Berita BorneoTribun: Pemkab Sanggau hari ini
iklan banner
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Sanggau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Sanggau. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2025

Bupati Sanggau Apresiasi Wisudawan PSDKU Politeknik Negeri Pontianak: Generasi Penggerak Masa Depan Daerah

Bupati Sanggau Apresiasi Wisudawan PSDKU Politeknik Negeri Pontianak: Generasi Penggerak Masa Depan Daerah

Sanggau, 15 Oktober 2025 – Momen bahagia sekaligus penuh inspirasi terjadi di Gedung Balai Betomu, Kabupaten Sanggau, Rabu (15/10/2025). Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si, hadir untuk memberikan apresiasi pada wisudawan dan wisudawati Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Pontianak Tahun Akademik 2024/2025.

Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IV, Paolus Hadi, S.IP., M.Si, Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Dr. H. Widodo PS, S.T., M.T, jajaran Forkopimda, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, serta para orang tua mahasiswa dan seluruh wisudawan/wisudawati.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Ontot menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan.

“Selamat kepada kalian semua yang telah berhasil menuntaskan satu tahap penting dalam perjalanan hidup. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sanggau, kami bangga dengan pencapaian ini,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa Politeknik bukan sekadar tempat menimba ilmu teori, tetapi juga arena untuk mengasah keterampilan dan membentuk karakter. “Di sini, kalian belajar menjadi solusi nyata bagi keluarga dan masyarakat. Ilmu yang kalian peroleh adalah modal untuk menghadapi tantangan di dunia nyata,” tambahnya.

Lebih jauh, Bupati menekankan peran penting para lulusan sebagai agen perubahan. “Kami yakin lulusan PSDKU Politeknik Negeri Pontianak adalah aset masa depan Kabupaten Sanggau. Kalian bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak ekonomi, teknologi, industri, dan perubahan sosial di daerah ini.”

Yohanes Ontot memberi motivasi agar para lulusan tak pernah merasa kecil karena berasal dari daerah. “Justru dari sini, dari tanah sederhana ini, akan lahir tokoh-tokoh besar yang membanggakan Sanggau, Kalimantan Barat, bahkan Indonesia,” tuturnya.

Bupati menambahkan, ilmu, semangat, dan nilai yang telah kalian tanam adalah kekuatan utama. “Tangkap setiap peluang dan ciptakan peluang baru. Bekerjalah secara profesional atau bahkan jadilah pencipta kerja,” pesannya kepada para wisudawan.

Pemerintah Kabupaten Sanggau juga menyatakan komitmennya untuk mendukung para pemuda kreatif dan inovatif. “Kami siap membuka ruang dan bersinergi dengan kalian yang berani dan berpotensi mengubah daerah ini menjadi lebih baik,” jelas Bupati.

Tak lupa, Bupati menyampaikan penghargaan kepada para orang tua. “Hari ini adalah momen kemenangan bukan hanya bagi wisudawan, tetapi juga bagi bapak/ibu semua. Terima kasih atas doa, dukungan, dan pengorbanan yang tak ternilai,” ucapnya dengan hangat.

Acara wisuda ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya sebagai simbol pencapaian akademik, tetapi juga sebagai titik awal para pemuda Sanggau untuk berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Pemkab Sanggau dan Polnep Bersinergi Dorong Kemandirian PSDKU: Langkah Nyata Tingkatkan SDM dan Pendidikan Vokasi di Daerah

Pemkab Sanggau dan Polnep Bersinergi Dorong Kemandirian PSDKU: Langkah Nyata Tingkatkan SDM dan Pendidikan Vokasi di Daerah
Pemkab Sanggau dan Polnep Bersinergi Dorong Kemandirian PSDKU: Langkah Nyata Tingkatkan SDM dan Pendidikan Vokasi di Daerah.

SANGGAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di daerah. Bersama Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Pemkab Sanggau menggelar kegiatan Ekspose Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Polnep di Kabupaten Sanggau tahun 2018–2025. Acara ini berlangsung di Ruang Daranante, Kantor Bupati Sanggau, pada Selasa (14/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H, Anggota DPR RI Paolus Hadi, S.IP., M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Drs. Aswin Khatib, M.Si, serta Direktur Polnep Ir. Muhammad Toasin A bersama jajarannya. Hadir pula para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sanggau.

Perjalanan dan Capaian PSDKU Sanggau

Dalam pemaparannya, Direktur Polnep menjelaskan perkembangan dan capaian PSDKU Sanggau sejak berdiri sekitar lima tahun lalu. Ia memaparkan latar belakang pendirian PSDKU serta berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi, terutama di wilayah perbatasan yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan siap pakai.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah membahas langkah-langkah dan persyaratan agar PSDKU Polnep di Kabupaten Sanggau bisa berdiri secara mandiri sebagai Politeknik Negeri Sanggau. Menurutnya, dari sisi akademik dan fasilitas, PSDKU Sanggau sudah sangat layak untuk berdiri sendiri. Namun, proses transformasi tersebut tetap membutuhkan dukungan administratif dan regulasi yang kuat.

Dukungan Moril dari DPR RI

Anggota DPR RI, Paolus Hadi, yang kini bertugas di Komisi IV, juga turut memberikan pandangannya. Ia mengakui bahwa meskipun bidang kerjanya saat ini tidak berhubungan langsung dengan pendidikan, dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap keberadaan PSDKU Sanggau.

“Secara bidang memang saya tidak di komisi yang membidangi pendidikan. Tapi ketika diundang ke kegiatan ini, saya teringat bahwa PSDKU Sanggau berdiri pada masa saya menjabat sebagai Bupati. Jadi saya merasa punya tanggung jawab moral untuk terus mendukungnya,” ujar Paolus.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kemandirian PSDKU Sanggau di tingkat pusat.
“Saya akan menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Ketua DPR RI, agar prosesnya bisa lebih cepat dan efisien,” tambahnya.

Pemkab Sanggau Siap Dukung Penuh

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyampaikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh Pemkab terhadap upaya menjadikan PSDKU sebagai institusi mandiri. Menurutnya, keberadaan pendidikan tinggi vokasi di Sanggau telah membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Sanggau sangat mendukung langkah ini. Kami tahu betul pentingnya pendidikan vokasi bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan SDM yang siap kerja dan berdaya saing. Karena itu, Pemda akan segera menyiapkan dokumen serta anggaran yang dibutuhkan agar PSDKU bisa segera mandiri,” jelas Susana.

