Berita BorneoTribun: Krisantus Kurniawan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Krisantus Kurniawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Krisantus Kurniawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2026

Dedi Mulyadi Klarifikasi Soal Tantangan Wagub Krisantus Bangun Kalbar Rp6 Triliun

Dedi Mulyadi merespons tantangan membangun Kalimantan Barat dengan Rp6 triliun dan menegaskan perbedaan kondisi tiap daerah.
Dedi Mulyadi merespons tantangan membangun Kalimantan Barat dengan Rp6 triliun dan menegaskan perbedaan kondisi tiap daerah.

PONTIANAK – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara terkait tantangan yang disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, soal pembangunan daerah dengan anggaran Rp6 triliun. 

Pernyataan ini sekaligus merespons polemik perbandingan pembangunan antar daerah yang sempat ramai di media sosial.

Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas tantangan tersebut. Dirinya menegaskan bahwa selama ini tidak pernah memiliki niat untuk membandingkan pembangunan Jawa Barat dengan daerah lain.

Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Baik dari sisi luas wilayah, kondisi geografis, hingga kemampuan fiskal daerah yang tidak bisa disamakan.

Dedi mencontohkan Kalimantan Barat yang memiliki wilayah sangat luas dengan tantangan pembangunan yang lebih kompleks. Keterbatasan anggaran juga menjadi faktor utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kami memahami betapa beratnya daerah dengan luas seperti Kalimantan Barat dan keterbatasan fiskal yang dimiliki,” ujar Dedi atau biasa disebut netizen KDM.

Dedi juga menyampaikan permohonan maaf apabila program pembangunan di Jawa Barat dianggap menyinggung pihak lain. Dedi berharap ke depan tidak ada lagi perbandingan yang memicu polemik.

Dirinya menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sinergi menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.

Dedi turut berharap kemampuan fiskal daerah ke depan bisa meningkat. Dengan begitu, dana bagi hasil dari pemerintah pusat dapat lebih optimal diterima oleh daerah penghasil.

“Semoga kita bisa bersama-sama terus melayani masyarakat dengan baik,” kata dia.

Di akhir pernyataannya, Dedi menyampaikan salam kepada masyarakat Kalimantan Barat. Dirinya juga mendoakan kesehatan Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyoroti kondisi infrastruktur jalan rusak di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Ruas jalan Bedayan–Nanga Libau menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, warga, termasuk anak-anak, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

Bahkan, dalam video itu muncul permintaan agar Dedi Mulyadi memimpin Kalimantan Barat selama beberapa bulan.

Menanggapi hal tersebut, Krisantus memberikan pernyataan yang cukup menantang. Ia mengajak Dedi untuk membuktikan kemampuan membangun daerah dengan anggaran terbatas.

“Ada yang mau pinjam Gubernur Jawa Barat tiga bulan, ayo tukar kita. Tapi pakai duit Rp6 triliun bangun Kalimantan Barat,” tegasnya.

Krisantus juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu membandingkan Kalimantan Barat dengan Jawa Barat. Ia menyebut perbedaan luas wilayah dan kapasitas anggaran menjadi faktor utama.

Jawa Barat diketahui memiliki luas sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD sekitar Rp31 triliun. Sementara Kalimantan Barat memiliki luas mencapai 171 ribu kilometer persegi dengan APBD lebih dari Rp6 triliun.

Perbedaan tersebut dinilai menjadi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur di masing-masing daerah.

Minggu, 08 Maret 2026

Safari Ramadhan Wagub Kalbar Di Ketapang Bahas Infrastruktur dan Ekonomi Daerah

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

KETAPANG -- Safari Silaturahmi Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berlanjut ke wilayah selatan. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang yang disambut hangat oleh pemerintah daerah setempat.

Kunjungan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Ketapang pada Jumat malam (6/3). Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir menyambut langsung kedatangan rombongan Wakil Gubernur beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kalbar.

Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan yang tidak hanya bernuansa keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa Safari Ramadhan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar pemerintah sekaligus menyelaraskan arah pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Pemprov Kalbar dan pemerintah kabupaten/kota sangat penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif.

Menurutnya, Kabupaten Ketapang memiliki peran strategis dalam perekonomian Kalimantan Barat. Wilayah ini dikenal memiliki potensi besar di sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

Krisantus juga menekankan bahwa momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Komitmen Percepatan Infrastruktur Dan Layanan Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ketapang.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta fasilitas kesehatan.

Upaya ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah provinsi berharap pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Ketapang Dinilai Berhasil Menjaga Kondusivitas

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan melanjutkan Safari Ramadhan di Ketapang untuk memperkuat sinergi pembangunan, infrastruktur, dan ekonomi daerah bersama Pemkab Ketapang.

Wagub Krisantus turut memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Ketapang di bawah kepemimpinan Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir.

Ia menilai kondisi daerah yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendorong investasi serta pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Stabilitas daerah dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dukungan Provinsi Diharapkan Terus Menguat

Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap daerahnya.

Ia menegaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Ketapang sejalan dengan program strategis yang dijalankan oleh pemerintah provinsi.

Alexander juga berharap dukungan dari Pemprov Kalbar terus ditingkatkan, terutama dalam pembangunan infrastruktur strategis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Momentum Ramadhan Pererat Kebersamaan

Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Ketapang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Acara ditutup dengan tausiyah agama, buka puasa bersama, serta salat Tarawih berjamaah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap hubungan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang semakin kuat.

Kolaborasi yang solid diharapkan mampu mendorong terwujudnya Kalimantan Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Penulis: Muzahidin

Krisantus Kurniawan Dorong Rute Baru Ketapang–Pangkalan Bun Di Bandara Rahadi Oesman

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendukung penambahan rute penerbangan Bandara Rahadi Oesman Ketapang menuju Pangkalan Bun untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendukung penambahan rute penerbangan Bandara Rahadi Oesman Ketapang menuju Pangkalan Bun untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.

KETAPANG -- Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyatakan dukungannya terhadap rencana penambahan rute penerbangan di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Krisantus, pembukaan rute baru menuju Pangkalan Bun akan membantu mengurai kepadatan penerbangan yang selama ini banyak terpusat di Pontianak. Dengan adanya alternatif rute, distribusi penumpang dan jadwal penerbangan di wilayah Kalimantan Barat diharapkan menjadi lebih seimbang.

Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan serta peningkatan fasilitas terminal baru Bandara Rahadi Oesman di Kabupaten Ketapang, Sabtu.

Rencana Pembukaan Rute Ketapang–Pangkalan Bun

Krisantus menjelaskan bahwa rencana pembukaan rute menuju Pangkalan Bun akan memberikan dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat. Selama ini, sebagian besar penerbangan masih bertumpu di Pontianak sehingga menyebabkan kepadatan pada jalur tertentu.

Dengan hadirnya rute baru tersebut, arus penerbangan dapat tersebar ke beberapa titik tujuan. Hal ini tidak hanya mengurangi beban penerbangan di Pontianak, tetapi juga meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah lain.

Menurutnya, keberadaan jalur alternatif akan memudahkan masyarakat dalam memilih rute perjalanan yang paling efisien.

Mempercepat Akses Transportasi Udara

Penambahan rute penerbangan dinilai dapat mempercepat waktu tempuh perjalanan antarwilayah. Transportasi udara menjadi pilihan yang semakin efisien, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Krisantus menegaskan bahwa semakin banyaknya penerbangan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperpendek waktu perjalanan, ketersediaan rute yang beragam juga akan meningkatkan fleksibilitas dalam menentukan tujuan.

