Berita BorneoTribun: Polda Kalbar hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Polda Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polda Kalbar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2026

Terekam CCTV, Polisi Sekadau Tangkap Pelaku Curanmor di Belitang

Polisi Sekadau berhasil mengungkap kasus curanmor di Belitang kurang dari 24 jam. Dua pelaku diamankan setelah aksi pencurian sepeda motor terekam CCTV di area parkir.
Polisi Sekadau berhasil mengungkap kasus curanmor di Belitang kurang dari 24 jam. Dua pelaku diamankan setelah aksi pencurian sepeda motor terekam CCTV di area parkir.

Respons Cepat Polisi, Kasus Curanmor Di Belitang Terungkap Kurang Dari 24 Jam Berkat CCTV

SEKADAU – Respons cepat aparat kepolisian membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan diterima, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Kasus ini ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Belitang yang mendapat dukungan dari Unit Jatanras Satreskrim Polres Sekadau.

Kapolres Sekadau Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim Zainal Abidin menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari laporan korban berinisial RK (35).

Korban melaporkan kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha MX King berwarna biru di Dusun Padak, Desa Padak, Kecamatan Belitang.

Kronologi Pencurian Motor

Polisi Sekadau berhasil mengungkap kasus curanmor di Belitang kurang dari 24 jam. Dua pelaku diamankan setelah aksi pencurian sepeda motor terekam CCTV di area parkir.
Polisi Sekadau berhasil mengungkap kasus curanmor di Belitang kurang dari 24 jam. Dua pelaku diamankan setelah aksi pencurian sepeda motor terekam CCTV di area parkir.

Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa malam, 10 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu sepeda motor milik korban digunakan oleh anaknya untuk berkumpul bersama teman di rumah yang berada di wilayah Dusun Padak.

Sepeda motor tersebut kemudian diparkir di depan rumah. Namun tanpa disadari, kunci kendaraan masih tertinggal di motor.

Sekitar pukul 01.00 WIB pada Rabu dini hari, anak korban baru menyadari bahwa sepeda motor tersebut telah hilang dari tempat parkir.

Korban bersama sejumlah rekannya sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun karena tidak menemukan kendaraan tersebut, mereka akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Belitang.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan di lapangan,” ujar Zainal dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Titik Terang Dari Rekaman CCTV

Proses penyelidikan kemudian mengarah pada informasi penting dari seorang karyawan Alfamart di Desa Maboh Permai.

Pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, karyawan tersebut melaporkan adanya sepeda motor tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang terparkir lebih dari satu hari di area parkir minimarket.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV).

Dari hasil pemeriksaan CCTV, terlihat dua orang pria memarkirkan sepeda motor tersebut pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas kemudian melakukan pemantauan di sekitar lokasi sambil menunggu pihak yang datang mengambil kendaraan tersebut.

Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Tidak berselang lama, dua orang yang diduga pelaku datang ke lokasi parkir untuk mengambil sepeda motor tersebut.

Petugas yang sudah melakukan pemantauan langsung bergerak cepat dan mengamankan keduanya.

Dari hasil interogasi awal, salah satu pelaku berinisial MA (16) mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor bersama rekannya berinisial SA (18).

Sepeda motor yang mereka gunakan untuk datang ke lokasi ternyata merupakan kendaraan milik korban yang sebelumnya mereka curi.

Polisi Lakukan Pengembangan Kasus

Berdasarkan pengakuan tersebut, petugas kemudian melakukan pengembangan penyelidikan.

Pada hari yang sama, Kamis 12 Maret 2026, Unit Jatanras Satreskrim Polres Sekadau berhasil mengamankan pelaku lainnya di sebuah toko sembako di wilayah Kilometer 7, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti tersebut antara lain:

  • Satu unit sepeda motor Yamaha MX King milik korban

  • Satu unit sepeda motor Honda Beat yang diduga digunakan sebagai sarana dalam aksi pencurian

“Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Polres Sekadau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” kata Zainal.

Pelaku Dijerat Pasal Pencurian Dengan Pemberatan

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf g Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Namun demikian, salah satu pelaku masih berstatus anak sehingga proses hukum terhadap yang bersangkutan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam sistem peradilan pidana anak.

Polisi Imbau Warga Lebih Waspada

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkirkan kendaraan.

Meninggalkan kunci di kendaraan, meskipun hanya sebentar, dapat membuka peluang terjadinya tindak kriminal.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kunci di kendaraan saat diparkir karena dapat memicu tindak kejahatan,” pungkas Zainal.

Kamis, 12 Maret 2026

2.274 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1447 H Dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026

Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melalui Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan sebanyak 2.274 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Pengamanan tersebut dipimpin oleh Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, yang menyatakan bahwa operasi akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan personel dari Polri serta berbagai instansi terkait guna memastikan keamanan masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Menurut Pipit, total 2.274 personel yang diterjunkan terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel gabungan dari TNI serta instansi terkait lainnya.

“Sebanyak 2.274 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel dari TNI serta instansi terkait lainnya,” ujar Pipit di Pontianak, Rabu.

Fokus Pengamanan Arus Mudik Dan Balik Lebaran

Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri, terutama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga berdampak besar terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk meningkatnya pergerakan orang, aktivitas ekonomi, serta kepadatan transportasi di berbagai wilayah.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polda Kalbar akan mendirikan 59 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat.

Pos tersebut terdiri dari:

  • 38 Pos Pengamanan

  • 15 Pos Pelayanan

  • 6 Pos Terpadu

Pos-pos ini ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti rumah ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga pusat perbelanjaan yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Mobilitas Masyarakat Diprediksi Meningkat

Pipit juga menyebutkan bahwa mobilitas masyarakat pada Idul Fitri tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah momentum hari libur nasional yang berdekatan.

Selain arus mudik Lebaran, peningkatan aktivitas masyarakat juga dipicu oleh rangkaian perayaan keagamaan sebelumnya seperti Imlek dan Cap Go Meh, serta libur panjang nasional yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.

Kondisi tersebut diprediksi akan memicu lonjakan pergerakan masyarakat, baik untuk perjalanan mudik, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Komitmen Pengamanan Lebaran

Melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama Tentara Nasional Indonesia, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai mitra kamtibmas berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kalimantan Barat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Rabu, 11 Maret 2026

Tragis, Sopir Dump Truck Meninggal Saat Bongkar Pupuk Di Toko Pertanian Sekadau

Polres Sekadau menjelaskan kronologi sopir dump truck meninggal dunia saat bongkar pupuk di Sekadau. Korban tewas setelah terjepit bak truk akibat kendala hidrolik kendaraan.
Polres Sekadau menjelaskan kronologi sopir dump truck meninggal dunia saat bongkar pupuk di Sekadau. Korban tewas setelah terjepit bak truk akibat kendala hidrolik kendaraan.

Polres Sekadau Jelaskan Kronologi Sopir Dump Truck Meninggal Saat Bongkar Pupuk

SEKADAU – Seorang sopir dump truck meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan kerja saat melakukan proses bongkar muat pupuk di sebuah toko pertanian di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Rabu (11/3/2026) pagi.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di sebuah toko pertanian yang berada di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban diketahui bernama Gampang Sriyono (57), warga Dusun Parit Mayor, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban mengantarkan pupuk jenis NPK sebanyak 180 karung dari gudang di Pontianak menuju toko pertanian di Sekadau menggunakan mobil dump truck.