Ia juga menegaskan bahwa kemandirian PSDKU akan menjadi salah satu faktor strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sanggau.

“Salah satu indikator penting dalam peningkatan IPM adalah pendidikan. Dengan adanya PSDKU di Sanggau, masyarakat akan memiliki akses lebih luas untuk menempuh pendidikan tinggi. Dampaknya tentu besar, bukan hanya bagi individu, tapi juga untuk kemajuan daerah secara keseluruhan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Susana menambahkan bahwa langkah menuju kemandirian PSDKU ini sejalan dengan komitmen Pemkab Sanggau untuk memperluas akses pendidikan, mencetak SDM unggul, dan membangun pondasi kuat bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara Pemkab Sanggau dan Polnep bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang investasi masa depan daerah. Upaya mendorong kemandirian PSDKU diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja vokasional yang kompeten dan berdaya saing, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Sanggau dalam membangun generasi muda yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sekda Sanggau Dorong Guru RA Jadi Garda Depan Pendidikan Berkarakter dan Cinta Tanah Air

Sekda Sanggau Dorong Guru RA Jadi Garda Depan Pendidikan Berkarakter dan Cinta Tanah Air
Sekda Sanggau Dorong Guru RA Jadi Garda Depan Pendidikan Berkarakter dan Cinta Tanah Air.

SANGGAU - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sanggau, Drs. Aswin Khatib, M.Si, menghadiri pelantikan Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Sanggau periode 2025–2030 sekaligus sosialisasi kurikulum berbasis cinta yang digelar di Aula Kemenag Sanggau, Selasa (14/10/2025).

Dalam sambutannya, Aswin menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara IGRA, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sanggau.

“IGRA perlu memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan pendidikan di Sanggau,” ujarnya.

Aswin juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi saat ini semakin kompleks. Karena itu, guru RA harus terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan nilai keagamaan yang kuat.

“Anak-anak bukan hanya perlu pintar di sekolah, tapi juga harus tumbuh dengan akhlak mulia dan budi pekerti luhur yang berlandaskan nilai agama serta kearifan lokal,” pesan Aswin.

Pemerintah Kabupaten Sanggau, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini melalui lembaga RA (Raudhatul Athfal). Ia pun mengapresiasi dedikasi dan keikhlasan para guru RA yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendidik anak-anak di masa emas pertumbuhan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Aswin juga menyampaikan beberapa harapan kepada pengurus IGRA yang baru, di antaranya:

  • Meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,

  • Memperkuat kapasitas dan kompetensi guru,

  • Berinovasi dalam metode pembelajaran, dan

  • Menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta cinta tanah air sejak dini kepada peserta didik.

“Selamat kepada pengurus IGRA yang baru dilantik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” tutup Aswin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IGRA Provinsi Kalimantan Barat, Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sanggau, Kabid TK dan PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau, serta para guru RA dan tamu undangan lainnya.

Pemkab Sanggau Tegaskan Komitmen Transparansi, Sambut Baik Pemeriksaan Pajak dan Retribusi oleh BPK-RI

Pemkab Sanggau Tegaskan Komitmen Transparansi, Sambut Baik Pemeriksaan Pajak dan Retribusi oleh BPK-RI
Pemkab Sanggau Tegaskan Komitmen Transparansi, Sambut Baik Pemeriksaan Pajak dan Retribusi oleh BPK-RI.

SANGGAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini terlihat dari kehadiran Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., dalam kegiatan Entry Meeting Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Kalimantan Barat yang digelar di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sanggau, pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam pemeriksaan kepatuhan pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah untuk tahun anggaran 2024 hingga triwulan III tahun 2025.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim BPK-RI yang dipimpin oleh Akhyar Syam. Ia menegaskan bahwa kehadiran BPK-RI merupakan bagian penting dalam memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan dengan baik.

“Kami menyambut baik pelaksanaan pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan oleh BPK-RI. Semoga kegiatan ini dapat mendorong pengelolaan pajak dan retribusi yang lebih efektif, transparan, serta akuntabel. Dengan begitu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dapat terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Susana mengingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan pengelolaan pajak dan retribusi untuk bersikap kooperatif dan menyiapkan seluruh data yang diperlukan oleh tim pemeriksa. Menurutnya, kerja sama dan keterbukaan sangat penting agar proses audit berjalan lancar dan hasilnya dapat dijadikan acuan untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Inspektur Kabupaten Sanggau Drs. Paulus Usrin, M.Si, Kepala Bapenda Sanggau Wellem Suherman, S.H., serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Sanggau.

Melalui pemeriksaan ini, Pemkab Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik dalam setiap aspek pengelolaan keuangan daerah. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui sistem keuangan yang terbuka, profesional, dan bertanggung jawab.

Wakil Bupati Sanggau Ajak Generasi Muda Tebarkan Kebaikan di HUT ke-80 PMI

Wakil Bupati Sanggau Ajak Generasi Muda Tebarkan Kebaikan di HUT ke-80 PMI
Wakil Bupati Sanggau Ajak Generasi Muda Tebarkan Kebaikan di HUT ke-80 PMI.

SANGGAU – Suasana penuh semangat kebersamaan terasa di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sanggau pada Senin (13/10/2025). Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PMI tahun ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpen, S.Sos., M.H., bersama jajaran Forkopimda, Ketua PMI Kabupaten Sanggau Yohana Kusbariah Ontot, tokoh perempuan Arita Apolina, S.Pd., M.Si., para kepala perangkat daerah, dan seluruh anggota Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Sanggau.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada PMI atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama di bidang donor darah dan penanggulangan bencana. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau akan terus mendukung dan bersinergi dengan PMI untuk memperkuat berbagai program kemanusiaan.

“PMI punya peran besar dalam membantu masyarakat, terutama saat terjadi kondisi darurat dan bencana. Kehadiran mereka membawa manfaat nyata bagi warga Sanggau,” ujar Wabup Susana dengan penuh rasa bangga.

