Senin, 04 Mei 2026
Sabtu, 02 Mei 2026
Donor Darah HUT ke-27 Harian Berkat, Puluhan Peserta Ikut Sumbang Stok Darah di Pontianak
Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur
Hardiknas 2026, Pendidikan Kalbar Tunjukkan Kemajuan Nyata
![]() |
| Hardiknas 2026, Pendidikan Kalbar Tunjukkan Kemajuan Nyata. |
Endang Tri Purwanto Gandeng Pemuda Pancasila Jaga Stabilitas Pontianak
![]() |
| Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto perkuat sinergi dengan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan dan mendukung AVC 2026 di Pontianak. |
PONTIANAK - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Pontianak terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif. Endang Tri Purwanto memimpin audiensi bersama jajaran Pemuda Pancasila tingkat kota sebagai langkah strategis mempererat sinergi antara aparat dan organisasi masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (29/4/2026), dihadiri unsur kepolisian serta pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak.
Dalam forum tersebut, Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat krusial dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Selain membahas penguatan sinergi, agenda juga menyoroti dukungan terhadap pelaksanaan Asian Volleyball Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–18 Mei 2026. Dalam konteks tersebut, aparat kepolisian menekankan pentingnya sterilisasi sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan berskala internasional tersebut.
Dari pihak organisasi, M. Firdaus menyampaikan komitmen untuk mendukung langkah pemerintah dan aparat keamanan. Dukungan tersebut mencakup partisipasi dalam kegiatan sosial, pembinaan generasi muda, serta keterlibatan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Audiensi ini menjadi momentum konsolidasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam membangun komunikasi yang lebih intensif. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta menciptakan suasana aman dan harmonis di Kota Pontianak.
FAQ
1. Apa tujuan audiensi antara Polresta Pontianak dan Pemuda Pancasila?
Untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
2. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Jajaran Polresta Pontianak dan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak.
3. Apa kaitannya dengan AVC 2026?
Audiensi membahas dukungan pengamanan menjelang Asian Volleyball Championship 2026.
4. Mengapa peran ormas dianggap penting?
Karena ormas memiliki jaringan sosial yang luas untuk membantu menjaga stabilitas lingkungan.
5. Apa hasil yang diharapkan dari pertemuan ini?
Terbangunnya komunikasi yang kuat dan kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga keamanan kota.
Jumat, 01 Mei 2026
Pelantikan Kadin Kalbar Tuai Kritik, Fachrudin D Siregar Diduga Langgar AD ART
![]() |
| Kontroversi pelantikan Kadin Kalbar 2026 mencuat, legalitas Muprov dipertanyakan. Nama Fachrudin D Siregar dan Arya Rizqi Darsono jadi sorotan konflik kepengurusan. |
Kontroversi Pelantikan Kadin Kalbar, Polemik Legalitas Mencuat Jelang 1 Mei 2026
PONTIANAK - Rencana pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat periode 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat memicu polemik serius.
Sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan proses yang melatarbelakangi terbentuknya kepengurusan tersebut.
Nama Fachrudin D Siregar disebut sebagai Ketua Umum hasil Musyawarah Provinsi (Muprov) yang digelar pada Januari 2026.
Namun, pelaksanaan forum tersebut dinilai tidak memenuhi syarat administratif dan bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin.
M Saleh menyampaikan bahwa Muprov tersebut tidak mengantongi rekomendasi tertulis dari Kadin Indonesia, yang merupakan syarat utama dalam pelaksanaan forum resmi organisasi.
Selain itu, kejelasan struktur kepengurusan dan legitimasi peserta juga dipersoalkan.
Menurut M Saleh, kepengurusan yang sebelumnya telah berakhir masa berlaku Surat Keputusan (SK)-nya tidak memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan Muprov baru.
Kondisi ini dinilai menimbulkan ketidakjelasan legalitas hasil forum, termasuk penetapan Fachrudin D Siregar sebagai Ketua Umum.
Penolakan terhadap rencana pelantikan juga disampaikan oleh M Rifal dan Junaidi. Ketiga pihak tersebut meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk tidak memfasilitasi kegiatan yang dinilai belum memiliki dasar hukum yang kuat.
Di sisi lain, M Saleh mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Arya Rizqi Darsono, yang merupakan Ketua Umum Kadin Kalimantan Barat hasil Muprov VII pada 9 Agustus 2024.
