Berita Borneotribun.com: Mempawah Hari ini -->
Tampilkan postingan dengan label Mempawah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mempawah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2024

4 Desa di Mempawah ikuti Pelatihan MPA yang di Prakarsai Gemawan

4 Desa di Mempawah ikuti Pelatihan MPA yang di Prakarsai Gemawan
4 Desa di Mempawah ikuti Pelatihan MPA yang di Prakarsai Gemawan.
MEMPAWAH - Gemawan kembali menyarasar ke Desa Sungai Bakau Besar Darat, Desa Galang, Desa Parit Banjar, dan Desa Sungai Rasau melakukan pelatihan untuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Pelatihan yang di Prakarsai Gemawan ini berlangsung selama tiga (3) hari mulai 10-12 Juli 2024, di Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah melibatkan UPT KPH Wilayah Mempawah, BPBD Mempawah, GRID, dan Manggala Agni.

Kegiatan MPA tersebut, untuk memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan mengenai kriteria dan karakteristik masyarakat yang peduli terhadap kebakaran hutan. Pelatihan MPA juga perlu melibatkan pendekatan yang partisipatif dan menyeluruh.

4 Desa di Mempawah ikuti Pelatihan MPA yang di Prakarsai Gemawan
4 Desa di Mempawah ikuti Pelatihan MPA yang di Prakarsai Gemawan.
Hermawansyah yang hadir atas nama Gemawan menyampaikan, “Inisiatif Gemawan ini ingin mendorong selain partisipasi masyarakat ditingkat desa atas dukungan Pemerintah Desa, dan bagaimana MPA yang punya kapasitas yang sedang didorong adalah kerjasama antar desa misalnya yang satu hamparan sehingga ketika terjadi potensi kebakaran di satu desa, desa yang lain juga sudah mengantisipasi,” kata Wawan sapaan akrab Hermawansyah.

“Kedua adalah dukungan dari Pemerintah Kabupaten yang coba kita bawa ke tingkat kabupaten hasil pembelajaran dan kegiatan dilapangan ini sehingga antara para pihak paling tidak mengetahui porsi katakanlah perannya masing-masing agar ada pembagian tanggung jawab juga, bagaimana desa, Pemerintah Desa, katakanlah untuk memfungsikan MPA itu sebagai Lembaga Desa yang kuat, tangguh, sehingga mampu merespon potensi terjadinya kebakaran," urainya.

Disisi yang lain porsi Pemda seperti apa, porsinya para pihak lain seperti apa, termasuk dalam hal ini Gemawan porsinya seperti apa. "Ini nanti yang akan kita dorong di tingkat Kabupaten, nanti kita akan duduk bersama bagaimana memperkuat kerja-kerja yang sudah dilakukan ditingkat tapak,” sambung Alumni SMA 1 Mempawah ini.

Salah satu Perwakilan Perempuan MPA Desa Sungai Rasau, Siti Wadariah menyampaikan selama kegiatan dari tiga hari ini saya mendapat ilmu yang banyak sekali dari cara pembentukan tim, cara memadamkan api, cara memegang selangnya seperti tadi ada alat yang belum saya ketahui namanya, jadi kita tadi pelatihan bergabung dengan Desa Sungai Bakau Besar Darat, Galang, dan Desa Parit Banjar.

Saya juga melihat antusias masyarakat dalam mengikuti pelatihan untuk MPA ini. Ilmu yang saya dapat ini penting sekali, jadi sangat bermanfaat sekali buat kami terutama saya sebagai ibu yang baru memegang selang ternyata ada tekniknya secara benar,” ucapnya.

Menurut saya, kata Siti, "peran ibu-ibu sangat penting mendukung bapak-bapaknya, karena logika bapak-bapak tidak seperti perempuan, seperti dalam rumah tangga jadi bapak-bapak harus ada yang mengingatkan, kalo tidak ada perempuan rasanya tidak lengkap dalam pekerjaan apapun itu,” kata Perempuan MPA Desa Sungai Rasau tersebut.

Jumat, 19 April 2024

Geruduk Kantor DPRD Mempawah, HMI Cabang Mempawah Sampaikan 7 Tuntutan

Geruduk Kantor DPRD Mempawah, HMI Cabang Mempawah Sampaikan 7 Tuntutan
Geruduk Kantor DPRD Mempawah, HMI Cabang Mempawah Sampaikan 7 Tuntutan.
MEMPAWAH - Rombomgan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah menggelar Aksi Demontrasi di Kantor DPRD Kabupaten Mempawah, pada Kamis (18/04/2024).

Aksi tersebut, dalam rangka memperjuangkan Permasalahan Isu Lingkungan yang ada di Kabupaten Mempawah.

Di dalam aksinya, Syahrul Ainurrafiq Selaku Formateur Ketua Umum HMI Cabang Mempawah merasa kecewa terhadap Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, karena pada saat mereka sampai ke lokasi tidak ada satupun Anggota DPRD Kabupaten Mempawah berada di kantornya.

“Kami merasa kecewa terhadap Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, karena pada saat kami sampai di lokasi aksi tidak ada satupun diantara 35 Anggota DPRD yang menyambut kami untuk menyampaikan aspirasi dengan berbagai Alasan yang tidak jelas,” ujar dia.

Dalam hal itu, mereka mempertanyakan ketidakjelasan alasan kenapa Anggota DPRD Kabupaten Mempawah tidak ada di Kantor DPRD.

Geruduk Kantor DPRD Mempawah, HMI Cabang Mempawah Sampaikan 7 Tuntutan
Geruduk Kantor DPRD Mempawah, HMI Cabang Mempawah Sampaikan 7 Tuntutan.
Saat massa aksi bertanya kepada pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Mempawah, mereka mendapatkan jawaban bahwa ada 17 Anggota DPRD yang melaksanakan tugas di luar, namun ada 18 Anggota dari 35 Anggota yang tidak ada kejelasan alasan atas ketidak hadiran Anggota  DPRD di Kantornya. Maka kami anggap mereka tidak amanah dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh Rakyat,” tegasnya.

Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya salah satu Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Febriadi, ST. datang dan menerima massa aksi.

Dalam aksi tersebut, massa menuntut beberapa hal yang disampaikan yaitu: 

1. mendesak perusahaan yang berdomisili di kabupaten mempawah untuk dapat mempublikasikan izin lingkungan kepada masyarakat.

2. mendesak pihak yang berwenang untuk menindak tegas perusahaan yang tidak taat pada aturan yang berlaku (UU nomor 11 tahun 2020 dan PP no 22 tahun 2021).

3. membuat peraturan daerah (PERDA) tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

4. mendesak pemerintah daerah untuk melakukan rehabilitasi dan optimalisasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di kabupaten mempawah.

5. mendesak pemerintah daerah untuk memperhatikan kesehatan masyarakat yang berada disekitar tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di kabupaten mempawah.

6. mendesak pemerintah daerah untuk melakukan rehabilitasi dan optimalisasi hutan mangrove di pesisir pantai kabupaten mempawah.

7. mendesak pemerintah daerah untuk melibatkan masyarakat setempat dalam melakukan rehabilitasi dan optimalisasi hutan mangrove di pesisir pantai kabupaten mempawah.