Mengusung tema “Tebarkan Kebaikan”, peringatan HUT ke-80 PMI ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian, dan profesionalitas dalam pelayanan kemanusiaan.

Tak hanya dihadiri pejabat daerah, acara ini juga dihadiri perwakilan dari PMI Provinsi Kalimantan Barat, yakni Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Asrul Putra Nanda, yang hadir mewakili Ketua PMI Provinsi Kalbar. Dalam sambutannya, Asrul menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama solid antara Pemerintah Kabupaten Sanggau dan PMI setempat.

“HUT PMI bukan sekadar perayaan, tapi juga refleksi atas komitmen kemanusiaan yang tumbuh dalam diri setiap relawan Palang Merah. Mari jadikan momen ini untuk mempertegas tekad kita dalam menebarkan kebaikan,” ungkap Asrul.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sanggau atas dukungan penuh terhadap PMI, termasuk pembangunan markas PMI yang representatif dan penyediaan fasilitas yang menunjang kegiatan kemanusiaan di daerah tersebut.

Menutup rangkaian acara, Wakil Bupati Sanggau mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk ikut aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Selamat HUT ke-80 untuk PMI. Semoga semakin kokoh dalam mengabdi dan terus menjadi pelopor aksi kemanusiaan di Kabupaten Sanggau,” tutupnya dengan penuh semangat.

Perayaan HUT ke-80 PMI di Sanggau ini bukan hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menyebarkan semangat kemanusiaan dan solidaritas tanpa batas.

Senin, 13 Oktober 2025

Bupati Sanggau Yohanes Ontot Buka Mubes IV Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau 2025

Bupati Sanggau Yohanes Ontot Buka Mubes IV Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau 2025
Bupati Sanggau Yohanes Ontot Buka Mubes IV Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau 2025.

SANGGAU - Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot M.Si, secara resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) IV Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau (PDKS) tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Betomu, Kota Sanggau, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Sanggau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan Mubes tersebut. Ia berharap, melalui forum ini, akan lahir kepengurusan baru yang mampu melanjutkan program-program positif dari pengurus sebelumnya.

“Sepanjang program itu bagus lanjutkan, dan jika memang harus dievaluasi, lakukan koordinasi dengan baik agar keputusan yang diambil bisa dipertanggungjawabkan oleh semua pihak,” ujarnya.

Sebagai Kepala Daerah sekaligus pembina organisasi, Bupati juga mengingatkan agar PDKS terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

“Saya minta jaga kekompakan, bangun relasi dengan semua pihak, dan dukung program pemerintah,” pungkasnya.

Musyawarah Besar IV PDKS ini diharapkan menjadi momentum penting bagi generasi muda Dayak untuk memperkuat solidaritas, memperluas jejaring kerja sama, serta berperan aktif dalam kemajuan Kabupaten Sanggau.

Rabu, 24 September 2025

Bupati Sanggau Buka Rakerda LP3KD 2025, Persiapan Menuju Pesparani 2026 di Parindu

Bupati Sanggau Yohanes Ontot bersama Wakil Bupati Susana Herpena saat membuka Rakerda LP3KD 2025 di Hotel Harvey, Kota Sanggau
Bupati Sanggau Yohanes Ontot bersama Wakil Bupati Susana Herpena saat membuka Rakerda LP3KD 2025 di Hotel Harvey, Kota Sanggau.

SANGGAU - Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si, resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sanggau Tahun 2025. Acara berlangsung di Lantai II Hotel Harvey, Kota Sanggau, Selasa (23/9/2025).

Rakerda ini digelar sebagai langkah persiapan menuju ajang Pesparani tingkat Kabupaten Sanggau yang akan diselenggarakan di Kecamatan Parindu pada 2026 mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Ontot menegaskan pentingnya Rakerda ini sebagai forum untuk mematangkan program kerja LP3KD. 

Menurutnya, selain membahas teknis persiapan Pesparani, Rakerda juga diharapkan mampu mengakomodir seluruh LP3KD di tingkat kecamatan, khususnya dalam hal pembinaan dan pengembangan umat Katolik.

“Harapan saya, LP3KD dapat terus mengakomodir seluruh LP3KD kecamatan. Tidak hanya soal persiapan lomba, tetapi juga pembinaan umat agar semakin berkembang. Kegiatan ini bisa menjadi wadah mengasah kemampuan seni umat Katolik sekaligus memperkuat iman kepada Tuhan,” ucap Yohanes Ontot.

Yohanes juga menekankan pentingnya sinergisitas antar-LP3KD untuk mewujudkan Pesparani yang sukses. 

Menurutnya, dengan struktur gereja yang berjenjang mulai dari Paus, Uskup, hingga Pastor dan stasi, pembinaan bukanlah hal yang sulit. 

“Tugas kita tinggal mensinergikan agar lembaga-lembaga yang ada bisa menjadi kekuatan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau sekaligus Ketua Panitia Rakerda, Susana Herpena, menyebut kegiatan ini sebagai tonggak awal dari perjalanan panjang menuju Pesparani 2026. 

Ia menilai Rakerda bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk menyatukan visi dan merancang program kerja yang solid.

“Di sini kita akan bahas banyak hal, mulai dari pemilihan materi lagu, pembinaan mental peserta, hingga strategi agar kontingen Sanggau bisa tampil optimal. Saya berharap semua panitia dan peserta dapat aktif memberikan ide segar untuk keberhasilan bersama,” kata Susana.

Susana juga menekankan bahwa lomba paduan suara gerejani dalam Pesparani tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan bentuk pemuliaan nama Tuhan. 

“Setiap harmoni yang tercipta adalah wujud iman kita. Karena itu, mari jadikan Rakerda ini sebagai momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas musikalitas, dan memperkuat spiritualitas,” pungkasnya.

Rakerda LP3KD 2025 ini diharapkan menghasilkan rumusan program yang matang untuk menyukseskan Pesparani Kabupaten Sanggau 2026. 

Selain itu, kegiatan ini juga dinilai akan berdampak positif dalam membangun sinergi antar-lembaga dan memperkuat identitas budaya serta spiritual umat Katolik di Sanggau. 

Ke depan, Pemkab Sanggau berkomitmen mendukung penuh agar kegiatan ini berjalan lancar dan membawa nama baik daerah di kancah lebih luas.

