Berita BorneoTribun: Karhutla hari ini
iklan banner
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Karhutla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karhutla. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Gubernur Muhidin Prioritaskan Liang Anggang Cegah Karhutla Jelang Kemarau

Gubernur Kalsel Muhidin memprioritaskan Liang Anggang untuk pencegahan karhutla demi menjaga operasional Bandara Syamsudin Noor menjelang musim kemarau 2026. (Gambar ilustrasi)
Gubernur Kalsel Muhidin memprioritaskan Liang Anggang untuk pencegahan karhutla demi menjaga operasional Bandara Syamsudin Noor menjelang musim kemarau 2026. (Gambar ilustrasi)

BANJARBARU - Menjelang masuknya musim kemarau pada April 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan bahwa wilayah Liang Anggang harus menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi karhutla karena posisinya yang strategis dan berdekatan dengan Bandara Syamsudin Noor.

Arahan tersebut disampaikan Muhidin usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Banjarbaru pada Senin. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya perlindungan wilayah sekitar bandara guna menghindari gangguan operasional penerbangan akibat kabut asap.

“Liang Anggang menjadi kawasan yang harus dijaga karena dampak karhutla di wilayah tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi langsung mengganggu operasional penerbangan,” ujar Muhidin.

Risiko Gangguan Penerbangan Jadi Perhatian Utama

Muhidin mengingatkan bahwa kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu efek berantai terhadap berbagai sektor penting.

Gangguan pada penerbangan berpotensi menghambat mobilitas penumpang, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi daerah yang sangat bergantung pada konektivitas transportasi udara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, mengingat Bandara Syamsudin Noor merupakan pintu utama transportasi udara di Kalimantan Selatan.

Secara historis, wilayah lahan kering dan gambut di sekitar Liang Anggang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran, terutama saat curah hujan menurun dan suhu udara mulai meningkat saat musim kemarau.

Penguatan Infrastruktur Air Jadi Strategi Utama

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan infrastruktur pengendalian karhutla di kawasan rawan.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah penyediaan sumber air yang memadai, termasuk pembangunan kanal di sejumlah titik rawan kebakaran. Kanal tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air saat terjadi kebakaran, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk mitigasi dini, terutama untuk mencegah munculnya titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan dalam menghadapi potensi karhutla sepanjang musim kemarau.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Selain penguatan sarana fisik, Muhidin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurutnya, praktik pembakaran lahan secara sembarangan masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Pembakaran lahan secara sembarangan dapat dikenakan sanksi hukum. Kami mengajak masyarakat aktif melaporkan indikasi pembakaran ilegal guna memperkuat pencegahan karhutla,” tegas Muhidin.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan preventif yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Mitigasi Dini Jadi Kunci Hadapi Musim Kemarau

Memasuki periode kemarau, risiko munculnya titik panas diprediksi meningkat. Oleh karena itu, langkah mitigasi dini dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi potensi karhutla.

Upaya pencegahan sejak awal tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga melindungi fasilitas vital seperti bandara, jalur transportasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan fokus pada kawasan strategis seperti Liang Anggang, pemerintah berharap dampak karhutla dapat ditekan seminimal mungkin selama musim kemarau 2026.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas aktivitas transportasi dan keselamatan masyarakat dari dampak kabut asap yang berpotensi merugikan banyak sektor.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa Liang Anggang diprioritaskan dalam pencegahan karhutla?
Karena wilayah ini berada dekat Bandara Syamsudin Noor, sehingga kebakaran dapat langsung mengganggu operasional penerbangan.

2. Apa dampak karhutla terhadap bandara?
Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang, menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan.

3. Apa langkah yang dilakukan Pemprov Kalsel?
Pemerintah memperkuat infrastruktur air, membangun kanal di titik rawan, serta meningkatkan koordinasi penanganan karhutla.

4. Apa peran masyarakat dalam pencegahan karhutla?
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan jika melihat indikasi pembakaran ilegal.

5. Kapan musim kemarau diperkirakan mulai?
Musim kemarau diprediksi mulai pada April 2026, sehingga langkah pencegahan dilakukan lebih awal.

Sabtu, 28 Maret 2026

Api Hanguskan Lahan Warga Di Kotim, BPBD Lakukan Pendinginan 6 Jam

BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.
BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.

PALANGKARAYA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga bernama Muhajirin yang berada di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Lahan yang terbakar kurang lebih tiga hektare. Namun pemilik lahan tidak mengetahui adanya kebakaran tersebut,” ujarnya di Sampit, Jumat.

Api Muncul Sejak Rabu Sore

Kebakaran diketahui mulai terjadi sejak Rabu sore (25/3). Tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman hingga malam hari, dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Sebanyak 10 personel BPBD Kotim diterjunkan, dibantu 7 personel Manggala Agni. Akses menuju lokasi cukup menantang, karena tim harus melewati jalur darat sepanjang 4,2 kilometer dari Jalan Poros Sampit–Samuda melalui Desa Eka Bahurui.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas tanah gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api pada lahan gambut dikenal sulit dipadamkan karena bisa merambat hingga ke dalam tanah.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung cukup lama, yakni lebih dari enam jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.11 WIB.

“Total lahan yang berhasil dipadamkan sekitar 0,95 hektare. Saat ini kami fokus melakukan pendinginan karena masih ada sisa asap,” jelas Multazam.

Kebakaran Juga Terjadi Di Lokasi Lain

Sehari sebelumnya, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Hal ini menunjukkan potensi karhutla di wilayah Kotim mulai meningkat.

BPBD Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Melihat kondisi cuaca yang mulai kering dan intensitas hujan yang menurun, BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Langkah pencegahan ini dinilai sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

“Kalau sudah terbakar, apinya bisa masuk ke dalam tanah dan sulit dipadamkan. Jadi pencegahan jauh lebih efektif,” tegas Multazam.

Ia berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang, sekaligus mencegah munculnya kabut asap yang berdampak pada kesehatan.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran lahan di Kotim terjadi?

