PT. AAL Abaikan Tanggung Jawab Perbaikan Jalan Area Investasi, Anggota Dewan Berang

Ari Kurniawan Wiro Anggota DPRD Kabupaten Sekadau
Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Ari Kurniawan Wiro.
Sekadau, Kalbar - Buruknya infrastruktur yang berada dikawasan perkebunan PT. Agro Anugerah Lestari ( AAL ) area investasi kebun jalur Semabi, Landau Kodah, Timpuk dan Merbang mengundang kekesalan masyarakat setempat. 

Menanggapi keluhan warga tersebut, Ari Kurniawan Wiro Anggota DPRD Kabupaten Sekadau pun angkat bicara.

Menurut Ari, kendati sudah musim kemarau hingga saat ini belum ada itikad baik dari pihak manajemen perusahaan untuk melakukan perbaikan sehingga mengundang kekesalan masyarakat.

"Kemaren sempat kemarau, jalan di biarkan begitu saja. Jangan salahkan kalau dalam waktu dekat tidak kunjung di perbaiki, masyarakat akan bertindak. Ingat perusahaan sesuai dengan visi dan misinya datang ke tanah kami untuk bermitra dengan masyarakat kami," Ujar Ari Kesal saat dibubungi media ini, Selasa (24/1/2023).
Anggota DPRD Sekadau, Ari Kurniawan Wiro
Anggota DPRD Sekadau, Ari Kurniawan Wiro.
Ari juga menegaskan, Perusahaan itu hanya punya kebun, tapi tanah tetap milik masyarakat.

"Mereka menguasai kebun itu hanya dalam bentuk HGU dan ada jangka waktunya. Jangan sampai kebijakan perusahaan yang salah ujung-ujungnya masyarakat yang menderita," Ungkapnya.

"Satu hal yang perlu masyarakat ketahui, mereka itu cari duitnya di tanah kita, nanti kalau udh kaya duitnya di bawa ke luar. Kalau masyarakat ngak bakalan lari kemana-mana. Kami tetap di sini karena ini tanah kami, kami juga punya hak di tanah kami. Perusahaan jangan semena-mena pada masyarakat," Ari menambahkan.

Ari juga mengatakan, sebelumnya jalan hancur dan masyarakat yang memperbaiki dengan swadaya dan ada biaya sharing jalan.
Sekarang masyarakat harus menjerit akibat ulah perusahaan yang tak bertanggung jawab saat jalan sudah diperbaiki oleh masyarakat, Jondeer milik perusahaan seenak hati lewat. 

"Apa-apaan ini. Perbaiki jalan ngak mau. Maunya cuma ngerok hasil kebun aja," Cetus Ari.

Selain itu, Kesepakatan terkait dengan dana talangan berupa uang tunggu pun mereka langgar. 

"Nanti tunggu tanggal mainnya. Kalau masyarakat udah bertindak, susah perusahaan ini," Kesal Ari yang kerapkali mendapat keluhan warga.

(Yakop/Hemanto)

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini