Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Warga Kubu Raya Diduga Diterkam Buaya Saat Memancing, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Foto: Ilustrasi Pencarian Pemancing Yang Diduga Diterkam Buaya

KUBU RAYA - Seorang warga bernama Sulyadi (41) dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya muara saat memancing di Perairan Sungai Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin 22 Juni 2026 sore.

Peristiwa terjadi menjelang waktu magrib. Hingga Selasa 23 Juni 2026, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sungai untuk mencari keberadaan korban.

Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat Abdul Wahab berangkat menggunakan Sampan Robin untuk mengantarkan pasokan minyak dan rokok kepada korban.

“Di lokasi kejadian, korban terlihat berada di atas Sampan Robin seorang diri. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu sekitar 20 meter. Di sekitar lokasi juga terdapat Pitung yang menggunakan Sampan Robin berbeda,” jelas Ade.

Sekitar pukul 17.00 WIB, buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menerkam korban. “Tanpa ampun, predator tersebut langsung menerkam dan menyambar tubuh korban. Dalam sekejap, korban diseret masuk ke dalam air,” ungkap Ade.

Abdul Wahab dan Pitung sempat berupaya melakukan pencarian di sekitar titik kejadian. Namun keterbatasan alat dan kondisi yang mulai gelap membuat upaya awal tidak membuahkan hasil. Keduanya kemudian kembali ke Desa Sungai Kerawang untuk melaporkan kejadian ke Polsek Batu Ampar dan meminta bantuan warga.

Mendapat laporan, jajaran Polsek Batu Ampar dan Pol Airud langsung bergerak ke lokasi kejadian. 

“Hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan. Namun upaya pencarian terus dilakukan secara masif dan maksimal,” ujar Ade.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di Perairan Sungai Dusun Karang Anyar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas sendirian, terutama saat hari mulai gelap. (Red)

Dialog Kebangsaan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H Digelar di Kubu Raya, Hadirkan Habib Jindan dan Habib Thoha

Foto: Dialog Kebangsaan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

KUBU RAYA - Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalimantan Barat menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin 22 Juni 2026.

Kegiatan bertema “Spirit Hijrah Mempererat Persaudaraan untuk Indonesia yang Lebih Berdaulat dan Bermartabat” menghadirkan ulama kharismatik nasional Alhabib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan. Hadir pula para alim ulama, tokoh lintas agama, tokoh lintas etnis, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dialog ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Kalbar yang dikenal sebagai miniatur Indonesia.

Dalam tausiyahnya, Habib Jindan mengajak masyarakat menjaga persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

“Persatuan adalah kekuatan bangsa. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan karunia yang harus dijaga dan dirawat bersama,” pesannya.

Ketua Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalbar, Alhabib Thoha Al-Jufri, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana menyiarkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam serta memperkuat komitmen menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan. Semangat hijrah harus menjadi semangat untuk memperkuat persatuan dan membangun bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE., M.Sos., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi menghadapi tantangan pembangunan.

“Kami berterima kasih kepada Majelis Almuwasholah yang memilih Kubu Raya sebagai lokasi Dialog Kebangsaan. Kegiatan ini bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama,” kata Sujiwo.

Pertemuan dua tokoh ulama, Habib Jindan dan Habib Thoha, menjadi simbol kuat kolaborasi ulama dalam merawat kebhinekaan dan memperkokoh persatuan bangsa. (Tim/Jm)

Senin, 22 Juni 2026

Detik-Detik Penemuan Mayat di Kapuas, Warga Langsung Lapor Polisi

Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi tangani penemuan mayat pria di Sungai Kapuas Banjar Serasan, polisi lakukan olah TKP dan penyelidikan penyebab kematian.
Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi tangani penemuan mayat pria di Sungai Kapuas Banjar Serasan, polisi lakukan olah TKP dan penyelidikan penyebab kematian.

PONTIANAK — AKP Suryadi bersama personel Polsek Pontianak Timur dan Tim Inafis Polresta Pontianak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan sesosok mayat pria di tepian Sungai Kapuas, Jalan Tanjung Harapan, Gang Baitussalam, Kelurahan Banjar Serasan, Minggu malam (21/6/2026).

Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan warga yang melihat sesosok pria di bantaran Sungai Kapuas. Laporan itu langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan mendatangi lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, polisi melakukan pengamanan area TKP untuk mencegah warga mendekat serta memastikan proses identifikasi berjalan lancar. Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi menyebut pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan TKP, berkoordinasi dengan Tim Inafis, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas korban dan penyebab pasti kematiannya,” ujar AKP Suryadi.

Jenazah korban telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian korban.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polsek Pontianak Timur atau kantor kepolisian terdekat.

Berawal dari Tugas Guru, Siswa SMTI Pontianak Ini Malah Jadi Juara Berkat Smart Barrier Lidar

Siswa SMTI Pontianak Indra Setyawan meraih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 lewat inovasi Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api.
Siswa SMTI Pontianak Indra Setyawan meraih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 lewat inovasi Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api.

Siswa SMTI Pontianak Raih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 Berkat Smart Barrier Lidar

PONTIANAK - Indra Setyawan, siswa Kelas X SMTI Pontianak, meraih Juara I Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Kota Pontianak 2026. 

Penghargaan tersebut diterima pada Senin (22/6/2026) di Ruang VIP Wali Kota Pontianak berkat inovasi "Prototype Smart-Barrier Lidar" yang dikembangkannya bersama Faridh Zulfahmi.

Karya yang diusung keduanya berupa sistem palang pintu perlintasan sebidang otomatis yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan jalur kereta api melalui teknologi sensor dan pemantauan digital.

Indra mengaku awalnya ditunjuk oleh guru untuk mengikuti ajang tersebut. Bersama rekannya, ia kemudian mencari ide yang sesuai dengan tema keselamatan lalu lintas sebelum mengembangkan Smart Barrier Lidar.

Sistem tersebut memanfaatkan tiga sensor yang ditempatkan di titik berbeda di jalur kereta api. Sensor berfungsi mendeteksi kedatangan kereta dan memberikan respons otomatis apabila terdapat kendaraan yang terjebak di area perlintasan.

Saat kereta berada pada jarak tertentu, sistem akan mengaktifkan peringatan. Jika kendaraan masih berada di area perlintasan, palang pintu dapat terbuka kembali dan masinis menerima notifikasi peringatan. Sistem juga dapat dipantau melalui website dan dilengkapi lampu peringatan.

Pembuatan prototipe memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Meski yang dipresentasikan dalam lomba masih berupa simulasi, tim telah memiliki prototipe yang sebelumnya sudah diuji coba.

Berkat inovasi tersebut, Indra dan Faridh meraih nilai total 94,28 dari penilaian karya tulis ilmiah dan presentasi alat di hadapan dewan juri.

“Awalnya kami ditunjuk oleh guru untuk mengikuti lomba ini. Setelah itu kami mulai mencari ide yang sesuai dengan tema keselamatan lalu lintas. Akhirnya kami mengembangkan Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api,” kata Indra usai menerima piagam dan hadiah dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Indra berharap inovasi tersebut dapat terus disempurnakan, terutama pada aspek sensor agar semakin akurat dan efektif dalam mendukung keselamatan di perlintasan kereta api.

“Sekolah sangat membantu, baik dari sisi pendanaan maupun pendampingan oleh guru pembimbing. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjadi sarana untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus mendorong lahirnya inovasi keselamatan jalan.

“Kita menyadari bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kota Pontianak, masih cukup tinggi dan banyak pelajar yang menjadi korban. 

Karena itu kegiatan ini menjadi momentum untuk melahirkan inovasi-inovasi terkait keselamatan lalu lintas,” ujar Edi.

Edi berharap inovasi yang dihasilkan para peserta tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk membantu menekan angka kecelakaan. 

Para pemenang juga diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan mengampanyekan budaya tertib berkendara di lingkungan masing-masing.

Dari 18 Tim Kini Tersisa 9, Kapolres Sekadau Cup 2026 Masuk Fase Penentuan

Persaingan Mobile Legends Kapolres Sekadau Cup 2026 semakin ketat. Sembilan tim berhasil lolos ke babak berikutnya dan siap memperebutkan gelar juara serta tiket ke tingkat Polda Kalbar.
Persaingan Mobile Legends Kapolres Sekadau Cup 2026 semakin ketat. Sembilan tim berhasil lolos ke babak berikutnya dan siap memperebutkan gelar juara serta tiket ke tingkat Polda Kalbar.