Tuntutan tersebut, diterima oleh Febriadi, ST dan akan di proses serta ditindaklanjuti selama waktu 7 hari.

“Tuntutan kami Ada 7 poin yang di setujui dan diproses oleh DPRD Kabupaten Mempawah dalam jangka waktu 7 hari, jika tuntutan itu tidak di tindaklanjuti maka kami akan Aksi Demonstrasi kembali dengan massa yang Lebih banyak,” tegas Faisal Sebagai Kader HMI Cabang Mempawah.

Minggu, 31 Maret 2024

Festival Sahur-Sahur, upaya melestarikan warisan peradaban unggul Kabupaten Mempawah

Festival Sahur-Sahur, upaya melestarikan warisan peradaban unggul Kabupaten Mempawah
Festival Sahur-Sahur, upaya melestarikan warisan peradaban unggul Kabupaten Mempawah.
MEMPAWAH - Gemawan kembali ikut meramaikan Stand Festival Sahur-Sahur ke-21 Tahun 2024 di Mempawah. Melalui Festival Sahur-Sahur yang berlangsung selama tujuh hari tanggal 23-30 Maret 2024, banyak produk dan jajanan kuliner ikut menyemarakkan arena Ramadhan Fair ke-3 yang dipusatkan di GOR Opu Daeng Manambon Kabupaten Mempawah. Salah satunya adalah stand Gemawan yang mempromosikan berbagai produk olahan dari kelompok masyarakat desa-desa dampingan, informasi serta pengetahuan yang dikemas dalam beragam bentuk publikasi hasil kegiatan dan program Gemawan. 

Tak hanya itu, pada malam puncak penutupan agenda tahunan tersebut Gemawan juga turut memberikan Piala serta bonus dana pembinaan kepada para juara favorite kategori pemula dan umum yang di serahkan langsung oleh Dewan Pengurus Gemawan, Hermawansyah.

Festival Sahur-Sahur, upaya melestarikan warisan peradaban unggul Kabupaten Mempawah
Festival Sahur-Sahur, upaya melestarikan warisan peradaban unggul Kabupaten Mempawah.
Menurut alumni SMA 1 Mempawah ini, ajang Festival Sahur-Sahur merupakan wujud dari upaya untuk melestarikan warisan unggul peradaban kabupaten Mempawah. Saya terharu saat melihat peserta dari kategori pemula yang tampil melantunkan kalam ilahi & sholawat, ‘betapa bibit-bibit unggul dapat ditempa melalui event tahunan terbesar di Kabupaten Mempawah, “ujar Tenaga Subprofesional BRGM RI, Sabtu (30/03/2024).

Ia menambahkan, Kabupaten Mempawah dikenal memiliki akar sejarah kebudayaan yang unggul. Karena itu perlu terus dirawat, dilestarikan dan diperkuat guna menjawab tantangan masa depan yang semakin dinamis,  tambah putra kelahiran Desa Sungai Bakau Kecil ini. 

Sebagai salah satu stakeholder yang membersamai proses tumbuh serta maju-berkembangnya Kabupaten Mempawah, ia mengapresiasi setinggi-tingginya kiprah Galaherang Kreasindo yang telah menggelar Festival Sahur-Sahur hingga yang ke 21 tahun ini. Inilah bentuk konsistensi yang semakin mahal harganya, ditengah gempuran budaya instan serta arus informasi tanpa batas saat ini, “untuk hal ini saya salut dan angkat topi dengan kawan-kawan Galaherang, “tegas alumni SMPN 1 Sungai Pinyuh ini. 

Anak-anak muda generasi milenieal dan ‘Genzi’ perlu diperkuat dengan literasi sejarah untuk membangkitkan kebanggaannya atas budaya dan peradaban unggul Kabupaten Mempawah, dulu, kini dan untuk selama-lamanya. Sehingga kedepan kita tidak perlu menyesali melihat generasi mendatang yang ‘ahistoris’ dan jauh dari akar budayanya. Sekarang belum terlambat, sudah saatnya sekarang semua pihak bergandengan tangan, bahu-membahu, serta berkolaborasi dalam upaya melestarikan warisan kebudayaan dan peradaban unggul kabupaten mempawah. Salah satunya melalui Festival Sahur-Sahur ini,“ harapnya.

Sabtu, 30 Maret 2024

Launching Rumah Gesit Mempawah, Gemawan: Ajak Bangun Gerakan Kolaborasi

Launching Rumah Gesit Mempawah, Gemawan: Ajak Bangun Gerakan Kolaborasi
Launching Rumah Gesit Mempawah, Gemawan: Ajak Bangun Gerakan Kolaborasi.
MEMPAWAH - Diskusi bertajuk Gemawan dan Perubahan Sosial menjadi penanda peresmian Rumah Gesit Gemawan di Mempawah, pada Jumat (29/03/2024). 

Di hadapan para peserta diskusi yang terdiri dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa, jurnalis, dan komunitas masyarakat sipil, Hermawansyah, Dewan Pengurus Gemawan, menuturkan bahwa saat ini dunia menghadapi triple disruption. 

"Tantangan global ini berupa pandemi, transformasi digital, dan krisis iklim," ujarnya di Rumah Gesit Mempawah di kawasan Gusti Muhammad Taufik.

Alumni SMA Negeri 1 Mempawah ini menjelaskan pandemi Covid-19 telah memaksa perombakan keseluruhan atas tata kelola urusan publik, ekonomi, dan tata sosial. Sementara dari sektor transformasi digital, terjadi perubahan mendasar dalam pola pikir, model interaksi sosial, serta perombakan banyak aspek kehidupan.

"Tak ketinggalan krisis iklim, yang menciptakan tantangan adaptasi terhadap perubahan iklim. Ini menunjukan pentingnya transisi menuju pemenuhan kebutuhan dasar energi dan pangan yang berkelanjutan dan sistem tata kelola kebijakan yang menyeimbangkan pengejaran pertumbuhan ekonomi dan ramah lingkungan," paparnya.

Wawan, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa ada tiga modal kehidupan yang dimiliki dalam diri setiap insan, yakni kepercayaan diri, argumentasi, dan imajinasi. 

"Tiga modal dasar ini jadi pijakan awal kita untuk melahirkan inovasi di tengah situasi disrupsi.

Kepercayaan diri, jelas Wawan, merupakan wujud keyakinan bahwa kita mampu menghadapi tantangan zaman. "Seberat apapun tangangan, ketika kita memiliki kepercayaan diri, plus keyakinan yg tinggi, maka energi perubahan akan terkonsolidasi. Sebagaimana yg dikatakan Bung Karno, “jika kita memiliki keyakinan kuat didalam hati, maka alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya," begitu ia mengutip perkataan sang Proklamator kemerdekaan RI. 

"Argumentasi adalah menguji kemampuan mengolah pengetahuan yang dimiliki di ruang-ruang publik. Pengetahuan selalu baru, maka pengetahuan yang kita punya harus selalu diuji agar senantiasa update," terangnya.

Sementara imajinasi adalah kemampuan berpikir kreatif. "Berpikir kritis adalah kemampuan mengurai masalah. Setelah berpikir kritis, selanjutnya adalah menemukan solusinya. Ini yang disebut sebagai berpikir kreatif," tambahnya lagi.

