FAJI Kalbar tingkatkan gelar penataran wasit
iklan banner

Senin, 27 Oktober 2025

FAJI Kalbar tingkatkan gelar penataran wasit

Pontianak - Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat pembinaan sumber daya manusia di cabang olahraga arung jeram dengan menggelar penataran wasit dan juri arung jeram tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sintang pada 1–3 November.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme, kompetensi, dan standar pelaksanaan kompetisi arung jeram di Kalimantan Barat agar sejalan dengan ketentuan nasional," kata Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) FAJI Kalbar Yan Andria Soe dalam program Podcast Ngopi Bareng Antara Kalbar, Senin.

Yan mengatakan penataran ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.

Mereka akan mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai organisasi pertandingan, format kompetisi, pembagian tugas wasit dan juri, teknik pencatatan waktu, penilaian pelanggaran, hingga aspek keselamatan dalam pelaksanaan lomba.

"Tujuannya agar penyelenggaraan kompetisi arung jeram di Kalimantan Barat ke depan lebih baik, aman, dan berkualitas. Kami ingin setiap pertandingan berjalan sesuai aturan dan standar nasional," tuturnya.

Usai mengikuti penataran, para peserta akan langsung diterjunkan untuk bertugas dalam Kejuaraan Provinsi Arung Jeram Kalimantan Barat 2025 yang digelar pada 4–9 November di Sungai Sekubang, Dusun Natai Gandis, Desa Sinar Pekayau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

"Pelaksanaan penataran dan kejuaraan kami buat berurutan dan di venue yang sama agar lebih efektif dan efisien," kata dia.

Yan menyebutkan, sejak berdirinya FAJI Kalbar pada 2018, perkembangan olahraga arung jeram di daerah ini terus menunjukkan kemajuan pesat. Saat ini, kepengurusan FAJI telah terbentuk di 11 kabupaten dan kota, diiringi meningkatnya jumlah destinasi wisata arung jeram di berbagai wilayah seperti Sintang, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu, dan Bengkayang.

Selain menjadi olahraga prestasi, komunitas arung jeram juga aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan. Para pengarung jeram kerap terlibat dalam aksi tanggap bencana banjir, operasi penyelamatan di perairan, pelatihan kepemanduan wisata, serta gerakan peduli sungai di berbagai daerah.

Sebagai cabang olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), FAJI Kalbar secara konsisten menyelenggarakan kompetisi setiap tahun. Sejak arung jeram resmi dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar 2022, kejuaraan tingkat provinsi dan antarklub terus bergulir tanpa jeda dan digelar secara bergilir di sejumlah lokasi.

"Tahun ini, Kabupaten Sintang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan provinsi sekaligus pelaksanaan penataran," kata Yan.

Ia menilai, meningkatnya jumlah tim dan ketatnya persaingan antardaerah menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama wasit dan juri yang berperan penting dalam menjaga objektivitas, sportivitas, dan kualitas pertandingan.

"Arung jeram di Kalbar tidak hanya berkembang sebagai olahraga rekreasi dan wisata alam, tetapi juga menjadi ajang pembinaan atlet berprestasi yang berpotensi mewakili daerah di tingkat nasional," katanya.

Dengan adanya penataran dan sertifikasi bagi wasit serta juri, FAJI Kalbar berharap pelaksanaan kompetisi arung jeram di masa mendatang dapat berlangsung secara lebih profesional, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

"Melalui pembinaan berkelanjutan, kami ingin melahirkan lebih banyak tenaga teknis bersertifikat yang siap mendukung kemajuan arung jeram Kalimantan Barat," kata Yan.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.