Berita Borneotribun.com: Ganjar Pranowo Hari ini -->
Tampilkan postingan dengan label Ganjar Pranowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ganjar Pranowo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 September 2023

Pengamat: Ganjar gerus citra petugas partai

Pengamat: Ganjar gerus citra petugas partai
Pengamat: Ganjar gerus citra petugas partai.
JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo tengah berupaya mengubah citra negatif sebagai 'petugas partai' yang melekat pada dirinya. Lewat pernyataan-pernyataan tegas di depan publik, Ganjar tengah tampil sebagai sosok yang independen dan tak mudah disetir. 

"Saya kira memang Ganjar harus menunjukkan independen karena memang salah satu yang menjadi hambatan dan kendala Ganjar Pranowo adalah narasi petugas partai dan Ganjar di bawah kendali partai," kata Karyono saat dihubungi, Rabu (20/9).

Dalam acara bertajuk “3 Bacapres Bicara Gagasan” yang digelar Mata Najwa di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (18/9), Ganjar kembali ditanya audiens soal isu presiden boneka yang kerap dialamatkan kepada dirinya. Kepada khalayak, ia menegaskan seorang presiden berbeda dengan kader partai. 

Pengamat: Ganjar gerus citra petugas partai
Pengamat: Ganjar gerus citra petugas partai.
"Presiden adalah presiden. Dia menjalankan amanat penuh dari konstitusi yang ada titik tidak ada komanya... Dia punya independensi penuh," ujar politikus PDI-Perjuangan itu. 

Bukan kali ini saja Ganjar Pranowo dicecar mengenai isu presiden boneka. Saat mengisi kuliah kebangsaan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Senin (18/9), Ganjar juga mendapat pertanyaan serupa dari seorang mahasiswa UI.

Ketika itu, Ganjar menjawab ia tak bisa lepas dari dinamika di internal parpol. Ia menyebut rekam jejaknya di Jawa Tengah bisa menjadi gambaran betapa dirinya bekerja sesuai kehendak rakyat. "Saya kader partai, tapi presiden bukan, gubernur bukan. Itulah melayani," ujarnya.

Khusus di acara Mata Najwa, Ganjar sempat dicecar Najwa Shihab soal isu pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sempat dilontarkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Terkait itu, Ganjar menyatakan KPK justru butuh penguatan. 

"Saya jawab ketiga kalinya. Satu, (KPK) dikuatkan. Dua, perlu revisi regulasi. Revisi regulasi membutuhkan satu treatment sendiri, political interplay," kata Ganjar.

Karyono mengapresiasi pernyataan tegas Ganjar yang seolah berseberangan dengan Megawati. Menurut dia, pernyataan itu juga bisa menggerus citra negatif dia sebagai capres yang hanya mendapat penugasan dari partai. 

 "Jawaban Ganjar yang berlawanan dengan Megawati cukup bagus dan elegan untuk meluruskan pemahaman terkait dengan petugas partai. Apa yang disampaikan Ganjar itu sudah tepat. Memang di satu sisi, Ganjar juga mengakui bahwa dirinya memang petugas partai. Namun dia mengatakan juga dalam demokrasi itu tidak bisa mengabaikan partai politik," tutur Karyono.

Secara umum, Karyono menilai performa Ganjar dalam debat bacapres di UGM sudah cukup bagus. Saat menyampaikan gagasan-gagasan untuk membangun Indonesia di masa depan, Ganjar terlihat lugas, terstruktur, dan sistematis.

"Dia lebih lepas, tanpa beban. Selain itu, Ganjar tidak hanya menyampaikannya secara kualitatif, tapi juga kuantitatif. Itu menandakan Ganjar lebih menguasai masalah. Hanya saja, masih minim wawasan global. Oleh karena itu, Ganjar, perlu mengelaborasi isu global untuk menjawab berbagai tantangan," ucap Karyono.

Sebagaimana bacapres lainnya, Ganjar diberikan waktu selama 90 menit untuk menyampakan gagasannya dan menjawab pertanyaan publik di acara tersebut. Di pengujung sesi tanya jawab, Ganjar menyampaikan refleksinya di depan sebuah cermin. 

"Kalau soal jabatan Njar, jangan pernah kamu kejar. Kalau memang itu takdirmu, laksanakan dengan baik. Jangan pernah korupsi,"  ujar Ganjar menirukan pesan kedua orangtuanya.

Kenapa Ganjar digandrungi para perempuan?

Kenapa Ganjar digandrungi para perempuan?
Kenapa Ganjar digandrungi para perempuan?
JAKARTA – Bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo memiliki daya tarik yang besar di kalangan pemilih perempuan. Survei-survei sejumlah lembaga menunjukkan hal itu. Teranyar, sigi yang dirilis Surabaya Survey Center (SSC) Agustus lalu.

Hasil survei SSC mengungkap mayoritas para pemilih perempuan yang berdomisili di Jawa Timur lebih memilih sosok Ganjar Pranowo sebagai presiden idaman mereka. Ganjar mengantongi elektabilitas sebesar 41,3%, diekor bacapres Prabowo Subianto dengan 34,2%, dan Anies Baswedan yang tingkat keterpilihannya sebesar 16,7%. 

Pada tingkat nasional, hasil serupa direkam survei Litbang Kompas yang dirilis pada Mei 2023. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu berada di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 20,8%, diikuti Prabowo dengan raihan 19% dan Anies dengan elektabilitas 15%. 

Peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa merinci ada sejumlah faktor yang menyebabkan Ganjar digandrungi kaum hawa. Salah satu faktor penyumbang tingginya elektabilitas ialah kinerja Ganjar di bidang pemberdayaan perempuan saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. 

"Dari sisi program kerjanya sebagai Gubernur Jateng, program pemberdayaan perempuan Jateng juga sempat mendapat apresiasi dari Kemen PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) pada 2019 lalu," kata Ardha Rabu (20/9/2023).

Hingga 2021, selama empat kali bertutut-turut Kemen PPPA menobatkan Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik kesetaraan gender melalui Anugrah Parahita Ekapraya. Jateng dianggap berprestasi dalam pembangunan sektor perempuan dan anak, khususnya melalui strategi pengarusutamaan gender.

Selama memimpin Jateng, Ganjar memang tercatat menelurkan sejumlah program yang mendukung kesetaraan gender,  di antaranya menginisiasi Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini atau Serat Kartini, menggelar pelatihan-pelatihan bagi perempuan rentan yang tersebar di 130 titik di 35 kabupaten/kota serta mengembangkan sektor perekonomian bagi perempuan.

Tingginya elektabilitas Ganjar di kalangan perempuan, lanjut Ardha, juga disebabkan oleh sosok Ganjar sendiri. Di depan publik, Ganjar kerap menampilkan diri sebagai sosok family man alias pria yang menjadikan keluarga sebagai prioritas utama. 

"Kalau kita lihat Ganjar lebih banyak menampilkan istrinya dalam beberapa kesempatan sosialisasi, baik secara langsung ataupun di media sosial. Bahkan, dalam beberapa acara terakhir, Ganjar kerap membawa Alam, anaknya. Hal ini setidaknya memberikan persepsi kepada masyarakat bahwa Ganjar merupakan sosok family man," kata Ardha.

Adapun Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, menurut Ardha, relatif lebih jarang menampilkan kebersamaan dengan keluarga dan pasangan di ruang publik. Karena itu, publik menganggap kedua pesaing Ganjar itu kurang punya perhatian terhadap isu keluarga dan perempuan.

Ardha berkata sosok istri Anies, Fery Farhati, memang tak bisa dimungkiri memiliki rekam jejak sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga DKI Jakarta. Namun, Fery kurang dapat dioptimalkan untuk menarik perhatian pemilih perempuan.

