Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2026

VLX Vitality Wakili Polres Landak di Turnament E-Sport MLBB Kapolda Cup

Foto : VLX Vitality Menjuarai Turnamen E-Sport Mobil Legends Bang Bang Polres Landak

LANDAK (BORNEOTRIBUN.COM), - Setelah berlangsung selama dua hari (Selasa dan Rabu),Turnamen E - Sport Mobile Legends : Bang Bang (MLBB) Kapolres Landak Cup dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 memasuki laga Final. Partai puncak yang mempertemukan tim X Team X Tos Lokale melawan VLX Vitality itu berlangsung di Lokale X Tos Ngabang. Kamis, 25 Juni 2026.

Pertandingan yang menjadi rangkaian kompetisi E-Sport puncak yang di ikuti oleh tim terbaik tersebut dimulai pukul 16.00-20.00 Wib. Sebelum partai final berlangsung, pertandingan perebutan juara ketiga dan keempat terlebih dahulu digelar antara tim Res Landak 86 melawan Tim Titi Patah.

Dalam pertandingan itu, Res Landak 86 tampil dominan dan berhasil mengamankan posisi juara ketiga setelah menang dengan skor meyakinkan 2-0.

Sementara itu, laga puncak Grand Final mempertemukan X Team X Toss Lokale dengan VLX Vitality dalam perebutan gelar juara pertama. Pertandingan berlangsung sengit dan menarik perhatian para penonton yang hadir. Namun, VLX Vitality mampu menunjukkan permainan yang solid dan konsisten hingga berhasil menundukkan X Team X Toss Lokale dengan skor telak 3-0 sekaligus memastikan diri sebagai juara Kapolres Landak Cup 2026.

Prosesi penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan oleh Kabag Ops Polres Landak, Kompol Imbang Sulistyono, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. Para juara menerima plakat, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.

Juara pertama VLX Vitality menerima uang pembinaan sebesar Rp2.000.000, juara kedua X Team X Toss Lokale memperoleh Rp1.500.000, sementara juara ketiga Res Landak 86 mendapatkan Rp500.000.

Selain meraih gelar juara, VLX Vitality juga berhak mewakili Polres Landak pada ajang Kapolda Cup yang akan digelar pada 26 Juni 2026.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

"Turnamen Mobile Legends Kapolres Landak Cup ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan di bidang esports. Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi yang sehat, sportif, dan penuh kebersamaan," ujar AKBP Devi Ariantari.

Lebih lanjut, Kapolres Landak berharap prestasi yang diraih para peserta dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Kabupaten Landak di tingkat yang lebih tinggi.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Selamat kepada para juara dan semoga tim yang mewakili Polres Landak di Kapolda Cup dapat memberikan hasil terbaik," tambahnya.

Penutupan turnamen berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polres Landak dalam mendukung kegiatan positif masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara Polri dan generasi muda di momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Selasa, 16 Juni 2026

Komunitas Mini 4 WD Sekadau Kembali Aktif, Raymon Juara Event Trial Open STB Up 2026

Komunitas Mini 4 WD Sekadau kembali aktif menggelar event trial Open STB Up 2026. Raymon keluar sebagai juara dalam lomba yang diikuti 38 racer dari Sekadau dan Sanggau.
Komunitas Mini 4 WD Sekadau kembali aktif menggelar event trial Open STB Up 2026. Raymon keluar sebagai juara dalam lomba yang diikuti 38 racer dari Sekadau dan Sanggau.

SEKADAU - Komunitas Mini 4 WD Sekadau kembali aktif dengan menggelar event balap pada Minggu, 14 Juni 2026, di The Best Pool & Café Sekadau. 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 22.00 WIB tersebut menjadi ajang uji coba atau trial menuju Turnamen Open STB Up yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli mendatang.

Salah satu penggerak komunitas, Rizal, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan turnamen terbuka bulan depan. 

Selain itu, event juga menjadi momentum untuk kembali mempererat silaturahmi para penghobi Mini 4 WD di Sekadau dan sekitarnya.

Menurut Rizal, komunitas saat ini juga rutin menggelar race mingguan setiap Kamis dan Jumat malam di kediaman Sapriadi atau Ndos di Jalan Abadi.

"Kawan-kawan penghobi silahkan datang untuk kumpul dan bernostalgia," ujar Rizal.

