Berita BorneoTribun: Fabio Quartararo hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Fabio Quartararo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fabio Quartararo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2025

Yamaha Uji Mesin V4 Baru di MotoGP Misano Bukti Serius Lakukan Transformasi Besar

Yamaha Uji Mesin V4 Baru di MotoGP Misano Bukti Serius Lakukan Transformasi Besar
Yamaha Uji Mesin V4 Baru di MotoGP Misano Bukti Serius Lakukan Transformasi Besar.

JAKARTAYamaha kembali jadi sorotan setelah memperkenalkan mesin V4 baru yang digunakan oleh pembalap tes mereka, Augusto Fernandez, dalam ajang MotoGP Misano. Mesin ini ternyata telah melalui berbagai versi pengembangan sebelum akhirnya sampai pada spesifikasi yang digunakan di balapan tersebut.

Menurut Direktur Teknis Yamaha, Max Bartolini, proyek mesin V4 ini bukan sekadar uji coba sementara. Ia menegaskan bahwa pengembangan akan terus berlanjut setiap kali motor versi baru turun ke lintasan.

Bartolini mengungkapkan bahwa sebelum versi Misano digunakan, Yamaha telah membuat banyak prototipe. “Kami membuat banyak versi sebelum sampai pada mesin yang digunakan saat ini. Berapa banyak tepatnya? Katakan saja jumlahnya cukup banyak,” ujar Bartolini sambil tersenyum.

Namun, ia menegaskan bahwa mesin ini masih terus dikembangkan. “Kemungkinan besar setiap kali kami melakukan wild-card atau tes, spesifikasi mesin akan berbeda lagi. Lalu kita lihat bagaimana hasilnya tahun depan,” tambahnya.

Performa Menjanjikan di Misano

Meski masih ada beberapa masalah teknis, Augusto Fernandez menunjukkan performa cukup kompetitif selama sesi latihan di Misano. Ia bahkan berhasil finis di posisi ke-14 pada balapan utama dan berhasil meraih poin.

“Ini adalah 27 lap pertama dengan kecepatan balapan untuk motor ini, jadi kami masih punya banyak pekerjaan untuk memahami karakter mesinnya,” kata Fernandez. “Sepertinya jendela performa motornya masih sempit, bisa terasa sangat bagus atau sebaliknya. Tapi jika melihat catatan lap tercepat kami, hanya terpaut kurang dari satu detik dari Fabio. Jadi ada beberapa hal positif.”

Sayangnya, Fernandez sempat terganggu oleh peringatan bahan bakar palsu di dashboard motornya. Namun secara keseluruhan, hasil di Misano dianggap cukup menggembirakan bagi Yamaha.

Dovizioso dan Fernandez Puji Handling dan Grip

Menurut rekan setim penguji, Andrea Dovizioso, keunggulan utama mesin V4 Yamaha terletak pada kemampuan pengereman dan traksi ban. “Sejak awal saya langsung merasakan perbedaan dalam hal pengereman. Bagi saya, ini jauh lebih baik,” ungkap Dovizioso.

Ia menambahkan, “Kami juga fokus pada bagaimana menemukan dan mengatur grip, dan di situ kami melihat potensi besar dari mesin ini.”

Quartararo Masih Belum Terpukau

Namun, tak semua pembalap Yamaha memberikan penilaian positif. Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, justru memberikan kritik tajam setelah sesi tes pasca balapan di Misano. “Saya tidak melihat ada kemajuan pada area yang kami butuhkan,” kata Quartararo.

Sementara itu, Alex Rins dan Jack Miller dari tim Pramac justru memberikan tanggapan yang lebih positif. Mereka mencatat waktu hanya 0,6 hingga 0,9 detik lebih lambat dibanding motor Yamaha Inline-4 saat ini, dalam tes di hari yang sama.

Perbedaan waktu tersebut sebagian disebabkan oleh keluaran tenaga mesin yang masih konservatif. Saat grand prix, Fernandez tercatat sebagai pembalap paling lambat di speed trap, sementara Quartararo menempati posisi terbawah pada tes hari Senin.

Yamaha Belum Putuskan Nasib V4 untuk 2026

Hingga saat ini, Yamaha belum secara resmi mengonfirmasi apakah mereka akan menggunakan mesin V4 pada musim 2026. Namun, banyak yang memperkirakan bahwa motor ini hampir pasti akan debut di seri pembuka tahun depan di Buriram, Thailand.

Bahkan, Yamaha dikabarkan tengah menyiapkan versi mesin 850cc yang akan digunakan pada musim 2027, sesuai regulasi baru MotoGP.

Dovizioso menjelaskan bahwa arah pengembangan mesin ini mengikuti peraturan teknis yang berlaku di MotoGP. “Seperti semua tim, kami harus mengikuti aturan teknis yang ditetapkan oleh kejuaraan. Dan saya pikir prototipe ini adalah dasar yang bagus sesuai dengan karakter ban dan regulasi MotoGP saat ini,” jelasnya.

Yamaha Siap Bersaing dengan Pabrikan Lain

Direktur Yamaha Racing, Paolo Pavesio, menegaskan bahwa langkah beralih ke mesin V4 adalah bagian dari strategi besar agar Yamaha bisa bersaing setara dengan pabrikan lain seperti Ducati, KTM, dan Honda.

“Lintasan akan menjadi penentu seberapa bagus hasil kerja kami. Tapi seperti yang dikatakan Dovi, arah MotoGP saat ini jelas menuju konfigurasi mesin seperti ini. Jadi, setidaknya dengan V4 kami akan sejajar dengan para pesaing,” kata Pavesio.

Ia menambahkan, “Kami memiliki banyak pengalaman dalam merancang bagian lain dari motor, dan kami akan memanfaatkan itu sepenuhnya. Kami akan bekerja sama dengan dua tim pabrikan dan empat pembalap utama untuk menyempurnakan motor ini.”

Dengan langkah besar ini, Yamaha tampaknya benar-benar siap meninggalkan tradisi mesin Inline-4 mereka dan membuka lembaran baru dalam sejarah MotoGP. Transformasi menuju V4 bukan hanya soal teknologi, tapi juga simbol keseriusan Yamaha untuk kembali ke puncak performa di dunia balap.

Yamaha’s New V4 Engine Marks a Bold Step Forward After Promising MotoGP Misano Test

Yamaha’s New V4 Engine Marks a Bold Step Forward After Promising MotoGP Misano Test
Yamaha’s New V4 Engine Marks a Bold Step Forward After Promising MotoGP Misano Test.

Yamaha is once again in the spotlight after unveiling its brand-new V4 engine, which was used by test rider Augusto Fernandez during the MotoGP Misano round. The new power unit reportedly went through numerous development stages before reaching the specification used in the race.

According to Yamaha’s Technical Director Max Bartolini, the V4 project is far from a one-off experiment. He emphasized that the development process will continue every time the all-new bike hits the track.

“We made many prototypes before arriving at this actual one,” Bartolini said. “Exactly how many versions? Let’s just say it’s a good number.”

He added that the engine is still under active development. “Probably every wild-card, every test, the engine will be different again. Then we’ll see what happens next year.”