Festival Budaya dan Ritual Mandi Daun Sabang 2025 Resmi Ditutup Wabup Sanggau

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menutup Festival Budaya dan Ritual Mandi Daun Sabang 2025 di Kecamatan Sekayam
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menutup Festival Budaya dan Ritual Mandi Daun Sabang 2025 di Kecamatan Sekayam.

Sanggau – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, secara resmi menutup rangkaian Festival Budaya dan Ritual Mandi Daun Sabang ke-9 tahun 2025 yang berlangsung di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, pada Senin (22/9/2025). 

Acara yang digelar sejak 20 September ini menjadi ajang pelestarian tradisi dan identitas budaya masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia.

Dalam sambutannya, Susana menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan budaya tahunan yang diinisiasi oleh Komunitas Budaya Sekayam

Ia mengapresiasi kerja keras panitia dan partisipasi masyarakat yang menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komunitas Budaya Sekayam yang dengan gigih menyelenggarakan festival ini sejak tanggal 20 hingga 22 September,” ujar Susana.

Selain menutup festival, Wabup juga mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba yang digelar dalam rangkaian acara. 

Ia mendorong peserta lain untuk terus berkarya dan menjaga semangat melestarikan budaya lokal.

Ritual Mandi Daun Sabang, Dari Tradisi Hingga Identitas

Susana menjelaskan, Ritual Mandi Daun Sabang yang dulunya dikenal sebagai Ritual Pemandian Taubat dipercaya masyarakat Sekayam dan sekitarnya sebagai tradisi untuk mengusir wabah dan menolak bala

Lebih jauh, ritual ini juga menjadi sarana untuk memohon ampun, meminta perlindungan Tuhan, dan mensyukuri nikmat kehidupan.

“Pelaksanaan ritual secara rutin setiap tahun merupakan jawaban atas kekhawatiran akan hilangnya tradisi dan identitas budaya masyarakat. Ini adalah usaha nyata untuk mengajak seluruh elemen masyarakat mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya daerah yang sangat berharga,” kata Susana.

Festival tahun ini mengusung tema “Dengan Kegiatan Ritual Mandi Daun Sabang, Kita Jaga Kearifan Lokal sebagai Bangsa Berbudaya”

Menurut Susana, nilai-nilai lokal yang terkandung dalam tradisi tersebut bukan hanya milik masyarakat Sekayam, melainkan juga menjadi aset budaya Indonesia bahkan dunia.

Di tengah derasnya arus globalisasi, lanjut Susana, pelestarian budaya menghadapi tantangan besar. 

Hal ini semakin terasa di Kecamatan Sekayam yang berbatasan langsung dengan Malaysia, di mana asimilasi budaya lebih cepat terjadi.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempertahankan, menggiatkan, memajukan, serta melestarikan tradisi dan kebudayaan yang kita miliki. Budaya adalah cermin identitas bangsa, sumber kebanggaan, sekaligus potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujarnya.

Ia menegaskan, festival ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk mewujudkan ‘Sanggau Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan’, terutama dalam misi menjaga adat budaya serta lingkungan hidup yang bermartabat.

Penutupan festival tahun ini menjadi penanda bahwa tradisi Mandi Daun Sabang bukan sekadar acara seremonial, melainkan investasi budaya untuk membangun fondasi kuat bagi generasi penerus.

Kegiatan ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya di wilayah perbatasan.

Menutup sambutannya, Susana mengajak masyarakat untuk mendukung para seniman, pelaku budaya, dan pengrajin lokal. 

“Mari kita mulai dari hal-hal kecil: mengikuti festival budaya, mempelajari tari tradisional, atau mengajarkan nilai luhur budaya ini kepada anak-anak kita,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya Festival Budaya dan Ritual Mandi Daun Sabang 2025, masyarakat Sanggau diharapkan semakin sadar akan pentingnya melestarikan kearifan lokal. 

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.

Selasa, 22 Juli 2025

TP PKK Sanggau Siap Harumkan Nama Daerah di HKG ke-53 Provinsi Kalbar

TP PKK Sanggau Siap Harumkan Nama Daerah di HKG ke-53 Provinsi Kalbar
TP PKK Sanggau Siap Harumkan Nama Daerah di HKG ke-53 Provinsi Kalbar.

Sanggau – Pemerintah Kabupaten Sanggau kembali menunjukkan dukungannya terhadap pemberdayaan keluarga dan perempuan. 

Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si, secara resmi melepas keberangkatan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sanggau yang akan mengikuti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) X dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Landak.

Acara pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sanggau pada Selasa pagi (22/07/2025), dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan jajaran pengurus TP PKK.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Ontot menekankan pentingnya peran PKK dalam mendukung pembangunan, khususnya dalam hal pemberdayaan keluarga, perempuan, dan anak.

“Saya berharap TP PKK Sanggau bisa aktif, semangat, dan menjalin kerja sama yang baik dengan peserta dari daerah lain. Gunakan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman dan membawa pulang inspirasi demi kemajuan PKK Sanggau,” ujarnya.

Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan harapan besar agar TP PKK Sanggau tidak sekadar hadir, tetapi juga mampu meraih juara umum di ajang bergengsi ini.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau, Ny. Yohana Kusbariah Ontot, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap gerakan PKK.

“Kami hadir dengan semangat dan komitmen yang tinggi. Bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai perwakilan dari keluarga tangguh dan berdaya dari Sanggau,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa TP PKK Kabupaten Sanggau terus bergerak maju, berinovasi, dan hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat.

“Kami mohon doa dari masyarakat Sanggau agar kami bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan,” tutupnya penuh harap.

Gereja Baru Diresmikan, Pemkab Sanggau Tegaskan Komitmen Dukung Kehidupan Keagamaan

Gereja Baru Diresmikan, Pemkab Sanggau Tegaskan Komitmen Dukung Kehidupan Keagamaan
Gereja Baru Diresmikan, Pemkab Sanggau Tegaskan Komitmen Dukung Kehidupan Keagamaan.

SANGGAU – Pemerintah Kabupaten Sanggau kembali menunjukkan dukungan nyatanya terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Gereja Katolik Santo Yosef Stasi Sayok yang terletak di Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, pada Minggu (20/07/2025).