Sebanyak 38 peserta dari Sekadau dan Sanggau ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Persaingan berlangsung hingga babak final untuk menentukan para pemenang.

Posisi juara ketiga diraih oleh racer asal Sanggau, Vigilius Andri (VG), setelah berhasil finis di depan Rama (Lebah) dari Sanggau dan MGC Huda dari Sekadau.

Sementara itu, partai final mempertemukan Raymon dari Sekadau dengan Azzam, racer cilik dari Mega Coffee. 

Duel yang menjadi puncak acara tersebut berlangsung ketat dengan adu strategi dan kemampuan mekanik. Raymon akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak menempati podium pertama.

Catatan waktu tercepat selama perlombaan atau Best Time Overall berhasil dibukukan oleh Febry (Aul Febb).

Anggota komunitas lainnya, Rozi, berharap kebangkitan komunitas Mini 4 WD di Sekadau dapat terus berlanjut.

"Kita harapkan komunitas tetap solid dan berkembang dengan baik, semoga Open Race Juli nanti lebih meriah," katanya.

Rizal menambahkan, kelas yang rutin dipertandingkan di Sekadau saat ini meliputi kelas STB Up yang digunakan untuk event menengah serta STB Go yang menjadi regulasi lokal untuk perlombaan mingguan maupun challenge race.

Melalui kegiatan ini, komunitas Mini 4 WD Sekadau berharap dapat menjaga antusiasme para penghobi sekaligus menyukseskan pelaksanaan Open STB Up pada Juli mendatang.

Oleh: Rizal

Sabtu, 13 Juni 2026

Lisa Mariana Ngaku Sudah 6 Kali Operasi Plastik, Alasannya Bikin Kaget: Cuma Mau Cantik

Lisa Mariana mengungkap telah menjalani enam kali operasi plastik demi menunjang penampilan. Ia juga membahas alasan dan biaya operasi hidung yang mencapai puluhan juta rupiah. (Foto ilustrasi)
Lisa Mariana mengungkap telah menjalani enam kali operasi plastik demi menunjang penampilan. Ia juga membahas alasan dan biaya operasi hidung yang mencapai puluhan juta rupiah. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Nama Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik setelah secara terbuka mengungkap pengalaman pribadinya menjalani operasi plastik. 

Dalam sebuah wawancara di program televisi Pagi-pagi Ambyar yang tayang di Trans TV, selebgram tersebut mengaku telah menjalani enam kali prosedur operasi plastik untuk menunjang penampilannya.

Pengakuan itu disampaikan Lisa dengan santai saat ditanya mengenai jumlah operasi plastik yang pernah Lisa lakukan. Tanpa ragu, Lisa menyebut angka enam sebagai total prosedur yang telah dijalaninya hingga saat ini.

Keterbukaan Lisa Mariana mengenai perubahan penampilannya menjadi sorotan karena tidak banyak figur publik yang secara gamblang membahas tindakan estetika yang mereka lakukan. 

Di tengah meningkatnya tren perawatan kecantikan modern, operasi plastik kini menjadi salah satu pilihan yang diambil sebagian orang untuk mencapai penampilan yang diinginkan.

Dalam kesempatan yang sama, Lisa menjelaskan bahwa keputusannya menjalani operasi plastik bukan karena alasan kesehatan. 

Lisa mengaku tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mempercantik penampilan.

"Memang mau cantik saja gue," ujar Lisa saat menjawab pertanyaan pembawa acara.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Lisa tidak berusaha menutupi alasan di balik keputusannya. Lisa memilih berbicara secara jujur mengenai pilihannya melakukan berbagai prosedur kecantikan.

Salah satu operasi yang diungkap Lisa adalah operasi hidung. Menurutnya, prosedur tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Lisa mengaku harus mengeluarkan dana hingga puluhan juta rupiah untuk menjalani operasi tersebut.

Biaya operasi plastik memang dapat bervariasi tergantung jenis tindakan, tingkat kesulitan prosedur, hingga fasilitas yang digunakan. 

Karena itu, pengakuan Lisa mengenai biaya operasi hidung turut menarik perhatian publik.

Belakangan, isu mengenai operasi plastik semakin sering diperbincangkan di media sosial. Banyak figur publik yang mulai lebih terbuka mengenai berbagai prosedur kecantikan yang mereka jalani. 