Promising Debut at Misano

Despite some early technical issues, Augusto Fernandez showed competitive pace throughout practice sessions at Misano and managed to finish 14th in the San Marino Grand Prix, scoring valuable points.

“It was the first 27 laps in race pace for the bike, and we have a lot of work to do to understand it,” said Fernandez. “It seems like the performance window is very narrow — you can have a really good feeling or a really bad one. But when you check our fastest lap of the race, it’s under one second off Fabio’s pace. So we’ve got some positives.”

Fernandez did have to deal with a few “fake” fuel warnings on his dashboard, but overall, Yamaha considered the debut a solid step forward.

Dovizioso Praises Braking and Grip

Fellow Yamaha test rider Andrea Dovizioso highlighted two major strengths of the new V4 engine: braking and grip.

“Right away, the way you can brake with this V4 bike felt different, and for me, it’s much better,” Dovizioso explained. “We were also focused on the grip — how to find and manage it — and that’s an area where this bike has great potential.”

Quartararo Still Not Impressed

Not all Yamaha riders were convinced, however. Former world champion Fabio Quartararo gave a rather harsh verdict after testing the bike in the post-race session. “I don’t see any progress in the areas we need,” he said.

Meanwhile, Alex Rins and Pramac’s Jack Miller offered more positive feedback, having lapped between 0.6 and 0.9 seconds slower than their current Inline-4-powered bikes on the same day.

Part of that gap is due to Yamaha’s conservative engine setup. Fernandez was the slowest rider through the speed trap during the race, while Quartararo sat at the bottom of the charts in Monday’s test.

Yamaha Yet to Confirm 2026 Racing Plans

So far, Yamaha hasn’t officially confirmed whether the V4 will be raced next season, though most expect it to make its full debut at the 2026 season opener in Buriram, Thailand.

There are also rumors of an 850cc version being developed for 2027 to meet MotoGP’s new technical regulations.

“As with everyone, we have to follow what the championship rules require,” Dovizioso said. “I think this prototype is a good base for what the current MotoGP tires and regulations demand.”

Yamaha’s Road Back to the Top

Yamaha Racing Managing Director Paolo Pavesio believes that switching to a V4 configuration is a crucial step to bring the manufacturer back in line with rivals like Ducati, KTM, and Honda.

“The track will judge the quality of our work,” Pavesio stated. “But as Dovi said, MotoGP today clearly moves in one direction — this kind of V4 configuration to fully exploit the rules. So at least with the V4, we’ll be equal with other manufacturers.”

He continued, “We have a lot of experience in designing other parts of the bike, and we’ll use that to our advantage. We’ll work closely with our two factory teams and four factory riders to refine the bike.”

With this new chapter, Yamaha seems ready to leave behind its traditional Inline-4 layout and embrace a major transformation. The move to V4 is not only a technical upgrade but also a clear statement of intent — Yamaha is determined to reclaim its place among MotoGP’s elite.

Minggu, 24 Agustus 2025

Quartararo Dihukum Long Lap Penalty Usai Insiden Sprint MotoGP Hungaria

JAKARTA - Fabio Quartararo, pembalap Yamaha sekaligus juara dunia MotoGP 2021, dipastikan harus menjalani long lap penalty pada balapan utama MotoGP Hungaria di Balaton Park, Minggu (24/8/2025). Hukuman itu dijatuhkan setelah steward MotoGP menilai Quartararo bersalah dalam insiden tabrakan pada sprint race, Sabtu (23/8/2025).

Dalam sprint berdurasi 13 lap tersebut, Quartararo yang start dari posisi keenam mencoba melakukan manuver agresif di Tikungan 1. Ia melesat dari sisi dalam untuk menyalip beberapa pembalap sekaligus. Namun, manuver itu gagal dikendalikan dan membuat motor Quartararo menabrak bagian belakang motor Enea Bastianini (Tech3 KTM). Akibatnya, Quartararo langsung terjatuh dan gagal melanjutkan balapan.

Menurut laporan resmi FIM MotoGP Stewards, insiden tersebut dikategorikan sebagai aksi berbahaya. “Rider nomor 20 (Fabio Quartararo) menyebabkan situasi berbahaya dan kontak dengan rider nomor 23 (Enea Bastianini),” tulis pernyataan steward. Karena ini adalah pelanggaran pertama Quartararo musim ini, hukuman yang dijatuhkan relatif ringan, yaitu satu long lap penalty. Namun, di sirkuit sempit seperti Balaton Park, hukuman itu bisa sangat merugikan karena peluang menyalip terbilang minim.

Fabio Quartararo terjatuh setelah tabrakan dengan Enea Bastianini pada sprint MotoGP Hungaria 2025
Fabio Quartararo terjatuh setelah tabrakan dengan Enea Bastianini pada sprint MotoGP Hungaria 2025.

Insiden Quartararo juga ikut mengganggu jalannya balapan pembalap lain. Marco Bezzecchi (Aprilia) yang start dari posisi kedua terpaksa mengurangi kecepatan di Tikungan 1 karena situasi berantakan di depannya. Akibatnya, ia melorot hingga posisi luar 10 besar sebelum akhirnya hanya mampu finis ketujuh. Sementara itu, Bastianini masih sempat melanjutkan balapan, tetapi kemudian terlibat tabrakan lain dengan Johann Zarco (LCR Honda). Atas insiden kedua ini, Bastianini dijatuhi hukuman double long lap penalty untuk balapan utama hari Minggu.

Bagi Yamaha, kejadian ini memperburuk hasil buruk mereka di sprint Hungaria. Jack Miller (Pramac) hanya bisa finis di posisi 12, Miguel Oliveira di posisi 14, dan Alex Rins tercecer di urutan 16 setelah harus menghindari tabrakan Bastianini-Zarco. Praktis, Yamaha gagal membawa pulang poin pada sprint race kali ini.

Hukuman long lap penalty tentu menjadi tantangan tambahan bagi Quartararo yang sedang berusaha memperbaiki performanya musim ini. Dengan persaingan ketat di papan tengah dan karakter sirkuit Balaton Park yang sulit untuk overtaking, peluangnya untuk bersaing merebut podium di balapan utama semakin berat. Namun, pihak Yamaha menyatakan tetap optimistis Quartararo bisa bangkit.

“Fabio memang mengalami situasi yang tidak menguntungkan di sprint, tetapi kami percaya dia akan belajar dari insiden ini. Balapan Minggu masih terbuka untuk segala kemungkinan,” ujar salah satu staf teknis Yamaha, dikutip dari paddock Balaton Park.

Keputusan steward ini sekaligus menjadi peringatan bagi para pembalap untuk lebih berhati-hati dalam melakukan manuver agresif di awal balapan. Dengan trek yang sempit, kesalahan kecil bisa berujung pada insiden beruntun dan merugikan banyak pembalap.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Quartararo menjalani hukuman long lap penalty di balapan utama. Apakah ia bisa bangkit dari kesalahan di sprint, atau justru makin terpuruk di klasemen sementara MotoGP 2025? Jawabannya akan terungkap di Grand Prix Hungaria, Minggu malam waktu Indonesia.

