Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Raul Fernandez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raul Fernandez. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2026

Jorge Martin Kecewa Berat usai Crash di Catalunya, Sempat Dorong Paolo Bonora Akhirnya Minta Maaf ke Aprilia

Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.
Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.

JAKARTA - Jorge Martin meminta maaf kepada manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, setelah menunjukkan reaksi emosional usai balapan MotoGP Catalunya, Minggu waktu setempat, di Sirkuit Catalunya.

Pebalap Aprilia itu marah setelah terjatuh dari posisi kedua pada lap pembuka restart terakhir akibat kontak dengan sesama rider Aprilia, Raul Fernandez. Fernandez tetap melanjutkan balapan, sementara Martin harus kembali dari posisi belakang dan finis jauh dari persaingan depan.

Insiden tersebut sempat ditinjau FIM MotoGP Stewards. Namun, pengawas balapan memutuskan tidak ada tindakan lanjutan terhadap Fernandez.

Setelah balapan berakhir, Martin terlihat memarkir motor RS-GP miliknya di luar garasi tim pabrikan Aprilia. Ia kemudian memberikan tepuk tangan bernada sarkastis sebelum masuk ke pit box.

Di dalam garasi, Paolo Bonora dan CEO Aprilia Racing Massimo Rivola berusaha menenangkan juara dunia bertahan tersebut yang masih terbawa emosi akibat insiden di lintasan.

“Cerita saya hari ini sebenarnya nomor dua, pikiran saya bersama Alex dan Johann,” kata Martin kepada MotoGP.com.

Martin mengaku kecewa karena merasa memiliki peluang besar untuk memperebutkan kemenangan di Catalunya sebelum insiden terjadi.

“Saya yakin punya potensi untuk menang. Tapi beginilah balapan. Saya tetap mengambil sisi positifnya karena saya merasa cepat,” ujarnya.

Pebalap asal Spanyol itu juga mengakui tindakannya di garasi tidak seharusnya terjadi. Ia mengatakan emosinya kembali memuncak sesaat setelah masuk ke area tim.

“Saya sangat kecewa dengan cara saya masuk ke garasi. Saya mencoba tenang selama balapan, tetapi ketika masuk, tensinya naik lagi,” kata Martin.

“Saya sudah meminta maaf kepada Paolo Bonora karena saya sempat mendorongnya. Itu benar-benar tidak perlu,” lanjutnya.

Martin juga mengungkapkan dirinya sempat mencari Bonora ke kantor untuk meminta maaf secara langsung, namun belum bertemu saat itu.

Sementara itu, Massimo Rivola sebelumnya juga terlihat berbicara serius dengan bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, terkait insiden yang melibatkan Raul Fernandez.

Kecelakaan tersebut menjadi kerugian besar bagi Martin dalam persaingan klasemen. Sebelum balapan, ia berpeluang memangkas defisit dua poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memimpin klasemen sementara.

Namun hasil balapan justru membuat Martin kehilangan kesempatan itu setelah Bezzecchi finis kelima. Posisi Bezzecchi bahkan masih berpotensi naik tergantung hasil investigasi tekanan ban terhadap Joan Mir dan Pecco Bagnaia.

Martin sendiri menolak memberikan komentar saat ditanya apakah Raul Fernandez layak mendapat penalti atas insiden tersebut.

Minggu, 17 Mei 2026

Pedro Acosta Akui Kurang Satu Lap Usai Finis Kedua di Sprint Catalunya

Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.
Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.

JAKARTA - Pedro Acosta gagal mempertahankan posisi terdepan dan harus puas finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya, Sabtu, setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez di Sirkuit Catalunya.

Pebalap KTM itu sempat mengawali balapan dengan baik usai mengonversi pole position menjadi pimpinan lomba. Namun, Acosta kehilangan posisi setelah disalip Alex Marquez dari Gresini Ducati dan Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia di pertengahan balapan.

Memasuki lap-lap akhir, Acosta kembali menemukan ritmenya ketika grip ban para rival mulai menurun. Ia berhasil merebut kembali posisi dari Fernandez sebelum memburu Marquez hingga garis finis.

Duel keduanya berlangsung sangat ketat dan menjadi salah satu finis terdekat dalam sejarah Sprint MotoGP. Acosta hanya terpaut 0,041 detik saat bendera finis dikibarkan.

“Sejujurnya saya hanya kurang satu lap lagi,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia mengaku sempat melihat peluang menyalip di Tikungan 10, area yang sebelumnya berhasil digunakannya untuk melewati Raul Fernandez. Namun jarak dengan Marquez dinilai masih terlalu jauh.

“Bagaimanapun, kami melakukan pekerjaan dengan baik. Kami menjalani balapan yang bagus dan meraih banyak poin dibanding musim lalu. Untuk itu kami harus senang,” ujarnya.

Acosta juga menilai performa KTM cukup kompetitif meski biasanya mengalami kesulitan saat menggunakan ban lunak di Sprint Race.