Kondisi ini membuat diskusi tentang standar kecantikan, perawatan diri, dan pilihan personal menjadi semakin luas di tengah masyarakat.

Bagi Lisa Mariana, operasi plastik merupakan keputusan pribadi yang diambil untuk mendukung penampilan sesuai keinginannya. 

Melalui pengakuannya di televisi nasional, Lisa menunjukkan sikap terbuka terhadap perjalanan transformasi dirinya, termasuk berbagai prosedur yang telah dijalani selama ini.

Hingga kini, pernyataan Lisa mengenai enam kali operasi plastik tersebut masih menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Sabtu, 16 Mei 2026

Indonesia-Prancis perkuat kerja sama pada sastra dan literasi

Jakarta - Kementerian Kebudayaan RI bersama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama kebudayaan, khususnya di bidang sastra dan literasi.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis, dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan mempertemukan dua program besar dari masing-masing negara.

“Kita akan ‘mengawinkan’ dua program besar, yaitu program Choix Goncourt Indonésie dari Pemerintah Prancis dengan program Read Indonesia serta Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra dari Pemerintah Indonesia. Kehadiran delegasi Prancis di MIWF tahun ini merupakan langkah awal yang krusial dari implementasi kerja sama tersebut,” ujar Anissa.

Hal tersebut ia sampaikan dalam gelaran yang merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI bersama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia lewat gelaran "Connection Night" yang digelar di Makassar.

Anissa menambahkan bahwa Connection Night bukan sekadar perayaan, melainkan ruang awal untuk membangun kolaborasi nyata antara dua ekosistem kebudayaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan kolaborasi yang konkret, mulai dari pertukaran budaya, penerjemahan buku, residensi penulis, hingga kerja sama festival di masa mendatang,” tambahnya.

Indonesia–Prancis berkomitmen memperkuat kerja sama kebudayaan melalui tiga agenda strategis ke depan, di antaranya partisipasi Indonesia dalam Le Festival du Livre de Paris 2027 dengan menghadirkan delegasi penulis dan penerbit Indonesia, keterlibatan Prancis dalam Indonesia International Book Fair 2026 dan 2027, serta pengembangan skema subsidi penerjemahan bagi penerbit Prancis dan penerbit internasional lainnya guna mendukung penerjemahan dan penerbitan karya sastra Indonesia ke berbagai bahasa dunia.

Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses karya sastra Indonesia di tingkat global sekaligus memperkuat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Prancis secara berkelanjutan.

Connection Night Makassar International Writers Festival 2026 menjadi bukti bahwa diplomasi budaya dapat berjalan seiring dengan diplomasi politik melalui sastra, seni, dan jejaring antar manusia sebagai jembatannya.

Melalui kolaborasi ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperluas akses karya sastra Indonesia di tingkat global serta mempererat hubungan kebudayaan Indonesia dan Prancis secara berkelanjutan.

Pewarta : Sinta Ambarwati/ANTARA

IMI sebut car meet Toyota bisa dorong UMKM otomotif

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto menilai kegiatan komunitas seperti Toyota GR Car Meet 2026 dapat membantu mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor otomotif.

Menurut Moreno, kegiatan otomotif berbasis komunitas tidak hanya menjadi ajang berkumpul pecinta kendaraan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku modifikasi, pemasok komponen, hingga industri pendukung otomotif.

“Melalui event ini saya harapkan dapat mendukung industri otomotif, modifikator, supplier level UMKM yang juga dapat tumbuh dan berkembang bersama menggerakkan roda perekonomian di bidang otomotif,” ujar Moreno dalam acara Toyota GR Car Meet 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan perkembangan industri modifikasi dan aftermarket membutuhkan dukungan melalui kegiatan komunitas yang rutin digelar agar ekosistem otomotif nasional terus berkembang.

Selain itu, Moreno juga mengapresiasi kiprah Toyota Gazoo Racing Indonesia yang dinilai konsisten mengikuti berbagai ajang balap nasional maupun internasional.

“Selain itu juga saya mengapresiasi Toyota Gazoo Racing Indonesia yang secara konsisten berpartisipasi pada ajang balap nasional maupun internasional mewakili Indonesia,” katanya.

Diketahui, Toyota GR Car Meet 2026 menghadirkan lebih dari 400 mobil Toyota dengan berbagai konsep modifikasi seperti balap, stance, off-road, campervan, hingga Japanese Domestic Market (JDM).