Kepengurusan tersebut telah disahkan melalui SK Kadin Indonesia Nomor Skep/179/DP/IX/2024 tertanggal 10 September 2024 dengan masa jabatan hingga 2029.
Dukungan terhadap kepemimpinan Arya Rizqi Darsono ditegaskan sebagai bentuk menjaga legalitas organisasi.
Apabila pelantikan tetap dilaksanakan dan melibatkan pihak Kadin Indonesia, langkah hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) disebut akan menjadi opsi lanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kepastian hukum dan menghindari potensi dualisme kepengurusan di tubuh Kadin Kalimantan Barat.
Situasi ini juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas organisasi dan iklim dunia usaha di daerah.
Sejumlah pihak berharap polemik ini dapat segera diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah, sehingga Kadin Kalimantan Barat dapat kembali fokus pada perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apa yang menjadi inti polemik pelantikan Kadin Kalbar?
Polemik berpusat pada dugaan pelanggaran AD/ART dalam pelaksanaan Muprov yang menetapkan kepengurusan baru.
Siapa yang dipersoalkan dalam pelantikan ini?
Fachrudin D Siregar sebagai Ketua Umum hasil Muprov Januari 2026.
Apa masalah utama dalam Muprov tersebut?
Tidak adanya rekomendasi resmi dari Kadin Indonesia serta keabsahan peserta dan penyelenggara.
Siapa Ketua Umum yang diakui sebelumnya?
Arya Rizqi Darsono, berdasarkan SK resmi Kadin Indonesia periode 2024–2029.
Apa langkah yang akan diambil jika pelantikan tetap berlangsung?
Kemungkinan gugatan ke PTUN untuk menguji legalitas keputusan.
Sumber: Laporan Tim Lapangan
Rabu, 29 April 2026
Gejolak Global Tekan APBN, Pendidikan Jarak Jauh Kembali Jadi Opsi Efisiensi
PONTIANAK - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak lagi dipandang sebagai konflik regional semata. Dampaknya menjalar hingga ke sektor energi, pangan, hingga kebijakan fiskal banyak negara, termasuk Indonesia. Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu ketidakpastian global yang berimbas langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.
Sejumlah proyeksi ekonomi internasional memperkirakan lonjakan harga energi global pada 2026. Harga minyak mentah jenis Brent diprediksi berada di kisaran 86 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,4 juta per barel (kurs asumsi Rp16.500 per dolar AS). Bahkan dalam skenario konflik yang berkepanjangan, harga dapat melonjak hingga 115 dolar AS per barel atau setara sekitar Rp1,9 juta per barel.
Tidak hanya energi, harga pupuk global diperkirakan meningkat hingga 31 persen. Kondisi tersebut berpotensi menekan sektor pertanian dan memperbesar risiko inflasi, terutama di negara berkembang yang masih bergantung pada impor bahan baku energi dan pangan.
Tekanan Global Dorong Lonjakan Beban Subsidi Energi
Indonesia turut merasakan tekanan akibat gejolak global tersebut. Ketergantungan terhadap energi impor membuat perubahan harga minyak dunia berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp381,3 triliun pada 2026. Anggaran tersebut disusun dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia sekitar Rp1,15 juta per barel (setara 70 dolar AS).
Namun, jika konflik global terus berlanjut dan harga energi meningkat, kebutuhan subsidi energi berpotensi bertambah hingga sekitar Rp97,3 triliun (konversi dari 5,9 miliar dolar AS). Kondisi ini mempersempit ruang fiskal dan memaksa pemerintah melakukan langkah efisiensi pada berbagai sektor.
Selain subsidi energi, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Pada Maret 2026, rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.958 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global yang cenderung menghindari risiko akibat konflik geopolitik.
Efisiensi Anggaran Sentuh Dunia Pendidikan Tinggi
Situasi fiskal yang ketat mendorong pemerintah menyesuaikan kebijakan di sektor pendidikan tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara terbatas.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 yang membuka peluang pelaksanaan PJJ bagi mahasiswa semester lima ke atas serta mahasiswa pascasarjana.
Pendekatan ini dipandang rasional karena mahasiswa tingkat lanjut dinilai telah memiliki dasar akademik yang lebih kuat. Mata kuliah berbasis teori, seminar, dan diskusi dinilai lebih memungkinkan dilakukan secara daring.
