Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2026

Tim Sepak Bola Kabupaten Sekadau Ukir Sejarah, Juara I POPDA Kalbar 2026

Foto: Tim Kabupaten Sekadau Juara 1 POPDA Kalbar 2026

PONTIANAK - Tim sepak bola Kabupaten Sekadau menorehkan prestasi membanggakan di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Barat Tahun 2026. Sekadau sukses meraih gelar Juara I setelah tampil gemilang di partai final.

Final mempertemukan Kabupaten Sekadau melawan Kabupaten Sambas. Laga berlangsung sengit hingga harus ditentukan lewat drama tendangan penalti. Sekadau keluar sebagai pemenang dan memastikan diri menjadi juara pertama.

Keberhasilan ini menjadi sejarah dan pencapaian terbaik Sekadau di cabang sepak bola tahun 2026. Prestasi besutan Coach Sadam dan Manager Tim, Agus itu diraih berkat kerja keras atlet, pelatih, official, serta dukungan berbagai pihak.

Perwakilan Disporapar Provinsi Kalbar mengapresiasi perjuangan seluruh tim. Kepada Sambas, ia berpesan agar tetap semangat. “Jangan berkecil hati, terus berlatih. Ke depan masih banyak pertandingan, baik event profesional maupun lewat KONI. Pelatih harus jaga anak-anak ini karena mereka aset kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan atlet, termasuk mengatur penggunaan HP malam hari agar istirahat cukup. “Kalau sudah pegang HP sering lupa waktu, padahal istirahat sangat penting bagi atlet,” katanya.

Plt. Kepala Disporapar Kabupaten Sekadau Gunawan, S.Pd.SD.,M.A.P bersyukur atas capaian luar biasa ini. “Tim Kabupaten Sekadau mengukir sejarah, mampu meraih cita-cita jadi juara satu. Ini yang terbaik di 2026,” ungkapnya.

Pihaknya berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, KONI, PSSI, pelatih, official, dan seluruh pihak yang mendukung. “Terima kasih kepada anak-anak kita yang luar biasa. Jika dipercaya ke ajang nasional, kami siap dukung sepenuhnya,” ujarnya.

Disporapar Sekadau memastikan pembinaan atlet muda akan terus berlanjut. “POPDA agenda utama kami untuk membawa anak-anak tampil dan berprestasi,” tutupnya.

Coach Sadam didampingi Manager Tim, Agus menyampaikan terima kasih atas dukungan kepada tim. Untuk pemain, ia berpesan agar tetap rendah hati dan terus bekerja keras karena masih ada event selanjutnya. (Jm)

Libas Mpu 743 Fc 3-1, Maratex Fc Berhasil Juarai Turnamen Sepak Bola Rege Cup

Foto : Tendangan Bebas Pemain Maratex Fc, Frengky (11) 

LANDAK (BORNEOTRIBUN.COM) - Pertandingan partai puncak perebutan juara satu dalam laga turnamen Sepak Bola Rege Cup 1 Ladangan Pal 20 tersaji, antara tim Maratex Fc melawan tim Mpu 743 Fc, di lapangan Sepak Bola Nyiur Badahant Pal 20. Sabtu, 27 Juni 2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung tim Maratex Fc mengenakan kostum berwarna merah sedangkan tim Mpu 743 Fc mengenakan kostum berwarna hijau kombinasi abu-abu. Kedua tim terlihat sangat semangat untuk melakoni pertandingan gelar juara di turnamen tersebut.

Saat peluit babak pertama di bunyikan tim Maratex Fc terlihat menguasai permainan, benar saja pada pertengahan babak pertama pemain depan Maratex Fc Uda (12) memanfaatkan bola lemparan ke dalam, di area pertahanan Mpu 743 Fc dan membobol gawang Mpu 743 Fc serta merubah papan skor menjadi (1-0). Menang satu gol membuat permainan Maratex Fc semakin menjadi jadi, alhasil tendangan bebas Frengky (11) bersarang di sisi kanan kiper Mpu 743 Fc dan menambah keunggulan Maratex Fc (2-0). Hasil tersebut bertahan hingga turun minum.

Pada pertandingan babak kedua, kedua tim bermain dengan irama yang cepat tim Mpu 743 Fc terlihat menerapkan strategi berbeda hingga membuat tim Maratex Fc kewalahan. Tak habis di situ petaka juga menipa tim Maratex Fc salah satu pemain mereka mendapatkan kartu merah akibat pelangaran keras yang di lakukan.

Mpu 743 Fc mampu memperkecil ketinggalan menjadi 2-1, melalui tedangan bebas Albet (77) yang tidak mampu di halau oleh kiper Maratex Fc. Dengan menciptakan gol tersebut pemain Mpu 743 Fc merasa percaya diri untuk melakukan serangan ke jantung pertahanan Maratex Fc yang sudah kalah jumlah pemain.

