Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2026

Topan Bavi Bergerak ke China Timur, Evakuasi Massal dan Gangguan Transportasi Tak Terhindarkan

Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.

China dilanda Topan Bavi pada Minggu (12/7) setelah badai tersebut mendarat dua kali di Provinsi Zhejiang, yakni di Kota Taizhou pada Sabtu malam dan kembali menghantam Wenzhou sekitar tengah malam. Otoritas setempat mengevakuasi lebih dari 1,7 juta warga serta menghentikan berbagai aktivitas publik untuk mengurangi risiko bencana.

Topan Bavi sebelumnya melintasi Jepang dan Taiwan sebelum bergerak menuju daratan China bagian timur. Badai itu diperkirakan terus bergerak ke Provinsi Anhui pada Senin sebelum menuju Laut Kuning di utara Semenanjung Shandong pada Selasa, menurut badan prakiraan cuaca setempat.

Pemerintah Provinsi Zhejiang menerapkan langkah antisipasi dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar, aktivitas perkantoran, serta berbagai kegiatan luar ruangan. Selain itu, sekitar 400 penerbangan dan puluhan perjalanan kereta api dibatalkan akibat cuaca ekstrem.

Wenzhou yang dihuni sekitar 10 juta penduduk menjadi salah satu kota yang berada di jalur lintasan topan. Pemerintah setempat juga mengevakuasi ratusan ribu warga sebagai upaya mengurangi risiko ketika badai melintas.

Di Beijing, pemerintah memerintahkan evakuasi sekitar 100.000 warga sebagai langkah pencegahan menghadapi dampak cuaca ekstrem yang dipicu Topan Bavi.

Sebelumnya, badai tersebut terbentuk sebagai super topan dengan kecepatan angin mencapai 290 kilometer per jam saat menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara. Seiring bergerak melintasi Samudra Pasifik, kekuatannya melemah menjadi sekitar 144 kilometer per jam sebelum menerjang Kepulauan Sakishima di Jepang.

"Kami bisa mendengar genting atap dan ranting pohon berjatuhan. Tentu saja kami merasa takut," kata warga Wenzhou, Li Liangxing, kepada Reuters.

Sebelum mencapai China, Topan Bavi juga memicu hujan lebat di Taiwan setelah melintasi wilayah selatan Jepang. Tanah longsor yang dipicu badai itu sebelumnya dilaporkan menewaskan sedikitnya 17 orang di Filipina.

Di Jepang, sedikitnya lima orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah sempat mengalami pemadaman listrik. Sementara di Taiwan, hujan deras memaksa ribuan warga mengungsi serta meningkatkan ancaman tanah longsor. Hingga kini, Jepang maupun Taiwan belum melaporkan adanya korban jiwa akibat Topan Bavi.

Jumat, 03 Juli 2026

Uang Rp251 Miliar Ditemukan di Dinding Rumah Wamen Irak, Operasi Korupsi Makin Meluas

Rumah Wamen Perminyakan Irak digerebek penyelidik. Uang tunai Rp251,3 miliar ditemukan tersembunyi di balik dinding dalam operasi besar pemberantasan korupsi.
Rumah Wamen Perminyakan Irak digerebek penyelidik. Uang tunai Rp251,3 miliar ditemukan tersembunyi di balik dinding dalam operasi besar pemberantasan korupsi.

Penemuan uang Rp251 miliar yang disembunyikan di balik dinding rumah Wakil Menteri Perminyakan untuk Urusan Distribusi Irak, Ali Maarij Al Bahadly, menjadi salah satu perkembangan paling mencolok dalam operasi pemberantasan korupsi yang sedang digencarkan pemerintah Irak.

Penggerebekan yang dilakukan penyelidik pada akhir pekan lalu mengungkap uang tunai senilai sekitar US$14 juta atau setara Rp251,3 miliar. Uang tersebut terdiri dari US$11 juta dan empat miliar dinar Irak yang disimpan di dalam dinding bangunan di area kolam renang rumah pejabat tersebut.

Dokumentasi yang dirilis Dewan Kehakiman Irak memperlihatkan penyelidik membobol dinding menggunakan palu bor. Setelah tembok dibuka, ditemukan sejumlah koper berisi tumpukan dolar Amerika Serikat dan dinar Irak yang telah diikat rapi. Selain uang tunai, penyidik juga menemukan sebuah jam tangan Rolex berwarna emas di antara barang bukti.