"Di sisi lain, Anies relatif lebih jarang menampilkan kebersamaannya bersama istrinya, Fery Farhati. Kendati track record Fery Farhati sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga DKI lalu mungkin dapat dikapitalisasi lebih lanjut untuk menarik perhatian dari pemilih, terutama pemilih perempuan," kata Ardha.

Adapun Prabowo terlihat kurang begitu tertarik menggarap pemilih perempuan. Menurut Ardha, Ketua Umum Gerindra itu cenderung lebih tertarik menyasar pemilih berdasarkan segmen usia dibandingkan segmen gender.

"Status Prabowo yang dimilikinya saat ini, cenderung dikapitalisasi sebagai sosok family man yang lebih diarahkan pada rebranding dirinya yang selama ini menampilkan ketegasan, menjadi lebih youth friendly. Saya melihat Prabowo lebih menyasar pemilih berdasarkan segmen usia dibandingkan berdasarkan segmen gender," ucap Ardha.

Senin, 18 September 2023

Ganjar Beberkan 7 Program Kunci Bangun Indonesia Di Masa Depan

Ganjar Beberkan 7 Program Kunci Bangun Indonesia Di Masa Depan
Ganjar Beberkan 7 Program Kunci Bangun Indonesia Di Masa Depan.
JAKARTA – Bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo memaparkan visi-misi yang akan ia kerjakan jika memenangi pertarungan Pilpres 2024. Sejumlah program bertema ekonomi dan kesejahteraan sosial serta pemberantasan korupsi bakal menjadi andalan mantan Gubernur Jawa Tengah itu untuk ditawarkan ke publik.

"Dalam hal kemakmuran, perlu ada peningkatan PDB per kapita menjadi dua kali lipat dari saat ini. Dalam aspek kesehatan, saya ingin satu desa harus ada satu puskesmas dan satu dokter. Karena itu, perlu banyak dokter. Karena itu, sekolah dokter jangan dibuat mahal,"kata Ganjar dalam acara bertajuk "Ganjar Jawab Tantangan Masa Depan Indonesia" di Djakarta Theater, kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (17/9)

Visi-misi itu, kata Ganjar, bakal disokong tiga pondasi program utama, yakni pelipatgandaan anggaran, digitalisasi pemerintahan, dan pemberantasan korupsi. Turunan dari ketiga pondasi itu ia rumuskan dalam tujuh program kunci. 

Pertama, membangun sumber daya manusia yang produktif. Terkait itu, Ganjar berujar berencana membuka akses pendidikan seluas-luasnya, tanpa membeda-bedakan gender atau tingkat kesejahteraan. Program itu ia harapkan bisa menekan angka pengangguran nasional hingga kisaran 4% pada 2029.

"Penting untuk mempersiapkan talenta. Karena itu, akses pendidikan perlu diberikan seluas-luasnya, memberikan 1 dari 4 mahasiswa untuk gratis kuliah. Dalam membangun SDM, saya ingin adil antara laki-laki dan perempuan, begitu juga perkotaan dan pedesaan," ujar politikus PDI-Perjuangan itu. 

Kedua, menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok. Ganjar menjelaskan ada tiga strategi untuk merealisasikan itu, yakni mengakselerasi kinerja birokrasi untuk memantau ketersediaan suplai dan permintaan, menggenjot sentra produksi bahan pokok, dan menyeimbangkan neraca ekspor-impor pangan. 

"Dalam hal ini, saya rasa perlu diverifikasi pangan agar tidak bertumpu pada beras," imbuh dia. 

Ketiga, menghapus kemiskinan. Ganjar berujar ia ingin mengurai kemiskinan yang belum selesai lewat intervensi-intervensi program pemerintah fokus pada investasi keluarga. 

"Kemiskinan yang menjadi isu sampai saat ini belum selesai, antara lain, ini akan kita selesaikan dengan (program) tadi, investasi di keluarganya," jelas Ganjar.

Keempat, memperkuat jaringan pengaman sosial. Terkait itu, Ganjar ingin memperbaiki data penerima program jaring pengaman sosial yang saat ini masih berantakan. Setelah itu, ia berencana memperluas jangkauan BPJS. Anggaran jaring pengaman sosial bakal ditambah dari semula Rp166 triliun pada tahun 2024 menjadi 300 triliun pada 2029.

"Saya dorong satu data Indonesia yang hari ini belum selesai. Saya kemarin ngobrol, 'Wah, masih terjadi ego sektoral!' Menurut saya, kalau sektor ini sama sektor ini tidak mau (kerja sama), ya sudah, teken saja. Tunjuk ini (instansi). Kamu perintah dari top leader musti selesai besok," kata Ganjar.

Kelima, mendorong hilirisasi menuju pabrik kelas dunia. Terkait itu, Ganjar menargetkan mengakselerasi perkembangan sektor-sektor penopang PDB. Ia mencontohkan mendorong pertumbuhan di sektor pertanian hingga naik 2,25%, pertambangan dan penggilingan naik sekitar 4,38%. 

"Lalu, industri pengolahan naik sebesar 4,89%, perdagangan dan reparasi sebesar 5,52%, transportasi dan pergudangan 19,87% dan sektor digital sebesar 19%," papar Ganjar. 

Keenam, akselerasi nilai tambah pembangunan infrastruktur. Ganjar ingin beragam proyek infrastruktur yang telah dibangun pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) diakselerasi agar merangsang kegiatan ekonomi. 

Sebagai contoh, Ganjar menyebut, bandara dan pelabuhan yang dibangun nantinya disesuaikan dengan keunggulan wilayah. Selain itu, gerbang-gerbang menuju jalan tol bakal dimodifikasi supaya dekat dengan tempat tinggal dan kerja. 

"Infrastruktur sumber daya air yang lebih produktif, kereta api berteknologi modern, menciptakan 40% bauran energi baru terbarukan, perumahan yang berkualitas dan membangun banyak kawasan industri dan ekonomi yang berorientasi pada hilirisasi," kata dia. 

Terakhir, memulihkan kondisi alam Indonesia. Ganjar merinci sejumlah rencana untuk itu, semisal mengurangi emisi karbon, mencetak talenta untuk inovasi,  serta mendorong ekonomi hijau dan ekonomi biru.

"Terkait ekonomi biru, contohnya, saya ingin mendorong perikanan kita tidak lagi bertumpu pada perikanan tangkap, tapi budidaya," cetus Ganjar.

Kamis, 14 September 2023

Perhatian Khusus Ganjar kepada Kesehatan Mental Diapresiasi

Perhatian Khusus Ganjar kepada Kesehatan Mental Diapresiasi
Perhatian Khusus Ganjar kepada Kesehatan Mental Diapresiasi.
JAKARTA – Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Diah Setia Utami meminta bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo merancang secara rinci program-program untuk merawat kesehatan mental di kalangan anak muda. Ia setuju problem kesehatan mental dijadikan persoalan prioritas di tingkat nasional. 

"Iya, memang ini (kesehatan mental) kan sebelumnya sudah menjadi perhatian yang cukup lama. Cuma memang harus membuat terobosan-terobosan yang berorientasi pada mencegah, terutama untuk pencegahan," ucap Diah saat dihubungi, Senin (11/9/2023).

Kesehatan mental anak muda belakangan menjadi perhatian sejumlah bacapres. Eks Gubernur Jawa Tengah Ganjar terekam membicarakan hal itu di berbagai kesempatan. Dalam sebuah wawancara yang tayang di Youtube  Rhenald Khasali, Ganjar menceritakan pengalamanannya bertemu dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berhasil pulih dan menginisiasi platform mengenai kesehatan mental.

Ganjar merasa kesehatan mental anak muda penting menjadi perhatian pemerintah dan semua pemangku kepentingan. Menurut dia, banyak anak muda yang rentan mengalami stres dan terperosok ke dalam depresi lantaran tekanan di dunia kerja. 