Kebakaran terjadi di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

2. Berapa luas lahan yang terbakar?

Total lahan yang terdampak sekitar 0,95 hektare yang berhasil dipadamkan.

3. Apa penyebab kebakaran lahan tersebut?

Penyebab pasti belum diketahui, bahkan pemilik lahan tidak menyadari adanya kebakaran.

4. Kenapa lahan gambut mudah terbakar?

Karena saat kering, gambut mudah menyala dan api bisa merambat hingga ke bawah permukaan tanah.

5. Apa imbauan BPBD kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah karhutla.

Jumat, 27 Maret 2026

Hadapi Kemarau 2026, BPBD Kalbar Intensifkan Pembasahan Lahan

BPBD Kalbar gencarkan pembasahan lahan untuk cegah karhutla jelang kemarau 2026, fokus pada gambut dan wilayah rawan terbakar. (Gambar ilustrasi)
BPBD Kalbar gencarkan pembasahan lahan untuk cegah karhutla jelang kemarau 2026, fokus pada gambut dan wilayah rawan terbakar. (Gambar ilustrasi)

Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026 dengan mengintensifkan program pembasahan lahan, khususnya di wilayah gambut yang rawan terbakar.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan langkah ini menjadi strategi utama dalam menjaga kondisi lahan tetap lembap agar potensi kebakaran bisa ditekan sejak dini.

“Pembasahan ini bertujuan untuk mempertahankan kondisi lahan gambut tetap lembap dalam skala luas, sehingga potensi kebakaran bisa ditekan sejak dini,” ujarnya di Pontianak, Jumat.

Fokus Wilayah Rawan Karhutla

Program pembasahan difokuskan pada daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama lahan gambut yang mudah mengering saat musim kemarau. Upaya ini dinilai krusial untuk mencegah munculnya titik api yang berpotensi meluas.

Menurut Daniel, pembasahan lahan merupakan bagian dari strategi terpadu BPBD Kalbar dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan 2026.

Kolaborasi Lintas Sektor

Selain pembasahan, BPBD Kalbar juga meningkatkan patroli darat dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia serta instansi terkait lainnya.

Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan langkah pencegahan berjalan optimal di lapangan dan respons cepat bisa dilakukan jika ditemukan potensi kebakaran.

Tantangan Ketersediaan Air

Meski demikian, program pembasahan tidak lepas dari kendala, terutama keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah rawan karhutla.

Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD Kalbar membuka peluang mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana, termasuk opsi penggunaan teknologi modifikasi cuaca jika dibutuhkan.

Pantau Cuaca Secara Berkala

BPBD Kalbar juga terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Selain kesiapan teknis, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan agar kesadaran terhadap bahaya karhutla semakin meningkat.

Upaya Minimalkan Dampak Karhutla

Dengan optimalisasi sumber daya yang ada, BPBD Kalbar berharap program pembasahan lahan mampu menjadi langkah efektif dalam menekan risiko karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

FAQ

1. Apa itu program pembasahan lahan?
Program pembasahan lahan adalah upaya menjaga kelembapan tanah, khususnya gambut, agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

2. Kenapa lahan gambut rawan terbakar?
Karena mudah kering dan mengandung material organik yang sangat mudah terbakar saat suhu tinggi.

3. Apa kendala utama program ini?
Keterbatasan sumber air di beberapa wilayah rawan karhutla.

4. Apa solusi yang disiapkan BPBD Kalbar?
Mengajukan bantuan ke BNPB dan mempertimbangkan teknologi modifikasi cuaca.

5. Bagaimana peran masyarakat?
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan ikut menjaga lingkungan.

Rabu, 04 Februari 2026

🔥 Karhutla Singkawang Selatan Meluas, Tim Gabungan Berjuang Siang Malam Padamkan Api di Sekitar Bandara

Karhutla Singkawang Selatan Meluas, Tim Gabungan Berjuang Siang Malam Padamkan Api di Sekitar Bandara
Karhutla Singkawang Selatan Meluas, Tim Gabungan Berjuang Siang Malam Padamkan Api di Sekitar Bandara.

SINGKAWANG -- Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Singkawang Selatan terus dikebut. Api yang melanda kawasan Jalan Bandara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tercatat telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih lima hektare dan masih menyisakan titik-titik api yang berpotensi meluas.

Tim gabungan dari berbagai instansi turun langsung ke lapangan sejak beberapa hari terakhir. Fokus pemadaman dilakukan di dua lokasi utama, yakni Kelurahan Sedau dan Kelurahan Pangmilang. Dari hasil pemantauan di lapangan, sekitar dua hektare lahan terbakar di Sedau, sementara tiga hektare lainnya berada di Pangmilang.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, menyampaikan bahwa tim masih berjibaku di lapangan demi memastikan api benar-benar bisa dikendalikan.

“Kami terus melakukan pemadaman agar karhutla di kawasan Jalan Bandara Singkawang ini segera tertangani dan tidak meluas,” ujar Yuyu saat ditemui di Singkawang, Selasa.

🔥 Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Tantangan Utama

Pemadaman karhutla kali ini bukan perkara mudah. Yuyu menjelaskan, sejak Minggu (1/2) hingga Selasa, api belum sepenuhnya padam. Kondisi lahan gambut yang didominasi vegetasi pakis, akasia, kelapa sawit, serta semak belukar membuat api cepat menyebar.

Belum lagi, hembusan angin dengan kecepatan sekitar 11 kilometer per jam memperparah situasi. Api dan asap dengan cepat merambat, membuat tim harus bekerja ekstra keras.

“Karakter lahan gambut memang rawan. Api bisa muncul kembali jika tidak benar-benar dipadamkan. Karena itu, pemadaman akan terus kami lanjutkan sampai tuntas,” tegasnya.