Kasus ini menjadi bagian dari operasi besar yang diperintahkan Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, sejak dilantik pada 14 Mei 2026. Pemerintah sebelumnya mengumumkan telah menangkap 47 tersangka dalam sehari, mulai dari pejabat kabinet hingga anggota parlemen, sebagai bagian dari upaya membersihkan praktik korupsi Irak yang selama bertahun-tahun menjadi sorotan publik.

Uang Rp251 Miliar Ditemukan di Dinding Rumah Wamen Irak, Operasi Korupsi Makin Meluas
Rumah Wamen Perminyakan Irak digerebek penyelidik. Uang tunai Rp251,3 miliar ditemukan tersembunyi di balik dinding dalam operasi besar pemberantasan korupsi.

Sebagai Wakil Menteri Perminyakan untuk Urusan Distribusi, Al Bahadly memiliki kewenangan mengawasi distribusi dan penjualan produk bahan bakar olahan. Jabatan tersebut dinilai sangat strategis karena berkaitan dengan perusahaan distribusi, pedagang bahan bakar swasta, hingga pembagian kuota bahan bakar di setiap provinsi.

Hakim Ketua Pengadilan Kriminal Pusat untuk Korupsi Irak menyatakan bahwa seluruh uang tersebut ditemukan pada tahap penyelidikan awal. Ia menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang lebih luas.

Al Bahadly kini telah ditahan dan menjalani proses hukum di Pengadilan Pidana Anti-Korupsi Pusat di Baghdad. Pengadilan tersebut selama ini menangani berbagai perkara kejahatan keuangan yang melibatkan pejabat tinggi negara.

Pemerintah Irak juga melaporkan telah menyita sejumlah aset, memulihkan miliaran dinar hasil dugaan korupsi, serta menjatuhkan hukuman penjara kepada beberapa pejabat. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan baru.

Meski demikian, efektivitas operasi ini masih menjadi perdebatan. Peneliti Arab Centre for Research and Policy Studies, Harith Hasan, menilai kampanye antikorupsi berpotensi menghadapi tantangan ketika mulai menyentuh kepentingan politik yang lebih besar.

Uang Rp251 Miliar Ditemukan di Dinding Rumah Wamen Irak, Operasi Korupsi Makin Meluas
Rumah Wamen Perminyakan Irak digerebek penyelidik. Uang tunai Rp251,3 miliar ditemukan tersembunyi di balik dinding dalam operasi besar pemberantasan korupsi.

Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah penangkapan, tetapi juga dari konsistensi penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat. Ia memperkirakan penangkapan tambahan masih mungkin dilakukan, meski tekanan politik dan keamanan dapat memengaruhi kelanjutan penyelidikan.

Kasus Ali Maarij Al Bahadly kini menjadi perhatian luas karena menunjukkan besarnya nilai aset yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi. Seiring berjalannya proses hukum, publik Irak menunggu apakah operasi yang digagas pemerintahan Ali al-Zaidi mampu menghasilkan perubahan nyata dalam pemberantasan korupsi di negara tersebut.

Selasa, 23 Juni 2026

Tidak Ada Batasan! Netanyahu Bikin Pernyataan Keras Soal Lebanon Selatan

Netanyahu tegaskan IDF punya kebebasan penuh di Lebanon Selatan dan akan tetap di zona keamanan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh dengan Hezbollah.
Netanyahu tegaskan IDF punya kebebasan penuh di Lebanon Selatan dan akan tetap di zona keamanan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh dengan Hezbollah.

Tel Aviv — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces) memiliki kebebasan penuh untuk bertindak di Lebanon selatan guna mencegah ancaman, dalam pernyataan resmi yang dirilis di Tel Aviv.

Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel di Lebanon selatan tidak memiliki batasan dalam menjalankan operasi militer untuk menggagalkan ancaman langsung maupun yang masih berkembang.

Ia juga menekankan bahwa pasukan akan tetap berada di zona keamanan di wilayah selatan Lebanon selama dianggap diperlukan.

“Perintah saya dan Menteri Pertahanan kepada IDF jelas dan tidak berubah: pasukan kami di Lebanon selatan memiliki kebebasan penuh untuk menggagalkan setiap ancaman,” demikian pernyataan Netanyahu melalui kantornya.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Israel dan kelompok Hezbollah sempat menyepakati gencatan senjata yang disebut mulai berlaku pada 19 Juni, sebagaimana dilaporkan sejumlah sumber.