Namun, kegiatan yang membutuhkan praktik langsung seperti laboratorium, bengkel, klinik, maupun studio tetap harus dilaksanakan secara tatap muka guna menjaga kualitas pembelajaran.
Belajar Dari Pengalaman Pandemi Covid-19
Penerapan pembelajaran jarak jauh bukan hal baru bagi Indonesia. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting tentang tantangan pendidikan daring.
Pada masa tersebut, banyak institusi pendidikan melakukan pembelajaran daring secara darurat tanpa perencanaan pedagogi yang matang. Proses belajar kerap berubah menjadi sekadar pemberian tugas tanpa interaksi bermakna antara dosen dan mahasiswa.
Sejumlah laporan internasional menunjukkan dampak serius terhadap capaian belajar. Indonesia tercatat mengalami penurunan kemampuan literasi hingga 40 persen dan numerasi hingga 56 persen selama masa pembelajaran jarak jauh darurat.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa PJJ membutuhkan sistem yang dirancang khusus, bukan sekadar memindahkan kelas tatap muka ke platform video daring.
Mutu Pendidikan Jadi Penentu Keberhasilan PJJ
Implementasi PJJ tidak dapat dilakukan secara instan. Perguruan tinggi harus memastikan kesiapan kurikulum, materi digital, metode evaluasi, serta interaksi pembelajaran yang efektif.
Setiap mata kuliah daring perlu dilengkapi dengan bahan ajar digital, forum diskusi, asesmen berbasis proyek, serta umpan balik yang terukur. Tanpa komponen tersebut, risiko penurunan kualitas pembelajaran menjadi sangat besar.
Regulasi nasional sebenarnya telah memberi dasar hukum bagi pelaksanaan PJJ. Aturan tersebut memungkinkan perguruan tinggi menyelenggarakan pembelajaran daring hingga 50 persen dari total beban studi tanpa izin khusus, selama mendapat persetujuan senat akademik.
Dengan kata lain, PJJ merupakan sistem pendidikan yang kompleks, bukan sekadar pilihan teknis untuk menghemat biaya operasional kampus.
Peran Pengalaman Nasional Dalam Pengembangan PJJ
Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan jarak jauh melalui Universitas Terbuka. Model pembelajaran yang telah berjalan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa PJJ dapat menjadi solusi perluasan akses pendidikan tinggi.
Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan sistem yang terintegrasi, mulai dari kurikulum hingga evaluasi pembelajaran.
Langkah efisiensi fiskal akibat tekanan global memang tidak dapat dihindari. Namun, kebijakan tersebut perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak mengorbankan mutu pendidikan.
PJJ Dipandang Sebagai Strategi Jangka Panjang
Kondisi global yang tidak menentu mendorong banyak negara menata ulang prioritas belanja publik. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tetap menjadi sektor strategis yang harus dijaga kualitasnya.
Pembelajaran jarak jauh dapat menjadi solusi jangka panjang jika dirancang sebagai bagian dari transformasi pendidikan, bukan sekadar kebijakan darurat.
Di tengah tekanan ekonomi global, menjaga mutu pendidikan tinggi menjadi investasi penting untuk mempertahankan daya saing nasional di masa depan.
FAQ
1. Mengapa konflik global memengaruhi pendidikan di Indonesia?
Konflik global memicu kenaikan harga energi dan subsidi, sehingga pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran termasuk di sektor pendidikan.
2. Siapa yang dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ)?
Mahasiswa semester lima ke atas dan mahasiswa pascasarjana berpotensi mengikuti PJJ, tergantung kebijakan perguruan tinggi.
3. Apakah semua mata kuliah bisa dilakukan secara daring?
Tidak. Mata kuliah praktik seperti laboratorium dan klinik tetap membutuhkan pembelajaran tatap muka.
4. Apa risiko terbesar dari PJJ yang tidak dirancang dengan baik?
Risiko utama adalah penurunan kualitas pembelajaran atau learning loss.
5. Apakah PJJ akan menjadi sistem pendidikan masa depan?
PJJ berpotensi menjadi bagian penting pendidikan masa depan jika didukung sistem dan teknologi yang memadai.