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., melalui penandatanganan prasasti, yang disaksikan oleh umat Katolik, tokoh masyarakat, serta para undangan. Momen ini menjadi simbol penting dalam penguatan nilai keimanan dan semangat gotong royong masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gereja ini. Ia menekankan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol semangat kebersamaan dan kekuatan iman umat.

“Gereja ini adalah wujud dari kerja sama dan gotong royong. Tapi yang paling penting, bagaimana kita membangun hati dan mental yang mencerminkan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah ini sejalan dengan visi Sanggau Maju dan Berkelanjutan, serta misi untuk memperkuat toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Sanggau.

Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan prosesi pemberkatan gereja oleh Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Valentinus Saeng, CP. Dalam homilinya, Mgr. Valentinus mengajak umat untuk menjadikan gereja ini sebagai tempat utama dalam memperdalam kehidupan rohani.

“Tuhan telah memberi kita enam hari untuk bekerja. Gunakan satu hari untuk datang ke gereja, beribadah, dan memperkuat jiwa kita,” ungkapnya dengan penuh kehangatan.

Acara berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan sukacita. Umat Katolik Stasi Sayok menyambut peresmian ini sebagai momen bersejarah dan tonggak penting dalam perjalanan iman komunitas mereka.

Dengan berdirinya Gereja Katolik Santo Yosef, harapannya semangat pelayanan, partisipasi aktif umat, serta nilai kasih dan toleransi di tengah masyarakat semakin kuat.

Senin, 21 Juli 2025

Sanggau Jadi Tuan Rumah Temu Pendidik Nusantara XII, Wabup Susana: Guru Adalah Agen Perubahan Bangsa!

Sanggau Jadi Tuan Rumah Temu Pendidik Nusantara XII, Wabup Susana: Guru Adalah Agen Perubahan Bangsa!
Sanggau Jadi Tuan Rumah Temu Pendidik Nusantara XII, Wabup Susana: Guru Adalah Agen Perubahan Bangsa!.

SANGGAU - Kabupaten Sanggau patut berbangga! Pada Sabtu, 19 Juli 2025, Aula Lantai II Kantor DPRD Sanggau menjadi saksi dibukanya Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII oleh Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H. Acara bergengsi ini diinisiasi oleh Yayasan Guru Belajar dan diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara Sanggau. 

Dalam sambutannya, Wabup Susana menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Mengusung tema “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim,” pertemuan ini dirasa sangat relevan dengan kondisi dan tantangan pendidikan masa kini. Menurutnya, tema ini tidak hanya menyentuh soal proses belajar-mengajar, tetapi juga mengajak guru dan murid lebih peduli terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

“Saya bangga Sanggau dipilih sebagai salah satu dari 45 daerah penyelenggara konferensi pendidikan nasional ini. Lebih luar biasa lagi, program ini masuk nominasi UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development 2024. Ini membuktikan bahwa gerakan guru belajar tidak hanya berdampak lokal, tapi juga mendapat pengakuan internasional,” ungkapnya penuh semangat.

Pendidikan Jadi Pilar Utama Pembangunan Sanggau

Wabup Susana juga menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam visi pembangunan Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan. Dalam misi ketiga pemerintah daerah — yakni meningkatkan kompetensi sumber daya manusia — para guru memegang peran sentral.

“Para guru adalah kunci. Mereka tidak hanya mendidik, tapi juga menjadi penggerak transformasi di sekolah, di kelas, bahkan di masyarakat. Kegiatan seperti TPN ini memberi ruang untuk saling menginspirasi, berbagi pengalaman, dan memperkaya wawasan dengan pendekatan yang sesuai zaman,” ujarnya.

Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Melalui Temu Pendidik Nusantara, para guru diajak untuk saling mendukung dan saling belajar. Inilah wujud nyata bahwa pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, tapi kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sanggau sendiri berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kualitas pendidikan.

“Kami percaya bahwa setiap guru yang pulang dari acara ini membawa semangat baru, ide-ide segar, dan inspirasi untuk membawa perubahan di sekolah masing-masing. Kami siap bersinergi demi Sanggau yang lebih maju dan adil untuk semua,” tegas Wakil Bupati Susana.

Minggu, 22 Juni 2025

Gawai Nosu Minu Podi: Tradisi Adat Sanggau yang Penuh Makna dan Dukung Ekonomi Hijau

Gawai Nosu Minu Podi: Tradisi Adat Sanggau yang Penuh Makna dan Dukung Ekonomi Hijau
Gawai Nosu Minu Podi: Tradisi Adat Sanggau yang Penuh Makna dan Dukung Ekonomi Hijau.

SANGGAU -- Hai, Sobat Budaya! Pernah dengar tentang Gawai Nosu Minu Podi? Kalau belum, yuk kenalan sama salah satu perayaan adat penuh makna dari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. 

Gawai ini bukan sekadar pesta seru-seruan biasa, tapi merupakan warisan sakral dari leluhur yang terus dilestarikan hingga sekarang.

Pada Jumat malam, 20 Juni 2025, Desa Entakai di Kecamatan Kapuas tampak hidup dengan suasana sakral dan penuh semangat kebersamaan. Acara Gawai Nosu Minu Podi dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., yang hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat adat yang sedang merayakan momen istimewa ini.

“Ini adalah waktu kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merenung, bersyukur, dan menghormati alam serta para leluhur,” kata Wabup Susana dengan penuh haru.

Menurutnya, secara harfiah, Nosu Minu Podi berarti "mengangkat semangat padi". Tapi, lebih dari sekadar makna kata, perayaan ini mencerminkan nilai-nilai penting seperti keberhasilan dalam bercocok tanam, kesabaran, dan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Lebih dari Sekadar Budaya – Ini Bagian dari Pembangunan Daerah

Gawai ini juga punya peran penting dalam misi pembangunan Kabupaten Sanggau. Wabup Susana menegaskan bahwa pelestarian adat, budaya, dan lingkungan hidup adalah salah satu komitmen utama pemerintah daerah.

“Gawai Nosu Minu Podi merupakan contoh nyata dari kearifan lokal yang selaras dengan pelestarian tradisi, menjaga ekosistem, dan mendorong ekonomi hijau,” jelasnya.