"Anak sekarang banyak yang stres. Di Cina, banyak anak muda stres, karena bekerja dengan rumus 9-9-6, berangkat jam 9 pagi dan pulang jam 9 malam selama 6 hari. Maka dari itu mental health penting," ucap politikus PDI-Perjuangan itu.

Menurut Diah, kesehatan mental merupakan problem yang tergolong kompleks. Pencegahannya harus sedari dini, bahkan ketika anak-anak masih dalam kandungan.

"Kemudian dari kecil dari sekolah dasar itu harus ada tentang penanaman kesehatan jiwa. Guru-guru perlu diberikan perkembangan anak dan bagaimana saat  usia kritisnya seorang anak itu sudah mulai," kata Diah. 

Tanpa pengawasan sejak dini, menurut Diah, anak-anak potensial mengidap gangguan kesehatan mental. Jika tak segera diatasi, bukan tak mungkin problem kesehatan mental bisa menjurus pada kekerasan dan tindak kriminal. 

"Banyak kasus anak muda yang kesehatan mentalnya terganggu itu jadi begal dan tawuran. Akhirnya, mereka menjadi anak bermasalah hukum (ABH). Tapi, kita perlu tahu tidak semua bisa diselesaikan dengan masalah hukum karena ini terkait masalah psikososial," ujar Diah.

Lebih jauh, Diah mengatakan program-program untuk menjaga kesehatan mental juga tak bisa sembarangan dibuat. Supaya komprehensif dan menyeluruh, ia menyebut, lembaga dan kementerian perlu menjalin sinergi. 

"Persoalan ini kompleks. Semua harus bergerak. Semua kementerian harus ikut terlibat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Kementerian Sosial Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, semestinya mereka buat satu SKB atau pedoman yang sama untuk turunan program di masing-masing instansi,"ucap Diah.

Saat masih menjadi Gubernur Jateng, Ganjar pernah menyatakan ingin menjadikan persoalan kesehatan mental menjadi perhatian pemerintah sacara nasional. Dia berharap layanan untuk merawat kesehatan mental tidak hanya ada di rumah sakit umum, tetapi juga semakin diperbanyak di puskesmas.

Ganjar juga mengklaim telah melakukan beberapa upaya konkret di Jawa Tengah. Salah satunya ialah dengan menolak rumah sakit jiwa beralih fungsi menjadi rumah sakit umum karena alasan kurangnya pendapatan.

"Harus lebih banyak pakar kesehatan mental yang bicara di publik tentang pentingnya masalah ini, dan memperluas akses konseling kesehatan mental di puskesmas,” ujar Ganjar. 

Menurut Ganjar, problem kesehatan mental bisa bermuara pada banyak hal, termasuk di antaranya di antara mengancam upaya mencapai Indonesia emas pada 2045. “Karena kita sedang mengalami bonus demografi yang kuncinya ada di generasi muda dan belum tentu terulang lagi,” ucap Ganjar.

Masalah kesehatan mental juga kini menjadi perhatian bacapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan. Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga berencana bikin program untuk membantu anak-anak muda supaya tidak rentan mengalami gangguan mental.

Senin, 11 September 2023

Beli Tanah, Dapat Rumah: Ganjar Pranowo dan Langkah Terobosan dalam Pemukiman

Beli Tanah, Dapat Rumah: Ganjar Pranowo dan Langkah Terobosan dalam Pemukiman
Beli Tanah, Dapat Rumah: Ganjar Pranowo dan Langkah Terobosan dalam Pemukiman.
JAKARTA – Program Tuku Lemah Oleh Omah (Beli Tanah Dapat Rumah), yang digagas oleh mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi sorotan utama dengan harapan bahwa inisiatif ini dapat menjadi model yang dapat diterapkan secara nasional. 

Guntur Romli, Ketua kelompok relawan Ganjarian Spartan, memandang program ini sebagai solusi yang mungkin untuk mengatasi backlog dalam penyediaan perumahan bagi rakyat.

Sejak peluncurannya pada tahun 2020, program ini telah berhasil membangun 200 unit rumah. Angka tersebut terus meningkat dengan 186 unit rumah pada tahun 2021 dan 253 unit pada tahun 2022. 

Rencananya, tahun 2023 akan melihat pembangunan sebanyak 615 unit rumah baru dengan pola yang sama.

Namun, tidak semua warga memenuhi syarat untuk menerima bantuan dana pembangunan rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Para pemohon harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memiliki lahan dengan ukuran minimal 6,36 meter x 6,36 meter. 

Selain itu, korban bencana juga berhak mengajukan permohonan untuk menjadi peserta program ini.

Program Tuku Lemah Oleh Omah menjadi salah satu kebijakan strategis Ganjar untuk mengurangi tingkat kemiskinan di 17 kabupaten/kota prioritas di Jawa Tengah. 

Tujuannya adalah memberikan tempat tinggal yang layak bagi semua warga yang berada dalam kategori kurang mampu.

Penyediaan rumah bagi rakyat masih merupakan tantangan besar bagi pemerintah pusat, dengan sekitar 12,7 juta rumah yang masih belum terpenuhi hingga Agustus lalu. 

Beli Tanah, Dapat Rumah: Ganjar Pranowo dan Langkah Terobosan dalam Pemukiman
Beli Tanah, Dapat Rumah: Ganjar Pranowo dan Langkah Terobosan dalam Pemukiman.
Sementara itu, pertumbuhan keluarga baru dari kalangan milenial dan generasi Z yang memerlukan rumah baru mencapai sekitar 700.000 hingga 800.000 keluarga per tahun, mengindikasikan permintaan yang tinggi yang sulit dipenuhi oleh pemerintah.

Selain mendukung program Tuku Lemah Oleh Omah, Guntur Romli juga berharap bahwa kebijakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis asrama, seperti yang diterapkan di SMK Negeri Jawa Tengah, dapat dilanjutkan jika Ganjar terpilih sebagai presiden.

SMK tersebut memberikan peluang pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, dengan sekitar 80% lulusannya langsung mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Ketua kelompok relawan ini berencana untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Ganjar dalam pertemuan mendatang antara kelompok relawan dan mantan Gubernur tersebut.

Dalam diskusi-diskusi berkelanjutan, akan dibahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk melanjutkan program-program ini, dengan harapan bahwa mereka dapat menjadi model untuk transformasi nasional.

Ganjar telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 5 September dan saat ini diusung sebagai bakal calon presiden oleh beberapa partai politik, termasuk PDI-P, PPP, Hanura, dan Perindo. 

Harapan besar mengiringi kemungkinan perluasan program-program unggulannya jika terpilih sebagai pemimpin negara.

Jumat, 08 September 2023

Ganjar Pranowo Diminta Menyusun Rincian Rencana Kenaikan Gaji Guru hingga Rp30 Juta

Ganjar Pranowo Diminta Menyusun Rincian Rencana Kenaikan Gaji Guru hingga Rp30 Juta
Ganjar Pranowo Diminta Menyusun Rincian Rencana Kenaikan Gaji Guru hingga Rp30 Juta.
JAKARTA – Trubus Rahardiansah, seorang pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisaksi, telah mengajukan permintaan kepada bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai rencana kenaikan gaji guru yang telah ia sampaikan melalui media sosial. 

Menurut Trubus, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum melaksanakan kenaikan gaji guru.

Trubus menjelaskan, "Misalnya, apakah negara memiliki anggaran yang cukup besar untuk ini. Kita tahu bahwa anggaran adalah sumber daya yang terbatas, dan hal ini menjadi lebih rumit karena guru-guru berada di pusat dan daerah yang terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berbeda-beda di setiap daerah."