Meskipun bermain 10 orang, tim Mpu 743 Fc tidak mudah untuk menembus pertahanan Maratex Fc yang masih konsisten. Pada manit akhir pertandingan, tim Mpu 743 Fc justru dikejutkan oleh gol bunuh diri dari pemain belakang, yang melakukan kesalahan saat menahan umpan silang dari pemain Maratex Fc yang menjadi bola pantulan dan masuk ke gawang sendiri. 

Dengan kesalahan tersabut, tim Maratex FC memperlebar kemenangan sehingga merubah skor menjadi 3-1 untuk kemenangan tim Maratex Fc. Kemenangan tersebut bertahan sampai peluit akhir di bunyikan sehingga Maratex Fc berhak menjadi Juara dalam Turnamen Rege Cup 1 Ladangan Pal 20.

Final Sepak Bola POPDA Kalbar 2026, Sekadau Siap Hadapi Sambas

Foto: Tim Sepak Bola Kabupaten Sekadau Pada Ajang Popda Kalbar 2026

PONTIANAK - Tim sepak bola Kabupaten Sekadau memastikan lolos ke partai final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Barat Tahun 2026. Di laga puncak, Sekadau akan menghadapi Kabupaten Sambas.

Final dijadwalkan berlangsung Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 14.00 WIB di Lapangan Sepak Bola PSP Kebun Sayoek.

Ketua Kontingen Kabupaten Sekadau sekaligus Kepala Bidang Olahraga Disporapar Sekadau, Iskandar, mengapresiasi perjuangan para atlet yang membawa tim melaju hingga final.

Iskandar menyebut capaian itu hasil kerja keras pemain, pelatih, serta dukungan seluruh pihak. “Alhamdulillah tim sepak bola Sekadau berhasil mencapai final. Kami berharap para atlet tetap fokus, menjaga semangat, bermain maksimal, dan menjunjung tinggi sportivitas saat menghadapi Sambas,” ujarnya.

Foto: Ketua Kontingen Kabupaten Sekadau sekaligus Kepala Bidang Olahraga Disporapar Sekadau, Iskandar

Menurutnya, POPDA bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga pembinaan atlet pelajar agar berkembang dan berprestasi di tingkat lebih tinggi. “Kami berharap anak-anak bisa memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Sekadau,” tambahnya.

Final Sekadau vs Sambas dipastikan menarik karena kedua tim sama-sama berjuang merebut gelar juara sepak bola POPDA Kalbar 2026. (Jm)

Ditahan 0-0 Arab Saudi, Cape Verde Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia

Cape Verde lolos ke babak 32 besar Piala Dunia usai bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di Houston Stadium dan akan menghadapi Argentina pada fase gugur.
Cape Verde lolos ke babak 32 besar Piala Dunia usai bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di Houston Stadium dan akan menghadapi Argentina pada fase gugur.

JAKARTA - Cape Verde memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Houston Stadium. Hasil pertandingan yang berlangsung pada Jumat itu cukup mengantarkan tim debutan asal Afrika tersebut finis sebagai runner-up grup.

Cape Verde menutup fase grup dengan koleksi tiga poin. Raihan itu sudah cukup mengamankan posisi dua besar setelah Uruguay kalah dari juara Eropa, Spanyol, pada pertandingan lainnya.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Cape Verde yang menjalani debut di putaran final Piala Dunia. Pada babak 32 besar, mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina di Miami Stadium pada 3 Juli.

Pertandingan berlangsung cukup lambat pada awal laga. Peluang pertama baru tercipta pada menit ke-18 ketika tendangan jarak dekat Salem Al Dawsari berhasil diblok Wagner Pina.

Cape Verde merespons lewat peluang Willy Semedo yang memaksa kiper Mohammed Al Owais melakukan penyelamatan penting di tiang dekat. Meski tampil lebih berani menyerang, Cape Verde kesulitan menciptakan peluang bersih hingga turun minum.

Semedo kembali mengancam melalui tembakan yang melebar tipis. Sementara Arab Saudi nyaris unggul menjelang jeda, tetapi sundulan Mohamed Kanno masih dapat diamankan kiper Vozinha.

Memasuki babak kedua, Cape Verde langsung menekan. Jamiro Monteiro menguji Al Owais, sedangkan tendangan jarak jauh Kevin Pina melenceng tipis dari sasaran.

Arab Saudi sempat memperoleh beberapa peluang melalui Mohammed Abu Al Shamat dan Abdullah Al Hamddan. Namun, penampilan gemilang Vozinha di bawah mistar membuat gawang Cape Verde tetap aman hingga peluit panjang berbunyi.

