Berita Borneotribun.com: Lamine Yamal Hari ini
Tampilkan postingan dengan label Lamine Yamal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lamine Yamal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2025

Yamal Nyentil Madrid: "Baru Boleh Kritik Kalau Udah Bisa Kalahin Barca!"

Yamal Nyentil Madrid: "Baru Boleh Kritik Kalau Udah Bisa Kalahin Barca!"
Yamal Nyentil Madrid: "Baru Boleh Kritik Kalau Udah Bisa Kalahin Barca!"

JAKARTA - Gila sih, Lamine Yamal bener-bener jadi bahan omongan setelah laga seru final Copa del Rey antara Barcelona vs Real Madrid akhir pekan kemarin. Gak cuma karena performa di lapangan yang ciamik, tapi juga karena komentarnya yang bikin panas telinga fans Los Blancos. 

Usai bantu Barca menang dramatis 3-2 lewat dua assist-nya, Yamal dengan santai nyentil Madrid: “Mereka belum bisa ngapa-ngapain musim ini, jadi gak bisa ngomong apa-apa.”

Dua Assist, Satu Piala, dan Tiga Kali Bikin Madrid Gigit Jari

Yamal bener-bener jadi sorotan di partai final Copa del Rey. Dalam usia yang baru 17 tahun, dia ngasih dua assist krusial buat Pedri dan Ferran Torres yang bikin Barca keluar sebagai juara Copa del Rey ke-32 mereka. Rekor banget tuh!

Tapi yang bikin tambah pedes buat fans Madrid, ini adalah Clasico ketiga musim ini yang dimenangin Barca. Sebelumnya, mereka juga menang 4-0 di kandang Madrid di LaLiga dan 5-2 di final Supercopa de Espana bulan Januari. Artinya, Hansi Flick pelatih baru Barca udah ngalahin Madrid tiga kali beruntun. Dan cuma Pep Guardiola yang pernah punya rekor debut Clasico seoke itu sebelumnya.

“Mereka Belum Bisa Ngalahin Kami Tahun Ini”  kata Yamal

Abis laga, Yamal gak pake basa-basi. Di depan media dia ngomong lantang: “Mereka gak bisa ngapa-ngapain ke kita tahun ini, dan kita udah nunjukin itu.” Wuihh… panas!

Komentarnya langsung dibalas sinis sama fans Madrid dan beberapa media Spanyol. Tapi Yamal? Tetep kalem. “Selama gue menang, mereka gak bisa ngomong apa-apa. Nanti kalo udah bisa ngalahin gue, baru deh boleh kritik,” ujarnya menjelang laga semifinal Liga Champions lawan Inter Milan.

Gak Ada Takut, Cuma Ada Semangat

Soal rasa percaya diri, bocah asal Mataro ini juga gak main-main. Meski masih muda, dia ngaku udah ninggalin rasa takutnya dari zaman main bola di taman. “Gue gak takut, yang ada malah termotivasi. Butterfly in my stomach itu tandanya semangat, bukan takut,” kata Yamal.

Dia juga bilang suasana di final Copa del Rey justru bikin dia makin pengen nikmatin pertandingan, bukan ngerasa ditekan. “Gue gak ngerasa ada tekanan. Malah itu suasana yang seru buat dinikmatin.”

Statistik Gila: Ungguli Semua Wonderkid Eropa

Musim ini, Yamal udah nyumbang 34 keterlibatan gol di semua kompetisi – 14 gol dan 20 assist! Di skuad Barca, cuma Raphinha (51) dan Lewandowski (43) yang punya kontribusi lebih banyak. Dan dibandingkan semua remaja di lima liga top Eropa, dia unggul jauh. Di bawah dia ada Desire Doue dari PSG yang baru nyumbang 24 keterlibatan gol.

Dibandingin Messi? Yamal Cuek Aja

Banyak yang udah mulai nyamain Yamal sama Lionel Messi, apalagi sejak dia mulai bersinar di level top. Tapi dia lebih milih jalanin kariernya tanpa tekanan perbandingan. “Gue gak suka banding-bandingin, apalagi sama Messi. Dia emang terbaik sepanjang masa, tapi gue cuma pengen jadi diri gue sendiri,” jelasnya.

Fokus ke Liga Champions

Setelah menang lawan Madrid, fokus Yamal sekarang pindah ke Liga Champions. Barca bakal lawan Inter Milan di semifinal leg pertama tengah pekan ini. Yamal bakal jadi salah satu kunci di lini serang, dan para fans pasti penasaran apakah dia bisa terus jadi pembeda.

Lamine Yamal emang bukan pemain biasa. Di usia 17 tahun, dia udah jadi tulang punggung Barcelona dan punya mental baja yang bikin fans Madrid gregetan. Tapi ya, fakta di lapangan gak bisa dibantah Barca mendominasi musim ini, dan Yamal ada di pusatnya. Komentarnya mungkin nyentil, tapi performanya juga bicara. Sekarang tinggal tunggu, apakah dia bisa terus bersinar di Liga Champions dan bawa Barca ke final?