Namun, di sisi lain, sumber militer Lebanon menyebutkan bahwa serangan Israel di wilayah selatan Lebanon tetap terjadi meski ada laporan mengenai gencatan senjata tersebut.

Kepala Staf Israel Defense Forces, Eyal Zamir, sebelumnya juga menyatakan bahwa situasi gencatan senjata dengan Hezbollah masih rapuh dan meminta pasukan tetap siap menghadapi kemungkinan eskalasi.

Pernyataan terbaru Israel menunjukkan bahwa situasi di perbatasan utara masih berpotensi tidak stabil. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi dinamika gencatan senjata yang sebelumnya dilaporkan mulai berlaku, dengan risiko eskalasi tetap terbuka.

Di Balik Ketegangan dengan AS, Iran Buka Suara soal Masa Depan Pengawasan Nuklir IAEA

Iran tegaskan kerja sama dengan IAEA tetap berlanjut sesuai aturan, di tengah dinamika negosiasi dan ketegangan dengan Amerika Serikat.
Iran tegaskan kerja sama dengan IAEA tetap berlanjut sesuai aturan, di tengah dinamika negosiasi dan ketegangan dengan Amerika Serikat.

TEHERAN — Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menyatakan akan terus bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berdasarkan prinsip dan kewajiban yang sama, di Teheran, Iran, pada Senin (waktu setempat), di tengah dinamika pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Baghaei menegaskan kerja sama Iran dengan IAEA tetap mengacu pada perjanjian pengamanan (safeguards agreement), prosedur yang berlaku, serta keputusan parlemen dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Pernyataan itu muncul setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyebut inspeksi IAEA kemungkinan dapat dilakukan di Iran dalam waktu dekat.

Baghaei juga menyebut tidak ada pembahasan negosiasi nuklir dalam pertemuan Iran–AS yang berlangsung di Swiss, sebagaimana dilaporkan IRNA. Ia menambahkan bahwa akses IAEA ke fasilitas nuklir Iran yang sempat dibom akan bergantung pada hasil pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat.

Namun, IAEA masih tetap memiliki akses ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr.

Setelah serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, Iran diketahui membatasi kerja sama dengan IAEA dan akses inspeksi, dengan alasan seluruh keputusan berada di bawah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

“Cooperation with the IAEA will continue in accordance with Iran's obligations under the safeguards agreement… in accordance with the existing procedure and in accordance with the resolutions of the Parliament and decisions of the Supreme National Security Council of Iran,” kata Esmail Baghaei kepada IRNA.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran akan menyetujui inspeksi senjata nuklir dalam jangka panjang melalui unggahan di Truth Social.

Di sisi lain, Baghaei juga menjelaskan bahwa pembicaraan teknis Iran–AS di Swiss tidak terganggu oleh ancaman Trump, meski sempat terjadi ketegangan saat media merilis pernyataan bernada ancaman di sela negosiasi.

Pertemuan tersebut disebut tetap berlanjut melalui jalur perantara dari Pakistan dan Qatar, meskipun delegasi Iran sempat menyatakan tidak akan mengikuti pertemuan lanjutan dalam format empat pihak.

Iran dan Amerika Serikat disebut masih melanjutkan pembicaraan teknis tidak langsung di Swiss, dengan mediator regional tetap berperan aktif. Sementara itu, kesepakatan tidak langsung sebelumnya juga disebut mencakup penghentian konflik militer dan rencana pembukaan kembali jalur pelayaran di kawasan Selat Hormuz.

Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.000, China Turun Tangan: Dunia Mulai Cemas Lagi

China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.
China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.

BEIJING - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus membantu penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dengan mengirim tim medis, obat-obatan, serta perlengkapan penanggulangan epidemi. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing, Senin, ketika jumlah kasus Ebola di DRC telah menembus 1.000 kasus.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan bantuan kemanusiaan darurat telah diberikan kepada Republik Demokratik Kongo dan Uni Afrika sejak wabah mulai menyebar.

Menurutnya, China mengirim para ahli medis bersama pasokan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk membantu penanganan epidemi di lapangan.

Republik Demokratik Kongo melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi mencapai 1.003 kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, sebanyak 254 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

Guo menyebut hampir seribu tenaga medis China saat ini terlibat dalam upaya penanggulangan Ebola bersama masyarakat Afrika.

Setelah tiba di Kinshasa pada 2 Juni, para ahli medis China langsung bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk memetakan kebutuhan dan memberikan layanan serta konsultasi medis.