Cape Verde sebenarnya memiliki peluang lebih banyak sepanjang pertandingan. Mereka mencatat 15 percobaan dengan expected goals (xG) sebesar 1,52, sementara Arab Saudi hanya menghasilkan tujuh tembakan dengan xG 0,4.

Hasil imbang ini membuat Cape Verde mencatat sejarah sebagai tim debutan pertama yang lolos dari fase grup Piala Dunia sejak Slovakia pada 2010. Mereka juga menjadi negara Afrika pertama yang melakukannya sejak Ghana pada 2006.

Selain itu, Cape Verde menjadi tim debutan pertama yang tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan fase grup sejak Senegal pada Piala Dunia 2002. Sebaliknya, Arab Saudi kembali gagal lolos dari fase grup dalam enam penampilan terakhir mereka di turnamen tersebut.

Penampilan kiper veteran Vozinha turut menjadi sorotan. Setelah kembali mencatat clean sheet di usia di atas 40 tahun, ia menjadi kiper ketiga yang mampu membukukan lebih dari satu nirbobol di Piala Dunia setelah Peter Shilton dan Dino Zoff.

Cape Verde akan menghadapi tantangan terbesar mereka saat bertemu juara bertahan Argentina pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung 3 Juli di Miami Stadium. Sementara itu, Arab Saudi harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kembali gagal menembus fase gugur Piala Dunia.

Mesir Vs Iran di Seattle Diwarnai Pride Match, FIFA Izinkan Bendera Pelangi di Stadion

Mesir menghadapi Iran dalam Pride Match di Seattle menjelang Pride Weekend. Kedua tim memilih fokus pada pertandingan, sementara FIFA mengizinkan bendera pelangi berada di stadion.
Mesir menghadapi Iran dalam Pride Match di Seattle menjelang Pride Weekend. Kedua tim memilih fokus pada pertandingan, sementara FIFA mengizinkan bendera pelangi berada di stadion.

Seattle – Pertandingan Mesir melawan Iran di Seattle, Amerika Serikat, Sabtu (27/6), berlangsung dalam rangkaian Pride Match yang digelar menjelang Pride Weekend. Meski mendapat keberatan dari kedua negara yang melarang homoseksualitas, pertandingan tetap berlangsung sesuai jadwal.

Pride Match ditetapkan oleh panitia lokal karena laga berlangsung sehari sebelum perayaan Pride Weekend yang mengusung keberagaman dan inklusi bagi komunitas LGBTQ+. Berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan drag dan acara nonton bareng, telah disiapkan di seluruh kota, sementara bendera pelangi akan dikibarkan di dalam stadion.

Baik Mesir maupun Iran menegaskan fokus mereka hanya pada pertandingan. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menolak membahas isu di luar sepak bola saat konferensi pers jelang laga.

"Kami datang ke sini untuk bermain sepak bola, bukan untuk hal lain. Mengenai sesuatu yang dilarang dalam agama kami dan tidak ada, kami tidak ingin membahasnya. Kami hanya berbicara tentang pertandingan, sepak bola, dan keindahan permainan," kata Ghalenoei.

Panitia penyelenggara di Seattle menegaskan penetapan Pride Match tidak ditujukan untuk memancing kontroversi. Menurut mereka, jadwal pertandingan telah ditetapkan jauh sebelum hasil undian mempertemukan Mesir dan Iran.

Hedda McLendon dari komite penyelenggara Seattle mengatakan Pride Match merupakan bagian dari identitas kota dan tetap akan digelar tanpa memandang siapa tim yang bertanding.

"Kami senang. Mungkin ini bukan cara hidup yang berlaku di negara Anda, tetapi inilah yang membuat Seattle unik dan kami ingin para tamu merasakannya," ujar McLendon.

Legenda sepak bola Wales, Jess Fishlock, yang juga menjadi bagian dari panitia lokal, menegaskan pertandingan tersebut merupakan representasi budaya Seattle, bukan ditujukan kepada Mesir maupun Iran.

Sementara itu, FIFA memastikan bendera pelangi tetap diperbolehkan berada di dalam stadion sesuai kode etik penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Namun, FIFA menegaskan pertandingan tersebut bukan merupakan "FIFA Pride Match", melainkan laga Piala Dunia yang kebetulan berlangsung di kota yang sedang merayakan Pride Weekend.

Di kawasan fan zone, sebagian suporter Mesir menilai isu Pride tidak memengaruhi pertandingan. Mereka lebih menaruh perhatian pada peluang kedua tim untuk melaju ke babak berikutnya.

