Iklan

Iklan

Penampakan Viral 'Kemukus Latitude', Lapan ada hubungannya dengan Hujan Meteor Draconid

Redaksi
11/10/20, 21:07 WIB Last Updated 2020-10-11T14:07:29Z
Penampakan Viral 'Kemukus Latitude', Lapan ada hubungannya dengan Hujan Meteor Draconid
Viral lintang kemukus (Tangkapan layar)


BorneoTribun - Kemunculan garis lintang kubik di langit Tuban dan Bojonegoro menjadi viral di media sosial. Institut Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebut ini fenomena biasa dan tidak berbahaya.


“Fenomena lintang kubik adalah istilah Jawa untuk bintang berekor. Kebetulan, beberapa hari terakhir adalah musim hujan meteor draconid, jadi bisa jadi bagian dari fenomena hujan meteor,” ujar peneliti dari Pusat Ilmu Antariksa (Pussainsa). ) Lapan Emanuel Sungging Mumpuni, Minggu (11/10/2020).


Selain itu, Sungging mengatakan kemukus lintang merupakan fenomena alam yang tidak mengandung bahaya. “Tidak ada efek yang merugikan,” ujarnya.


Sebelumnya, garis lintang kubus muncul sebagai garis oranye di langit pada Sabtu (10/10) malam. Garis cahaya jingga terlihat oleh warga Tuban dan Bojonegoro. Penghuninya disebut 'kubus lintang' (komet).


Salah satu warga Bojonegoro yang melihatnya adalah Aldi (20), warga Kedungbondo, Kecamatan Balen. Aldi mengaku melihat benda yang dilihatnya pertama kali sekitar pukul 22.15 WIB. Aldi mengatakan, garis cahaya berwarna oranye kemerahan di langit utara itu tidak panjang.


“Tadi malam ada garis lintang kemukus, di timur laut. Saat itu saya kebetulan berada di beranda rumah melihat ke langit utara. Suasana desa sepi tadi malam karena hujan. Saya malah kaget. , ”kata Aldi detikcom, Minggu (11/10). (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Penampakan Viral 'Kemukus Latitude', Lapan ada hubungannya dengan Hujan Meteor Draconid

Terkini

Iklan