Marc Marquez Tak Terbendung, Juara Sprint MotoGP Hungaria 2025

Marc Marquez kembali menunjukkan dominasinya di MotoGP 2025 dengan menjuarai sprint race Grand Prix Hungaria di Sirkuit Balaton, Sabtu (23/8/2025). Rider Ducati pabrikan itu mengalahkan duo VR46, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, lewat penampilan nyaris tanpa cela.

Sejak start dari pole position, Marquez langsung melesat meninggalkan rombongan pembalap lain. Meski sempat lolos dari insiden di tikungan pertama akibat manuver agresif Fabio Quartararo, juara dunia delapan kali itu tetap tenang dan menjaga jarak. Dalam beberapa lap awal, jarak Marquez dengan Di Giannantonio sempat di bawah satu detik, namun perlahan melebar hingga lebih dari dua detik. Sprint 13 lap itu akhirnya ditutup dengan kemenangan ke-13 Marquez musim ini, unggul 2,095 detik di depan Diggia.

Marc Marquez Tak Terbendung, Juara Sprint MotoGP Hungaria 2025
Marc Marquez Tak Terbendung, Juara Sprint MotoGP Hungaria 2025.

“Balapan ini cukup rumit di awal karena ada insiden di Turn 1, tapi saya beruntung bisa terhindar. Setelah itu ritme motor saya sangat baik dan saya bisa menjaga gap sampai akhir,” ujar Marquez seusai balapan, dikutip dari rilis resmi Ducati. “Peringatan track limits memang sempat mengganggu, tapi tidak berpengaruh pada hasil akhir.”

Sementara itu, Fabio Di Giannantonio mengaku puas bisa finis kedua di belakang rekan satu pabrikan Italia. “Saya mencoba menempel Marc di lap awal, tapi kecepatannya luar biasa. Finis podium bersama tim VR46 tetap hasil positif,” ucap Diggia. Morbidelli yang menempati podium ketiga juga menambahkan bahwa kecepatan Ducati memang sulit dilawan, meski dirinya sempat mendapat tekanan dari Luca Marini (Honda) sebelum berhasil mengamankan posisi.

Di belakang mereka, Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) finis kelima, Joan Mir (Honda) keenam, dan Marco Bezzecchi (Aprilia) ketujuh. Alex Marquez hanya mampu finis kedelapan setelah start dari posisi 11, sementara juara bertahan Jorge Martin (Aprilia) harus puas di urutan kesembilan meski start dari posisi 17. Nasib sial dialami Pecco Bagnaia yang masih berjuang menemukan setelan motor ideal. Meski mencoba konfigurasi baru, Bagnaia hanya mampu finis ke-13.

Balapan sprint ini juga diwarnai drama besar di awal. Quartararo terlalu agresif saat masuk tikungan pertama, membuat kontak dengan Enea Bastianini (Tech3 KTM) dan memaksa Marco Bezzecchi mengerem mendadak. Tak lama setelah itu, Bastianini menabrak Johann Zarco (LCR Honda) di Turn 12 dan membuat keduanya gagal finis. Insiden-insiden tersebut kini masih dalam penyelidikan FIM Stewards.

Dengan hasil ini, Marc Marquez semakin menjauh di puncak klasemen MotoGP 2025 dengan selisih 152 poin dari adiknya, Alex Marquez. Peluang Marquez mengunci gelar juara dunia musim ini makin terbuka lebar meski balapan utama Minggu besok masih menanti.

Marc Marquez Rebut Pole Hungarian MotoGP 2025, Pecco Bagnaia Terpuruk di Posisi 15

Marc Marquez tampil luar biasa dengan merebut pole position pada kualifikasi MotoGP Hungaria 2025 di Balaton Park, Sabtu (23/8/2025). Sang pemimpin klasemen itu mengunci start terdepan usai catatan waktunya tak mampu dikejar rival, sementara rekan setimnya di Ducati, Francesco “Pecco” Bagnaia, justru terseok-seok hingga hanya mampu finis di posisi 15 hasil terburuknya sepanjang musim ini.

Kualifikasi berlangsung dramatis. Marquez sejatinya diprediksi bakal bersaing ketat dengan bintang muda KTM, Pedro Acosta, setelah keduanya tampil konsisten sejak sesi latihan Jumat. Namun duel itu batal terwujud ketika Acosta terjatuh di tikungan cepat Turn 8 saat baru memulai putaran cepatnya. Walau tidak cedera, insiden itu membuatnya kehilangan momentum dan harus puas menutup sesi di posisi ketujuh.

Marquez sendiri melesat sejak awal. Catatan waktunya 1 menit 36,822 detik langsung menempatkan dirinya di puncak, meski sempat harus membatalkan putaran kedua karena melebar melebihi track limit. Tak menyerah, ia kemudian mencetak 1 menit 36,646 detik, sebelum mengunci pole dengan torehan impresif 1 menit 36,518 detik. Itu menjadi pole kedelapan bagi Marquez musim ini dan mempertegas dominasinya di balapan tahun 2025.

Di belakangnya, kejutan datang dari Marco Bezzecchi yang sukses meloloskan diri dari Q1 dan menempati posisi kedua, hanya terpaut 0,290 detik dari Marquez. Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 melengkapi barisan depan dengan menempati grid ketiga. KTM tetap punya wakil di barisan depan lewat Enea Bastianini yang berada di posisi keempat, sementara Franco Morbidelli (VR46) dan Fabio Quartararo (Yamaha) mengisi posisi lima dan enam.

Nasib berbeda dialami Bagnaia. Juara dunia dua kali itu kesulitan sejak awal kualifikasi dan bahkan gagal lolos dari Q1 untuk pertama kalinya musim ini. Ia hanya mampu menempati urutan ke-15, meski nantinya akan sedikit beruntung karena mendapat promosi dua posisi ke grid 13 akibat penalti pembalap lain. Namun hasil ini jelas menjadi pukulan bagi Bagnaia yang belakangan tengah berusaha mengejar ketertinggalan poin dari Marquez di klasemen sementara.

Kualifikasi juga diwarnai insiden lain. Alex Marquez yang tampil di atas Ducati Gresini hanya mampu mencatat posisi 11, namun harus menerima penalti turun tiga grid akibat menghalangi pembalap lain di sesi latihan Jumat. Pol Espargaro yang menjadi pembalap pengganti Tech3 terjatuh di akhir Q2 dan akhirnya start dari posisi 12. Sedangkan Jorge Martin, juara dunia bertahan, masih kesulitan dengan motor Aprilia-nya dan hanya mampu bertengger di posisi 17.

Sabtu, 05 Juli 2025

Fabio Quartararo Curhat Soal Masalah Yamaha di MotoGP: Seperti Balapan di Lintasan Basah!

Fabio Quartararo Curhat Soal Masalah Yamaha di MotoGP: Seperti Balapan di Lintasan Basah!
Fabio Quartararo Curhat Soal Masalah Yamaha di MotoGP: Seperti Balapan di Lintasan Basah!

JAKARTA - Fabio Quartararo kembali buka suara soal performa Yamaha yang masih jauh dari kata memuaskan di MotoGP 2025. Meski sempat tampil gemilang dengan meraih pole position di Sirkuit Assen, Belanda, pembalap asal Prancis itu justru merasa seolah-olah balapan di atas lintasan yang basah saat balapan berlangsung.