“Sesampainya di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB, korban bersama beberapa karyawan toko mulai melakukan pembongkaran karung pupuk dari atas kendaraan,” ujar Triyono.

Polres Sekadau menjelaskan kronologi sopir dump truck meninggal dunia saat bongkar pupuk di Sekadau. Korban tewas setelah terjepit bak truk akibat kendala hidrolik kendaraan.
Polres Sekadau menjelaskan kronologi sopir dump truck meninggal dunia saat bongkar pupuk di Sekadau. Korban tewas setelah terjepit bak truk akibat kendala hidrolik kendaraan.

Dalam proses pembongkaran tersebut, bak dump truck sempat diangkat sekitar satu meter dari rangka kendaraan untuk mempermudah proses penurunan pupuk.

Setelah seluruh pupuk selesai diturunkan, korban kemudian berupaya menurunkan kembali bak kendaraan ke posisi semula. Namun saat hendak menurunkan bak, sistem hidrolik pada dump truck diduga mengalami kendala sehingga tidak dapat kembali ke posisi normal.

Menurut Triyono, korban kemudian mencoba mendorong bagian hidrolik menggunakan sepotong kayu dengan harapan bak kendaraan dapat kembali turun ke posisi semula.

“Korban mencoba mendorong bagian hidrolik menggunakan kayu agar bak kendaraan bisa kembali ke posisi semula,” jelasnya.

Nahas, saat korban berada di bagian bawah bak kendaraan, bak dump truck yang sebelumnya terangkat tiba-tiba turun dan menjepit tubuh korban di antara bak dan kabin kendaraan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang karyawan toko yang keluar untuk memanggil korban. Namun karena tidak mendapat respons, karyawan tersebut kemudian melakukan pengecekan dan menemukan korban sudah dalam kondisi terjepit di bawah bak kendaraan.

Polres Sekadau menjelaskan kronologi sopir dump truck meninggal dunia saat bongkar pupuk di Sekadau. Korban tewas setelah terjepit bak truk akibat kendala hidrolik kendaraan.
Polres Sekadau menjelaskan kronologi sopir dump truck meninggal dunia saat bongkar pupuk di Sekadau. Korban tewas setelah terjepit bak truk akibat kendala hidrolik kendaraan.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi di lokasi, peristiwa ini diduga merupakan kecelakaan kerja. Petugas telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi untuk memastikan rangkaian kejadian,” kata Triyono.

Pihak kepolisian juga mengimbau para pekerja, khususnya yang menggunakan kendaraan angkut dengan sistem hidrolik, agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan aman sebelum melakukan perbaikan maupun pengecekan.

Selasa, 10 Maret 2026

Jelang Idul Fitri 1447 H, Polres Landak Matangkan Pengamanan Lewat Rakor Sektoral

Polres Landak menggelar rakor lintas sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 guna menjaga keamanan dan kelancaran mudik.
Polres Landak menggelar rakor lintas sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 guna menjaga keamanan dan kelancaran mudik.

Kapolres Landak Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Landak Siap Sambut Idul Fitri 1447 H

Ngabang, Kalbar – Suasana serius namun penuh semangat terlihat di Aula BKPM Polres Landak pada Senin (9/3/2026). Berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga stakeholder berkumpul dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Landak.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, SH, S.I.K bersama pejabat utama dan para Kapolsek jajaran Polres Landak. Turut hadir perwakilan pemerintah daerah yang diwakili Staf Ahli Bupati Landak Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Alessius Asnanda serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Landak Ezra Geovani.

Selain unsur pemerintah daerah, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan TNI, instansi terkait, serta stakeholder penting seperti PT Jasa Raharja, PLN, dan pengelola SPBU di wilayah Kabupaten Landak. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 H.

Dalam arahannya, Kapolres Landak menegaskan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini menjadi bagian dari strategi Polres Landak untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode mudik dan libur Lebaran.

AKBP Devi Ariantari juga menyoroti sejumlah potensi kerawanan yang perlu menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur jalan yang masih ditemukan berlubang di beberapa titik, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Para Kapolsek diminta segera melakukan pendataan lokasi rawan kecelakaan. Langkah antisipasi seperti pemasangan tanda atau lingkaran pada jalan berlubang akan dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan selama arus mudik.

Selain itu, Kapolres juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2025 terjadi peningkatan angka kriminalitas, terutama dengan sasaran rumah kosong saat musim mudik. Peningkatan kecelakaan lalu lintas juga tercatat akibat kondisi jalan dan padatnya arus kendaraan pengangkut CPO menuju Pelabuhan Kijing.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polres Landak akan mendirikan Pos Pengamanan di dua wilayah strategis, yaitu wilayah hukum Polsek Mempawah Hulu dan Polsek Mandor. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk menjadi polisi bagi diri sendiri. Dengan kewaspadaan bersama, kita dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Dalam rapat tersebut, sejumlah instansi juga menyampaikan kesiapan masing-masing. Dinas Perhubungan Kabupaten Landak memastikan akan menempatkan personel di beberapa pos pelayanan terpadu selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kodim 1210/Landak juga menyatakan kesiapan membantu pengamanan dengan menurunkan personel di sejumlah titik strategis. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pengamanan wilayah selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak menyampaikan bahwa hasil inspeksi mendadak pada 5 Maret 2026 menunjukkan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman. Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan menggelar operasi pasar serta menyalurkan tambahan 500 tabung LPG 3 kilogram untuk masyarakat.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Landak menegaskan kesiapan tenaga medis yang akan ditempatkan di pos pelayanan kesehatan. Seluruh fasilitas UGD dan IGD di puskesmas juga akan siaga selama 24 jam sepanjang periode Idul Fitri.

Dinas PUPR Kabupaten Landak juga mulai melakukan penanganan jalan rusak di sejumlah ruas penting seperti jalur Ngabang–Serimbu dan Pinyuh–Sebadu. Selain itu, pemasangan rambu serta pagar pengaman dilakukan pada titik jalan berlubang guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak turut menyatakan kesiapsiagaan dengan menyiagakan petugas selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi kebakaran, banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung.

Dari sektor energi, PLN Ngabang memastikan pasokan listrik tetap stabil selama periode Lebaran. Dukungan gardu berjalan, dua unit genset, serta layanan pengaduan melalui call center PLN 123 disiapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan.

Sementara itu, pengelola SPBU di Kabupaten Landak memastikan pasokan bahan bakar minyak dalam kondisi aman. Distribusi BBM dipastikan tetap lancar karena pasokan berasal dari berbagai wilayah, termasuk kawasan Timur Tengah, Singapura, dan Afrika.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, seluruh pihak berharap pelaksanaan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Landak dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Lebaran yang nyaman bagi warga maupun para pemudik. (Tino)

Minggu, 08 Maret 2026

Wujudkan Lumbung Jagung Kalimantan, Kapolda Kalbar Pimpin Tanam Serentak Di Landak

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

LANDAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mempertegas komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I di Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung target Swasembada Pangan Tahun 2026 sekaligus mendorong Kalimantan Barat menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Kalimantan.