Ia mencontohkan, apabila penerbangan menuju Pontianak penuh, masyarakat dapat memilih jalur lain melalui Pangkalan Bun.

Alternatif Perjalanan Bagi Masyarakat

Kehadiran rute baru juga membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan serta kemudahan akses transportasi di Kalimantan Barat.

Dengan semakin banyak alternatif rute, masyarakat tidak lagi bergantung pada satu jalur penerbangan. Sistem transportasi udara pun diharapkan menjadi lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan penumpang.

Kondisi ini sekaligus dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan Kalimantan Barat dan sekitarnya.

Pengembangan Bandara Dorong Ekonomi Daerah

Krisantus juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur bandara sebagai bagian dari strategi meningkatkan konektivitas wilayah. Pengembangan fasilitas di Bandara Rahadi Oesman dinilai sebagai langkah positif bagi daerah, khususnya di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan pertama kalinya dirinya menempuh perjalanan udara langsung ke Ketapang. Sebelumnya, perjalanan ke wilayah tersebut lebih sering dilakukan melalui jalur darat.

Menurutnya, pembangunan terminal baru di Bandara Ketapang menunjukkan adanya perkembangan infrastruktur yang signifikan.

Dukungan Pemerintah Terhadap Pengembangan Bandara

Pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan fasilitas bandara yang saat ini terus dilakukan. Pengembangan tersebut diyakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah.

Saat ini, Bandara Rahadi Oesman telah melayani sekitar tujuh penerbangan dari dan menuju Ketapang. Ke depan, pemerintah juga merencanakan penambahan sejumlah rute baru, termasuk penerbangan menuju Pangkalan Bun.

Dengan meningkatnya konektivitas udara, wilayah Ketapang diharapkan dapat berkembang lebih cepat serta menarik lebih banyak aktivitas ekonomi dan investasi.

Rencana penambahan rute penerbangan di Bandara Rahadi Oesman menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi udara di Kalimantan Barat. Selain mengurangi kepadatan penerbangan di Pontianak, kebijakan ini juga membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Jumat, 06 Maret 2026

Pemprov Kalbar Apresiasi BNI Dalam Akad Massal KPR Sejahtera FLPP Di Pontianak

Pemprov Kalbar Apresiasi BNI Dalam Akad Massal KPR Sejahtera FLPP Di Pontianak
Pemprov Kalbar mengapresiasi BNI atas dukungan pembiayaan perumahan melalui akad massal KPR Sejahtera FLPP di Pontianak untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak. [Foto Adpim Pemprov Kalbar]

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atas dukungannya dalam memfasilitasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera FLPP bersama para debitur mitra BNI.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menghadiri Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (5/3/2026).

Menurut Krisantus, program tersebut menjadi langkah nyata dalam membantu masyarakat Kalimantan Barat mewujudkan impian memiliki hunian yang layak dan terjangkau.

“Tentu program ini menjadi langkah konkret dalam membantu masyarakat Kalimantan Barat mewujudkan impian memiliki hunian yang layak,” ujarnya.

Dukungan Perbankan Untuk Akses Perumahan

Pemprov Kalbar Apresiasi BNI Dalam Akad Massal KPR Sejahtera FLPP Di Pontianak
Pemprov Kalbar mengapresiasi BNI atas dukungan pembiayaan perumahan melalui akad massal KPR Sejahtera FLPP di Pontianak untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak. [Foto Adpim Pemprov Kalbar]

Krisantus menegaskan bahwa kehadiran lembaga perbankan memiliki peran penting dalam mendukung akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Ia menilai program KPR Sejahtera FLPP menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah sendiri.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Real Estat Indonesia serta para pengembang yang telah berkomitmen membangun perumahan di Kalimantan Barat.

Menurutnya, keterlibatan pengembang dan sektor perbankan menjadi faktor penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat di daerah.

Wagub Tekankan Kualitas Pembangunan Rumah

Pemprov Kalbar Apresiasi BNI Dalam Akad Massal KPR Sejahtera FLPP Di Pontianak
Pemprov Kalbar mengapresiasi BNI atas dukungan pembiayaan perumahan melalui akad massal KPR Sejahtera FLPP di Pontianak untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak. [Foto Adpim Pemprov Kalbar]

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan perumahan. Ia mengingatkan para pengembang agar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek teknis yang menunjang kenyamanan hunian.

“Saya berpesan agar rumah yang dibangun benar-benar berkualitas, termasuk memperhatikan sistem drainase dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga rumah yang dipasarkan di Kalimantan Barat betul-betul layak dihuni oleh masyarakat,” kata Krisantus.

Ia berharap setiap proyek perumahan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menciptakan lingkungan hunian yang aman dan nyaman.

Sinergi Pemerintah, Perbankan, Dan Pengembang

Pemprov Kalbar Apresiasi BNI Dalam Akad Massal KPR Sejahtera FLPP Di Pontianak
Pemprov Kalbar mengapresiasi BNI atas dukungan pembiayaan perumahan melalui akad massal KPR Sejahtera FLPP di Pontianak untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak. [Foto Adpim Pemprov Kalbar]

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dapat terus diperkuat ke depan.

Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci penting dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat sekaligus mengurangi backlog perumahan di daerah.

“Kolaborasi seperti ini perlu terus kita jaga dan tingkatkan ke depan. Pemerintah tentu sangat mendukung langkah konkret dari perbankan dalam membantu masyarakat memiliki rumah,” ujar Krisantus.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Pontianak, Novachristo Joseph Silangen, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa akad massal ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan wujud nyata komitmen BNI dalam membantu masyarakat memiliki hunian yang layak dan terjangkau.

“Kami berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor properti sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat melalui kepemilikan hunian yang sah dan berkualitas,” ujarnya.

Novachristo juga menyampaikan rasa syukur atas antusiasme para debitur yang mengikuti akad pada hari tersebut. Menurutnya, sinergi kuat antara perbankan, pemerintah daerah, dan pengembang menjadi faktor penting dalam memperkecil backlog perumahan di Kalimantan Barat.

“Acara ini bukan semata-mata seremonial, tetapi merupakan langkah nyata bagi Bapak dan Ibu sekalian untuk memiliki rumah impian melalui skema FLPP yang sangat membantu masyarakat,” tutupnya.

Rabu, 04 Maret 2026

Krisantus Ajak GMII Jaga Harmoni dan Persatuan di Kalbar

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif

Pontianak, Kalbar -- Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII Gereja Misi Injili Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Hotel My Home Sintang, Selasa (3/3/2026). 

Agenda nasional gereja Protestan tersebut menjadi momentum penting memperkuat peran GMII dalam menjawab tantangan zaman sekaligus mempererat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Sidang Sinode VII ini dihadiri Bupati Sintang, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, jajaran Kepala OPD Pemprov Kalbar dan Pemkab Sintang, Forkopimda Kabupaten Sintang, para pendeta GMII se-Indonesia, serta perwakilan jemaat dari berbagai daerah. 

Mengusung tema Gereja Transformatif Melintasi Dinamika Zaman, forum ini menegaskan komitmen gereja untuk adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan sosial serta perkembangan teknologi informasi.

GMII dan Jejak Pelayanan di Indonesia

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Sebagai gereja Protestan yang berakar dari misi pekabaran Injil melalui Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII), GMII resmi berdiri pada 30 November 1984 di Kalimantan Barat. 

Awalnya bernama Gereja Pekabaran Injil Indonesia (GPII), kemudian melalui Persidangan Sinode Khusus 6–8 Mei 1993, nama tersebut berubah menjadi GMII.

