membantu mengurai kepadatan penerbangan yang selama ini banyak terpusat di Pontianak. Dengan adanya alternatif rute, distribusi penumpang dan jadwal penerbangan di wilayah Kalimantan Barat diharapkan menjadi lebih seimbang.

Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan serta peningkatan fasilitas terminal baru Bandara Rahadi Oesman di Kabupaten Ketapang, Sabtu.

Rencana Pembukaan Rute Ketapang–Pangkalan Bun

Krisantus menjelaskan bahwa rencana pembukaan rute menuju Pangkalan Bun akan memberikan dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat. Selama ini, sebagian besar penerbangan masih bertumpu di Pontianak sehingga menyebabkan kepadatan pada jalur tertentu.

Dengan hadirnya rute baru tersebut, arus penerbangan dapat tersebar ke beberapa titik tujuan. Hal ini tidak hanya mengurangi beban penerbangan di Pontianak, tetapi juga meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah lain.

Menurutnya, keberadaan jalur alternatif akan memudahkan masyarakat dalam memilih rute perjalanan yang paling efisien.

Mempercepat Akses Transportasi Udara

Penambahan rute penerbangan dinilai dapat mempercepat waktu tempuh perjalanan antarwilayah. Transportasi udara menjadi pilihan yang semakin efisien, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Krisantus menegaskan bahwa semakin banyaknya penerbangan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperpendek waktu perjalanan, ketersediaan rute yang beragam juga akan meningkatkan fleksibilitas dalam menentukan tujuan.

Ia mencontohkan, apabila penerbangan menuju Pontianak penuh, masyarakat dapat memilih jalur lain melalui Pangkalan Bun.

Alternatif Perjalanan Bagi Masyarakat

Kehadiran rute baru juga membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan serta kemudahan akses transportasi di Kalimantan Barat.

Dengan semakin banyak alternatif rute, masyarakat tidak lagi bergantung pada satu jalur penerbangan. Sistem transportasi udara pun diharapkan menjadi lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan penumpang.

Kondisi ini sekaligus dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan Kalimantan Barat dan sekitarnya.

Pengembangan Bandara Dorong Ekonomi Daerah

Krisantus juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur bandara sebagai bagian dari strategi meningkatkan konektivitas wilayah. Pengembangan fasilitas di Bandara Rahadi Oesman dinilai sebagai langkah positif bagi daerah, khususnya di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan pertama kalinya dirinya menempuh perjalanan udara langsung ke Ketapang. Sebelumnya, perjalanan ke wilayah tersebut lebih sering dilakukan melalui jalur darat.

Menurutnya, pembangunan terminal baru di Bandara Ketapang menunjukkan adanya perkembangan infrastruktur yang signifikan.

Dukungan Pemerintah Terhadap Pengembangan Bandara

Pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan fasilitas bandara yang saat ini terus dilakukan. Pengembangan tersebut diyakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah.

Saat ini, Bandara Rahadi Oesman telah melayani sekitar tujuh penerbangan dari dan menuju Ketapang. Ke depan, pemerintah juga merencanakan penambahan sejumlah rute baru, termasuk penerbangan menuju Pangkalan Bun.

Dengan meningkatnya konektivitas udara, wilayah Ketapang diharapkan dapat berkembang lebih cepat serta menarik lebih banyak aktivitas ekonomi dan investasi.

Rencana penambahan rute penerbangan di Bandara Rahadi Oesman menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi udara di Kalimantan Barat. Selain mengurangi kepadatan penerbangan di Pontianak, kebijakan ini juga membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sabtu, 07 Maret 2026

Mengenal PETIR, Pernah Demo Polres Ketapang Tuntut Pembebasan Pelaku PETI

Mengenal PETIR, Pernah Demo Polres Ketapang Tuntut Pembebasan Pelaku PETI
(Foto) alat berat di lokasi tambang liar di kecamatan Matan Hilir Selatan,

KETAPANG - Kelompok PETIR sekarang ini jadi perhatian karena kiprahnya ditengah masyarakat. 

Kelompok ini mengklaim sudah menjadi organisasi resmi sebagai wadah pekerja dan cukong emas. Padahal Pemerintah belum menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Ketapang.

Cap miring kepada kelompok ini sebagai organisasi terasosiasi dengan praktek tambang liar beserta dampaknya sangat melekat. 

Stigma negatif ini diperkuat dengan latar belakang ketua organisasinya, Kacung Supandi yang dikenal luas sebagai salah seorang pemodal dan penampung emas dari wilayah tambang ilegal di kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) maupun dari kecamatan Sungai Melayu Raya.

Mengenal PETIR, Pernah Demo Polres Ketapang Tuntut Pembebasan Pelaku PETI
Sekretaris PETIR Aldo Wilyo (sumber media JB)

"Seolah-olah aparat negara di atur-atur oleh segelintir orang bernaung dalam organisasi yang motif sebenarnya diduga buat bekingan praktek tambang emas ilegal," ujar Daniel, ketua Laskar Jagadilaga. 

Organisasi ini pernah mendemo secara masif Markas Polisi (Mapolres) Ketapang untuk membebaskan Roni Paslah yang ditahan karena tersangkut perkara penganiayaan warga di lokasi tambang liar

Roni Paslah sendiri diketahui sebagai anggota PETIR dan bekerja di lokasi emas di daerah Matan Hilir Selatan. Aksi demo ini terjadi pada 9 Juni 2025.

Dikutip dari media Jurnal Borneo, PETIR adalah kepanjangan dari Persatuan Tambang Independen Rakyat. 

Sekretaris kelompok itu, Aldo Mulyo mengklaim organisasinya merupakan wadah pekerja dan cukong emas yang terkait dalam aktivitas bisnis tambang emas di Ketapang.  

Fokus geraknya adalah memperjuangkan legalitas penerbitan zin Pertambangan Rakyat (IPR) di wilayah pertambangan rakyat (WPR). PETIR berdiri sejak 1 Maret 2025 diketuai Kacung Supandi. 

"Organisasi kami bentuk ini sebagai wadah bagi para pekerja tambang untuk berserikat dan memperjuangkan perizinan tambang kedepannya," ujar dia. 

Dalam proses itu, pihaknya mengaku ikut membantu pemerintah dalam kegiatan sosial keagamaan terutama bagi anggota kelompoknya. "PETIR juga peduli terhadap pembangunan di Ketapang," ujarnya. (Muzahidin)

Rabu, 04 Maret 2026

Liu Xiaodong Pakai Topeng Usir Pekerja serta Rusak Police Line di PT SRM

Sidang di Pengadilan Negeri Ketapang mengungkap dugaan Liu Xiaodong pakai topeng usir pekerja dan rusak police line di PT SRM. Direktur PT Sultan Rafli Mandiri membeberkan kronologi, pencurian listrik, serta bahan peledak.
Sidang di Pengadilan Negeri Ketapang mengungkap dugaan Liu Xiaodong pakai topeng usir pekerja dan rusak police line di PT SRM. Direktur PT Sultan Rafli Mandiri membeberkan kronologi, pencurian listrik, serta bahan peledak.

KETAPANG - Direktur PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) Muhamad Pamar Lubis menyebut terdakwa Liu Xiaodong sebagai pengkhianat. Dia juga membeberkan modus terdakwa dalam menjalankan upayanya untuk menguasai barang dan fasilitas perusahaan. 

Hal itu disampaikannya saat hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pencurian listrik dan bahan peledak dengan terdakwa Warga Negara Asing (WNA) Liu Xiaodong di Pengadilan Negeri Ketapang, Selasa (3/3/2026).

"Awalnya dia ini penerjemah Mr Li, karena ada penyelewengan dia dipecat lalu sakit hati dengan mencuri listrik, dinamit dan ore emas. Jangan berharap memetik bunga kalau yang ditanamnya bunga bangkai," kata Pamar Lubis. 

Foto: Terdakwa Liu Xiao Dong
Foto: Terdakwa Liu Xiao Dong

Dalam persidangan kali ini, Jaksa menghadirkan enam orang saksi terdiri dari 3 WNA eks karyawan PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), direktur PT SRM, Muhamad Pamar Lubis, kemudian Rani, manajer keuangan PT SRM dan pihak Imigrasi. 

Jaksa menanyakan kepada Pamar Lubis terkait pengetahuan dirinya dalam perkara yang didakwakan kepada Liu Xiaodong.

Pamar Lubis menjelaskan bahwa Ia menerima laporan dari Kepala Teknik Tambang (KTT) Saiful Situmorang sebagai wakil perusahaan di lapangan karena dirinya sedang menjalani proses hukum di Lapas Klas II B Ketapang. 

Diketahui, Saiful Situmorang juga sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Ia mengaku sempat diancam akan dihabisi oleh terdakwa Liu Xiaodong. Hal itu terungkap pada persidangan 2 pekan lalu. 

Dalam kesaksiannya, Pamar Lubis mengatakan,kalau terdakwa pernah melakukan pengusiran secara paksa para pekerja di perusahaannya yang terdiri dari Warga Negara Asing (WNA) dan warga lokal. 

"Pada waktu subuh, terdakwa ini dengan beberapa orang memakai topeng mengusir pekerja saya WNA dan tenaga lokal. Merusak garis Polisi dan menambang emas," kata Pamar Lubis, Selasa (03/03/2026) dimuka majelis hakim PN Ketapang. 

Terkait dengan bahan peledak, pihaknya mengaku memperoleh secara sah dan mendapatkan izin dari Mabes Polri. Bahan peledak tersebut disimpan dalam gudang khusus di lokasi tambang. 

"Karena Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) belum disahkan, bahan peledak beserta detonatornya sejak dibeli tahun 2022 tidak digunakan, tersimpan dalam gudang. Tapi saya dapat laporan kalau kunci gudang dirusak diduga oleh terdakwa," kata Pamar Lubis 

Terkait dengan dugaan pencurian listrik, Ia mengaku dihubungi oleh pihak PLN Ketapang mengenai tagihan listrik yang secara tiba tiba mendadak naik dari tagihan bulanan seperti biasa.

"Mendadak ada tagihan listrik 500 sampai 600 juta sebulan. Biasanya kan hanya 100 juta kalau tidak beroperasi. Tagihan ini setiap bulanya kami yang bayar,"katanya. 

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa mencecar Pamar Lubis dengan pertanyaan mengenai laporannya yang dianggap tidak memiliki landasan hukum sebab Pamar Lubis dianggap sudah tidak menjabat sebagai direktur perusahaan. 

"Anda sebagai saksi di BAP tanggal 9 Agustus 2025, sedangkan saat itu saksi bukan lagi sebagai direktur PT SRM, jadi apa dasar saksi melaporkan klien saya,"ujar pengacara Liu Xiao Dong. 

Menjawab itu, salah seorang kuasa hukum Pamar Lubis, Cahyo Galang Satrio mengatakan, kalau laporan polisi (LP) kasus ini sudah dibuatnya semenjak kliennya masih sah sebagai direktur perusahaan. 

"LP kita di Mabes Polri tanggal 19 Mei 2025, baru di buatkan BAP, Agustus 2025, jadi dak ada masalah soal itu," ujar Cahyo Galang Satrio. 

Pewarta: Muzahidin | Editor: R. Hermanto 

Rabu, 25 Februari 2026

Tiga Sekolah Sempat Tolak Menu MBG Sukamaju Teluk Batang, Isinya Keren, Sekerat Buah Naga

Tiga Sekolah Sempat Tolak Menu MBG Sukamaju Teluk Batang, Isinya Keren, Sekerat Buah Naga
Menu MBG dari dapur berlokasi di Sukamaju Teluk Batang, isinya sebelah buah naga.

Kayong Utara (Borneo Tribun) - Menu sepotong buah naga yang diantar dapur MBG yang berlokasi di Sukamaju Desa Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, menjadi hot dibicarakan pihak sekolah maupun orang tua siswa karena menyajikan menu sebelah buah naga.

Buah naga dianggap bukanlah kebiasaan yang dikonsumsi oleh sebagian besar siswa penerima makanan MBG. Ditambah lagi, menu yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah hari dan jumlah harga.

"MBG kelas 6, Naga, roti, tiga kurma, teluk, untuk 2 hari, total 12.400. Yang katanye anak-anak menerima sehari 10 ribu, 2 hari 20 ribu, Masyaallah, tolong kasi yang terbaik untuk anak-anak sekolah," tulis akun Irfan Labu di akun Facebook, Rabu (25/02/2026).

Dari berbagai informasi, menu sekerat buah naga ini berasal dari dapur dengan nama Blue Ransel yang berlokasi di Sukamaju Desa Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.

Sebelumnya, menu yang disajikan oleh dapur ini pernah dikembalikan oleh tiga sekolah dasar negeri (SDN) karena persoalan yang sama.

Ketiga sekolah itu masing-masing adalah SDN 05, SDN 11, dan SDN 12 Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.

"Mereka bilang menunya untuk tiga hari, Senin sampai Rabu, isinya jauh dari kata sesuai. Kami kembalikan lah," ujar AP, salah seorang guru di salah satu sekolah yang menolak menu tersebut, Rabu (25/02/2025).

Pengembalian menu itu viral di medsos. Untuk 2 hari, yakni Senin dan Selasa, isinya sebungkus susu, sebungkus kacang polong, 2 telur, dan sebungkus roti tawar.

Sedangkan hari Rabu dan Kamis berupa sepotong buah naga, dua telur, tiga biji kurma, dan sebungkus roti.

"Betol-betol luar biaselah dapur ni cari untong. Tolonglah diperbaiki, usah palar bujur mao untung besak, anak-anak jadi korban," kata AP.

Penulis: Muzahidin.

Ribuan Batang Kayu Gelondongan Dari Wilayah Perhuluan Ketapang

Ketapang (Borneo Tribun) - Pemandangan ribuan batang kayu gelondongan sedang dimuat kedalam dua buah tongkang raksasa di areal eks pabrik PT Alas Kusuma desa Sukabangun kecamatan Delta Pawan Ketapang menarik perhatian. 

Dari apa yang dilihat pada hari Rabu ini, (25/02/2026), ada dua buah tongkang bertuliskan pada lambungnya yakni tongkang Mitra Usaha dan SML05.

Tongkang Mitra Usaha sudah full muat kayu gelondongan, sedangkan yang masih proses muat yakni tongkang SML05.

Dilokasi, terlihat beberapa orang pekerja dibantu alat angkut mesin dereek atau crane sedang memuat kayu gelondongan itu dari dalam air untuk disusun keatas tongkang SML05.

Menurut petugas jaga di pos Satpam eks pabrik tersebut mengatakan, kalau kayu-kayu itu itu berasal dari daerah perhuluan Ketapang untuk dibawa keluar Ketapang. 

"Dari hulu, nanti dibawa keluar," ujar salah satu petugas di pos jaga tersebut. 

Guna memastikan legalitas gelondongan tersebut, Borneo Tribun menanyakan kepada Marthen Dadiara, petugas kehutanan dari Kantor Pengawasan Hutan (KPH) wilayah Selatan Ketapang.

Marthen mengatakan kalau terkait keterangan petugas di pos satpam itu, dipastikan dia memang berasal dari daerah perhuluan Ketapang masuk dalam wilayah konsesi PT Alas Kusuma. 

"Kayu-kayu itu benar dari daerah kecamatan Sandai, Hulu Sungai dan Nang Tayap," ujarnya Rabu (25/02/2026).

Menurut dia, secara aturan ribuan gelondongan itu sudah memenuhi kewajibanya kepada negara. Kayu kayu itupun berasal dari areal hak pengusahaan hutan perusahaan. 

"Sah, mereka bayar semua yang dipersyaratkan atas kayu-kayu itu kepada negara," ujarnya. 

Penulis: Muzahidin

Selasa, 24 Februari 2026

WNA Tiongkok Liu Xiaodong Jalani Sidang Dengarkan Kesaksian Eks Karyawan PT SRM

Terdakwa Liu Xiaodong, seusai sidang saat dibawa masuk ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri Ketapang, foto Selasa (24/02/2026).
Terdakwa Liu Xiaodong, seusai sidang saat dibawa masuk ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri Ketapang, foto Selasa (24/02/2026).

Ketapang (BorneoTribun) - Liu Xiaodong, warga negara asing (WNA) asal Tiongkok kembali jalani sidang pada Selasa 24 Februari 2026 ini di Pengadilan Negeri (PN) Ketapang.

Pantauan di Pengadilan Negeri Ketapang, Liu Xiaodong tiba di PN Ketapang sekitar pukul 10.00 Wiba, dibawa petugas Kejaksaan Negeri Ketapang menggunakan mobil tahanan.

Saat tiba di gedung PN, tampilan Liu Xiaodong terlihat memakai baju kaos berkerah warna putih dipadu dengan celana kain warna hitam. 

Saat turun dari mobil tahanan, Liu Xiaodong dipakaikan rompi oranye dan tanganya diborgol dan ditahan dalam ruangan khusus para terdakwa di gedung PN Ketapang. 

Sidang perkara ini dimulai sekitar pukul 12.10 Wiba dengan agenda tunggal yaitu mendengarkan kesaksian dari bekas karyawan PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) yakni Saiful Situmorang saat di SRM menjabat sebagai Kepala Tekhnik Tambang dan Viona, saat itu bertugas di bagian administrasi dan perlengkapan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ketapang mendakwa Liu Xiaodong dengan sangkaan kepemilikan bahan peledak dan pencurian emas.

Sidang perkara ini dipimpin hakim ketua Pengadilan Negeri Ketapang Leo Sukarno, dibantu dua hakim anggota yaitu Prambudi Adi Negoro dan Rudy Haposan Adiputra. Sedangkan panitera yang bertugas adalah Stepanus Lido Sinambela.

Kepada saksi Saiful, JPU mencecar pertanyaan soal awal mula kenal dan bekerja di PT SRM bersama sama dengan terdakwa. Termasuk juga menanyakan soal tekhnis penyimpanan bahan peledak dan penggunaanya. 

Sedangkan kepada saksi Viona, jaksa menanyakan bagaimana memperoleh bahan peledak termasuk juga stok dan penyimpanan. 

Saksi-saksi yang dihadirkan JPU dalam sidang ini didengar kesaksian untuk memperkuat dakwaan kepada Liu Xiodong. 

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis ini, dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi saksi. 

Saat diberi kesempatan oleh majelis Hakim, terdakwa Liu Xiaodong menolak proses persidanganya diliput wartawan. Ia meminta hakim memverifikasi wartawan yang mau mengikuti proses persidangan dirinya. 

Namun, permintaan itu ditolak majelis hakin karena sidaknya dilakukan secara terbuka untuk umum, sehingga media bisa meliput proses persidangan dirinya. 

Penulis: Muzahidin.

Anggota Dewan Merangkap Developer Melinyangkan Jalan Komplek Pakai APBD

Tim survei dinas Perkim LH Ketapang saat survei proyek di jalan komplek BTN Kayong milik anggota DPRD Ketapang.
Tim survei dinas Perkim LH Ketapang saat survei proyek di jalan komplek BTN Kayong milik anggota DPRD Ketapang.

Ketapang (BorneoTribun) - Beberapa warga Kendawangan mempersoalkan proyek peningkatan jalan di komplek perumahan BTN Kayong Satu di desa Mekar Utama kecamatan Kendawangan yang dibangun pakai APBD Ketapang. 

Penyebabnya, karena masih banyak jalan maupun fasilitas lainnya di Kendawangan yang dianggap lebih prioritas untuk dibangun. 

Usut punya usut, diperoleh informasi kalau kawasan perumahan ini belum diserahkan kepada Pemda Ketapang.

Proyek ini diketahui masuk melalui jalur dana aspirasi alias pokok pikiran di masa anggaran perubahan tahun anggaran 2025. Pengusulnya adalah Hasim anggota DPRD Ketapang periode 2024/2029 fraksi partai Gerindra Dapil enam. 

Seorang sumber yang mengklaim tahu soal komplek ini menyampaikan kalau komplek perumahan ini dibangun oleh PT Sinar Pasya Lestari. Hasim adalah pemilik perusahaan ini.  

"Dia itu (Hasim) sebelum jadi anggota dewan yang saya ketahui pekerjaanya sebagai developer. Salah satu miliknya ya perumahan yang dibangun pakai APBD itu," ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak dibuka. 

Ia menilai, Hasim dengan fungsinya sebagai anggota dewan diduga sengaja menggunakan duit Pemda Ketapang untuk "melinyangkan" jalan di komplek milik dia itu. 

Padahal, pembangunan jalan maupun fasilitas perumahan itu harusnya masih tanggung jawab developer. 

"Harusnya masih tanggung jawab developer. Kalau dak salah komplek itu mulai dibangun tahun 2018," ucapnya. 

Dikutip dari media online yang release pada Senin 16 Februari, Hasim berdalil proyek itu diusulkan masyarakat saat masa reses anggota DPRD periode tahun 2025. 

Ia menyebutkan kalau jalan di komplek itu memang diserahkan kepada Pemda Ketapang karena kekurangan persyaratan teknis. 

"Saya sebagai anggota dewan wajib menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat baik yang dekat maupun jauh dari tempat tinggal saya," ucap Hasim. 

"Masih ada persyaratan kewajiban developer yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dilakukan," tambahnya. 

Menanggapi soal ini, ketua Ormas Laskar Jagadilaga Ketapang Daniel menilai, oknum dewan yang menggunakan duit negara demi keuntungan pribadi dianggapnya sebagai pribadi tamak bin rakus. 

Daniel menyebut kalau tindakan ini menyalahgunakan fungsinya sebagai wakil masyarakat bahkan dapat disebut sebagai perbuatan tercela berupa perilaku  korupsi. 

"Tamak, dah itu jak. Apalagi kata lainya bagi oknum dewan macam begini. Developernya dia, yang ngusulkan dia seolah olah hasil reses, logika yang salah. Dia anggota dewan baru, belum bisa masukan judul program 2025, kan seolah olah mau membodohi masyarakat. Untung ke dia sendiri,"ketus dia. 

Sebagai informasi, penggunaan uang APBD dalam kepentingan pembangunan dalam kawasan perumahan harusnya mengacu pada Undang-Undang nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dimana developer bertanggung jawab menyediakan infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase sebelum menyerahkan perumahan ke pemda.

Regulasi lainya juga secara jelas melarang komplek perumahan dibangun pakai APBD yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2019 bahwa pemerintah bisa masuk melakukan pembangunan prasarana sarana umum atau PSU di dalam kawasan perumahan atau BTN jika pihak developer sudah melakukan penyerahan aset. 

Penulis: Muzahidin.

Senin, 23 Februari 2026

Jenazah ABK KM Dharma Ferry II yang Hilang Terseret Arus di Pelabuhan Dievakuasi

Jenazah ABK KM Dharma Ferry II yang Hilang Terseret Arus di Pelabuhan Dievakuasi
Jenazah ABK KM Dharma Ferry II yang Hilang Terseret Arus di Pelabuhan Dievakuasi.

Ketapang (BorneoTribun) - Jenazah Ahmad Khoirudin, Anak Buah Kapal (ABK) kapal motor (KM) Dharma Fery II yang tenggelam terseret arus hari Sabtu pekan lalu sudah ditemukan hari ini, Senin (23/02/2026) sekitar pukul 06 pagi. Jasadnya dievakuasi Tim SAR dan selanjutnya diserahkan kepada pihak pengelola KM Dharma Ferry II. 

Kepala cabang KM Dharma Ferry II cabang Ketapang Kacung Muhadi mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya mengambang saat ditemukan pertama kalinya oleh warga desa Sukabangun Ketapang sekitar pukul 6 pagi hari Senin ini, lokasinya tak jauh dari lokasi pertama almarhum tenggelam dan terseret arus. 

Ia menerangkan, Tim SAR sudah melakukan evakuasi dan menyerah jasad almarhum kepada pihaknya. Selanjutnya, pihaknya membawa jasad almarhum ke RSUD Agoesdjam untuk dilakukan proses sholat fardhu kipayah dan pengawetan, karena almarhum akan diserahkan kepada keluarganya di kabupaten Nganjuk provinsi Jawa Timur. 

"Setelah jenazah selesai pengawetan akan di lakukan pengantaran ambulance ke bandara Supadio. Baru naik pesawat cargo sampai ke bandara Janda Surabaya ,"kata Kacung Muhadi, dalam keterangannya, Senin (23/02/2026).

Menurut dia, jenazah almarhum akan diurus lebih lanjut oleh vendor tempat almarhum bernaung bersama dengan keluarganya begitu jenazahnya sampai di Surabaya. 

"Pihak keluarga dan vendor DLU (Dharma Lautan Utama) menjemput almarhum ke bandara Juanda," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, korban Ahmad Khoirudin dilaporkan hilang karena terbawa arus deras saat mandi di perairan kawasan pelabuhan Sukabangun  pada Sabtu 21 Februari lalu sekitar pukul 5 lewat petang.

Saat itu korban tak sanggup melawan derasnya arus sungai di kawasan pelabuhan dan akhirnya terseret ke arah muara kuala Sukabangun dan tenggelam. 

"Korban mandi di sungai sekitar pukul 17.45 Wiba. korban mencoba melawan arus untuk mendekati kapal KM Dharma Ferry 2 tetapi karena arus deras korban terbawa arus ke arah muara dan tenggelam," kata Kapolsek kawasan Pelabuhan Sukabangun, Ipda Erwin Ekolai. 

Penulis: Muzahidin

Minggu, 22 Februari 2026

Antisipasi Barang Kadaluarsa, Tim Satgas Forkopimcam Kendawangan Sidak ke Toko dan Agen

Tim Forkopimcam Sidak barang kadaluwarsa ke toko dan agen, antisipasi barang kadaluwarsa
Tim Forkopimcam Sidak barang kadaluwarsa ke toko dan agen, antisipasi barang kadaluwarsa.

Ketapang (BorneoTribun) - Satuan tugas unsur Pimpinan kecamatan Kendawangan kabupaten Ketapang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa toko yang menjual makanan dan minumam.

"Kami sudah menindaklanjuti perintah bapak Bupati Ketapang melakukan Sidak pada Sabtu (21/02/2026) ke beberapa toko guna memastikan barang kadaluwarsa tidak beredar utamanya di wilayah saya di Kendawangan," kata Camat Kendawangan, Hermansyahwiran, Minggu (22/02/2026).

Ia mengatakan, perintah Bupati tersebut sebagaimana dimaksud dalam surat nomor 208/Setda-Ekbang 500/2025 tanggal 19 Februari 2025 tentang monitoring dan pengawasan ketersediaan bahan pokok di  tiap kecamatan. 

Pengawasan terhadap peredaran barang terutama yang kadaluwarsa sangat penting dilakukan untuk memastikan masyarakat terbebas dari ancaman kesehatan. 

Ia menyampaikan, pengawasan ini pihaknya lakukan bersama dengan unsur forum pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Kendawangan yakni, Kecamatan Kendawangan, Polsek, TNI AL, Koramil Kendawangan dan Puskesmas Kendawangan.

"Arah pengawasan kita dengan memeriksa barang-barang di toko modern yang ada di Kendawangan, kemudian ke toko-toko grosir, agen dan beberapa toko yang kami ketahui menjual barang sembako," katanya. 

Meneruskan amanat Bupati, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk lebih teliti dan hati-hati terhadap barang-barang yang dijual terutama masa berlakunya agar tidak terjadi masalah kesehatan. 

"Pada Ramadhan ini, pak Bupati sudah berpesan agar masyarakat selalu menjaga kesehatan. Lebih teliti dan hati-hati terutama saat membeli barang kebutuhan pokok untuk di konsumsi,"tandasnya. 

Penulis: Muzahidin

ABK Kapal Dharma Ferry II Terseret Arus di Pelabuhan Sukabangun Ketapang

Tim pertolongan atau SAR Ketapang saat sedang operasi pencarian korban terseret arus di pelabuhan Sukabangun Ketapang pada Sabtu (21/02/2026).
Tim pertolongan atau SAR Ketapang saat sedang operasi pencarian korban terseret arus di pelabuhan Sukabangun Ketapang pada Sabtu (21/02/2026).

Ketapang (Borneo Tribun) - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Dharma Fery II terbawa arus deras dan langsung hilang di perairan kawasan pelabuhan Sukabangun kecamatan Delta Pawan kabupaten Ketapang, Sabtu (21/02/2026) petang. Ia sampai sekarang belum ditemukan.

ABK bernama bernama Ahmad Khoirudin warga jalan Barito 10/A RT 03/07 Mangundikaran, kabupaten Nganjuk, Jawa Timur tersebut terseret arus deras ketika sedang mandi dekat kapal. 

Kapolsek kawasan Pelabuhan Sukabangun Ketapang, IPDA Erwin Kolai mengatakan, saat itu korban tak sanggup melawan derasnya arus sungai di kawasan pelabuhan dan akhirnya terseret ke arah muara dan tenggelam. 

"Korban mandi di sungai sekitar pukul 17.45 wib. Korban mencoba melawan arus untuk mendekati kapal KM Darma Ferry 2, tetapi karena arus deras korban terbawa arus ke arah muara dan tenggelam," ujarnya, Minggu pagi (22/02/2026) saat di konfirmasi.

IPDA Erwin menambahkan, tim gabungan sejak pertama kejadian sampai siang ini masih menyisir lokasi sampai ke muara sungai Sukabangun hingga radius 5 mil dari kawasan pelabuhan. 

"Tim gabungan Basarnas, Polsek pelabuhan, Airud, TNI AL, Pol PP dan intansi terkait sampai siang ini masih melakukan pencarian dari TKP sampai muara sungai," katanya.

Sampai informasi ini diturunkan, korban belum ditemukan, Tim gabungan dibantu warga masih melakukan pencarian dengan tetap memperhatikan keselamatan tim pencarian dan koordinasi .

Penulis: Muzahidin.

Kamis, 19 Februari 2026

Sertifikasi 86 Ribu Benih Sawit di Muara Pawan: Langkah Penting Perkuat Fondasi Kebun Masa Depan Pekebun Ketapang

Sertifikasi 86 Ribu Benih Sawit di Muara Pawan: Langkah Penting Perkuat Fondasi Kebun Masa Depan Pekebun Ketapang
Sertifikasi 86 Ribu Benih Sawit di Muara Pawan: Langkah Penting Perkuat Fondasi Kebun Masa Depan Pekebun Ketapang.

Ketapang – Di tengah tingginya kebutuhan benih unggul untuk mendukung program peremajaan kebun kelapa sawit, satu hal menjadi semakin jelas: masa depan kebun 20 hingga 25 tahun mendatang ditentukan dari keputusan hari ini. Salah pilih bibit, risiko kerugian bisa berlangsung puluhan tahun. Karena itulah, proses sertifikasi benih menjadi langkah krusial yang tidak bisa diabaikan.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh CV Tiga Bintang yang menggelar sertifikasi benih kelapa sawit tahap main nursery di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas bahan tanam yang akan digunakan pekebun benar-benar memenuhi standar resmi.

86.594 Benih Diajukan Sertifikasi

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 86.594 batang benih kelapa sawit diajukan untuk proses sertifikasi. Jumlah ini bukan angka kecil. Benih-benih tersebut terdiri dari varietas DxP Themba, DxP PPKS 540, dan DxP Simalungan yang saat ini telah berusia 8 hingga 9 bulan dan memasuki fase main nursery.

Tahapan ini sangat menentukan, karena pada fase inilah pertumbuhan vegetatif mulai terlihat jelas. Kesalahan dalam seleksi atau pengawasan pada tahap ini bisa berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman ketika sudah ditanam di lapangan.

Bagi pekebun, ini bukan sekadar proses administratif. Ini adalah investasi jangka panjang.

Pengawasan Ketat oleh Tim Sertifikasi

Proses pemeriksaan dilakukan oleh tim dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat, yakni Nugraha Banu Safitri, SP., M.Agr., Putra Diangga Sinaga, SP., serta Tagam Manalu, SP., M.M.

Pemeriksaan dilakukan secara teknis dan menyeluruh di lokasi pembibitan. Tim tidak hanya melihat kondisi secara umum, tetapi juga melakukan pengecekan detail di lapangan. Salah satu metode yang digunakan adalah menghitung jumlah pelepah pada sampel tanaman untuk memastikan kesesuaian umur dan pertumbuhan bibit.

Mengapa ini penting? Karena jumlah pelepah menjadi indikator pertumbuhan yang sehat dan sesuai standar umur tanaman. Bibit yang pertumbuhannya tidak sesuai bisa berpotensi mengalami gangguan produktivitas saat dewasa.

Selain itu, kondisi kesehatan tanaman juga diperiksa secara saksama. Bibit harus bebas dari serangan hama dan penyakit yang bisa menurunkan kualitas genetik maupun performa hasil panen di masa depan.

Standar Media Tanam dan Polibeg Ikut Dicek

Tak hanya kondisi fisik tanaman, tim sertifikasi juga menilai aspek teknis lainnya, termasuk keseragaman pertumbuhan dan penggunaan media tanam. Ukuran polibeg 30 x 40 cm menjadi salah satu standar yang diperiksa.

Ukuran ini bukan sekadar angka. Ruang perakaran yang cukup sangat memengaruhi kekuatan dan daya tahan bibit saat dipindahkan ke lahan permanen. Akar yang berkembang optimal akan membantu tanaman lebih cepat beradaptasi di lapangan.

Dengan kata lain, proses sertifikasi ini memastikan bahwa setiap detail, sekecil apa pun, telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Kenapa Sertifikasi Benih Itu Penting?

Banyak pekebun kini mulai sadar bahwa produktivitas kebun sawit tidak hanya bergantung pada pemupukan atau perawatan setelah tanam. Semuanya berawal dari kualitas benih.

Benih bersertifikat menjamin:

  • Kemurnian varietas

  • Mutu genetika yang terjaga

  • Kualitas fisik tanaman sesuai standar

  • Proses pengawasan resmi dari pemerintah

Tanpa sertifikasi, risiko mendapatkan benih tidak murni atau kualitas rendah semakin besar. Dampaknya bisa terasa saat tanaman mulai berproduksi, bahkan baru disadari setelah bertahun-tahun.

Di sinilah pentingnya memilih benih yang telah melalui proses pengawasan ketat.

Dukung Produktivitas Sawit Kalimantan Barat

Kegiatan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat, salah satu sentra produksi sawit nasional. Ketersediaan benih unggul yang bersertifikat di tingkat lokal akan membantu pekebun mendapatkan akses bahan tanam berkualitas tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Program peremajaan atau replanting yang tengah didorong pemerintah pun akan lebih efektif jika didukung benih yang benar-benar unggul. Dengan produktivitas yang meningkat, daya saing sektor perkebunan pun ikut terdongkrak.

Bagi pekebun, ini bukan sekadar soal menanam ulang. Ini soal membangun ulang harapan dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga untuk dua dekade ke depan.

Saatnya Pekebun Lebih Selektif

Jika Anda adalah pekebun yang tengah mempertimbangkan peremajaan kebun, momentum ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk memastikan pilihan benih Anda tidak salah. Jangan tergiur harga murah tanpa kejelasan sertifikasi.

Benih unggul mungkin terasa sebagai investasi awal yang lebih besar, tetapi hasilnya akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Produktivitas stabil, rendemen lebih baik, dan risiko gagal tanam lebih rendah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan prosedur pemesanan benih bersertifikat, pekebun dapat menghubungi Admin CV Tiga Bintang melalui WhatsApp di nomor 0852 1189 7800.

Masa depan kebun Anda dimulai dari keputusan hari ini. Pilih benih bersertifikat, dan perkuat fondasi kebun untuk generasi mendatang.

Rabu, 11 Februari 2026

Mitra MBG Yayasan Surya Gizi Lestari di Marau Hidangkan Perkedel Tahu Basi, Sebabkan 417 Orang Keracunan

Korban keracunan MBG saat dirawat di Puskesmas kecamatan Marau pada Kamis (05/02/2026)
Korban keracunan MBG saat dirawat di Puskesmas kecamatan Marau pada Kamis (05/02/2026)

Ketapang (Borneo Tribun) - Kepala Program makan bergizi gratis (MBG) Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengatakan dugaan sementara penyebab keracunan 417 orang di kecamatan Marau disebabkan karena pekedel tahu.

Dugaan tersebut dikarenakan, perkedel tahu diproduksi pada Selasa malam (03/02/2026) kemudian selanjutnya di olah kembali pada Rabu (04/02/2026) sekitar pukul 2 dini hari dan paginya dihidangkan kepada siswa. 

"Dugaan awal berasal dari perkedel tahu yang dibuat pada Selasa malam, 3 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, lalu diolah kembali pada Rabu dini hari, 4 Februari 2026," ucap dia, Rabu (11/02/2026).

Meskipun demikian, guna memastikan penyebab keracunan massal ini, pihaknya masih menunggu hasik uji sampel makanan serta muntahan korban.

"Untuk hasil uji lab, belum keluar," ujarnya. 

Dugaan itu diperkuat dengan keterangan korban yang menyebutkan menu yang disediakan oleh mitra dapur MBG pada hari itu adalah menu nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi dan wortel, serta puding.

Sejak memakan makanan itu, siswa, guru termasuk pengelola dapur MBG merasakan keluhan sakit pusing, mual serta muntah-muntah. Gejala ini dirasakan sehari setelah menu tersebut dikonsumsi. 

"Gejala mulai dirasakan setelah konsumsi menu hari Rabu. Karena awalnya dianggap mual dan pusing biasa, banyak yang tidak langsung berobat. Laporan resmi baru kami terima dari pihak sekolah pada Kamis pagi, 5 Februari 2026," jelasnya. 

Untuk saat ini, dari 417 orang korban, tersisa satu pasien masih dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, sementara ratusan korban lainnya telah dipulangkan.

"Tersisa satu pasien yang dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Selebihnya, baik yang dirujuk maupun yang ditangani di Puskesmas Marau sudah dipulangkan ke rumah masing-masing," pungkasnya. (*mz).

Selasa, 10 Februari 2026

Dibalik Status Tahanan Rumah Liu Xiaodong, Ada Kesan Kongkalikong Perubahan Status Panahanan

Juru bicara Pengadilan Negeri Ketapang, Aditya C Faturochman. (Borneotribun/Muzahidin)
Juru bicara Pengadilan Negeri Ketapang, Aditya C Faturochman. (Borneotribun/Muzahidin)

Ketapang (BorneoTribun) - Masyarakat Ketapang menduga dibalik peristiwa kaburnya tersangka pencurian dan penyimpanan bahan peledak bernama Liu Xiaodong alias Liu tercium aroma bau-bau suap alias gratifikasi. 

Dugaan itu karena penetapan perubahan jenis penahanan terkesan tidak mempertimbangkan status tersangka yang memiliki potensi resiko tinggi, seperti potensi kabur, menghilangkan barang bukti maupun mengulangi perbuatan.

Selain itu, dalam dakwaan yang disangkakan, tersangka Liu, dijerat dengan pasal berlapis sesuai KUHP baru yakni pasal pencurian dengan ancaman maksimal 5 tahun dan pasal kepemilikan bahan peledak dengan ancaman hukuman minimal 20 atau pidana mati. 

Pendapat itu disampaikan oleh aktivis LAKI Ketapang Ujang Yandi dalam penyampaianya kepada media ini pada Selasa ini. Ormas tersebut mengatakan, atas dugaan itu, pihaknya meminta Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) memeriksa hakim yang menangani perkara ini. 

"Kita berharap perkara peralihan status panahanan ini diselidiki MA dan KY karena terkesan janggal, ada sesuatu dibalik peristiwa Liu berupaya kabur itu. Kita harus menjaga keluhuruan dan kehormatan hakim agar tidak ada sangkaan yang aneh-aneh dalam perkara ini," katanya, Selasa (10/02/2026).

LAKI juga menyoroti longgarnya pengawasan saat tersangka Liu berstatus tahan rumah sehingga dimanfaatkan oleh tersangka untuk berupaya diduga kabur. Sebab dalam aturanya, pengawasan seorang tersangka yang berstatus tahanan kota tetap dilakukan dengan ketentuan ketat, koordinasi antara pengadilan dengan jaksa. 

"Bisa saja ada skenario kesengajaan agar nantinya saat persidangan dan perkaranya diputus tersangka tidak dapat dihadirkan. Karena yang bersangkutan merupakan warga negara asing (WNA),vonisnya diputuskan secara in absentia," kata Ujang Yandi. 

Sebelumnya diberitakan, juru bicara Pengadilan Negeri Ketapang, Aditya C Faturochman menjelaskan, perkara Liu dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Ketapang pada tanggal 4 Februari 2026. Perubahan status panahanan tersangka dari tahanan di Lapas menjadi tahanan rumah diajukan melalui kuasa hukumya.

Terkait dengan dasar pertimbangan atas pengalihan status panahanahan tersebut, juru bicara PN Ketapang itu menegaskan hal itu sepenuhnya berada di majelis hakim yang menangani perkara. 

"Permohonan diajukan oleh penasehat hukun tersangka melalui aplikasi, majelis hakim bahkan tidak pernah bertemu dengan pihak manapun dalam perkara ini.  Terkait kewenangan sepenuhnya berada ditangan majelis hakim, kami tidak bisa mengintervensinya," jelas Aditya, Senin semalam. 

Aditya mengakui, PN Ketapang tidak melakukan pemantauan langsung terhadap terdakwa selama menjalani tahanan rumah. Menurut dia, meski secara administratif penahanan berada di bawah kewenangan pengadilan, pengawasan teknis bukan menjadi tanggung jawab juru bicara pengadilan.

"Soal pengawasan dan koordinasi, itu bukan wewenang saya. Biasanya koordinasi dilakukan antara kepaniteraan dan penuntut umum, saya tidak bisa mengomentari hal itu,"tandasnya.

Penulis: Muzahidin.

Tak Diistimewakan dan Dipantau Ketat, Liu Xiao Dong Tempati Sel Lapas Minimum Akses

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ketapang, Jhonson Manurung Amd.IP .S.H., M.Si
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ketapang, Jhonson Manurung Amd.IP .S.H., M.Si.

Ketapang (BorneoTribun)  - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ketapang menerima penyerahan kembali tersangka Liu Xiao Dong alias Liu dari Kejaksaan Negeri Ketapang pada Minggu 8 Februari sekitar pukul 10 pagi. 

Kepala Lapas Klas II B Ketapang, Jonson Manurung memastikan, penahanan Liu Xiao Dong dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan panahanan seorang tersangka. Lapas Ketapang memberikan atensi khusus terhadap tersangka ini. 

"Yang bersangkutan kembali dimasukkan ke Lapas pada hari Minggu sekitar pukul 10.00 WIB, diantar langsung oleh Kejaksaan," kata Jonson, Senin (09/02/2025).

Jonson Manurung, menjelaskan bahwa Liu Xiaodong pertama kali masuk ke Lapas Ketapang pada Selasa, 3 Februari 2026. Penyerahan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang. Setelah seluruh prosedur dinyatakan lengkap, Liu resmi diterima dan masuk ke Lapas Ketapang pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Ia menambahkan, pada Rabu, 4 Februari 2026, Pengadilan Negeri (PN) Ketapang mengeluarkan penetapan penahanan rumah terhadap Liu Xiao Dong. Penetapan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Kejaksaan dengan menahan Liu di sebuah rumah di daerah Mulia Kerta kecamatan Benua Kayong Ketapang. 

"Setelah serah terima, itu sudah menjadi urusan Kejaksaan, Pengadilan, dan kuasa hukum terdakwa," ujar Jonson.

Namun, status tahanan rumah tersebut dimanfaatkan Liu untuk kabur ke luar negeri. Ia ditangkap oleh petugas Imigrasi di Entikong, gerbang perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Selanjutnya petugas Imigrasi melakukan koordinasi dengan petugas Kejaksaan Negeri Ketapang dan berhasil memulangkan Liu dan memasukanya kembali kedalam tahanan Lapas Ketapang. 

Penulis: Muzahidin.