🚒 Baru Separuh Lahan Berhasil Dipadamkan

Hingga saat ini, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 2,5 hektare lahan, sementara sisanya masih dalam tahap penanganan. Di sejumlah titik, api masih terlihat menyala dengan asap tebal, sehingga petugas melakukan pembasahan intensif dan penyekatan untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain.

👥 71 Personel Dikerahkan, Peralatan Lengkap Disiagakan

Operasi pemadaman darat melibatkan 71 personel gabungan, terdiri dari:

  • Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang

  • Koramil Singkawang Selatan

  • Unsur Kecamatan Singkawang Selatan

  • Kompi Brimob Singkawang

  • Polres dan Polsek Singkawang Selatan

  • BPBD Kota Singkawang

  • Masyarakat Peduli Api (MPA)

Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari mesin pompa air, selang hisap dan selang kirim, kendaraan operasional, hingga peralatan manual pemadam kebakaran. Untuk suplai air, tim memanfaatkan parit terdekat dengan lebar dan kedalaman sekitar satu meter.

⚠️ Warga Diminta Tetap Waspada

Yuyu menegaskan, proses pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api dinyatakan aman. Hal ini penting untuk mencegah kebakaran susulan, mengingat lahan gambut sangat mudah terbakar kembali meski api terlihat sudah padam.

Bagi masyarakat sekitar, kewaspadaan tetap diperlukan. Dukungan dan kepedulian bersama menjadi kunci agar karhutla tidak kembali terjadi dan lingkungan tetap terjaga.

🔥 Karhutla bukan hanya soal api, tapi juga soal masa depan lingkungan kita. Mari sama-sama jaga alam Singkawang.

Kamis, 07 Agustus 2025

Kapolri dan Menteri LHK Kunjungi Kalbar, Tinjau Mangrove hingga Cegah Karhutla

Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan
Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan. (Foto: Humas Polda Kalbar/Borneotribun/Heri Yakop)

PONTIANAK - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja terpadu ke Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis petang, 7 Agustus 2025. 

Dalam kunjungan ini, mereka dijadwalkan menanam mangrove di pesisir Mempawah, meninjau Gerakan Pangan Murah, serta memantau titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalbar.

Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabaharkam, Dankorbrimob, Asisten SDM, Aslog, Kakorlantas, dan Kapusdokkes. Sementara itu, agenda utama kegiatan akan berlangsung Jumat, 8 Agustus 2025. 

"Kapolri dan Menteri LHK akan melakukan penanaman mangrove sebagai bagian dari rehabilitasi pesisir dan mitigasi perubahan iklim," ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto saat menyambut rombongan di Lanud Supadio.

Selain aksi lingkungan, rombongan juga akan meninjau Gerakan Pangan Murah di Polsek Mempawah Hilir sebagai upaya menstabilkan harga bahan pokok dan menekan inflasi menjelang akhir tahun. 

“Kapolri juga dijadwalkan melakukan patroli udara untuk memantau titik-titik api karhutla di Kalbar,” tambah Pipit.

Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan
Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah diamankan oleh personel gabungan dari berbagai satuan. 

"Kami siagakan pengamanan di setiap titik kegiatan, termasuk sepanjang jalur patroli udara, agar seluruh agenda berjalan lancar dan kondusif," jelasnya.

Kunjungan ini bukan hanya simbolik, tapi juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem perlindungan lingkungan yang berkelanjutan. 

Melalui kolaborasi antar-instansi, pendekatan ekologis dan sosial terus diperkuat agar Kalbar bisa menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi bencana.

Sabtu, 02 Agustus 2025

Karhutla di Kalbar Makin Parah, Gubernur Ria Norsan dan BNPB Turun Langsung ke Lokasi: “Kita Harus Bergerak Cepat!”

Karhutla di Kalbar Makin Parah, Gubernur Ria Norsan dan BNPB Turun Langsung ke Lokasi: “Kita Harus Bergerak Cepat!”
Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan,MM.,MH., bersama Menteri Lingkungan Hidup RI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI meninjau posko di VIP Lanud Supadio Kubu Raya, Jum'at (1/8/2025).

Kubu Raya, Kalimantan Barat – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali memprihatinkan. Asap tebal mengepul dari sejumlah wilayah, terutama di daerah Kubu Raya dan sekitarnya. 

Melihat kondisi ini, Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto, turun langsung ke lapangan pada Jumat (1/8/2025) untuk meninjau kondisi terkini dan mengambil langkah cepat penanggulangan.

Tinjauan Langsung ke Lokasi Terdampak Karhutla

Kunjungan dimulai dari peninjauan beberapa lokasi terdampak, termasuk kawasan flyover dan titik-titik api di wilayah Kubu Raya. 

Mereka kemudian menggelar rapat terbatas di posko VIP Lanud Supadio, Kubu Raya, guna membahas langkah strategis yang harus segera dilakukan untuk memadamkan api yang terus meluas.

“Jadi hari ini kita telah melihat secara langsung kondisi kebakaran di beberapa titik di wilayah Kubu Raya. Saat ini diperlukan percepatan penanggulangan, termasuk melalui modifikasi cuaca atau hujan buatan agar Karhutla di Kalbar ini bisa segera ditangani dengan baik,” ujar Letjen Suharyanto.

Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Solusi Utama

Letjen Suharyanto menekankan pentingnya percepatan penanganan karhutla dengan cara yang efektif. Salah satunya adalah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. 

Menurutnya, hujan buatan menjadi opsi paling logis di tengah sulitnya menjangkau titik api di lahan gambut atau area terpencil.

“Kerja sama dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, dan pemerintah daerah sangat penting. Penentuan waktu dan lokasi penyemaian awan harus tepat agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Langkah ini bukan hanya ditujukan untuk Kalbar saja, tetapi juga untuk beberapa daerah lain di Indonesia yang tengah menghadapi ancaman karhutla dalam skala besar akibat musim kemarau panjang.