Selasa, 28 April 2026
Gubernur Kalbar Temui Demonstran, Paparkan Konflik Air Upas dan IPM
![]() |
| Gubernur Kalbar Ria Norsan menemui demonstran dan menjelaskan konflik Air Upas, progres jalan provinsi, serta peningkatan IPM Kalimantan Barat hingga 2026. |
PONTIANAK - Aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Senin (27/4/2026) menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah provinsi dan massa demonstran. Dalam pertemuan tersebut, Ria Norsan bersama Krisantus Kurniawan memilih turun langsung menemui peserta aksi untuk memberikan penjelasan terkait sejumlah isu yang menjadi sorotan publik.
Dialog berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat dengan fokus utama pada konflik sosial di wilayah Air Upas, kondisi infrastruktur jalan provinsi, serta perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat.
Konflik Air Upas Disebut Berawal dari Persaingan Usaha
Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di Air Upas tidak semata-mata dipicu konflik sosial biasa. Menurut Ria Norsan, persoalan tersebut berkaitan dengan persaingan usaha, kecemburuan sosial, serta adanya upaya adu domba di tengah masyarakat.
Ria Norsan menyampaikan bahwa persoalan tersebut perlu ditangani secara hati-hati karena melibatkan warga lokal serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, Ria Norsan mengungkapkan bahwa insiden pembakaran gudang yang terjadi di wilayah tersebut berdampak pada menurunnya angka pencurian sawit di kawasan sekitar. Saat ini, proses hukum kasus tersebut telah ditangani oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.
Dalam perkembangan terakhir, dua orang terduga pelaku telah diamankan, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian dengan inisial J.
Kondisi Jalan Provinsi Diklaim Mengalami Peningkatan
Selain isu keamanan, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian utama dalam dialog tersebut. Ria Norsan memaparkan capaian pembangunan jalan provinsi selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinan sejak pelantikan pada Februari 2024.
Data yang disampaikan menunjukkan peningkatan persentase jalan mantap di Kalimantan Barat. Pada tahun 2024, kondisi jalan mantap tercatat sebesar 61 persen. Hingga April 2026, angka tersebut meningkat menjadi 65 persen.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan persentase jalan mantap mencapai 80 persen pada akhir masa jabatan tahun 2029.
Ria Norsan mengakui keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat masih menjadi tantangan utama dalam percepatan pembangunan jalan. Namun, upaya perbaikan terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
IPM Kalbar Mengalami Kenaikan dalam Dua Tahun Terakhir
Dalam sektor pembangunan manusia, Ria Norsan menyampaikan adanya peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat.
Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa IPM Kalbar meningkat dari angka 71,19 pada tahun 2024 menjadi 72,09 pada tahun 2026.
Meski demikian, tantangan di bidang pendidikan masih cukup besar, terutama terkait angka putus sekolah yang disebut mencapai 25 persen.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana memperluas kerja sama dengan sektor swasta melalui program pendidikan vokasi. Selain itu, penyediaan program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C juga akan diperkuat, terutama bagi pekerja yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
Mahasiswa Diminta Sampaikan Tuntutan Secara Detail
Di akhir dialog, Ria Norsan mengajak seluruh pihak untuk mengutamakan komunikasi terbuka dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
Ria Norsan juga meminta perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan dokumen tuntutan secara rinci agar setiap poin dapat dipelajari oleh instansi terkait dan ditindaklanjuti secara menyeluruh.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas sosial di Kalimantan Barat.
FAQ
Apa penyebab konflik di Air Upas menurut Gubernur Kalbar?
Menurut Ria Norsan, konflik dipicu persaingan usaha, kecemburuan sosial, dan adanya upaya adu domba di masyarakat.
Berapa persentase jalan mantap di Kalbar saat ini?
Hingga April 2026, persentase jalan mantap di Kalimantan Barat mencapai 65 persen.
Apa target pembangunan jalan Provinsi Kalbar?
Pemerintah Provinsi Kalbar menargetkan 80 persen jalan mantap pada tahun 2029.
Bagaimana perkembangan IPM Kalbar terbaru?
IPM Kalbar meningkat dari 71,19 pada 2024 menjadi 72,09 pada 2026.
Apa solusi pemerintah untuk menekan angka putus sekolah?
Pemerintah akan memperluas pendidikan vokasi dan program Paket A, B, dan C melalui kerja sama dengan sektor swasta.