Dengan adanya acara seperti ini, masyarakat diajak untuk kembali dekat dengan nilai-nilai leluhur serta belajar bagaimana mengelola sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan. Ini bukan cuma tentang masa lalu, tapi juga tentang masa depan yang lebih baik.

Dukung Kesejahteraan dan Ekonomi Lokal

Yang menarik, Gawai Nosu Minu Podi juga punya dampak ekonomi yang cukup signifikan, lho. Selain jadi ajang silaturahmi dan pemersatu warga, perayaan ini juga membuka peluang ekonomi seperti promosi hasil bumi, kerajinan tangan lokal, hingga pariwisata budaya.

“Kami berharap, lewat gawai ini, perekonomian masyarakat bisa ikut terangkat, kesejahteraan meningkat, dan masyarakat bisa semakin maju,” harap Wabup Susana.

Warisan Leluhur yang Harus Dijaga

Nah, buat kamu yang suka dengan budaya Indonesia, Gawai Nosu Minu Podi ini wajib banget untuk diapresiasi. Bukan hanya karena unik dan penuh makna, tapi karena ia membawa pesan penting: bahwa keharmonisan dengan alam dan penghormatan kepada leluhur adalah pondasi kehidupan yang lestari.

Jadi, yuk kita sama-sama dukung dan lestarikan tradisi seperti ini! Karena budaya bukan hanya untuk dikenang, tapi juga untuk dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Rabu, 13 November 2024

Menangani Inflasi Pangan: Gerakan Pangan Murah Digelar di Kabupaten Sanggau

Menangani Inflasi Pangan: Gerakan Pangan Murah Digelar di Kabupaten Sanggau
Menangani Inflasi Pangan: Gerakan Pangan Murah Digelar di Kabupaten Sanggau.
SANGGAU - Pemerintah Kabupaten Sanggau, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Camat Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (13/11/2024). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menanggulangi inflasi daerah, khususnya yang terkait dengan harga bahan pangan, serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi pangan di Kabupaten Sanggau. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan salah satu upaya nyata dari pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

“Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Sanggau dapat terjaga dengan baik. Yang paling penting, bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat selalu tersedia dengan harga yang sesuai dengan daya beli masyarakat,” ujar Suherman.

Selain itu, Suherman juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Sanggau dengan berbagai pihak terkait, baik itu pemangku kepentingan (stakeholder) maupun pelaku pasar. “Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan kegiatan ini. Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kantor Camat Kapuas ini menyediakan berbagai bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan dapur lainnya, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar umum. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat inflasi yang kerap mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat keterjangkauan pasar yang terbatas.

Pj. Bupati Sanggau juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga kebutuhan pangan masyarakat selalu dapat dipenuhi dengan harga yang wajar dan terjangkau. “Kami akan terus berupaya untuk menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di Kabupaten Sanggau, serta mengurangi dampak negatif inflasi yang sering kali memberatkan masyarakat,” tutup Suherman.

Dalam kesempatan yang sama, Pj. Bupati Sanggau juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Suherman mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada, dan meskipun pilihan politik berbeda-beda, penting untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan di antara sesama warga.

“Kita boleh berbeda dalam pilihan politik, tetapi yang terpenting adalah menjaga keharmonisan dan ketertiban antar sesama. Mari kita ciptakan Pilkada yang aman, damai, dan berintegritas,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Sanggau tidak hanya berupaya menstabilkan harga pangan, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi tantangan inflasi yang semakin meningkat.

Selasa, 12 November 2024

Penjabat Bupati Sanggau Pimpin Upacara Peingatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-60 Tahun 2024

Penjabat Bupati Sanggau Pimpin Upacara Peingatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-60 Tahun 2024
Penjabat Bupati Sanggau Pimpin Upacara Peingatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-60 Tahun 2024.
SANGGAU - Penjabat Bupati Sanggau Suherman SH MH, menjadi Pembina Upacara dalam Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 tahun 2024 yang digelar di halaman Dinas Kesahatan, Selasa (12/11/2024).

Penjabat Bupati Sanggau yang membacakan Amanat, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, menyampaikan pentingnya transformasi kesehatan demi menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh dan merata di seluruh Indonesia.

“Transformasi kesehatan menjadi haluan penting dalam upaya membangun Indonesia yang lebih sehat dan kuat,” ungkap Menkes Budi G.Sadikin dalam sambutan tertulisnya.

Lebih lanjut, Menkes Budi mengungkapkan bahwa pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pemerintah tengah memfinalkan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK).

“RIBK ini akan menjadi acuan bersama bagi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam perencanaan, penganggaran, dan implementasi program kesehatan di seluruh wilayah,” paparnya.

Dirinya menekankan bahwa RIBK harus menjadi panduan utama dalam membangun layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas di setiap daerah.

Menkes juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mencapai transformasi kesehatan yang optimal.

“Pemerintah Pusat tidak bisa bergerak sendiri. Hanya dengan kolaborasi erat dari seluruh komponen bangsa, pilar-pilar transformasi kesehatan dapat diwujudkan demi perubahan kesehatan Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Menkes Budi G.Sadikin.

Selain itu, Menkes Budi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tak mengenal lelah dalam menjalankan tugas di berbagai pelosok tanah air.

Menurutnya, pengabdian tenaga kesehatan merupakan pondasi utama dalam pembangunan kesehatan nasional.
“Peran tenaga kesehatan adalah tonggak penting dalam perjalanan kita menuju bangsa yang maju. Dedikasi mereka menjadi dasar kuat bagi percepatan berbagai program kesehatan di masa depan,” lanjutnya.

Diakhir sambutannya, Menkes Budi G. Sadikin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengutamakan kesehatan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

“Mari kita bangun budaya sehat bersama demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan seterusnya, hingga generasi mendatang,” serunya penuh harap.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk semakin memperkuat komitmen dalam mendukung program kesehatan, serta mengajak masyarakat dan tenaga kesehatan untuk terus bahu-membahu dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Penjabat Bupati Sanggau Membuka Peningkatan Kapasitas Teknis Penilaian Usaha Perkebunan bagi Perusahaan Kelapa Sawit di Kab. Sanggau

Penjabat Bupati Sanggau Membuka Peningkatan Kapasitas Teknis Penilaian Usaha Perkebunan bagi Perusahaan Kelapa Sawit di Kab. Sanggau
Penjabat Bupati Sanggau Membuka Peningkatan Kapasitas Teknis Penilaian Usaha Perkebunan bagi Perusahaan Kelapa Sawit di Kab. Sanggau.
SANGGAU – Penjabat Bupati Sanggau Membuka Peningkatan Kapasitas Teknis Penilaian Usaha Perkebunan bagi Perusahaan Kelapa Sawit di Kab. Sanggau bertempat di Hotel Harvey, Selasa (12/10/2024).

