Iklan

Iklan

Kepala Bappenas Sampaikan Pemerintah Kucurkan Tambahan belanja Rp695,2 Triliun

Redaksi
22/08/20, 01:52 WIB Last Updated 2020-09-28T07:30:42Z
Foto: Istimewa


BORNEOTRIBUN - Dampak pandemi Covid-19 sangat besar bagi perekonomian negara. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II terkontraksi mencapai 5,32 persen, ini merupakan kontraksi terdalam sejak krisis 1998/1999. Namun meski mengalami tekanan yang besar pada bulan April dan Mei, perekonomian mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan selepas relaksasi PSBB. 


Selain pertumbuhan ekonomi, pandemi ini juga berdampak pada sasaran pembangunan lainnya yakni penanggulangan tingkat kemiskinan dan penanggulangan pengangguran yang diprediksi semakin meningkat. Pemulihan ekonomi tahun 2021 nantinya akan didorong oleh sejumlah Proyek Strategis Nasional seperti peningkatan investasi, industri, dan pariwisata. Hal ini sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan PSN yang dapat membantu pemulihan ekonomi agar segera dijalankan. 


"Walaupun saat ini kita tengah menghadapi pandemi tapi agenda-agenda strategis yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita yang menjadi prioritas bagi kepentingan nasional tidak boleh berhenti dan tetap harus kita lanjutkan," kata Presiden pada rapat terbatas beberapa waktu lalu.


Dalam wawancara ekslusif pada program "Special Interview With Claudius Boekan" di Berita Satu TV, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membicarakan mengenai beberapa hal diantaranya tambahan anggaran belanja penanggulangan Covid-19 dan juga kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN). 


“Untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19, pemerintah telah mengalokasikan Rp695,2 triliun tambahan belanja untuk penanganan Covid-19 yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan, program PEN memberikan stimulus terhadap perekonomian dari sisi permintaan maupun penawaran,” ujar Menteri. 


Namun, hingga saat ini realisasi anggaran penanganan Covid-19 dan program PEN secara keseluruhan baru mencapai Rp 151,25 triliun atau sebesar 21,8% dari pagu anggaran yang ada. 


“Tantangan dalam pelaksanaan anggaran tersebut terutama mencakup kendala operasional dan proses administrasi, untuk itu kendala ini harus segera diatasi,” ucap Menteri.


Mengenai kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai yang telah diamanatkan presiden maka, PSN yang akan diutamakan adalah untuk pemulihan ekonomi yakni major project di sektor Industri dan pariwisata.


“Major Project sektor industri salah satunya fokus pada pengembangan industri 4.0 di 5 sub sektor prioritas: makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, kimia, dan farmasi,” ungkap Menteri.


Sedangkan major project sektor pariwisata berfokus pada pada pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas: Danau Toba, Borobudur, Lombok Mandalika, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bromo-Tengger-Semeru, Bangka Belitung, dan Morotai.


Kamis, 20 Agustus 2020, Tim Komunikasi Publik Kementerian PPN/Bappenas, Follow: Instagram Menteri PPN: @suharsomonoarfa, Twitter Menteri PPN: @Suharso_M, Fanpage Menteri PPN: Suharso Monoarfa. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kepala Bappenas Sampaikan Pemerintah Kucurkan Tambahan belanja Rp695,2 Triliun

Terkini

Iklan