Kegiatan penanaman jagung tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Kalbar, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar, Kapolres Landak, Penjabat Bupati Landak, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kabupaten, serta ratusan masyarakat dan kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalbar menegaskan bahwa program penanaman jagung ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat.

Targetkan Kalbar Jadi Lumbung Jagung

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Irjen Pol. Pipit Rismanto menyampaikan bahwa Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi jagung nasional.

Ia menyebutkan bahwa program ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak lokal sekaligus membuka peluang ekspor ke negara tetangga, termasuk wilayah Kuching di Malaysia.

Kapolda menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat TNI/Polri, sektor swasta, serta masyarakat petani.

Ia juga menekankan pentingnya peran investor dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lahan produktif.

Target Pengembangan Lahan Hingga 100.000 Hektar

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalbar juga menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan data konkret mengenai ketersediaan lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan jagung.

Target yang dicanangkan mencapai 100.000 hektar lahan yang dapat digarap secara bertahap guna meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat.

Selain itu, masyarakat yang sebelumnya bekerja pada sektor yang merusak lingkungan seperti Pertambangan Tanpa Izin (PETI) didorong untuk beralih ke sektor pertanian jagung yang dinilai lebih berkelanjutan dan memiliki potensi ekonomi lebih baik.

Menurut Kapolda, kehadiran aparat kepolisian di lapangan tidak bertujuan mengintervensi pasar, tetapi sebagai pendamping bagi para petani.

Polri juga berperan dalam mengawal distribusi pupuk, bibit, serta memastikan rantai usaha pertanian berjalan secara sehat dan transparan.

Dukungan Industri Serap Jagung Lokal

Kapolda Kalbar juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan besar di Kalimantan Barat yang diharapkan dapat menyerap hasil produksi jagung lokal.

Perusahaan seperti PMP, Javacomfeed, dan Charoen Pokphand dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem industri berbasis pertanian yang berkelanjutan.

Dengan adanya dukungan sektor industri, hasil produksi jagung dari para petani diharapkan dapat terserap dengan baik sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Polri Pastikan Pengawasan Program Berjalan Optimal

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Ia memastikan bahwa setiap tahapan program, mulai dari penyiapan lahan hingga distribusi bibit, akan mendapatkan pengawasan yang tepat.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lancar tanpa kendala teknis di lapangan.

Bambang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program swasembada pangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Penanaman Simbolis Awali Musim Tanam 2026

Kegiatan penanaman jagung serentak ini ditutup dengan penanaman bibit jagung secara simbolis oleh Kapolda Kalbar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penanaman tersebut dilakukan di lahan yang telah disiapkan di Desa Nyiin sebagai tanda dimulainya musim tanam jagung kuartal pertama tahun 2026 di Kalimantan Barat.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari penguatan sektor pertanian jagung di Bumi Khatulistiwa sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional.

Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadan Berkah Polres Landak Tebar Takjil untuk Warga

Aksi Humanis Satreskrim Polres Landak di Bulan Ramadan
Satreskrim Polres Landak membagikan takjil gratis kepada warga jelang buka puasa Ramadan 2026. Aksi sosial ini mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan polisi dengan masyarakat.

NGABANG -- Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan 2026, jajaran Satreskrim Polres Landak menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat di depan Mako Polres Landak, Jumat 27 Februari 2026, menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian kepolisian kepada warga di wilayah hukum Polda Kalbar.

Aksi Humanis Satreskrim Polres Landak di Bulan Ramadan

Menjelang azan magrib, suasana di depan Markas Komando Polres Landak tampak berbeda. Personel Satreskrim turun langsung ke jalan menyapa pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Dengan senyum ramah, mereka menyerahkan paket takjil sebagai hidangan pembuka puasa.

Kegiatan sederhana ini disambut hangat oleh warga. Banyak yang merasa tersentuh karena perhatian tersebut datang dari aparat penegak hukum yang selama ini identik dengan tugas pengamanan dan penindakan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai jembatan untuk membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.

Kapolres Landak, Devi Ariantari, melalui Kasat Reskrim Kuswiyanto, menjelaskan bahwa pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat silaturahmi di bulan penuh berkah.

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial. Ia menegaskan bahwa Polri ingin selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung.

Membangun Kedekatan dan Kepercayaan Publik

Aksi berbagi takjil ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun hubungan harmonis dan kondusif antara kepolisian dan warga.

Dengan turun langsung ke lapangan, anggota Satreskrim menunjukkan bahwa polisi adalah sahabat masyarakat. Kehadiran mereka di tengah warga saat momen berbuka puasa menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.

Salah satu warga penerima takjil mengaku senang dan tidak menyangka akan mendapat takjil gratis dari kepolisian. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan karena membuat masyarakat merasa diperhatikan dan dihargai.

Ramadan sebagai Momentum Menebar Kebaikan

Bulan Ramadan selalu identik dengan semangat berbagi. Kegiatan sosial seperti pembagian takjil gratis menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan. Melalui aksi ini, Polres Landak berharap nilai gotong royong dan solidaritas tetap terjaga.

Langkah humanis ini juga menjadi pesan kuat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terwujud jika ada sinergi dan saling percaya antara aparat dan warga.

Dengan pendekatan yang lebih persuasif dan penuh empati, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Landak semakin kokoh.

FAQ

1. Kapan kegiatan pembagian takjil dilakukan?
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, menjelang waktu berbuka puasa.

2. Di mana lokasi pembagian takjil?
Di depan Mako Polres Landak, wilayah hukum Polda Kalbar.

3. Siapa yang membagikan takjil?
Personel Satreskrim Polres Landak.

4. Apa tujuan kegiatan ini?
Untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

5. Apakah kegiatan ini rutin dilakukan?
Kegiatan sosial seperti ini umumnya menjadi agenda rutin saat Ramadan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

Oleh: Tino | Editor: Heri Yakop

Berkah Ramadhan Polsek Air Besar dan Bhayangkari Berbagi Bahagia

Polsek Air Besar dan Bhayangkari Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan
Polsek Air Besar bersama Bhayangkari membagikan takjil Ramadhan 2026 di depan Mako. Aksi sosial ini mempererat silaturahmi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan menegaskan kepedulian Polri.

Polsek Air Besar dan Bhayangkari Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan

NGABANG -- Dalam rangka menebar berkah Ramadhan 2026, jajaran Polsek Air Besar bersama Bhayangkari Ranting Air Besar menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada warga pada Jumat 27 Februari 2026 sore. Kegiatan berlangsung di depan Mako Polsek Air Besar dan dipimpin langsung oleh Kapolsek IPDA Dedi Iskandar.

Aksi berbagi ini menjadi wujud nyata kepedulian kepolisian di wilayah hukum Polres Landak yang berada di bawah naungan Polda Kalbar. Puluhan paket takjil dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Wujud Kepedulian Polri di Bulan Penuh Berkah

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh IPDA Dedi Iskandar bersama Ketua Bhayangkari Ranting Air Besar Ny. Yeyen Dedi dan seluruh anggota Bhayangkari. Dengan penuh kehangatan, para personel menyapa warga satu per satu sambil menyerahkan paket makanan berbuka.