Acara tersebut juga melibatkan komunitas Toyota, modifikator, kurator otomotif, serta pelaku industri purnajual dan hiburan otomotif.

Moreno berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai ruang kolaborasi antara komunitas, pelaku industri modifikasi, dan produsen kendaraan.

“Saya harap event seperti ini dapat terus berlanjut karena pertemuan ini menjadi rumah bagi modifikasi, kurator, dan teman-teman komunitas,” ujarnya.

Pewarta : Adimas Raditya Fahky P/ANTARA

Virus penjaga kehidupan, terapi fag di tengah resistensi antibiotik

Jakarta - Bagi sebagian orang, antibiotik sering dianggap "obat sakti". Begitu demam atau batuk tak kunjung reda, mereka langsung mencari resep lama, membeli tanpa konsultasi, atau menyimpan stok untuk "jaga-jaga".

Survei WHO dan Kementerian Kesehatan menunjukkan praktik seperti ini masih marak di Indonesia: antibiotik sering dikonsumsi tanpa resep, tidak sesuai dosis, atau dihentikan sebelum waktunya.

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa dari 22,1 persen masyarakat yang menggunakan antibiotik oral dalam 1 tahun terakhir, 41 persen di antaranya memperoleh antibiotik tanpa resep.

Kebiasaan ini ternyata punya konsekuensi besar. Bakteri yang terbiasa "dihajar"  dengan antibiotik secara sembarangan menjadi kebal.

Di bangsal rumah sakit, akibatnya tampak nyata. Seorang pasien datang dengan luka yang sulit sembuh. Antibiotik diberikan, kultur bakteri diperiksa. Lalu muncul kabar yang membuat dokter, keluarga, dan pasien sama-sama cemas: bakteri itu resisten. Obat yang selama puluhan tahun menjadi tameng kedokteran modern tidak lagi bekerja sekuat dulu.

Krisis itu bernama resistensi antimikroba atau AMR (antimicrobial resistance), yaitu keadaan ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit tidak lagi mempan terhadap obat antimikroba.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan AMR bakteri menyebabkan 1,27 juta kematian global pada 2019 dan berkontribusi pada 4,95 juta kematian. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 133.800 kematian yang berasosiasi dengan AMR pada 2019 sehingga menempatkan Indonesia pada posisi ke-78 dengan angka kematian tertinggi (terstandar usia) terkait AMR dari 204 negara.

Kementerian Kesehatan RI bersama WHO telah meluncurkan Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba Sektor Kesehatan 2025-2029. Arah besarnya jelas. Deteksi harus diperkuat, antibiotik harus digunakan secara bijak, dan edukasi publik harus diperluas. Pendekatan One Health harus menghubungkan kesehatan manusia, hewan, pangan, dan lingkungan.

Pemburu bakteri sunyi

Di tengah dinamika itu, terapi bakteriofag, atau terapi fag, kembali memasuki percakapan ilmiah. Fag adalah virus yang secara alami menginfeksi bakteri. Ia bukan virus yang dirancang untuk menyerang sel manusia. Ia mencari bakteri tertentu, menempel di permukaannya, memasukkan materi genetik, memperbanyak diri, lalu memecahkan bakteri dari dalam.

Dalam terapi, fag yang paling diharapkan ialah fag litik, yaitu fag yang langsung menghancurkan bakteri. Sedangkan virus fag jenis temperate harus digunakan dengan lebih hati-hati, karena ia bisa bersembunyi dan menempel di dalam DNA bakteri sebagai profag.

Perbedaan ini penting. Terapi klinis membutuhkan fag yang aman, stabil, terkarakterisasi, dan tidak membawa gen toksin atau gen resistensi antibiotik.

Terapi fag bekerja seperti anak kunci. Ia tidak menghancurkan semua pintu. Ia hanya membuka sasaran yang cocok. Inilah perbedaannya dengan antibiotik spektrum luas. Antibiotik dapat membunuh banyak bakteri sekaligus, termasuk sebagian mikroba baik.

Fag lebih selektif. Karena itu, ia menarik bagi masa depan terapi infeksi yang lebih presisi, terutama pada infeksi bakteri resisten, infeksi kronis, infeksi luka, infeksi alat implan, infeksi saluran kemih berulang, dan infeksi yang melibatkan biofilm (lapisan pelindung bakteri).