SEKADAU – Persaingan Turnamen Mobile Legends Kapolres Sekadau Cup 2026 semakin ketat setelah sembilan tim memastikan lolos ke babak berikutnya pada pertandingan yang berlangsung selama 20-21 Juni 2026 di Weng Coffee, Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Turnamen yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 itu diikuti 18 tim esports dari berbagai wilayah. Setelah dua hari pertandingan, separuh peserta berhasil mengamankan tiket ke fase berikutnya.

Pada laga hari pertama, Sabtu (20/6), Manok Sampar menaklukkan Vitality dengan skor 2-0. Arctic Muda menang 2-1 atas Vortex, sementara Izanami 49 mengalahkan Baja dengan skor 2-0.

Kangpang juga berhasil menyingkirkan MWII dengan skor 2-1, sedangkan Macau Esports mengatasi perlawanan Febquarious dengan kemenangan 2-0.

Memasuki pertandingan hari kedua, Minggu (21/6), AXC (Ayak X Clan) menang 2-1 atas Pondok Asri. Rental Putra mengalahkan Sintak Kojut dengan skor 2-0, JWGS N2 menundukkan The Boys dengan skor 2-1, dan TDC Esports menutup hari dengan kemenangan 2-0 atas Family Number.

Hasil tersebut memastikan sembilan tim yang lolos ke babak berikutnya, yakni Manok Sampar, Arctic Muda, Izanami 49, Kangpang, Macau Esports, AXC, Rental Putra, JWGS N2, dan TDC Esports.

Turnamen Mobile Legends Kapolres Sekadau Cup 2026 menyediakan total hadiah Rp3,5 juta, trofi, dan piagam penghargaan. Juara pertama nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Sekadau pada kompetisi tingkat Polda Kalimantan Barat.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang esports.

"Selama dua hari pelaksanaan pertandingan, seluruh peserta menunjukkan semangat kompetitif yang tinggi dengan tetap menjunjung sportivitas. Ini menjadi bukti bahwa esports mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda yang positif dan produktif," ujar IPDA Iwan, Senin (22/6).

Ia menambahkan, Polres Sekadau mendukung kegiatan yang dapat melahirkan talenta muda berprestasi sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat.

"Melalui turnamen ini kami berharap lahir atlet-atlet esports yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi serta membawa nama baik Kabupaten Sekadau," katanya.

Babak selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/6). Arctic Muda akan menghadapi Izanami 49, AXC bertemu Rental Putra, Kangpang berhadapan dengan Macau Esports, serta JWGS N2 melawan TDC Esports.

Sementara Manok Sampar akan menunggu pemenang laga antara Arctic Muda dan Izanami 49 untuk memperebutkan tiket menuju fase berikutnya. Persaingan diperkirakan semakin ketat seiring semakin dekatnya perebutan gelar juara.

Petugas BPS Mulai Ketuk Pintu Warga Pontianak, Wali Kota Jadi Warga Pertama yang Didata

Sensus Ekonomi 2026 di Pontianak dimulai 15 Juni–31 Agustus. BPS mendata aktivitas ekonomi warga hingga sektor digital untuk perencanaan pembangunan.
Sensus Ekonomi 2026 di Pontianak dimulai 15 Juni–31 Agustus. BPS mendata aktivitas ekonomi warga hingga sektor digital untuk perencanaan pembangunan.

PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

Kegiatan pendataan ini dilakukan langsung ke lapangan, termasuk mendata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang menerima petugas di rumahnya pada Senin (22/6/2026) pagi.

Pelaksanaan sensus dilakukan dengan mendatangi rumah warga serta pelaku usaha untuk mengumpulkan data aktivitas ekonomi masyarakat. 

Pendataan mencakup jumlah anggota keluarga, pekerjaan, aktivitas usaha, hingga aset yang dimiliki.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang didampingi istrinya, Yanieta Arbiastutie, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. 