Suasana di sekitar Mapolsek tampak akrab dan penuh senyum. Warga yang melintas menyambut baik kegiatan tersebut. Tidak sedikit yang menyampaikan apresiasi atas pendekatan humanis yang ditunjukkan aparat kepolisian.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Air Besar menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, berbagi takjil bukan sekadar memberikan makanan berbuka, tetapi juga membangun kedekatan emosional, menumbuhkan rasa saling percaya, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polisi Hadir Bukan Hanya Saat Penegakan Hukum

IPDA Dedi Iskandar menegaskan bahwa Polsek Air Besar ingin selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan sahabat warga.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada seluruh personel, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Salah seorang warga yang menerima takjil mengaku senang dan merasa diperhatikan. Menurutnya, aksi sederhana seperti ini sangat membantu, terutama bagi pengguna jalan yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka.

Memperkuat Silaturahmi dan Kepercayaan Publik

Kegiatan berbagi takjil ini menjadi simbol sinergi harmonis antara kepolisian dan masyarakat. Di bulan suci Ramadhan, kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan yang aman dan kondusif.

Melalui langkah nyata seperti ini, Polsek Air Besar berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin kuat dan hubungan kemitraan terus terjalin dengan baik.

FAQ Seputar Kegiatan Berbagi Takjil Polsek Air Besar

1. Kapan kegiatan berbagi takjil dilaksanakan?
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026 sore menjelang waktu berbuka puasa.

2. Di mana lokasi pembagian takjil?
Pembagian dilakukan di depan Mako Polsek Air Besar.

3. Siapa yang memimpin kegiatan ini?
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Air Besar IPDA Dedi Iskandar bersama Bhayangkari Ranting Air Besar.

4. Apa tujuan kegiatan ini?
Untuk menebar berkah Ramadhan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

5. Apakah kegiatan ini akan berlanjut?
Pihak kepolisian berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Penulis: Tino | Editor: Yakop 

Jumat, 13 Februari 2026

Oknum Polisi Kalbar Dipecat Tidak Hormat Usai Terseret Kasus Sabu 499 Gram, Polda Tegaskan Perang Total Narkoba

Oknum Polisi Kalbar Dipecat Tidak Hormat Usai Terseret Kasus Sabu 499 Gram, Polda Tegaskan Perang Total Narkoba
Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono.

PONTIANAK -- Upaya bersih-bersih internal benar-benar dibuktikan oleh Polda Kalimantan Barat. Seorang anggota polisi berinisial MA (31) resmi direkomendasikan untuk diberhentikan tidak dengan hormat setelah terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, menjelaskan bahwa MA telah menjalani Sidang Komisi Kode Etik Profesi. Hasilnya tegas: sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah pesan keras bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang bermain-main dengan narkoba, termasuk aparat sendiri.

Ditangkap dengan Barang Bukti Hampir Setengah Kilogram Sabu

Kasus ini bermula pada 14 Oktober 2025. Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar menangkap MA dan mengamankan barang bukti sabu seberat 499,16 gram. Jumlah yang tidak sedikit dan tentu saja sangat mengkhawatirkan.

Penindakan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk menjaga integritas dan memastikan tidak ada ruang bagi peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Barat.

“Kami tidak memberi celah sedikit pun terhadap peredaran narkotika. Setiap pelanggaran akan diproses secara profesional dan tuntas,” tegas Bambang.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum tidak pandang bulu. Siapa pun yang melanggar, harus siap menerima konsekuensi.

Praperadilan Ditolak, Proses Hukum Tetap Berjalan

Sebelumnya, MA sempat mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Pontianak terkait prosedur penanganan perkara. Namun, hakim menolak seluruh permohonan tersebut.

Dalam putusan Nomor 3/Pid.Pra/2026/PN Ptk yang dibacakan pada 9 Februari 2026, majelis hakim menyatakan proses penyidikan telah sah secara hukum. Artinya, tidak ada celah untuk membatalkan proses hukum yang sedang berjalan.

Tak hanya proses pidana, sidang etik internal juga dilakukan. Dalam sidang Komisi Kode Etik pada 11 Februari 2026, MA dinyatakan melanggar norma hukum dan kode etik profesi sesuai Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022.

Menyimpan dan mengedarkan narkotika dinilai sebagai pelanggaran berat yang mencoreng nama baik institusi. Karena itulah, rekomendasi PTDH dijatuhkan sebagai bentuk sanksi disiplin dan etik paling tegas.

Berkas Lengkap, Segera Disidangkan

Dari sisi pidana, berkas perkara MA telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. Tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Pontianak untuk segera disidangkan.

Saat ini, MA menjalani penahanan di Lapas Kelas IIA Sungai Raya sambil menunggu proses persidangan.

Komitmen Berantas Narkoba Terus Digencarkan

Sepanjang awal 2026, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar juga berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran gelap narkotika. Total barang bukti yang disita mencapai 28.124,84 gram dengan 19 orang tersangka diamankan.

Angka ini menunjukkan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar slogan. Ini adalah langkah nyata.

Bagi masyarakat, kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan internal tetap berjalan. Kepercayaan publik memang mahal harganya, dan hanya bisa dijaga dengan ketegasan serta transparansi.

Mari kita dukung upaya pemberantasan narkoba dengan tidak memberi ruang sedikit pun bagi peredaran gelap di lingkungan sekitar. Karena menjaga Kalimantan Barat tetap aman bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama.

Rabu, 11 Februari 2026

Dialog Publik Polri di Pontianak Guncang Semangat Generasi Muda Sambut Indonesia Emas 2045

Brigjen Pol Drs. S. Erlangga selaku Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri [kiri], Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Harisson, M.Kes.[kanan] - (Foto Humas Polda Kalar)
Brigjen Pol Drs. S. Erlangga selaku Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri [kiri], Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Harisson, M.Kes.[kanan] - (Foto Humas Polda Kalar)

PONTIANAK – Semangat membangun bangsa terasa begitu kuat di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (10/2/2026). Divisi Humas Polri menggelar Dialog Publik bertema Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Kalimantan Barat Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat nasionalisme generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi global.

Acara strategis ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Harisson, M.Kes., yang mewakili Gubernur Kalbar, serta Brigjen Pol Drs. S. Erlangga selaku Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri. Turut hadir para Pejabat Utama Polda Kalbar, Kapolres/ta yang mengikuti secara virtual, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan organisasi media, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat.

Dalam sambutan yang dibacakan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Indonesia sedang berada di fase penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita.

Salah satu poin utama Asta Cita adalah memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia, sekaligus membangun sumber daya manusia unggul yang berkarakter kebangsaan. Inilah fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin generasi muda Kalimantan Barat tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologi dan karakter,” tegasnya.

Ancaman Nyata dan Tak Kasat Mata

Kalimantan Barat memiliki posisi geografis strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi ini membuka peluang besar di sektor ekonomi dan perdagangan lintas negara. Namun di sisi lain, ada tantangan serius yang tak bisa diabaikan.