Presisi, bukan mukjizat

Namun, terapi fag bukan obat ajaib. Ia bukan pengganti total antibiotik. Ia lebih tepat dibaca sebagai teknologi tambahan dalam gudang kedokteran modern. Banyak pendekatan justru menggabungkan fag dengan antibiotik. Tujuannya bukan hanya membunuh bakteri dari dua arah.

Dalam beberapa konteks, resistensi bakteri terhadap fag dapat membuat bakteri kehilangan kebugaran atau kembali lebih peka terhadap antibiotik. Meski begitu, efek ini tidak selalu terjadi. Setiap kombinasi fag, bakteri, antibiotik, dosis, dan pasien perlu diuji dengan hati-hati.

Ada tiga pilar penting agar terapi fag tidak berhenti sebagai kisah heroik sesaat. Pertama, fag harus sampai ke lokasi bakteri dalam jumlah memadai. Ini berkaitan dengan farmakokinetik (cara terapi masuk, menyebar, bertahan, dan dibersihkan tubuh).

Kedua, fag harus benar-benar cocok dengan bakteri sasaran. Ini berkaitan dengan farmakodinamik (cara terapi bekerja pada target). Ketiga, terapi harus mengantisipasi evolusi resistensi bakteri terhadap fag. Bakteri dapat berubah. Karena itu, terapi presisi juga harus adaptif.

Alur terapi fag modern dimulai dari diagnosis. Bakteri penyebab infeksi harus diidentifikasi. Setelah itu, laboratorium menguji apakah bakteri tersebut peka terhadap fag tertentu. Proses ini dapat melibatkan phage susceptibility testing (uji kepekaan bakteri terhadap fag), host-range testing (uji cakupan sasaran bakteri), sekuensing genom fag, pemeriksaan gen toksin, pemeriksaan gen resistensi antibiotik, dan penilaian stabilitas fag. Produk fag juga perlu diproduksi dengan standar mutu yang aman.

Di sinilah terapi fag berubah dari cerita mikrobiologi menjadi kerja ekosistem. Dokter tidak cukup bekerja sendiri. Mikrobiolog, farmasis, ahli genomik, ahli imunologi, bioinformatikawan, regulator, industri, dan rumah sakit harus berada dalam satu rantai. Di Indonesia, rantai ini dapat dimulai dari rumah sakit pendidikan dan laboratorium rujukan daerah. Setiap isolat bakteri resisten dari pasien tidak hanya menjadi laporan laboratorium. Ia juga dapat menjadi bahan belajar nasional untuk membangun biobank bakteri, bank fag, dan peta resistensi lokal.

Menimbang fag

Peta dunia menunjukkan satu hal penting. Terapi fag tidak bergerak dengan cara yang sama di setiap negara. Ada yang menempuh jalur riset klinis, ada yang memakai akses khusus, ada yang bertahan dengan tradisi lama, dan ada yang mulai menyusun bahasa regulasi baru.

Untuk Indonesia, pertanyaan terpenting bukan kapan terapi fag menjadi tren. Pertanyaan yang lebih mendasar ialah siapa yang akan menjaga mutunya. Terapi fag membutuhkan laboratorium mikrobiologi yang kuat. Ia membutuhkan surveilans AMR yang rapi. Ia membutuhkan tata kelola biobank. Ia memerlukan BPOM, Kemenkes, BRIN, universitas, rumah sakit, industri farmasi, dokter, farmasis, dokter hewan, ahli pangan, ahli lingkungan, dan komunitas pasien.

Konteks Indonesia sangat konkret. Luka diabetes yang lama tidak sembuh dapat menjadi pintu infeksi berat. Infeksi pascaoperasi dapat memperpanjang rawat inap. Infeksi saluran kemih berulang dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup. Pangan ayam atau ikan dapat menjadi ruang penting untuk pengendalian bakteri. Air limbah rumah sakit dapat menjadi cermin ekologi resistensi. Kultur bakteri di rumah sakit daerah dapat menjadi pintu pertama menuju terapi yang lebih tepat, karena dokter tidak lagi menebak musuh, melainkan membaca identitasnya.

Penulis belum dapat mengonfirmasi adanya regulasi Indonesia yang secara spesifik mengatur terapi fag klinis manusia dari sumber resmi. Kebijakan Indonesia yang sudah terverifikasi adalah pengendalian AMR melalui strategi nasional, regulasi penggunaan antimikroba, penguatan deteksi, Program Pengendalian Resistensi Antimikroba, edukasi publik, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ini dapat menjadi fondasi awal sebelum Indonesia berbicara lebih jauh tentang terapi fag klinis.