Ganjar Pranowo Diminta Menyusun Rincian Rencana Kenaikan Gaji Guru hingga Rp30 Juta
Ganjar Pranowo Diminta Menyusun Rincian Rencana Kenaikan Gaji Guru hingga Rp30 Juta.
Dalam sebuah wawancara dengan Rhenald Khasali yang diunggah di platform YouTube, Ganjar menceritakan pengalaman suksesnya dalam meningkatkan gaji guru saat menjabat sebagai gubernur di Jawa Tengah (Jateng). 

Pada masa itu, ia berhasil meningkatkan gaji guru dari sekitar Rp200 ribu hingga mencapai minimal Upah Minimum Kabupaten (UMK), yang saat itu sekitar Rp1,2 juta. 

Hal ini telah membantu guru-guru di Jateng untuk tidak lagi mencari pekerjaan sampingan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Apabila terpilih menjadi presiden, Ganjar berbicara tentang ambisinya untuk meningkatkan gaji guru di seluruh Indonesia. 

Menurutnya, seorang guru yang baru memulai karirnya akan menerima upah sekitar Rp10 juta, dan dalam beberapa tahun bekerja, gaji seorang guru bahkan dapat mencapai angka Rp30 juta.

Ganjar belum menyebut angka pasti. Ia masih meminta para ahli pendiidikan dan ahli keuangan untuk menghitungnya. "Coba dihitung berapa dan kita bisa mulai dari berapa," ujar politikus PDI-Perjuangan tersebut. 

Hal lain yang perlu dipertimbangkan, lanjut Trubus, ialah terkait instrumen untuk menilai kinerja para guru. Menurut dia, perlu ada parameter jelas untuk menentukan apakah seorang guru layak naik gaji atau tidak. 

"Kan harus ada output-nya. Ini bagaimana? Sementara posisi guru ini output-nya kalau tingkat SD, misal, pada (kesuksesan guru mengajarkan) budi pekerti pada murid, SMA output-nya misal mengeluarkan satu produk," jelas Trubus. 

Gaji guru yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Peraturan Gaji PNS. Tergantung tingkat dan golongan, besarannya berkisar dari sekitar Rp 1,6 juta hingga Rp6 juta. 

Menaikkan gaji guru PNS, kata Trubus, mungkin bisa dilakukan di provinsi-provinsi yang punya APBD besar. Namun, provinsi-provinsi miskin bakal kesulitan untuk mengongkosi kenaikan gaji guru jika terlalu tinggi. 

"Ini apakah pemerintah pusat mau menanggulangi? Apakah tidak menimbulkan kecemburuan lain bagi profesi lainnya. Kan ASN banyak. Kan guru ada ASN, ada guru swasta. Itu yang swasta gimana? Karena swasta itu kan sangat tergantung kepada kemampuan masing-masing satuan pendidikan," jelas Trubus. 

Menurut Trubus, apa yang disampaikan Ganjar baru pada tataran konseptual. Oleh karena itu, perlu ada penjelasan dari Ganjar terkait bagaimana implementasi dan cara agar gagasan kenaikan gaji guru itu bisa diterapkan secara berkelanjutan.

"Artinya gini, semua mendukung apa yang disampailan Pak Ganjar. Hanya persoalannya tadi, aspek dampak harus betul-betul diperhatikan. Kedua, kaitannya dengan kinerja. Kinerja ini kaitannya dengan budaya. Apakah mampu mengubah budaya guru kita untuk bisa menghasilkan peserta didik yang berkualitas," jelas dia.

Menurut Trubus, mahasiswa juga bisa menanyakan hal tersebut kepada Ganjar dalam debat calon presiden yang rencananya digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeristas Indonesia (UI) pada 14 September mendatang. 

Ihwal ini, BEM UI menyatakan masih menunggu konfirmasi kehadiran bakal calon presiden, baik Ganjar, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.

"Sekali lagi kita tegaskan setuju (meningkatkan kesejahteraan guru). Sekarang bagaimana skemanya itu bisa diterima oleh berbagai pihak... Tantangan yang paling berat lagi adalah berkesinambungan. Misal, itu di era Pak Ganjar selama presiden. Nanti setelah presidennya ganti apakah masih dilanjutkan?" ujar Trubus.

Kamis, 07 September 2023

Ridwan Kamil Dianggap Tepat Jadi Pendamping Ganjar Pranowo Pada Pilpres 2024

Ridwan Kamil dianggap tepat jadi pendamping Ganjar Pranowo Pada Pilpres 2024
Ridwan Kamil dianggap tepat jadi pendamping Ganjar Pranowo Pada Pilpres 2024. (Foto Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil/Foto: Istimewa)
JAKARTA – Pengamat politik Ade Reza Hariyadi menganggap wajar jika nama mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil alias Kang Emil kembali mengemuka dalam bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) sebagai pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Reza menyebut Ridwan Kamil bisa menutupi kelemahan Ganjar di Jawa Barat (Jabar).

"Karena bagaimanapun juga basis politik suara Pak Ganjar utamanya berada di Jateng dan Jabar merupakan salah satu wilayah dengan konsentrasi pemilih yang paling besar di Indonesia. Jadi, mungkin itu menjadi pertimbangan," kata dia saat dihubungi, Kamis (7/9/2023).

Survei terbaru yang digelar Lembaga Survei Indonesia (LSI) awal Agustus lalu menunjukkan mayoritas pemilih di Jabar terkonsentrasi pada bacapres Prabowo Subianto (39,2%) dan Anies Baswedan (29,6%). Hanya sekitar 25,2% responden yang menyatakan bakal memilih Ganjar.

Jika ditandemkan, menurut Reza, pasangan Ganjar-Kang Emil juga klop lantaran kinerja keduanya tergolong baik dalam memimpin provinsi masing-masing. Itu, misalnya, tecermin dalam tingkat kepuasan publik terhadap Ganjar dan Kang Emil.

"Salah satu nilai tambah dalam membangun persepsi publik tentang keberhasilan mereka (Ganjar dan Kang Emil) dalam pemerintahan yang bisa direplikasi kalau mereka mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres," terangnya.

Dalam sigi Poltracking Indonesia yang dirilis pada 2022, tingkat kepuasan publik Jateng terhadap pemerintahan Ganjar-Taj Yasin Maimoen mencapai 83,2%. Pada survei itu, tingkat kepuasan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum di Jabar mencapai 79,7%. Survei-survei yang dirilis lembaga lainnya juga lazimnya menunjukkan tren serupa.

Khusus untuk Ridwan Kamil, elektabilitasnya juga tergolong tinggi di Jabar. Sebagai calon Gubernur Jabar, survei Charta Politica yang dirilis Juli lalu menunjukkan tingkat elektabilitasnya mencapai 44,3%. Unggul dari eks Bupati Purwakarta yang mengantongi 29,3% di peringkat kedua. 

Diposisikan sebagai cawapres, Charta mencatat Ridwan Kamil punya elektabilitas sebesar 38% di Jabar. Pria yang akrab disapa Kang Emili itu mengguguli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (18,7%), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (9,1%), dan Menteri BUMN Erick Thohir (6,4%).

Reza menilai tak mudah untuk meminang Kang Emil sebagai cawapres Ganjar. Pasalnya, Kang Emil saat ini sudah menjadi kader Golkar. Agustus lalu, Golkar telah bergabung dalam koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 

Meski begitu, peluang untuk merealisasikan pasangan Ganjar-Kang Emil tak sepenuhnya tertutup. Menurut Reza, dinamika politik masih sangat cair. Selama belum didaftarkan nama paslon belum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), kejutan-kejutan masih mungkin terjadi. 