Ancaman itu tidak selalu terlihat. Penyalahgunaan narkoba, kejahatan siber, judi online, penyebaran hoaks, hingga paham radikalisme menjadi ancaman nyata yang mengintai generasi muda.

Kesadaran kebangsaan, menurut Polda Kalbar, bukan sekadar hafalan teks Pancasila. Lebih dari itu, ia harus tercermin dalam perilaku sehari-hari bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta menjauhi praktik ilegal yang merusak masa depan.

“Kami mengajak generasi muda untuk lebih waspada. Jangan sampai masa depan yang cerah hancur karena narkoba, judi online, atau terjebak dalam arus informasi palsu,” pesan Kabid Humas.

Menuju Indonesia Emas 2045, Bukan Sekadar Mimpi

Sekda Kalbar dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan besar agar pada usia 100 tahun kemerdekaan, Indonesia benar-benar menjadi negara maju dan kuat di berbagai bidang.

Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan. Momentum bonus demografi harus dimanfaatkan dengan baik. Artinya, generasi muda hari ini harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta memiliki akhlak dan integritas yang kuat.

Bayangkan jika jutaan pemuda Indonesia memiliki kompetensi global namun tetap berpegang pada nilai Pancasila. Itulah kekuatan sesungguhnya bangsa ini.

Peran Strategis Pemuda dan Kerukunan Umat

Dialog publik ini juga menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Prof. Ibrahim, M.A. menekankan pentingnya kerukunan umat beragama sebagai pondasi persatuan bangsa. Tanpa harmoni, sulit membangun negara yang kuat.

Sementara itu, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S. menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif globalisasi.

Di sisi lain, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, B.A., M.Ed. mengajak pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Generasi muda harus berani tampil, berkontribusi, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.

Saatnya Generasi Muda Bangkit

Dialog ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda hari ini. Jika ingin melihat Indonesia menjadi negara maju, kuat, dan disegani dunia pada 2045, maka investasi terbesar adalah pada karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan anak-anak muda sekarang.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia bisa menjadi negara emas. Pertanyaannya, sudahkah kita terutama generasi muda siap mengambil peran?

Karena Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud dengan sendirinya. Ia harus diperjuangkan, dimulai dari kesadaran, keberanian, dan komitmen menjaga persatuan bangsa.

Sabtu, 17 Januari 2026

ETLE Bukan Sekadar Kamera Tilang, Ini Alarm Kesadaran Tertib Pajak Kendaraan di Kalimantan Barat

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menerima audiensi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalbar, Kombes Pol. Valentinus Asmoro, S.I.K., M.H., beserta jajaran, di Ruang Kerja Wagub Kalbar, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/1/2026).
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menerima audiensi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalbar, Kombes Pol. Valentinus Asmoro, S.I.K., M.H., beserta jajaran, di Ruang Kerja Wagub Kalbar, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/1/2026).

PONTIANAK - Jika selama ini Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE dipersepsikan hanya sebagai kamera tilang otomatis, mungkin saatnya kita melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas. 

Di Kalimantan Barat, ETLE perlahan berubah menjadi simbol pergeseran cara negara membangun kesadaran warganya di jalan raya.

Pernyataan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, dalam audiensi bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar, menjadi sinyal kuat bahwa ETLE bukan semata alat penindakan. 

Sistem ini diarahkan sebagai instrumen edukasi, kontrol, dan penertiban administrasi kendaraan yang selama ini kerap diabaikan.

Realitas di lapangan tidak bisa dipungkiri. Masih banyak kendaraan beroperasi dengan pajak mati, pelat nomor tidak sesuai, atau bahkan data kendaraan yang tidak tercatat dengan baik. 

Praktik ini seolah dianggap wajar, padahal dampaknya besar, mulai dari potensi kecelakaan hingga berkurangnya pendapatan daerah.

ETLE hadir memutus kebiasaan lama itu. Kamera tidak bisa diajak kompromi. Data tidak bisa dinegosiasikan. 

Ketika pelanggaran tercatat secara digital, pemilik kendaraan dipaksa berhadapan dengan fakta bahwa ketertiban bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.

Dari sisi pemerintahan, penerapan ETLE secara luas juga membawa efek ganda. Ketertiban lalu lintas meningkat, keselamatan pengguna jalan lebih terjamin, dan Pendapatan Asli Daerah berpeluang naik dari sektor pajak kendaraan bermotor. Uang itu pada akhirnya kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan publik.

Yang tak kalah penting, ETLE memperbaiki wajah penegakan hukum. Sistem berbasis kamera dan data elektronik menutup celah subjektivitas. 

Semua diperlakukan sama. Tidak ada lagi cerita “lolos karena kenal” atau “damai di tempat”.

Opini publik mungkin masih terbelah. Ada yang merasa diawasi, ada pula yang merasa terbantu. Namun satu hal jelas, ETLE memaksa kita bercermin. 

Sudahkah kita benar-benar tertib, bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar itu bagian dari tanggung jawab sebagai warga?

Minggu, 21 Desember 2025

Tingkatkan Pelayanan Jelang Nataru, Polisi Beri Layanan Humanis Kepada Masyarakat di Pelabuhan Dwi Kora dan Senghi

Tingkatkan Pelayanan Jelang Nataru, Polisi Beri Layanan Humanis Kepada Masyarakat di Pelabuhan Dwi Kora dan Senghi
Tingkatkan Pelayanan Jelang Nataru, Polisi Beri Layanan Humanis Kepada Masyarakat di Pelabuhan Dwi Kora dan Senghi.
PONTIANAK – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jajaran kepolisian yang tergabung dalam Operasi Lilin Kapuas 2025 mulai meningkatkan pelayanan di sejumlah titik vital di Kota Pontianak. 

Fokus utama pelayanan dialihkan pada pintu masuk jalur laut, yakni Pelabuhan Dwi Kora dan Pelabuhan Senghi, guna menjamin keamanan serta kenyamanan para Pemudik. (Minggu 21/12/2025).

​Peningkatan aktivitas penumpang di kedua pelabuhan tersebut diprediksi akan terus melonjak hingga puncak pergantian tahun. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel gabungan telah disiagakan di Pos Pengamanan terpadu yang tersedia di area Pelabuhan.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., melalui​ Kasatgas Humas Ops Lilin Kapuas 2025, AKBP Prinanto, menyampaikan bahwa pelayanan tahun ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis keamanan fisik, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dalam berinteraksi dengan Masyarakat.

​"Kami telah menginstruksikan kepada seluruh Personel di lapangan, khususnya yang bertugas di Pelabuhan Dwi Kora dan Senghi, agar dalam bertugas tetap mengedepankan etika dan keramahan. Saya menekankan agar petugas laksanakan sentuhan sosial dan spiritual dalam setiap layanan kepada Masyarakat." Ujar AKBP Prinanto saat meninjau kesiapan Pos Pengamanan. 

​Menurut Prinanto, pendekatan Sosial dan Spiritual ini penting untuk memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik. Selain melakukan pemeriksaan barang dan pengawasan area, petugas juga diminta aktif membantu warga yang membutuhkan pertolongan, seperti lansia, ibu hamil, maupun anak-anak.

