Kades dan LPHD di Kayong Utara Studi Banding ke Jambi Belajar Emisi Karbon, Katanya Tak Pakai Duit Desa
iklan banner

Rabu, 27 Agustus 2025

Kades dan LPHD di Kayong Utara Studi Banding ke Jambi Belajar Emisi Karbon, Katanya Tak Pakai Duit Desa

foto sumber dari postingan medsos salah seorang peserta studi banding
foto sumber dari postingan medsos salah seorang peserta studi banding.
Kayong Utara - Kegiatan studi banding para Kepala Desa (Kades) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang berada di Kecamatan Simpang Hilir kabupaten Kayong Utara ke provinsi Jambi menjadi perhatian publik. 

Informasi yang diperoleh Borneotribun, kegiatan studi banding ini dilakukan ke Dusun Lubuk Beringin kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo provinsi Jambi selama 5 hari sejak tanggal 21 sampai 25 Agustus 2025. 

Kegiatan ini diklaim tidak memakai dana desa tetapi dibiayai oleh sebuah Yayasan yang konsen pada Isu lingkungan hidup. Tujuannya, menambah wawasan pengelolaan hutan desa dan bagaimana mendapatkan manfaat dari emisi karbon. 
Kades dan LPHD di Kayong Utara Studi Banding ke Jambi Belajar Emisi Karbon, Katanya Tak Pakai Duit Desa
foto sumber dari postingan medsos salah seorang peserta studi banding.
Kades dan LPHD yang melakukan studi banding itu masing-masing yaitu Kades Rantau Panjang, Kades Penjalaan, Kades Nipah Kuning, Kades Pemangkat, Kades Pulau Kumbang dan Kades Padu Banjar. 

Sedangkan, LPHD yakni, LPHD Muara Palung, LPHD Simpang Keramat, LPHD Hutan Bersama, LPHD Alam Hijau, kemudian LPHD Koembang Betedoeh dan LPHD Banjar Lestari. 

Manager Program, Yayasan Palung Ketapang, Hendri Gunawan dikonfirmasi hari ini membenarkan adanya kegiatan studi banding para stakeholder di desa itu.  Ia mengirimkan undangan kepada Borneotribun yang menjadi dasar kegiatan para perangkat desa ke provinsi Jambi dimaksud. 

"Benar, kami mengajak para Kades dan LPHD untuk ke Jambi guna belajar bagaimana LPHD disana yang menurut kami sudah maju dan berkembang," ujar dia.

Terpisah, dihubungi sebelumnya, ketua LPHD desa Penjalaan Anwar mengatakan, kepergian mereka ke Jambi itu dalam rangkaian menambah ilmu. Diketahui, desa Pejalaan sendiri termasuk dalam kawasan wilayah Taman Nasional Gunung Palung. 

Sementara itu, Kepala Desa Padu Banjar yang menjadi salah seorang peserta studi banding menjelaskan, kegiatan mereka murni atas inisiatif dari Yayasan Palung.  Tidak ada dana desa yang ia sebut dipakai untuk membiayai kegiatan studi banding itu. 

"Kalau saya secara pribadi, tidak ada sepersen pun dana desa yang dipakai untuk membiayai kegiatan ini. Saya pastikan itu, soal desa lain saya tidak tau, silakah dikonfirmasi ke Yayasan Palung saja," kata Kasdi. 

Dimintai tanggapan soal kegiatan para Kades itu, Kepala dinas SP3APMD, Azhari belum berhasil dihubungi sampai informasi ini dituliskan.

Reporter: Muzahidin
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.