"Jadi peluang Pak Ganjar dan Pak Ridwan Kamil untuk berduet saya kira sangat terbuka sekali. Bisa saja Golkar di tengah jalan mengubah keputusan politiknya atau mungkin bisa juga Pak Ridwan Kamil di tengah jalan mengubah tujuan politiknya untuk tanpa harus mempertimbangkan statusnya di Golkar. Tetapi, keputusan secara pribadi untuk menjadi pasangan Pak Ganjar Pranowo," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI-Perjuangan Ahmad Basarah mengungkapkan saat ini tengah menggodok sejumlah nama untuk dijadikan pendamping Ganjar. Kang Emil termasuk salah satu nama yang dipertimbangkan secara serius. 

"Saya kira Pak RK (Ridwan Kamil) sebagai salah satu tokoh kepala daerah yang dinilai juga sukses memimpin Jabar sebagai satu kandidat yang masuk dalam pertimbangan-pertimbangan tersebut," kata Basarah.

Rabu, 06 September 2023

Ganjar pamit dari Jateng: Jenengan semua bagian dari saya

Ganjar pamit dari Jateng: Jenengan semua bagian dari saya
Ribuan orang memadati Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng).
JATENG – Ribuan orang memadati Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan, Semarang, Jateng, Rabu (5/9). Tak hanya dari Semarang, warga yang tumpah ruah di semua sudut kantor gubernur juga berasal dari sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Kehadiran mereka untuk melepas Ganjar dari kursi Jateng 1 dalam acara bertajuk "Terima Kasih Jawa Tengah". Tepat hari ini, masa jabatan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen resmi berakhir. Khusus untuk Gajar, total sudah satu dekade ia memimpin Jateng. 

Mengenakan kemeja putih, Ganjar hadir di podium sekitar pukul 16.45 WIB. Dalam sambutannya, ia bercerita merasa bangga sudah diberikan mandat untuk memimpin Jateng. Menurut dia, pengalamannya memimpin Jateng tak akan pernah bisa dilupakan. 

"Rasanya sepuluh tahun itu baru kemarin. Masih ada di ingatan saya berseliweran petani yang saya temui di sawah. Mereka bekerja luar biasa. Masih ingat ketika saya datang ke sekolah lewat Gubernur Mengajar, bertemu dengan guru-guru yang sungguh-sungguh serius mengajarkan anak-anak kita, termasuk juga budi pekerti," tutur Ganjar. 

Pada kesempatan itu, Ganjar juga berterima kasih kepada para pegawai di lingkungan Pemprov Jateng yang selama ini menemaninya bekerja. Menurut dia, kinerjanya sebagai gubernur dimudahkan lantaran para pegawainya punya komitmen kuat untuk melayani masyarakat, menjaga integritas, dan memegang teguh nilai-nilai antikorupsi.

Ganjar juga masih mengingat orang-orang kecil yang ia temui sepanjang memimpin Jateng, termasuk para pengamen hingga penyapu jalanan di seputar kantor gubernur. 

"Semua berjalan dalam sepuluh tahun yang luar biasa. Rasa-rasanya sore ini berat buat saya karena jenengan semua adalah bagian dari saya dan saya adalah bagian dari panjenengan," kata politikus PDI-Perjuangan itu. 

Ganjar bercerita perjalanannnya meniti karier sebagai Gubernur tak selalu mulus. Saat berpasangan dengan Heru Sudjatmoko pada periode 2013-2018, ia rutin dibanjiri kritik dan protes dari warga. Begitu pula saat berpasangan dengan Taj Yasin pada periode 2018-2023.

"Saya tidak pernah berduka ketika mendapatkan cacian atau makian karena itu adalah energi saya. Di pintu gerbang itu, sering kali kawan-kawan aktivis, mahasiswa, kawan-kawan buruh, mereka protes. Kadang-kadang pagarnya juga roboh. Itu pun kami terima dengan riang gembira karena kalian masyarakat semua adalah tuanku," tutur Ganjar. 

Ganjar mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di Jateng. Ia berharap program-program positif yang telah dibangun Pemprov Jateng bisa dilanjutkan oleh penerusnya. Khusus untuk warga Jateng, ia berharap pintu silaturahmi tetap terbuka. 

"Bahwa saya, kulo, sederek'e panjenengan (saya saudara Anda). Bahwa kita semuanya bersaudara dan kelak kemudian kita akan berjumpa di suasana yang selalu bersemangat dan kita akan selalu saling melangkahkan kaki bersama," tandas Ganjar.

Selasa, 05 September 2023

Berantas Pungli, Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara

Berantas Pungli, Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara
Berantas Pungli, Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara.
JATENG – Ratusan sopir truk menyambangi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo di kantornya di Jalan Pahlawan, Semarang, Jateng, Senin (4/9/2023). Sejak pagi, truk-truk dalam berbagai ukuran dan model terparkir di depan kantor gubernur. 

Menjelang petang, Ganjar keluar kantor untuk bertemu dengan para sopir. Ganjar berkeliling dan berbincang dengan sejumlah sopir truk. Sesekali, ia berhenti di salah satu truk untuk mengagumi karya seni yang terpampang di bokong dan badan truk. 

Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara
Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara.
Kepada wartawan, Ganjar bertutur kedekatannya dengan para sopir truk bermula saat aksi marah-marahnya di jembatan timbang di Subah, Batang, Jateng pada 2014. Saat itu, Ganjar "mengamuk" karena memergoki pungutan liar kepada sopir. 

Berantas Pungli, Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara
Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara.
Tak lama setelah itu, Ganjar lantas bertemu dengan para sopir truk yang pernah jadi korban pungli. "Ternyata komunitasnya banyak sekali. Kemudian terinspirasi, kawan-kawan (sopir truk) tiba-tiba beberapa kali menggambar bokong truk. Kemudian digambar macam-macam. Saya tanya, 'Kenapa melakukan itu?' Itu kepuasan batinnya," tutur Ganjar. 

Sejak itu, komunikasi dengan para sopir truk tetap terjaga.

Ganjar bercerita para sopir juga masih rutin memberikan laporan mengenai titik-titik lokasi yang masih menjalankan "tradisi" pungli hingga kini. 

"Kalau (sopir) truk tidak nyaman itu high cost. Dulu banyak cerita sopir truk kalau mau jalan dia menyediakan (uang) di tempat korek (kayu). Dia menyiapkan berapa rupiah dan itu dimasukkan ke dalam pembiayaannya. Akhirnya, high cost. Itu, menurut saya, tidak bagus," imbuh pria yang kini diangkat sebagai Bapak Truk Nusantara oleh para sopir itu.

Koordinator Aksi Kopdar Truk Nusantara Khoerul Zaefudin, mengatakan para sopir ingin mengangkat Ganjar sebagai Bapak Truk Nusantara, sejak tahun lalu. Alasannya, politikus PDI-P itu dianggap bisa melindungi dan mengayomi para sopir.  

Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara
Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara.
"Jadi, dari awal kepemimpinan Bapak Ganjar, itu sudah langsung memberikan gebrakan, tindakan nyata membasmi pungli dan itu luar biasa. Ternyata dampaknya semakin minim dan Pak Ganjar juga membuka laporan aduan, yang apabila ada pungli, lapor Pak Ganjar, bisa ditindak," ucap Khoerul kepada wartwan. 

Sebelum Ganjar turun tangan, menurut Khoerul, para sopir dalam sekali jalan bisa dimintai uang oleh oknum antara Rp50-Rp150 ribu. Namun, setelah ada tindakan tegas dari Ganjar, situasi menjadi lebih aman. 

Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara
Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara.
Dia pun berharap, apa yang sudah dilakukan Ganjar dapat diteruskan oleh penggantinya. Hal ini disampaikan mengingat tugas Ganjar sebagai orang nomor satu di Jateng berakhir pada 5 September 2023.

Setelah masa baktinya selesai, para sopir berharap Ganjar bisa menjadi presiden. Saat ini, Ganjar sudah diusung PDI-P sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024. 

Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara
Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara.
"Untuk Pak Ganjar sendiri semoga menang di Pilpres 2024. Kalau Pak Ganjar jadi presiden, sopir menjadi nyaman. Ketika jadi Gubernur Jateng bisa menertibkan (pungli di) Jateng. Ketika menjadi presiden, bisa menertibkan (pungli di) seluruh Indonesia," ucap dia. 

Setidaknya ada 125-130 sopir truk yang menyambangi Ganjar di kantornya. Para sopir kebanyakan dari Batang, Jateng. Namun, ada pula yang datang dari Solo dan Purworejo. Sopir asal Jawa Timur (Jatim) pun hadir, seperti Pemengkasan dan Pacitan. Sopir Jawa Barat (Jabar) berasal dari Kuningan.

Senin, 04 September 2023

Ganjar di Depan Petani dan Nelayan: Ekonomi Kita Tumbuh karena Semangat Kalian

Ganjar di Depan Petani dan Nelayan: Ekonomi Kita Tumbuh karena Semangat Kalian
Ganjar di Depan Petani dan Nelayan: Ekonomi Kita Tumbuh karena Semangat Kalian.
JATENG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengatakan ekonomi Jateng tumbuh di atas nasional. Menurut calon presiden PDI-Perjuangan itu, hal tersebut tidak lepas dari peran petani dan nelayan. 

"Ekonomi (Jateng) tumbuh sedikit di atas nasional, juga pasti karena semangat panjenengan," kata Ganjar di halaman Kantor Gubernur, Semarang, Jateng, Senin (4/9)

Ganjar menyampaikan hal tersebut di hadapan masyarakat yang ia temui dan datang berbagai daerah di Jateng, seperti Magelang, Pati, Temanggung, dan Banyumas. Tidak hanya petani dan nelayan, turut hadir pula pemuka agama dan pegiat kesenian tradisional.

Ganjar di Depan Petani dan Nelayan: Ekonomi Kita Tumbuh karena Semangat Kalian
Ganjar di Depan Petani dan Nelayan: Ekonomi Kita Tumbuh karena Semangat Kalian.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebur pada Triwulan II 2023 sebesar 5,23%, secara year on year (yoy). Capaian ini lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,17%.

Ganjar menambahkan, capaian tersebut juga berkat kerja sama para bupati dan wali kota di Jateng. Lepas dari itu, meskipun pertumbuhan ekonomi Jateng di atas nasional, Ganjar mengatakan perlu ada target yang harus lebih tinggi lagi. 

"Kita langsung menyampaikan, ini pertumbuhan bagus, terus di gas, tapi inflasi mesti dikendalikan," ucap dia.

Sebagai informasi, pertumbuhan tersebut tak lepas dari berbagai program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi Pemerintah Provinsi Jateng. Beberapa program, seperti Program Lapak Ganjar yang mewadahi pemasaran produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpilih. 

Di bawah kepemimpinan Ganjar, Pemprov Jateng turut mendorong sertifikasi halal bagi pemilik UMKM. Tujuannya agar UMKM bisa naik kelas dan dapat menyerap banyak tenaga kerja.

Pada 2023, Pemprov Jateng membina 183.181 unit UMKM yang menyerap 1.337.156 tenaga kerja dan menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp38,9 miliar serta omset Rp68,7 miliar. Jumlah ini naik drastis dibandingkan awal Ganjar menjabat pada 2013, yakni 90.339 unit UMKM dan menyerap 480.508 tenaga kerja.

Ganjar di Depan Petani dan Nelayan: Ekonomi Kita Tumbuh karena Semangat Kalian
Ganjar di Depan Petani dan Nelayan: Ekonomi Kita Tumbuh karena Semangat Kalian.
Program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lainnya memberi solusi permodalan bagi para pelaku usaha yang tidak memenuhi syarat perbankan dalam mendapatkan pinjaman. Selain itu, mendorong pemerintah membeli produk lokal. 

Hal lain yang dilakukan mengupayakan Jateng menjadi kawasan industri dan meningkatkan investasi dengan layanan mudah, cepat, dan murah. Sektor kreatif dan digital dikembangkan melalui program Hetero Space dan menggandeng marketplace.

Minggu, 03 September 2023

Ganjar Pranowo Diminta Antisipasi Kampanye Hitam Korupsi KTP-el

Ganjar Pranowo Diminta Antisipasi Kampanye Hitam Korupsi KTP-el
Ganjar Pranowo Diminta Antisipasi Kampanye Hitam Korupsi KTP-el. (Gambar ilustrasi)
JAKARTA – Pengamat politik Ade Reza Haryadi menilai tingkat elektabilitas bakal calon presiden Ganjar Pranowo tidak akan terpengaruh isu terkait korupsi mega proyek pengadaan KTP elektronik. Meski begitu, ia menyebut Ganjar perlu mewaspadai isu itu dijadikan bahan kampanye hitam di Pilpres 2024 oleh lawan-lawan politiknya. 

"Jika hal tersebut (kampanye hitam) itu tak ada, maka tidak akan ada dampak berarti terhadap elektabilitas Ganjar. Kalau dilihat besaran hasil survei, saya kira tidak cukup signifikan memengaruhi potensi elektoral Pak Ganjar Pranowo," ucap Reza saat dihubungi, Sabtu (2/9/2023).

Survei teranyar yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) belum lama ini menunjukkan sebanyak 18% publik tahu bahwa nama Ganjar kerap diseret ke pusaran kasus korupsi KTP-el. Sebanyak 82% responden menyatakan tidak tahu keterkaitan Ganjar dalam kasus korupsi KTP-el. 

Ganjar Pranowo Diminta Antisipasi Kampanye Hitam Korupsi KTP-el
Ganjar Pranowo Diminta Antisipasi Kampanye Hitam Korupsi KTP-el.
Dari total jumlah responden yang tahu ada nama Ganjar dalam kasus itu, sebanyak 33% percaya bahwa Ganjar menerima duit dari hasil korupsi proyek KTP-el. Yang tidak percaya sebanyak 46% dan sisanya tidak menjawab. Mayoritas responden yang percaya Ganjar terlibat ialah pendukung Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. 

Alih-alih menanggapi kampanye hitam terkait KTP-el yang potensial muncul di Pilpres 2024, Reza berpendapat Ganjar sebaiknya fokus menyampaikan gagasan dan program yang bermanfaat bagi publik. Tim kampanye Ganjar, kata Reza, sebaiknya juga tidak berlebihan merespons isu tersebut. 

"Tentu itu akan lebih baik dan menunjukkan kualitas Pak Ganjar sendiri, yaitu bahwa beliau concern terhadap persoalan-persoalan programatik, persoalan platform, dan hal-hal yang terkait problem riil yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara dibandingkan merespons kampanye hitam seperti itu (isu korupsi proyek pengadaan KTP-el)," ujar Reza.

Korupsi proyek KTP-el ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Dalam kasus itu, sejumlah tersangka telah divonis, di antaranya mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. 

Dalam sebuah persidangan, Nazaruddin pernah menyebut Ganjar menerima duit hingga US$ 500 ribu dari hasil korupsi proyek tersebut. Namun, pernyataan Nazaruddin kerap berubah-ubah. Dalam persidangan lain, Nazaruddin juga sempat menyatakan Ganjar menolak menerima duit tersebut. 

Ganjar sendiri sudah beberapa kali memberikan keterangan terkait korupsi KTP-el kepada penyidik KPK, termasuk di antaranya menjadi saksi dalam persidangan untuk sejumlah tersangka. Eks anggota Komisi II DPR RI itu juga sudah berulangkali membantah terlibat dalam kasus megakorupsi tersebut. 