Start Buruk dan Tak Bisa Menyalip

Di awal lomba, Quartararo harus menghadapi masalah besar: motornya nyaris tak punya grip! Ia bahkan membandingkan sensasinya seperti sedang mengendarai di kondisi hujan.

“Lap pertama benar-benar bencana buat kami. Sama sekali tidak ada grip,” ujar Fabio.

“Motornya seperti meluncur di atas air. Saya nggak bisa ikuti ritme dan jadi frustrasi.”

Hal makin rumit ketika dia harus menghindari Fermin Aldeguer yang terjatuh, membuat posisinya makin sulit untuk menyalip pembalap lain. Walau performa motornya membaik di paruh kedua balapan, ia tetap kesulitan melakukan overtaking.

Akhirnya, Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-10, tepat di belakang Enea Bastianini yang kini membela KTM.

Masalah Utama: Akselerasi Buruk dari Tikungan Lambat

Menurut Fabio, titik lemah terbesar Yamaha saat ini adalah saat keluar dari tikungan lambat menuju lintasan lurus. Di situlah, pembalap lain bisa melesat jauh karena Yamaha tak bisa mengeluarkan tenaga maksimal.

“Kita kehilangan banyak tenaga, bahkan saat gigi pertama dan kedua. Begitu masuk gigi ketiga sampai keenam, kita makin tertinggal,” jelasnya.

Dia menyebut bahwa motor lain bisa menjaga traksi sambil tetap menghasilkan power yang maksimal. Sementara Yamaha? Sliding, spinning, dan kehilangan akselerasi.

Tetap Kompak di Tengah Kesulitan

Meskipun seringkali lebih cepat dibanding rekan setimnya, Quartararo menegaskan bahwa hubungan antar rider Yamaha baik di tim Monster Energy maupun Pramac masih sangat solid.

“Kami tetap satu tim dan semua bekerja sama mencari solusi terbaik,” katanya.

“Saya tahu kekuatan saya di kualifikasi, tapi saya juga tahu kekurangan kami di race. Spinning di gigi enam sebelum tikungan cepat jelas bukan hal yang ideal.”

Musim yang Naik-Turun Buat Quartararo

Tahun ini, Fabio sudah mengoleksi empat pole position dan sempat naik podium kedua di Jerez—podium pertamanya sejak 2023. Tapi sayangnya, konsistensi belum jadi milik Yamaha.

Di Silverstone, ia harus merelakan kemenangan karena kegagalan sistem ride-height saat memimpin balapan. Lalu finish ke-14 di Mugello dan hanya ke-10 di Assen membuat Quartararo kini duduk di peringkat 11 klasemen sementara.

Alex Rins, rekan setimnya, berada di posisi ke-17. Yamaha, yang kini sedang mengembangkan mesin V4 untuk musim 2026, masih berada di posisi buncit dalam klasemen konstruktor MotoGP.

Dengan performa yang naik turun dan masalah teknis yang terus berulang, Yamaha harus segera mencari solusi. Baik itu soal grip, akselerasi, atau kekuatan mesin. Fabio Quartararo sendiri masih menunjukkan semangat tinggi, tapi jelas dibutuhkan motor yang lebih kompetitif untuk membantunya bersaing di papan atas.

Jumat, 20 Juni 2025

Fabio Quartararo Buka-bukaan Soal Yamaha, Dovizioso, dan Harapan di MotoGP Italia 2025

Fabio Quartararo Buka-bukaan Soal Yamaha, Dovizioso, dan Harapan di MotoGP Italia 2025
Fabio Quartararo Buka-bukaan Soal Yamaha, Dovizioso, dan Harapan di MotoGP Italia 2025.

JAKARTA - Fabio Quartararo kembali jadi sorotan di konferensi pers jelang MotoGP Italia 2025 di Mugello. Rider asal Prancis yang dijuluki "El Diablo" ini tampil apa adanya nggak pakai basa-basi saat membahas tantangan yang sedang dihadapi Yamaha, kedatangan Andrea Dovizioso sebagai penasihat teknis, serta debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP musim depan. 

Quartararo juga membagikan harapannya jelang balapan akhir pekan ini yang begitu ia nantikan.

Yamaha Dapat Suntikan Tenaga dari Andrea Dovizioso

Salah satu kabar paling menarik dari garasi Yamaha adalah kembalinya Andrea Dovizioso, mantan pembalap MotoGP yang kini resmi dikontrak sebagai penasihat teknis sekaligus test rider hingga 2027. 

Buat Quartararo, kehadiran Dovi adalah kabar baik yang bisa mempercepat proses pengembangan motor.

“Andrea bisa bantu banget, terutama di aspek teknis. Dia itu teliti banget, beda sama saya. Saya bisa jelasin feeling saya, tapi Dovi bisa lebih dalam lagi. Pengalamannya bakal sangat berguna buat kami,” ujar Quartararo.

Menurutnya, kolaborasi ini bisa memperbaiki struktur kerja tim Yamaha yang selama ini dirasa masih kurang maksimal. 

Quartararo bahkan sempat menyinggung pengalamannya menghadiri meeting teknis di tim Ferrari Formula 1, dan menyarankan Yamaha untuk belajar dari pendekatan mereka.

“Struktur meeting mereka sangat rapi dan mendetail. MotoGP juga harus bisa selevel itu,” tambahnya.

Mesin Baru dan Harapan di Mugello

Jelang balapan di Mugello, Quartararo membocorkan bahwa Yamaha akan membawa mesin baru untuk dicoba. 

Meski belum sepenuhnya puas dengan performanya di sesi tes sebelumnya, ia mengaku hasil pengujian di wind tunnel cukup menjanjikan.

“Kami akan pakai mesin baru di Mugello, dan ada evolusi aero juga setelah Assen. Di trek memang belum terasa signifikan, tapi hasil di wind tunnel positif,” jelasnya.

Terkait proyek mesin V4 Yamaha yang sedang dikembangkan, Quartararo tetap realistis. Progresnya perlahan tapi pasti, walau masih butuh waktu panjang agar bisa kompetitif.

“Mereka melangkah pelan tapi pasti. Membangun mesin baru dari nol itu wajar kalau butuh waktu. Saya penasaran sih, pengen tahu rasanya bawa V4 seperti apa,” katanya.

Soal M1 saat ini, Quartararo mengakui kalau motor tersebut menantang dan butuh nyali besar, terutama di tikungan pertama Mugello yang legendaris.

“Tikungan pertamanya itu serem! Tapi itu juga bagian dari keindahan motor ini menantang banget,” katanya sambil tersenyum.

Target Realistis, Optimisme Tetap Menyala

Meskipun motor Yamaha belum berada di level puncak, Quartararo tetap menyimpan optimisme tinggi untuk tampil bagus di Mugello. Ia menilai karakter sirkuit cocok dengan gaya balapnya.

“Kami bisa incar barisan depan. Mugello nggak punya banyak trek lurus, grip-nya bagus, dan cuacanya nggak terlalu panas. Kalau semua berjalan sesuai rencana, kami bisa tampil cepat,” tegasnya.