Jumat, 11 April 2025

Hansi Flick Beri Kabar Soal Cedera Lamine Yamal: “Tidak Perlu Khawatir”

Hansi Flick Beri Kabar Soal Cedera Lamine Yamal “Tidak Perlu Khawatir”
Hansi Flick Beri Kabar Soal Cedera Lamine Yamal: “Tidak Perlu Khawatir”.

JAKARTA - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan kabar terbaru terkait kondisi Lamine Yamal setelah sang wonderkid meminta diganti saat pertandingan Liga Champions melawan Borussia Dortmund, Rabu malam lalu (9/4). 

Meski sempat membuat fans cemas, Flick menegaskan bahwa tidak ada cedera serius yang dialami Yamal.

Dalam laga yang berlangsung di Camp Nou itu, Barcelona tampil luar biasa dan menang telak 4-0 atas Dortmund. 

Yamal bermain selama 86 menit dan bahkan mencetak gol keempat untuk Blaugrana sebelum akhirnya memberi isyarat ke bangku cadangan untuk diganti.

“Dia baik-baik saja,” ujar Flick dalam konferensi pers usai pertandingan. “Dia hanya kelelahan karena bermain terlalu banyak menit.”

Beban Berat di Usia Muda

Yamal, yang baru berusia 17 tahun, memang sedang menjadi andalan Barcelona musim ini. 

Ia telah tampil di 43 dari total 48 pertandingan klub di semua kompetisi. 

Jumlah ini menjadi rekor tersendiri untuk pemain di bawah usia 18 tahun, dan menunjukkan betapa besarnya kepercayaan yang diberikan Flick kepada pemain muda ini.

Meskipun tidak sebanyak Jules Kounde yang mencatatkan 101 penampilan beruntun untuk klub dan timnas, beban yang ditanggung Yamal tentu sangat besar mengingat usianya yang masih belia.

Ansu Fati Dapat Kesempatan Langka

Masuknya Yamal ke ruang ganti membuka peluang bagi Ansu Fati untuk kembali merumput. 

Pemain yang dulu disebut-sebut sebagai bintang masa depan Barcelona ini baru mencatatkan 191 menit bermain sepanjang musim. 

Flick pun menyampaikan bahwa Fati layak mendapat kesempatan itu.

“Dia pantas bermain. Ini bukan hanya karena Yamal keluar. Kami butuh semua pemain siap ketika dibutuhkan,” jelas Flick.

Tak Ada Waktu untuk Istirahat

Sayangnya, masa istirahat bagi Yamal mungkin tidak akan berlangsung lama. Barcelona sedang memasuki periode paling krusial musim ini. 

Akhir pekan ini, mereka akan menghadapi Leganes dalam lanjutan La Liga. 

Setelah itu, ada leg kedua perempat final Liga Champions dan final Copa del Rey melawan Real Madrid yang sudah menanti.

Dengan peluang meraih treble winners, Barcelona tak punya ruang untuk lengah. Flick bahkan sempat berkata kepada Yamal di awal musim, “Juara sejati tidak kenal istirahat.”

Meski sempat membuat khawatir, kondisi Lamine Yamal dipastikan aman. Hansi Flick menekankan bahwa sang pemain hanya kelelahan, bukan cedera. 

Dengan jadwal padat dan target besar di depan mata, peran Yamal masih sangat penting bagi Barcelona. Semoga sang bintang muda bisa tetap bugar dan terus bersinar di panggung tertinggi.

Minggu, 23 Maret 2025

Frenkie de Jong: Yamal Belum Pantas Dibandingkan dengan Messi

Frenkie de Jong Yamal Belum Pantas Dibandingkan dengan Messi
Frenkie de Jong: Yamal Belum Pantas Dibandingkan dengan Messi.

JAKARTA - Frenkie de Jong menegaskan bahwa rekan setimnya di Barcelona, Lamine Yamal, belum layak dibandingkan dengan legenda sepak bola Lionel Messi. 

Meskipun Yamal menunjukkan performa luar biasa di usia yang masih sangat muda, De Jong berpendapat bahwa membandingkannya dengan Messi adalah sesuatu yang berlebihan.

Perjalanan Karier Lamine Yamal

Yamal, yang saat ini memimpin daftar assist di LaLiga dengan 11 umpan gol dalam 24 pertandingan musim ini, mencuri perhatian sejak debutnya bersama Barcelona pada April 2023 di usia 15 tahun 291 hari. 

Perkembangannya yang pesat membuatnya kerap dibandingkan dengan Messi, yang memulai debutnya untuk Barcelona pada usia 17 tahun di tahun 2004.

Namun, menurut De Jong, perbandingan tersebut belum tepat. “Saya tidak berpikir Anda harus membandingkannya dengan Messi, karena saya pikir setiap pesepak bola yang dibandingkan dengan Messi masih belum cukup baik,” ujar gelandang asal Belanda itu dalam konferensi pers jelang pertandingan leg kedua perempat final UEFA Nations League antara Belanda dan Spanyol.

Talenta Murni yang Langka

Meskipun menolak perbandingan dengan Messi, De Jong tetap mengakui kehebatan Yamal. 