Pemilik gerai makanan khas Mesir di area fan zone, Ayman Almasri dan Amani Abouammo, mengakui situasi tersebut terasa canggung karena adanya perbedaan budaya antara negara asal mereka dan Seattle.

"Di sini itu sudah menjadi budaya. Orang-orang terbiasa dengan itu. Di negara kami tidak demikian. Masing-masing pihak sulit memahami budaya pihak lainnya," kata Abouammo.

Dari sisi olahraga, pertandingan memiliki arti penting bagi kedua tim. Mesir datang dengan kepercayaan diri setelah mengalahkan Selandia Baru dan berpeluang memimpin Grup G. Sementara Iran berusaha bangkit setelah menghadapi berbagai persoalan selama turnamen, termasuk isu politik, pembatasan perjalanan, dan persiapan yang dinilai kurang ideal.

Selain menentukan peluang menuju babak gugur, laga ini juga menjadi gambaran pertemuan dua negara dengan latar budaya berbeda di tengah perayaan nilai-nilai keberagaman yang diusung kota tuan rumah.

Spanyol Menang 1-0 atas Uruguay, Cape Verde Ikut Lolos ke Babak Gugur

Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 untuk memastikan gelar juara Grup H Piala Dunia. Gol Alex Baena membawa La Roja ke babak gugur, sementara Uruguay dipastikan tersingkir.
Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 untuk memastikan gelar juara Grup H Piala Dunia. Gol Alex Baena membawa La Roja ke babak gugur, sementara Uruguay dipastikan tersingkir.

JAKARTA - Spanyol memastikan diri sebagai juara Grup H Piala Dunia setelah mengalahkan Uruguay 1-0 pada laga terakhir fase grup di Estadio Guadalajara. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Uruguay di turnamen, sementara Cape Verde lolos sebagai runner-up grup usai bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi.

Spanyol sempat memperoleh peluang cepat pada awal pertandingan setelah Rodrigo Bentancur kehilangan bola di area sendiri. Namun, umpan silang Mikel Oyarzabal ke arah Mikel Merino berhasil dipotong lini pertahanan Uruguay.

Setelah itu pertandingan berlangsung ketat. Uruguay mampu meredam pergerakan Lamine Yamal, sementara Darwin Nunez gagal memaksimalkan peluang lewat percobaan tendangan tumit di depan gawang.

Gol yang menentukan kemenangan Spanyol lahir pada menit ke-42. Berawal dari umpan Marcos Llorente, Alex Baena mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Fernando Muslera.

Kesalahan tersebut menjadi pukulan bagi Uruguay. Muslera kemudian digantikan Sergio Rochet pada awal babak kedua, menandai pertama kalinya Uruguay melakukan pergantian penjaga gawang dalam pertandingan Piala Dunia sejak aturan pergantian pemain diberlakukan pada 1970.

Memasuki babak kedua, Spanyol memiliki sejumlah peluang untuk menambah keunggulan. Dani Olmo gagal memanfaatkan umpan Lamine Yamal, sementara Ferran Torres hampir mencetak gol kedua menjelang laga usai, tetapi sepakannya hanya membentur mistar gawang.

Situasi Uruguay semakin sulit pada masa injury time setelah Agustin Canobbio menerima kartu merah langsung akibat tekel keras terhadap Pau Cubarsi.

Pelatih Luis de la Fuente membawa Spanyol menutup fase grup dengan tiga poin penting berkat pertahanan yang solid. Sepanjang pertandingan, La Roja hanya menghadapi sedikit ancaman dan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Di sisi lain, laga tersebut menjadi penampilan yang mengecewakan bagi Fernando Muslera. Kesalahan sang kiper kembali berujung gol lawan, menambah catatan buruknya sepanjang turnamen.

Hasil ini memastikan Spanyol melaju ke babak gugur sebagai juara Grup H dan akan menghadapi runner-up Grup J pada 2 Juli. Sementara itu, Uruguay harus mengakhiri kiprahnya di fase grup setelah gagal mengamankan posisi dua besar.

Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak, Gueye Cetak Dua Gol dari Bangku Cadangan

Senegal mengalahkan Irak 5-0 pada laga terakhir Grup I Piala Dunia di Toronto Stadium. Kemenangan ini menjaga peluang Senegal lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Senegal mengalahkan Irak 5-0 pada laga terakhir Grup I Piala Dunia di Toronto Stadium. Kemenangan ini menjaga peluang Senegal lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Senegal menjaga peluang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia setelah menang telak 5-0 atas Irak pada laga terakhir Grup I di Toronto Stadium. Kemenangan pada pertandingan tersebut membuat Senegal naik ke posisi kelima klasemen tim peringkat ketiga terbaik dan masih berpeluang melanjutkan langkah ke fase gugur.