Tentang Toprak Razgatlioglu: “Berbakat Tapi Butuh Adaptasi”

Fabio Quartararo Buka-bukaan Soal Yamaha, Dovizioso, dan Harapan di MotoGP Italia 2025
Fabio Quartararo Buka-bukaan Soal Yamaha, Dovizioso, dan Harapan di MotoGP Italia 2025.

Quartararo juga memberikan tanggapan soal kabar promosi Toprak Razgatlioglu ke MotoGP musim 2026 bersama Yamaha PRAMAC. 

Rider asal Turki ini merupakan bintang di ajang WorldSBK, tapi Quartararo memberi peringatan bahwa transisi ke MotoGP bukanlah hal yang mudah.

“Toprak itu cepat dan sangat berbakat. Tapi pindah dari Superbike ke MotoGP itu beda banget. Dia harus beradaptasi dari nol,” kata Quartararo dengan nada bijak.

Kejujuran dan semangat Fabio Quartararo di Mugello menggambarkan tekadnya untuk tetap kompetitif meski situasi Yamaha masih jauh dari ideal. 

Dengan dukungan teknis dari Andrea Dovizioso dan semangat positif jelang GP Italia, "El Diablo" siap bertarung habis-habisan di depan publik Mugello. 

Akankah Quartararo kembali bersinar? Kita tunggu saja aksi kerennya di lintasan!

Senin, 26 Mei 2025

Fabio Quartararo Kandas di MotoGP Inggris 2025, Penyebab dan Reaksi Sang Pembalap Terkuak

Fabio Quartararo Kandas di MotoGP Inggris 2025, Penyebab dan Reaksi Sang Pembalap Terkuak
Fabio Quartararo Kandas di MotoGP Inggris 2025, Penyebab dan Reaksi Sang Pembalap Terkuak.

JAKARTA - Fabio Quartararo mengalami kegagalan finis (DNF) di MotoGP Inggris 2025 setelah memimpin balapan di Silverstone selama 11 lap. 

Pembalap Monster Energy Yamaha ini harus mengakhiri balapan lebih awal akibat masalah teknis pada perangkat suspensi motor, yang membuatnya sangat kecewa dan emosional.

Quartararo yang memulai balapan dari posisi pole sempat menunjukkan performa sangat impresif dengan memilih ban depan soft compound. 

Pilihan ini membuatnya mampu menciptakan jarak yang cukup jauh dari pembalap lain pada putaran awal.

Namun, pada lap ke-12, perangkat ride height device yang mengatur ketinggian suspensi mengalami kegagalan dan macet pada posisi terkunci saat memasuki tikungan keenam. 

Gangguan ini membuat Quartararo kehilangan kendali atas motor dan terpaksa keluar dari balapan.

Setelah balapan, Quartararo mengungkapkan perasaan sedih dan frustrasinya. Dia menjelaskan bahwa ban medium depan bukanlah pilihan yang tepat, karena performa ban belakang pada sprint race sebelumnya kurang maksimal. 

Oleh karena itu, ia memilih strategi pengereman agresif sejak lap pertama untuk memaksimalkan kecepatan motor.

"Saya harus mengerem sangat terlambat dan mengurangi beban pada ban belakang agar bisa menjaga kecepatan. Saya berhasil menjaga jarak dari para pesaing, termasuk Bezzecchi, yang sempat mendekat tapi saya bisa kembali memimpin," kata Quartararo.

Sayangnya, masalah teknis tersebut mengakhiri harapan Quartararo untuk meraih kemenangan pertama musim ini, setelah terakhir kali menang di MotoGP Jerman 2022. 

Ia mengaku ini adalah salah satu momen terbaik yang dia rasakan dalam waktu lama, namun harus berhenti akibat kendala pada perangkat motor.

Meski begitu, Quartararo tetap optimis dengan performa yang telah ditunjukkan. Ia mengatakan bahwa hasil ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memperbaiki kondisi motor demi balapan berikutnya.

"Performa ini memberikan harapan besar bagi kami. Kami sudah banyak meningkatkan motor, dan ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik, kami tahu kami bisa sangat kompetitif," ujarnya.

Quartararo juga mendapat dukungan dari sahabat sekaligus asistennya, Thomas Maubant, yang mengingatkannya bahwa hari itu ia adalah pembalap tercepat di lintasan. 

Maubant mengingatkan bahwa kemunduran yang dialami Quartararo hari ini mirip dengan kejadian di Jerez, saat pole position pertama yang diraih harus berakhir dengan masalah teknis.

"Kami sedang dalam proses membangun kembali performa terbaik kami. Meskipun ada tantangan di beberapa sirkuit, ada juga lintasan seperti Silverstone di mana kami mampu tampil cepat. Ini adalah tanda positif untuk masa depan," tambah Quartararo.

Kegagalan Quartararo di MotoGP Inggris 2025 menjadi pengingat penting bahwa dalam olahraga motor, faktor teknis bisa sangat menentukan hasil. 

Namun, sikap positif dan dukungan dari tim serta orang terdekat menjadi kunci untuk bangkit dan terus berjuang.

Sabtu, 24 Mei 2025

Fabio Quartararo Dapat Kejutan Fairing Baru dari Yamaha di MotoGP Inggris, Ini Efeknya!

Fabio Quartararo Dapat Kejutan Fairing Baru dari Yamaha di MotoGP Inggris, Ini Efeknya!
Fabio Quartararo Dapat Kejutan Fairing Baru dari Yamaha di MotoGP Inggris, Ini Efeknya!

JAKARTA - Fabio Quartararo baru-baru ini bikin heboh di paddock MotoGP Inggris, nih! Gimana nggak, Yamaha secara diam-diam kasih kejutan buat pembalap andalannya itu berupa fairing baru yang sebelumnya sempat diuji coba di Misano. Buat yang belum tahu, fairing itu bagian bodi motor yang berfungsi untuk aerodinamika jadi bukan cuma buat gaya doang!

Nah, saat sesi tes privat di Misano antara MotoGP Prancis dan Inggris, Quartararo sempat nyobain fairing baru. Tapi dia sama sekali nggak nyangka kalau komponen itu bakal langsung dipakai di Silverstone. "Tim bilang mereka punya kejutan buatku, tapi ini belum versi finalnya," ujar pembalap Monster Energy Yamaha itu dengan nada senang setelah sesi latihan hari Jumat.

Fairing baru ini memang belum berbahan karbon seperti versi akhirnya, jadi sedikit lebih berat. Tapi buat Fabio, itu bukan masalah. Malah dia merasa performa motor jadi lebih oke, terutama saat masuk tikungan. "Nggak terlalu beda jauh sih, tapi feeling-ku lebih enak dan data juga nunjukkin hal yang sama. Makanya kita putuskan buat resmi pakai fairing ini,” jelasnya.

Uniknya, fairing ini juga sempat dicoba oleh Alex Rins, tapi dia nggak begitu suka. Jadi ya udah, keputusan siapa yang pakai fairing jadi lebih gampang: Quartararo yang pakai!

