Iklan

Iklan

Membangun Kesiapsiagaan Menghadapi Curah Hujan Tinggi Akibat La Nina

Redaksi
17/10/20, 09:30 WIB Last Updated 2020-10-17T02:30:01Z
Membangun Kesiapsiagaan Menghadapi Curah Hujan Tinggi Akibat La Nina
Warga masyarakat desa Rogo, Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah berjalan kaki di jalan raya yang terendam air banjir bandang yang menyebabkan 70 rumah terendam dan 200 jiwa mengungsi, 15 September 2020. (Foto: VOA/Yoanes Litha)


BorneoTribun | Palu, Sulteng - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Doni Monardo mengatakan seruan untuk segera menindak terkait fenomena La Nina saat berbicara di puncak hari peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Selasa (13 /) lalu. 10). La Nina diduga menyebabkan curah hujan 20-40 persen di atas normal.


Mulai dari tempat evakuasi sementara, perlengkapan dapur lapangan, kebutuhan logistik selimut, makanan bayi, popok dan juga kebutuhan pokok lainnya, kemudian menyiapkan alat untuk evakuasi, ”kata Doni Monardo.


Selain membersihkan saluran air yang tersumbat, warga dinilai bisa melakukan aktivitas river tracing untuk memantau keberadaan bendungan-bendungan kecil yang terbentuk dari tumpukan sampah dan batang pohon. Bendungan kecil bisa meledak selama aliran sungai yang sangat deras, menyebabkan banjir bandang.


“Kemudian ingatkan juga masyarakat kita yang berada di dataran rendah atau di daerah yang relatif berada pada kemiringan tanah di atas 30 derajat, desa yang terdapat perbukitan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat harus waspada,” imbuhnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem dengan mencegah terjadinya konversi hutan. (VOA)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Membangun Kesiapsiagaan Menghadapi Curah Hujan Tinggi Akibat La Nina

Terkini

Iklan