​"Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus dirasakan sebagai pelindung dan pengayom. Dengan sentuhan yang tulus, kita berharap perayaan Nataru di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, dapat berjalan dengan damai, aman, dan kondusif," tambahnya.

​Hingga berita ini diturunkan, arus penumpang di Pelabuhan Dwi Kora terpantau ramai lancar. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap waspada terhadap barang bawaan dan selalu mematuhi aturan keselamatan pelayaran yang berlaku.

Senin, 29 September 2025

Polda Kalbar Musnahkan 8,01 Kg Sabu, Selamatkan Puluhan Ribu Generasi Muda

Polda Kalbar Musnahkan 8,01 Kg Sabu, Selamatkan Puluhan Ribu Generasi Muda
Polda Kalbar Musnahkan 8,01 Kg Sabu, Selamatkan Puluhan Ribu Generasi Muda.
Pontianak - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar memusnahkan barang bukti narkotika jenis Sabu seberat lebih dari 8 Kilogram. (Senin,29/9/2025)

Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama bulan September 2025 yang berhasil memutus mata rantai peredaran dan menyelamatkan puluhan ribu orang dari bahaya Narkoba.


​Konferensi Pers dan pemusnahan barang bukti ini dilaksanakan di RS. Bhayangkara Anton Sujarwo Pontianak, dihadiri oleh Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol. Deddy Supriadi, S.I.K, perwakilan BNNP Kalbar, Kejaksaan Tinggi, dan Bea Cukai.

​Barang bukti yang dimusnahkan menggunakan Incinerator bersuhu tinggi tersebut adalah Sabu dengan berat brutto 8.013,17 gram (sekitar 8,01 Kg). 


Total barang bukti yang disita selama September 2025 dari 11 kasus dan 15 tersangka (termasuk 2 residivis dan 2 WNA Malaysia) adalah 8.493,78 gram (8,49 Kg) Sabu dan 10 butir Ekstasi.

​Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Kalbar menekankan pentingnya operasi ini sebagai wujud komitmen Polda Kalbar dalam memerangi kejahatan Narkotika.


​"Pemusnahan barang bukti ini menunjukkan keseriusan Polda Kalbar dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba. Dengan barang bukti Sabu seberat 8,49 Kg yang berhasil kita sita, setidaknya kita telah menyelamatkan sedikitnya 67.475 orang dari jeratan barang haram ini," tegas Bayu.

​Selain itu juga ditambahkan bahwa seluruh pengungkapan ini selaras dengan ASTA CITA, 8 misi Presiden Prabowo, khususnya poin nomor 7, yaitu Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan Narkoba.


​Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar membeberkan modus operandi yang kerap digunakan jaringan Pengedar Narkotika.

​"Para pelaku umumnya berupaya memasukkan narkotika melalui jalur tidak resmi di perbatasan Negara. Modus yang digunakan sangat beragam, mulai dari menggunakan kemasan buah dan teh China, memanfaatkan jasa pengiriman barang, hingga sistem ranjau untuk memutus jaringan dan menyulitkan pelacakan oleh petugas."

"Namun, berkat informasi dari masyarakat dan kerja keras anggota, seluruh upaya tersebut berhasil kita patahkan," jelas Deddy.


Selain itu, dirinya juga menyoroti pencapaian Ditresnarkoba Polda Kalbar sepanjang tahun 2025. 

"Terhitung dari Januari hingga 28 September 2025, Ditresnarkoba telah mengungkap 88 kasus dengan total barang bukti Sabu brutto 158,2 Kg dan 54.449 butir Ekstasi. Angka ini telah mencapai 90,72% dari target pengungkapan kasus Dipa tahun Anggaran 2025."


"​Para tersangka dijerat dengan Pasal 112 Ayat (2) dan atau Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun, serta denda hingga Rp10 miliar ditambah sepertiga."

​"Kami mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi. Pengungkapan ini adalah bukti nyata bahwa upaya kita untuk memutus mata rantai peredaran dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika telah membuahkan hasil," tutup Kombes Pol. Deddy Supriadi.

Rabu, 17 September 2025

Polda Kalbar Tangkap Empat Penyusup Aksi Masa di Mapolda dan kantor DPRD Provinsi Kalbar, Bom Molotov dan Senjata Tajam Disita

Polda Kalbar Tangkap Empat Penyusup Aksi Masa di Mapolda dan kantor DPRD  Provinsi Kalbar, Bom Molotov dan Senjata Tajam Disita
Polda Kalbar Tangkap Empat Penyusup Aksi Masa di Mapolda dan kantor DPRD  Provinsi Kalbar, Bom Molotov dan Senjata Tajam Disita. 
Pontianak, Kalbar – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Barat Gelar Konferensi Pers terkait penangkapan empat (4) orang yang berupaya menyusup dan melakukan provokasi dalam aksi Masa.

Keempat orang yang telah berhasil diidentifikasi dan diamankan sebagai Penyusup dalam Aksi Masa tersebut oleh Ditreskrimum Polda Kalbar terdiri dari tiga (3) anak berhadapan dengan hukum (ABH), dan satu (1) orang dewasa. 

Mereka kedapatan membawa bom molotov dan senjata tajam saat Aksi Masa yang berlangsung dari tanggal 25 Agustus hingga 5 September 2025.

Konferensi Pers dipimpin oleh Ditreskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Raswin Bachtiar Sirait, S.H, S.I.K. M.Si didampingi oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalbar, AKBP Prinanto, dan Kasubdit Kamneg, Kompol Lely Suheri, S.H, M.M serta dihadiri oleh Para Awak Media baik Lokal maupun Media Nasional. (Rabu, 17/9/2025)

​Menurut Direskrimum Polda Kalbar, penangkapan ini merupakan hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim  gabungan Direskrimum dan Ditreskrimsus  Polda Kalbar yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas Pengamanan aksi  massa Polda Kalbar. 

"Selama pengamanan Aksi Masa di Gedung DPRD Provinsi Kalbar dan Mapolda Kalbar, kami mengidentifikasi sekelompok orang diluar kelompok aksi  yang tidak menggunakan jaket  almamate. Mereka berupaya bergabung  dan menyatu dengan kelompok massa, dan beberapa di antaranya bahkan masih di bawah umur," 

"Kami tidak akan mentolerir tindakan para Pelaku anarkis yang telah menyusup pada kegiatan Aksi Masa tersebut." Tegas Raswin.

​Selain itu juga dirincikan tiga Laporan Polisi (LP) yang menjadi dasar pengungkapan kasus ini.

"​Kasus Pertama, berdasarkan LP/A/25/VIII/2025/SPKT.DITRESKRIMUM/ POLDA KALIMANTAN BARAT, tanggal tanggal 30 Agustus 2025, tim Ditreskrimum Polda Kalbar menangkap seorang ABH berinisial *AA* (17 tahun 8 bulan) di trotoar depan Mapolda Kalbar. Ia kedapatan membawa empat bom molotov dan satu bungkus pertalite yang disembunyikan dalam tas."