Ia menilai data tersebut penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Sensus Ekonomi ini bertujuan untuk mendata kondisi ekonomi masyarakat Kota Pontianak. Nantinya petugas BPS akan mengunjungi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan data terkait jumlah penghuni dalam kartu keluarga, pekerjaan, aktivitas ekonomi, hingga aset yang dimiliki,” ujar Edi.

Ia menambahkan, data hasil sensus akan menjadi acuan penting dalam penyusunan program pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam menarik minat investor.

“Data ini akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program dan kebijakan. Kondisi ekonomi suatu daerah akan menentukan minat investor,” katanya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kota Pontianak, Amad Badar, mengatakan pelaksanaan sensus berjalan sesuai rencana sejak dimulai pada 15 Juni 2026. 

Petugas telah diterjunkan untuk mendata rumah tangga hingga pelaku usaha di seluruh wilayah kota.

Ia menegaskan, pendataan tidak hanya menyasar usaha konvensional, tetapi juga sektor ekonomi digital yang berkembang pesat.

“Tidak hanya usaha yang tampak secara fisik. Aktivitas ekonomi yang dijalankan dari rumah, seperti jual beli online maupun profesi digital seperti konten kreator dan influencer, juga menjadi bagian dari Sensus Ekonomi,” jelasnya.

BPS menilai data ekonomi kreatif dan digital memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga perlu dihimpun secara akurat. 

Untuk menjaga kualitas data, verifikasi dilakukan dengan berbagai sumber pembanding dari tingkat nasional hingga daerah.

Amad juga mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus dan memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya. 

Seluruh data dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Oleh: Slamet

Saat Keluarga Berduka, Dandim 1204/Sanggau Turut Antar Pelda Purnawirawan M. Dahlan ke Tempat Peristirahatan Terakhir

Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menghadiri pemakaman Pelda Purnawirawan M. Dahlan di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin 22 Juni 2026.
Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menghadiri pemakaman Pelda Purnawirawan M. Dahlan di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin 22 Juni 2026.

Dandim 1204/Sanggau Hadiri Pemakaman Purnawirawan TNI di Kelurahan Bunut

SANGGAU – Komandan Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menghadiri prosesi pemakaman Pelda Purnawirawan M. Dahlan bin Ajung pada Senin (22/6/2026) di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Almarhum merupakan ayah dari Sertu Syahrul.

Kegiatan diawali dengan prosesi penghormatan di rumah duka di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bunut, sekitar pukul 08.00 WIB. 

Suasana duka menyelimuti keluarga, kerabat, serta warga yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Prosesi pemakaman kemudian dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di Tempat Pemakaman Muslim Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat.

Sejumlah pejabat dan personel Kodim 1204/Sanggau turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasdim 1204/Sanggau Mayor Arm Dulloh, Pasi Pers Kapten Inf Yudi Santoso, Pasiter Kapten Inf Demianus, Danramil Entikong Kapten Inf Warsidi, Danramil Kapuas Kapten Inf Eko Prasetyo, Danramil Nanga Taman Peltu Daryanto, Plh Danramil Mukok Pelda Arifin, Bati Log Kodim 1204/Sanggau Pelda Samsuhadi, anggota Kodim dan Koramil 1204-01/Kapuas, Ketua RT 16 Sukiman, serta masyarakat sekitar.

Menurut Pendim 1204/Sanggau, kehadiran pimpinan dan personel Kodim dalam prosesi tersebut merupakan bentuk empati, kebersamaan, serta penghormatan kepada keluarga besar TNI AD yang tengah berduka.

Momentum itu juga mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan dan solidaritas di lingkungan satuan.

Hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai dilaksanakan, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.

Sumber: Pendim 1204/Sanggau.

Ngobrol Bareng Bawaslu, Sambangi Petugas Parkir

Ngobrol Bareng Bawaslu, Sambangi Petugas Parkir
Ngobrol Bareng Bawaslu, Sambangi Petugas Parkir.

Sekadau – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau saat ini gencar bergerak mensosialisasi tugas dan fungsinya sebagai upaya awal pencegahan terjadinya pelanggaran pemilu tahun 2029 mendatang.