*Ruang Kolaborasi*

Dengan hadirnya Rumah Gesit Mempawah, diharapkan dapat menjadi ruang terbuka yang bisa digunakan untuk saling bertukar pikiran, belajar, bermain, dan menggagas ide-ide bersama yang akhirnya melahirkan berbagai pesan serta gerakan kolaboratif.

Perubahan sosial yang hendak Gemawan utarakan tentu akan memiliki hubungan erat dengan dinamika percakapan sosial di masyarakat lokal.

"Mempawah, misalnya, salah satu kabupaten yang menjadi wilayah aktivitas Gemawan sejak beberapa tahun silam, melalui perjumpaan dengan berbagai aktor multi-segmen di lapangan, dapat direkam ragam isu dan perkembangannya di Mempawah," singgungnya.

Menurutnya, ruang-ruang dialog mesti dibuka dalam rangka memetakan keadaan dan modalitas guna merumuskan peta jalan perbaikannya.

"Selama kita mau berkolaborasi, solusi pasti hadir," tutupnya.

Senin, 18 Maret 2024

Berbagi Berkah Ramadhan, GMNI Gelar Baksos di Mempawah Timur

Berbagi Berkah Ramadhan, GMNI Gelar Baksos di Mempawah Timur
Berbagi Berkah Ramadhan, GMNI Gelar Baksos di Mempawah Timur.
MEMPAWAH - Para mahasiswa di Mempawah Kalimantan Barat tak ingin ketinggalan untuk meraih berkah Ramadhan dengan aksi-aksi sosial kemasyarakatan.

Misalnya saja bakti sosial (baksos) yang dihelat DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mempawah di Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur, Senin (18/3/2024).

Dipimpin oleh Ketua GMNI Mempawah Khairus Soleh, sejumlah mahasiswa menyalurkann bantuan beras dengan kemasan 5 kilogram.

Adapun penerima bantuan adalah Naziyeh, 38 tahun, dan Suryani, 39 tahun, warga Desa Pasir Palembang Kecamatan Mempawah Timur.

Khairus Soleh mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut adalah wujud kepedulian para mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Mempawah kepada masyarakat yang kurang mampu.

"Terlebih saat ini adalah momen bulan puasa yang menjadi sarana kita bersama untuk mencari berkah ramadhan," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Khairus Soleh, penyaluran bantuan ini juga sarat dengan makna interaksi sosial antara mahasiswa dengan lingkungan sekitarnya.

"Semoga baksos yang kami laksanakan senantiasa bermanfaat dan menjadi ladang amal bagi kita semua," tutupnya.

Minggu, 10 Maret 2024

Wakapolda Kalbar Hadiri HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi di Toho Mempawah

Wakapolda Kalbar Hadiri HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi di Toho Mempawah
Wakapolda Kalbar Hadiri HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi di Toho Mempawah.
MEMPAWAH – Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Roma Hutajulu menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 tahun 2024 Keramat Patih Patinggi di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (9/3/2024).

Hadir PJU Polda Kalbar, Kapolres Mempawah AKBP Sudarsono, Wakapolres Kompol Sutrisno, Ketua Pimpinan TBBR Pangalangok Jilah yakni Agustinus, Ketua DAD Toho Alpian, Ketum TBBR Sadar, hingga jajaran pengurus TBBR dan 1.000 Pasukan Merah Anggota TBBR.

Wakapolda Kalbar Hadiri HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi di Toho Mempawah
Wakapolda Kalbar Hadiri HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi di Toho Mempawah.
Prosesi HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi dirangkai dengan ritual adat pencalonan 43 Hulubalang TBBR.

Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Roma Hutajulu yang mewakili Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto dalam kesempatan itu mengucapkan selamat ulang tahun ke-11 Keramat Patih Patinggi.

Ia selanjutnya berharap kerjasama Polri dengan TBBR dalam menjaga situasi kamtibmas tetap terjalin, khususnya di Kalimantan Barat, sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Wakapolda Kalbar Hadiri HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi di Toho Mempawah
Wakapolda Kalbar Hadiri HUT ke-11 Keramat Patih Patinggi di Toho Mempawah.
“Bapak Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada Pangalangok Jilah sebagai Ketua Pimpinan TBBR yang selama ini selalu mendukung kinerja Polri dalam penegakan hukum, untuk memberikan rasa tenang dan aman kepada warga, khususnya di Kabupaten Mempawah,” ucap Brigjen Pol Roma Hutajulu.

Senin, 29 Januari 2024

Pj. Gubernur Kalbar Berikan Bantuan 20 Juta untuk Rumah Mulyadi

Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
MEMPAWAH - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., bersama Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalbar, Ny. Windy Prihastari Harisson, S.STP., M.Si., mengunjungi rumah keluarga Mulyadi di Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, pada Minggu (28/1/2024).

Dalam kunjungannya, Pj. Gubernur menyerahkan bantuan untuk memperbaiki rumah Mulyadi yang memiliki anak bernama Qori, seorang bayi yang mengidap penyakit anensefali atau tidak memiliki bagian kepala. 

Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Harisson menjelaskan alasan kunjungannya, "Di dalam rumah ini ada anak usia sekitar 2 tahun 7 bulan yang menderita penyakit anensefali yakni tidak mempunyai tempurung kepala. Kebetulan bapaknya bekerja sebagai tukang harian, kadang bekerja kadang tidak. Untuk itu kita berikan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), paling tidak kita hadir untuk meringankan beban mereka."

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar 20 juta rupiah dengan harapan dapat membantu keluarga Mulyadi memperbaiki rumah mereka. 

"Bantuan yang diberikan berupa uang tunai 20 juta rupiah dan kebetulan bapaknya tukang, jadi menukang sendiri untuk bangun rumah ini," tambahnya.
Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Mulyadi, sebagai orang tua Qori, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. 

"Saya sebagai orang tua mengucapkan terima kasih kepada bapak Pj. Gubernur Kalbar yang telah datang kedua kalinya bersama istrinya kesini. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga," ucap Mulyadi.

Dalam proses rehabilitasi RTLH ini, Mulyadi akan secara langsung terlibat dalam perbaikan rumahnya sendiri karena dia memiliki kemampuan sebagai tukang. 
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kalbar, Yosafat Triadhi Andjioe, S.T., M.M., M.T., menjelaskan, "Jadi memang rehab rumah ini bapak Mulyadi langsung yang akan merehabnya, karena memang beliau bisa menukang. Total bantuan itu 20 juta rupiah, jadi pembagiannya 17 juta material, dan 3 juta upah tukang. Tetapi upah tukang itu dialihkan ke material saja biar lebih maksimal dari mereka."

Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Harisson dan Windy Kunjungi Rumah Mulyadi, Anak Qori. Bantuan Rehab Rumah 20 Juta Rupiah untuk Keluarga Mulyadi. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Acara penyerahan bantuan RTLH ini turut disaksikan oleh Bupati Mempawah, Hj. Erlina, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Forkopimda Kabupaten Mempawah, Direktur Utama Bank Kalbar, dan beberapa Kepala Perangkat Daerah Kalbar.

