![]() |
| Guru SMA Negeri 3 Pontianak Terima Surat Pencatatan Ciptaan dari Balitbang Kalbar, Dorong Inovasi Berbasis Nilai Pancasila. |
Pontianak – Dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025, suasana di halaman SMA Negeri 3 Pontianak terasa istimewa. Pasalnya, acara upacara kali ini tidak hanya diisi dengan refleksi nilai-nilai Pancasila, tetapi juga menjadi ajang penghargaan terhadap karya inovatif dunia pendidikan.
Plt. Kepala Balitbang Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Abdul Haris Fakhmi, S.T., M.T, hadir sebagai pembina upacara sekaligus menyerahkan Surat Pencatatan Ciptaan kepada dua guru inspiratif SMA Negeri 3 Pontianak, yaitu Amelia Dwipani dan Fauzy Mardian. Keduanya berhasil menciptakan sebuah inovasi bernama SI-PIONIR (Sistem Informasi Pelajar Inovatif, Optimis, Lingkungan Inspiratif, dan Responsif).
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Haris menekankan bahwa generasi muda tidak hanya dituntut untuk menghafal Pancasila, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Salah satu bentuk pengamalan Pancasila adalah dengan terus berinovasi demi kemanfaatan bersama. Inovasi seperti SI-PIONIR ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dapat menjadi ruang lahirnya ide-ide hebat yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Inovasi yang Berakar pada Nilai Kebangsaan
Program SI-PIONIR bukan sekadar proyek teknologi. Ia menjadi simbol semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Melalui sistem ini, para siswa diajak untuk lebih aktif, kreatif, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Inovasi ini juga selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam membangun budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.
Perlindungan Karya dan Pentingnya HKI
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abdul Haris juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap setiap karya dan inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Setiap ide, inovasi, dan karya adalah aset berharga. Melalui HKI, kita bisa melindungi hak cipta sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berinovasi di dunia pendidikan terus tumbuh. SMA Negeri 3 Pontianak menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga wadah untuk menciptakan perubahan positif bagi masa depan bangsa.