Selain fairing, Quartararo juga sempat coba swingarm (bagian lengan ayun di roda belakang) baru di sesi pagi. Tapi hasilnya kurang memuaskan. "Yang baru nggak enak banget, jadi siangnya balik lagi ke yang standar," katanya sambil ketawa.

Secara keseluruhan, hari Jumat itu cukup positif buat Yamaha. Tiga motor mereka berhasil masuk 10 besar di sesi latihan. Quartararo sendiri ngerasa motornya makin tajam di satu lap cepat. Dia bilang, performa satu lap ini mulai balik lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. “Di 2022 kita sempat ngedrop, tapi sekarang udah mulai balik. Kita masih kerja keras buat ningkatin pace saat balapan,” ucapnya.

Yang bikin Quartararo makin semangat, rekan-rekannya juga tampil solid. Jack Miller, Alex Rins, dan Miguel Oliveira mulai nyusul performanya. “Biasanya pembalap nggak suka kalau rekan satu timnya makin dekat, tapi buatku ini positif. Artinya kita punya lebih banyak data buat dianalisis bersama-sama,” jelas Fabio.

Kalau ditanya kenapa performanya di satu lap bisa makin bagus, Quartararo bilang itu karena konsistensi. “Sejak Qatar, kita pakai setup dasar yang sama dan cuma ubah sedikit-sedikit. Nggak banyak yang diubah, tapi itu bikin perbedaan besar. Dan aku emang paling kuat di satu lap maksimal,” katanya mantap.

Menutup hari itu, Quartararo optimis lap time di Silverstone bisa tembus 1:56 detik untuk pertama kalinya. Tapi dengan rendah hati, dia bilang mungkin bukan dia yang bisa catat waktu itu. “Kalau cuaca bagus, kemungkinan besar besok kita lihat ada yang tembus 1:56,” tutupnya.

Jumat, 25 April 2025

Yamaha Didesak Fabio Quartararo untuk Ikuti Jejak Ducati dan KTM dengan Mesin V4 di MotoGP

Yamaha Didesak Fabio Quartararo untuk Ikuti Jejak Ducati dan KTM dengan Mesin V4 di MotoGP
Yamaha Didesak Fabio Quartararo untuk Ikuti Jejak Ducati dan KTM dengan Mesin V4 di MotoGP.

JAKARTA - Fabio Quartararo kembali jadi sorotan di paddock MotoGP. Pembalap andalan tim Monster Energy Yamaha ini terang-terangan mengungkap keinginannya agar Yamaha segera beralih ke mesin konfigurasi V4 mulai musim 2026. 

Menurutnya, sudah waktunya Yamaha meninggalkan filosofi mesin Inline4 yang selama ini mereka pertahankan, dan mengikuti jejak mayoritas pabrikan lain di grid.

Yamaha saat ini memang sedang mengembangkan mesin V4 secara diam-diam, dan proyek ini digarap serius demi mengejar ketertinggalan dari para rival seperti Ducati, KTM, Honda, dan Aprilia.

Mesin V4 tersebut sedang dalam tahap uji coba awal dan belum bisa digunakan secara resmi hingga performanya terbukti mengungguli mesin Inline4 yang kini digunakan Quartararo.

“Ini bukan pertama kalinya mereka (Yamaha) menguji mesin V4,” ujar Quartararo jelang MotoGP Spanyol di Jerez. 

“Tapi saat ini belum fokus ke performa. Tes ini baru sebatas memastikan semua komponen bekerja sebagaimana mestinya.”

Mesin baru itu pertama kali diuji secara tertutup di Sirkuit Valencia, tak lama setelah seri pembuka di Qatar. 

Pengujian dilakukan oleh pembalap tes Yamaha, Cal Crutchlow, serta pembalap pengganti Augusto Fernandez. 

Namun, Quartararo menyebut bahwa pengujian tersebut masih sangat singkat, hanya beberapa putaran tanpa program uji coba yang lengkap.

Menunggu Giliran Jajal Mesin V4

Saat ini Quartararo belum mendapatkan kesempatan untuk menjajal langsung mesin V4 tersebut. Ia memperkirakan kemungkinan besar baru akan mendapatkan giliran sekitar bulan Agustus atau September tahun ini, saat program pengembangan mesin sudah lebih matang.

“Secara realistis, motor tahun depan baru akan mulai diuji sekitar Agustus atau September. Jadi kemungkinan besar itulah saat saya akan mulai mencoba motor V4,” jelas pembalap asal Prancis itu.

Sambil menunggu, Quartararo tetap fokus mengeluarkan kemampuan terbaik dari motor Yamaha yang sekarang, meski sudah tidak bisa menutupi rasa frustrasinya. 

Mesin Inline4 milik Yamaha memang terkenal halus dan cocok untuk gaya balap solo, tapi kelemahannya cukup terasa saat harus bertarung di tengah kerumunan pembalap, apalagi melawan motor-motor V4 yang punya tenaga luar biasa di trek lurus.

“Saya sebenarnya belum pernah benar-benar menang lewat pertarungan sengit,” aku Quartararo jujur. “Kebanyakan kemenangan saya datang saat saya bisa memisahkan diri di depan. Tapi kalau soal adu duel, kami yang paling lemah dibandingkan pabrikan lain.”

Harapan Besar pada Mesin V4

Buat Quartararo, proyek V4 ini lebih dari sekadar pergantian mesin. Ini adalah langkah penting untuk menyelamatkan masa depan Yamaha di MotoGP. 

Apalagi saat ini hanya Yamaha yang masih menggunakan konfigurasi Inline4, sementara empat pabrikan lainnya sudah lebih dulu beralih ke V4 dan menikmati keunggulannya.

“Dari tahun depan, saya rasa arah terbaik memang ke mesin V4,” tegasnya. “Cara kami mengendarai motor ini sangat berbeda dari tim-tim lain. Kalau ingin bersaing lagi, Yamaha harus ikut tren V4.”

Ketika ditanya apakah mungkin Fernandez akan membawa mesin V4 ke sesi wild-card musim ini, Quartararo tidak bisa memberi kepastian. 

Namun ia berharap hal itu benar-benar terjadi karena menurutnya data dari akhir pekan balapan jauh lebih berharga daripada sesi tes biasa.

“Lebih menarik kalau motor baru dites di akhir pekan balapan. Semoga saja Yamaha membawa V4 untuk uji coba saat wild-card,” ujarnya antusias.

Lucunya, Quartararo mengaku tidak peduli dengan tampilan motor barunya nanti. “Jujur saja, saya nggak peduli motor itu warnanya apa, mau pink juga nggak masalah. Yang penting, motor itu cepat!” candanya.

Namun, tantangan Yamaha tidak berhenti di 2026. Jika mereka sukses meluncurkan motor V4 tahun depan, maka mereka hanya punya waktu satu musim penuh sebelum regulasi besar-besaran berlaku pada 2027. Regulasi baru itu akan mengubah kapasitas mesin menjadi 850cc dan mengganti ban ke merek Pirelli.

Artinya, Yamaha tidak hanya harus mengembangkan mesin V4 untuk 2026, tetapi juga menyiapkan versi barunya sesuai regulasi 2027. Ini tentu bukan hal mudah, tapi langkah pertama harus dimulai sekarang dan itu yang terus ditekankan Quartararo.