Senegal langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Tim asuhan Pape Thiaw membuka keunggulan pada menit keempat melalui Habib Diarra yang memanfaatkan bola liar hasil sundulan Abdoulaye Seck dari situasi sepak pojok.

Situasi semakin menguntungkan Senegal pada menit ke-13 setelah bek Irak, Rebin Sulaka, mendapat kartu merah langsung karena melanggar Sadio Mane saat menjadi pemain terakhir.

Meski unggul jumlah pemain, Senegal baru mampu menambah gol setelah turun minum. Ismaila Sarr menggandakan keunggulan pada menit ke-56 setelah menerima umpan Lamine Camara yang merebut bola dari Zidane Iqbal.

Tiga menit berselang, Pape Gueye yang baru masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol spektakuler lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Gueye kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-71 melalui sepakan keras yang gagal dihentikan kiper Jalal Hassan. Iliman Ndiaye kemudian menutup kemenangan Senegal lewat gol indah dari luar kotak penalti pada menit ke-82.

Sepanjang pertandingan, Senegal tampil dominan dengan menciptakan 28 tembakan dan menghasilkan expected goals (xG) sebesar 3,03. Sementara Irak hanya mampu melepaskan enam percobaan dengan xG 0,18.

Kemenangan besar ini menjadi modal penting bagi Senegal setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia. Hasil tersebut membuat peluang finis di dua besar Grup I sudah tertutup, namun kesempatan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik masih terbuka.

Pape Gueye tampil sebagai pembeda meski memulai laga dari bangku cadangan. Ia menjadi pemain Senegal pertama yang mencetak sedikitnya dua gol sebagai pemain pengganti di Piala Dunia.

Sementara itu, Ismaila Sarr memperkokoh posisinya sebagai pencetak gol terbanyak Senegal di Piala Dunia dengan koleksi empat gol. Iliman Ndiaye juga kembali memberi kontribusi penting setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Untuk sementara Senegal berada di peringkat kelima klasemen tim peringkat ketiga terbaik. Jika berhasil lolos ke babak 32 besar, mereka berpotensi menghadapi Inggris pada pertandingan berikutnya di Atlanta pada 1 Juli.

Kemenangan atas Irak juga mencatat sejarah baru. Senegal menjadi tim asal Afrika pertama yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Guy Stephan Puji Penampilan Spesial Prancis Usai Bungkam Norwegia 4-1 di Piala Dunia

Guy Stephan memuji penampilan spesial Prancis setelah menang 4-1 atas Norwegia. Hattrick Ousmane Dembele membawa Les Bleus finis sebagai juara Grup I Piala Dunia.
Guy Stephan memuji penampilan spesial Prancis setelah menang 4-1 atas Norwegia. Hattrick Ousmane Dembele membawa Les Bleus finis sebagai juara Grup I Piala Dunia.

Prancis memastikan finis sebagai juara Grup I Piala Dunia setelah mengalahkan Norwegia 4-1 di Boston Stadium, Sabtu. Meski pelatih Didier Deschamps tidak mendampingi tim karena tengah berduka atas wafatnya sang ibu, Les Bleus tetap tampil dominan lewat hattrick Ousmane Dembele.

Prancis langsung menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Dembele membuka keunggulan pada menit ketujuh sebelum menggandakan skor 13 menit kemudian. Torehan tersebut menjadikannya pemain Prancis pertama yang mencetak dua gol dalam 20 menit pertama pertandingan Piala Dunia.

Norwegia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Thelo Aasgaard. Namun, Dembele kembali mencetak gol pada menit ke-32 untuk melengkapi hattrick sekaligus mencatat salah satu trigol tercepat dalam sejarah Piala Dunia.

Memasuki babak kedua, Norwegia memperoleh peluang emas melalui tendangan penalti Jorgen Strand Larsen. Namun, eksekusinya berhasil digagalkan kiper Mike Maignan sehingga Prancis tetap menjaga keunggulan.

Desire Doue kemudian menutup kemenangan Prancis dengan gol di penghujung pertandingan. Hasil ini membuat Prancis mencetak sedikitnya tiga gol dalam empat laga Piala Dunia secara beruntun, menyamai rekor terbaik yang pernah dicatat sebuah tim di turnamen tersebut.

Kemenangan atas Norwegia juga memastikan Prancis mengakhiri fase grup sebagai pemuncak Grup I. Berdasarkan klasemen sementara, mereka akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar.

Asisten pelatih Guy Stephan mengatakan kemenangan tersebut dipersembahkan untuk Didier Deschamps yang sedang berduka.

"Semua pikiran kami tertuju kepada Didier. Kami senang karena dia akan segera kembali bersama tim. Besok sore dia sudah akan memimpin latihan," ujar Stephan.