“Apa yang dia lakukan di usia ini sangat luar biasa dan sangat jarang terjadi. Dia adalah bakat alami,” tambahnya.

“Cara dia memahami permainan, keputusan yang dia buat di usia yang masih sangat muda, sungguh mengesankan. Saya rasa ini adalah bakat yang benar-benar bawaan, dan beruntungnya, dia memilikinya.”

Yamal memang sudah menunjukkan kualitas yang luar biasa di lapangan. Dalam kompetisi Eropa musim ini, pemain berusia 17 tahun tersebut mencatatkan 29 kontribusi gol (13 gol dan 16 assist) di semua kompetisi. 

Angka ini menempatkannya jauh di atas pemain muda lainnya, seperti Desire Doue dari Paris Saint-Germain yang mencatatkan 18 kontribusi gol.

Selain itu, Yamal juga tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah assist terbanyak musim ini. 

Hanya Mohamed Salah (22), Rayan Cherki, dan Raphinha (18) yang mencatatkan lebih banyak assist dibandingkan dirinya.

Messi Tetap yang Terbaik

Namun, bagi De Jong, Messi tetap berada di level yang berbeda. “Saya tidak berpikir akan ada pemain lain yang seperti dia,” tegasnya.

Meskipun demikian, Yamal akan memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya di laga besar ketika Spanyol menghadapi Belanda di Valencia pada leg kedua perempat final UEFA Nations League. 

Setelah hasil imbang dramatis 2-2 di leg pertama, laga ini akan menjadi kesempatan bagi Yamal untuk menunjukkan bahwa dirinya memang pantas disebut sebagai calon bintang besar.

Apakah Yamal bisa membuktikan bahwa ia layak dibandingkan dengan Messi? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. 

Namun satu yang pasti, dunia sepak bola akan terus menantikan aksinya di lapangan.

Selasa, 25 Februari 2025

Barcelona Cemas! Lamine Yamal Alami Cedera Jelang Semifinal Copa del Rey Lawan Atletico Madrid

Barcelona Cemas! Lamine Yamal Alami Cedera Jelang Semifinal Copa del Rey Lawan Atletico Madrid
Barcelona Cemas! Lamine Yamal Alami Cedera Jelang Semifinal Copa del Rey Lawan Atletico Madrid.
JAKARTA - Kabar kurang menyenangkan datang dari Barcelona jelang laga penting melawan Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. 

Wonderkid mereka, Lamine Yamal, dikabarkan mengalami masalah cedera dan tidak ikut serta dalam sesi latihan terakhir tim pada Senin (26/2) waktu setempat. 

Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi tim asuhan Hansi Flick.

Yamal Absen di Latihan Terakhir

Menurut laporan dari SPORT, Yamal harus menjalani latihan terpisah di gym demi menghindari cedera yang lebih parah pada kakinya. 

Pemain berusia 17 tahun itu mengalami benturan keras saat Barcelona menang 2-0 atas Las Palmas pada laga La Liga akhir pekan lalu. 

Setelah pertandingan, Yamal bahkan sempat mengunggah foto kaus kakinya yang berlumuran darah di media sosial dengan caption sindiran: "Bukan pelanggaran." Unggahan ini mencerminkan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit yang mengabaikan pelanggaran keras terhadapnya.

Pengaruh Absennya Yamal

Meski cederanya disebut sebagai "kemunduran kecil," ada kekhawatiran jika Yamal tidak bisa bermain penuh melawan Atletico Madrid. 

Statistik menunjukkan bahwa absennya Yamal cukup berdampak bagi Barcelona. 

Musim ini, Blaugrana sudah enam kali bermain melawan tim Spanyol tanpa Yamal di starting XI, dan mereka hanya menang satu kali—itu pun melawan tim divisi empat, UD Barbastro, di Copa del Rey.

Saat menghadapi tim kuat seperti Real Sociedad, Osasuna, Las Palmas, dan Atletico Madrid sebelumnya tanpa Yamal, Barcelona gagal meraih kemenangan. 

Terakhir kali mereka bertemu Atletico di La Liga pada Desember lalu, Barca kalah 2-1 di kandang sendiri tanpa kehadiran Yamal karena cedera pergelangan kaki.

Atletico Madrid Siap Manfaatkan Situasi

Di sisi lain, Atletico Madrid asuhan Diego Simeone tentu melihat ini sebagai peluang besar. Mereka berhasil mengakhiri kutukan panjang tidak pernah menang di markas Barcelona dengan kemenangan 2-1 pada pertemuan sebelumnya. 

Tanpa Yamal di lapangan, Barca mungkin kehilangan kreativitas dan kecepatan di lini depan mereka.

Laga Hidup Mati Menuju Final

Laga semifinal Copa del Rey ini akan berlangsung dalam dua leg, dengan pertandingan pertama digelar di markas Barcelona pada Selasa (27/2) malam waktu setempat, sementara leg kedua akan dimainkan di Madrid pada 2 April mendatang. 

Hansi Flick tentu berharap Yamal bisa pulih dan tetap berkontribusi dalam pertandingan krusial ini.