Apresiasi untuk Tim Gabungan yang Terus Bekerja Keras

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di lapangan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik TNI, Polri, relawan, petugas pemadam, hingga masyarakat yang terlibat langsung. Ini bukan pekerjaan mudah. Tapi bagaimanapun juga, ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai pemerintah untuk menyelesaikan persoalan karhutla di Kalbar,” katanya.

Langkah Strategis Pemerintah Daerah: Harus Bergerak Cepat

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyambut baik kolaborasi cepat antara BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pihak-pihak terkait lainnya. 

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung semua upaya yang sedang dilakukan.

“Semoga kolaborasi yang baik ini segera membuahkan hasil. Semua langkah sudah kita upayakan, mulai dari modifikasi cuaca, penyiraman dari udara menggunakan helikopter water bombing, dan lainnya. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar permasalahan ini bisa cepat terselesaikan,” ujar Ria Norsan.

Dampak Karhutla: Bukan Hanya Soal Asap, Tapi Juga Kesehatan dan Ekonomi

Karhutla bukan hanya membuat langit Kalbar menjadi gelap oleh asap, tapi juga berdampak besar pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan pendidikan. 

Banyak warga mengeluhkan gangguan pernapasan, anak-anak tidak bisa bermain di luar rumah, dan sejumlah sekolah terpaksa meliburkan aktivitas tatap muka karena kualitas udara yang memburuk.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kalbar, telah terjadi peningkatan kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dalam beberapa pekan terakhir.

Masyarakat Diimbau Tidak Membakar Lahan

Pemerintah daerah dan pusat mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena hal ini menjadi salah satu penyebab utama karhutla. 

Meski masih banyak yang menggunakan cara tradisional ini karena alasan biaya dan efisiensi, dampaknya bisa sangat luas.

“Sekarang bukan lagi zamannya bakar lahan. Kami minta kerja samanya agar kejadian ini tidak terus berulang setiap tahun,” tegas Gubernur Kalbar.

Pentingnya Kesadaran dan Peran Serta Masyarakat

Penanggulangan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga memerlukan kesadaran kolektif masyarakat. 

Sosialisasi terus dilakukan oleh BPBD Kalbar, aparat desa, hingga tokoh masyarakat, untuk mencegah terjadinya kebakaran baru. Edukasi mengenai cara bertani ramah lingkungan juga terus digencarkan.

“Kalau kita bersama-sama menjaga alam, maka kita tidak perlu setiap tahun panik menghadapi asap,” kata salah satu warga Kubu Raya yang ikut mendukung patroli desa bebas api.

Bergerak Bersama untuk Kalbar yang Lebih Bersih dan Aman

Kebakaran hutan dan lahan di Kalbar bukan hanya persoalan tahunan yang harus diterima begitu saja. Dengan kerja sama semua pihak, dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat, persoalan karhutla bisa ditangani lebih cepat dan lebih baik.

Langkah sigap Gubernur Ria Norsan, dukungan penuh BNPB, dan sinergi dari berbagai kementerian menjadi harapan baru bagi Kalimantan Barat untuk segera keluar dari kepungan asap. 

Yang dibutuhkan sekarang adalah kesadaran bersama, kecepatan bertindak, dan kolaborasi tanpa batas.

FAQ Seputar Karhutla di Kalbar

Q: Apa penyebab utama karhutla di Kalimantan Barat?
A: Salah satunya adalah pembukaan lahan dengan cara dibakar, ditambah kondisi kemarau panjang dan lahan gambut yang mudah terbakar.

Q: Apa itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)?
A: OMC adalah teknik membuat hujan buatan dengan menyemai garam ke awan menggunakan pesawat, agar turun hujan di daerah yang ditargetkan.

Q: Apakah warga bisa membantu dalam penanggulangan karhutla?
A: Sangat bisa! Dengan tidak membakar lahan, ikut serta menjaga hutan, dan melapor jika melihat titik api, masyarakat sudah sangat berperan besa

Selasa, 29 Juli 2025

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Kapolresta Pontianak Cek Kesiapan Alat dan Personel

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Kapolresta Pontianak Cek Kesiapan Alat dan Personel
Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Kapolresta Pontianak Cek Kesiapan Alat dan Personel.

Pontianak – Dalam upaya menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H. turun langsung melakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla di halaman Markas Komando (Mako) Polresta Pontianak, Selasa (29/07/2025).

Pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran Polresta Pontianak dalam mengantisipasi ancaman karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau. Kapolresta ingin memastikan semua peralatan dan personel benar-benar siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam situasi darurat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polresta Pontianak, seperti Kabag Ops Kompol Joko Sutriyatno, S.H., Kasat Samapta AKP Samidi, dan Kabag Logistik AKP Untung Widodo.

Apa Saja yang Dicek?

Pemeriksaan meliputi berbagai perlengkapan penting, seperti:

  • Kendaraan operasional

  • Alat pemadam kebakaran

  • Alat pelindung diri (APD)

  • Mesin Robin

  • Selang air

  • Sepatu bot

  • Helm keselamatan

  • Sarana pendukung lainnya

Kapolresta menegaskan bahwa kesiapan alat tidak kalah penting dari kesiapan personel. “Kita tidak hanya mengandalkan petugas, tapi juga memastikan peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan saja,” jelasnya.

Langkah ini adalah bagian dari strategi preventif agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Selain itu, kesiapan ini juga penting untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap dan polusi udara yang seringkali memburuk saat terjadi kebakaran hutan.

Kapolresta juga mengajak seluruh warga Pontianak untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ia menekankan pentingnya edukasi dan peran aktif Bhabinkamtibmas dalam menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

“Kami terus galakkan sosialisasi agar masyarakat sadar bahwa membakar lahan bisa memicu bencana besar. Ayo kita jaga bersama kualitas udara di Pontianak demi kesehatan kita semua, terutama anak-anak,” ujar Kombes Pol Suyono.

Dengan dilaksanakannya pengecekan ini, Polresta Pontianak berharap dapat memberikan respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan yang mungkin terjadi. Kesiapan ini juga diharapkan bisa meminimalkan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat yang sering ditimbulkan oleh kabut asap.

Senin, 28 Juli 2025

Polisi Ungkap Modus Karhutla di Riau: 51 Tersangka Bakar Hutan Demi Perkebunan Sawit

Polisi Ungkap Modus Karhutla di Riau: 51 Tersangka Bakar Hutan Demi Perkebunan Sawit
Polisi Ungkap Modus Karhutla di Riau: 51 Tersangka Bakar Hutan Demi Perkebunan Sawit.

Riau – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mencuat di Provinsi Riau. Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap modus kejahatan yang dilakukan para pelaku pembakar hutan demi membuka lahan untuk kebun kelapa sawit. Hingga akhir Juli 2025, sebanyak 51 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam 41 kasus karhutla yang ditangani.

Menurut keterangan resmi dari Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Anom Karabianto, para tersangka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemilik lahan, pekerja, hingga pihak yang diduga menyuruh membakar lahan. “Modusnya membuka lahan hutan dengan cara membakar untuk perkebunan kelapa sawit,” jelas Anom, Senin (28/7/2025).

Modus utama yang digunakan para pelaku adalah pembakaran hutan secara sengaja untuk membuka lahan baru yang akan dijadikan kebun kelapa sawit. Cara ini dianggap cepat dan murah oleh para pelaku, namun berdampak sangat buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Selain itu, pembakaran hutan juga memicu kabut asap yang mengganggu aktivitas warga, merusak ekosistem, dan memperparah krisis iklim. Padahal, pemerintah telah sejak lama melarang praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kasus-kasus karhutla ini tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Riau, termasuk daerah yang rawan dan kerap menjadi langganan kebakaran seperti Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, dan Rokan Hilir. Riau memang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kebakaran hutan tertinggi di Indonesia, terutama saat musim kemarau.

Penanganan kasus karhutla ini telah berlangsung sejak awal tahun 2025, dan mencapai puncaknya pada bulan Juni hingga Juli 2025, seiring meningkatnya suhu udara dan curah hujan yang rendah. Polisi bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk menyelidiki dan menangkap para pelaku pembakaran.

Motif utamanya adalah ekonomi. Membuka lahan dengan cara dibakar dianggap lebih hemat biaya ketimbang membuka lahan secara mekanik atau manual. Banyak pelaku yang ingin segera menanam sawit untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, tanpa mempedulikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan hukum.

Polda Riau menegaskan bahwa seluruh pelaku akan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Berikut ini beberapa pasal yang dikenakan kepada para tersangka:

  • Untuk pelaku perambahan hutan:

    • Pasal 78 ayat (2) UU Kehutanan (diubah dalam pasal 36 angka 19 UU Cipta Kerja)

    • Pasal 92 ayat (1) huruf a UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (diubah dengan Pasal 37 angka 16 ayat (1) huruf b UU Nomor 6 Tahun 2023)

  • Untuk pelaku pembakaran hutan:

    • Pasal 50 ayat (3) huruf d Jo Pasal 78 ayat (3) UU Kehutanan

    • Pasal 56 ayat (1) Jo Pasal 108 UU Perkebunan

    • Pasal 108 UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)

    • Pasal 187 dan Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Ancaman hukuman dari pasal-pasal tersebut sangat berat, termasuk hukuman penjara hingga puluhan tahun dan denda dalam jumlah besar. Langkah tegas ini diambil untuk memberi efek jera dan mencegah praktik serupa di masa depan.

Kombes Pol. Anom Karabianto menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi para pelaku pembakaran hutan. “Kami terus melakukan pemantauan dan penindakan secara intensif. Setiap laporan dari masyarakat akan kami tindaklanjuti secepat mungkin,” tegasnya.

Polda Riau juga mengimbau kepada masyarakat dan pemilik lahan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Jika masih ditemukan praktik semacam itu, pelaku akan langsung diproses secara hukum.

Untuk mencegah terjadinya karhutla, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait telah melakukan sosialisasi dan patroli rutin, terutama di wilayah-wilayah rawan kebakaran. Teknologi pemantauan berbasis satelit juga dimanfaatkan untuk mendeteksi titik api secara real-time.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digalakkan agar mereka memahami risiko dan bahaya dari karhutla, baik bagi kesehatan, lingkungan, maupun masa depan anak cucu.

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau menunjukkan bahwa kesadaran hukum dan lingkungan masih rendah di kalangan masyarakat tertentu. Polisi telah menetapkan 51 tersangka dari 41 kasus yang berhasil diungkap, mayoritas karena membuka lahan untuk kebun sawit. Dengan ancaman hukuman berat dan penindakan tegas, diharapkan praktik pembakaran hutan ini bisa segera dihentikan. Mari jaga hutan kita bersama-sama, karena hutan bukan hanya milik hari ini, tapi juga untuk masa depan generasi mendatang.

Jumat, 20 Juni 2025

Prajurit Kodim 1210/Landak Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran

Prajurit Kodim 1210/Landak Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran
Prajurit Kodim 1210/Landak Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran.

Landak - Mengantisipasi terjadinya kebakaran, hutan dan lahan karhutla prajurit Kodim 1210/Landak melaksanakan latihan penanggulangan kebakaran yang di selenggarakan oleh staf operasi.bertempat di Makodim Jl Amboyo Inti Pal 14.Desa Amboyo.Kecamatan Ngabang. Kabupaten Landak. Rabu (18/6/2025) 

Komandan Kodim (Dandim) 1210/Landak Letkol Inf. Hudallah SH. menjelaskan, latihan ini sebagai upaya untuk mensimulasikan apabila terjadi kebakaran di perkantoran Makodim dan juga mengantisipasi terjadi nya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Para personel dalam latihan juga dituntut untuk melakukan penanganan kebakaran dengan benar, Selain untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel, latihan ini  rutin dilaksanakan untuk melatih prajurit menggunakan alat dengan baik sehingga penangananya dapat efektif. 

Staf Operasi Kodim 1210/Landak Kapten Arm Fauzi mengatakan latihan ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran.

Kita berharap melalui latihan ini, seluruh prajurit Kodim dan para Babinsa dapat lebih siap dan terlatih dalam merespon dan mengatasi bahaya kebakaran di wilayah,"ujarnya

Kapten Arm Fauzi juga menjelaskan bahw seluruh anggota juga dikenalkan  alat pemadam kebakaran serta fungsinya untuk menghindari kesalahan dalam penggunaannya. 

Tidak hanya dikenalkan pada  alat pemadam kebakaran, personel Kodim dan seluruh  jajaran Babinsa juga melaksanakan praktek.

 (Tino)

Jumat, 09 Agustus 2024

Komitmen Pemerintah Kalimantan Barat untuk Cegah Karhutla: Masyarakat Adat Terlibat

Komitmen Pemerintah Kalimantan Barat untuk Cegah Karhutla: Masyarakat Adat Terlibat
Arsip - Relawan PMI Kalimantan Barat saat berjibaku memadamkan api pada lahan yang terbakar di Kecamatan Rasau Jaya belum lama ini. ANTARA/HO : PMI Kalbar.
PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat semakin mempertegas komitmennya dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Langkah ini diambil sebagai respon terhadap Instruksi Presiden Nomor: 3 Tahun 2020 yang mendesak tindakan konkret dalam penanggulangan Karhutla di daerah ini.

Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, menjelaskan bahwa untuk mengimplementasikan Inpres tersebut, Pemprov Kalbar telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Barat No. 2 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla. 

Perda ini mulai berlaku pada 30 Mei 2022 dan bertujuan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini.

Harisson menekankan bahwa pencegahan dan penanggulangan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. 

Masyarakat adat juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan. 

"Sebagai gubernur, saya memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla," kata Harisson. 

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat, yang memiliki kearifan lokal dalam mengelola hutan, akan menjadi mitra utama dalam upaya ini.

Menurut Harisson, kebakaran hutan dan lahan adalah ancaman serius yang dapat merusak ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat, dan mengancam stabilitas ekonomi serta sosial. 

Oleh karena itu, Pemprov Kalbar berkomitmen untuk bekerja sama dengan TNI/Polri, lembaga pemerintah, dan masyarakat adat dalam upaya pencegahan dini dan penanganan Karhutla.

Dengan prediksi BMKG yang menyebutkan sebagian wilayah Kalimantan Barat akan memasuki musim kemarau pada akhir Juni 2024, dengan puncaknya pada Juli hingga Agustus, risiko Karhutla meningkat. 

"Kita harus berupaya keras untuk menurunkan angka kebakaran dengan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang efektif," tambah Harisson.

Sejak Juli hingga saat ini, Kalimantan Barat terus diselimuti asap akibat Karhutla di berbagai wilayah. 

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalbar telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Barat No. 3502/BPBD/2024.

Selain kampanye penyadartahuan dan aktivasi posko, Pemprov juga melakukan berbagai aksi nyata seperti operasi modifikasi cuaca, patroli terpadu, dan operasi pembasahan gambut. 

Harisson menegaskan pentingnya koordinasi antara instansi, lembaga, dan masyarakat adat untuk penanganan Karhutla yang cepat dan tepat.

"Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita dapat mengatasi tantangan ini dan mewujudkan Kalimantan Barat yang lebih hijau, sehat, dan sejahtera," tutup Harisson.

Oleh: ANTARA/Rendra Oxtora
Editor: Yakop

Kamis, 01 Agustus 2024

Musim Kemarau: Warga Sekadau Dihimbau untuk Tidak Membakar Sembarangan

Musim Kemarau: Warga Sekadau Dihimbau untuk Tidak Membakar Sembarangan. (Gambar ilustrasi)
Musim Kemarau: Warga Sekadau Dihimbau untuk Tidak Membakar Sembarangan. (Gambar ilustrasi)
SEKADAU -  Musim kemarau telah tiba, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pembakaran. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, yang telah terjadi di beberapa wilayah di Kalimantan Barat akhir-akhir ini.

"Harapan kami kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membakar, mulai dari membakar sampah hingga ke lahan ladang atau perkebunan," ujar Eko Sulistio, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau, pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Kebakaran Akibat Kelalaian

Eko mengungkapkan bahwa di Kabupaten Sekadau sudah ada beberapa insiden kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian, seperti api dari pembakaran sampah yang merembet hingga menyebabkan rumah terbakar, serta api yang berasal dari tungku perapian.

"Beberapa kejadian kemarin disebabkan karena membakar sampah tanpa pengawasan, sehingga apinya merambat kemana-mana dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Seperti kejadian terakhir di jalan Congkong Liau dan Jalan Rawak," tambah Eko.

Langkah Pencegahan dan Pelaporan

Terkait pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar, Eko menghimbau agar masyarakat melaporkan terlebih dahulu kepada pihak desa setempat. Hal ini penting untuk melakukan upaya pencegahan apabila api menyebar ke lahan lain dan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Aturan mengenai pembukaan lahan dengan cara membakar sudah ada dan diharapkan dapat dipatuhi oleh masyarakat lokal. Koordinasi antara petugas pemadam kebakaran dan BPBD sangat penting untuk memantau api akibat pembakaran lahan tersebut.

Tindakan Saat Kebakaran Terjadi

Eko juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor ke BPBD jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, karena penanganan karhutla adalah kewenangan BPBD yang berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten.

Meski demikian, Eko memastikan bahwa dengan total 34 personel, Dinas Damkar selalu siap siaga jika dibutuhkan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu kendaraan mobile siap digunakan kapan pun terjadi kebakaran. Mereka juga mendapat bantuan dari pemadam kebakaran swasta Yayasan Bakti Luhur Sekadau.

Peran Aktif Masyarakat

Eko berharap desa-desa dapat membentuk unit relawan api di tingkat desa dan menyediakan alat pemadam kebakaran standar melalui dana desa. Hal ini penting agar jika terjadi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau, atau membutuhkan waktu lama bagi Dinas Damkar untuk sampai, dapat ditangani terlebih dahulu oleh relawan api dengan menggunakan alat yang disediakan pemerintah desa.

Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan dinas terkait, diharapkan musim kemarau tahun ini dapat dilalui tanpa insiden kebakaran yang berarti. Mari kita jaga lingkungan kita bersama!

Selasa, 23 Januari 2024

Rapid Assessment Menggali Upaya Pencegahan Karhutla dari Tapak

Rapid Assessment Menggali Upaya Pencegahan Karhutla dari Tapak
Rapid Assessment Menggali Upaya Pencegahan Karhutla dari Tapak.
MEMPAWAH - Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2023 di Kalbar terindikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai luas 111.848,33 hektar. Dengan kawasan gambut sebesar 1,7 juta hektar di Kalbar, risiko terjadinya karhutla menjadi lebih tinggi.

“Tanah gambut bersifat seperti sponge, dalam kondisi normal akan menyerap dan menahan air secara maksimal, namun pada musim kemarau lahan akan menjadi kering sampai kedalaman tertentu dan mudah terbakar,” jelas Fire and Resources Management Specialist USFS-Hermawansyah, pada kegiatan Rapid Assessment Penanganan Karhutla Tingkat Tapak yang digelar, pada Selasa (22/01/2024).

Rapid assessment ini merupakan bagian dari rangkaian program Community-based Forest and Land Fire Prevention and Management Initiative (CANOPI) yang dilaksanakan bersama Gemawan atas dukungan USFS (United States Forest Service).

“Sekarang fokus program pada 14 desa yang tersebar di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Mempawah, termasuk di Desa Galang,” terang pria kelahiran Desa Sungai Bakau Kecil ini. 

Pada kegiatan yang berlokasi di Kantor Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Hermawansyah menyampaikan program ini ingin membantu pemerintah bersama-sama masyarakat melakukan upaya terencana dan terukur dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Kepala Desa Galang, Rasidi menyebut Desa Galang didominasi lahan gambut. “1.598,00 hektar, sekitar 80%, lahan yang ada di Desa Galang yaitu lahan gambut,” ucapnya di hadapan peserta yang terdiri dari Perwakilan Pemerintah Desa, Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), Perwakilan Kelompok Perempuan, dan perwakilan Gemawan.

Lebih lanjut, ia mengatakan gambut di desanya sering mengalami kebakaran. “Untuk gambut di Desa Galang, di musim kemarau bisa sampai terjadi 3 kali kebakaran hutan dan lahan dalam 1 tahun. Penyebab kebakaran bisa karena kiriman dari desa-desa tetangga dan ada juga masyarakat yang masih belum memahami cara pengolahan lahan pertanian,” tambahnya lagi.

Ia mengharapkan program ini dapat membantu masyarakat mengenai cara membuka lahan dan memelihara lahan gambut.

“Masyarakat Desa Galang dengan lahan gambutnya yang cukup luas sangat perlu pendampingan dalam menjaga hutan dan lahan mereka,” terang Edy, Ketua MPA Desa Galang.

Edy juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi ketika kemarau tiba. “Masyarakat sangat sulit mendapatkan mata air, sehingga saat terjadi kebakaran, MPA dan masyarakat hanya bisa memadamkan api di samping-samping saja,” ujarnya.

Rabu, 04 Oktober 2023

Terima Laporan, BPBD Sekadau Gerak Cepat Padamkan Api Kebakaran Lahan Kebun

Terima Laporan, BPBD Sekadau Gerak Cepat Padamkan Api Kebakaran Lahan Kebun.
SEKADAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau gerak cepat padamkan api pembakaran lahan untuk perkebunan warga di jalan penanjung - tanjung, Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Selasa (3/10/2023).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Ir. Akhmad Suryadi, MT saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan Pribadi.

Ia menjelaskan kronologi pembakaran lahan tersebut oleh warga penanjung, desa mungguk untuk berkebun pada hari selasa tanggal 03 Oktober 2023 pukul 10:00 Wib.

Api menjalar, karena cuaca panas dan tiupan angin, pemilik lahan takut apinya semakin meluas dan menghubungi BPBD sekitar pukul 15:00 Wib, karena api sudah menjalar ke lahan orang disekitarnya.

"Tim BPBD Kabupaten Sekadau datang ke lokasi membantu pemilik lahan memadamkan api bersama UPT KPH Kabupaten Sekadau, setiba di lokasi api sudah mulai kecil, api dapat di padamkan sekitar pukul 18:00 Wib. Luas lahan yang terbakar 5 hektar," Ujar Ahmad Suryadi, Rabu (4/10/2023). (Tim)

Kamis, 28 September 2023

Bahaya Karhutla Dapat mengancam Kelestarian Alam, Sekelompok Mahasiswa Universitas Baturaja Berikan Edukasi

Bahaya Karhutla Dapat mengancam Kelestarian Alam, Sekelompok Mahasiswa Universitas Baturaja Berikan Edukasi
Bahaya Karhutla Dapat mengancam Kelestarian Alam, Sekelompok Mahasiswa Universitas Baturaja Berikan Edukasi.
BATURAJA, OKU – Sekelompok Mahasiswa Universitas Baturaja selalu tidak henti-hentinya menghimbau sekaligus memberikan edukasi kepada para pemuda-pemudi serta masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk bersama-sama selalu menjaga kelestarian alam. 

Apa lagi saat ini kita memasuki musim kemarau yang lumayan lama, kita harus terus selalu menjaga alam sekitar kita khususnya hutan jangan Sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Karena dapat merusak ekosistem alam.

Saat ini kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten OKU sudah banyak terjadi bahkan hampir setiap hari terjadi kebakaran hutan dan lahan. 