Aplikasi fag di pangan dan lingkungan tidak boleh disamakan langsung dengan terapi klinis manusia. Untuk pasien, fag harus melewati identifikasi bakteri, uji kepekaan, karakterisasi genom, penilaian keamanan, dan produksi bermutu. Di pangan, pertanian, perikanan, dan lingkungan, fag dapat dikaji untuk mengendalikan bakteri berbahaya. Namun, standar, tujuan, dan risiko tiap bidang berbeda.

Etika sebelum euforia

Harapan terhadap terapi fag harus berjalan bersama pagar etik. Fag harus dipastikan tidak membawa gen virulensi, gen toksin, atau gen resistensi antibiotik. Produk harus bersih dari kontaminasi berbahaya, dosis harus dikaji, rute pemberian harus jelas. Respons imun pasien harus dipantau, resistensi bakteri terhadap fag harus diantisipasi, terapi personal harus memakai informed consent (persetujuan sadar pasien) yang kuat.

Indonesia tidak perlu memulai dari euforia. Indonesia perlu memulai dari peta jalan yang rapi. Pertama, perkuat laboratorium mikrobiologi klinik dan surveilans AMR. Kedua, bangun bank isolat bakteri resisten dari rumah sakit pendidikan dan jejaring rumah sakit daerah.

Ketiga, kembangkan bank fag nasional dengan standar biosafety. Keempat, susun pedoman riset praklinis, uji klinis, compassionate use, farmakovigilans, dan produksi bermutu. Kelima, libatkan masyarakat agar paham bahwa teknologi baru tidak boleh menjadi alasan memakai antibiotik sembarangan.

Ilmu perilaku berperan besar. Resistensi antibiotik tidak hanya lahir dari mutasi bakteri. Ia juga lahir dari kebiasaan manusia. Membeli antibiotik tanpa resep, menghentikan obat sebelum waktunya, menyimpan sisa obat, memakai antibiotik untuk flu, dan menggunakan antibiotik berlebihan pada peternakan adalah perilaku yang memberi ruang bagi bakteri untuk berevolusi.

WHO menegaskan bahwa penyalahgunaan dan penggunaan berlebihan antimikroba pada manusia, hewan, dan tanaman merupakan pendorong utama munculnya patogen resisten.

Pesan praktisnya sederhana. Jangan membeli antibiotik tanpa resep. Jangan memaksa dokter memberi antibiotik ketika infeksi kemungkinan disebabkan virus. Rawat luka diabetes sejak awal. Perkuat cuci tangan. Jaga pangan keluarga. Pastikan sanitasi rumah baik. Gunakan antibiotik pada hewan secara bertanggung jawab. Dukung rumah sakit yang melakukan kultur bakteri sebelum terapi pada kasus yang sesuai. Masa depan terapi fag dimulai dari perilaku kecil yang dilakukan hari ini.

Fag mengajarkan pelajaran filosofis yang lembut. Penyelamat tidak selalu datang sebagai kekuatan besar yang menyapu semua hal. Kadang ia hadir sebagai makhluk mikroskopik yang bekerja tepat sasaran. Ia tidak menggantikan kebijaksanaan klinis. Ia menuntut kebijaksanaan itu menjadi lebih presisi.

Indonesia tidak hanya membutuhkan obat baru. Indonesia membutuhkan ekosistem baru. Ekosistem yang mempertemukan laboratorium, rumah sakit, regulator, kampus, industri, peternakan, pangan, lingkungan, dan masyarakat.

Di sana, terapi fag bukan sekadar teknologi masa depan. Ia menjadi cara baru membaca kehidupan: bahwa melawan bakteri tidak cukup dengan kekuatan, tetapi juga dengan ketepatan, kesabaran, dan kerendahan hati di hadapan evolusi.

*) Dito Anurogo, alumnus PhD dari IPCTRM TMU Taiwan, WWPO Peace Ambassador untuk Indonesia, dokter riset, dosen, dan peneliti.

Oleh dr Dito Anurogo MSc PhD *)/ANTARA

Jumat, 15 Mei 2026

Modal Rp400 Ribu, Pemuda Sampit Buka Jasa Foto Convex Mirror Selfie

Tren convex mirror selfie dimanfaatkan pemuda di Sampit menjadi usaha kreatif jasa foto dengan tarif Rp5 ribu per sesi dan mendapat respons positif masyarakat.
Tren convex mirror selfie dimanfaatkan pemuda di Sampit menjadi usaha kreatif jasa foto dengan tarif Rp5 ribu per sesi dan mendapat respons positif masyarakat.

SAMPIT - Seorang pemuda bernama Jakaria memanfaatkan tren convex mirror selfie yang viral di media sosial dengan membuka jasa foto kreatif di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Usaha tersebut mulai dijalankan beberapa hari terakhir di sejumlah titik keramaian masyarakat.

Jakaria menawarkan jasa foto menggunakan cermin cembung atau convex mirror dengan tarif Rp5 ribu per sesi. Dalam waktu sekitar tiga menit, pengunjung bisa berfoto menggunakan kamera maupun smartphone pribadi.

“Terinspirasi dari media sosial. Saya mencoba hal-hal yang viral dan belum ada di Sampit,” kata Jakaria di Sampit, Kamis.

Ia memilih lokasi yang ramai dikunjungi warga, seperti Taman Kota Sampit saat Car Free Day, kawasan wisata Terowongan Nur Mentaya pada sore hingga malam hari, hingga area kegiatan masyarakat lainnya.

Menurutnya, konsep foto dengan efek cermin cembung menarik perhatian terutama kalangan muda karena menghasilkan tampilan unik dan estetik yang cocok untuk unggahan media sosial.

Jakaria mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak jasa tersebut diperkenalkan. Pengunjung ramai datang terutama saat akhir pekan dan malam hari ketika lokasi wisata dipadati warga.

“Alhamdulillah respons masyarakat cukup positif, cukup ramai yang menggunakan jasa ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, usaha tersebut masih dijalankan sebagai pekerjaan sampingan. Saat ini dirinya tetap bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Sampit dan memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk menjalankan usaha kreatif tersebut.

Sistem kerja bergilir atau shift membuatnya tetap bisa membagi waktu antara pekerjaan utama dan usaha foto convex mirror.

Untuk memulai usaha itu, Jakaria mengaku tidak membutuhkan modal besar. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp400 ribu lebih untuk membeli cermin cembung secara daring seharga sekitar Rp200 ribu, sementara perlengkapan lain seperti pilox, stiker, dan tiang penyangga dibeli di Sampit.

Fenomena tersebut menunjukkan tren media sosial juga dapat dimanfaatkan menjadi peluang usaha kreatif yang produktif, khususnya bagi anak muda yang jeli melihat peluang di tengah perkembangan konten digital.

Rabu, 06 Mei 2026

Minuman berkafein bukan solusi bagi tubuh yang lelah

Jakarta - Praktisi Kesehatan Masyarakat lulusan Universitas Indonesia Ngabila Salama menyampaikan bahwa minuman berkafein seperti kopi secara berlebihan bukan solusi untuk mengatasi tubuh yang sedang kelelahan.

“Kafein bukan menghilangkan kelelahan, melainkan menunda rasa lelah,” kata Ngabila saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Ngabila mengatakan bahwa kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi sementara karena merangsang sistem saraf pusat.

Namun, kata dia, kafein bukan menghilangkan kelelahan dan jika dikonsumsi berlebihan terutama sore atau malam hari, dapat menyebabkan jantung berdebar, cemas, gangguan lambung, dan kualitas tidur menurun.

Kopi lebih baik dikonsumsi dalam takaran secukupnya sambil diimbangi dengan istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik, sebab saat lelah, tubuh justru tetap membutuhkan energi dan nutrisi.

Menurutnya, bila individu merasa lelah sampai tidak nafsu makan, hal yang dapat dilakukan adalah memilih makanan porsi kecil tetapi bergizi dan mudah dikonsumsi, misalnya buah, telur, sup, yogurt, kacang-kacangan, atau makanan tinggi protein dan serat.

"Hindari terlalu banyak makanan tinggi gula karena dapat membuat energi cepat turun kembali. Jangan lupa cukup minum air putih karena dehidrasi juga dapat memperberat rasa lelah," ucap dia.

Ngabila juga menyarankan untuk rajin berolahraga ringan secara teratur sehingga tubuh tetap bugar, berstamina dan sehat.

Dia menyampaikan tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele, seperti mudah mengantuk di siang hari, sulit fokus, mudah lupa, emosi lebih sensitif atau mudah marah, sakit kepala, pegal berkepanjangan, mata terasa berat, hingga sering sakit atau daya tahan tubuh menurun.

Bila dibiarkan terus-menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental. Salah satu penyebab dari seluruh tanda tersebut adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas.

Oleh : Hreeloita Dharma Shanti/ANTARA

Kemenpar raih penghargaan belanja UMK terbesar di Inabuyer Award 2026

Jakarta - Kementerian Pariwisata meraih penghargaan sebagai kementerian/lembaga dengan belanja produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terbesar pada Tahun Anggaran 2025, dengan realisasi belanja dalam negeri mencapai 80 persen dalam ajang Inabuyer Award 2026. 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengalokasikan anggaran belanja kementerian guna memberdayakan produk-produk karya anak bangsa, khususnya di sektor pariwisata," kata Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza kepada Sekretaris Kementerian Pariwisata RI Bayu Aji di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (5/5).

Bayu mengatakan capaian ini merupakan hasil konsistensi Kementerian Pariwisata dalam menjalankan arahan Presiden terkait Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta memperkuat ekosistem UMK serta mendorong keberlanjutan usaha lokal melalui optimalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Melalui Inabuyer Award 2026, Kementerian Pariwisata pun kembali menegaskan posisinya sebagai instansi yang tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga aktif memperkuat struktur ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pengusaha UMK di seluruh Indonesia.

Dia membeberkan bahwa alokasi 80 persen belanja kementerian untuk produk lokal diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pengusaha UMK, terutama yang bergerak di sektor pariwisata.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza memberikan apresiasi atas langkah konkret Kementerian Pariwisata dalam memperkuat peran UMK.

Helvi berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi kementerian dan lembaga lainnya untuk terus meningkatkan serapan belanja produk UMK, sehingga mampu mempercepat perputaran ekonomi domestik.

Oleh : Hreeloita Dharma Shanti/ANTARA

Menkomdigi tekankan urgensi bangun kesadaran digital sejak dini

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan bagi generasi muda untuk dapat membangun kesadaran digital sejak dini agar ke depannya dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Pesan itu disampaikannya dalam dialog yang berlangsung bersama siswa di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Athfal Rebila, Lombok, setelah mendengar cerita para siswa tentang kebiasaan digital dengan rata-rata menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari di ruang digital.

“Yang paling kuat adalah kesadaran diri, bukan sekadar pengawasan. Begitu kamu paham sesuatu merugikan masa depanmu, kamu sendiri yang harus berhenti. Itu kekuatan sesungguhnya,” kata Meutya dalam keterangan yang diterima dan dikonfirmasi, Rabu.

Meutya Hafid mengingatkan bahwa penggunaan teknologi apapun yang berlebihan dapat berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada prestasi belajar, hubungan dengan orang tua, serta kesehatan mental siswa.

Maka dari itu, penting untuk membentuk kesadaran sejak dini sehingga kebiasaan digital yang baik dapat tercipta dan menjadikan ruang digital Indonesia sebagai ruang produktif, aman, dan nyaman.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan untuk mendukung terciptanya ruang digital aman bagi anak pemerintah menghadirkan kebijakan yang kini dikenal sebagai PP Tunas atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

Lewat aturan itu pemerintah menyiapkan pembatasan akses anak terhadap platform-platform digital yang berisiko tinggi hingga usia tertentu. Kebijakan tersebut menurut Meutya didasarkan pada banyak kajian ilmiah baik dari para pakar kesehatan jiwa, pendidikan, hingga medis.

Selain itu, aturan pembatasan akses ke platform digital di Indonesia juga mengacu pada negara-negara lain yang sebelumnya mengambil kebijakan serupa.

“Ini adalah langkah perlindungan yang tegas agar anak-anak Indonesia tumbuh lebih siap dan mampu bersaing di era digital,” kata Meutya.

Dialog ini memperkuat komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital bahwa literasi digital harus dibangun melalui kesadaran dan pemahaman langsung anak. Langkah ini diharapkan dapat membentuk generasi muda Indonesia siap menjadi pemimpin era digital yang cerdas dan tangguh.

Pewarta : Livia Kristianti/ANTARA