Sosialisasi dilakukan dengan ngobrol santai seputar pemilu bersama warga masyarakat yang ditemui di tempat manapun dan akan disapa oleh petugas pengawas pemilu ini dengan santun. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Sandi, salah satu anggota Bawaslu yang kerap mensosialisasikan tugas dan fungsi pengawasan pemilu kepada petugas parkir di kompleks Terminal Lawang Kuari Sekadau (Minggu, 21/6).

Ia mengatakan kepada media ini bahwa tujuan ngobrol santai bersama petugas parkir seputar pengawasan pemilu adalah sekadar untuk mengingatkan para pemilih agar tidak melakukan pelanggaran pemilu, seperti contohnya mencela dan menghalangi orang lain untuk memilih calon perwakilan peserta pemilu, baik itu calon legislatif (caleg) maupun Pasangan Calon (Paslon) kepala pemerintahan, baik tingkat nasional maupun lokal, yang beda pilihan dengannya.

"Itu pelanggaran dan bisa masuk ke ranah pidana pemilu," ucapnya.

Oleh karena itu, beliau mengimbau agar warga masyarakat tidak menjadi pelaku pelanggaran pemilu. Untuk itu, kepada peserta, pemilih, dan bahkan penyelenggara pemilu, ia berpesan agar taat terhadap aturan yang mengaturnya demi tertib, nyaman, aman, dan lancarnya pemilu.

"Kami mengimbau kepada pemilih, peserta pemilu, dan bahkan juga kepada penyelenggara pemilu yaitu petugas KPU dan Bawaslu bersama jajaran yang ada untuk mentaati semua regulasi yang ada. Tertib serta laksanakan sesuai aturan. Jika melanggar, akan ada konsekuensinya," ujarnya mengingatkan.

Dijelaskan pula konsekuensi bagi peserta pemilu yang melakukan pelanggaran pemilu seperti diatur dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 dapat berupa seperti teguran tertulis, perbaikan, pidana penjara atau bisa juga di coret keikutsertaannya sebagai peserta pemilu.

"Untuk pemilih juga demikian, apalagi jika terkait jual beli suara atau politik uang, itu melanggar undang-undang pemilu dan ancamannya bisa kena pidana pemilu," jelasnya menutup pembicaraan dengan wartawan media ini karena hari sudah mulai larut malam.*

Tak Hanya Berperan Dalam Penindakan Hukum, Kejari Landak Berikan Pendampingan Hukum Dalam Penerbitan KIA

Foto : Pendampingan Hukum Penerbitan KIA Oleh Kejari Landak bersama Dinsos PPPA dan Disdukcapil.
LANDAK (BORNEOTRIBUN.COM) -  Kejaksaan Negeri Kabupaten Landak memberikan pelayanan nyata bagi masyarakat Kabupaten Landak, dengan menghadrikan program pendampingan hukum dalam penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) yang belum tercatat pada sistem Kependudukan. Acara tersebut bertempat di Aula Kejari Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan pendampingan hukum penerbitan KIA dan sekaligus penyerahan secara simbolis KIA tersebut di hadiri oleh, Kepala Kejari Landak Muhamad Ruslan, SH.,MH, Kadis Dukcapil Landak Heri Mulyadi, SH, Kepala Dinsos PPPA Fortunata Didian, S.Sos, Pengurus Panti Asuhan Bina Kasih, Pengurus Panti Asuhan Kasih Bonso, dan Perwakilan Anak Penerima KIA Bansos PKH.

Dalam sambutanya Kejari Landak Muhamad Ruslan, SH., MH mengatakan Kejari Landak berkerjasama dan Berkordinasi dengan Dinas Dukcapil serta Dinas Sosial PPPA untuk mendata seluruh anak yang ada di Kabupaten Landak dalam mendapatkan kartu KIA, ia menjelaskan KIA merupakan langkah awal dalam memberikan pengakuan identitas resmi kepada anak sejak dini yang nantinya akan sangat berpengaruh terhadap pemenuhan hak-hak mereka tentunya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

"Dokumen ini penting baik untuk data formal maupun informal, sehingga data anak nanti bisa di gunakan dalam kebutuhan sehari - hari sebagai bahan administrasi jika di butuhkan di Kabupaten Landak maupun di Luar Kabupaten Landak," kata Kejari Landak Muhamad Ruslan,SH.,MH dalam sambutanya.