Menurutnya, para pemain menunjukkan semangat luar biasa karena memiliki hubungan yang dekat dengan Deschamps.

"Semua pemain melakukan apa yang harus mereka lakukan. Mereka ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk Didier di lapangan."

Stephan tetap mengingatkan timnya agar tidak cepat puas. Ia menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki mengingat lawan-lawan berikutnya akan semakin kuat.

"Kami bermain dengan intensitas tinggi dan menciptakan banyak peluang. Namun masih ada beberapa momen yang harus kami benahi. Besok kami kembali bekerja bersama Didier."

Desire Doue juga menepis anggapan bahwa kemenangan besar tersebut akan membuat Prancis terlalu percaya diri.

"Kami tahu kualitas yang kami miliki dan mampu menyulitkan siapa pun. Hari ini Ousmane mencetak hattrick, tetapi lain waktu bisa Kylian atau Michael Olise. Kami harus terus mempertahankan performa seperti ini."

Selain membawa Prancis menjadi juara Grup I, laga ini menjadi momen bersejarah bagi Dembele yang untuk pertama kalinya mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan bersama tim nasional Prancis. Sementara itu, Kylian Mbappe kembali menambah kontribusinya di Piala Dunia dengan total keterlibatan dalam 20 gol, mempertegas perannya sebagai salah satu pemain paling produktif di ajang tersebut. Prancis kini bersiap menghadapi babak 32 besar dengan Didier Deschamps dijadwalkan kembali mendampingi tim.

Haaland dan Odegaard Dicadangkan, Solbakken Prioritaskan Peluang Norwegia di Fase Gugur

Solbakken membela keputusan mengistirahatkan Erling Haaland dan Martin Odegaard meski Norwegia kalah 1-4 dari Prancis demi menjaga kebugaran tim menghadapi babak gugur Piala Dunia.
Solbakken membela keputusan mengistirahatkan Erling Haaland dan Martin Odegaard meski Norwegia kalah 1-4 dari Prancis demi menjaga kebugaran tim menghadapi babak gugur Piala Dunia.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, membela keputusannya mengistirahatkan Erling Haaland dan Martin Odegaard saat timnya kalah 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup I Piala Dunia di Boston Stadium.

Meski hasil tersebut membuat Norwegia gagal finis sebagai juara grup, Solbakken menegaskan rotasi besar yang dilakukan merupakan langkah terbaik demi menjaga kondisi tim menghadapi fase gugur.

Norwegia melakukan 10 perubahan dalam susunan pemain dibanding laga sebelumnya saat mengalahkan Senegal 3-2. Haaland dan Odegaard menjadi dua nama paling mencolok yang tidak masuk starting XI.

Prancis langsung tampil dominan. Ousmane Dembele mencetak hattrick hanya dalam waktu 32 menit, menjadi salah satu hattrick tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Thelo Aasgaard sempat memperkecil ketertinggalan sebelum Dembele melengkapi tiga golnya.

Norwegia sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit. Namun, penalti Jorgen Strand Larsen pada menit ke-50 berhasil digagalkan Mike Maignan. Desire Doue kemudian menutup kemenangan Prancis lewat gol pada masa injury time babak kedua.

Meski kalah telak, Norwegia tetap lolos ke babak gugur dan akan menghadapi Pantai Gading, yang untuk pertama kalinya berhasil menembus fase knockout Piala Dunia.

Solbakken mengakui banyak pihak kecewa karena Haaland dan Odegaard tidak dimainkan. Namun, ia menilai keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan bersama tim medis dan para pemain.

"Keputusan itu sangat jelas. Tim medis dan beberapa pemain juga mengatakan akan sulit jika mereka dipaksakan bermain," ujar Solbakken.

Ia menegaskan target utama Norwegia bukan sekadar memenangi laga fase grup, melainkan melaju sejauh mungkin di turnamen.

"Kami datang ke sini untuk melangkah sejauh mungkin. Sekarang saatnya memulihkan tenaga. Satu-satunya alasan untuk tidak merotasi pemain adalah agar suporter bisa melihat Haaland dan Odegaard bermain, tetapi itu tidak akan membantu kami menjalani turnamen yang panjang," katanya.

Menurut Solbakken, laga melawan Pantai Gading akan menjadi tantangan berat karena lawannya memiliki kekuatan fisik yang sangat baik.

Pelatih berusia 58 tahun itu juga menilai kekalahan dari Prancis dipengaruhi oleh seringnya Norwegia kehilangan bola di area berbahaya. Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Dembele dan Kylian Mbappe melalui serangan balik cepat.

Meski demikian, Solbakken tetap mengapresiasi performa para pemainnya di lini depan.