"*AA* dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 187 bis KUHP, tentang Tindak Pidana Tanpa Hak Menguasai, Mempunyai dalam miliknya, Menyimpan, Menyembunyikan, Mempergunakan sesuatu senjata api, Amunisi atau bahan peledak dan Membawa Barang Yang Mengandung Bahan Peledak Yang Membahayakan Harta dan Nyawa."

"​Kasus Kedua, LP/A/27/IX/2025 / SPKT.DITRESKRIMUM / POLDA KALIMANTAN BARAT, tanggal 01 September 2025, dua ABH berinisial *B* (15 tahun) dan *SY* (16 tahun) ditangkap di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalbar."

"Keduanya membawa satu bom molotov dan pertalite. Mereka dikenai Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 187 bis KUHP, tentang Tindak Pidana Tanpa Hak Menguasai, Mempunyai dalam miliknya, Menyimpan, Menyembunyikan, Mempergunakan sesuatu senjata api, Amunisi atau bahan peledak dan Membawa Barang Yang Mengandung Bahan Peledak Yang Membahayakan Harta dan Nyawa."

"​Kasus Ketiga, berdasarkan LP/A/26/VIII/2025/SPKT.DITRESKRIMUM/POLDA KALIMANTAN BARAT, tanggal 30 Agustus 2025, tim Satgas mengamankan satu orang dewasa berinisial *RS* (19 tahun) di depan Mapolda Kalbar."

"*RS* kedapatan menyembunyikan sebilah senjata tajam jenis badik di pinggang belakangnya. Ia dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951, tentang Tindak Pidana Menguasai, Memiliki, dan membawa senjata tajam tanpa hak." Ungkap Raswin.

​Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar mengimbau Masyarakat untuk berhati-hati terhadap Provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

"Kami mengingatkan kepada seluruh elemen Masyarakat,  agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah dan menciptakan aksi anarkis  yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas," ujar Bayu.

​Aksi Masa untuk menyampaikan pendapat dimuka umum  adalah hak setiap warga negara yang wajib kita dukung dan kita kawal, namun harus dilakukan secara damai dan tertib  sesuai dengan  ketentuan dan peraturan  perundangan yang berlaku.

"Kepolisian akan selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengamankan setiap aksi. Namun, kami tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan anarkis yang berpotensi membahayakan keselamatan publik," tegas Bayu.

Pihak Kepolisian juga mengimbau orang tua untuk lebih aktif mengawasi kegiatan anak-anak mereka.

"Keempat pelaku kini telah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Kalbar untuk menjalani proses Hukum lebih lanjut."

"Kami menghimbau agar para orang tua lebih aktif mengawasi kegiatan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan Pidana." Pungkas Bayu.

Sabtu, 16 Agustus 2025

Satbinmas Polresta Pontianak Gelar Gerakan Pangan Murah 50 Karung Beras Habis Terjual

Warga Pontianak antre membeli beras murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah Polresta Pontianak
Warga Pontianak antre membeli beras murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah Polresta Pontianak. [Foto: Humas Polresta Pontianak]

Pontianak, Kalbar – Sebanyak 50 karung beras ukuran 5 kilogram ludes terjual hanya dalam waktu singkat saat kegiatan Gerakan Pangan Murah Polri yang digelar Satbinmas Polresta Pontianak pada Jumat sore (15/8/2025). Acara yang berlangsung di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Pontianak Kota ini digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, Satbinmas menyediakan beras kemasan 5 kilogram seharga Rp60 ribu per karung. Harga ini jelas lebih murah dibandingkan harga pasaran. Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., melalui Plt Kasat Binmas Polresta Pontianak menyebut kegiatan ini sebagai tindak lanjut program Polri dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban warga.

“Melalui gerakan pangan murah ini, kami berharap bisa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Pontianak Kota,” ujar Plt Kasat Binmas.

Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak awal acara. Warga sekitar berbondong-bondong datang untuk membeli beras murah. Beberapa warga mengaku sangat terbantu karena harga beras di pasaran saat ini cukup memberatkan. “Kalau bisa rutin digelar, sangat membantu sekali. Soalnya harga beras sekarang mahal,” kata seorang warga yang ikut antre membeli beras.

Kegiatan ini berlangsung lancar dengan pengawasan ketat dari petugas. Proses distribusi berjalan tertib, sehingga warga yang datang bisa mendapatkan bagian secara merata. Polresta Pontianak memastikan kegiatan serupa akan terus digelar sebagai langkah nyata dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah masyarakat.

Jumat, 15 Agustus 2025

Gerakan Pangan Murah: Polda Kalbar Hadirkan Sembako Terjangkau bagi Masyarakat

Pontianak, Kalbar – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Polda Kalimantan Barat resmi dimulai dari hanggar utama Polda Kalbar. Acara yang di ikuti Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., dan dibuka Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, melalui zoom meeting, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Kamis (14\8)

Polda Kalbar menyediakan minimal 2.000 paket sembako dengan harga lebih rendah dibanding pasar. Program ini menyasar masyarakat terdampak lonjakan harga, sekaligus mendukung intervensi pemerintah dalam menjaga inflasi.

Dimulai dengan sambutan sekaligus arahan dari Kapolri melalui zoom meeting. Upaya ini merupakan kolaborasi strategis antara Polda dan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat terhadap kenaikan harga pangan.

Jenis Paket & Harga Terjangkau
Berikut detail paket dan komoditas yang ditawarkan:
1. Paket SPHP 1: Beras 5 kg, Gula Vit 1 kg, Minyak Goreng Kita 1 liter — Rp 80.000
2. Paket SPHP 2: Beras 5 kg, Minyak Goreng Kita 1 liter, Telur Ayam 10 butir — Rp 80.000
3. Beras SPHP 5 kg saja — Rp 60.000
4. Tepung Terigu 1 kg — Rp 12.000
5. Telur Ayam 10 butir — Rp 16.000
6. Gula Vit 1 kg — Rp 16.000
7. Minyak Kita 1 liter — Rp 16.000

Kapolda Kalbar menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah Polri di wilayah Polda Kalimantan Barat hari ini dilaksanakan serentak di 74 titik lokasi, tersebar di jajaran polres dan polsek. Untuk Kegiatan Terpusat, dilaksanakan Di Lapangan Jananuraga Polda  Kalbar,  Dengan  Dihadiri  Unsur Forkopimda Kalbar, Bulog, PJU Polda Kalbar Dan Instansi Terkait Lainnya

“Dalam kegiatan ini, Polda Kalbar bekerja sama dengan Bulog menyediakan 178,65 Ton Beras untuk Dijual Kepada Masyarakat Di Seluruh Jajaran Dengan Harga Rp11.500 S.D Rp12.000/Kg.” jelas Pipit.

“Komitmen kami adalah mendukung penuh gerakan pangan murah polri sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, menstabilkan harga pasar, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga terjangkau” Ujar Pipit 

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.H., M.M  menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah Polri ini dilaksanakan secara serentak di seluruh polres jajaran, semoga dapat membantu masyarakat untuk memperoleh sembako dengan harga yg lebih murah dari HET. 