Penjabat Bupati Sanggau dalam sambutanya menekankan Visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran menitikberatkan pada kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, serta ekonomi hijau-biru, sekaligus pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Subsektor perkebunan merupakan andalan Kabupaten Sanggau, untuk menjawab isu-isu strategis tersebut, terutama untuk mewujudkan misi Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan dan nilai – nilai kearifan local,”ujarnya.

Produktivitas subsektor perkebunan belum optimal, karena produktivitas rata-rata masih dibawah produktivitas hasil subsektor perkebunan secara Nasional. Sebagai komoditas ekspor dan merupakan andalan Kabupaten Sanggau yang berkontribusi besarter hadap PDRB, penyerapan tenaga kerja dan kondisi lahan yang sangat cocok untuk budidaya perkebunan.

Penjabat Bupati Sanggau juga menyampaikan peran sektor perkebunan berdasarkan data statistik, sektor pertanian memberi sumbangan sebesar 34,96% terhadap total Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sanggau dan subsektor perkebunan memberikan sumbangan lebih dari 20 % nya, sedangkan berdasar lapangan pekerjaan, sektor pertanian menyediakan 246.797(64,64%) lapangan kerja dari sebanyak 381.803 usia angkatan kerja usia 15 tahun keatas Dalam Angka 2023, BPS Sanggau,”ujarnya.

Senin, 11 November 2024

Penjabat Bupati Sanggau Resmi Tutup Turnamen Pekanraya Menyabo Ke-III

Penjabat Bupati Sanggau Resmi Tutup Turnamen Pekanraya Menyabo Ke-III
Penjabat Bupati Sanggau Resmi Tutup Turnamen Pekanraya Menyabo Ke-III.
SANGGAU - Turnamen Sepakbola Pekanraya Menyabo Ke-III, resmi ditutup Penjabat (Pj) Bupati Sanggau Suherman SH MH. Penutupan berlangsung pada minggu (11/11/2024), di Lapangan Sepak Bola Desa Menyabo Kecamatan Tayan Hulu.

Selain dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Sanggau dan stakeholder terkait, masyarakatpun berbondong hadir untuk menyaksikan penutupan sekaligus laga final antara PSSL melawan tim 86.

Apresiasi diungkapkan Penjabat Bupati atas terlaksananya Pekan Raya Menyabo Ke-III, Suherman menilai event olahraga ini berdampak positif untuk masyarakat.

“Selain untuk meningkatkan kesehatan tubuh melalui olahraga, acara ini juga dapat meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan diantara kita”, ujarnya.

Selanjutnya Penjabat Bupati ucapkan selamat kepada pemenang turnamen, dimana pada pertandingan final, tim 86 berhasil mengalahkan PSSL dengan skor 2-0.

“Selamat kepada pemenang, teruslah kembangkan potensi diri. Untuk yang belum berhasil jangan menyerah, semoga dilain kesempatan dapat mengukir prestasi”, katanya.

Acara penutupanpun diakhiri dengan penyerahan trofi dan hadiah oleh Penjabat Bupati Sanggau Suherman SH MH.

Sabtu, 09 November 2024

Kunjungan Kerja ke Desa Rambin, Suherman Fokus Pada Penurunan Stunting dan Pembangunan Infrastruktur

Kunjungan Kerja ke Desa Rambin, Suherman Fokus Pada Penurunan Stunting dan Pembangunan Infrastruktur
Kunjungan Kerja ke Desa Rambin, Suherman Fokus Pada Penurunan Stunting dan Pembangunan Infrastruktur.
SANGGAU - Penjabat (Pj.) Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Desa Rambin, Kecamatan Kapuas, tepatnya di Dusun Biang Rosan. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemkab Sanggau dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut, Sabtu (9/11/2024).

Salah satu agenda utama dalam kunjungan kerja tersebut adalah penyerahan bantuan kepada anak-anak yang terdiagnosis stunting di Desa Rambin. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap permasalahan gizi buruk yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Sanggau. “Ini adalah salah satu langkah nyata Pemkab Sanggau dalam melakukan percepatan penurunan stunting di wilayah ini,” ujar Suherman saat memberikan bantuan.

Selain itu, Beliau juga mengajak perwakilan dari PLN UP3 Sanggau untuk hadir dalam kunjungan kerja tersebut. Hal ini terkait dengan masalah kelistrikan di wilayah setempat, mengingat meskipun seluruh desa di Kabupaten Sanggau sudah teraliri listrik, masih ada dua dusun di Desa Rambin yang belum menikmati fasilitas listrik tersebut. “Kami harap PLN dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik di dua dusun ini,” kata Suherman.

Suherman juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memberikan kontribusi besar kepada masyarakat Desa Rambin, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan. “Dukungan dari sektor swasta sangat berarti bagi kemajuan desa ini, dan kami berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, dalam kunjungan tersebut, Pj. Bupati Sanggau juga memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Rambin yang sangat peduli terhadap pendidikan masyarakatnya. Salah satu langkah yang mencuri perhatian dalam kunjungan tersebut adalah rencana pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sedang dipersiapkan di desa tersebut. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif Kepala Desa untuk memprioritaskan pendidikan bagi anak-anak di sini. Ini adalah langkah besar bagi masa depan generasi muda di Desa Rambin,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memastikan program-program pembangunan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur, dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran di desa-desa terpencil di Kabupaten Sanggau. Pj. Bupati Sanggau berharap, dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, pembangunan di Kabupaten Sanggau dapat semakin maju dan merata.