Di sesi uji coba tertutup di Valencia, Yamaha tidak sendirian. Tim penguji Honda, termasuk Aleix Espargaro dan Stefan Bradl, juga ikut mengaspal di sirkuit yang sama. 

Meskipun motor V4 Yamaha belum diperlihatkan secara detail, Aleix mengaku bisa membedakan suara mesin baru itu hanya dari dalam garasi.

“Kami memang nggak bisa lihat motornya, tapi dari suaranya sudah bisa ditebak kalau mereka bawa mesin baru. Saya senang melihat pabrikan Jepang mulai agresif lagi, kembali ke permainan,” ujar Espargaro. “Tapi sebagai pembalap Honda, tentu saya berharap kami bisa lebih cepat dari mereka!”

Proyek mesin V4 Yamaha adalah taruhan besar yang harus mereka menangkan jika ingin kembali bersaing di barisan depan MotoGP. 

Di tengah dominasi Ducati dan kebangkitan KTM serta Aprilia, sudah waktunya Yamaha keluar dari zona nyaman dan mengikuti arah perkembangan teknologi modern MotoGP.

Fabio Quartararo, sebagai ujung tombak tim, jelas tidak ingin terus terjebak dalam keterbatasan motor yang sekarang. Ia ingin bertarung di barisan depan, tidak hanya saat sendirian, tapi juga saat duel wheel-to-wheel melawan para rival.

Dan untuk itu, ia butuh motor yang bisa diandalkan. Mesin V4 bisa jadi jawabannya.

Kamis, 24 April 2025

Fabio Quartararo Ungkap Frustrasi Soal Performa Yamaha M1 yang Masih Jauh dari Harapan di MotoGP 2025

Fabio Quartararo Ungkap Frustrasi Soal Performa Yamaha M1 yang Masih Jauh dari Harapan di MotoGP 2025
Fabio Quartararo Ungkap Frustrasi Soal Performa Yamaha M1 yang Masih Jauh dari Harapan di MotoGP 2025.

JAKARTA - Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, balik lagi ke Sirkuit Jerez dengan satu harapan besar: ada perubahan signifikan dari motor Yamaha M1 yang udah lama jadi masalah. Tapi sayangnya, harapan itu masih belum keliatan bakal jadi kenyataan.

Di musim 2025 ini, Quartararo baru duduk di posisi ke-8 klasemen sementara. Meski sempat dapet hasil terbaik musim ini dengan finish ke-7 di Qatar, pembalap asal Prancis itu tetap ngerasa frustrasi. Masalah klasik Yamaha kurangnya grip dan akselerasi masih terus menghantuinya.

“Nggak seru banget,” kata Quartararo pas ditanya soal balapan di Qatar. “Di lap-lap awal, grip-nya parah, sama aja kayak biasanya. Pas udah mulai oke, semuanya udah telat.”

Quartararo terus terang bilang kalau mereka butuh komponen baru yang bisa bener-bener ningkatin grip motor. Sayangnya, progress-nya masih mentok di situ-situ aja. Udah banyak part baru dicoba, tapi belum ada yang kasih solusi nyata.

“Kita kerja keras, coba banyak barang baru, tapi belum nemu yang bener-bener klik. Kita harus nemuin titik di mana kita bisa benerin masalah ini,” lanjutnya.

Meski dia masih bertekad buat bersaing sama rider papan atas, Quartararo sadar kalau itu butuh waktu. Minimal bisa ngelawan lebih kompetitif aja udah jadi target yang realistis buat sekarang.

Soal harapan upgrade di Jerez? Doi malah bilang kayaknya nggak bakal ada perubahan gede.

“Kayaknya sih nggak ada yang baru di Jerez,” ucapnya. “Mungkin baru setelah Le Mans. Kita bakal tes di Italia abis balapan, semoga bisa nemu sesuatu di sana.”

Namun begitu, masih ada sedikit harapan dari hasil tes pribadi Yamaha yang dilakukan oleh Cal Crutchlow dan Augusto Fernandez di Valencia, tepat setelah Qatar. Siapa tahu mereka bisa bawa sedikit perbaikan buat Jerez nanti.

Yang jelas, satu-satunya kelebihan M1 saat ini adalah kemampuan ngerem yang bagus. Tapi masalahnya, kekuatan itu nggak bisa dimaksimalkan karena masalah traksi dan tenaga mesin yang masih kurang.

“Poin kuat kita ya di pengereman, tapi kalau nggak bisa nyiapin overtake, ya percuma aja,” ungkap Fabio blak-blakan.

Di tengah semua kesulitan itu, Quartararo tetap semangat. Minggu lalu, dia baru aja ngerayain ulang tahun ke-26, dan sekarang dia siap kembali kerja keras di Jerez sirkuit yang punya banyak kenangan manis buatnya.

FYI, Quartararo pernah menang dua kali di Jerez tahun 2020 dan finish runner-up di 2022. Tahun lalu, dia bahkan sempet ngira dapet podium di Sprint Race, tapi sayangnya dicoret karena penalti tekanan ban.

“Gue ulang tahun minggu lalu, makasih buat semua yang ngucapin ya. Sekarang gue siap kerja keras lagi. Gue suka banget Jerez. Abis race juga bakal ada sesi tes sehari di sini, jadi semoga bisa manfaatin semuanya.”

Yamaha sendiri lagi ada di posisi yang nggak enak banget di klasemen konstruktor, sama-sama di posisi buncit bareng KTM. Padahal KTM sempat hampir dapet podium di Qatar, cuma gagal karena penalti tekanan ban juga, kali ini menimpa Maverick Vinales.

Jadi bisa dibilang, kondisi Yamaha sekarang lagi bener-bener krusial. Quartararo jelas masih punya semangat dan dedikasi, tapi semuanya bakal tergantung sama seberapa cepat pabrikan Jepang itu bisa kasih motor yang kompetitif lagi.

Yamaha lagi butuh keajaiban buat bantu Quartararo naik ke papan atas lagi. Meski hasil belum memuaskan, semangat dan kerja keras dari rider asal Prancis ini patut diacungi jempol. Kita tunggu aja, siapa tahu Jerez bisa jadi titik balik!

Sabtu, 19 April 2025

Yamaha Siap Masuki Era Baru: Mesin V4 Mulai Diuji, Tapi Belum Pasti Dipakai Musim Depan

Yamaha Siap Masuki Era Baru Mesin V4 Mulai Diuji, Tapi Belum Pasti Dipakai Musim Depan
Yamaha Siap Masuki Era Baru: Mesin V4 Mulai Diuji, Tapi Belum Pasti Dipakai Musim Depan.

JAKARTA - Yamaha akhirnya mengonfirmasi langkah besar yang telah lama dinanti oleh para pecinta MotoGP. Mereka kini secara resmi mulai menguji mesin V4, yang disebut-sebut bisa membawa pabrikan asal Jepang ini kembali bersaing di papan atas. 

Kabar ini disampaikan langsung oleh Direktur Teknis Yamaha, Max Bartolini, dalam wawancara eksklusif bersama MotoGP.com.