"Kami menciptakan peluang sepanjang pertandingan, termasuk beberapa peluang besar di babak pertama. Namun, melawan tim seperti Prancis, Anda tidak boleh kehilangan bola di area tertentu karena mereka sangat cepat menghukum kesalahan," tuturnya.

Dengan rotasi yang dilakukan, Norwegia kini berharap dapat tampil lebih segar saat menghadapi Pantai Gading dalam perebutan tiket ke babak berikutnya.

Jumat, 26 Juni 2026

Kalahkan Ucu Ene Fc Dengan Skor 1-0, Tedo Raya Raih Juara 3 Turnamen Rege Cup 1 Pal 20

Foto : Pertandingan Tedo Raya Fc melawan Ucu Ene Fc. Jumat (26/06/2026).

LANDAK (BORNEOTRIBUN.COM),- Turnamen Sepak Bola Rege Cup 1 Ladangan Pal 20 yang bergulir, kini memesuki babak final, perebutan juara ketiga mempertemukan tim Ucu Ene Fc menghadapi tim Tedo Raya Fc sebagai lawanya yang tersaji pada Jumat, 26 Juni 2026, Pukul 15.00.Wib di lapangan Bola Pal 20, desa Amboyo Selatan, kecamatan Ngabang, kabupaten Landak.

Pertandingan yang berlangsung sangat sengit, kedua tim saling melakukan serangan semenjak di bunyikan peluit awal, bahkan kedua tim terlihat sesekali merepotkan bagian belakang permainan dari kedua kesebelasan tim yang bertanding.

Pada babak pertama, tim dari Ucu Ene Fc terlihat cukup mendominasi permainan beberapa peluang di depan gawang sempat mengancam kiper Tedo Raya Fc. Tetapi dengan kesigapan Kiper Tedo Raya Fc semua peluang Ucu Ene Fc bisa di patahkan.

Kemudian pada akhir babak pertama Tedo Raya Fc sempat mendapatkan peluang hadiah penalti akibat pemain belakang Ucu Ene Fc melakukan Handball di dalan kotak, namun penalti tersebut bisa di tahan oleh kiper Ucu Ene Fc. Hingga peluit akhir babak pertama skor 0-0 masih bertahan.

Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan tempo permainan, alhasil di menit awal Penyerang Tim Tedo Raya Fc berhasil menyarangkan satu gol di gawang Ucu Ene Fc. Sehingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk Tedo Raya Fc.                                 

Peluang untuk mengejar kekalahan oleh Tim Ucu Ene Fc tidak membuahkan hasil, karena di babak kedua Tedo Raya Fc berbalik menguasai pola pertandingan dan pertahanan belakang Tedo Raya Fc begitu kokoh untuk di taklukan. Skor tipis 1-0 untuk kemenangan Tedo Raya Fc bertahan hingga akhir pertandingan, sehingga Tim Tedo Raya Fc berhasil meraih juara 3, sementara Tim Ucu Ene Fc harus puas di posisi ke 4.                                              

Sementara itu, dalam partai puncak perebutan juara di turnaman Rege Cup 1 Ladangan Pal 20 akan mempertemukan dua tim terkuat yakni MARATEX FC berhadapan dengan MPU 743 FC yang akan berlangsung besok. Sabtu, 27 Juni 2026 Pukul 15.00 Wib.

Selasa, 23 Juni 2026

Julian Alvarez Tegaskan Ingin Tinggalkan Atletico Madrid, Barcelona Disebut Jadi Tujuan Utama

Julian Alvarez ingin tinggalkan Atletico Madrid pada musim panas ini untuk wujudkan mimpinya, di tengah minat Barcelona, Real Madrid, dan Arsenal.
Julian Alvarez ingin tinggalkan Atletico Madrid pada musim panas ini untuk wujudkan mimpinya, di tengah minat Barcelona, Real Madrid, dan Arsenal.

JAKARTA - Julian Alvarez resmi menjadi sorotan bursa transfer musim panas setelah striker Atletico Madrid itu mengonfirmasi keinginannya untuk meninggalkan klub pada jendela transfer mendatang, usai membela Argentina di ajang internasional dengan kemenangan 2-0 atas Austria.

Pernyataan ini langsung memicu spekulasi besar di Eropa, dengan beberapa klub elite seperti Barcelona, Real Madrid, dan Arsenal disebut tertarik untuk mendapatkan tanda tangan penyerang berusia 26 tahun tersebut.

Performa Tajam di Atletico Madrid

Sejak bergabung dari Manchester City pada Agustus 2024, Alvarez langsung menjadi salah satu pemain kunci di skuad Atletico Madrid. Dalam 106 penampilan di semua kompetisi, ia berhasil mencetak 49 gol serta memberikan kontribusi signifikan dalam permainan tim.