Dyah Wulan Dari salah satu mahasiswa Universitas Baturaja menyampaikan sekaligus memberikan edukasi kepada para pemuda-pemudi dan masyarakat khususnya di Kabupaten OKU untuk sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam disekitar kita, serta memberikan pemahaman akan terjadinya dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi saat ini, seperti buruknya kualitas udara disekitar kita akibat dampak asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan tersebut. 

"Kini situasi saat ini udara disekitar kita sudah tidak sehat dikarenakan banyak polusi asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan sehingga kita harus waspada agar tetap selalu jaga kesehatan."ucap Dyah.

Banyak kerusakan alam yang terjadi akibat kebakaran, termasuk contohnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada hari ini Rabu (27/09/2023) di wilayah Kelurahan Sepancar Kecamatan Baturaja Timur.

Sekelompok Mahasiswa Universitas Baturaja, mengharapkan kepada pemuda-pemudi dan masyarakat serta khususnya lagi untuk para mahasiswa-mahasiswi untuk terus selalu memberikan edukasi serta pemahaman akan bahayanya serta dampak buruk yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan.

Kami sekelompok mahasiswa berharap agar masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten OKU untuk selalu jaga kelestarian alam dan jangan sampai kebakaran hutan dan lahan terjadi terus-menerus sehingga dapat merusak alam sekitar kita.

"Dengan adanya pemahaman yang baik mungkin hal ini dapat berguna untuk menjaga kelestarian alam serta lingkungan disekitar kita demi mencapai masyarakat hidup sehat." Tutupnya. (Andi)

Sabtu, 23 September 2023

Api Karhutla Kembali Menyala, Polisi Dan Stakeholder Upayakan Pemadaman Di TR 12 Dusun Sidomulyo

Kebakaran Hutan dan Lahan.
KUBU RAYA - Tim Pemadaman Api Polres Kubu Raya kembali berjibaku dalam mengupayakan pemadaman api karhutla yang kembali menyala di TR 12 Dusun Sidomulyo Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (23/9/2023) pukul 13.00 WIB.

Sampai berita ini diturunkan, Tim pemadaman api Polres Kubu Raya bersama Manggala Agni dan BPBD Kubu Raya masih melakukan upaya pemadaman dan memutus rambatan api yang membakar lahan kosong di TR 12, upaya ini dilakukan agar api tidak meluas ke lahan lain. 

Kapolres Kubub Raya AKBP Arief Hidaya, S.H, S.I.K, melalui Kasubsi Penmas AIPTU Ade membenarkan peristiwa tersebut, saat ini Tim Pemadam Api Polres Kubu Raya bersama Manggala Agni dan BNPB Kubu Raya masih melakukan pemadaman api di lokasi TR 12 Dusun Sidomulyo Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. 

"Api ini mulai hidup pukul 12.30 WIB, dikarenakan hempasan angin yang sangat kuat, upaya pemadaman awal dilakukan melalui udara waterboom dan sampai detik ini, upaya pemadaman di lakukan melalui udara dan darat, "terang Ade. 

Ade menambahkan lahan tersebut sebelumnya sudah dilakukan pendinginan oleh tim pemadam api Polres Kubu Raya bersama Manggala Agni dan BNPB Kubu Raya pada Jumat (22/9/23) pukul 15.00 WIB. 

"Kurang lebih sudah tiga hari ini cuaca di Kabupaten Kubu Raya ini sangat panas terik, sehingga rerumputan pakis dan rumput sangat mudah terbakar. Namun upaya pemadam api ini kami terhambat oleh minimnya sumber air, "ujar Ade. 

"Benar, saat ini pun kami juga melakukan patroli Karhutla untuk melakukan pemantauan titik Api yang berada di Kabupaten Kubu Raya. Jika ditemukan titik api personil langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Personil Polres Kubu Raya pun mensosialisasikan program Bapak Kapolres Kubu Raya kepada masyarakat yakni " Asem Pedes" Ayo semprot peduli presisi,"pungkas Ade. 

"Perlu diketahui tim pencari api Polres Kubu Raya saat ini melakukan peyelidikan mendalan terbakarnya lahan di TR 12 Dusun Sidomulyo Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya," ungkap Ade. 

"Kami dari Polres Kubu Raya tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat, jangan melakukan pembakaran dalam membuka lahan perkebunan. Jika masyarakat mengetahui pelaku pembakar lahan segara laporkan kepada kami, laporan tersebut akan segera kami tindak lanjuti 24 jam,"tegas Ade. (Red)

Rabu, 20 September 2023

Humanis Menyapa, Bhabinkamtibmas Polsek Belimbing Sampaikan Ajakan Cegah Karhutla dan Jaga Kamtibmas Kondusif

Humanis Menyapa, Bhabinkamtibmas Polsek Belimbing Sampaikan Ajakan Cegah Karhutla dan Jaga Kamtibmas Kondusif.
MELAWI – Masifkan imbauan kepada masyarakat secara luas,Bhabinkamtibmas Polsek Belimbing humanis menyapa dan menyampaikan pesan kamtibmas kondusif dengan cara berdialog langsung bersama warga,rabu (20/9/2023) pagi.

Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Muhammad Syafi'i melalui Kapolsek Belimbing mengatakan berdialog dan menyapa warga merupakan cara pembinaan kamtibmas oleh Polsek Belimbing.

"Kami mengajak warga masyarakat menjaga kamtibmas serta memberikan imbauan larangan membuka lahan dengan cara membakar," terang Iptu Tri Jumadi.

Lanjutnya,dengan berdialog dan menyapa langsung warga diharapkan terjadi komunikasi dan kedekatan Polri sehingga pesan kamtibmas yang disampaikan dapat difahami masyarakat.

"Kami mengajak mari bersama menjaga kamtibmas kondusif ditengah masyarakat dengan menjelang agenda nasional 2024 dengan selalu bijak bermedia sosial tidak mudah terprovokasi dengan pemberitaan yang belum jelas kebenarannya serta mengajak mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar," Ajak Iptu Tri Jumadi. (Red)