Kajari Landak juga menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penindakan hukum, tetapi juga menjalankan fungsi preventif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Kemudian Kepala Dinsos PPPA, Fortunata Didian, S.Sos mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh kejaksaan Negeri Kabupaten Landak dalam memfasilitasi penerbitan Kartu Indentitas Anak (KIA). Yang mana telah bekerjasama dalam mendata Administrasi Anak-anak terutama di Panti Asuhan.

"Kami secara khusus menyambut baik kegiatan ini, kami di Dinsos PPPA juga siap memberikan data data terkait Penerbitan Kartu KIA jika nanti diperlukan. Ini adalah salah satu bukti Negara hadir dan kami berharap berkomitmen terkait program yang di canangkan ini," ujar Kadis Dinsos PPPA. Fortunata Didian,S.Sos.

Selanjutnya Kadis Dukcapil Heri Mulyadi, SH juga turut mengapresiasi langkah kejaksaan dalam memfasilitasi penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) terutama di dua panti asuhan bina kasih dan kasih bonso sebagai bukti nyata. Kedepan pihaknya juga siap bekerjasama dalam kegiatan tersebut.

"Kami siap mendukung dan bekerjasama untuk program ini, dan dalam kesempatan ini kami Dinas Dukcapil juga memberitahukan kepada orangtua bahwa anak-anak kita yang berumur 16 tahun sudah bisa rekaman KTP. Kemudian nanti tepat berumur 17 tahun tinggal cetak KTP nya dan tidak perlu rekam lagi," ungkap Kadis Dukcapil. Heri Mulyadi,SH.

Untuk diketahui, dalam program pendampingan hukum penerbitan KIA oleh kejari Landak tersebut telah di bagikan sebanyak 22 Kartu KIA dengan rincian, Panti Asuhan Bina Kasih 3 orang anak, Panti asuhan kasih bonso sebanyak 13 orang dan Anak Penerima Bansos PKH sebanyak 6 orang.

Wali Kota Pontianak Minta Warga Jujur Beri Data untuk Sensus Ekonomi 2026

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ajak warga berikan data jujur Sensus Ekonomi 2026 untuk mendukung pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ajak warga berikan data jujur Sensus Ekonomi 2026 untuk mendukung pembangunan dan kebijakan ekonomi daerah.

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Car Free Day Ayani Megamall Pontianak, Minggu (21/6/2026).

Ajakan itu disampaikan saat kegiatan zumba massal yang menjadi bagian dari pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik. Menurut Edi, sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan, sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak membutuhkan data yang tepat untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan, mulai dari penguatan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi Kota Pontianak yang dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, data ekonomi yang akurat sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Edi juga menjelaskan, petugas sensus akan turun langsung ke lapangan secara door-to-door pada Juni hingga Agustus 2026 dengan identitas resmi BPS berupa rompi dan kartu tanda pengenal. Ia meminta masyarakat untuk menerima petugas dengan baik serta memberikan informasi secara jujur dan lengkap.

“Sensus Ekonomi 2026 ini banyak manfaatnya untuk kita mendapatkan data yang paling akurat, untuk mendukung pembangunan,” kata Edi.

Ia juga menegaskan, seluruh data masyarakat akan dijaga kerahasiaannya. “Perlu saya tegaskan bahwa seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya. Jadi masyarakat tidak perlu takut. Data ini hanya untuk kepentingan statistik,” ujarnya.

Edi menilai kualitas data akan sangat menentukan arah kebijakan pembangunan. Data yang tidak akurat berisiko membuat program tidak tepat sasaran, sementara data yang valid akan membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi secara menyeluruh.

Ia berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat. Pemkot Pontianak juga menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan prioritas seperti trotoar, waterfront, drainase, ruang terbuka hijau, serta penguatan ruang usaha UMKM.

“Marilah bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi membangun kota ini,” ujarnya.

Oleh: Slamet Ardiansyah

Pontianak Kirim Atlet Pelajar ke POPDA 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

Wakil Wali Kota Pontianak lepas kontingen POPDA 2026. Targetnya mempertahankan juara umum Kalbar dengan mengandalkan atlet pelajar terbaik.
Wakil Wali Kota Pontianak lepas kontingen POPDA 2026. Targetnya mempertahankan juara umum Kalbar dengan mengandalkan atlet pelajar terbaik.