Dalam sebuah podcast di kanal Youtube-nya pada Oktober 2022, eks penyidik KPK Novel Baswedan menyebut tidak ada bukti Ganjar terlibat dalam kasus korupsi KTP-el. Menurutnya, pernyataan para tersangka korupsi KTP-el yang menyebut Ganjar turut menerima duit tidak bisa dibuktikan. 

"Saya berani berbicara, bahwa memang pemenuhan alat buktinya (keterlibatan Ganjar) belum masuk standar pembuktian. Kenapa saya bilang begitu, penyidiknya dulu saya kok. Jadi saya yang lebih tahu," kata Novel. 

Ketua KPK Firli Bahuri juga pernah mengatakan belum menemukan bukti keterlibatan Ganjar di kasus korupsi KTP elektronik. Dalam menangani kasus korupsi, Firli menegaskan KPK berdasarkan aturan hukum yang berlaku dan tidak akan sembarangan memeriksa seseorang tanpa bukti-bukti yang kuat.

Ketimbang Respons Isu Korupsi KTP, Ganjar Lebih Baik Fokus Sampaikan Gagasan

Ketimbang Respons Isu Korupsi KTP, Ganjar Lebih Baik Fokus Sampaikan Gagasan
Ketimbang Respons Isu Korupsi KTP, Ganjar Lebih Baik Fokus Sampaikan Gagasan.
JAKARTA – Bakal calon presiden yang diusung PDI-Perjuangan Ganjar Pranowo, diharapkan fokus menyampaikan gagasan daripada merespons isu korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el). Selama beberapa tahun terakhir, nama Ganjar kerap dikait-kaitan terlibat dalam kasus korupsi tersebut. 

"Tentu itu akan lebih baik dan menunjukkan kualitas Pak Ganjar sendiri, bahwa beliau concern terhadap persoalan-persoalan programatik, persoalan platform, dan hal-hal yang terkait problem riil yang dihadapai oleh masyarakat, bangsa, dan negara," kata pengamat politik Ade Reza Haryadi, Sabtu (2/9/2023).

Reza mengatakan, merespons kampanye hitam seperti isu e-KTP, malah membuat energi Ganjar terbuang. Di sisi lain, hal itu bisa pula membuat konsentrasi Ganjar akan terganggu.

Menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait kasus korupsi e-KTP di mata publik, kata Reza, itu tak akan memengaruhi elektoral Ganjar. Sebab, responden yang tahu atau pernah mendengar Ganjar terlibat kasus tersebut hanya sedikit.

Sigi SMRC Juli-Agustus 2023, menunjukkan yang tahu atau pernah mendengar pendapat Ganjar terlibat dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP hanya 18% dan 82% yang tidak tahu. Dari 18%, responden yang percaya dengan pendapat Ganjar terlibat 33%, tidak percaya 46%, dan tidak jawab 21%. 

"Kalau dilihat besaran hasil survei, saya kira tidak cukup signifikan memengaruhi potensi elektoral Pak Ganjar Pranowo," ucap Reza.

Namun, Reza mengatakan, isu e-KTP berpotensi menjadi kampanye hitam untuk menyerang Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu. Akan tetapi, jika hal tersebut tak ada, maka tidak akan ada dampak berarti terhadap elektoral Ganjar. 

Lebih lanjut, alih-alih fokus ke kampanye hitam, justru yang perlu dilakulan setiap kandidat bakal calon presiden adalah mencegah hal itu terjadi. Caranya dengan kampanye politik yang tidak hanya informatif, tapi juga edukatif. 

"Kampanye akan bermanfaat bagi publik jika kampanye itu diisi adu gagasan, adu platfom, adu kebijakan. Tidak dengan kampanye hitam," kata Reza.

Perihal kasus e-KTP, pada 2022 Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pernah mengatakan belum menemukan bukti keterlibatan Ganjar di kasus korupsi KTP elektronik. Firli menekankan, KPK bekerja berdasarkan aturan hukum yang berlaku, bukan desakan dari pihak tertentu.

"Kalau seandainya kita menyebut seseorang tanpa ada bukti itu keliru. Inilah namanya kepastian hukum, kepastian keadilan. KPK jangan merupakan bagian daripada isu yang dibuat oleh orang atau sumber yang tidak jelas," ucap Firli.

Sabtu, 02 September 2023

Ganjar Didorong Beberkan Program untuk Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi

Ganjar Didorong Beberkan Program untuk Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi
Ganjar Didorong Beberkan Program untuk Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi.
JATENG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo diusulkan menyampaikan laporan kinerjanya kepada publik dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di Jateng. Menurut pengamat politik Ade Reza Haryadi, penyampaian kinerja di depan publik perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya miskonsepsi. 

"Sebagai kepala daerah beliau (Ganjar) tentu harus menyampaikan laporan capaian, prestasi, dan kinerja selama memimpin Jateng. Apa yang sudah direalisasikan dan apa yang menjadi pekerjaan rumah," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (2/9/2023).

Jika ada program pengentasan kemiskinan dan mengatasi ketimpangan ekonomi yang dianggap berhasil, menurut Ade, maka tidak salah disampaikan kepada publik. Program yang berhasil di Jateng dapat dibawa ke ranah nasional mengingat Ganjar sudah diusung sebagai calon presiden dari PDI-Perjuangan.

"Apakah ada langkah-langkah inovatif yang bisa direplikasi kalau beliau, misalkan, terpilih sebagai presiden," ujarnya.

Reza menambahkan, momentum berakhirnya masa bakti Ganjar pada 5 September 2023 juga dapat dijadikan sarana dalam mengklarifikasi isu-isu yang ada di publik, semisal terkait kinerja dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di Jateng. 

"Atau mungkin Pak Ganjar perlu diperkuat oleh para ahli, akademisi, para pemikir sehingga bisa belajar dari pengalaman di Jateng itu kira-kira apa terobosan inovatif yang harus dilakukan sebagai presiden (jika terpilih) karena tantangannya lebih besar daripada Jateng," ucapnya.

Hal tersebut disampaikan karena isu kemiskinan dan ketimpangan ekonomi Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa cukup disoroti publik. Oleh karena itu, perlu dijawab oleh Ganjar program apa yang bakal dia bawa sebagai calon presiden dalam mengatasi dua masalah tersebut. 

"Bagaimana program Pak Ganjar berangkat dari pengalaman Jateng ini? Kalau di Jateng dianggap ada kelemahan, itu yang harus diperbaiki. Tapi kalau ada terobosan inovatif yang dianggap sebagai keberhasilan di dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi, terutama kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, mungkin ini bisa direplikasi menjadi program nasional beliau," jelasnya.

Jumat, 01 September 2023

Ganjar Diminta Optimalisasi Distribusi Air Bersih

Ganjar Diminta Optimalisasi Distribusi Air Bersih
Ganjar Diminta Optimalisasi Distribusi Air Bersih.
JATENG – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus  Rahadiansyah menilai Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo belum optimal dalam tata kelola air bersih di provinsi tersebut. Secara khusus, ia menyoroti distribusi air bersih yang belum merata hingga ke berbagai wilayah. 

"Di Jateng kan juga ada wilayah yang melimpah air. Nah, itu bagaimana kemudian untuk distribusi air ke daerah lain (yang krisis air)," katanya saat dihubungi, Kamis (31/8/2023).

Menurut Trubus, persoalan krisis air bisa diselesaikan dengan kolaborasi pemerintah-pemerintah daerah di Jateng. Tantangannya ialah bagaimana membuat pemerintah daerah mau saling bantu daerah yang kesulitan sumber air.

"Konteksnya bagaimana menyediakan di APBD-APBD-nya itu (untuk membangun jaringan distribusi air)," jelasnya.

Selain itu, partisipasi masyatakat dalam menampung air saat musim hujan bisa ditingkatkan. Namun, pemerintah perlu memberi dukungan dengan membangun semacam penampungan. 