Pemprov Kalbar Anggarkan Rp 24 Miliar untuk Dua Ruas Jalan Strategis di Sintang Tahun Ini
![]() |
| Kepala Dinas PUPR Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen. Foto: Dok. Ist |
Senin, 27 April 2026
MTQ Ke-34 Pontianak Barat Diikuti 266 Peserta Dari Empat Kelurahan
![]() |
| MTQ Pontianak Barat 2026 diikuti 266 peserta. Amirullah menegaskan MTQ harus menjadi gerakan pembentuk karakter dan penguatan nilai Qurani di masyarakat. |
PONTIANAK - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan tahunan yang bersifat simbolis. Pesan tersebut menjadi sorotan utama saat pembukaan MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menekankan bahwa MTQ harus dipahami sebagai momentum memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Amirullah, kegiatan MTQ seharusnya mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat secara nyata.
Pembukaan MTQ berlangsung di Aula Kantor Camat Pontianak Barat pada Minggu (26/4/2026), dihadiri peserta dari berbagai kelurahan di wilayah tersebut.
MTQ Diposisikan Sebagai Gerakan Sosial Berbasis Nilai Qurani
Dalam arahannya, Amirullah menjelaskan bahwa MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. MTQ diposisikan sebagai gerakan sosial yang mendorong terbentuknya masyarakat religius, cerdas, dan berdaya saing.
Konsep tersebut dibangun di atas empat pilar utama yang menjadi fondasi pelaksanaan MTQ tahun ini.
Pilar pertama adalah qurani, yang menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam perilaku sehari-hari. Amirullah menilai nilai-nilai Al-Qur’an perlu diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial.
Pilar kedua adalah cerdas, yang menekankan pentingnya kecerdasan intelektual generasi muda. Amirullah menilai kecerdasan akademik harus selaras dengan nilai moral yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an.
Peran Keluarga Jadi Penentu Pembentukan Karakter Generasi
Pilar ketiga yang disampaikan Amirullah berfokus pada pembentukan karakter. Menurut Amirullah, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan kualitas moral generasi muda.
Di tengah derasnya arus globalisasi, Amirullah menilai keluarga berfungsi sebagai benteng utama dalam menjaga nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.
Pilar keempat adalah adaptif, yang menekankan kemampuan masyarakat menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas religius. Amirullah menilai kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar generasi muda mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai dasar keagamaan.
Peserta Diingatkan Menjadikan MTQ Sebagai Media Dakwah
Selain menyoroti makna kegiatan, Amirullah juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta. Amirullah mengingatkan bahwa tujuan utama mengikuti MTQ bukan semata-mata meraih gelar juara.
Menurut Amirullah, setiap peserta diharapkan mampu menjadi penyebar nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan masing-masing setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Amirullah juga mengingatkan dewan hakim untuk menjalankan tugas secara objektif dan adil dalam melakukan penilaian. Penilaian yang transparan dinilai penting untuk menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Kecamatan Pontianak Barat pada ajang tingkat kota hingga provinsi.
Ratusan Peserta Ikuti MTQ di Berbagai Cabang Lomba
MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat tahun 2026 diikuti sebanyak 266 peserta yang berasal dari empat kelurahan.
Jumlah peserta terdiri dari 101 peserta laki-laki dan 90 peserta perempuan untuk cabang perorangan. Selain itu, cabang beregu juga diikuti oleh 9 regu laki-laki dan 16 regu perempuan, khusus pada cabang Syarhil Qur’an dan Fahmil Qur’an.
Pelaksanaan lomba tersebar di sejumlah lokasi yang telah ditentukan panitia.
Cabang tilawah dan tartil dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pontianak Barat. Sementara cabang Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an dipusatkan di Aula Kelurahan Sungai Jawi Luar.
Adapun cabang tahfiz, murattal, dan mujawwad berlangsung di Masjid Syaiful Islam. Untuk cabang kaligrafi, seluruh kegiatan dipusatkan di SMA Kapuas Pontianak dengan kategori yang mencakup penulisan naskah hingga kaligrafi digital.
MTQ Dinilai Berperan Menyiapkan Generasi Berkarakter
Pelaksanaan MTQ dinilai tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan moral.
Melalui pelaksanaan yang konsisten, kegiatan MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. (Slamet)