Melihat situasi wabah yang semakin serius, pemerintah China memutuskan menyalurkan bantuan kemanusiaan tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pengendalian wabah masih difokuskan di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Sebanyak 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 365 pasien lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Meski jumlah pasien sembuh bertambah, pelacakan kontak mengalami penurunan sehingga menjadi tantangan dalam mengendalikan penyebaran penyakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan bahwa wabah saat ini berpotensi berkembang menjadi lebih buruk apabila penularan tidak segera ditekan. Lembaga tersebut membandingkan ancaman saat ini dengan epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan lebih dari 11 ribu orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Uganda dan Kongo juga menunjukkan bahwa galur Ebola Bundibugyo yang saat ini beredar diduga berasal dari penularan baru yang bersumber dari satwa liar. Temuan tersebut membantah dugaan bahwa wabah berasal dari rantai penularan lama yang tidak terdeteksi.

"Kami memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC dan Uni Afrika segera setelah penyakit itu menyerang. Kami mengirimkan para ahli medis serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing.

"Mengingat parahnya wabah tersebut, pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pemerintah terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas diagnosis, dan mempercepat penanganan kasus guna menekan laju penyebaran penyakit.

Kekhawatiran terhadap penyebaran lintas negara mulai muncul setelah Kementerian Kesehatan Israel melaporkan kasus suspek Ebola kedua pada seorang warga yang baru kembali dari DRC.

Pasien tersebut telah diisolasi dan menjalani pemeriksaan di Sheba Tel Hashomer Medical Center. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Senin, 22 Juni 2026

Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan dengan AS di Swiss Usai Ancaman Donald Trump

Delegasi Iran meninggalkan perundingan dengan AS di Swiss setelah ancaman Donald Trump terkait kemungkinan serangan tambahan terhadap Teheran memicu protes dari tim Iran.
Delegasi Iran meninggalkan perundingan dengan AS di Swiss setelah ancaman Donald Trump terkait kemungkinan serangan tambahan terhadap Teheran memicu protes dari tim Iran.

Teheran, Iran - Delegasi Iran meninggalkan lokasi perundingan dengan Amerika Serikat di Burgenstock, Swiss, pada Minggu, setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman terkait kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita Tasnim dengan mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran.

Langkah itu disebut sebagai bentuk protes atas pernyataan Trump yang mengancam akan melancarkan serangan tambahan apabila Teheran gagal membujuk kelompok-kelompok pro-Iran di Lebanon agar menghentikan tindakan yang dianggap "menimbulkan masalah".

Sebelumnya, pembicaraan tingkat teknis antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung secara tertutup di resor pegunungan Burgenstock. Pakistan dan Qatar turut terlibat sebagai negara mediator dalam perundingan tersebut.

Sejumlah laporan media sebelumnya menyebut putaran pertama pembicaraan telah selesai digelar pada hari yang sama. Namun, situasi berubah setelah muncul ancaman dari Trump yang memicu keputusan delegasi Iran untuk meninggalkan lokasi pertemuan.

Menurut laporan Tasnim yang mengutip sumber dekat dengan tim Iran, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penolakan terhadap tekanan yang disampaikan oleh Presiden AS.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai kelanjutan pembicaraan antara kedua negara. Keberadaan Pakistan dan Qatar sebagai mediator diharapkan dapat membantu menjaga jalur komunikasi tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan.

Rusia Sebut Serangan Drone Geran-2 Picu Kebakaran Besar di Gudang BBM Militer Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim drone Geran-2 menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar militer Ukraina di Dnipropetrovsk dan memicu kebakaran besar.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim drone Geran-2 menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar militer Ukraina di Dnipropetrovsk dan memicu kebakaran besar.

MOSKOW — Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu (22/6) menyatakan bahwa drone kamikaze Geran-2 dan Geran-2 Seeker menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar dan pelumas milik militer Ukraina di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, pada akhir pekan.

Menurut pernyataan resmi kementerian tersebut, serangan dilakukan pada 20 Juni terhadap fasilitas yang berada di dekat permukiman Gubinikha (Hubynykha). Lokasi itu disebut digunakan untuk memasok kebutuhan bahan bakar kendaraan angkatan bersenjata Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan dilakukan menggunakan sejumlah drone Geran-2 dan Geran-2 Seeker dengan kemampuan serangan presisi.