"Jadi kayak situ-situ untuk menampung air. Itu yang banyak perlu dilakukan ke depannya," tutup dia.

Sedikitnya 310 desa di 130 kecamatan yang mengalami krisis air bersih di Jateng sepanjang tahun ini. Desa-desa itu tersebar di 27 kabupaten dan kota.

Di sisi lain, Ganjar telah mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah daerah. Terkait ini, skema bantuan distribusi air bersih 7,1 juta liter sudah disiapkan. 

"Kita tiap hari ada bantuan yang kita kirim ke daerah-daerah. Jadi kalau boleh saya tampilkan visualnya, dari BPBD semua siaga, bupati/walikota semua siaga, so far sampai hari ini ada (bantuan air)," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jateng, Senin (14/8/2023).

Bantuan sekitar 7,1 juta liter air itu bersumber dari banyak pihak dan hanya solusi sementara. Untuk antisipasi jangka panjang kebutuhan air bersih, Ganjar merinci dua hal yang perlu dilakukan, baik oleh Pemprov Jateng atau masyarakat setempat. 

Pertama, menjaga dan merawat sumber-sumber mata air dengan memperbanyak menanam pohon. Kedua, pengelolaan sumber mata air dengan membuat saluran agar distribusinya mudah.

"Di beberapa titik ada sumur bor, yang lain kita bisa menampung dari air hujan. Maka rain harvesting-nya mesti dilakukan dengan peralatan. Seperti tandon-tandon yang ada di rumah itu juga bisa," kata Ganjar.

Kekeringan dan krisis air sudah menjadi perhatian Ganjar sejak ia mulai memimpin Jateng. Pada 2015, Ganjar menginisiasi Gerakan Seribu Embung. Tujuannya, mengatasi kekeringan, mengantisipasi banjir saat musim hujan, mengairi sawah saat kemarau, dan sumber air baku untuk warga. Kini, paling tidak ada 1.135 embung yang selesai dibangun.

Pengamat nilai Ganjar cukup berhasil atasi krisis air bersih

Pengamat nilai Ganjar cukup berhasil atasi krisis air bersih
Pengamat nilai Ganjar cukup berhasil atasi krisis air bersih.
JATENG – Menjelang akhir masa jabatannya, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dihadapkan pada krisis air bersih yang mendera ribuan warga Jateng. Sedikitnya 310 desa di 130 kecamatan yang mengalami krisis air bersih sepanjang tahun ini. Desa-desa itu tersebar di 27 kabupaten dan kota.

Meski begitu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai Ganjar cukup berhasil mengatasi problem menahun itu. Yang hingga kini belum optimal, kata dia, ialah distribusi air bersih ke seluruh daerah di Jateng yang rentan mengalami krisis. 

"Jateng wilayahnya luas. Jadi, ada daerah yang memang membutuhkan penanganan. Karena krisis, sekalipun sudah ditangani, tapi belum optimal sehingga krisis air itu masih mendera sebagian warga," ucap Trubus saat dihubungi, Kamis (31/8/2023).

Meskipun masih ada warga yang kesulitan air, menurut Trubus, bukan berarti tidak ada air sama sekali di kawasan yang dilanda kekeringan. Pasalnya, pasokan air dengan truk-truk tangki tetap dijalankan pemerintah setempat.  

Penanganan krisis air, lanjut Trubus, tergolong baik lantaran sejauh ini tidak terlihat gejolak di masyarakat. "Di sana (Jateng) enggak ada gejolak seperti, misalnya, masyarakat enggak bisa bermobilitas karena airnya enggak ada," ujarnya.

Sebelumnya, Ganjar telah mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah daerah. Terkait ini, skema bantuan distribusi air bersih 7,1 juta liter sudah disiapkan. 

"Kita tiap hari ada bantuan yang kita kirim ke daerah-daerah. Jadi kalau boleh saya tampilkan visualnya, dari BPBD semua siaga, bupati/walikota semua siaga, so far sampai hari ini ada (bantuan air)," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (14/8/2023).

Bantuan sekitar 7,1 juta liter air itu bersumber dari banyak pihak dan hanya solusi sementara. Untuk antisipasi jangka panjang kebutuhan air bersih, Ganjar merinci dua hal yang perlu dilakukan, baik oleh Pemprov Jateng atau masyarakat setempat. 

Pertama, menjaga dan merawat sumber-sumber mata air dengan memperbanyak menanam pohon. Kedua, pengelolaan sumber mata air dengan membuat saluran agar distribusinya mudah.

"Di beberapa titik ada sumur bor, yang lain kita bisa menampung dari air hujan. Maka rain harvesting-nya mesti dilakukan dengan peralatan. Seperti tandon-tandon yang ada di rumah itu juga bisa," kata Ganjar.

Kekeringan dan krisis air sudah menjadi perhatian Ganjar sejak ia mulai memimpin Jateng. Pada 2015, Ganjar menginisiasi Gerakan Seribu Embung. Tujuannya, mengatasi kekeringan, mengantisipasi banjir saat musim hujan, mengairi sawah saat kemarau, dan sumber air baku untuk warga. Kini, paling tidak ada 1.135 embung yang selesai dibangun.

Senin, 21 Agustus 2023

PDIP Pasang Stiker Ganjar Serentak, Cornelis Siap Menangkan Ganjar di Kalbar

PDIP Pasang Stiker Ganjar Serentak, Cornelis Siap Menangkan Ganjar di Kalbar.
LANDAK - Guna memenangkan kontestasi pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) seluruh Indonesia mulai memanaskan mesin politik dengan menjalankan himbauan partai yakni melakukan door to door secara serentak pada 19 agustus 2023 yakni pemasangan stiker dan atribut calon presiden PDI Perjuangan Ganjar Pranowo

Cara blusukan dan bertemu langsung dengan warga menjadi pilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) fraksi PDI Perjuangan, Cornelis untuk memperkenalkan capres Ganjar Pranowo yang di usung oleh PDI Perjuangan di Pemilu 2024 mendatang.

Seraya blusukan dikatakan Cornelis, dirinya juga menyerap langsung aspirasi warga serta melakukan penempelan stiker capres Ganjar Pranowo di wilayah Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

"Saya pilih Kabupaten Landak karena ini masuk dalam wilayah daerah pemilihan (dapil) saya, Landak jadi daerah pertama saya turun kelapangan untuk memperkenalkan capres yang diusung oleh PDI Perjuangan, selanjutnya kita akan turun ke kabupaten lain yang ada di Kalimantan Barat," ujar Cornelis, saat ditemui di kediamannya, di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (20/8/23).

Cornelis mengatakan Pemilu 2024 dirinya beserta seluruh kader PDI Perjuangan akan memenangkan capres Ganjar Pranowo di wilayah Kalimantan Barat.

"Target kita Pak Ganjar menang di Kalimantan Barat. Kita siap berjuang untuk meraih kemenangan dan menuju Indonesia emas dimasa yang akan datang," tegas Cornelis.

Lebih jauh Cornelis menegaskan seluruh kader PDI Perjuangan bergerak dengan berlandaskan instruksi partai dan sebagai petugas partai seluruh kader PDI Perjuangan, siap berjuang meraih kemenangan ketiga di Pemilu 2024 mendatang.

"Kita bergerak berdasarkan instruksi partai, partai menugaskan kita, kita semua harus siap bekerja dan berjuang untuk meraih kemenangan serta mengantarkan Pak Ganjar Pranowo sebagai presiden untuk melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh Presiden Joko Widodo selama 10 tahun memimpin Indonesia," pungkas Cornelis.

(Tim Red)

Hukum

Peristiwa

Kesehatan

Pemilu 2024

Pemkab

Polda Kalbar