Kini, GMII melayani jemaat yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia. Perjalanan panjang ini menunjukkan konsistensi gereja dalam pelayanan rohani, pembinaan umat, serta kontribusi sosial di tengah masyarakat majemuk.

Harapan Pemprov Kalbar untuk Sinode VII

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Dalam sambutannya, Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut. Ia berharap Sidang Sinode VII mampu melahirkan keputusan strategis dan kepemimpinan yang visioner.

Menurutnya, gereja di era modern tidak cukup hanya berjalan mengikuti arus. Ia mengibaratkan bahwa saat ini bukan lagi zamannya kereta api uap, melainkan era kecepatan dan transformasi. Artinya, organisasi keagamaan perlu adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.

Krisantus juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dan kejernihan berpikir dalam memilih Ketua Umum dan jajaran pengurus sinode. Kepemimpinan yang terpilih diharapkan mampu membawa GMII semakin relevan, progresif, dan berdampak luas bagi jemaat maupun masyarakat.

Komitmen Harmoni dan Kebersamaan

Krisantus Kurniawan Hadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang Soroti Gereja Transformatif
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menghadiri Sidang Sinode VII GMII 2026 di Sintang. Forum nasional ini menegaskan peran gereja transformatif dan komitmen menjaga harmoni keberagaman. [Foto kalbarprov.go.id]

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, berkomitmen menjaga harmoni keberagaman. Kalimantan Barat yang terdiri dari 24 suku harus terus dipersatukan dalam semangat kebersamaan tanpa sekat.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai gereja seperti kasih, keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta musyawarah sejalan dengan visi Kalbar yang religius dan demokratis. 

Sidang Sinode dinilai sebagai praktik demokrasi internal gereja yang patut diapresiasi karena mengedepankan kebersamaan dan hikmat dalam pengambilan keputusan.

Momentum ini diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi GMII secara internal, tetapi juga mempererat sinergi gereja dan pemerintah dalam membangun Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

FAQ

1. Apa itu Sidang Sinode GMII?
Sidang Sinode GMII adalah forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi Gereja Misi Injili Indonesia yang membahas arah kebijakan, program pelayanan, serta pemilihan kepemimpinan.

2. Di mana Sidang Sinode VII GMII 2026 digelar?
Diselenggarakan di Hotel My Home Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

3. Apa tema Sidang Sinode VII GMII?
Tema yang diangkat adalah Gereja Transformatif Melintasi Dinamika Zaman.

4. Apa harapan Pemprov Kalbar terhadap GMII?
Agar GMII menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis, religius, dan demokratis.

Rabu, 04 Februari 2026

CU Jadi Andalan Ekonomi Rakyat, Pemprov Kalbar Tegas Dukung Digitalisasi dan Transformasi Koperasi

CU Jadi Andalan Ekonomi Rakyat, Pemprov Kalbar Tegas Dukung Digitalisasi dan Transformasi Koperasi
CU Jadi Andalan Ekonomi Rakyat, Pemprov Kalbar Tegas Dukung Digitalisasi dan Transformasi Koperasi.

PONTIANAK -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mendukung pengembangan koperasi simpan pinjam berbasis anggota atau credit union (CU). Dukungan ini tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga mendorong transformasi kelembagaan dan digitalisasi layanan agar koperasi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa koperasi yang benar-benar berpihak kepada rakyat harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan CU Lantang Tipo di Kabupaten Sanggau, Selasa.

“Saya memilih hadir bersama rakyat Kalbar dan bersama CU Lantang Tipo, karena koperasi seperti inilah yang nyata bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurut Krisantus, koperasi memiliki peran strategis, terutama di wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan. Selama ini, CU terbukti membuka akses keuangan bagi masyarakat kecil sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ia menekankan bahwa peran CU jauh melampaui fungsi simpan pinjam. Banyak keluarga yang terbantu dalam membiayai pendidikan anak, memulai usaha, hingga meningkatkan taraf hidup berkat kehadiran koperasi.

“CU bukan sekadar tempat menabung dan meminjam. Di sinilah masyarakat membangun masa depan keluarganya. Dampaknya langsung dirasakan,” kata Krisantus.

Pemprov Kalbar, lanjutnya, terus mendorong seluruh CU agar memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kepada anggota.

“Di usia emas, CU tidak boleh berjalan di tempat. Digitalisasi adalah kunci agar pelayanan semakin cepat, mudah, dan transparan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan CU Lantang Tipo yang mampu bertahan hingga 50 tahun dengan pengelolaan aset mencapai triliunan rupiah. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata tingginya kepercayaan anggota terhadap koperasi.

“Tidak semua lembaga keuangan mampu bertahan selama setengah abad. Ini menandakan pengelolaan yang sehat dan profesional. Aset itu tumbuh dari kepercayaan anggota,” ujarnya.

Krisantus menambahkan, koperasi dan perbankan tidak perlu dipertentangkan. Keduanya justru saling melengkapi dalam memperkuat perekonomian daerah.

“CU dan bank bukan pesaing, melainkan mitra. Keduanya memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalbar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP CU Lantang Tipo, Sabinus, menyebut perayaan HUT ke-50 sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan jati diri koperasi yang dibangun atas semangat gotong royong sejak berdiri pada 1976.

Ia memastikan bahwa inovasi dan digitalisasi akan terus menjadi fokus utama agar layanan CU semakin relevan, khususnya bagi generasi muda.

“Kami ingin pelayanan terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan anggota di era digital,” ungkapnya.

Sabinus juga menegaskan komitmen pengurus dalam memperkuat kelembagaan serta meningkatkan kualitas layanan agar CU tetap menjadi pilihan utama anggota dalam mengelola keuangan secara aman dan berkelanjutan.

Perayaan 50 tahun CU Lantang Tipo dihadiri ribuan anggota, pengurus, pengawas, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah daerah. Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada para pendiri, karyawan, dan anggota yang selama ini berkontribusi menjaga keberlanjutan koperasi.

Sebagai lembaga keuangan mikro berbasis anggota, CU Lantang Tipo konsisten mengedepankan pendidikan, pelatihan, serta layanan keuangan berkelanjutan. Tak heran jika koperasi ini dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di wilayah pedalaman Kalimantan Barat.

Sabtu, 17 Januari 2026

ETLE Bukan Sekadar Kamera Tilang, Ini Alarm Kesadaran Tertib Pajak Kendaraan di Kalimantan Barat

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menerima audiensi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalbar, Kombes Pol. Valentinus Asmoro, S.I.K., M.H., beserta jajaran, di Ruang Kerja Wagub Kalbar, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/1/2026).
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menerima audiensi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalbar, Kombes Pol. Valentinus Asmoro, S.I.K., M.H., beserta jajaran, di Ruang Kerja Wagub Kalbar, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/1/2026).

PONTIANAK - Jika selama ini Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE dipersepsikan hanya sebagai kamera tilang otomatis, mungkin saatnya kita melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas. 

Di Kalimantan Barat, ETLE perlahan berubah menjadi simbol pergeseran cara negara membangun kesadaran warganya di jalan raya.

Pernyataan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, dalam audiensi bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar, menjadi sinyal kuat bahwa ETLE bukan semata alat penindakan. 

Sistem ini diarahkan sebagai instrumen edukasi, kontrol, dan penertiban administrasi kendaraan yang selama ini kerap diabaikan.

Realitas di lapangan tidak bisa dipungkiri. Masih banyak kendaraan beroperasi dengan pajak mati, pelat nomor tidak sesuai, atau bahkan data kendaraan yang tidak tercatat dengan baik. 

Praktik ini seolah dianggap wajar, padahal dampaknya besar, mulai dari potensi kecelakaan hingga berkurangnya pendapatan daerah.

ETLE hadir memutus kebiasaan lama itu. Kamera tidak bisa diajak kompromi. Data tidak bisa dinegosiasikan. 

Ketika pelanggaran tercatat secara digital, pemilik kendaraan dipaksa berhadapan dengan fakta bahwa ketertiban bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.

Dari sisi pemerintahan, penerapan ETLE secara luas juga membawa efek ganda. Ketertiban lalu lintas meningkat, keselamatan pengguna jalan lebih terjamin, dan Pendapatan Asli Daerah berpeluang naik dari sektor pajak kendaraan bermotor. Uang itu pada akhirnya kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan publik.

Yang tak kalah penting, ETLE memperbaiki wajah penegakan hukum. Sistem berbasis kamera dan data elektronik menutup celah subjektivitas. 

Semua diperlakukan sama. Tidak ada lagi cerita “lolos karena kenal” atau “damai di tempat”.

Opini publik mungkin masih terbelah. Ada yang merasa diawasi, ada pula yang merasa terbantu. Namun satu hal jelas, ETLE memaksa kita bercermin. 

Sudahkah kita benar-benar tertib, bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar itu bagian dari tanggung jawab sebagai warga?

Minggu, 11 Januari 2026

Wagub Kalbar Krisantus Beri Dukungan Penuh Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026 di Sanggau

Wagub Kalbar Krisantus Beri Dukungan Penuh Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026 di Sanggau
Wagub Kalbar Krisantus Beri Dukungan Penuh Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026 di Sanggau.

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k Tahun 2026. Dukungan ini disampaikan saat ia menerima audiensi panitia pelaksana di ruang kerjanya, Kamis 8 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Krisantus mengapresiasi inisiatif panitia yang kembali mengangkat potensi alam Kalimantan Barat melalui ajang jelajah alam dan trabas. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya ajang olahraga dan petualangan, tetapi juga sarana promosi wisata daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia. Saya sangat mendukung kegiatan ini. Semoga pelaksanaannya berjalan lancar dan keindahan alamnya bisa terdokumentasi dengan baik,” ujar Krisantus dengan penuh harap.

Ia menekankan pentingnya dokumentasi visual selama kegiatan berlangsung, terutama untuk memperkenalkan kekayaan alam Kabupaten Sanggau kepada masyarakat luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026, Ronal, menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memaparkan rencana kegiatan sekaligus mengundang Wakil Gubernur agar dapat hadir langsung pada hari pelaksanaan.

“Kegiatan ini akan digelar di Kabupaten Sanggau, tepatnya di Kecamatan Parindu, Dusun Engkolet, pada 24 Januari 2026. Kami berharap Bapak Wakil Gubernur bisa hadir bersama kami dan sekaligus melepas peserta event trabas,” jelas Ronal.

Ronal juga mengungkapkan bahwa ajang ini akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat dan Jawa Timur, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwa Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k mulai dikenal luas oleh para pecinta trabas dari luar Kalimantan Barat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan sukses dan ke depannya menjadi agenda nasional trabas yang rutin digelar di Kabupaten Sanggau,” tambahnya optimistis.

Jumat, 22 Agustus 2025

Wagub Krisantus Pesan Generasi Dayak Kuasai Teknologi dan Jadi Kreatif Inovatif

Wagub Krisantus Pesan Generasi Dayak Kuasai Teknologi dan Jadi Kreatif Inovatif
Wagub Krisantus Pesan Generasi Dayak Kuasai Teknologi dan Jadi Kreatif Inovatif.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si, menyampaikan pesan penting kepada generasi muda Dayak saat menghadiri kegiatan Orasi dan Pertunjukan Kesenian dalam rangka Seminar Internasional di Halaman Betang Hapakat DAD Kalteng, Kota Palangkaraya, Kamis (21/8/2025). Dalam kesempatan itu, Krisantus menekankan pentingnya pendidikan, penguasaan teknologi, serta kreativitas dan inovasi bagi masa depan masyarakat Dayak.

Menurut Krisantus, kehadiran intelektual Dayak dalam forum seperti ini harus mampu memberikan masukan konstruktif terhadap proses pembangunan di Kalimantan. Ia mengingatkan bahwa perusahaan yang berinvestasi di Kalbar tidak boleh hanya mengeksploitasi kekayaan alam, melainkan juga harus berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya harap kegiatan ini bisa menjadi wadah masukan dan pemikiran yang membawa kemajuan bagi Bangsa Dayak. Pendidikan sangat penting bagi generasi muda Dayak agar mereka bangga dengan identitasnya, mampu menguasai teknologi, serta kreatif dan inovatif dalam melihat peluang untuk sukses di masa depan,” kata Krisantus.

Dalam acara yang sama, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (Sekjen MADN), Yakobus Kumis, turut memberikan orasi. Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan kunci utama untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Dayak. Yakobus juga mengingatkan agar perbedaan agama, suku, dan pandangan tidak dijadikan alasan untuk memecah belah, melainkan harus dilihat sebagai kekuatan untuk saling melengkapi.

“Dayak tidak boleh dipisahkan karena agama atau perbedaan lain. Perbedaan itu justru penguat untuk kita bersatu. Jangan ada ormas Dayak yang saling menjatuhkan, mari bergandengan tangan membangun Dayak sesuai kemampuan masing-masing,” tegas Yakobus.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Seminar Internasional bertema ‘Memperkuat Jati Diri Masyarakat Suku Bangsa Dayak untuk Masa Depan yang Bermartabat dan Berkelanjutan’. Agenda dilanjutkan pada Jumat (22/8/2025) di Kalawa Convention Hall, di mana Wagub Kalbar dijadwalkan menjadi narasumber. Acara ini diharapkan memperkuat kolaborasi antar tokoh Dayak lintas daerah untuk memperjuangkan pembangunan berkelanjutan di tanah Borneo.

Dengan dorongan yang disampaikan Krisantus dan para tokoh adat, diharapkan generasi muda Dayak semakin siap menghadapi tantangan global. Pendidikan dan teknologi disebut sebagai senjata utama agar masyarakat Dayak tidak hanya menjadi penonton, melainkan juga aktor utama dalam pembangunan Kalimantan yang lebih maju dan bermartabat.

Selasa, 29 Juli 2025

Wagub Kalbar Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

Wagub Kalbar Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024
Wagub Kalbar Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024.

Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Ruang Balairungsari Kantor DPRD Provinsi Kalbar, pada Senin, 28 Juli 2025. Agenda utama rapat kali ini adalah penyampaian Pendapat Akhir Kepala Daerah terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.

Rapat paripurna tersebut membahas tiga poin utama:

  1. Penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Kalbar atas laporan Badan Anggaran terhadap Raperda APBD 2024.

  2. Penetapan keputusan DPRD mengenai persetujuan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD.

  3. Penandatanganan kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalbar atas Raperda tersebut.

Rapat paripurna ini menjadi momen penting dalam siklus anggaran daerah. Sesuai dengan Pasal 195 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda yang telah disetujui DPRD akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri paling lambat empat hari setelah disetujui, untuk dilakukan evaluasi sebelum ditetapkan oleh Gubernur.

Dalam sambutannya, Wagub Krisantus menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD, khususnya Badan Anggaran, atas kerja keras dalam proses pembahasan Raperda APBD 2024.

“Saran, masukan, dan catatan dari DPRD akan kami tindaklanjuti dalam proses penyusunan anggaran, penatausahaan, hingga pelaporan. Informasi keuangan ini menjadi dasar pengambilan keputusan yang akuntabel dan efektif demi tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Wagub.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua, Wakil Ketua, dan seluruh anggota DPRD Kalbar yang telah berperan aktif mulai dari perencanaan hingga tahap persetujuan akhir.

“Kami berharap dukungan dari seluruh pihak, terutama legislatif, agar pelaksanaan APBD berjalan sesuai aturan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Anggota DPRD, serta sejumlah pejabat penting dari lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar. Kehadiran mereka menandai kuatnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam pembangunan daerah.

Dengan disetujuinya pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2024, Pemerintah Provinsi Kalbar menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. Hal ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kalbar secara menyeluruh.

Sabtu, 19 Juli 2025

Kalbar Siapkan APBD 2026 Senilai Rp6,2 Triliun Demi Pembangunan yang Lebih Merata dan Berkeadilan

Kalbar Siapkan APBD 2026 Senilai Rp6,2 Triliun Demi Pembangunan yang Lebih Merata dan Berkeadilan
Kalbar Siapkan APBD 2026 Senilai Rp6,2 Triliun Demi Pembangunan yang Lebih Merata dan Berkeadilan.

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tengah bersiap menyusun arah pembangunan tahun depan melalui penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Tahun Anggaran 2026. 

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus S.IP., M.Si., menghadiri langsung rapat paripurna penyampaian dokumen penting ini di Ruang Balirungsari DPRD Kalbar, Kamis, 17 Juli 2025.

Dalam penjelasannya, Krisantus menyampaikan bahwa penyusunan APBD harus melalui proses yang terarah dan terstruktur sesuai aturan yang berlaku, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019. 

Proses tersebut dimulai dari penyusunan KUA dan PPAS sebagai landasan dalam menyepakati arah kebijakan anggaran bersama DPRD.

Rancangan KUA-PPAS ini memuat gambaran lengkap soal capaian kinerja sebelumnya, target baru, serta plafon anggaran sementara. 

Informasinya meliputi kondisi ekonomi daerah, asumsi makro dalam menyusun APBD, serta rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.

Krisantus menegaskan bahwa KUA dan PPAS ini punya fungsi strategis, mulai dari merumuskan arah pendapatan baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer pusat, maupun sumber sah lainnya—hingga menyusun kebijakan belanja yang menyentuh belanja operasional, modal, belanja tak terduga, hingga transfer daerah. 

Tak ketinggalan, pembiayaan pun turut diatur, termasuk penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Bicara soal arah ekonomi Kalbar, Krisantus menyebutkan bahwa target yang ditetapkan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar 2025–2029. 

Target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 berada di kisaran 5,19% hingga 6,17%. 

Sementara itu, pengangguran ditargetkan turun ke angka 4,75%, tingkat kemiskinan diharapkan menurun ke kisaran 5,75%–6,25%, dan rasio gini dipatok di angka 0,302.

Asumsi makro yang digunakan dalam menyusun APBD 2026 antara lain inflasi ditargetkan antara 1,5% hingga 3,5%, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.500–Rp16.900 per USD, harga CPO ditaksir berada di angka USD850–USD1.200 per ton, dan harga tandan buah segar sawit berkisar antara Rp1.500–Rp3.500 per kilogram.

Untuk sisi pendapatan, Pemprov Kalbar berupaya maksimal meningkatkan PAD dengan optimalisasi pajak daerah dan aset yang belum dimanfaatkan. 

Selain itu, dana transfer dari pusat serta hibah juga menjadi perhatian utama. 

Belanja daerah difokuskan untuk mendukung pencapaian target RPJMD seperti pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan, dan ketertiban umum.

Tahun 2026, Pemprov Kalbar menargetkan volume APBD mencapai Rp6.203.633.510.795. 

Dari jumlah itu, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp5.903.633.510.795. 

Sementara belanja terdiri dari belanja operasi senilai Rp4.430.330.294.112, belanja modal Rp713.416.595.976, belanja tidak terduga Rp25.000.000.000, dan belanja transfer Rp984.886.620.707.

Namun, ada defisit anggaran sekitar Rp250 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan. 

Target penerimaan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp300 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp50 miliar. 

Dana ini bersumber dari SiLPA tahun anggaran sebelumnya.

Di akhir sambutannya, Krisantus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPRD Provinsi Kalbar dan seluruh peserta rapat atas kerja sama dan perhatian penuh dalam proses penyusunan arah kebijakan fiskal tahun depan. 

Menurutnya, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan Kalbar yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Dengan perencanaan matang dan sinergi yang kuat, diharapkan APBD 2026 benar-benar menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat secara nyata.

Wagub Krisantus Tegaskan Tolak Eksploitasi Sumber Daya Alam yang Tidak Menguntungkan Masyarakat Lokal

Wagub Krisantus Tegaskan Tolak Eksploitasi Sumber Daya Alam yang Tidak Menguntungkan Masyarakat Lokal
Wagub Krisantus Tegaskan Tolak Eksploitasi Sumber Daya Alam yang Tidak Menguntungkan Masyarakat Lokal.

KUBU RAYA - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dengan tegas menyuarakan keresahannya terhadap praktik eksploitasi sumber daya alam yang justru tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Dalam momen peringatan Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke-18 pada kamis kemarin (17/7/2025), Krisantus menyampaikan sikapnya secara gamblang di hadapan publik.

Pernyataan Tegas Wakil Gubernur Kalimantan Barat Soal Investor yang Ambil Sawit dan Tambang Tanpa Peduli Rakyat

Ia menyentil keras para investor yang hanya datang untuk mengambil kekayaan alam, seperti kelapa sawit dan hasil tambang, tanpa memikirkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar. 

Menurutnya, Kalbar bukanlah tempat untuk dijadikan ajang pengerukan sumber daya tanpa rasa tanggung jawab.

"Kalau hanya datang untuk ambil sawit, ambil tambang, tapi masyarakat tetap hidup susah, saya akan bersikap. Kalimantan Barat ini bukan untuk dieksploitasi. Saya ingin kekayaan alam di Kalbar benar-benar jadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat", ujarnya penuh semangat.

Lebih lanjut, Krisantus juga mendorong agar seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalbar benar-benar menjalankan program tanggung jawab sosial atau CSR secara serius. 

Ia menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam setiap aktivitas bisnis.

Bukan cuma tenaga buruh, tapi sumber daya manusia lokal yang punya pendidikan dan kemampuan juga harus dikasih ruang untuk berkembang. 

Jangan biarkan potensi anak daerah kita disia-siakan, tambahnya.

Pernyataan Wakil Gubernur ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak agar pembangunan di Kalbar tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tapi benar-benar berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. 

Sudah saatnya hasil bumi Kalimantan Barat membawa kemakmuran, bukan sekadar jadi angka keuntungan di atas kertas perusahaan.

Penolakan Rumah Ibadah di Desa Kapur, Wagub Kalbar Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Kubu Raya

Penolakan Rumah Ibadah di Desa Kapur, Wagub Kalbar Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Kubu Raya
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., saat menghadiri Upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke 18 bertempat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

KUBU RAYA - Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke-18 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis kemarin (17/7/2025), Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan pesan yang sangat tegas dan menyentuh hati. 

Ia mengecam segala bentuk tindakan intoleransi yang dapat mengancam kerukunan dan kedamaian di masyarakat.

Krisantus menanggapi laporan terkait penolakan pendirian rumah ibadah oleh forum RT di Desa Kapur. 

Ia meminta agar Pemkab Kubu Raya segera menyelesaikan persoalan tersebut. 

Menurutnya, tidak boleh ada satupun warga atau kelompok yang menghalangi berdirinya rumah ibadah, apapun agama yang dianut.

Ia menyatakan dengan lantang bahwa toleransi adalah fondasi penting bagi kemajuan dan perdamaian Kalimantan Barat. 

Ketegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi benar-benar ingin membangun daerah yang aman, damai, dan inklusif bagi seluruh warganya tanpa kecuali.

Tak hanya itu, Krisantus juga menekankan bahwa rasa aman adalah syarat utama dalam proses pembangunan dan masuknya investasi. Tanpa rasa aman, tidak ada satupun sektor usaha yang bisa berjalan. 

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir keberadaan kelompok atau organisasi masyarakat yang bisa memicu konflik atau mengganggu ketertiban.

Sikap tegas Wakil Gubernur ini mendapat dukungan langsung dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Ia menegaskan bahwa begitu menerima laporan mengenai surat penolakan pendirian rumah ibadah dari forum RT di Desa Kapur, ia langsung mengambil tindakan. 

Sekretaris Daerah diminta untuk memanggil camat, kepala desa, dan forum RT guna melakukan klarifikasi menyeluruh. 

Sujiwo menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kelompok-kelompok yang menolak toleransi di wilayahnya.

Langkah cepat dan tegas ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan keberagaman. 

Toleransi bukan hanya soal menghargai perbedaan, tapi juga menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan jangka panjang. 

Dalam suasana peringatan hari jadi Kubu Raya, pesan tentang pentingnya hidup rukun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati lahir dari kedamaian dan kebersamaan.

Jika semua pemimpin di daerah memiliki semangat dan ketegasan seperti ini, bukan tidak mungkin Kalimantan Barat bisa menjadi contoh nasional dalam membangun wilayah yang harmonis, maju, dan sejahtera untuk semua.

Wagup Kalbar Krisantus Bangga Bupati Kubu Raya Selalu Turun Langsung ke Daerah Terpencil Menemui Warga

Wagup Kalbar Krisantus Bangga Bupati Kubu Raya Selalu Turun Langsung ke Daerah Terpencil Menemui Warga
Wagup Kalbar Krisantus Bangga Bupati Kubu Raya Selalu Turun Langsung ke Daerah Terpencil Menemui Warga.

KUBU RAYA - Momen peringatan Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke-18 menjadi saksi betapa besar apresiasi yang diberikan kepada sosok pemimpin daerah yang benar-benar dekat dengan masyarakatnya. 

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap kepemimpinan Bupati Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto yang dinilainya sangat luar biasa.

Dalam upacara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada 17 Juli 2025 itu, Krisantus menyampaikan secara langsung kekagumannya terhadap kedua pemimpin tersebut. 

Ia mengatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya memang jarang terlihat dalam rapat-rapat di tingkat provinsi, bukan karena menghindar atau tak aktif, melainkan karena mereka lebih memilih untuk turun langsung ke lapangan, mendampingi masyarakat.

Menurut Krisantus, sosok pemimpin seperti itu sangat langka mereka rela menyusuri sungai, bahkan menyeberang laut hanya untuk memastikan bahwa setiap sudut wilayah Kubu Raya, termasuk daerah-daerah terluar, tidak terabaikan. 

Kepedulian seperti inilah yang menurutnya patut diapresiasi dan dijadikan teladan oleh daerah lain.

Kondisi geografis Kubu Raya yang cukup luas dan sebagian besar hanya bisa diakses lewat jalur air tentu menjadi tantangan berat dalam menjalankan roda pemerintahan. 

Namun justru di tengah keterbatasan itulah muncul kekuatan, yakni sinergi yang solid antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Wakil Gubernur menegaskan pentingnya kerja sama lintas jenjang pemerintahan agar pembangunan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata. 

Baginya, apa yang dilakukan oleh Bupati Sujiwo dan Wakilnya menjadi contoh ideal tentang bagaimana seorang pemimpin tidak hanya hadir dalam pidato, tapi juga dalam peluh perjuangan di lapangan.

Kisah ini bukan sekadar kabar seremonial, tapi juga cermin harapan bahwa kepemimpinan yang berpihak pada rakyat masih nyata dan hidup. 

Dan Kubu Raya, dengan segala keterbatasannya, justru memperlihatkan cahaya semangat itu dengan terang.

Kubu Raya Usia 18, Saatnya Wujudkan Daerah Sejahtera Tanpa Eksploitasi

Kubu Raya Usia 18, Saatnya Wujudkan Daerah Sejahtera Tanpa Eksploitasi
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., bertindak menjadi Inspektur Upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke 18 bertempat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

KUBU RAYA - Perayaan ulang tahun Kabupaten Kubu Raya yang ke-18 terasa sangat istimewa. Ribuan peserta memadati halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis kemarin (17/7/2025) untuk mengikuti upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. 

Dalam momen tersebut, Krisantus menyampaikan pesan penting yang menyentuh banyak hati: sudah saatnya Kubu Raya dan Kalbar secara umum tidak lagi hanya jadi ladang eksploitasi sumber daya alam tanpa memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Dengan nada tegas dan penuh semangat, Krisantus menyampaikan bahwa Kalbar bukanlah tempat untuk dijadikan objek eksploitasi. 

Ia mengkritisi keras keberadaan investor yang hanya mengambil kekayaan alam seperti sawit dan tambang, tetapi meninggalkan rakyat dalam kondisi miskin. 

Menurutnya, hasil bumi Kalimantan Barat seharusnya menjadi sumber kesejahteraan, bukan penderitaan.

Sebagai solusi, Wagub mendorong agar program CSR (Corporate Social Responsibility), penyerapan tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan masyarakat dijalankan secara nyata dan maksimal. 

Ia menekankan bahwa masyarakat lokal bukan hanya berperan sebagai buruh, tapi juga harus dilibatkan dalam posisi strategis. 

Terutama mereka yang sudah memiliki pendidikan dan keterampilan.

Krisantus juga menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Kabupaten Kubu Raya yang telah memasuki usia 18 tahun. 

Ia menyebut usia tersebut ibarat masa awal kuliah bagi manusia, masa yang penuh semangat, tantangan, dan potensi. 

Dengan penuh keyakinan, ia menggambarkan Kubu Raya sebagai anak muda berprestasi yang akan “lulus dengan cumlaude” di bawah kepemimpinan Bupati Sujiwo.

Dalam sambutannya, Krisantus juga memuji gaya kepemimpinan Bupati Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto. 

Ia menilai keduanya sangat dekat dengan masyarakat dan tidak segan terjun langsung ke lapangan, bahkan harus menyeberangi sungai dan laut demi menjangkau warga di pelosok. 

Inilah bentuk kepemimpinan yang menurutnya patut diapresiasi.

Kondisi geografis Kubu Raya yang luas dan tidak semuanya bisa diakses lewat jalur darat menjadi tantangan tersendiri. 

Oleh karena itu, Krisantus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Isu toleransi juga menjadi sorotan utama dalam pidato Krisantus. Ia menyinggung soal penolakan pendirian rumah ibadah di Desa Kapur oleh forum RT, dan dengan tegas menyatakan tidak akan mentoleransi tindakan intoleransi seperti itu. 

Ia menyerukan agar semua pihak menjaga kerukunan dan tidak menghalangi siapapun untuk beribadah sesuai keyakinannya.

Lebih lanjut, Krisantus menekankan bahwa rasa aman adalah kunci utama agar pembangunan dan investasi bisa berjalan lancar. 

Ia tidak segan bersikap keras terhadap kelompok atau organisasi yang berpotensi memicu konflik sosial.

Menanggapi hal itu, Bupati Sujiwo menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan intoleransi di Desa Kapur. 

