Isyarat Mencairnya Hubungan, Delegasi Parlemen Arab Bertemu Presiden Suriah
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 27 Februari 2023

Isyarat Mencairnya Hubungan, Delegasi Parlemen Arab Bertemu Presiden Suriah

Ikuti kami:
Google
Isyarat Mencairnya Hubungan, Delegasi Parlemen Arab Bertemu Presiden Suriah
Isyarat Mencairnya Hubungan, Delegasi Parlemen Arab Bertemu Presiden Suriah. Foto: Presiden Suriah Bashar Assad, (ketiga dari kanan), bertemu dengan delegasi yang mewakili berbagai parlemen Arab di Damaskus, Minggu, 26 Februari 2023. (Foto: Kepresidenan Suriah via Telegram via AP)

DAMASKUS, SURIAH - Delegasi anggota parlemen senior Arab hari Minggu (26/2) bertemu dengan Presiden Suriah Bashar Al Assad, isyarat mencairnya hubungan setelah isolasi selama lebih dari satu dekade karena konflik berdarah di Suriah.

Kepala perwakilan Irak, Yordania, Palestina, Libya, Mesir, Oman, Lebanon dan Uni Emirat Arab melakukan perjalanan ke Suriah sebagai bagian dari delegasi Uni Antar-Parlemen Arab. Menurut kantor berita Suriah SANA, delegasi itu bertemu dengan anggota-anggota parlemen Suriah dan Presiden Assad.

Juru bicara parlemen Irak Mohammed Al Halbousi mengatakan “kami tidak dapat melakukan (pembaruan.red) tanpa Suriah, dan Suriah tidak dapat melakukannya tanpa dukungan Arab, yang kami harap dapat kembali.”

Suriah terisolasi dari dunia Arab lain setelah mengambil tindakan keras terhadap demonstrasi damai tahun 2011. Liga Arab menangguhkan keanggotannya di badan itu pada tahun yang sama dan banyak negara Arab menarik utusan mereka dari Damaskus.

Tetapi Assad menarik manfaat dari dukungan kuat negara-negara Arab pasca gempa dahsyat 6 Februari lalu di Turki dan Suriah. Menurut perhitungan PBB dan angka dari pemerintah Suriah, lebih dari 5.900 orang di Suriah tewas dalam gempa bumi itu.

Sejumlah donor, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang keduanya mendukung kelompok pemberontak yang berupaya menggulingkan Assad pada tahun-tahun awal konflik Suriah, ikut memberi bantuan kemanusiaan bagi korban gempa itu.

Untuk pertama kalinya pada tanggal 7 Februari lalu Presiden Mesir Abdel Fattah El Sissi menelpon Assad. Sementara Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi melakukan perjalanan pertama ke Damaskus pada 15 Februari.

Lima hari kemudian Assad melawat ke Oman, yang pertama kali ia meninggalkan Suriah sejak gempa. Assad jarang meninggalkan Suriah selama perang, dan hanya bepergian ke sekutu dekatnya – Rusia dan Iran – yang mendukungnya secara militer dan mengubah peta konflik di negaranya.

Assad juga pernah berkunjung ke Uni Emirat Arab tahun 2022 lalu, perjalanan pertamanya ke sebuah negara Arab sejak perang saudara tahun 2011. [em/jm]

Oleh: VOA Indonesia/Editor: Yakop

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.