"Ini adalah wujud kepedulian Polri dan Bulog untuk menjamin distribusi beras khususnya di wilayah Kalbar agar dapat dinikmati konsumen secara merata" tutup Bayu. 

Selasa, 12 Agustus 2025

Mobil Digelapkan, Korban Datangi Polda Kalbar Desak Penangkapan Pelaku

PONTIANAK - Aldi Sabarna, korban dugaan penggelapan mobil, mendatangi Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat pada Senin (11/8/2025) di Pontianak. Ia datang bersama kuasa hukumnya, Ully Urmilawati, S.H., M.H.Cpt dari Alethea Law Firm and Partners, untuk mendesak polisi segera menindaklanjuti laporannya yang telah dibuat sejak 13 Mei 2025. 

Menurut Aldi, seluruh saksi dan bukti terkait dugaan penggelapan oleh dua terlapor, Andi dan Fredi Santoso, sudah diserahkan lengkap kepada penyidik.

“Kami sudah penuhi semua prosedur dan menyerahkan bukti. Tinggal menunggu tindakan tegas dari kepolisian,” ujar Aldi saat ditemui di Polda Kalbar. 

Aldi mengaku khawatir jika pelaku tidak segera diamankan, akan ada korban lain yang mengalami nasib serupa.

Korban penggelapan mobil bersama kuasa hukum mendatangi Polda Kalimantan Barat untuk mendesak penangkapan pelaku.
Korban penggelapan mobil bersama kuasa hukum mendatangi Polda Kalimantan Barat untuk mendesak penangkapan pelaku.

Kuasa hukum Aldi, Ully Urmilawati, juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang cepat dan transparan. 

“Kami berharap kepolisian memegang teguh prinsip Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Jangan beri ruang kepada pelaku untuk menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya,” tegas Ully. 

Ia menambahkan, kasus ini sudah berjalan empat bulan tanpa perkembangan signifikan, sehingga pihaknya menuntut adanya percepatan proses hukum.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena dianggap sebagai ujian konsistensi kepolisian dalam menangani laporan masyarakat. 

Jika penanganan berlarut, dikhawatirkan dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap proses hukum. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penangkapan atau perkembangan terbaru kasus tersebut.

Kamis, 07 Agustus 2025

Kapolri dan Menteri LHK Kunjungi Kalbar, Tinjau Mangrove hingga Cegah Karhutla

Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan
Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan. (Foto: Humas Polda Kalbar/Borneotribun/Heri Yakop)

PONTIANAK - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja terpadu ke Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis petang, 7 Agustus 2025. 

Dalam kunjungan ini, mereka dijadwalkan menanam mangrove di pesisir Mempawah, meninjau Gerakan Pangan Murah, serta memantau titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalbar.

Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabaharkam, Dankorbrimob, Asisten SDM, Aslog, Kakorlantas, dan Kapusdokkes. Sementara itu, agenda utama kegiatan akan berlangsung Jumat, 8 Agustus 2025. 

"Kapolri dan Menteri LHK akan melakukan penanaman mangrove sebagai bagian dari rehabilitasi pesisir dan mitigasi perubahan iklim," ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto saat menyambut rombongan di Lanud Supadio.

Selain aksi lingkungan, rombongan juga akan meninjau Gerakan Pangan Murah di Polsek Mempawah Hilir sebagai upaya menstabilkan harga bahan pokok dan menekan inflasi menjelang akhir tahun. 

“Kapolri juga dijadwalkan melakukan patroli udara untuk memantau titik-titik api karhutla di Kalbar,” tambah Pipit.

Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan
Kapolri dan Menteri LHK saat tiba di Pontianak untuk kunjungan kerja penanganan lingkungan dan pangan.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah diamankan oleh personel gabungan dari berbagai satuan. 

"Kami siagakan pengamanan di setiap titik kegiatan, termasuk sepanjang jalur patroli udara, agar seluruh agenda berjalan lancar dan kondusif," jelasnya.

Kunjungan ini bukan hanya simbolik, tapi juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem perlindungan lingkungan yang berkelanjutan. 

Melalui kolaborasi antar-instansi, pendekatan ekologis dan sosial terus diperkuat agar Kalbar bisa menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi bencana.

Jumat, 01 Agustus 2025

Tiga Atlet Taekwondo Polda Kalbar Sabet Emas di Kapolri Cup 2025 di Semarang

Tiga Atlet Taekwondo Polda Kalbar Sabet Emas di Kapolri Cup 2025 di Semarang
Tiga Atlet Taekwondo Polda Kalbar Sabet Emas di Kapolri Cup 2025 di Semarang.
Pontianak, 1 agustus 2025 — Kontingen Polda Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Pekan Olahraga Nasional Polri – Kapolri Cup 2025 yang diselenggarakan di GOR Jatidiri, Semarang, pada 24–27 Juli 2025. Tiga personel Polri dari Polda Kalbar sukses meraih medali emas dalam cabang olahraga bela diri Taekwondo, mengharumkan nama institusi dan daerah asal.

Tiga Medali Emas dari Tiga Kelas Berat

Tiga atlet unggulan Polda Kalbar menunjukkan performa maksimal di atas matras, masing-masing di kelas berat berbeda: Briptu Farhan Maulana, S.H. dari Roops Polda Kalbar menyabet emas di kelas under 74 kg, Bripda Yoris dari Sat Samapta Polres Kubu Raya tampil dominan di kelas under 80 kg dan membawa pulang medali emas, Bripda Muhammad Rizky Rivaldy Naing dari Dit Samapta Polda Kalbar meraih emas di kelas over 80 kg, usai menaklukkan lawan-lawan tangguh dari Polda lainnya.

Ketiga atlet tampil gemilang sepanjang pertandingan, menunjukkan teknik, kekuatan, dan mental juara yang telah mereka latih secara disiplin.

Keberhasilan ini disambut antusias oleh jajaran Polda Kalbar. Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah berjuang membawa nama baik Kalimantan Barat di kancah nasional.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian para atlet Polda Kalbar yang berhasil menyumbangkan tiga medali emas di Kapolri Cup 2025. Prestasi ini menunjukkan bahwa personel Polda Kalbar tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang olahraga,” ujar Kombes Pol Bayu Suseno.

Beliau juga menambahkan bahwa Polda Kalbar akan terus mendukung pembinaan fisik dan mental anggota sebagai bagian dari penguatan SDM unggul di lingkungan Polri.

Kapolri Cup merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk pembinaan jasmani, mental, dan sportivitas antar anggota Polri dari seluruh Indonesia. Tahun ini, ribuan atlet Polri dari berbagai Polda hadir di Semarang untuk berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga, mulai dari bela diri, sepak bola, bulu tangkis, menembak, hingga tenis meja.

Event ini menjadi panggung pembuktian bahwa semangat, loyalitas, dan integritas anggota Polri juga terpancar melalui ajang non-operasional yang mengedepankan sportivitas dan prestasi.

“Dengan perolehan tiga medali emas di Kapolri Cup 2025, Polda Kalbar menunjukkan bahwa komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam penguatan karakter melalui olahraga. Diharapkan, prestasi ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi personel lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi di berbagai bidang” Tutup Kabidhumas.