Catatan statistiknya juga menunjukkan konsistensi tinggi. Ia mencatat 238 tembakan dan 17 assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di klub dalam periode singkat.

Pada musim 2025–2026, Alvarez kembali tampil impresif dengan kontribusi langsung pada 29 gol dari 49 pertandingan di LaLiga, terdiri dari 20 gol dan 9 assist.

Pernyataan Resmi Julian Alvarez

Dalam wawancara bersama ESPN yang dikutip Marca, Alvarez secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk hengkang dari Atletico Madrid.

Ia mengaku telah berdiskusi dengan pihak klub dan menilai perpisahan adalah langkah terbaik bagi semua pihak.

“Saya tidak bisa bersembunyi, atau berpura-pura tidak ingin jelas. Saya mencoba jujur. Saya berbicara dengan orang-orang di Atletico, dan saya pikir yang terbaik untuk semua pihak adalah saya pergi. Saya ingin mewujudkan mimpi saya,” ujar Alvarez.

Barcelona Jadi Tujuan Impian

Laporan media Spanyol menyebut bahwa “mimpi” yang dimaksud Alvarez adalah bergabung dengan Barcelona. Bahkan, klub Catalan tersebut dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan sang striker.

Di sisi lain, Real Madrid sempat mengajukan tawaran senilai €150 juta, namun ditolak oleh Atletico Madrid. Sementara itu, Arsenal juga disebut memantau situasi sang pemain dengan serius.

Atletico Madrid Masih Berusaha Bertahan

Meski sang pemain sudah menyatakan keinginan pergi, Atletico Madrid belum menyerah. Klub ibu kota Spanyol itu masih berupaya mempertahankan Alvarez sebagai salah satu aset terpenting mereka.

Kontrak Alvarez sendiri memiliki klausul rilis tinggi mencapai €500 juta, yang membuat negosiasi transfer menjadi sangat kompleks.

Bursa Transfer Panas di Depan Mata

Situasi Julian Alvarez diprediksi akan menjadi salah satu saga transfer terbesar musim panas ini. Dengan performa impresif dan minat dari klub-klub top Eropa, masa depan sang striker kini menjadi perhatian utama dunia sepak bola.

Perkembangan lebih lanjut dipastikan akan terus dinantikan, terutama terkait apakah Barcelona mampu merealisasikan transfer impian sang pemain atau justru Atletico Madrid berhasil mempertahankannya.

Courtois Ingin Pensiun di Real Madrid, Akui Keputusan Ada di Tangan Klub

Courtois ingin pensiun di Real Madrid dan berharap bertahan hingga akhir kariernya, meski keputusan akhir berada di tangan klub dengan kontrak sampai 2027.
Courtois ingin pensiun di Real Madrid dan berharap bertahan hingga akhir kariernya, meski keputusan akhir berada di tangan klub dengan kontrak sampai 2027.

Madrid, 23 Juni 2026 – Thibaut Courtois kembali menegaskan keinginannya untuk mengakhiri karier di Real Madrid dalam empat hingga lima tahun ke depan, meski kontraknya saat ini akan berakhir pada Juni 2027.

Kiper asal Belgia itu menyebut “impian” untuk pensiun di Real Madrid, namun ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan klub. Courtois bergabung dengan Real Madrid dari Chelsea pada 2018 dan menjadi salah satu pilar penting di bawah kepemimpinan Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti.

Sejauh ini, Courtois telah mencatat 333 penampilan di semua kompetisi bersama Real Madrid dan mempersembahkan 12 trofi, termasuk tiga gelar LaLiga dan dua Liga Champions. Ia juga mengoleksi 129 clean sheet, dengan 96 di LaLiga yang menempatkannya di posisi kelima terbanyak di lima liga top Eropa sejak debutnya.

Kontrak Courtois akan memasuki tahun terakhir setelah Piala Dunia, dengan masa baktinya di Santiago Bernabéu masih menjadi sorotan.

“Ini tergantung pada apa yang klub inginkan. Saya sangat menghormati apa yang mereka lakukan,” kata Courtois kepada awak media.

“Semoga saya bisa mengakhiri karier di sana. Dalam empat atau lima tahun, kita lihat saja. Itu jelas impian saya,” lanjutnya.

“Sejak kecil saya bermimpi bermain untuk Real Madrid. Saya sudah delapan tahun di sana dan sangat bahagia.”

Meski masih memiliki kontrak hingga 2027, masa depan Courtois akan terus menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan perpanjangan kontrak atau keputusan klub dalam mempertahankan posisinya di skuad utama di era kepemimpinan Jose Mourinho.