“Biasanya kami sedikit lebih menderita di Sprint dibanding balapan panjang. Tapi saya senang karena kami bisa mengelola ban soft dengan cukup baik, dan itu menjadi informasi penting untuk besok,” kata dia.

Menurut Acosta, performa motornya cukup cocok dengan kondisi lintasan Catalunya meski performanya sedikit menurun dibanding sesi pagi hari.

Ia juga mengakui Ducati dan Aprilia masih memiliki keunggulan dalam pengelolaan ban lunak, tetapi tetap optimistis menghadapi balapan utama.

“Hari esok adalah peluang bagus untuk kami,” ucap Acosta.

Hasil Sprint ini membuat Acosta kembali naik ke posisi ketiga klasemen MotoGP setelah unggul atas Fabio di Giannantonio. Pebalap VR46 Ducati tersebut juga tampil kuat di akhir balapan dan finis ketiga, hanya terpaut 0,457 detik dari kemenangan.

Jumat, 02 Mei 2025

Raul Fernandez Temukan Kepercayaan Diri Usai Tes MotoGP Jerez, Siap Bangkit di Le Mans

Raul Fernandez Temukan Kepercayaan Diri Usai Tes MotoGP Jerez, Siap Bangkit di Le Mans
Raul Fernandez Temukan Kepercayaan Diri Usai Tes MotoGP Jerez, Siap Bangkit di Le Mans.

JAKARTA - Raul Fernandez akhirnya bisa bernapas lega setelah tes resmi MotoGP di Jerez hari Senin lalu. Pembalap Trackhouse Aprilia ini berhasil menemukan rasa percaya diri yang sudah lama hilang berkat perubahan signifikan pada motornya, terutama dalam hal kenyamanan dan performa.

Musim 2025 sejauh ini memang belum bersahabat bagi Fernandez. Dari lima seri awal, ia belum sekali pun menembus posisi sepuluh besar dan hanya bertengger di peringkat ke-19 klasemen sementara. Tapi semua itu mulai berubah di Jerez.

Dalam sesi tes pasca-balapan, Fernandez berhasil mencatatkan waktu yang cukup kompetitif dan finis di posisi kesembilan secara keseluruhan—hanya terpaut 0,15 detik dari Aprilia tercepat yang dikendarai Marco Bezzecchi. Menariknya, semua itu ia capai dengan menggunakan ban bekas, lho!

"Tes hari ini penting banget buat kami setelah lima balapan pertama yang cukup berat," ujar Fernandez.

Ia menjelaskan bahwa timnya melakukan banyak eksperimen sejak pagi, termasuk mengutak-atik sasis dan menguji ban Michelin di sesi sore.

"Aku jujur belum merasa nyaman dengan motor selama ini. Tapi hari ini, kami benar-benar kerja bagus. Aku nggak mau terlalu yakin dulu, tapi setidaknya kami menemukan sesuatu yang bikin aku lebih rileks dan bisa pakai gaya balapku sendiri dengan lebih baik."

Bukan cuma soal kecepatan, Fernandez juga menyebut bahwa timnya fokus pada skenario realistis, seperti memakai ban medium yang sudah aus dan tangki bahan bakar penuh. Hasilnya? Ia mencatat waktu terbaik 1 menit 36,9 detik dengan kondisi ban yang sudah terpakai—cukup jauh dibanding catatan terbaiknya saat balapan Minggu (1:38,450) yang hanya cukup untuk finis ke-15.

Lalu, apa sebenarnya yang bikin performanya melonjak?

"Aprilia kasih aku sesuatu yang baru pagi ini, dan itu langsung kerasa bedanya. Selain itu, kami juga ubah sedikit setting motor. Sekarang, aku bisa bilang kami sudah punya ‘basis’ yang solid buat motor ini," katanya penuh semangat.

Sang kepala kru, Noe Herrera, juga ikut menjelaskan bahwa timnya memang memulai tes dari setup dasar yang biasa mereka pakai di Jerez.

"Begitu kami tahu di mana titik lemahnya, kami coba beberapa solusi yang awalnya nggak memberikan hasil. Tapi akhirnya kami juga eksperimen dengan sasis di motor kedua, dan itu sangat membantu," ungkap Herrera.

Walau kondisi lintasan cukup tricky karena angin kencang, terutama di tikungan-tikungan cepat, mereka tetap bisa mendapatkan banyak pelajaran dari sesi tersebut.

Kini, semua mata tertuju pada GP Prancis di Le Mans yang digelar pada 9–11 Mei mendatang. Fernandez berharap apa yang mereka temukan di Jerez bisa terkonfirmasi di sana, dan jadi titik balik musimnya.

"Aku yakin malam ini bisa tidur nyenyak. Tim benar-benar kerja keras untuk bikin aku nyaman lagi di atas motor," tutup Fernandez dengan senyum optimis.