Berdasarkan rekaman pemantauan secara real time yang diklaim dimiliki pihak Rusia, beberapa fasilitas penyimpanan mengalami kerusakan dan kebakaran besar terjadi setelah serangan tersebut.

"Pada 20 Juni, awak drone kamikaze Geran-2 dan Geran-2 Seeker melaksanakan serangkaian serangan presisi tinggi terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar di dekat Gubinikha yang digunakan untuk memasok transportasi angkatan bersenjata Ukraina," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Wilayah Dnipropetrovsk merupakan salah satu kawasan penting bagi jalur logistik Ukraina. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Ukraina terkait klaim serangan tersebut.

Perkembangan lebih lanjut mengenai dampak operasional maupun tingkat kerusakan fasilitas tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait.

Minggu, 17 Mei 2026

China Telecom Resmikan Kabel Bawah Laut Asia Link Cable Sepanjang 6.200 Km

China Telecom meresmikan kabel bawah laut Asia Link Cable sepanjang 6.200 km yang menghubungkan China dan Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 325 Tbit/s.
China Telecom meresmikan kabel bawah laut Asia Link Cable sepanjang 6.200 km yang menghubungkan China dan Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 325 Tbit/s.

JAKARTA - China Telecom resmi mengoperasikan kabel bawah laut Asia Link Cable (ALC) sepanjang 6.200 kilometer yang mendarat di Stasiun Kabel Chung Hom Kok, Hong Kong. Proyek yang diumumkan baru-baru ini itu menjadi kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar di jalur Hong Kong–Singapura.

ALC dipimpin dan dibangun oleh China Telecom sebagai investor terbesar. Proyek ini juga menandai stasiun pendaratan kabel pertama perusahaan di luar wilayah daratan China.

Kabel bawah laut tersebut memiliki total kapasitas lebih dari 325 Tbit/s, dengan masing-masing pasangan serat optik mampu membawa hingga 26 Tbit/s data.

Jaringan ALC menghubungkan sejumlah negara di Asia, yakni China, Singapura, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina. Infrastruktur baru ini juga menambah lebih dari 100 Tbit/s bandwidth internasional bagi China Telecom.

Salah satu dampak penting proyek ini adalah memberikan koneksi internasional bawah laut langsung pertama bagi Hainan. Selama bertahun-tahun, wilayah itu menghadapi keterbatasan bandwidth untuk konektivitas global.

Dengan kapasitas besar tersebut, ALC disebut akan memperkuat layanan komputasi awan, aliran data kecerdasan buatan (AI), hingga perdagangan digital lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

China Telecom menyebut Asia Link Cable menjadi bagian penting dalam penguatan konektivitas digital regional Asia. Jalur baru ini dipadukan dengan rute kabel lainnya untuk memperkuat tulang punggung digital independen Asia.

Proyek tersebut juga dinilai mendukung pengembangan infrastruktur digital dalam kerangka Belt and Road Initiative milik China.

Kehadiran ALC diperkirakan akan meningkatkan kapasitas lalu lintas data regional di tengah pertumbuhan layanan cloud dan AI yang terus meningkat di Asia.

Selain memperluas konektivitas internasional, proyek ini memperkuat posisi Asia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital global dengan jalur transmisi data yang lebih cepat dan stabil.

CEO Rosatom Sebut IAEA Tak Responsif terhadap Situasi di PLTN Zaporozhye

Rosatom menuduh IAEA mengabaikan serangan drone Ukraina ke PLTN Zaporozhye setelah insiden terbaru terjadi dekat Unit Reaktor 1 dan wilayah Energodar.
Rosatom menuduh IAEA mengabaikan serangan drone Ukraina ke PLTN Zaporozhye setelah insiden terbaru terjadi dekat Unit Reaktor 1 dan wilayah Energodar.

MOSKOW — CEO perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, Sabtu, menuduh Sekretariat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengabaikan serangan harian Ukraina terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye serta infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Likhachev di Moskow di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di sekitar fasilitas nuklir terbesar di Eropa tersebut.

Menurut Likhachev, IAEA hanya mengeluarkan pernyataan umum terkait ancaman drone yang terbang di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina, tanpa menyoroti serangan yang diklaim terjadi di area PLTN Zaporozhye.

“Sekretariat IAEA secara efektif mengabaikan serangan harian Ukraina terhadap ZNPP, infrastruktur sipil, dan pembunuhan warga Rusia oleh pasukan Ukraina,” kata Likhachev.