Selasa, 23 Januari 2024

Rapid Assessment Menggali Upaya Pencegahan Karhutla dari Tapak

Rapid Assessment Menggali Upaya Pencegahan Karhutla dari Tapak
Rapid Assessment Menggali Upaya Pencegahan Karhutla dari Tapak.
MEMPAWAH - Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2023 di Kalbar terindikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai luas 111.848,33 hektar. Dengan kawasan gambut sebesar 1,7 juta hektar di Kalbar, risiko terjadinya karhutla menjadi lebih tinggi.

“Tanah gambut bersifat seperti sponge, dalam kondisi normal akan menyerap dan menahan air secara maksimal, namun pada musim kemarau lahan akan menjadi kering sampai kedalaman tertentu dan mudah terbakar,” jelas Fire and Resources Management Specialist USFS-Hermawansyah, pada kegiatan Rapid Assessment Penanganan Karhutla Tingkat Tapak yang digelar, pada Selasa (22/01/2024).

Rapid assessment ini merupakan bagian dari rangkaian program Community-based Forest and Land Fire Prevention and Management Initiative (CANOPI) yang dilaksanakan bersama Gemawan atas dukungan USFS (United States Forest Service).

“Sekarang fokus program pada 14 desa yang tersebar di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Mempawah, termasuk di Desa Galang,” terang pria kelahiran Desa Sungai Bakau Kecil ini. 

Pada kegiatan yang berlokasi di Kantor Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Hermawansyah menyampaikan program ini ingin membantu pemerintah bersama-sama masyarakat melakukan upaya terencana dan terukur dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Kepala Desa Galang, Rasidi menyebut Desa Galang didominasi lahan gambut. “1.598,00 hektar, sekitar 80%, lahan yang ada di Desa Galang yaitu lahan gambut,” ucapnya di hadapan peserta yang terdiri dari Perwakilan Pemerintah Desa, Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), Perwakilan Kelompok Perempuan, dan perwakilan Gemawan.

Lebih lanjut, ia mengatakan gambut di desanya sering mengalami kebakaran. “Untuk gambut di Desa Galang, di musim kemarau bisa sampai terjadi 3 kali kebakaran hutan dan lahan dalam 1 tahun. Penyebab kebakaran bisa karena kiriman dari desa-desa tetangga dan ada juga masyarakat yang masih belum memahami cara pengolahan lahan pertanian,” tambahnya lagi.

Ia mengharapkan program ini dapat membantu masyarakat mengenai cara membuka lahan dan memelihara lahan gambut.

“Masyarakat Desa Galang dengan lahan gambutnya yang cukup luas sangat perlu pendampingan dalam menjaga hutan dan lahan mereka,” terang Edy, Ketua MPA Desa Galang.

Edy juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi ketika kemarau tiba. “Masyarakat sangat sulit mendapatkan mata air, sehingga saat terjadi kebakaran, MPA dan masyarakat hanya bisa memadamkan api di samping-samping saja,” ujarnya.

Minggu, 21 Januari 2024

Lewat Nobar Tanah Moyangku, Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah Hadirkan Ruang Diskusi di Kabupaten Mempawah

Lewat Nobar Tanah Moyangku, Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah Hadirkan Ruang Diskusi di Kabupaten Mempawah
Lewat Nobar Tanah Moyangku, Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah Hadirkan Ruang Diskusi di Kabupaten Mempawah.
MEMPAWAH - Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi film berjudul Tanah Moyangku sukses digelar, pada Sabtu (20/01/2024). Film Tanah Moyangku merupakan film dokumenter garapan Watchdoc Documentary bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Belanda KITLV.

Dalam Nobar Film dokumenter berdurasi 84 menit ini tampak ada yang berkaca-kaca mata dari para penonton yang hadir tanda rasa haru terhadap perjuangan masyarakat diberbagai daerah dalam memperjuangkan hak atas tanah mereka. Film ini memang menguras air mata para penonton di Warung Kopi Kampoeng, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat yang berkapasitas lebih kurang 100 orang tersebut.

Lewat Nobar Tanah Moyangku, Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah Hadirkan Ruang Diskusi di Kabupaten Mempawah
Lewat Nobar Tanah Moyangku, Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah Hadirkan Ruang Diskusi di Kabupaten Mempawah.
Setelah selesai menonton film tersebut dilanjutkan dengan sesi Diskusi. Hadir sebagai pemantik yakni Catur Setiowati; Alumni Sigma Mempawah, Fathur IC; Sadar Baca Institut, Lani Ardiansyah; Aktivis Gemawan, dan Ageng, Jurnalis, Penulis lepas sebagai Moderator.

Panitia pelaksana, Syahrul menyampaikan Nobar dan Diskusi ini dilakukan guna memberikan edukasi dan ruang, serta melatih kepekaan masyarakat khususnya kaum muda di kabupaten mempawah agar dapat memiliki kesadaran terhadap pengelolaan sumber daya alam.

Film Tanah Moyangku merupakan film yang mengisahkan tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam melindungi hak-hak asasi mereka terkait dengan tanah leluhur mereka. "Film tersebut menyajikan kisah yang menginspirasi serta memantik kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melindungi tanah, juga mempertahankan ruang hidup dan penghidupan," katanya.

"Melalui film 'Tanah Moyangku' ini kita bisa tau, bahwa konflik agraria itu sudah terjadi sejak lama, sejak jaman kolonial Belanda. Film ini penting untuk ditonton karena membuka mata serta wawasan yang baru kepada masyarakat seperti penguasaan tanah di Indonesia itu tidak setara dan cenderung belum bisa mengakses sumber daya alam secara utuh sehingga kawan-kawan yang hadir di acara nobar ini bisa melakukan aksi-aksi besar untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan keadilan agraria untuk masyarakat,” ujarnya.

Lewat Nobar Tanah Moyangku, Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah Hadirkan Ruang Diskusi di Kabupaten Mempawah.
Lewat Nobar Tanah Moyangku, Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah Hadirkan Ruang Diskusi di Kabupaten Mempawah.
Syahrul berharap ke depannya, kawan-kawan khususnya kaum muda di kabupaten mempawah dapat mengadakan diskusi di tingkat kampus atau umum mengenai isu yang sama seperti yang dibahas saat ini. "Hal ini bertujuan agar negara menyadari bahwa generasi muda dan mahasiswa memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap permasalahan sumber daya alam," pungkasnya.

Menanggapi Nobar dan Diskusi Film Tanah Moyangku, salah satu penonton, Ryan yang berasal dari Pontianak mengungkapkan setelah aku menonton filmnya, aku merasakan apa yang dirasakan masyarakat, dimana lahan mereka dirampas oleh perusahaan demi kepentingan perusahaan. Rasanya sakit, sedih, menderita, geram, marah, semua bercampur aduk. Terlebih lagi pas sesi, dimana pada sesi tersebut ada salahsatu warga yang berjuang untuk mempertahankan lahannya dan ruang hidupnya sampai akhir hayat.

Film ini, kata Ryan, secara tidak langsung membuat kita sadar bahwa pentingnya menjaga tanah yang menjadi sumber penghidupan. Dan dirinya berharap pemerintah bisa lebih selektif dalam memberikan izin terhadap perusahaan agar hal-hal seperti apa yang ada di film Tanah Moyangku ini tidak terus terjadi," ujarnya.

"Semoga kegiatan Nobar dan Diskusi seperti ini dapat berlanjut, demi mengingatkan, demi mencatatkan serta demi kebersamaan masyarakat akan pentingnya kolektifitas bersama yang terbangun tangguh," timpalnya.

Kegiatan Nobar dan Diskusi ini digagas oleh Kolektif Muda-Mudi bersama Alumni Sigma Mempawah. Diikuti peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti organisasi kepemudaan, jurnalis, aktivis, mahasiswa, dan komunitas masyarakat sipil.

Senin, 01 Januari 2024

PJ Gubernur Harisson Sambangi Warga Sakit di Sungai Pinyuh, Mempawah

PJ Gubernur Harisson Sambangi Warga Sakit di Sungai Pinyuh, Mempawah
Foto: Pj Gubernur Kalbar, Harisson memberikan bantuan dan menyerahkan perhatian kepada sejumlah warga yang sedang mengalami masalah kesehatan di Desa Sungai Rasau. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
MEMPAWAH – Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, menutup rangkaian kunjungan kerjanya dengan memberikan bantuan dan menyerahkan perhatian kepada sejumlah warga yang sedang mengalami masalah kesehatan di Desa Sungai Rasau, Jalan Raya Anjungan, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, pada hari Minggu (31/12/2023) kemarin. 

Kunjungan tersebut menyentuh beberapa kasus penting, termasuk seorang anak yang menderita Anencephaly, kondisi medis di mana bagian atas otak tidak terbentuk dengan baik.

Foto: Pj Gubernur Kalbar, Harisson memberikan bantuan dan menyerahkan perhatian kepada sejumlah warga yang sedang mengalami masalah kesehatan di Desa Sungai Rasau. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Foto: Pj Gubernur Kalbar, Harisson memberikan bantuan dan menyerahkan perhatian kepada sejumlah warga yang sedang mengalami masalah kesehatan di Desa Sungai Rasau. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
"Kami telah menjenguk beberapa warga yang sedang mengalami masalah kesehatan. Salah satunya adalah seorang anak berusia 2 tahun 7 bulan yang menderita Anencephaly, di mana kondisinya bisa dioperasi setelah mencapai usia 8 tahun. Kami akan terus memantau perkembangannya," kata Harisson.

Selain itu, dalam kunjungannya, ia juga melihat seorang yang lumpuh serta beberapa yang mengalami gangguan kejiwaan. 

Namun, sorotan khusus jatuh pada kasus pasung terhadap warga yang menderita gangguan kejiwaan oleh keluarganya.

Foto: Pj Gubernur Kalbar, Harisson memberikan bantuan dan menyerahkan perhatian kepada sejumlah warga yang sedang mengalami masalah kesehatan di Desa Sungai Rasau. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Foto: Pj Gubernur Kalbar, Harisson memberikan bantuan dan menyerahkan perhatian kepada sejumlah warga yang sedang mengalami masalah kesehatan di Desa Sungai Rasau. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
"Kami menemukan seorang yang mengalami lumpuh mungkin karena polio sejak lahir, dan akan dilakukan observasi lebih lanjut oleh dinas kesehatan. Kami juga menemukan warga yang dipasung karena menderita gangguan kejiwaan selama kurang lebih 30 tahun. Tindakan pasung ini tidak boleh dilakukan lagi. Kami akan segera merujuknya ke RSJ Singkawang untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Semoga mereka dapat sembuh dan hidup normal seperti kita semua," ujar Harisson.

Minggu, 19 November 2023

Dialog Kebangsaan Lintas Etnis, Hermawansyah Ajak Berpegang Pada Pancasila, Cegah Risiko Konflik Pemilu

Dialog Kebangsaan Lintas Etnis, Hermawansyah Ajak Berpegang Pada Pancasila, Cegah Risiko Konflik Pemilu
MEMPAWAH - Polarisasi pilihan politik di level nasional dikhawatirkan berdampak pada segregasi sosial di daerah. Karena itu, untuk mencegah terjadinya gesekan yang berujung konflik, Organisasi Masyarakat Lintas Etnis Kabupaten Mempawah mengadakan Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024 di Rumah Adat Melayu Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana kegiatan, Adrianus, S.Pd., M.Pd, pada Sabtu (18/11/2023).

Kegiatan mengusung tema Peran dan Strategi Ormas Lintas Etnis dalam Mengawal Pemilu Damai 2024.

“Kami mengundang empat orang narasumber, yakni Ketua KPU Kabupaten Mempawah, Wakapolres Mempawah, Jaksa Fungsional Kejari Mempawah, dan Pengamat Politik Kalbar,” katanya.

Dialog Kebangsaan diikuti para tokoh lintas etnis Kabupaten Mempawah, organisasi masyarakat sipil, penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, POLRI/TNI.

Hermawansyah, pengamat politik Kalbar, menyampaikan apresiasi atas inisiasi forum lintas etnis di Kabupaten Mempawah untuk mengawal pemilu agar berjalan aman dan damai.

“Saat ini kita harus berhati-hati dengan ancaman perpecahan akibat polarisasi pilihan politik. Saluran disinformasi dan misinformasi sudah banyak dan begitu mudah dimanfaatkan untuk menyebarkan sebuah informasi,” terang pria kelahiran Desa Sungai Bakau Kecil, Mempawah.

“Terutama di media sosial, hoax menjadi concern kita semua. Jika tidak diantisipasi, hoax dapat memicu konflik,” himbaunya.

Wawan, sapaannya, menjelaskan kebebasan berekspresi dan berpendapat harus dibarengi dengan validitas informasi. “Disaring dulu baru di share, “tambahnya.

Kalimantan Barat, menurut Wawan, telah memiliki pengalaman cukup banyak menghadapi konflik berbasis identitas. “Pengalaman itu adalah kekuatan kita untuk mencegah konflik terulang kembali,” tegasnya.

Bagi Wawan, perlu sinergi sesama anak negeri untuk terus memperindah sulaman keberagaman ini tetap indah. Kita bisa belajar dari sejarah bagaimana kerjasama antar anak bangsa yang ‘guyub’ dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, “tegasnya. Misalnya terkait penetapan Hari Santri dan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, ‘adalah potret kerjasama dan sinergi antar golongan nasionalis dan agama (Nahdliyin), “tambah Alumni SMA 1 Mempawah ini. 

Prinsip kebangsaan kita, ujar Wawan, dipandu oleh nilai-nilai Pancasila. “Selama masih berpegang pada Pancasila, InsyaAllah kita akan tetap kuat,” tutupnya.

Deklarasi Pemilu Damai Ormas Lintas Etnis Kabupaten Mempawah, Ini Tiga Poin Pentingnya

Foto : Deklarasi Pemilu Damai Ormas Lintas Etnis Kabupaten Mempawah.
MEMPAWAH - Organisasi Masyarakat (Ormas) Lintas Etnis Kabupaten Mempawah menyampaikan Pernyataan Sikap dan Deklarasi Pemilu Damai saat Kegiatan Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024 di Rumah Adat Melayu Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (18/11/2023).

Kegiatan yang mengusung tema Peran dan Strategi Ormas Lintas Etnis dalam mengawal Pemilu damai 2024 menghadirkan empat (4) orang Narasumber yakni, Ketua KPU Kabupaten Mempawah, Muhammad Agoes Soesanto; Wakapolres Mempawah, Kompol Sutrisno; Jaksa Pungsional Kejari Mempawah, Lendo Samosir; Pengamat Politik Kalbar, Hermawansyah; dan Adrianus dari Dewan Adat Dayak Kabupaten Mempawah sebagai moderator.

Berikut ini pernyataan sikap dan Deklarasi Ormas lintas etnis kabupaten mempawah, kami masyarakat kabupaten mempawah dengan ini menyatakan:
1. Akan ikut serta menjaga Kamtibmas di wilayah hukum kabupaten mempawah;
2. Akan ikut serta menjaga kedamaian, ketertiban dan ketentraman selama pemilu 2024;
3. Tidak terlibat dalam praktek-praktek yang dapat merugikan selama pemilu 2024.

Kegiatan ini sebenarnya kegiatan ngopi bareng antar sesama ormas lintas etnis yang ada di kabupaten mempawah. 

"Jadi kita masuk materi tentang pemilu, dan pada intinya kita ini dalam rangka agar pelaksanaan pemilu di tahun 2024 nanti dapat berjalan dengan aman, damai dan lancar," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Adrianus.

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan hari ini, menyatukan persepsi antar ketua ormas lintas etnis agar nanti pada saat pelaksanaan bisa ikut serta menjaga Kamtibmas yang ada di wilayah hukum Kabupaten Mempawah. 
"Kemudian, imbuh Adrianus, ikut serta dalam menjaga ketertiban, keamanan, kedamaian selama pemilu dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menggangu pelaksanaan selama pemilu 2024 mendatang," jelasnya lagi.

Ketua Panitia Penyelenggara dan juga merupakan Ketua DAD Kabupaten Mempawah itu menambah, semuanya berharap untuk pelaksanaan pemilu 2024 nanti dapat berjalan lancar, aman, damai tanpa adanya gesekan-gesekan khususnya gesekan antar etnis.

Kamis, 16 November 2023

Pemuda Muhammadiyah Beri Dukungan Atlet Tenis Meja Mempawah

Foto: Pemuda Muhammadiyah Beri Dukungan Atlet Tenis Meja Mempawah.
MEMPAWAH - Pimpinan Daerah Pemuda Muhamadiyah Mempawah ( PDPM ) berikan dukungan kepada Kusmayadi Atlet Tenis Meja asal Kabupaten Mempawah yang akan berlaga di Pekan Paralympic Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (PEPARPROV VI 2023) yang akan Berlangsung Mulai 24 November sampai dengan 4 Desember di Pontianak.

Pekan Paralympic Tingkat Provinsi Kalimantan Barat adalah merupakan event Olahraga bagi para atlet berkebutuhan Khusus (Disabilitas) yang juga merupakan ajang seleksi tingkat provinsi untuk di kirim ke level Nasional mewakili Kalimantan Barat.

Ketua PDPM Baharudin Fauzi mengatakan pihaknya mengaku bangga dan sangat mendukung para atlet Disabilitas asal Mempawah yang mau berjuang mewakili nama daerah di kancah Provinsi, Ia Menambahkan menurutnya para atlet Disabilitas Mempawah sebenarnya memiliki potensi besar di bidang olahraga, hanya saja program pembinaan dan dukungan yang di berikan kepada mereka belum begitu maksimal.

Salah satu atlet disabilitas Cabor Tenis Meja Mempawah, Kusmayadi mengaku dirinya dan rekan-rekan latihan setiap hari menggunakan biayai pribadi dan dengan dana seandainya membeli perlengkapan yang di perlukan untuk persiapan kejuaraan, Sebab itu ia berterimakasih atas dukungan yang telah di berikan oleh Pemuda Muhamadiyah Mempawah. ia menambahkan bahwa dukungan ini sangat penting sebagai pendorong dan motivasi baginya untuk menorehkan prestasi di kancah provinsi nantinya.

"Saya sangat berterimakasih dan semakin termotivasi berkat dukungan yang di berikan Pemuda Muhammadiyah, ini adalah turnamen pertama saya di tingkat provinsi, saya akan memberikan perjuangan yang terbaik nanti di pertandingan, walau dengan segala keterbatasan fisik dan persiapan yang seadanya, kami ingin dapat berprestasi mengharumkan nama daerah," katanya.

Sebagai bentuk dukungannya, Pemuda Muhamadiyah memberikan Jersey dan uang saku yang di serahkan secara langsung oleh ketua dan Sekertaris Pemuda Muhammadiyah kepada Kusmayadi di sela-sela latihan rutin di Pusat Pelatihan tenis meja kabupaten Mempawah jl.Veteran Mempawah Hilir.

"Semoga Para Atlet disabilitas yang akan berjuang nantinya dapat memberikan hasil yang terbaik. dan saya juga berharap kepada seluruh pihak untuk ikut serta memberikan dorongan dan motivasi kepada para atlet Disabilitas asal mempawah, agar mereka lebih semangat dan percaya diri," ujar Fathur IC Sekertaris Pemuda Muhamadiyah Mempawah.

Selasa, 31 Oktober 2023

NGOPI di Peringatan Hari Sumpah Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023

NGOPI di Peringatan Hari Sumpah Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023.
MEMPAWAH - Kolektif Muda-mudi bersama Alumni Sigma Kabupaten Mempawah mengadakan "Aksi Kolaboratif Cegah Bencana Iklim" dengan mengusung tema "NGOPI: Ngobrol Perubahan Iklim" bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023, bertempat di WK. Kampoeng Baru, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (28/10/2023) lalu.

Kegiatan diawali dengan Diskusi dan dilanjutkan nonton bareng (nobar) Film Asimetris garapan watchdoc, hadir sebagai Narasumber Kabid Kebakaran BPBD Mempawah, Desvan Erdanustie; Hendi Suhendri, Alumni Sigma Mempawah; Kasi PPM UPT KPH Wilayah Mempawah, Reni Ayufrida Oktafyanti; Tenaga Ahli BRGM, Hermawansyah; Ageng, Jurnalis, Penulis lepas sebagai Moderator. Dan diikuti peserta yang terdiri dari Organisasi Kepemudaan, Jurnalis, Aktivis, Mahasiswa hingga Masyarakat Sipil.

Kontribusi Pemuda dalam Aksi Iklim

Hendi Suhendri, Alumni Sigma Mempawah mengatakan bahwa kegiatan malam ini merupakan bentuk tindak lanjut kita pada forum Sigma Mempawah yang beberapa waktu lalu kita laksanakan. Dan selanjutnya Kodap sapaannya mengajak forum untuk berefleksi atas gerakan Aksi Kolaboratif Cegah Bencana Iklim, karena menurutnya Isu perubahan iklim bukan hanya isu daerah saja bahkan sudah menjadi isu internasional maka dari itu penting untuk kita bicarakan bersama seperti melalui acara malam ini, melalui ruang ini kita coba akan mencari ruang alternatif apa yang kira kira bisa kita lakukan untuk memitigasi, karena perubahan iklim ini sudah mengakibatkan banyak bencana.

"Karena fakta bahwa yang sedang kita hadapi saat ini, sedang tidak baik baik saja. Maka dari itu kita kolaborasi sama sama cegah bencana iklim yang terjadi saat ini," ujarnya.

Kita sebagai pemuda harus mengambil sikap dan peran aktif untuk menyikapi perubahan iklim seperti yang kita rasakan saat ini. 
"Karena kita akan menyongsong masa depan yang akan datang, kalau kita bersikap acuh tak acuh, ruang aman dan nyaman untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita itu akan sulit untuk kita wujudkan, jika kita tidak mencegah bencana iklim sejak dini. Nah itulah latar belakang yang harus sikap bersama sama," katanya lagi.

Lebih lanjut, Kodap menyampaikan, Jika kita berbicara terkait perubahan iklim itu sebenarnya banyak sudah dampak yang kita rasakan seperti banjir, karhutla, dan kualitas udara yang semakin hari semakin memburuk, dan kalau mau curhat ni ya, rumah saya tu ya dari saya kecil sampai saya sekarang ini sudah nikah dan punya anak, rumah saya itu udah lima kali renovasi gara-gara banjir, nah itu salah satu contohnya. Maka dari pada itu tidak menutup kemungkinan juga dirasakan di daerah daerah lainnya. Karena kehidupan sekitar kita ini sebenarnya sudah banyak yang berubah kondisi geografisnya terutama di daerah yang dekat dengan sungai.

"Jika kita tidak merespon dan menyikapi perubahan iklim seperti saat ini. Kita siap siap saja ruang hidup yang aman dan nyaman untuk kita dan generasi kita yang akan datang itu hanyalah imajinasi saja. Berangkat dari pengalaman pengalaman itulah makanya harus kita sikapi dan bersinergi bersama," pungkasnya.

*Aksi Kolaboratif Cegah Bencana Iklim*

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Wilayah Mempawah, Reni Ayufrida Oktafyanti menyampaikan tentang UPT KPH Mempawah yang pada intinya mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis dalam hal perlindungan hutan terutama salah satunya dalam pengendalian kebakaran hutan.

"Pada UPT KPH Mempawah sendiri dalam penanganan karhutla itu ada yang namanya kesatuan kerja sendiri, yang dinamakan oleh Brigade Dalkarhutla yang dikepalai langsung oleh kepala kph mempawah," katanya.

Terkait isu isu gender saat ini tetap menjadi topik yang sangat menarik bagi kita untuk dibicarakan, dimana mungkin dapat kita maknai bahwa didalam gender itu adanya hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan yang menjamin kesamaan antara perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan yang sama, baik didalam pemenuhan kebutuhan, dan tanggung jawab. Termasuk lah yang merujuk kepada pekerjaan yang mungkin selama ini banyak mengandalkan kekuatan fisik dan identik dengan pekerjaan laki-laki seperti pengendalian karhutla.

Dalam tim yang ditangani khusus pengendalian karhutla KPH Mempawah ini kami ada beberapa personil perempuan yang terlibat dalam upaya pengendalian karhutla ini. "Kebetulan sekretaris dan saya sendiri wanita yang diamanatkan untuk bertanggung jawab dalam penanganan karhutla, selain itu kami juga ada tim pengendali yang dimana anggotanya adalah ada beberapa orang yang memang wanita," ujar Ayu, sapaannya.

Kabid Kebakaran BPBD Mempawah, Desvan Erdanustie mengatakan BPBD Kabupaten/Kota itu dalam penanggulangan bencana itu, kita mengenal dengan konsep sinergisitas dan kolaborasi. Kemudian salah satunya itu melakukan mitigasi seperti mensosialisasikan kepada masyarakat. 

"Bahwa saat ini kita harus bersolidaritas, berkolaborasi bersama-sama untuk menangani karhutla yang sering terjadi. Jadi sebenarnya bencana itu harus dicegah secara bersama-sama," ucapnya.

Saya lebih senang sosialisasi terkait karhutla seperti acara malam ini, karena emang perlu mensosialisasikan kepada masyarakat lebih luas melalui kegiatan kegiatan seperti ini. "Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia penyelenggara yang sudah ikut membantu BPBD mensosialisasikan melalui acara malam ini," tuturnya.

Tenaga Ahli BRGM, Hermawansyah, dalam diskusi Ngobrol Perubahan Iklim meyampaikan pandangannya mengenai situasi ekologis di Mempawah. "Bumi Galaherang ini menjadi langganan bencana alam. Tiap tahun terjadi kebakaran, dan sebagian besar terjadinya di lahan gambut. Karena memang di Kabupaten Mempawah ini sebaran gambutnya cukup luas," terangnya.

"Saya diundang di sini dalam kapasitas sebagai TA Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yang memang ditugaskan untuk bagaimana bersama-sama bergotong-royong untuk memulihkan ekosistem gambut," terangnya lagi.

Wawan, sapaannya, menyampaikan gambut memiliki fungsi yang sangat luas sekali dalam menopang kehidupan. Gambut terbentuk bukan karena proses rekayasa genetik ataupun rekayasa saintifik tetapi itu adalah produk dari tangan-tangan Tuhan melalui sistem alam semesta yang bekerja.

Dikatakan Wawan, ketika terjadi kebakaran lahan gambut, maka yang dilepaskan adalah gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. "Nah kalau pemanasan global itu terjadi dampaknya adalah perubahan iklim," paparnya.

Orang di kampung saja yang sekarang ini, saudara kita yang bekerja sebagai nelayan itu sudah tidak lagi bisa mengandalkan kepada kearifan tradisional bagaimana menghitung pada bulan tertentu, misalnya jenis ikan-ikan apa karena kalender musim itu sudah tidak menentu. Begitupula saudara-saudara kita sebagai petani, kalender musim itu sudah tidak menentu akibat perubahan iklim, yang mestinya bulan-bulan itu hujan ternyata panas bedengkang kata orang sini. 

"Apalagi tahun ini, tahun el-nino yang tingkat kekeringannya itu lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya," ujar pria kelahiran Sungai Bakau Kecil tersebut.

Tidak bisa lagi sekarang kita berkerja sendiri, apalagi merasa benar sendiri. Saatnya bekerja sama, bergandengan tangan dan gotong-royong menjawab masalah dan kebutuhan bersama. 

"Pemerintah juga punya keterbatasan, perlu dibantu. Di sisi lain, masyarakat harus terus diperkuat kapasitas dan partisipasinya," tambahnya.

 

Aksi Kolaboratif Cegah Bencana Iklim, Alumni Sigma Mempawah: Jika Kita Tidak Merespon dan Sikapi, Ruang Hidup Aman dan Nyaman Hanyalah Imajinasi

Aksi Kolaboratif Cegah Bencana Iklim Alumni Sigma Mempawah.
MEMPAWAH - Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyelimuti sebagian besar kota di Kalimantan Barat. Tentu saja, kabut asap itu mengganggu kesehatan warga Kalimantan Barat, khususnya kelompok rentan.

Untuk itu, diperlukan inisiasi agar potensi kekuatan yang ada dapat terajut dalam aksi kolaboratif. Situasi ini tidak boleh terkonversi menjadi krisis.

Berangkat dari hal tersebut, Kolektif Muda-mudi bersama Alumni Sigma Kabupaten Mempawah menggelar "Aksi Kolaboratif Cegah Bencana Iklim" dengan mengusung tema "NGOPI: Ngobrol Perubahan Iklim", Sabtu (28/10/2023).

Kegiatan yang berlangsung di WK. Kampoeng Baru, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat itu diawali dengan Diskusi dan dilanjutkan nonton bareng (nobar) Film Asimetris garapan watchdoc, hadir sebagai Narasumber Kabid Kebakaran BPBD Mempawah, Desvan Erdanustie; Hendi Suhendri, Alumni Sigma Mempawah; Kasi PPM UPT KPH Wilayah Mempawah, Reni Ayufrida Oktafyanti; Tenaga Ahli BRGM, Hermawansyah; Ageng, Jurnalis, Penulis lepas sebagai Moderator. Dan diikuti peserta yang terdiri dari Organisasi Kepemudaan, Jurnalis, Aktivis, Mahasiswa hingga Masyarakat Sipil.

Kontribusi Pemuda dalam Aksi Iklim

Hendi Suhendri, Alumni Sigma Mempawah mengatakan bahwa kegiatan malam ini merupakan bentuk tindak lanjut kita pada Forum Sigma Mempawah yang beberapa waktu lalu kita laksanakan. Dan selanjutnya, Kodap sapaannya mengajak forum untuk berefleksi atas gerakan Aksi Kolaboratif Cegah Bencana Iklim, karena menurutnya
Isu perubahan iklim bukan hanya isu daerah saja bahkan sudah menjadi isu internasional maka dari itu penting untuk kita bicarakan bersama seperti melalui acara malam ini, melalui ruang ini kita coba akan mencari ruang alternatif apa yang kira kira bisa kita lakukan untuk memitigasi, karena perubahan iklim ini sudah mengakibatkan banyak bencana. "Karena fakta bahwa yang sedang kita hadapi saat ini, sedang tidak baik baik saja. Maka dari itu kita kolaborasi sama sama cegah bencana iklim yang terjadi saat ini," ujarnya.

Kita sebagai pemuda harus mengambil sikap dan peran aktif untuk menyikapi perubahan iklim seperti yang kita rasakan saat ini. 

"Karena kita akan menyongsong masa depan yang akan datang, kalau kita bersikap acuh tak acuh, ruang aman dan nyaman untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita itu akan sulit untuk kita wujudkan, jika kita tidak mencegah bencana iklim sejak dini. Nah itulah latar belakang yang harus sikap bersama sama," katanya lagi.

Lebih lanjut, Kodap menyampaikan, Jika kita berbicara terkait perubahan iklim itu sebenarnya banyak sudah dampak yang kita rasakan seperti banjir, karhutla, dan kualitas udara yang semakin hari semakin memburuk, dan kalau mau curhat ni ya, rumah saya tu ya dari saya kecil sampai saya sekarang ini sudah nikah dan punya anak, rumah saya itu udah lima kali renovasi gara-gara banjir, nah itu salah satu contohnya. Maka dari pada itu tidak menutup kemungkinan juga dirasakan di daerah daerah lainnya. Karena kehidupan sekitar kita ini sebenarnya sudah banyak yang berubah kondisi geografisnya terutama di daerah yang dekat dengan sungai.

"Jika kita tidak merespon dan menyikapi perubahan iklim seperti saat ini. Kita siap siap saja ruang hidup yang aman dan nyaman untuk kita dan generasi kita yang akan datang itu hanyalah imajinasi saja. Berangkat dari pengalaman pengalaman itulah makanya harus kita sikapi dan bersinergi bersama," pungkasnya.

Sabtu, 28 Oktober 2023

Tuntas, Pengurus Masjid Besar Nurul Yaqin Sadaniang Sampaikan Amanah Pembebasan Lahan Wakaf untuk Masjid

Pengurus Masjid Besar Nurul Yaqin Sadaniang Sampaikan Amanah Pembebasan Lahan Wakaf untuk Masjid.
MEMPAWAH - Pengurus Masjid Besar Nurul Yaqin Dusun Pak Nungkat, Desa sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat tuntas menyelesaikan Amanah para Donatur terkait pembebasan lahan wakaf untuk masjid.

Bahwa program yang ditargetkan tiga bulan yang lalu ini selesai kita tuntaskan. "Hal ini mengingat posisi tanah yang dibayar sangat mempengaruhi posisi keadaan masjid dan memperluas halaman," kata Ketua Masjid Besar Nurul Yaqin, Ismail didampingi Sekretaris Masjid yang juga Kasi Pemerintahan Desa Sekabuk Alex Candra, Jumat (27/10/2023).

Alhamdulilah setelah berkomunikasi dengan pemilik lahan akhirnya bersedia untuk memberikan tanah tersebut untuk dibeli sebagai wakaf dan sebagai pemilik lahan juga ikut berwakaf atas nama almarhum ayah dan ibunya serta kakaknya.

"Setelah mendapatkan informasi itu, kata Ismail, Pengurus Masjid segera melakukan Musyawarah dan membuat program untuk dapat membebaskan lahan wakaf tersebut untuk kepentingan Masjid," ungkapnya.

Ismail menuturkan Alhamdulillah setelah melakukan program wakaf lahan tersebut dan donasi dari berbagai kalangan, dari Kegiatan Gema Bina Bangun Desa dan juga kegiatan Pengajian kegiatan BKMT Kabupaten Mempawah di Masjid mana dana tersebut terpenuhi.

"Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada seluruh Donatur wakaf terhadap tanah tersebut, dan kami sampaikan amanah para donatur sebagai informasi bahwa benar tanah wakaf tersebut telah kami selesaikan, " ucapannya.

Lebih lanjut, Ketua Masjid Besar Nurul Yaqin itu menyampaikan bahwa masih banyak program yang menjadi pekerjaan rumah pengurus Masjid Besar Nurul Yaqin. Sebagai Masjid satu-satunya di Kecamatan Sadaniang melalui program pembenahan dan perbaikan sistem Masjid Pengurus yang baru ini terus memacu diri demi pembenahan dan kesempurnaan Masjid.

Mulai dari tempat Wudhu dan Toilet, menara Masjid, penataaan Halaman dan tempat Parkir, Pagar halaman, pembangunan sekretariat Bersama Lembaga Islam, dapur umum untuk pusat Kegiatan serta Penginapan yang akan diperuntukan untuk kegiatan dan Musafir yang nantinya berkunjung. 

"Karena kedepan Masjid ini menjadi tumpuan dan Pusat kegiatan Islam satu-satunya di Kecamatan Sadaniang," urainya.

Untuk itu, dirinya mohon dukungan, perhatian dan doa dari semua kalangan Masyarakat agar Perencanaan program ini dapat berjalan dengan baik. (Izr)

Hukum

Peristiwa

Kesehatan

Pilkada 2024

Kalbar

Tekno