Namun, sebelum para fans terlalu bersemangat, Bartolini menegaskan bahwa penggunaan mesin V4 masih dalam tahap uji coba awal dan belum tentu akan digunakan di musim balap 2026. 

Keputusan akhir akan bergantung pada seberapa besar peningkatan performa yang bisa diberikan oleh mesin baru tersebut dibandingkan mesin Inline-4 yang saat ini digunakan pada Yamaha M1.

Mesin V4: Harapan Baru Yamaha?

Selama bertahun-tahun, Yamaha dikenal dengan filosofi mesinnya yang menggunakan konfigurasi Inline-4. 

Mesin ini memang memberikan keunggulan dalam hal kelincahan dan kontrol, tapi dalam beberapa musim terakhir, motor Yamaha terlihat kesulitan untuk bersaing melawan tim-tim seperti Ducati dan KTM yang sudah menggunakan mesin V4.

"Kami memang sudah mulai melakukan pengujian terhadap mesin V4," kata Bartolini. "Namun, kapan mesin ini akan dicoba oleh pembalap resmi sangat tergantung pada bagaimana perkembangan pengujiannya. Kalau semuanya berjalan lancar dan motor sudah siap, maka akan kami uji secepat mungkin."

Bartolini juga menjelaskan bahwa proses pengembangan mesin dan motor bukanlah hal yang instan. Dibutuhkan banyak data, uji coba, dan tentu saja perbandingan performa secara objektif untuk menentukan apakah mesin V4 benar-benar bisa menggantikan mesin yang sekarang.

"Saat ini, kami belum bisa membandingkan performa secara langsung karena masih terlalu dini. Tapi secepat mungkin, kami akan lakukan perbandingan dan memilih opsi yang paling cepat," tambahnya.

Uji Coba Diam-Diam di Valencia?

Meski Bartolini tidak secara gamblang menyebutkan apakah mesin V4 ikut diuji dalam tes pribadi di Valencia yang melibatkan Cal Crutchlow dan Augusto Fernandez, banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa Yamaha memang sedang mengumpulkan data dari berbagai sisi mulai dari akselerasi, daya tahan, hingga feedback dari test rider.

Crutchlow, sebagai test rider utama Yamaha, berperan penting dalam fase awal ini. Pengalaman dan kepekaannya terhadap karakter motor akan menjadi bekal penting bagi tim pengembangan untuk menentukan arah proyek V4 ke depan.

Quartararo Masih Berjuang dengan M1

Sementara itu, di sisi lain garasi Yamaha, Fabio Quartararo masih harus berjuang keras dengan Yamaha M1 versi saat ini. 

Di GP Qatar akhir pekan lalu, Quartararo menunjukkan tanda-tanda positif dengan menempatkan motornya di barisan depan saat sesi kualifikasi. 

Namun di balapan utama, ia hanya mampu finis di posisi kelima dan ketujuh.

Hasil ini memperlihatkan bahwa M1 memang masih kompetitif di beberapa aspek, tapi jelas butuh dorongan ekstra agar bisa benar-benar menantang Ducati dan rival lainnya yang makin tangguh.

Maju Perlahan Tapi Pasti

Perubahan ke mesin V4 bukanlah hal kecil. Ini berarti Yamaha harus mendesain ulang banyak aspek dari motor mereka, mulai dari sasis, aerodinamika, hingga pengaturan elektronik. 

Tapi jika hasil akhirnya bisa memberikan keunggulan performa yang signifikan, maka langkah ini patut diperjuangkan.

"Intinya sederhana," tutup Bartolini. "Motor tahun depan akan menggunakan mesin V4 hanya jika V4 terbukti lebih cepat dari motor yang sekarang."

Langkah Yamaha ini menjadi sinyal bahwa mereka siap berubah dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. 

Di tengah dominasi Ducati dan kembalinya KTM serta Aprilia ke performa terbaiknya, Yamaha tidak ingin tertinggal lebih jauh. 

Meski prosesnya masih panjang, harapan baru sudah mulai menyala bagi fans setia Yamaha di seluruh dunia.

Apa Arti V4 untuk Masa Depan Yamaha?

Bagi para penggemar MotoGP, pengembangan mesin V4 oleh Yamaha bisa menjadi babak baru yang sangat menarik. 

Ini bukan sekadar eksperimen teknologi, tapi juga penegasan bahwa Yamaha serius untuk kembali menjadi penantang gelar juara dunia.

Dengan pengalaman, sumber daya, dan semangat kompetitif yang mereka miliki, bukan tidak mungkin Yamaha akan kembali ke masa kejayaannya. 

Sekarang tinggal menunggu, apakah mesin V4 akan menjadi jawaban dari semua tantangan yang mereka hadapi selama ini.

Minggu, 18 April 2021

Pebalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo meraih podium pertama MotoGP Portugal 2021

Fabio Quartararo berseragam tim Monster Energy Yamaha MotoGP. (Instagram/@weeklymotoring)

BorneoTribun.com -- Pebalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo berhasil meraih podium pertama MotoGP Portugal 2021. 

Kemudian pada finish kedua dan ketiga di susul Francesco Bagnaia dan Joan Mir

MotoGP Portugal digelar di Algarve International Circuit, Portimao, Portugal, Minggu (18/4/2021) malam WIB. 

Johann Zarco yang start dari posisi ketiga langsung melesat ke depan untuk memimpin balapan.

Alex Rins membuntuti dengan berada di posisi kedua kemudian crash dan tidak bisa melanjutkan balapan. 

Sementara, diawal balapan Fabio Quartararo mengawali balapan dengan kurang baik. Fabio Quartararo melorot ke diposisi keenam saat balapan berjalan.

Marc Marquez yang baru comeback sempat mengejutkan dengan bisa melesat ke peringkat ketiga usai start dari peringkat keenam. Namun setelah tiga laps, posisi Baby Alien terlempar ke urutan ke-9.

Joan Mir naik ke urutan ketiga. Quartararo kemudian perlahan mampu memperbaiki posisinya untuk meramaikan empat besar.

Persaingan Zarco, Rins, Mir dan Quartararo berlangsung sengit merebutkan posisi terdepan. Memasuki lap ke-7, Rins naik memimpin balapan disusul Quartararo di belakangnya. Mir menempati peringkat ketiga, sedangkan Zarco di posisi keempat.

Satu lap berselang, Quartararo bisa menyalip Rins untuk berada di posisi terdepan. Pebalap asal Prancis ini bisa mempertahankan posisinya meski terus mendapat tekanan dari Rins.

Nasib sial dialami Alex Rins yang mengalami crash saat balapan menyisakan tujuh laps. Persaingan memperebutkan posisi kedua menjadi sengit antara Zarco, Francesco Bagnaia dan Mir.

Dua putaran kemudian giliran Zarco yang mengalami kecelakaan. Bagnaia ke peringkat kedua disusul oleh Mir di urutan ketiga.

Quartararo kemudian tak tersentuh untuk memenangi balapan di MotoGP Portugal 2021. Posisi Bagnaia dan Mir juga tak berubah untuk meraih podium kedua dan ketiga.