PONTIANAK — Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi melepas Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pontianak Tahun 2026 untuk berlaga di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Pelepasan berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (21/6/2026).

Dalam sambutannya, Bahasan menegaskan POPDA bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan ajang pembuktian hasil kerja keras, disiplin, dan latihan intensif para atlet pelajar Kota Pontianak.

Ia menyebut para atlet yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik daerah yang diharapkan tampil dengan fokus, semangat juang tinggi, dan mental pemenang.

Bahasan juga menyoroti tradisi kuat Kota Pontianak dalam dunia olahraga di Kalimantan Barat. Pada POPDA 2026, ia menargetkan kontingen dapat kembali mempertahankan gelar juara umum.

Selain prestasi, ia mengingatkan pentingnya sportivitas, kejujuran, dan etika bertanding. Para atlet diminta menjaga nama baik daerah dengan disiplin dan integritas selama kompetisi berlangsung.

Untuk tim pelatih dan official, ia menekankan tanggung jawab menjaga kondisi fisik serta psikologis atlet, termasuk pemenuhan nutrisi, istirahat, dan layanan medis.

“Momentum POPDA Tingkat Provinsi ini bukan sekadar ajang rutinitas kompetisi tahunan semata. Lebih dari itu, ini adalah panggung pembuktian atas hasil kerja keras, disiplin, tetesan keringat, dan latihan intensif yang telah kalian lalui selama ini di tingkat kota,” ujar Bahasan.

Ia juga menegaskan target mempertahankan prestasi.
“Kota Pontianak memiliki tradisi juara yang kuat dalam bidang olahraga di Kalbar. Oleh karena itu, target kita pada POPDA Provinsi tahun 2026 ini tidaklah berlebihan, yaitu mempertahankan gelar juara umum,” tegasnya.

Kontingen POPDA Kota Pontianak diharapkan mampu bersaing ketat di tingkat provinsi dan kembali membawa pulang gelar juara umum, sekaligus memperkuat prestasi olahraga pelajar daerah di Kalimantan Barat.

Oleh: Slamet Ardiansyah

Pria 38 Tahun Diciduk Polisi di Kembayan Terkait Narkotika Jenis Sabu

Polsek Kembayan tangkap pria diduga pengedar sabu di Sanggau. Polisi sita 1,36 gram sabu, ponsel, motor, dan uang tunai dari lokasi kejadian.
Polsek Kembayan tangkap pria diduga pengedar sabu di Sanggau. Polisi sita 1,36 gram sabu, ponsel, motor, dan uang tunai dari lokasi kejadian.

SANGGAU - Polsek Kembayan mengamankan seorang pria berinisial AS (38) yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Jumat (19/6/2026) malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Dusun Purwodadi, Desa Tunggal Bhakti.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Tindak Polsek Kembayan melakukan penyelidikan dan langsung menuju lokasi sekitar pukul 20.00 WIB.

Operasi dipimpin Kapolsek Kembayan IPTU Hudson Siahaan bersama Kanit Reskrim dan personel lainnya. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan dan mengamankan AS yang merupakan warga Dusun Beringin, Desa Bereng Bekawat.

Saat penggeledahan sekitar pukul 20.20 WIB, petugas menemukan sebuah kotak permen bertuliskan “Eclipse” yang sempat dibuang tersangka ke bawah kursi. Di dalamnya terdapat dua paket sabu dalam plastik klip, masing-masing berukuran kecil dan sedang, dibungkus tisu putih, serta satu bundel plastik klip.

Selain itu, polisi juga menyita uang tunai Rp100 ribu, satu ponsel Xiaomi Redmi Note 14 5G, satu sepeda motor Yamaha Mio M3, serta STNK kendaraan. Total berat bruto barang bukti sabu tercatat 1,36 gram.

Kapolsek Kembayan IPTU Hudson Siahaan menyebut pengungkapan ini merupakan hasil respons cepat atas informasi masyarakat.

“Kami mengapresiasi informasi yang diberikan masyarakat. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional dan sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Saat ini AS beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kembayan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

Selama proses penindakan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.