Rabu, 06 November 2024

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) LPP RRI Entikong dengan Pemkab Sanggau

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) LPP RRI Entikong dengan Pemkab Sanggau
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) LPP RRI Entikong dengan Pemkab Sanggau.
SANGGAU  – LPP RRI Entikong dan Pemerintah Kabupaten Sanggau hari ini resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka memperkuat kerjasama di berbagai bidang, khususnya dalam penyebarluasan informasi dan program-program pembangunan daerah. Acara penandatanganan berlangsung di Ruang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, 6 November 2024.

PKS yang ditandatangani mencakup kerja sama antara LPP RRI Entikong dengan sejumlah instansi pemerintah Kabupaten Sanggau, yaitu Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop), Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar), Dinas Sosial P3AKB, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Penandatanganan dilakukan oleh masing-masing Kepala Dinas atau pejabat yang mewakili.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, Joni Irwanto, yang turut menyaksikan proses penandatanganan bersama Kepala LPP RRI Entikong. Joni Irwanto memberikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama ini, yang dinilai akan mempererat hubungan antara media penyiaran publik dengan instansi pemerintahan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

“Melalui PKS ini, kita berharap dapat meningkatkan efektivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung program-program pembangunan yang ada di Kabupaten Sanggau. RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki peran yang sangat strategis dalam hal ini,” ujar Joni Irwanto.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Entikong, Rina Irfantini, juga menyambut baik kerjasama ini dan berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. “Kerja sama ini akan memperkuat sinergi antara RRI dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mengimplementasikan program-program yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau. Kolaborasi ini akan membuka peluang bagi kedua belah pihak untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah,” katanya.

Melalui PKS ini, diharapkan komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin terjalin dengan baik, serta berbagai program dan kebijakan pemerintah dapat disampaikan secara efektif, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Sanggau.

Acara ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol dari kerjasama yang telah terjalin, dan dilanjutkan dengan diskusi antara pihak-pihak terkait untuk merencanakan langkah-langkah konkrit dalam implementasi program yang telah disepakati.

Selasa, 05 November 2024

Penjabat Bupati Sanggau Tinjau Persiapan Logistik Pilkada 2024

Penjabat Bupati Sanggau Tinjau Persiapan Logistik Pilkada 2024
Penjabat Bupati Sanggau Tinjau Persiapan Logistik Pilkada 2024.
SANGGAU –  Guna memastikan setiap tahapan Pilkada di Kabupaten Sanggau berjalan lancar, Penjabat Bupati Sanggau, Suherman didampingi jajaran Forkopimda dan anggota DPRD Kabupaten Sanggau melakukan kunjungan ke Gudang Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sanggau yang berlokasi di GOR Bujang Malaka Kota Sanggau Kabupaten Sanggau. Selasa (5/11/2024).

Penjabat Bupati Sanggau, Suherman mengungkapkan kunjungan ini dilakukan untuk memantau proses penyortiran dan pelipatan surat suara serta kesiapan yang akan digunakan dalam Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Sanggau

“Saya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan Pilkada serentak 2024 berjalan lancar, tertib, kondusif, dan aman,” tegasnya.

“Selain itu juga kita ingin memastikan bahwa setiap tahapan persiapan berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Oleh karena itu, kami perlu mengecek kesiapan logistik peilkada ini” sambungnya.

Ia menekankan pentingnya dukungan dan motivasi bagi tim yang bertugas dalam persiapan logistik. Sehingga, Pilkada di Kabupaten Sanggau bisa berjalan tepat waktu dan sesuai jadwal.

“Harapan kami, seluruh tahapan Pilkada, termasuk distribusi logistik, bisa selesai tepat waktu dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Pada saat pelaksanaan pencoblosan di TPS, Pj. Bupati Sanggau, Suherman berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau untuk menggunakan hak pilihnya dalam menentukan pemimpin daerah.

“Saya yakin masyarakat Sanggau sudah cerdas, saya harap masyarakat untuk tidak golput. Ayo datang ke TPS gunakan hak pilihnya dalam menentukan calon pemimpin daerah yang dapat membangun Sanggau bermartabat,” pungkasnya.

Penulis   : Rizky Kurniyawan/LIBER

Senin, 07 Oktober 2024

Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Sanggau Dibuka Oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau

Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Sanggau Dibuka Oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau
Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Sanggau Dibuka Oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau.
SANGGAU - Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Drs. Aswin Khatib, M.Si, secara resmi membuka Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Sanggau yang berlangsung di Aula Mahoni Hotel Meldy. Acara ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa ibu. Senin (7/10/2024).

Dalam sambutannya Aswin Khatib menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh lembaga adat dan budaya seperti ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Sanggau untuk mewujudkan seven brand image Sanggau, yaitu Sanggau Budiman, yang berarti Sanggau Berbudaya dan Beriman. Ia menekankan bahwa budaya merupakan bagian penting dari identitas kita.

“Maju atau mundurnya suatu suku bangsa sangat bergantung pada upaya bangsa itu sendiri.” Hal ini menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Aswin berharap kegiatan yang dilakukan hari ini dapat menjadikan masyarakat hukum adat, khususnya Dayak Hibun, semakin lebih baik.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat. “Peraturan ini memberikan pengakuan, perlindungan, dan penguatan oleh negara terhadap masyarakat adat dan budaya daerah,” jelasnya.

Beliau juga menekankan melalui inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sanggau, pada tahun 2024 telah disetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Daerah. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung kebudayaan lokal.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Anang Santosa, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengatakan pentingnya bahasa ibu dalam menjaga identitas budaya. “Bahasa adalah jiwa suatu bangsa. Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan bahasa ibu, tetapi juga melestarikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” katanya.

Beliau menambahkan dukungan dari pemerintah daerah sangat penting untuk memfasilitasi pengembangan bahasa dan sastra daerah. “Ini adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap terhubung dengan warisan budaya mereka,” tambahnya.

Anang Santosa juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam upaya pelestarian bahasa daerah. “Mari kita bekerja sama dalam menjaga dan mempromosikan bahasa kita. Kegiatan seperti ini adalah fondasi untuk mewujudkan masyarakat yang sadar akan pentingnya budaya dan bahasa,” ajaknya.

Dengan digelarnya Festival Tunas Bahasa Ibu, Kabupaten Sanggau berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya yang ada dan menjadikan bahasa ibu sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari.