Iklan

logo

Angola berutang sekitar $1miliar ke Perusahaan Energi

BorneoTribun
7/01/2021 05:30:00 AM Last Updated 2021-06-30T22:30:21Z
Angola berutang sekitar $1miliar ke Perusahaan Energi
Ilustrasi.

BORNEOTRIBUN.COM - Angola berutang ladang minyak sekitar $1 miliar ke beberapa perusahaan minyak barat yang mengoperasikan ladang minyaknya.

Ketika RUU mendorong penjualan saham yang baru-baru ini diluncurkan di blok lepas pantai andalan negara Afrika itu, sebagaimana tiga sumber industri itu menyampaikan kepada wartawan. 

Besaran utang yang menumpuk selama beberapa tahun pertanda semakin dalam keterpurukan finansial di raksasa minyak negara Sonangol, salah satu perusahaan terbesar di Afrika, karena kurangnya investasi di ladang lepas pantai yang menurun dan memburuk selama pandemi COVID-19.

Ilustrasi.

Itu terjadi ketika beberapa perusahaan global mempertimbangkan kembali kehadiran mereka dalam industri berbiaya tinggi di seluruh dunia agar dapat mempercepat pencapaian target iklim mereka.

Dengan demikian, ladang lepas pantai Angola yang menua dan kompleks menjadi prospek yang kurang menarik.

Lelang aset yang diumumkan Angola pada 14 Juni 2021, sumber itu menambahkan, terkait dengan kegagalan yang sebelumnya tidak dilaporkan, dalam kewajiban pembayaran tunai sesuai kontrak untuk pengelolaan ladang-ladang minyak tersebut.

Ilustrasi.

"Sonangol tidak dapat memenuhi persyaratan finansial di beberapa blok yang paling membutuhkan investasi," papar seorang sumber perbankan kepada Wartawan, sekaligus menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan internasional dalam beberapa kasus telah mengambil alih produksi Angola. 

Sonangol dan Kementerian Sumber Daya Minyak dan Mineral Angola tidak menanggapi permintaan berkomentar dari Wartawan. 

Sonangol menawarkan saham di delapan ladang, termasuk 10 persen dari 45 persen kepemilikannya di ladang raksasa Blok 31 yang dioperasikan BP dan 10 persen saham di blok 15/06 yang dioperasikan Eni, kata menteri perminyakan negara Afrika itu.

Aset yang ditawarkan itu dapat menambah sedikitnya $2 miliar, kata dua sumber industri.

Berdasarkan perjanjian bagi hasil (PSA) ladang minyak, pemegang saham diharuskan membayar operator lapangan untuk menutupi biaya pemeliharaan dan perluasan produksi.

Perusahaan minyak nasional tuan rumah dapat memilih untuk membayar kewajiban pembayaran itu secara tunai atau barel minyak.

Ilustrasi.

Di antara perusahaan migas yang mengoperasikan ladang minyak di Angola sekaligus bermitra dengan Sonangol yang mencakup Eni, BP, ExxonMobil dan TotalEnergies, menolak berkomentar sementara Chevron tidak segera memberi tanggapan.

Gagal bayar utang itu juga muncul beberapa kali sejak tahun 2014 tetapi secara dramatis memburuk pada 2019 dengan lonjakan saat pandemi COVID-19 tahun lalu, kata sumber tersebut. 

Sumber itu juga mencatat kenaikan harga minyak dapat memperbaiki prospek keuangan perusahaan tersebut. [mg/jm]

Oleh: VOA
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Angola berutang sekitar $1miliar ke Perusahaan Energi

Terkini di BorneoTribun