Ia menyebut isu eskalasi di sekitar PLTN Zaporozhye akan menjadi agenda utama dalam konsultasi mendatang dengan pimpinan IAEA yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli.

Likhachev juga menyoroti kondisi pasokan listrik di fasilitas tersebut. Menurut dia, selama lebih dari dua bulan terakhir, PLTN Zaporozhye hanya menerima suplai dari satu jalur listrik, padahal sebelumnya menggunakan dua jalur utama.

Situasi itu, kata dia, beberapa kali menyebabkan pemadaman total sehingga pembangkit harus mengandalkan generator diesel darurat untuk menjaga operasional sistem penting.

Dalam pernyataannya, Likhachev juga mengungkap adanya serangan drone terbaru di area pembangkit.

Ia mengatakan sebuah drone kamikaze Ukraina menghantam jaringan pipa yang berada di sepanjang ruang turbin PLTN Zaporozhye sebelum jatuh di dekat Unit Reaktor 1 tanpa meledak.

Selain itu, dua stasiun pengisian bahan bakar di kota Energodar dilaporkan terkena serangan drone dan tidak dapat beroperasi.

“Drone menargetkan truk dan bus, yang secara efektif menghambat pengiriman makanan dan barang kebutuhan pokok,” ujar Likhachev.

Ia menambahkan kondisi tersebut memicu kepanikan di kalangan warga dan membuat aktivitas normal di Energodar terganggu.

“Orang-orang takut meninggalkan rumah mereka. Taktik intimidasi ini juga ditujukan kepada pegawai ZNPP dan secara langsung merusak keamanan nuklir fasilitas tersebut,” katanya.

PLTN Zaporozhye beberapa kali menjadi sorotan internasional sejak konflik Rusia-Ukraina berlangsung. Fasilitas itu berada di wilayah yang dikuasai Rusia dan terus menjadi titik sensitif terkait keamanan nuklir di kawasan konflik.

Rusia Buka Jalur Kontainer Langsung ke Tanzania, Perluas Perdagangan Afrika

Rusia memperluas perdagangan di Afrika lewat jalur kontainer baru menuju Tanzania melalui pelabuhan Dar es Salaam untuk memperkuat ekspor dan konektivitas regional.
Rusia memperluas perdagangan di Afrika lewat jalur kontainer baru menuju Tanzania melalui pelabuhan Dar es Salaam untuk memperkuat ekspor dan konektivitas regional.

RUSIA - Perusahaan transportasi dan logistik Rusia, FESCO (Far-Eastern Shipping Company), menyelesaikan pengiriman perdana ke Dar es Salaam, Tanzania, melalui jalur kontainer baru yang menghubungkan Rusia dengan pasar Afrika Timur. 

Pengiriman dilakukan dari pelabuhan Novorossiysk melalui pelabuhan Nhava Sheva di India dengan waktu tempuh sekitar 45 hari.

Muatan pertama dalam jalur baru tersebut berisi suku cadang industri dan produk plastik. Rute ini menjadi bagian dari upaya Rusia memperluas akses perdagangan ke Afrika di tengah perubahan rantai logistik global.

FESCO menilai koridor baru itu membuka peluang distribusi barang Rusia ke sejumlah negara di kawasan Afrika Timur dan Tengah. Dar es Salaam saat ini menjadi salah satu pusat logistik dengan pertumbuhan tercepat di Afrika Timur.

Pelabuhan tersebut memiliki konektivitas strategis ke Zambia, Rwanda, Burundi, Uganda, hingga Republik Demokratik Kongo. Posisi itu membuat Tanzania semakin penting dalam jalur perdagangan regional.

Selain ekspor dari Rusia, FESCO juga menargetkan arus perdagangan dua arah. Perusahaan berencana membawa produk ekspor Tanzania seperti teh, kopi, dan hasil pertanian lainnya ke pasar Rusia.

Pemerintah Tanzania sendiri beberapa tahun terakhir meningkatkan investasi untuk memperluas kapasitas pelabuhan dan infrastruktur logistik. Langkah itu dilakukan seiring meningkatnya permintaan pasar konsumen di kawasan Afrika Timur.

Pengembangan jalur baru ini juga mencerminkan strategi Rusia membangun koridor perdagangan alternatif di Afrika dan negara-negara Global South, di tengah fragmentasi rantai logistik yang selama ini banyak dikendalikan negara Barat.