Ia langsung menginstruksikan Sekda untuk memanggil camat, kepala desa, serta forum RT guna mencari solusi. 

Bupati menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi sikap anti-toleransi di Kubu Raya.

Dalam momen tersebut, Sujiwo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendiri Kubu Raya dan masyarakat yang telah berkontribusi besar dalam membangun daerah ini. 

Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan hati dan memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.

Menutup sambutannya, Sujiwo menyampaikan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi maupun pusat. 

Menurutnya, Kubu Raya tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar program-program strategis bisa berjalan dengan maksimal.

Usai memimpin upacara, Krisantus mengikuti acara ramah tamah bersama jajaran Pemkab Kubu Raya, Forkopimda, dan para pemangku kepentingan lainnya. 

Suasana penuh kehangatan itu menjadi penutup indah dari peringatan Hari Jadi Kubu Raya yang ke-18, sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan daerah ini bergantung pada sinergi, toleransi, dan keberpihakan terhadap masyarakat.

Jumat, 18 Juli 2025

Warisan Tak Ternilai: Wagub Kalbar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Dayak di Tengah Gempuran Zaman

Warisan Tak Ternilai: Wagub Kalbar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Dayak di Tengah Gempuran Zaman
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Sintang – Budaya adalah jati diri, dan jati diri tak boleh hilang begitu saja. Itulah pesan mendalam yang disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menghadiri Pekan Gawai Dayak (PGD) Sintang ke-12 yang berlangsung meriah di Rumah Betang Tampun Juah, Desa Jerora Satu, pada Rabu, 16 Juli 2025.

Dengan penuh rasa syukur, Krisantus menyampaikan bahwa bisa hadir di tengah masyarakat adat Dayak merupakan sebuah berkah yang luar biasa. Baginya, acara budaya seperti ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk menyatukan hati dan kembali mengenang akar budaya yang diwariskan para leluhur.

“Kita patut bersyukur masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk berkumpul di acara penuh makna ini. Gawai Dayak bukan hanya hiburan, tapi bentuk syukur atas karir, kesehatan, dan seluruh berkat yang telah kita terima selama satu tahun terakhir,” ujarnya dengan semangat.

Gawai Dayak: Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Wujud Syukur dan Identitas

Gawai Dayak, yang rutin diselenggarakan setiap tahun, adalah salah satu acara budaya terbesar yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Dalam acara ini, masyarakat adat Dayak tak hanya menampilkan seni dan budaya, tetapi juga menunjukkan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Wakil Gubernur Kalbar menegaskan bahwa gawai memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar makan minum atau musik tradisional.

“Gawai Dayak adalah bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur. Ini bukan acara seremonial biasa, tapi warisan spiritual yang punya nilai tinggi bagi masyarakat Dayak,” tegas Krisantus.

Tantangan Budaya di Era Modern: Tetap Eksis di Tengah Arus Teknologi

Satu hal yang jadi perhatian serius adalah bagaimana budaya lokal bisa tetap eksis di tengah kemajuan zaman. Di era digital dan globalisasi seperti sekarang, sangat mudah bagi budaya tradisional tergeser oleh budaya luar. Krisantus mengingatkan, jika kita lengah, budaya bisa hilang dan hanya menjadi cerita.

“Kalau kita tidak jaga budaya kita sendiri, lama-lama bisa punah. Budaya adalah identitas, dan identitas adalah harga diri. Kalau kita kehilangan itu, kita kehilangan segalanya,” katanya dengan penuh ketegasan.

Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh masyarakat, terutama generasi muda, tak hanya bangga dengan budaya Dayak, tapi juga aktif melestarikannya lewat berbagai cara — mulai dari ikut kegiatan adat, belajar bahasa daerah, hingga menggunakan media sosial untuk memperkenalkan budaya ke dunia.

Apresiasi atas Perubahan Positif: Infrastruktur Meningkat, Semangat Bertambah

Kehadiran Krisantus juga menjadi momen untuk melihat langsung perkembangan fasilitas di lokasi acara. Salah satu yang mendapat sorotan adalah perbaikan halaman Rumah Betang Tampun Juah, yang kini sudah rapi dan disemen.

“Saya ingat dulu kalau pakai sepatu putih ke sini pasti kotor karena becek. Tapi sekarang sudah dibeton, ini menunjukkan bahwa panitia dan masyarakat punya komitmen untuk membuat Gawai Dayak semakin baik setiap tahun,” ucapnya sambil tersenyum puas.

Perbaikan ini tak hanya mempermudah pelaksanaan acara, tapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan keinginan bersama untuk memajukan budaya Dayak secara menyeluruh.

Komitmen Pemprov Kalbar: Budaya Dayak Harus Mendunia

Tak berhenti di acara lokal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendorong agar Gawai Dayak bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. Krisantus mengatakan, pelestarian budaya bukan hanya tugas satu kelompok, tapi tanggung jawab semua pihak.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia pun menyerahkan bantuan secara simbolis kepada panitia PGD Sintang ke-12 yang diterima langsung oleh Ketua Panitia. Bantuan ini diharapkan bisa mendorong semangat panitia dan masyarakat dalam menggelar kegiatan budaya yang lebih meriah dan bermutu di tahun-tahun mendatang.

Menjaga Budaya Adalah Menjaga Masa Depan

Dalam suasana penuh kearifan lokal dan semangat persaudaraan, pesan yang dibawa Wakil Gubernur Kalbar terasa sangat kuat: budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tapi fondasi masa depan. Apa jadinya kita jika kehilangan akar dan identitas? Karena itu, menjaga budaya adalah investasi untuk generasi yang akan datang.

Acara Gawai Dayak ke-12 di Sintang ini bukan hanya perayaan, tapi juga bentuk cinta yang tulus kepada tradisi, nilai, dan warisan luhur yang tak ternilai harganya. Semoga semangat ini terus menyala di hati masyarakat Kalimantan Barat dan Indonesia pada umumnya.

Selasa, 15 Juli 2025

Wagub Kalbar Lantik PMKRI Pontianak dan Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Bahasa Inggris untuk SDM Unggul

Wagub Kalbar Lantik PMKRI Pontianak dan Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Bahasa Inggris untuk SDM Unggul
Wagub Kalbar Lantik PMKRI Pontianak dan Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Bahasa Inggris untuk SDM Unggul.

Pontianak — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus S.IP., M.Si., hadir dalam momen penting pelantikan pengurus baru PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Cabang Pontianak Santo Thomas More untuk periode 2025-2026. Acara ini berlangsung di Aula Rumah Dinas Ketua DPRD Provinsi Kalbar pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Krisantus mengucapkan selamat kepada para pengurus baru dan memberikan pesan penuh semangat tentang pentingnya kepercayaan diri serta kesiapan generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan.

"Kalian semua adalah masa depan bangsa. Jangan ragu untuk bermimpi besar dan berani tampil sebagai pemimpin. Percaya diri itu kuncinya," ucapnya dengan semangat.

Lebih dari sekadar pelantikan, acara ini juga menjadi momen refleksi tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan. Wakil Gubernur mengajak PMKRI untuk terus menanamkan nilai cinta kasih, menjauhkan diri dari rasa iri, dan tetap berdiri netral dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks.

“Toleransi itu pondasi. Tanpa toleransi, kita gampang terpecah. Mahasiswa harus bisa jadi contoh dalam menjaga persatuan,” tambahnya.

Literasi dan Bahasa Inggris Jadi Kunci Masa Depan

Salah satu sorotan utama dalam pidato Krisantus adalah pentingnya literasi digital dan penguasaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Menurutnya, di tengah derasnya informasi digital dan tantangan global yang makin rumit, kemampuan memilah informasi dan berkomunikasi dalam bahasa internasional menjadi hal mutlak.

“Kita hidup di era digital dan global. Bahasa Inggris bukan cuma pelajaran tambahan, tapi skill wajib. Banyak ilmu dan teknologi terbaru ditulis dalam Bahasa Inggris. Kalau anak muda Kalbar bisa menguasainya, kita bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan melampauinya,” jelasnya.

Krisantus juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dimulai dari generasi muda. Ia mendorong PMKRI untuk aktif mengambil peran sebagai motor penggerak perubahan di Kalbar, baik melalui kegiatan sosial, pendidikan, maupun advokasi isu-isu strategis daerah.

Tak hanya membahas SDM, Krisantus turut menyoroti pentingnya peninjauan ulang skema transfer dana ke daerah. Menurutnya, formula yang berbasis luas wilayah seharusnya lebih adil jika mempertimbangkan jumlah penduduk. Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan hasil bumi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalbar.

“Kalbar harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan bijak dan tepat sasaran,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Krisantus menyampaikan harapan besar kepada seluruh anggota PMKRI agar bisa menjadi generasi unggul yang berkontribusi nyata bagi Kalimantan Barat dan Indonesia.

“Saya ingin kalian semua jadi agen perubahan. Pegang teguh nilai toleransi, tetap independen, kuasai literasi digital, dan pastikan Bahasa Inggris ada di genggaman kalian. Dengan begitu, kalian siap bersaing di level global dan membawa Kalbar menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Kamis, 19 November 2020

Bagi Desa-Desa Belum Ada jaringan PLN, Begini Caranya!

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Krisantus (Tengah Merah). [Foto: Tim]

BorneoTribun | Kalbar - Warga antusias menyambut figur pemimpin yang merakyat Calon Bupati Sekadau nomor urut 2, Rupinus hadir di kampung mereka di Desa Tapang Perodah, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Rabu (18/11/2020) malam.

Kehadiran Rupinus didampingi seorang yang sudah lama bergelut di dunia politik dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Sanggau sejak tahun 1999-2004, pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Sekadau periode 2009-2014, selain itu, juga pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat periode 2014-2019, dan sekarang menjabat sebagai Wakil Bupati Sekadau.

Siap dia? Dia adalah Aloysius putra asli dari Balai Sepuak Belitang Hulu. 

Rupinus dan Aloysius sampai bulan Februari 2021 masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sekadau. Selama kegiatan kampanye Rupinus dan Aloysius berstatus cuti sampai tanggal 5 Desember 2020.

Rupinus dan Aloysius maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sekadau nomor urut 2 pada pilkada 9 Desember 2020.

Beberapa titik sudah didatangi, bebarapa kampung sudah di kunjungi, dan beberapa tempat sudah di singgahi. Itulah yang dilakukan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sekadau nomor urut 2 untuk memenangkan Rupinus-Aloysius pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Kali ini, sosialisasi pemenangan calon Bupati dan Wabup No urut 2 di Desa Tapang Prodah, dihadiri langsung oleh legislator PDIP dari Anggota DPR RI yakni, Krisantus Kurniawan, dan para relawan Kamang.

RUPINUS: "Jaringan PLN, Sudah Saya Rekomendasikan dan sampaikan Ke Pihak General Menejer Ranting Kalimantan Barat"


Kampanye RA di Desa Tapang Perodah. [Foto: Tim]

Calon Bupati Sekadau nomor urut 2, Rupinus menyampaikan kepada warga Desa Tapang Perodah terkait rencana program pembangunan infrastruktur dan khususnya jaringan listrik (PLN) yang memang belum tersentuh di Desa Tapang Prodah, Desa Nanga Pemubuh dan Desa Setawar, terkait keinginan yang disampaikan beberapa orang warga disini.

"Sudah saya rekomendasikan dan sudah saya sampaikan kepada pihak General Menejer Ranting Kalimantan Barat. Seandainya tidak juga ada respon dari pihak PLN wilayah Kalbar, akan dibantu bapak Krisantus selaku anggota DPR RI ke pihak Dirut PLN Pusat." tegas Rupinus.

Selain itu, Rupinus berharap pada tanggal 9 Desember nanti, warga di Desa Tapang Perodah untuk datang ke TPS dan memilih nomor urut dua, yaitu Rupinus-Aloysius. "Jangan ada yang golput." pesan Rupinus.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Krisantus (Tengah Merah). [Foto: Tim]

Sementara, Krisantus berpesan kepada para warga Tapang Perodah, pada Pilkada ini adalah pesta demokrasi yang wajib diikuti seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau.

"Gunakan hak pilih sebaik mungkin, kemudian pilih calon pemimpin yang benar-benar baik dan yang kita yakini mampu untuk membawa daerah kita Kabupaten Sekadau kearah yang lebih baik." ajak Krisantus Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

"Jangan terpengaruh dengan money politik, jangan tertarik dengan hadiah-hadiah yang sifatnya sesaat. Tetapi kita harus berpikir 5 tahun kedepannya. Hak politik bapak-ibu sangat berharga demi kelangsungan pelayanan kemasyarakatan dan pembangunan." kata Krisantus.

"Secara khusus di Kabupaten Sekadau ini, dan saya yakin apabila masyarakat Tapang Prodah dan umumnya masyarakat Kabupaten Sekadau, menetapkan pilihan kepada calon pemimpin yang tepat dan benar, yaitu bapak Rupinus-Aloysius, saya yakin RA bisa membawa Kabupaten Sekadau ini menjadi lebih baik dan lebih maju 5 tahun kedepannya." kata Krisantus.

Krisantus menjelasakan, terkait keinginan masyarakat terhadap pengadaan PLN, untuk pasangan RA tidak perlu lagi berkalau-kalau. 

"Artinya, saya anggota DPR pusat sudah tentu siap membantu dan bersinergi memperjuangkan kepentingan masyarakat." tegas Krisantus.

Untuk pembangunan infrastruktur, program tersebut sudah direncanakan atau diakomodir dari APBD Kabupaten.

"Nah, kalaupun anggaran Kabupaten tidak cukup, sudah tentu Pemerintah Provinsi bisa membantu. Dan apabila anggaran Pemerintah Provinsi juga tidak mampu, pemerintah Pusat tetap bisa membantu. Dengan catatan harus bersinergi antara pihak Pemerintah Kabupaten, Propinsi sampai ke Pemerintah Pusat." terangnya.

Kemudian masalah jaringan PLN, lanjut Krisantus, tidak seorangpun calon Bupati dan Wabub yang bisa ngomong, misalnya, salah satu calon mengatakan kalau terpilih menjadi Bupati dan Wabub akan masukkan PLN.

Bagi Desa-Desa Belum Ada jaringan PLN, Begini Caranya!


Tapi yang diperlukan adalah sinkronisasi dan koordinasi semua pihak berdasarkan proposal atau usulan yang diserahkan pihak pemerintah Desa yang belum teraliri listrik itu. 

"Nanti usulan atau proposal dari Desa itu diserahkan kepada Bupati, setelah itu Bupati harus membuat rekomendasi kepihak General Menejer PLN wilayah Propinsi Kalbar." kata Krisantus.

"Dan apabila, toh semua itu belum juga terealisasi, saya selaku anggota DPR RI, saya siap untuk membantu keinginan masyarakat yang belum merasakan jaringan listrik ini. Saya siap memperjuangkan keinginan masyarakat dan akan menghadap langsung kepihak Dirut PLN Pusat, dan saya yakin akan berhasil," pungkas Krisantus Anggota DPR RI. (Tim)