Wakil Kepala BGN Ancam Pidanakan Penyelenggara Dapur Nakal Usai Ribuan Pelajar Keracunan MBG
iklan banner

Minggu, 28 September 2025

Wakil Kepala BGN Ancam Pidanakan Penyelenggara Dapur Nakal Usai Ribuan Pelajar Keracunan MBG

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang saat memberikan keterangan pers terkait kasus keracunan MBG
Wakil Kepala BGN Ancam Pidanakan Penyelenggara Dapur Nakal Usai Ribuan Pelajar Keracunan MBG.

JAKARTA - Lebih dari 5.000 pelajar di berbagai kota dilaporkan mengalami keracunan akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG). 

Menyusul insiden ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang pada Jumat (26/9/2025) menegaskan pihaknya akan mempidanakan siapa pun yang terbukti lalai atau sengaja mencemari makanan MBG, termasuk penyelenggara dapur atau Satuan Penyedia Program Gizi (SPPG). 

Dari hasil investigasi internal, BGN menemukan ada 45 SPPG yang tidak menjalankan standar prosedur operasional (SOP), dan 40 di antaranya langsung ditutup untuk waktu yang belum ditentukan.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi menyangkut keselamatan anak-anak bangsa. Kami tidak segan membawa kasus ini ke ranah pidana jika ada bukti kesengajaan maupun pembiaran,” tegas Nanik dalam keterangan resminya. 

Ia menambahkan, langkah penutupan 40 SPPG tersebut merupakan tindakan darurat untuk mencegah insiden serupa terulang. 

Sementara lima SPPG lainnya masih dalam tahap pembinaan ketat dengan pengawasan harian dari BGN.

Kementerian Kesehatan yang ikut memantau kasus ini menyebut keracunan massal tersebut berasal dari kontaminasi makanan yang tidak disimpan sesuai standar higienitas. 

“Sebagian besar kasus disebabkan penyimpanan bahan baku yang buruk serta tidak adanya pengecekan kualitas secara rutin. Kami sedang bekerja sama dengan BGN untuk memastikan perbaikan,” ujar Juru Bicara Kemenkes, dr. Hendra Saputra. 

Ia juga menekankan bahwa MBG sebagai program nasional harus dijalankan dengan disiplin, karena menyangkut kesehatan anak sekolah yang menjadi target utama.

Penutupan puluhan dapur penyedia MBG ini diprediksi akan berdampak pada distribusi makanan di sejumlah daerah. Namun, BGN memastikan bahwa pasokan MBG tidak akan berhenti. 

“Kami sedang menyiapkan relokasi dapur dan bekerja sama dengan penyedia baru yang sudah memenuhi standar SOP. Pelayanan harus tetap berjalan, tapi dengan jaminan keamanan pangan yang lebih ketat,” jelas Nanik. 

Ke depan, BGN juga akan memperketat sistem sertifikasi SPPG, termasuk audit mendadak di lapangan.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.