Kecelakaan Kereta Gantung di Italia, 14 Tewas
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Selasa, 25 Mei 2021

Kecelakaan Kereta Gantung di Italia, 14 Tewas

Ikuti kami:
Google
Kecelakaan Kereta Gantung di Italia, 14 Tewas
Polisi dan anggota tim SAR terlihat di dekat kereta gantung yang kecelakaan di Stresa, dekat Danau Maggiore, Italia, 23 Mei 2021. (KEPOLISIAN ITALIA/Handout via REUTERS)

BorneoTribun Internasional -- Sedikitnya 14 orang, dua di antaranya anak-anak, tewas hari Minggu di Italia Utara sewaktu sebuah kereta gantung jatuh ke darat dari ketinggian 20 meter.

Seorang anak berusia dua tahun tewas seketika, dan seorang lain yang berusia sembilan tahun meninggal di rumah sakit setelah mengalami dua kali henti jantung (cardiac arrest).

Seorang anak lainnya, yang berusia lima tahun, cedera parah tapi dalam keadaan sadar dan mampu berbicara. Ia dirawat di rumah sakit anak-anak Regina Margherita di Turin.

Sebagian penumpang terperangkap di dalam kereta yang populer di kalangan turis itu sementara yang lainnya terlontar keluar sewaktu kecelakaan terjadi.

Sekitar setengah penumpang kereta gantung itu adalah warga negara asing, kata pihak berwenang Italia. Kantor berita Italia ANSA telah menerbitkan nama-nama korban.

Kereta Stresa-Mottarone menempuh perjalanan antara kota resor Stresa di tepian Danau Maggiore ke puncak gunung Mottarone di kawasan Piedmont. Lama perjalanan itu kurang lebih 20 menit.

Gambar-gambar dari lokasi kecelakaan memperlihatkan kereta gantung yang hancur di lereng gunung yang menghadap ke danau.

Wali kota Stresa Marcella Severino menyebutnya sebagai “pemandangan yang mengerikan,” dan mengatakan kecelakaan itu mungkin disebabkan oleh putusnya kabel dan gagal berfungsinya rem darurat.

Severino mengatakan kereta itu berguling dua atau tiga kali setelah jatuh ke tanah sebelum tertahan oleh pepohonan. Beberapa penumpang terjebak di dalam gerbong kereta itu sementara yang lainnya terlempar sewaktu kecelakaan terjadi.

PM Italia Mario Draghi menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para korban. Pemerintah Italia hari Minggu mengumumkan akan memulai penyelidikan terhadap kecelakaan itu.

Operasi kereta gantung Stresa-Mottarone ditutup untuk perbaikan antara tahun 2014 dan 2016. Kereta itu baru mulai beroperasi belakangan ini setelah jeda karena pandemi virus corona. Kereta gantung itu biasanya dapat mengangkut sekitar 40 penumpang. [uh/ab]

Oleh: VOA
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Redaksi
Redaksi
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.